UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Portal Journals
Not a member yet
    5715 research outputs found

    PENTINGNYA KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) FORKOM KAPANEWON NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN

    Full text link
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan strategis dalam perekonomian Indonesia, baik dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Perkembangan UMKM seringkali terhambat oleh lemahnya aspek kelembagaan, seperti keterbatasan akses terhadap pembiayaan, lemahnya jaringan usaha, dan kurangnya dukungan manajemen dan regulasi. Program ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya kelembagaan dalam memperkuat UMKM, dengan menekankan pada fungsi kelembagaan formal maupun nonformal dalam memberikan dukungan yang berkesinambungan. Program ini dilakukan di Forkom UMKM Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program yaitu dengan pendampingan, pelatihan dan praktik langsung, dalam setiap kegiatan mengedepankan Forum Group Discussion (FGD) dengan keterlibatan aktif peserta, akhir dari program akan dilakukan evaluasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keberadaan kelembagaan yang kuat dapat meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pasar, serta meningkatkan efisiensi manajemen usaha. Kata Kunci: UMKM, Kelembagaan, Pemberdayaan, KebijakanUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan strategis dalam perekonomian Indonesia, baik dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Perkembangan UMKM seringkali terhambat oleh lemahnya aspek kelembagaan, seperti keterbatasan akses terhadap pembiayaan, lemahnya jaringan usaha, dan kurangnya dukungan manajemen dan regulasi. Program ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya kelembagaan dalam memperkuat UMKM, dengan menekankan pada fungsi kelembagaan formal maupun nonformal dalam memberikan dukungan yang berkesinambungan. Program ini dilakukan di Forkom UMKM Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program yaitu dengan pendampingan, pelatihan dan praktik langsung, dalam setiap kegiatan mengedepankan Forum Group Discussion (FGD) dengan keterlibatan aktif peserta, akhir dari program akan dilakukan evaluasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keberadaan kelembagaan yang kuat dapat meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pasar, serta meningkatkan efisiensi manajemen usaha

    Effect of Job Crafting on Employee Performance through Work Engagement in IT Consulting and Software Development Employees in Yogyakarta

    Full text link
    This study aims to explore and comprehensively examine the effect of job crafting on employee performance mediated by work engagement among employees of IT consulting and software development companies in Yogyakarta. The population of this study comprises employees of IT consulting and software development companies in Yogyakarta, with a sample of 68 employees. The sampling technique employed was purposive sampling, with the following criteria: (1) a minimum tenure of six months, (2) not currently in a training or internship period, (3) having autonomy to adjust work methods or workflows, and (4) frequently working collaboratively in teams or projects. Data were collected through the distribution of offline and online questionnaires using Google Forms. The data were then analyzed quantitatively using path analysis through multiple regression and Sobel testing with the assistance of SPSS. The findings indicate that: (1) job crafting has a direct and significant effect on employee performance, (2) job crafting has a direct and significant effect on work engagement, (3) work engagement has a direct and significant effect on employee performance, and (4) work engagement mediates the effect of job crafting on employee performance

    Evaluasi Mine Dewatering System pada Penambangan Batubara Pit A2 PT Multi Harapan Utama, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timu

    Full text link
    Sistem penambangan batubara yang digunakan oleh PT Multi Harapan Utama (PT MHU) merupakan sistem tambang terbuka (surface mining) yang berhubungan langsung dengan alam sehingga kondisi cuaca sangat berpengaruh dalam keberlangsungan kegiatan penambangan. Masalah yang timbul adalah tingginya curah hujan dan bertambahnya lowest point pada area pit a2 sehingga ceruk tidak mampu menampung besarnya debit air limpasan yang masuk. Hal tersebut juga menyebabkan naiknya volume air pada ceruk hingga menggenangi front penambangan serta adanya pendangkalan pada kolam pengendapan akibat banyaknya material padatan yang masuk. Berdasarkan analisis curah hujan, diperoleh curah hujan harian rencana sebesar 90 mm/hari, intensitas curah hujan sebesar 14 mm/jam dengan periode ulang hujan 2 tahun dan risiko hidrologi sebesar 75%. Daerah tangkapan hujan di pit a2 dibedakan menjadi 4 daerah tangkapan hujan yang terdapat 2 DTH melimpas ke arah pit dengan total luasan sebesar 0,38 km², sehingga didapatkan debit air limpasan ke arah pit sebesar 1,29 m³/s. Di sisi lain, didapatkan volume air tanah yang masuk ke ceruk sebesar 0,03 m³/jam. Debit aktual pemompaan yakni sebesar 313,34 m³/jam, sehingga berdasarkan volume air yang masuk ke dalam ceruk dan volume pemompaan didapatkan volume ceruk perhitungan sebesar 14.700 m³. Ditinjau dari spesifikasi pompa, pemompaan dapat dilakukan peningkatan efisiensi dengan perbaikan pada rpm pengoperasian pada pompa menjadi 1300 rpm, sehingga mempercepat waktu pengeluaran air dari ceruk selama 5 hari. Kolam pengendapan dengan nilai Total Suspended Solid (TSS) sebesar 308 mg/l, didapatkan persen pengendapan pada setiap kompartemen sebesar 98% dan perhitungan estimasi waktu pengerukan pada setiap kompartemen selama 68 - 93 hari

    Intercorrelations of Rock-Mass Classification Systems in Jakarta–Bandung High-Speed Railway Tunnel No. 6

    Full text link
    This study deals with the comparative investigation on various classification systems for sedimentary rocks, approximately 4,5 km long of the Highway Speed Railways Tunnel No. 6 Jakarta - Bandung. The results of extensive geotechnical explorations and field measurements were applied to obtain the rock mass classification systems such as Rock Mass Rating (RMR), Q-system (Q), and Rock Mass index (RMi) for a wide range of sedimentary rocks. A set of systems inter-relationship is proposed. So, it is proposed to find relations between any pairs of systems that both of them consider or not consider these parameters. The relations are proposed for a wide range of sedimentary rocks and can be applied for similar geological environments

    COMBUSTION EFFICIENCY ANALYSIS OF LIGNITE AND ANTHRACITE COAL IN CO-FIRING TECHNOLOGY WITH BIOMASS: A LITERATURE REVIEW

    Full text link
    Coal is a non-renewable natural resource widely utilized as the main fuel for power generation, contributing approximately 80% of energy demand. However, dependence on coal presents significant challenges, such as future supply limitations, negative environmental impacts, and the need for diversification of energy sources. Co-firing technology, which involves the joint combustion of coal and biomass, is emerging as an alternative solution to improve combustion efficiency while reducing environmental impacts. This study aims to analyze the combustion efficiency of two types of coal, namely lignite and anthracite, combined with various types of biomass, such as sawdust, rice husk, wheat straw, tobacco, sawdust, and sunflower seed shells. Based on a literature review of previous studies, the analysis shows that lignite coal has higher combustion efficiency than anthracite when blended with biomass. The highest efficiency was recorded at 92% in the mixture of lignite with sunflower seed shells, supported by the reactive nature of lignite and the characteristics of biomass with high volatility and low ash content. In contrast, anthracite coal recorded its highest combustion efficiency of 85.5% when combined with sawdust biomass, attributed to the less reactive nature of anthracite and the high temperature required for complete combustion. Overall, co-firing technology has proven effective in improving combustion efficiency and utilizing biomass as a sustainable alternative fuel. The successful implementation of this technology highly depends on proper biomass selection, optimization of mixture proportions, and control of operating conditions. With a well-planned approach, co-firing can be a strategic solution to reduce greenhouse gas emissions while supporting the transition to a more efficient and environmentally friendly energy system

    Pemanfaatan Air Lindi Dalam Mempercepat Waktu Pengomposan Sampah Organik

    Full text link
    Unit Pre-Treatment PLTSa Merah Putih menghasilkan sampah organik berjumlah sekitar 0,3 ton hingga 18 ton setiap harinya. TPST Bantargebang tidak memiliki pengolahan sampah organik sehingga sampah organik yang dihasilkan oleh Unit Pre-Treatment PLTSa Merah Putih akan diangkut oleh truk pengangkut sampah menuju titik buang yang terdapat pada zona landfill aktif untuk ditimbun di landfill. Tidak diolahnya sampah organik ini akan menambah penumpukan sampah dan menghasilkan lindi yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan lindi sebagai aktivator dalam mempercepat pengomposan. Metode penentuan titik sampling yang digunakan merupakan purposive sampling. Metode Grab Sampling digunakan untuk mengambil sampel air lindi sebanyak 2,5 liter dan sampah organik sebanyak 20 kg pada Unit Pre-Treatment PLTSa Merah Putih. Parameter yang dipilih untuk diamati selama pengomposan adalah C/N rasio; kadar air; pH; suhu, dan parameter fisik berupa bau dan warna. Berdasarkan percobaan diketahui bahwa lindi sebagai aktivator dapat mempercepat waktu pengomposan menjadi sekitar 27 hari, sedangkan pengomposan yang dilakukan tanpa adanya aktivator hingga hari ke-28 belum menandakan adanya tanda kematangan kompos

    The Effect of Cyanide Concentration and Grinding Time in Tailings on %Extraction at PT. Agincourt Resources

    Full text link
    This study aims to analyze the effect of cyanide concentration and ore grinding on the extraction of gold and silver. The tests were conducted on three different samples, including samples without grinding and samples with grinding sized untill 75 µm. The results of the Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) test showed that gold content decreased in all samples, while silver content tended to increase. For the Grinding Time test used to achieve a P80 particle size (where 80% of particles pass through a sieve at certain size), it was found that the optimal time to reach 75 µm was 18 minutes and 65 seconds. Silver extraction increased with the addition of cyanide concentration up to 1000 ppm and grinding untill 75 µm, while gold extraction remained insignificant (0%). This is likely due to the short duration of the test, which only for 2 hours using the bottle roller test method. For future tests, it is recommended to use a stir leach or magnetic stirrer with longer duration of stirring time and better control of oxygen and pH levels. The test results showed that the percentage of silver extraction was 0,82%, 3,23%, and 3,28%, respectively, while the percentage of gold extraction was 0%. The AAS test revealed that gold content ranged from 0,001 g/t to 0,003 g/t, while silver content ranged from 0,322 g/t to 0,559 g/t. The most influential parameters for increasing silver extraction were ore size reduction and the addition of cyanide concentration

    Analisis Tingkat Kepuasan Pembelian Sayuran Organik Online di PT Pangan Sehat Nusantara (Sayfresh Mart) Yogyakarta

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pembelian sayuran organik online di PT Pangan Sehat Nusantara (Sayfresh Mart). Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mendapatkan data. Penentuan sampel dilakukan secara purposive dengan jumlah 40 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dan pengujian hipotesis menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan penelitian, konsumen sayuran organik yang melakukan pembelian secara online merasa kurang puas berdasarkan tingkat kesesuaian antara kinerja Sayfresh Mart dan kepentingan konsumen <100% yaitu sebesar 97,43%

    Analisis Determinan Nilai Tukar Rupiah Per Usdperiode 2020-2023

    Full text link
    Ketidakpastian ekonomi berdampak pada fluktuasi nilai tukar rupiah. Fluktuasi nilai tukar rupiah berdampak terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia. Upaya menjaga kestabilan nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia dilakukan melalui penggunaan cadangan devisa. Meningkatnya ketidakpastian global mendorong penurunan perekonomian sehingga Indonesia menambah utang luar neger untuk menjaga keberlangsungan roda perekonomian. Perlambatan ekonomi yang terjadi juga mendorong penurunan daya beli masyarakat. Kebijakan ekspansif yang digunakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dapat dilakukan melalui peningkatan jumlah uang beredar. Instrumen kebijakan ekspansif yang diuji dalam penelitian ini adalah cadangan devisa, utang luar negeri, dan jumlah uang beredar. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak kebijakan ekspansif tersebut terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah pada jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan metode Error Correction Model pada periode Januari 2020 sampai Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan pada jangka pendek, cadangan devisa tidak berpengaruh signifikan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah, sedangkan utang luar negeri dan jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah. Pada jangka panjang, cadangan devisa dan jumlah uang beredar tidak berpengaruh signifikan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah, sedangkan utang luar negeri berpengaruh signifikan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah

    Modelling Urea and Creatinine Concentration Distribution in Hollow Fiber Membranes for Hemodialysis Applications

    Full text link
    Humans are dynamic creatures who continue to follow developments over time. This development also has a big impact on changes in habits and has an impact on the health of everyone, which needs special attention in this era of globalization. One of the treatments for kidney failure patients is kidney function replacement therapy, namely haemodialysis. Haemodialysis therapy is a high technology to replace the function of the kidneys in removing metabolic waste (air, sodium, potassium, hydrogen, urea, creatinine, uric acid and other substances) through a semi-permeable membrane as a separator for blood and dialysate fluid in an artificial kidney (dialyzer). where the processes of diffusion, osmosis, and ultrafiltration occur. In this study, a hollow fiber type dialyzer was used which consisting of three main components: the shell (which directs dialysate flow), the porous membrane, and the tube (which carries blood). In general, this research will be carried out theoretically by developing a mathematical model of mass transfer in hollow fiber membranes in the haemodialysis process to study the distribution of urea and creatinine concentrations in the tube, membrane, and shell axial and radial section, the effect of pore area of membrane on urea and creatinine clearance, and the influence of dialysate flowrate on urea and creatinine clearance. The mathematical modeling successfully illustrates the distribution of urea and creatinine concentrations within the hollow fiber membrane both axially and radially, with a concentration decrease from blood to dialysate, influenced by diffusion and convection mechanisms. Simulation results indicate that increasing dialysate flowrate enhances haemodialysis efficiency, but its effect diminishes after reaching a certain threshold. Meanwhile, increasing the membrane surface area from 1.3 m² to 1.8 m² results in only a slight reduction in the urea concentration from 16.67 mol/m³ to 16.62 mol/m³ and creatinine from 8.85 mol/m³ to 8.83 mol/m³, demonstrating that membrane surface area has a smaller impact

    4,831

    full texts

    5,715

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Portal Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇