UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Portal Journals
Not a member yet
5715 research outputs found
Sort by
Interdependensi Kompleks Korea Selatan-Korea Utara dalam Sunshine Policy di Era Moon Jae-in (2017-2022)
The Korean Peninsula has long experienced fluctuating dynamics between South Korea and North Korea. In responding to this situation, Moon Jae-in implemented the Sunshine Policy towards North Korea. This study employs a descriptive qualitative approach using Keohane and Nye’s Complex Interdependence framework. It examines the extent to which complex interdependence was reflected in the implementation of the Sunshine Policy during the Moon Jae-in era through document analysis and literature study. The result shows that Moon Jae-in’s Sunshine Policy was on the right track to fostering complex interdependence with North Korea. However, Moon ultimately failed to sustain this effort because inter-Korean relations remained heavily dominated by state actors, political security issues, and due to the collapse of the US-North Korea summit in Hanoi, which derailed various planned inter-Korean cooperation initiatives.
Keyword: Complex interdependence, North Korea, South Korea, Sunshine PolicyDinamika fluktuatif selalu terjadi di Semenanjung Korea antara Korea Selatan dan Korea Utara. Menghadapi situasi tersebut, Moon Jae-in mengimplementasikan Sunshine Policy terhadap Korea Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka teoritis Interdependensi Kompleks Keohane dan Nye. Penelitian ini menilai interdependensi kompleks dalam implementasi Sunshine Policy di era Moon Jae-in dengan melalui analisis dokumen dan studi literatur. Temuan menunjukan bahwa pada awalnya Sunshine Policy yang dijalankan Moon Jae-in telah di jalur yang tepat untuk mencapai interdependensi kompleks dengan Korea Utara. Namun Moon Jae-in gagal mengupayakan hal tersebut secara berkelanjutan karena hubungan antar-Korea terlalu didominasi oleh aktor negara, isu politik keamanan, dan terjadinya kegagalan KTT Amerika Serikat-Korea Utara di Hanoi yang menyebabkan runtuhnya berbagai rencana kerja sama antar-Korea.
Kata kunci: Interdependensi kompleks, Korea Selatan, Korea Utara, Sunshine Polic
TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI ADAPTASI FINTECH DI KAWASAN ASEAN
Tulisan ini berusaha untuk menjelaskan fenomena perkembangan teknologi yang mendorong transformasi digital bidang ekonomi di ASEAN. Melalui kerangka kerja yang telah tercipta seperti ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dan ASEAN Economic Community, negara-negara ASEAN telah menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang ramah teknologi dalam kegiatan ekonomi. Bersamaan dengan hal itu, teknologi finansial adalah fasilitas yang berpotensi mengarahkan ASEAN pada tahap-tahap perubahan dan transformasi hingga akhirnya berada pada level masyarakat 5.0. Perubahan level yang bersifat sosio-ekonomi ini pada akhirnya memuat tantangan yang perlu untuk diperhatikan oleh para aktor sehingga dapat menjawab peluang dengan lebih tepat sasaran. Tulisan ini menggunakan metode penulisan kualitatif dengan pengambilan data dari studi pustaka dan liputan media.
Kata Kunci: ASEAN, Transformasi Digital, Masyarakat 5.0
Pemanfaatan Mikroalga dan Typha Untuk Penanganan Air Asam Tambang Pada Pertambangan Batubara
Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama pada kegiatan pertambangan batubara, termasuk pada void pascatambang di Kabupaten Kutai Barat yang memiliki potensi pembentukan asam akibat keberadaan mineral sulfida pada batuan penyusunnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas mikroalga lokal dan tanaman Typha angustifolia dalam sistem wetland buatan untuk meningkatkan kualitas air pada void tersebut. Penelitian dilakukan selama tiga bulan dengan memanfaatkan lima kompartemen yang mewakili zona mikroalga dan vegetasi Typha. Parameter kualitas air yang diamati meliputi pH, logam terlarut (Fe dan Mn), H₂S, serta BOD, baik pada inlet maupun outlet tiap kompartemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroalga pada Kompartemen 2 dan 4 mampu meningkatkan pH dari kisaran 6,0–6,7 menjadi hingga 7,74 dalam waktu 24 jam. Peningkatan ini dipengaruhi oleh aktivitas fotosintesis dan proses biogeokimia yang menurunkan keasaman air. Kompartemen 2, yang diberi tambahan nutrisi organik, memberikan kenaikan pH paling konsisten. Pada sistem Typha, Kompartemen 1, 3, dan 5 menunjukkan peningkatan pH yang bervariasi, dengan nilai tertinggi pada K1 akibat adanya penambahan kapur. Analisis jaringan tanaman menunjukkan kemampuan Typha dalam mengakumulasi logam, dengan serapan Fe terbesar pada akar dan Mn serta S pada daun. Kelangsungan hidup Typha tertinggi tercatat pada K5 (95,8%), sedangkan penggunaan bahan organik segar meningkatkan BOD dan menurunkan keberhasilan tanam. Secara keseluruhan, mikroalga lebih efektif dalam penetralan pH secara cepat, sementara Typha berperan dalam stabilisasi jangka panjang dan akumulasi logam. Kombinasi keduanya direkomendasikan sebagai strategi fitoremediasi terpadu yang adaptif dan berkelanjutan untuk pengelolaan AAT pada void tambang batubara.Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama pada kegiatan pertambangan batubara, termasuk pada void pascatambang di Kabupaten Kutai Barat yang memiliki potensi pembentukan asam akibat keberadaan mineral sulfida pada batuan penyusunnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas mikroalga lokal dan tanaman Typha angustifolia dalam sistem wetland buatan untuk meningkatkan kualitas air pada void tersebut. Penelitian dilakukan selama tiga bulan dengan memanfaatkan lima kompartemen yang mewakili zona mikroalga dan vegetasi Typha. Parameter kualitas air yang diamati meliputi pH, logam terlarut (Fe dan Mn), H₂S, serta BOD, baik pada inlet maupun outlet tiap kompartemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroalga pada Kompartemen 2 dan 4 mampu meningkatkan pH dari kisaran 6,0–6,7 menjadi hingga 7,74 dalam waktu 24 jam. Peningkatan ini dipengaruhi oleh aktivitas fotosintesis dan proses biogeokimia yang menurunkan keasaman air. Kompartemen 2, yang diberi tambahan nutrisi organik, memberikan kenaikan pH paling konsisten. Pada sistem Typha, Kompartemen 1, 3, dan 5 menunjukkan peningkatan pH yang bervariasi, dengan nilai tertinggi pada K1 akibat adanya penambahan kapur. Analisis jaringan tanaman menunjukkan kemampuan Typha dalam mengakumulasi logam, dengan serapan Fe terbesar pada akar dan Mn serta S pada daun. Kelangsungan hidup Typha tertinggi tercatat pada K5 (95,8%), sedangkan penggunaan bahan organik segar meningkatkan BOD dan menurunkan keberhasilan tanam. Secara keseluruhan, mikroalga lebih efektif dalam penetralan pH secara cepat, sementara Typha berperan dalam stabilisasi jangka panjang dan akumulasi logam. Kombinasi keduanya direkomendasikan sebagai strategi fitoremediasi terpadu yang adaptif dan berkelanjutan untuk pengelolaan AAT pada void tambang batubara
Formulation and Characterization of Herbal Lip Balm Utilizing Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) Extract as a Natural Colorant and Active Ingredient
This study formulated an herbal lip balm using dragon fruit extract (Hylocereus spp.) as a natural colorant and moisturizer. The extract was integrated with a base of coconut oil, beeswax, cocoa butter, vitamin E, and rose water. Physical testing indicated an average pH of 5.08 and a melting point of 63–65 °C, complying with standard safety requirements for lip care products. Organoleptic evaluation by 10 panelists demonstrated high acceptance, with 90% approving the soft texture and aroma, and 85% favoring the natural pink color. The product exhibited stability over a 28-day storage period. Material characterization via X-Ray Diffraction (XRD) identified an amorphous crystal structure (2θ ≈ 25.60 ), while Scanning Electron Microscopy (SEM) revealed a porous surface with a particle distribution of 8μm. X-Ray Fluorescence (XRF) analysis confirmed the extract is rich in macro-elements, specifically Potassium (67.5%), Calcium (15.5%), Magnesium (8.5%), and Phosphorus (8.4%)
KAJIAN PENGGUNAAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH TOMAT (Solanum lycopersicum L.)
This study aimed to evaluate the effect of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) on the viability and vigor of tomato seeds (Solanum lycopersicum L.). The research was motivated by the importance of high-quality seeds as the foundation of tomato cultivation. Seed viability and vigor determine uniformity, growth rate, and seedling tolerance under changing environmental conditions. The experiment was conducted at the Seed Science and Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, using two tomato varieties (Karina and Grand Sakina F1) and eight rhizobacterial isolates (Azotobacter sp., Necercia sp., Pseudomonas capacia, Bacillus megaterium,Pseudomonas diminuta, Flavobacterium sp., Bacillus polymixa, and Bacillus stearothermophillus). A factorial completely randomized design (2×9) with three replications was applied. Results indicated that the Karina variety exhibited higher seed viability and vigor compared to Grand Sakina F1. PGPR treatments did not significantly affect viability; however, some isolates such as Necercia sp. and Bacillus stearothermophillus tended to improve vigor, particularly in vigor index, uniformity, and relative growth rate. Conversely, Flavobacterium sp. showed relatively lower vigor values. These findings highlight the importance of selecting superior varieties and suitable PGPR isolates to enhance the physiological quality of tomato seeds in a sustainable manner.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap viabilitas dan vigor benih tomat (Solanum lycopersicum L.). Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya benih bermutu sebagai kunci keberhasilan budidaya tomat. Viabilitas dan vigor benih menentukan keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, serta ketahanan bibit pada kondisi lingkungan yang berubah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, dengan menggunakan dua varietas tomat (Karina dan Grand Sakina F1) serta delapan isolat rizobakteri (Azotobacter sp., Necercia sp., Pseudomonas capacia, Bacillus megaterium, Pseudomonas diminuta, Flavobacterium sp., Bacillus polymixa, dan Bacillus stearothermophillus). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2×9 dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Karina memiliki viabilitas dan vigor benih yang lebih tinggi dibandingkan Grand Sakina F1. Perlakuan PGPR tidak berpengaruh nyata terhadap viabilitas, namun beberapa isolat seperti Necercia sp. dan Bacillus stearothermophillusmenunjukkan kecenderungan meningkatkan vigor, terutama pada indeks vigor, keserempakan, dan kecepatan tumbuh relatif. Sebaliknya, isolat Flavobacterium sp. cenderung menghasilkan nilai vigor lebih rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan varietas unggul dan isolat PGPR yang tepat untuk meningkatkan kualitas fisiologis benih tomat secara berkelanjutan
Understanding Indonesia\u27s BRICS Membership from Role Theory: -
President Prabowo’s decision to pursue full membership in BRICS marks a strategic departure from the cautious stance of former President Joko Widodo, who in 2023 hesitated over concerns that such a move might compromise Indonesia’s Free and Active foreign policy. This paper explores why Indonesia, a country that traditionally committed to non-alignment and ASEAN centrality, becomes a member in a forum often perceived a counterbalance to the Western-led international order. This raises question, what motivated Indonesia in formally entering into BRICS grouping. Employing Role Theory, the paper argues that Indonesia\u27s bid reflects a strategic effort to assert its role as an independent "Bridge Builder" and "Voice for the Global South." It further argues that ambition is complicated by challenges that could potentially strain Indonesia\u27s leadership within ASEAN and its relationship with Western partners. The study employs qualitative content analysis of primary sources, including presidential speeches and media discourse. The findings reveal that Indonesia\u27s entry into BRICS is a test of its ability to navigate competing roles within a polarised international system, underscoring the relevance of role theory in understanding emerging middle powers in multilateralism.Keputusan Presiden Prabowo untuk menjadi penuh di BRICS menandai pergeseran strategis dari sikap hati-hati mantan Presiden Joko Widodo, yang pada tahun 2023 ragu-ragu menjadi anggota organisasi ini karena atas kekhawatiran bahwa langkah semacam itu dapat membahayakan kebijakan luar negeri Indonesia yang Bebas dan Aktif. Artikel ini mengeksplorasi mengapa Indonesia, sebuah negara yang secara tradisional berkomitmen pada non-blok dan sentralitas ASEAN, menjadi anggota dalam forum yang sering dianggap sebagai penyeimbang terhadap tatanan internasional yang dipimpin Barat. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa yang memotivasi Indonesia untuk secara resmi masuk ke dalam pengelompokan BRICS. Menggunakan Teori Peran, artikel ini berpendapat bahwa motivasi Indonesia mencerminkan upaya strategisnya untuk menegaskan perannya sebagai "Bridge Builder" dan "Voice for the Global South" yang independen. Lebih lanjut artikel ini berpendapat bahwa ambisi memunculkan tantangan yang berpotensi membebani kepemimpinan Indonesia di ASEAN dan hubungannya dengan mitra Barat. Studi ini menggunakan analisis konten kualitatif dari sumber primer, termasuk pidato presiden dan wacana media. Temuan ini mengungkapkan bahwa masuknya Indonesia ke BRICS adalah ujian kemampuannya untuk menavigasi berbagai peran dalam sistem internasional yang terpolarisasi, dan menggarisbawahi relevansi teori peran dalam memahami negara dengan kekuatan menengah dalam konteks multilateralisme
Peramalan Harga Nikel Berbasis Machine Learning menggunakan Algoritma Gated Recurrent Unit (GRU)
Nikel merupakan komoditas tambang yang penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (electric Vehicle (EV)). Meningkatnya produksi EV dalam upaya mengurangi emisi karbon menyebabkan tingginya kebutuhan Nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik diprediksi akan meningkat. Seiring meningkatnya produksi EV untuk menekan emisi karbon, kebutuhan nikel sebagai bahan baku baterai diproyeksikan terus naik. Kenaikan ini secara teori mendorong tekanan naik pada harga, terutama ketika pertumbuhan permintaan lebih cepat daripada kemampuan pasokan untuk bertambah dalam jangka pendek. Karena itu, tren permintaan yang meningkat menjadi salah satu faktor utama yang membentuk tren harga nikel ke depan. Selanjutnya, harga Nikel memiliki dampak signifikan terhadap keputusan investasi tambang, perkembangan ekonomi perusahaan Nikel, serta negara yang bergantung pada sumber daya Nikel. Namun, terdapat ketidakpastian mengenai tren harga Nikel di masa depan, sehingga solusi untuk permasalahan ini menarik untuk dikaji lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil peramalan harga nikel jangka pendek dengan menerapkan algoritma Gated Recurren Unit (GRU) yang merupakan bagian dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligent, mengetahui akurasi peramalan harga nikel menggunakan algoritma GRU, serta menyajikan data peramalan harga informatif kepada pengguna (user). Hasil penelitian menunjukkan GRU sangat efektif dalam melakukan peramalan harga Nikel berdasarkan evaluasi kerja model menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 1,21%. Nikel merupakan komoditas tambang yang penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (electric Vehicle (EV)). Meningkatnya produksi EV dalam upaya mengurangi emisi karbon menyebabkan tingginya kebutuhan Nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik diprediksi akan meningkat. Seiring meningkatnya produksi EV untuk menekan emisi karbon, kebutuhan nikel sebagai bahan baku baterai diproyeksikan terus naik. Kenaikan ini secara teori mendorong tekanan naik pada harga, terutama ketika pertumbuhan permintaan lebih cepat daripada kemampuan pasokan untuk bertambah dalam jangka pendek. Karena itu, tren permintaan yang meningkat menjadi salah satu faktor utama yang membentuk tren harga nikel ke depan. Selanjutnya, harga Nikel memiliki dampak signifikan terhadap keputusan investasi tambang, perkembangan ekonomi perusahaan Nikel, serta negara yang bergantung pada sumber daya Nikel. Namun, terdapat ketidakpastian mengenai tren harga Nikel di masa depan, sehingga solusi untuk permasalahan ini menarik untuk dikaji lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil peramalan harga nikel jangka pendek dengan menerapkan algoritma Gated Recurren Unit (GRU) yang merupakan bagian dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligent, mengetahui akurasi peramalan harga nikel menggunakan algoritma GRU, serta menyajikan data peramalan harga informatif kepada pengguna (user). Hasil penelitian menunjukkan GRU sangat efektif dalam melakukan peramalan harga Nikel berdasarkan evaluasi kerja model menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 1,21%.
Enhancing Stock Price Prediction Using Backpropagation Neural Networks with Adaptive Learning Rate and Momentum Coefficient
Stock investment is an investment that, in addition to bringing potential profits, can result in losses if it is not possible to analyze and predict stock prices. Machine learning can be used as a tool for stock prediction, one of which is an artificial neural networks. The Backpropagation Algorithm is an artificial neural network algorithm that is commonly used in pattern recogni- tion. The performance of the Backpropagation Algorithm in forecasting was very good. Backpropagation Algorithm prediction has advantages in terms of accuracy; however, it also has weaknesses: it has a slow convergence rate and requires a long training time. To overcome the weaknesses of the Backpropagation Algorithm, improvements must be made to the algo- rithm, by adding an adaptive learning rate and momentum coefficient. The adaptive learning rate and momentum coefficient are methods that aim to increase the effectiveness of the learning rate and coefficient parameters, where these parameters increase the learning speed of the Backpropaga-tion Algorithm. The existence of an adaptive learning rate and momentum is known to accelerate the learning process without significantly reducing the accuracy. Research has been conducted on the implementation of backpropagation artificial neural networks with adaptive learning rate and momentum correlation (BPALM) in predicting stock prices. The comparison results show that the adaptive learning rate and momentum correlation in the Backpropagation Algorithm can accelerate the learning process in the Backpropagation Algorithm. The Backpropagation Algorithm with an adaptive learning rate and momentum correlation requires 30% less learn-ing time than the conventional backpropagation algorithm. In addition to accelerating the learning process, the Backpropagation Algorithm with an adaptive learning rate and momentum correlation also had a high accuracy value of 98%
Perubahan Kebijakan Publik Akibat Media Framing Pemberitaan Rencana Penghapusan Gas Tabung Elpiji
The 3-kilogram (kg) LPG cylinder is a primary energy source for low-income households and micro-enterprises in Indonesia. In February 2025, the government implemented a policy restricting the sale of subsidized 3 kg LPG exclusively through registered distribution bases, eliminating informal retailers. This policy immediately triggered widespread public reactions and intense national media coverage. This study aims to analyze how national online media framed the LPG distribution policy and how such framing contributed to public pressure that led to policy reconsideration. Using a qualitative approach and Entman’s framing analysis model, this study examines four framing elements: problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. Data were collected from news articles published by four major Indonesian online media outlets detik.com, kompas.com, republika.com, and liputan6.com during January–March 2025. The findings indicate that dominant media framing emphasized social injustice, limited accessibility, and weak policy communication, which amplified public dissatisfaction and accelerated government policy adjustment. This study contributes to media framing literature by demonstrating how media framing operates not only as a meaning-construction mechanism but also as a catalyst for short-term public policy change. The findings also highlight the strategic role of Government Public Relations (GPR) in managing policy communication for sensitive public issues.Gas elpiji 3 kilogram (kg) merupakan sumber energi utama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro di Indonesia. Pada Februari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan distribusi elpiji 3 kg dengan melarang penjualan melalui pengecer dan membatasi pembelian hanya melalui pangkalan resmi. Kebijakan ini memicu respons publik yang luas serta pemberitaan intensif di media nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing media nasional terhadap kebijakan distribusi elpiji 3 kg serta peran framing tersebut dalam mendorong perubahan kebijakan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing model Entman yang mencakup empat elemen: definisi masalah, interpretasi kausal, evaluasi moral, dan rekomendasi penanganan. Data diperoleh dari pemberitaan empat media daring nasional, yaitu detik.com, kompas.com, republika.com, dan liputan6.com, pada periode Januari–Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing media menekankan isu ketidakadilan sosial, keterbatasan akses, dan lemahnya komunikasi kebijakan, yang berkontribusi pada tekanan opini publik dan percepatan evaluasi kebijakan oleh pemerintah. Penelitian ini memperkaya kajian framing media dengan menunjukkan peran media sebagai aktor strategis dalam dinamika perubahan kebijakan publik serta menegaskan pentingnya Government Public Relations (GPR) dalam pengelolaan komunikasi kebijakan yang sensitif
Pengaruh Tegangan Elektroda terhadap Efisiensi Pemisahan Zircon Low Grade pada High Tension Roll Separator
Zircon low grade merupakan salah satu mineral ikutan yang memiliki nilai ekonomis namun masih mengandung banyak pengotor, sehingga diperlukan proses pemisahan yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan perolehan mineral tersebut. Salah satu metode pemisahan yang umum digunakan adalah High Tension Roll Separator (HTRS) yang memanfaatkan perbedaan sifat kelistrikan material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan elektroda terhadap efisiensi pemisahan zircon low grade pada proses HTRS yang dinyatakan melalui nilai recovery. Percobaan dilakukan dengan variasi tegangan elektroda sebesar 16 kV, 18 kV, dan 20 kV, sementara kecepatan roll dijaga konstan pada 18 Hz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tegangan elektroda cenderung menurunkan nilai recovery zircon. Pada tegangan 16 kV diperoleh recovery tertinggi sebesar 74,44%, sedangkan pada tegangan 18 kV dan 20 kV recovery masing-masing menurun menjadi 52,78% dan 45,02%. Penurunan recovery ini diduga disebabkan oleh meningkatnya gaya elektrostatik yang menyebabkan partikel zircon ikut tertarik bersama mineral pengotor sehingga efisiensi pemisahan menurun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tegangan elektroda berpengaruh signifikan terhadap efisiensi pemisahan zircon low grade pada High Tension Roll Separator, dengan kondisi optimum pada tegangan 16 kV untuk kecepatan roll 18 Hz