Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (Science Education Graduate Program University of Mataram)
Not a member yet
    7130 research outputs found

    Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Implementasi K3 Kelistrikan untuk Transisi Energi Rumah Tangga Berwawasan Lingkungan

    No full text
    Transisi energi rumah tangga yang berwawasan lingkungan merupakan langkah strategis dalam mendukung penggunaan energi berkelanjutan. Namun, rendahnya pemahaman masyarakat terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kelistrikan dalam penerapan teknologi energi terbarukan masih menjadi tantangan utama. Kurangnya sosialisasi dan keterampilan teknis dalam instalasi serta pemanfaatan energi bersih meningkatkan risiko kecelakaan listrik, yang dapat menghambat peralihan dari energi konvensional ke energi ramah lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan berbasis K3 kelistrikan yang difokuskan pada implementasi energi terbarukan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi dan pelatihan teknis yang melibatkan akademisi, kepala desa, dan masyarakat setempat. Sosialisasi diberikan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya K3 kelistrikan dalam penggunaan energi terbarukan, sementara pelatihan teknis difokuskan pada praktik instalasi dan pemeliharaan sistem kelistrikan yang aman dan efisien. Harapannya, program ini dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat dalam menerapkan prinsip K3 kelistrikan, sehingga tercipta lingkungan rumah tangga yang lebih aman dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat dapat berperan aktif dalam transisi energi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan efisiensi listrik

    Pelatihan Pengolahan Data Penelitian Untuk Mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Mataram

    No full text
    Abstract: This community service activity aims to improve the ability of students of the Socioeconomics Department, Faculty of Agriculture, University of Mataram in processing research data using Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) software. The target of this activity is final semester students who are or will be compiling their final assignments, where mastery of data analysis is a crucial aspect. The method used is training with a direct practice approach and case studies. To measure the effectiveness of the activity, a pretest and posttest were conducted related to basic statistical knowledge and the use of SPSS. The results of the training showed a significant increase (p-value = 0.000 <0.005) in the understanding and skills of participants in processing research data. This activity makes a real contribution to improving students' readiness in compiling their final assignments independently and systematically

    Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Guna Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Darek, Kabupaten Lombok Tengah, NTB

    No full text
    Pelatihan pembuatan pupuk organik dapat meningkatkan kapasitas petani untuk mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai proses pembuatan pupuk organik, mulai dari tahap penyediaan bahan baku, pembuatan bio-aktivator, hingga pengemasan hasil akhir, sebagai upaya mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan mengadopsi pendekatan community development atau pengembangan masyarakat, dengan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa (andragogi), dan melibatkan 25 orang peserta sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hal: (1) Pengetahuan dan keterampilan peserta, khususnya dalam teknik pembuatan pupuk organik serta perannya dalam memperkuat ekonomi rumah tangga; (2) Kesadaran anggota kelompok terhadap pentingnya kebersamaan dan solidaritas dalam sebuah organisasi kelompok; dan (3) Kemampuan manajerial anggota dalam mengelola produksi pupuk kompos secara efektif, memanfaatkan potensi sumber daya lokal, serta menjalin kerja sama yang saling menguntungkan antara kelompok tani, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah.Pelatihan pembuatan pupuk organik dapat meningkatkan kapasitas petani untuk mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai proses pembuatan pupuk organik, mulai dari tahap penyediaan bahan baku, pembuatan bio-aktivator, hingga pengemasan hasil akhir, sebagai upaya mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan mengadopsi pendekatan community development atau pengembangan masyarakat, dengan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa (andragogi), dan melibatkan 25 orang peserta sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hal: (1) Pengetahuan dan keterampilan peserta, khususnya dalam teknik pembuatan pupuk organik serta perannya dalam memperkuat ekonomi rumah tangga; (2) Kesadaran anggota kelompok terhadap pentingnya kebersamaan dan solidaritas dalam sebuah organisasi kelompok; dan (3) Kemampuan manajerial anggota dalam mengelola produksi pupuk kompos secara efektif, memanfaatkan potensi sumber daya lokal, serta menjalin kerja sama yang saling menguntungkan antara kelompok tani, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah.Pelatihan pembuatan pupuk organik dapat meningkatkan kapasitas petani untuk mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai proses pembuatan pupuk organik, mulai dari tahap penyediaan bahan baku, pembuatan bio-aktivator, hingga pengemasan hasil akhir, sebagai upaya mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan mengadopsi pendekatan community development atau pengembangan masyarakat, dengan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa (andragogi), dan melibatkan 25 orang peserta sebagai sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hal: (1) Pengetahuan dan keterampilan peserta, khususnya dalam teknik pembuatan pupuk organik serta perannya dalam memperkuat ekonomi rumah tangga; (2) Kesadaran anggota kelompok terhadap pentingnya kebersamaan dan solidaritas dalam sebuah organisasi kelompok; dan (3) Kemampuan manajerial anggota dalam mengelola produksi pupuk kompos secara efektif, memanfaatkan potensi sumber daya lokal, serta menjalin kerja sama yang saling menguntungkan antara kelompok tani, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah

    Pendampingan Peningkatan Literasi Sains dan Pembentukan Karakter P5 di SMAN 2 Sukoharjo

    No full text
    Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMAN 2 Sukoharjo pada tanggal 19 Mei 2025 dengan fokus pada peningkatan literasi sains dan pembentukan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila pada peserta didik. Latar belakang kegiatan ini adalah kebutuhan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari serta menanamkan nilai-nilai seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. Tujuan program adalah memberikan pelatihan dan pendampingan melalui sesi interaktif yang melibatkan anggota OSIS sebagai peserta utama. Metode yang digunakan berupa workshop, demonstrasi, dan diskusi yang mengintegrasikan konsep sains dengan serta tema pembentukan karakter pelajar Pancasila. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa, kemampuan berpikir ilmiah yang lebih baik, dan pemahaman nilai-nilai Pancasila secara aplikatif. Peserta aktif menunjukkan rasa ingin tahu, kemampuan komunikasi, dan tanggung jawab. Kesimpulan dari program ini adalah keberhasilannya dalam mengembangkan aspek kognitif dan afektif siswa. Kontribusi pengabdian ini adalah memberdayakan para pemimpin muda untuk menjadi individu yang melek sains sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, sehingga menciptakan efek berkelanjutan di lingkungan sekolah

    Transformasi Manajemen Pakan: Pemberdayaan Peternak dalam Optimalisasi Silase untuk Ternak Sapi Potong

    No full text
    The availability of high-quality feed is a crucial factor in supporting the productivity of beef cattle especially in areas with limited resources and seasonal fluctuations. Particularly during the dry season, the availability of green forage becomes limited and difficult to obtain. This community service activity aims to assist farmers in utilizing locally available materials as economical, nutritious, and sustainable alternative feed. The methods employed include extension, technical training, and hands-on practice in making silage from local ingredients such as Pennisetum purpureum, rice bran, and molasses. The activity was conducted at the Agricultural Extension Center in Waempubbu Village, Amali Subdistrict, Bone Regency, involving 38 livestock farmers representing farmer groups from across Amali Subdistrict. The results of the mentoring program showed an increase in farmers' knowledge and skills in formulating alternative feed. This activity is expected to strengthen feed security at the farmer level and serve as a sustainable empowerment model within smallholder livestock systems

    Hubungan Kesadaran Metakognitif dengan Hasil Belajar Biologi Siswa di SMA Negeri Kabupaten Lombok Tengah

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kesadaran metakognitif dengan hasil belajar biologi siswa SMA di Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini adalah penelitian jenis kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster sampling. Pengukuran kesadaran metakognisi siswa dilakukan menggunakan angket Metacognitive Awareness Inventory. Hasil belajar siswa dilihat dari nilai hasil ujian akhir semester. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik inferensial melalui uji korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 57,61% siswa memiliki kesadaran metakognitif dalam kategori sangat baik; 34,97% dalam kategori baik; 6,99% dalam kategori sedang dan 0,41% dalam kategori rendah. Analisis data hasil belajar biologi siswa menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh hasil belajar dalam kategori sangat baik sebesar 10,28%, kategori baik sebesar 19,34%, kategori cukup sebesar 16,87%, kategori kurang sebesar 17,69, dan kategori sangat kurang sebesar 35,80%. Data dianalisis menggunakan uji korelasi product moment pearson berbantuan SPSS 29 for Windows. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi korelasi sebesar 0.008 yang berarti lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara kesadaran metakognitif dengan hasil belajar biologi peserta didik SMA Negeri di Kabupaten Lombok Tengah yang positif dan signifikan, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,169 yang berarti hubungannya sangat rendah

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Dipadukan Dengan Strategi Pembelajaran Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa di SMAN 1 Gerung

    No full text
    Masalah utama dalam pendidikan di Indonesia adalah rendahnya hasil belajar siswa di sekolah. Pencapaian hasil belajar merupakan aspek atau tolak ukur bahwa siswa berhasil mempelajari materi yang telah disampaikan dengan baik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadukan dengan strategi pembelajaran mind mapping terhadap hasil belajar biologi siswa di SMAN 1 Gerung. Jenis penelitian adalah quasi experimental (eksperimen semu) dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Gerung. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI E dan XI F dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data hasil belajar dikumpulkan menggunakan instrumen berupa soal pilihan ganda, kemudian dianalisis menggunakan uji ANCOVA setelah memenuhi uji prasyarat, yaitu uji normalitas, homogenitas, dan linearitas. Sebelum digunakan, instrumen divalidasi terlebih dahulu melalui uji validitas dan reliabilitas, dengan hasil menunjukkan bahwa instrumen tersebut valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan nilai uji hipotesis 0.02 < 0.05, berarti penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadukan strategi pembelajaran mind mapping berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa dibandingkan dengan kelas kontrol di SMAN 1 Gerung. Hal ini berarti model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadukan dengan strategi mind mapping dapat dijadikan alternatif untuk model pembelajaran Biologi

    Pengembangan Media Kartu Bergambar Berbasis Kearifan Lokal Sasak pada Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan Siswa Kelas I SDN 25 Cakranegara

    No full text
    Rendahnya kemampuan membaca dan menulis permulaan siswa salah satunya disebabkan oleh keterbatasan media pembelajaran yang tersedia di sekolah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan media yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe serta mengetahui validitas dan kepraktisan media kartu bergambar berbasis kearifan lokal Sasak pada pembelajaran membaca dan menulis permulaan siswa kelas I sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket, dengan instrumen berupa lembar validasi ahli media, ahli materi dan bahasa, serta angket respon guru dan siswa. Teknik analisis data pada penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu analisis kevalidan dan analisis kepraktisan. Analisis kevalidan menggunakan skala likert, sedangkan analisis kepraktisan menggunakan skala likert dan skala guttman. Prototipe yang dihasilkan berukuran 10,5 x 15 cm, dengan menggunakan warna menarik dan memuat gambar yang relevan dengan kearifan lokal Sasak. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh skor sebesar 92% dari ahli media maupun ahli materi dan bahasa, yang termasuk dalam kategori sangat valid. Uji coba kelompok kecil menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 100% berdasarkan respon siswa dan 88% dari guru kelas I. Pada uji coba kelompok besar, siswa memberikan skor 96%, guru pertama 88%, dan guru kedua 86%. Seluruh skor tersebut termasuk dalam kategori sangat praktis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media kartu bergambar yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dan praktis pada pembelajaran membaca dan menulis permulaan siswa kelas I sekolah dasar

    Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Keterampilan Metakognitif Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sikur

    No full text
    Pembelajaran biologi menuntut pemahaman mendalam tentang konsep kehidupan serta pengembangan keterampilan penting, salah satunya keterampilan metakognitif. Namun, keterampilan metakognitif siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan metakognitif pada siswa kelas X SMA Neger 1 Sikur. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sikur dengan populasi kelas X. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak berdasarkan hasil uji kesetaraan dengan bantuan aplikasi Costat. Sampel pada penelitian ini terdiri dari kelas X-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-9 sebagai kelas kontrol. Data keterampilan metakognitif dikumpulkan menggunakan angket Metacognitive Skills Inventory (MSI). Uji asumsi klasik pada penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji linearitas. Sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan Analisis Covarian (Ancova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model PBL terhadap keterampilan metakognitif siswa kelas X SMA Negeri 1 Sikur dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < taraf signifikansi 0,05. Nilai rata-rata terkoreksi kelas eksperimen adalah 91,826 lebih besar dari kelas kontrol yakni 85,007. Hal ini menunjukkan bahwa model PBL tidak hanya menuntut siswa memahami isi materi, tetapi juga memperhatikan proses berpikir mereka dalam menghadapi dan mencari solusi dari masalah yang nyata

    Validation of NRECA Parameters for Rainfall-to-Discharge Modeling in the Rejoso Watershed

    No full text
    The Rejoso Watershed in Pasuruan Regency is a water source for local needs and ecological balance. However, limited discharge data due to the absence of optimal measurement infrastructure poses a challenge for sustainable watershed management. This study aims to estimate river discharge using the NRECA method, with parameter optimization for PSUB and GWF achieved through a Genetic Algorithm. The novelty of this research lies in its integration of the NRECA method and Genetic Algorithm for improved discharge estimation in data-scarce regions. Calibration and validation were conducted using a 15:5 ratio, resulting in a Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) value of 0.5379, categorized as “Meets” based on the range defined (0.50–0.65), and a correlation coefficient of 0.7907, indicating a “Strong” linear relationship. Validation ensures the model's reliability beyond historical calibration data, addressing potential overfitting. These findings demonstrate the NRECA method's capability, supported by Genetic Algorithm optimization, as a practical alternative for discharge estimation in watersheds with limited data. Nevertheless, the model’s performance remains sensitive to input data quality, emphasizing the need for better rainfall data. This approach contributes to improving water resource management in Rejoso and similar watersheds facing data limitations.The Rejoso Watershed in Pasuruan Regency is a water source for local needs and ecological balance. However, limited discharge data due to the absence of optimal measurement infrastructure poses a challenge for sustainable watershed management. This study aims to estimate river discharge using the NRECA method, with parameter optimization for PSUB and GWF achieved through a Genetic Algorithm. The novelty of this research lies in its integration of the NRECA method and Genetic Algorithm for improved discharge estimation in data-scarce regions. Calibration and validation were conducted using a 15:5 ratio, resulting in a Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) value of 0.5379, categorized as “Meets” based on the range defined (0.50–0.65), and a correlation coefficient of 0.7907, indicating a “Strong” linear relationship. Validation ensures the model's reliability beyond historical calibration data, addressing potential overfitting. These findings demonstrate the NRECA method's capability, supported by Genetic Algorithm optimization, as a practical alternative for discharge estimation in watersheds with limited data. Nevertheless, the model’s performance remains sensitive to input data quality, emphasizing the need for better rainfall data. This approach contributes to improving water resource management in Rejoso and similar watersheds facing data limitations

    3,489

    full texts

    7,130

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (Science Education Graduate Program University of Mataram)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇