UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Portal Journals
Not a member yet
    5715 research outputs found

    Pengaruh Oksidasi Hidrogen Peroksida Terhadap Nilai Kalor, Proksimat, dan Ultimat Batubara Formasi Wahau

    Full text link
    Batubara lignit dari Formasi Wahau, Kalimantan Timur, memiliki cadangan besar namun nilai kalor rendahsehingga kurang kompetitif di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuanhidrogen peroksida (H₂O₂) 3% terhadap nilai kalor serta komposisi proksimat dan ultimat pada tiga ukuran partikel(40, 60, dan 100 mesh). Metode penelitian meliputi preparasi sampel, perlakuan oksidasi, serta pengujian nilaikalor menggunakan bom kalorimeter, analisis proksimat, dan analisis ultimat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa perlakuan H₂O₂ tidak meningkatkan nilai kalor, bahkan cenderung menurunkannya. Penurunan terbesarterjadi pada 60 mesh, dari 5.627 menjadi 4.291 kkal/kg. Analisis proksimat memperlihatkan peningkatan volatilematter (misalnya pada 60 mesh dari 13,42% menjadi 19,54%), penurunan fixed carbon (pada 100 mesh dari81,12% menjadi 76,29%), serta kecenderungan peningkatan kadar abu. Analisis ultimat menunjukkan penurunankarbon (C) dan peningkatan oksigen (O), sedangkan sulfur (S) tidak terdeteksi pada semua sampel.Kesimpulannya, H₂O₂ berperan sebagai agen oksidator yang mengubah komposisi kimia batubara danmeningkatkan reaktivitasnya, tetapi tidak efektif sebagai metode peningkatan mutu energi batubara FormasiWahau.Batubara lignit dari Formasi Wahau, Kalimantan Timur, memiliki cadangan besar namun nilai kalor rendahsehingga kurang kompetitif di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuanhidrogen peroksida (H₂O₂) 3% terhadap nilai kalor serta komposisi proksimat dan ultimat pada tiga ukuran partikel(40, 60, dan 100 mesh). Metode penelitian meliputi preparasi sampel, perlakuan oksidasi, serta pengujian nilaikalor menggunakan bom kalorimeter, analisis proksimat, dan analisis ultimat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa perlakuan H₂O₂ tidak meningkatkan nilai kalor, bahkan cenderung menurunkannya. Penurunan terbesarterjadi pada 60 mesh, dari 5.627 menjadi 4.291 kkal/kg. Analisis proksimat memperlihatkan peningkatan volatilematter (misalnya pada 60 mesh dari 13,42% menjadi 19,54%), penurunan fixed carbon (pada 100 mesh dari81,12% menjadi 76,29%), serta kecenderungan peningkatan kadar abu. Analisis ultimat menunjukkan penurunankarbon (C) dan peningkatan oksigen (O), sedangkan sulfur (S) tidak terdeteksi pada semua sampel.Kesimpulannya, H₂O₂ berperan sebagai agen oksidator yang mengubah komposisi kimia batubara danmeningkatkan reaktivitasnya, tetapi tidak efektif sebagai metode peningkatan mutu energi batubara FormasiWahau

    Evaluasi Efisiensi Kolam Pengendapan dalam Pengelolaan Air Limbah Tambang Batubara terhadap Kualitas Air Sungai Loah Wen, Kutai Kartanegara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi sistem kolam pengendapan dalam mengelola air limbah tambang batubara serta pengaruhnya terhadap kualitas air Sungai Loah Wen yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan pada empat titik pemantauan, hulu dan hilir Sungai Loah Wen, serta inlet dan outlet kolam pengendapan selama semester pertama tahun 2025. Analisis laboratorium mencakup parameter fisika, kimia (organik dan anorganik), serta mikrobiologi, dan hasilnya dibandingkan dengan regulasi nasional (PP No. 22 Tahun 2021 untuk air sungai Kelas II dan Permen LH No. 113 Tahun 2003 untuk air limbah tambang batubara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air sungai secara umum berada dalam kondisi baik, dengan sebagian besar parameter berada jauh di bawah ambang batas baku mutu. Terdapat sedikit peningkatan konsentrasi besi terlarut di hilir (0,3 menjadi 0,4 mg/l), namun masih dalam batas aman dan kemungkinan besar dipengaruhi oleh proses geogenik alami. Analisis air limbah menunjukkan bahwa kolam pengendapan mampu menurunkan Total Suspended Solid (TSS) dari 15 menjadi 12 mg/l dengan efisiensi 20%, sekaligus mempertahankan pH yang stabil dan konsentrasi Fe serta Mn yang sangat rendah (<0,03 dan <0,02 mg/L). Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan air limbah yang diterapkan saat ini efektif dalam mengurangi beban pencemar serta mencegah penurunan kualitas badan air penerima. Secara keseluruhan, penerapan kolam pengendapan yang didukung proses sedimentasi dan koagulasi berperan penting dalam memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan serta menjaga integritas ekologi Sungai Loah Wen.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi sistem kolam pengendapan dalam mengelola air limbah tambang batubara serta pengaruhnya terhadap kualitas air Sungai Loah Wen yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan pada empat titik pemantauan, hulu dan hilir Sungai Loah Wen, serta inlet dan outlet kolam pengendapan selama semester pertama tahun 2025. Analisis laboratorium mencakup parameter fisika, kimia (organik dan anorganik), serta mikrobiologi, dan hasilnya dibandingkan dengan regulasi nasional (PP No. 22 Tahun 2021 untuk air sungai Kelas II dan Permen LH No. 113 Tahun 2003 untuk air limbah tambang batubara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air sungai secara umum berada dalam kondisi baik, dengan sebagian besar parameter berada jauh di bawah ambang batas baku mutu. Terdapat sedikit peningkatan konsentrasi besi terlarut di hilir (0,3 menjadi 0,4 mg/l), namun masih dalam batas aman dan kemungkinan besar dipengaruhi oleh proses geogenik alami. Analisis air limbah menunjukkan bahwa kolam pengendapan mampu menurunkan Total Suspended Solid (TSS) dari 15 menjadi 12 mg/l dengan efisiensi 20%, sekaligus mempertahankan pH yang stabil dan konsentrasi Fe serta Mn yang sangat rendah (<0,03 dan <0,02 mg/L). Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan air limbah yang diterapkan saat ini efektif dalam mengurangi beban pencemar serta mencegah penurunan kualitas badan air penerima. Secara keseluruhan, penerapan kolam pengendapan yang didukung proses sedimentasi dan koagulasi berperan penting dalam memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan serta menjaga integritas ekologi Sungai Loah Wen

    Beneficiation of Tailings from Primary Tin Processing from Iron Ore Mines at PT Timah Tbk in PPBT Tanjung Ular

    No full text
    The tailings produced from the previous processing are known to still contain valuable minerals such as cassiterite (SnO2), as well as associated minerals such as Fe, ilmenite, and zircon. Therefore, a beneficiation process is needed to optimize tin recovery and minimize the loss of valuable minerals. The beneficiation process includes sampling, sample reduction, grinding using a rod mill, and separation of valuable minerals using a shaking table and wet magnetic separator, as well as X-ray fluorescence (XRF) analysis. The XRF results of primary tin concentrate beneficiation using a shaking table increased the Sn content from 0.736-1.259% to 20-18.99% with a recovery of 1.779-7.456%. Magnetic separation of 40 kg of feed produced magnetic fractions of 5.7 kg and 18 kg, with Fe grades of 8.96–8.99% and Sn up to 4.90%. The grade increase was achieved, but Fe separation was still not optimal because some magnetic minerals were carried over to the non-magnetic fraction.Tailings yang dihasilkan dari proses sebelumnya diketahui masih mengandung mineral berharga seperti kasiterit (SnO₂), serta mineral ikutan seperti Fe, ilmenit, dan zirkon. Oleh karena itu, diperlukan proses benefisiasi untuk mengoptimalkan perolehan timah dan meminimalkan kehilangan mineral berharga. Proses benefisiasi mencakup kegiatan pengambilan sampel, reduksi sampel, penggerusan menggunakan rod mill, serta pemisahan mineral berharga menggunakan shaking table dan wet magnetic separator, serta analisis X-ray fluorescence (XRF). Hasil XRF dari benefisiasi konsentrat timah primer menggunakan shaking table menunjukkan peningkatan kadar Sn dari 0,736–1,259% menjadi 20–18,99% dengan persen perolehan (recovery) sebesar 1,779–7,456%. Pemisahan magnetik terhadap 40 kg umpan menghasilkan fraksi magnetik sebesar 5,7 kg dan 18 kg, dengan kadar Fe sebesar 8,96–8,99% dan Sn hingga 4,90%. Peningkatan kadar berhasil dicapai, namun pemisahan Fe masih belum optimal karena sebagian mineral magnetik masih terbawa ke dalam fraksi non-magnetik

    ANALYSIS OF CHINA COMPLIANCE TO CONVENTION ON ELIMINATION OF ALL FORMS OF DISCRIMINATION AGAINST WOMEN (CEDAW): STUDY CASE OF BRIDE TRAFFICKING IN CHINA

    Full text link
    This study evaluates China’s compliance to Convention on Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) in the response of the rise of case study of Bride Trafficking in China. Past studies about Bride Trafficking have had found that this issue is originated from demographic crisis whereas girls is less than boys in China. Quantitative methods is used to perceive about how China’s managing their policy after ratificate CEDAW to battling Bride Trafficking. There is 3 Indicator that can determine China’s compliance for CEDAW in battling Bride Trafficking; Output, Outcome, and Impact that concluded from Sara McLaughlin Mitchell dan Paul R. Hensel theory. From the Output, China’s already have 2 internal policies, and it allign with the Outcomes that China’s actively seeking for international cooperation mostly in ASEAN. But the Impact revealed that China’s is in the Active category but Non-Compliance. China’s still actively spreading information they know about Bride Trafficking, but ironically this issue is still not over yet. This study aims to contribute to International Relations study, especially about Human Trafficking. Moreover, hopefully this study can helps NGOs or China’s Goverment to construct policy making in practical wayKeyword: China; CEDAW; Bride Trafficking; International Regime; Compliance to International Regim

    Performance Test of Biogas Production from Tapioca Wastewater: Effect of HRT and Immobilized Media

    Full text link
    Tapioca starch industry wastewater contains high concentrations of organic matter, offering potential for renewable energy generation via biogas production. This study evaluates the effects of hydraulic retention time (HRT) variation and Lampung natural zeolite as an immobilization medium on biogas production in an anaerobic reactor. Two reactor configurations were compared: one with zeolite as the microbial immobilization medium and a control reactor without any immobilization media. Zeolite improved the sCOD degradation efficiency up to 93% compared to the non-immobilized reactor. VFA conversion to methane remained more stable with zeolite, producing up to 520 mL of biogas at a 10-day HRT, with an average biogas yield of 61.97 mL/g dry substrate, much higher than 4.15 mL/g in the non-immobilized reactor. This research confirms the effectiveness of Lampung natural zeolite for enhancing microbial retention, accelerating methanogenesis, and improving overall anaerobic reactor performance. These results have substantial implications for developing efficient, sustainable, and environmentally friendly treatment technologies for tapioca starch wastewater, offering simultaneous solutions for pollution control and renewable energy generation. &nbsp

    Dinamika Interdependensi Bilateral Indonesia-Jerman dalam Implementasi Program Ausbildung

    Full text link
    The lack of skilled workers in Germany, the challenge of demographic bonuses in Indonesia, and the flow of mobility that has the potential to trigger brain drain from complex and asymmetric problems in the Indonesia- Germany Ausbildung program. This research aims to map complex interdependence patterns, assess the distribution of benefits or risks, and formulate policy options so that vocational mobility contributes to Indonesia’s brain gain. Qualitative-descriptive methods based on literature studies are used to assess motives, policy actors, and distribution of benefits and risks. The findings suggest an asymmetrical state of interdependence with Germany that benefits through the supply of skilled labor and the strengthening of the innovation ecosystem. On the other hand, Indonesia has access to international standardized training, legal work mobility, and mitigation, but faces the risk of permanent migration due to weak recognition and reintegration. Recommendations include recognition of overseas certification, talent circulation schemes, fair recruitment, enterpreneurship incentives and alumni programs, and multi-channel diplomacy orchestras. The targeted implementation of the agenda has the potential to convert Ausbildung mobility into sustainable brain gain and balance partnerships.Kurangnya tenaga kerja terampil di Jerman, tantangan bonus demografi di Indonesia, serta arus mobilitas yang berpotensi memicu brain drain membentuk persoalan kompleks dan asimetris dalam program Ausbildung Indonesia-Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola interdependensi kompleks, menilai distribusi manfaat atau risiko, dan merumuskan opsi kebijakan agar mobilitas vokasi berkontribusi pada brain gain Indonesia. Metode kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur digunakan untuk menelaah motif, aktor kebijakan, serta distribusi manfaat dan risiko. Temuan menunjukkan adanya kondisi interdependensi yang asimetris dengan Jerman yang memperoleh keuntungan melalui pasokan tenaga kerja terampil dan penguatan ekosistem inovasi. Di sisi lain, Indonesia mendapatkan akses pelatihan berstandar internasional, mobilitas kerja legal, dan remitansi, tetapi menghadapi risiko migrasi permanen karena lemahnya rekognisi dan reintegrasi. Rekomendasi meliputi pengakuan sertifikasi luar negeri, skema sirkulasi talenta, rekrutmen yang adil, insentif kewirausahaan dan program alumni, serta orkestra multi-channel diplomacy. Implementasi terarah atas agenda tersebut berpotensi dalam mengonversi mobilitas Ausbildung menjadi brain gain berkelanjutan dan menyeimbangkan kemitraan

    PERAN MEDIA TANAM DAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI PADA PERTUMBUHAN STEK VANILI (Vanilla planifolia Andrews)

    Full text link
    Vanili (Vanilla planifolia Andrews) merupakan komoditas bernilai tinggi yang banyak dimanfaatkan sebagai sumber aroma pada industri makanan, kosmetik, parfum, dan farmasi. Kendati demikian, pengembangan budidayanya di Indonesia masih terbatas akibat minimnya ketersediaan stek, sehingga diperlukan strategi untuk meningkatkan pertumbuhan awal tanaman melalui pemilihan media tanam yang tepat serta aplikasi ZPT alami. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kombinasi media tanam dan bahan pengatur tumbuh alami yang paling efektif bagi perkembangan stek vanili. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) berbasis Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor, yaitu komposisi media tanam sebagai petak utama campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan proporsi (1:1:1), (2:1:1), (1:2:1), dan (1:2:2) serta jenis ZPT alami sebagai anak petak berupa ekstrak bawang merah, ekstrak tauge, ekstrak buah pisang, dan air kelapa. Hasil penelitian memperlihatkan adanya interaksi signifikan antara media tanam tanah : kotoran kambing : arang sekam (1:2:2) dan ekstrak bawang merah terhadap peningkatan jumlah daun stek pada umur 60, 90, 120, dan 150 HST. Media tanam dengan proporsi (1:2:2) menghasilkan pertumbuhan tinggi tunas terbaik pada 150 HST, sementara ekstrak bawang merah menjadi ZPT alami yang paling efektif dalam meningkatkan panjang akar stek vanili

    Kajian Geometri Jalan Angkut Terhadap Fuel Ratio Pada Penambangan Batubara Seam A2 Di PT Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim

    Full text link
    Jalan angkut merupakan salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam menunjang efisiensi operasi pengangkutan batubara. Kondisi geometri jalan angkut akan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dan produktivitas alat angkut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kondisi geometri jalan angkut, serta mengkaji mengenai dampak dari geometri jalan angkut terhadap konsumsi bahan bakar dan produktivitas di PT Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Metode penelitian mencakup studi literatur dan observasi lapangan untuk memperoleh data primer dan sekunder mengenai kondisi geometri jalan angkut batubara. Dari hasil observasi lapangan dilakukan analisis dengan metode simulasi untuk nilai rimpul yag dihasilkan. Hasil analisis ditemukan bahwa ketidaksesuaian geometri seperti lebar jalan yang kurang memadai, kemiringan curam, radius tikungan kecil, serta superelevasi dan cross slope yang tidak sesuai. Hal tersebut dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar dan menurunkan produktivitas. Upaya perbaikan yang dilakukan, meliputi pelebaran jalan, penyesuaian kemiringan, pengaturan superelevasi, cross slope, serta memperbesar radius tikungan pada beberapa ruas, terbukti mampu meningkatkan kapasitas angkut dari 56.696,64 ton/bulan menjadi 66.527,65 ton/bulan. Jumlah ritase juga meningkat dari 1,69 kali/jam menjadi 2,02 kali/jam, sementara konsumsi bahan bakar sedikit menurun dari 10,59 liter/jam menjadi 10,58 liter/jam. Perubahan tersebut berdampak pada penurunan fuel ratio dari 0,48 menjadi 0,41 yang telah sesuai dengan standar perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi geometri jalan angkut memiliki pengaruh langsung terhadap produktivitas, penggunaan bahan bakar, serta nilai fuel ratio

    Estimasi Sumberdaya Galena Dengan Metode Geostatistik

    Full text link
    Estimasi sumberdaya yang akurat merupakan langkah krusial dalam perencanaan tambang, terutama pada endapan skarn yang memiliki karakter heterogen. Penelitian ini melakukan estimasi sumberdaya galena (Pb) pada zona North Pit Cibujang Project, Cihaur, Sukabumi dengan menerapkan pendekatan geostatistik. Sebanyak 16 titik bor dan 226 data assay dianalisis untuk membangun model spasial mineralisasi. Tahapan penelitian meliputi penyusunan database, validasi data, pemodelan variogram, serta pembuatan model blok tiga dimensi menggunakan perangkat lunak Micromine 2023. Ordinary Kriging dipilih sebagai metode interpolasi karena kemampuannya mengakomodasi struktur kontinuitas spasial dan menghasilkan estimasi dengan varians minimum. Model variogram spherical digunakan untuk menggambarkan hubungan spasial kadar Pb pada tubuh endapan. Estimasi dilakukan pada blok dengan kadar ≥ 3% Pb sebagai nilai cut-off. Hasil perhitungan menunjukkan total volume ekonomis sebesar 140.369,25 m³ dengan tonase 448.020 ton dan kadar rata-rata berada pada kisaran 10,85% Pb.. Hasil ini memberikan dasar kuantitatif yang lebih andal bagi perencanaan tambang dan pengambilan keputusan teknis pada North Pit Cibujang Project

    Catalytic Disproportionation of Indonesian Gum Rosin over Pd/C Catalyst: GC–MS Analysis and Reaction Mechanism

    Full text link
    Indonesian gum rosin is a renewable natural resource with a unique composition characterized by the presence of mercusic acid. This study investigates its catalytic disproportionation over a Pd/C catalyst in a sealed batch reactor at 200 °C and 240 °C to improve chemical stability and explore its reactivity. The reaction products were analyzed using FTIR and GC–MS after methylation. Abietic acid was identified as the most reactive resin acid, undergoing typical disproportionation into hydrogenated (e.g., dihydroabietic) and dehydrogenated (dehydroabietic) derivatives. The formation of dehydroabietic acid was favored at 200 °C, while higher temperature (240 °C) promoted hydrogenation and isomerization side reactions. In contrast, mercusic acid followed a distinct pathway, undergoing selective double-bond isomerization to form structural isomers without changes in molecular weight, as confirmed by identical molecular ions (m/z 364) in the mass spectra. These findings clarify the temperature-dependent reaction behavior of major resin acids and reveal the unique mechanistic role of mercusic acid in Indonesian gum rosin

    4,831

    full texts

    5,715

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Portal Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇