Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
    3345 research outputs found

    Upaya menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah untuk mencapai ekonomi sirkular melalui daur ulang sampah anorganik

    Full text link
    Kesadaran yang rendah dalam mengelola sampah anorganik dapat menjadi salah satu penyebab dari munculnya berbagai masalah mulai dari bencana alam, penyebaran penyakit dan   pencemaran lingkungan sehingga dapat   mengganggu   kehidupan masyarakat. Berdasarkan masalah tersebut maka PKM ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah anorganik hingga dapat mencapai ekonomi sirkular. Sasaran kegiatan ini adalah para murid SMP Negeri 85 Maluku Tengah yang termasuk dalam kategori mitra masyarakat tidak produktif. Untuk mencapai tujuan PKM menggunakan metode Participatory   Action   Research dengan tahapan antara lain sosialisasi pengelolaan sampah berkelanjutan, penerapan teknologi dalam bentuk pembuatan mainan kunci dari tutup botol plastik, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan PKM ini tampak dari hasil pre-test dan post-test dalam bentuk permainan kesadaran pemilahan sampah yang menunjukkan rata-rata perubahan kesadaran pengelolaan sampah berkelanjutan dalam bentuk pengetahuan sebesar 15%. Selain itu pendampingan juga berhasil menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah dalam bentuk keterampilan pembuatan olahan sampah anorganik bernilai ekonomi sebanyak 6 produk kreatif daur ulang. Kegiatan PKM ini berhasil membuktikan bahwa pendampingan dalam bentuk pemberian edukasi dan pemberian keterampilan secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan mendorong tindakan nyata siswa dalam mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi yang merupakan langkah kunci menuju ekonomi sirkular

    EVALUASI JUMLAH DAN BIAYA OPERASIONAL ALAT BERAT PADA PROYEK REVITASLISASI SUNGAI (Studi Kasus Proyek CWP – 3DJK Wulan River Improvement Works Package III, BBWS Pemali–Juana, Kabupaten Demak–Kudus–Jepara, Jawa Tengah)

    No full text
    This study evaluates the quantity and operational costs of heavy equipment in the Wulan River Revitalization Project (CWP–3DJK) across Demak, Kudus, and Jepara, aiming to identify factors hindering efficiency and performance. Using a mixed–methods case study (quantitative analysis, field observations, interviews, and document reviews), results show Excavator productivity dropped 14.3% from theoretical standards (12.67 m³/hour vs. 14.57 m³/hour), mainly due to 22% non–technical downtime from heavy rainfall, excessive sedimentation, and social conflicts. Operational costs exceeded the budget by 12.5% (Rp. 14.8 billion), driven by fuel (42%) and emergency maintenance on muddy terrain. Equipment imbalance (4 Excavators vs. 11 dump trucks) caused loading queues, reducing dump truck efficiency by 18%. Constraints included technical (sedimentation), environmental (rainfall), and social (protests), with social factors contributing 18% downtime—often overlooked in past studies. Recommendations include swamp–type excavators, 10–15% contingency funds in the Budget Plan (QS), and community dialogue forums to reduce conflicts. Practical benefits include improved budget efficiency (<5% deviation), reduced social downtime, and IoT–based real–time monitoring. Findings emphasize the need for an integrated approach combining technical, environmental, and community participation to ensure sustainable infrastructure project success in Indonesia. Keywords: Heavy Equipment; Operational Costs; River Revitalization; Productivity; Project Management.Penelitian ini mengevaluasi jumlah dan biaya operasional alat berat pada Proyek Revitalisasi Sungai Wulan (CWP–3DJK) di Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara, Jawa Tengah, untuk mengidentifikasi efisiensi penggunaan sumber daya dan faktor penghambat kinerja. Metode penelitian menggabungkan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus, melibatkan observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta analisis dokumen proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas ekskavator turun 14,3% dari standar teoretis (12,6736 m³/jam vs. 14.57464 m³/jam) akibat downtime non-teknis (22%) seperti hujan deras, sedimentasi berlebih, dan konflik sosial. Biaya operasional alat berat melampaui anggaran sebesar 12,5% (Rp 14,8 miliar), didominasi oleh biaya bahan bakar (42%) dan perawatan darurat akibat medan berlumpur. Ketidakseimbangan jumlah alat (4 ekskavator vs. 11 Dump Truck) menyebabkan antrean pengisian material, mengurangi efisiensi Dump Truck hingga 18%. Faktor penghambat utama meliputi kondisi teknis (sedimentasi ekstrem), lingkungan (curah hujan tinggi), dan sosial (protes masyarakat). Penelitian ini mengungkap kontribusi signifikan faktor sosial terhadap downtime alat (18%), aspek yang sering terabaikan dalam studi sebelumnya. Rekomendasi mencakup penggunaan alat khusus (ekskavator tipe swamp), integrasi dana kontinjensi (10-15%) dalam RAB, serta forum komunikasi masyarakat untuk mitigasi konflik. Implikasi praktisnya adalah peningkatan efisiensi anggaran (deviasi <5%), pengurangan downtime sosial, dan pemanfaatan teknologi IoT untuk pemantauan real-time. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam manajemen alat berat, menggabungkan aspek teknis, lingkungan, dan partisipasi masyarakat, sebagai kunci keberhasilan proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia

    Kajian Peningkatan Hasil dan Kualitas Okra Melalui Perlakuan Ragam media Tanam dan Aplikasi Ecoenzym

    Full text link
    Okra plants are not widely known by Indonesians, because it is a type of vegetable plant that does not come from Indonesia, therefore the price is still quite expensive when compared to other vegetables, okra enthusiasts are also still small because many do not understand the nutrition and benefits. To determine the effect of the combination of various planting media compositions and the best concentration of Eco Enzyme on the growth and yield of Okra plants. This study used factorial Group Randomized Design (RAK) with treatment of various compositions of growing media (H) and concentration of eco enzyme (E). The results showed that there was an interaction on the weight of the fruit per 3rd harvest crop and the quality of vitamin C. Separately, the treatment of various compositiozs of planting media had an influence on the weight loss variable.Okra merupakan jenis sayuran yang banyak diminati karena memiliki kandungan gizi yang kaya dan baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara berbagai komposisi media tanam dan konsentrasi eco enzyme terbaik terhadap hasil panen dan kualitas polong okra. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok  faktorial dengan perlakuan berbagai komposisi media tanam  dan konsentrasi eco enzyme . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara ke dua perlakuan yang diberikan  pada variabel bobot buah  pertanaman panen ke 3 dan kualitas vitamin C. Kombinasi perlakuan tanah kascing 75%, arang sekam 25%, menghasilkan panjang buah, susut bobot, bobot buah perbuah dan bobot buah pertanaman yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Konsentrasi eco enzyme memberikan pengaruh terbaik pada indikator panen dan kualitas dibandingkan perlakuan lainnya

    Strategi pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengolahan unggulan mangrove dan ikan lokal

    Full text link
    Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran warga Desa Muara Badak Ulu dalam memanfaatkan buah mangrove dan ikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 November 2022 dan diikuti oleh 30 peserta, termasuk anggota PKK, Dasawisma, serta pelaku usaha lokal (UMKM). Melalui ceramah, diskusi, dan pendekatan Participatory Action Research (PAR), peserta dilatih dalam mengolah sambal bajak dari buah mangrove pidada, abon dan nugget ikan bandeng, serta es krim berbahan sirup mangrove. Selain itu, pelatihan pengemasan, pelabelan, dan fotografi produk juga diberikan untuk meningkatkan daya saing produk. Keberhasilan program ini diukur melalui tiga indikator. Pertama, seluruh peserta berhasil memproduksi empat jenis olahan dengan tingkat keberhasilan 100%. Kedua, peserta mampu menerapkan teknik pengemasan dan pelabelan yang sesuai. Ketiga, mereka berhasil mengambil foto produk dengan teknik yang baik. Ke depan, pendampingan akan difokuskan pada pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) guna memperluas pemasaran. Pelatihan pemasaran digital melalui media sosial, dengan target peningkatan penjualan 30% dalam enam bulan, serta inovasi varian rasa dan kemasan, akan semakin meningkatkan daya saing produk dan keberlanjutan usaha masyarakat

    Edukasi pengolahan limbah minyak goreng menjadi produk bernilai ekonomi

    Full text link
    Minyak goreng merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok yang digunakan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan meningkatnya populasi di wilayah perkotaan, konsumsi minyak goreng juga mengalami peningkatan, yang berakibat pada tingginya produksi limbah minyak jelantah. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat mencemari lingkungan dan berdampak negatif pada kesehatan manusia. Salah satu wilayah dengan konsumsi minyak goreng yang cukup tinggi adalah Perumahan Bumi Cikarang Asri, Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Bekasi, yang memiliki kepadatan penduduk tinggi karena berdekatan dengan kawasan industri Jababeka. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah minyak jelantah agar memiliki nilai ekonomi, dengan fokus pada produksi lilin aromaterapi. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR), yang menekankan pada pemberdayaan masyarakat melalui identifikasi potensi lokal dan partisipasi aktif komunitas. Kegiatan ini melibatkan sosialisasi, pelatihan pembuatan lilin aromaterapi, serta pendampingan dalam proses produksi dan pemasaran. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa komunitas ibu-ibu di Perumahan Bumi Cikarang Asri berhasil mengembangkan keterampilan dalam mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang berkualitas baik. Jika didukung dengan pendampingan dan strategi pemasaran yang tepat, usaha ini berpotensi berkembang menjadi bisnis berbasis komunitas. Dengan demikian, pemanfaatan limbah minyak goreng tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat

    Dynamics of regime failure: Regime power analysis China-ASEAN illicit drug control

    Full text link
    The East and Southeast Asian region confronts complex challenges in combating the illicit drug trade originating from the Golden Triangle, a long-established narcotics trade hub. In 2000, China and ASEAN countries cooperated through the ACCORD as a comprehensive framework of regional drug control. However, the increasing number of methamphetamine seizures and the rise of new psychoactive substances indicate persistent challenges in the power of ACCORD's drug control regime. Hence, this study aims to analyze the ASEAN- China cooperation framework, particularly in the context of regime power formation. The concept of the International Security Regime is utilized to understand the complexity of the regime by integrating four dimensions of power, namely productive, structural, institutional, and compulsory. Through a qualitative approach and secondary analysis, this study reveals complex dynamics that affect the effectiveness of regional cooperation from the existing literature.  First, productive power faces significant challenges due to intra-regional diversity, complex bilateral relations, and the declarative nature of ACCORD. Second, structural power is compromised due to power asymmetries and deep contestation. Third, institutional power suffers from significant weaknesses due to flawed institutional design. Fourth, compulsory power suffers because China's ability to exercise compulsion power directly, such as through sanctions or pressure, is limited within the multilateral framework of ACCORD. Therefore, cooperation needs to strengthen the network of normative discourse, political structures, and institutions, which affects the power drugs control regime. This paper successfully highlights the weaknesses in the power of the ASEAN-China-constructed international security regime

    SOCIAL MEDIA ADDICTION AND DECLINING QANA’AH: ISLAMIC PERSPECTIVE ON SELF-ACCEPTANCE

    Full text link
    This study aims to examine the role of social media addiction in shaping self-acceptance (qana’ah) among emerging adults from an Islamic perspective. Given that qana’ah reflects a believer's satisfaction with divine decree, understanding factors that undermine this trait is essential, particularly amid growing social media use. The study adopted a qualitative library research method, relying primarily on the Qur’an and hadith as authentic sources, supplemented by relevant books, journals, and scholarly articles to provide contemporary context. The findings suggest that excessive social media use negatively affects self-acceptance among emerging adults, leading to traits such as envy, ingratitude, and diminished contentment with one's condition. This implies that digital behavior may conflict with spiritual ideals in Islam, especially during formative adult years. While the study is limited to a literature-based analysis without empirical testing, it offers valuable insights into how Islamic teachings can inform responses to modern psychological challenges. This study contributes original value by integrating classical Islamic concepts with current behavioral concerns, emphasizing the importance of qana’ah in the digital ag

    Pembukuan sederhana pada UMKM untuk memudahkan proses pengajuan modal usaha

    Full text link
    Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pembangunan suatu negara. Sektor UMKM yang kuat memberikan kontribusi yang tinggi terhadap perekonomian, memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto, dengan mengurangi tingkat pengangguran, mengurangi tingkat kemiskinan, dan mendorong kegiatan kewirausahaan. Salah satu daerah dengan perkembangan UMKM cepat adalah Kabupaten Boyolali. Namun, UMKM Boyolali mengalami kesulitan dalam pendanaan. Salah satu faktor kesulitan pendanaan pada UMKM Boyolali adalah tidak adanya pelaporan keuangan. Maka dari itu, pengabdian ini memberikan pelatihan pembuatan laporan keuangan/pembukuan sederhana untuk mempermudah proses pengajuan modal usaha. Pengabdian ini berlangsung di Dinas Ketahanan Pangan Boyolali dan pesertanya merupakan pelaku UMKM pangan lokal Boyolali. Pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap penjadwalan dan tahap sosialisasi. Kegiatan pengabdian berlangsung secara lancar dan pengetahuan peserta mengenai pembukuan sederhana mengalami peningkatan setelah pelatihan. Selama kegiatan pengabdian berlangsung, para peserta memperhatikan dengan seksama, mencatat atau memfoto setiap materi dan tidak ada peserta yang melewatkan setiap sesi kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan. Kegiatan ini dibantu oleh dua mahasiswa akuntansi, namun karena peserta pelatihan berjumlah 34 orang sehingga dua mahasiswa dinilai kurang mencukupi. Maka dari itu, saran untuk kegiatan pelatihan pembukuan selanjutnya agar melibatkan lebih banyak mahasiswa sehingga kegiatan pengabdian berjalan lebih efektif

    Optimizing the use of ai in elementary school learning: For teachers in the digital era

    Full text link
    The digital era requires teachers to have competence in utilizing technology, including artificial intelligence (AI), in the learning process. However, there are still many elementary school teachers who do not understand and implement AI optimally. Therefore, this Community Service activity aims to improve teachers' understanding and skills in using AI as a learning medium through interactive workshops. The community service method used in this activity is Participatory Action Research (PAR), which was carried out at State Elementary School Pejuang 7 Bekasi involving 31 teachers. The success evaluation is conducted through a pre-test before the training and a post-test after the training by measuring several key aspects, namely: (1) understanding of AI concepts in education, (2) technical skills in operating AI-based platforms, and (3) the ability to design AI-based learning strategies. The results of community service showed an increase in teachers' understanding of AI by 31%, which was shown through the difference in pre-test and post-test results. Before the workshop, most teachers did not understand AI in learning. Still, after the workshop, teachers were better able to integrate AI as a tool in designing more interactive and innovative learning. Optimizing the use of AI in elementary schools can contribute to improving the quality of learning that is more effective, interesting, and in accordance with current developments

    KERAGAMAN ARTHROPODA MUSUH ALAMI PADA FASE VEGETATIF VARIETAS PADI PERSILANGAN DAN MUTAN: Arthropoda musuh alami, Keragaman, Varietas padi, Vegetatif

    No full text
    Increasing rice productivity requires not only the utilization of high-yielding varieties, but also ecologically friendly insect control. The use of natural enemy arthropods as biological control agents is critical for long-term pest suppression. The purpose of this study was to identify the types of natural enemy arthropods and examine the diversity (H'), evenness (E), and dominance (D) indices of many rice varieties during the vegetative phase, including hybrid varieties (Mantap, INPARI 32, and IPB 3S) and mutant varieties (Srinuk and Gamagora 7). This research was conducted using an exploratory method at the Agricultural Training Center of Central Java Province from January to March 2025. Data collection was carried out using sweep nets and direct observations at 2, 4, 6, and 8 weeks after transplanting (WAT), followed by arthropod identification at the Laboratory of Universitas Tidar. The results showed the presence of nine species of predatory arthropods, namely Paederus fuscipes, Menochilus sexmaculatus, Conocephalus longipennis, Orthetrum sabina, Agriocnemis femina, Cyrtorhinus lividipennis, Solenopsis geminata, Tetragnatha javana, and Oxyopes javanus.  Diversity, evenness, and dominance indices differed between rice types, with mutant variants generally having greater diversity values. The diversity of natural enemy arthropods suggests that they may play an important role in implementing more effective and environmentally friendly Integrated Pest Management strategies. Keywords: Diversity, Natural enemy arthropods, Rice varieties, Vegetative phasePeningkatan produktivitas padi tidak hanya bergantung pada penggunaan varietas unggul, tetapi juga pengelolaan hama yang ramah lingkungan. Penggunaan arthropoda musuh alami sebagai agens hayati penting dalam menekan populasi hama secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis arthropoda musuh alami dan menganalisis indeks keragaman, kemerataan, dan dominansi pada fase vegetatif beberapa varietas padi persilangan (Mantap, INPARI 32, dan IPB 3S) dan mutan (Srinuk dan Gamagora 7). Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi di lahan Balai Pelatihan Pertanian Provinsi Jawa Tengah pada Januari–Maret 2025. Pengambilan data dilakukan menggunakan jaring ayun dan pengamatan langsung pada 2, 4, 6 dan 8 minggu setelah tanam (MST), kemudian arthropoda diidentifikasi di Laboratorium Universitas Tidar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 spesies arthropoda predator yaitu Paederus fuscipes, Menochilus sexmaculatus, Conocephalus longipennis, Orthetrum sabina, Agriocnemis femina, Cyrtorhinus lividipennis, Solenopsis geminata, Tetragnatha javana dan Oxyopes javanus. Indeks keragaman (H'), kemerataan (E), dan dominansi (D) bervariasi antar varietas, dengan varietas mutan umumnya menunjukkan nilai keragaman yang lebih tinggi. Keberagaman arthropoda musuh alami menunjukkan potensi kontribusi besar dalam penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Kata kunci: Arthropoda musuh alami, Keragaman, Varietas padi, Vegetati

    3,113

    full texts

    3,345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Islam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇