Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
    3345 research outputs found

    Konstitusionalitas Kebijakan Asuransi Kesehatan Menteri Pensiunan Berdasarkan Keadilan Sosial dan Akuntabilitas Keuangan Negara

    No full text
    The health insurance policy for retired ministers as stipulated in Presidential Regulation No. 121/2024 has sparked controversy regarding fairness and its implications for state financial accountability. This study aims to analyze the suitability of this policy with the principles of social justice and state financial accountability in public budget management. The method used is normative juridical through statutory, conceptual and case-based approaches based on the general principles of good governance, especially the principles of justice, propriety, and public budget efficiency. The results show that this policy has the potential to create social injustice because it provides special facilities to political elites without objectively considering their economic conditions. In addition, this policy risks burdening the state budget disproportionately and disrupting essential public sector budget allocations. It is concluded that the policy has the potential to be tested through judicial review because it contradicts the principles of good state financial governance.Kebijakan jaminan kesehatan bagi purnatugas menteri sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 121 Tahun 2024 menimbulkan polemik terkait keadilan dan implikasinya terhadap akuntabilitas keuangan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kebijakan tersebut dengan prinsip keadilan sosial dan akuntabilitas keuangan negara dalam pengelolaan anggaran publik. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, serta kasus berdasarkan pada asas-asas umum pemerintahan yang baik (AUPB), terutama asas keadilan, kepatutan, dan efisiensi anggaran publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini berpotensi menciptakan ketidakadilan sosial karena memberikan fasilitas istimewa kepada elite politik tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi mereka secara objektif. Selain itu, kebijakan ini berisiko membebani APBN secara tidak proporsional dan mengganggu alokasi anggaran sektor publik esensial. Disimpulkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi diuji melalui judicial review karena bertentangan dengan prinsip tata kelola keuangan negara yang baik

    Program pengembangan coaching bisnis untuk meningkatkan kemampuan dan dampak mentor dalam komunitas bisnis

    Get PDF
    Komunitas wirausaha merupakan wadah bagi para wirausaha untuk meningkatkan awareness, capability maupun kinerja mereka. Salah satu komunitas tersebut adalah TDA Wilayah Jaksel yang merupakan bagian dari Komunitas TDA (Tangan Di Atas). Program unggulan yang mereka miliki adalah program Kelompok Mentoring Bersama (KMB) untuk meningkatkan kapabilitas anggotanya. Saat ini KMB menghadapi permasalahan berupa kurangnya jumlah dan kemampuan mentor yang terlibat dalam program KMB tersebut. Dengan sedikitnya jumlah mentor yang ada akibatnya program tidak berjalan dan tujuan program tidak bisa dicapai. Tim pemberdayaan masyarakat menggulirkan Program Mastering Business Coaching yaitu pelatihan Coaching sekaligus praktek langsung sebagai respon solusi dengan metode Community Development. Tujuh orang mentor ataupun calon mentor dilibatkan dalam program 3 sesi pelatihan (sesi metode Coaching, manajemen Coaching dan praktek Coaching). Diberikan pula 1 bulan out out class Coaching mandiri sebagai sarana praktek peserta yang di monitor melalui WA Group. Capaian pada akhir program diperoleh peningkatan pengetahuan peserta hingga 250% skor yang diperoleh dari hasil pre dan post test. Peningkatan impact pada internal faktor (kemampuan, kepercayaan diri dan motivasi) peserta hingga 150% dari skor semula. Sementara untuk kepuasan peserta sebesar 5/5 diperoleh dari kuisioner diakhir program. Sebagai pilot project program ini telah memenuhi target luarannya dan akan dilanjutkan secara bertahap setiap tahunnya guna memenuhi kebutuhan mentor pada komunitas. Para mentor hasil pelatihan dilibatkan sebagai mentor di KMB untuk memberi dampak pada peningkatan kinerja UMKM komunitas TDA Jaksel

    Flex, adapt, and engage: A new framework for EFL teaching success

    Get PDF
    Although the Independent Curriculum of Indonesia promotes self-directed learning and encourages the active involvement of learners, minimal student participation continues to be a persistent challenge. Prior research has reductively viewed student engagement as simply attendance, and few have looked at how teachers fill this gap within the flexible structure of the curriculum. This qualitative case study tries to fill this gap by looking at one East Java English teacher's experiences through narrative interviews. Findings illuminate her multifaceted strategies such as energizing students and encouraging the use of English, adapting lessons in real-time, and implementing a multitude of methods. Persistent challenges included high rates of absenteeism and a general reluctance to converse in English. These indicate a greater need for tailored approaches and ongoing, differentiated instructional support from teachers to meet the aims of the curriculum. Due to the analysis consisting of only one single participant, the findings may not be generalizable; however, the results provide direct insight for educators regarding changes to instructional strategies as well as for policy makers in developing policies grounded on research. Subsequent inquiries should increase participant numbers and integrate other forms of documentation to build evidentiary strength. Such efforts can inform responsive approaches to foster language acquisition in Indonesia and comparable settings

    INTEGRASI NILAI-NILAI ASWAJA AN-NAHDLIYAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DI ERA DIGITAL: Strategi Membangun Moderasi Beragama Dan Literasi Digital di Indonesia

    No full text
    Era digital membawa perubahan besar dalam pendidikan, interaksi sosial, dan pemahaman keagamaan, termasuk dalam pendidikan Islam. Nilai Aswaja an-Nahdliyah seperti tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai Aswaja dalam memperkuat pendidikan Islam multikultural di era digital serta mengidentifikasi strategi moderasi beragama melalui pemanfaatan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka terhadap literatur akademik, dokumen keislaman Aswaja, dan praktik pendidikan multikultural di lingkungan Nahdlatul Ulama. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, jika digunakan secara etis dan kontekstual, dapat menjadi media strategis dalam menyebarkan nilai-nilai moderat Aswaja. Media sosial, e-learning, dan video pembelajaran dapat digunakan untuk membina karakter Islami yang terbuka terhadap keberagaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Aswaja dalam pendidikan Islam multikultural sangat penting untuk menghadapi tantangan era digital, terutama dalam menangkal radikalisme dan memperkuat identitas Islam Nusantara yang damai dan rahmatan lil alamin

    Penyusunan media pembelajaran digital menggunakan bahasa pemrograman R-Shiny 4.3.3 pada jenjang sekolah menengah atas

    Get PDF
    Penerapan Kurikulum Merdeka pada jenjang SMA berorientasi pada pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Namun, fakta yang terjadi menunjukan bahwa penerapan belum berjalan optimal karena keterbatasan perangkat dan kurangnya penguasaan teknologi oleh guru dan murid. Hal tersebut berdampak pada proses transfer materi yang terhambat, hasil belajar yang belum sesuai target sekolah, serta siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi yang diberikan. Untuk mengatasinya, akan disusun aplikasi pembelajaran digital berbasis Graphical User Interface (GUI).  Aplikasi disusun menggunakan bahasa pemrograman R-Shiny 4.3.3 dan terdiri dari dua struktur utama yaitu ui.io dan server.io. Ui.io berisi perintah mengatur tampilan aplikasi dan dijalankan melalui perintah dashboardHeader, dashboardSidebar dan tabsetPanel. Server.io berisi perintah komputasi untuk memperoleh hasil akhir. Perintah yang digunakan meliputi output$contents, renderDataTable, renderPrint, dan renderPlot. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keahlian kepada guru untuk menciptakan aplikasi pembelajaran digital yang dapat diterapkan pada proses pembelajaran. Melalui uji mean sampel berpasangan, pada tingkat kepercayaan α = 5% diperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam hal kemampuan guru dalam menyusun media pembelajaran. Rata-rata kemampuan guru sebelum mengikuti pelatihan adalah 1,21 dan setelah pelatihan adalah 8,34. Luaran utama yang diperoleh adalah aplikasi pembelajaran untuk mata kuliah Matematika, Fisika, Kimia, dan Ekonomi

    Penerapan prinsip education for sustainable development dalam pembentukan perilaku berkelanjutan siswa

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak usia dini melalui pendekatan Education for Sustainable Development (ESD). Sekolah dasar menjadi titik strategis dalam membentuk perilaku ramah lingkungan (green behaviour) yang berkelanjutan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa serta kapasitas guru dalam mengintegrasikan konsep ESD ke dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup tahapan persiapan, pelatihan, evaluasi, dan tindak lanjut. Kegiatan dilaksanakan melalui sesi pelatihan partisipatif yang melibatkan guru dan siswa SDN Gembongan 2, dengan materi berupa modul ESD, lembar kerja lingkungan, simulasi praktik green behaviour, serta pembentukan program sekolah peduli lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap konsep lingkungan dan praktik keberlanjutan, serta peningkatan kapasitas guru sebagai fasilitator ESD. Evaluasi menunjukkan bahwa 92% peserta mengalami peningkatan pemahaman, 90% siap menerapkan kebiasaan ramah lingkungan, dan 87% menyatakan puas terhadap metode pelatihan. Komitmen sekolah untuk menjadi Sekolah Peduli Lingkungan juga mulai terbentuk melalui program lanjutan seperti pembentukan tim “Sahabat Lingkungan” dan penyediaan fasilitas pendukung edukasi lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan berbasis ESD dapat diterapkan secara efektif di sekolah dasar melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif

    Integrasi nilai-nilai kearifan lokal melalui pendidikan karakter sebagai upaya pencegahan dekadensi moral

    Get PDF
    Fenomena menurunnya kepedulian sosial, melemahnya semangat kolaborasi, serta meningkatnya pengaruh negatif media digital yang tidak sejalan dengan norma budaya lokal menjadi tantangan serius di Desa Malapari. Permasalahan ini terutama disebabkan belum terintegrasinya nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan formal maupun nonformal. Program pengabdian ini bertujuan mengintegrasikan kearifan lokal dalam pendidikan karakter guna meningkatkan kapasitas guru, tokoh adat, dan pemuda sekaligus memperkuat ekosistem gotong royong sebagai strategi preventif terhadap dekadensi moral generasi muda. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas guru, tokoh adat, perangkat desa, pemuda, dan orang tua. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi partisipatif untuk menilai keterlibatan dan perubahan perilaku sosial peserta dalam konteks pembelajaran berbasis budaya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa integrasi nilai kearifan lokal mampu meningkatkan pemahaman guru hingga 27%, memperkuat kesadaran kolektif masyarakat, serta mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam menghasilkan konten digital kreatif berbasis budaya. Kebaruan dari program ini terletak pada pola kolaborasi lintas elemen masyarakat yang berhasil menghadirkan model implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal secara aplikatif dan berpotensi direplikasi di wilayah lain. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis atas lemahnya internalisasi nilai budaya pada remaja, tetapi juga menawarkan kontribusi ilmiah yang relevan dalam penguatan pendidikan karakter di tengah tantangan globalisasi dan arus media digital

    Upaya menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah untuk mencapai ekonomi sirkular melalui daur ulang sampah anorganik

    Get PDF
    Kesadaran yang rendah dalam mengelola sampah anorganik dapat menjadi salah satu penyebab dari munculnya berbagai masalah mulai dari bencana alam, penyebaran penyakit dan   pencemaran lingkungan sehingga dapat   mengganggu   kehidupan masyarakat. Berdasarkan masalah tersebut maka PKM ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah anorganik hingga dapat mencapai ekonomi sirkular. Sasaran kegiatan ini adalah para murid SMP Negeri 85 Maluku Tengah yang termasuk dalam kategori mitra masyarakat tidak produktif. Untuk mencapai tujuan PKM menggunakan metode Participatory   Action   Research dengan tahapan antara lain sosialisasi pengelolaan sampah berkelanjutan, penerapan teknologi dalam bentuk pembuatan mainan kunci dari tutup botol plastik, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan PKM ini tampak dari hasil pre-test dan post-test dalam bentuk permainan kesadaran pemilahan sampah yang menunjukkan rata-rata perubahan kesadaran pengelolaan sampah berkelanjutan dalam bentuk pengetahuan sebesar 15%. Selain itu pendampingan juga berhasil menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah dalam bentuk keterampilan pembuatan olahan sampah anorganik bernilai ekonomi sebanyak 6 produk kreatif daur ulang. Kegiatan PKM ini berhasil membuktikan bahwa pendampingan dalam bentuk pemberian edukasi dan pemberian keterampilan secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan mendorong tindakan nyata siswa dalam mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi yang merupakan langkah kunci menuju ekonomi sirkular

    EVALUASI JUMLAH DAN BIAYA OPERASIONAL ALAT BERAT PADA PROYEK REVITASLISASI SUNGAI (Studi Kasus Proyek CWP – 3DJK Wulan River Improvement Works Package III, BBWS Pemali–Juana, Kabupaten Demak–Kudus–Jepara, Jawa Tengah)

    No full text
    This study evaluates the quantity and operational costs of heavy equipment in the Wulan River Revitalization Project (CWP–3DJK) across Demak, Kudus, and Jepara, aiming to identify factors hindering efficiency and performance. Using a mixed–methods case study (quantitative analysis, field observations, interviews, and document reviews), results show Excavator productivity dropped 14.3% from theoretical standards (12.67 m³/hour vs. 14.57 m³/hour), mainly due to 22% non–technical downtime from heavy rainfall, excessive sedimentation, and social conflicts. Operational costs exceeded the budget by 12.5% (Rp. 14.8 billion), driven by fuel (42%) and emergency maintenance on muddy terrain. Equipment imbalance (4 Excavators vs. 11 dump trucks) caused loading queues, reducing dump truck efficiency by 18%. Constraints included technical (sedimentation), environmental (rainfall), and social (protests), with social factors contributing 18% downtime—often overlooked in past studies. Recommendations include swamp–type excavators, 10–15% contingency funds in the Budget Plan (QS), and community dialogue forums to reduce conflicts. Practical benefits include improved budget efficiency (<5% deviation), reduced social downtime, and IoT–based real–time monitoring. Findings emphasize the need for an integrated approach combining technical, environmental, and community participation to ensure sustainable infrastructure project success in Indonesia. Keywords: Heavy Equipment; Operational Costs; River Revitalization; Productivity; Project Management.Penelitian ini mengevaluasi jumlah dan biaya operasional alat berat pada Proyek Revitalisasi Sungai Wulan (CWP–3DJK) di Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara, Jawa Tengah, untuk mengidentifikasi efisiensi penggunaan sumber daya dan faktor penghambat kinerja. Metode penelitian menggabungkan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus, melibatkan observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta analisis dokumen proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas ekskavator turun 14,3% dari standar teoretis (12,6736 m³/jam vs. 14.57464 m³/jam) akibat downtime non-teknis (22%) seperti hujan deras, sedimentasi berlebih, dan konflik sosial. Biaya operasional alat berat melampaui anggaran sebesar 12,5% (Rp 14,8 miliar), didominasi oleh biaya bahan bakar (42%) dan perawatan darurat akibat medan berlumpur. Ketidakseimbangan jumlah alat (4 ekskavator vs. 11 Dump Truck) menyebabkan antrean pengisian material, mengurangi efisiensi Dump Truck hingga 18%. Faktor penghambat utama meliputi kondisi teknis (sedimentasi ekstrem), lingkungan (curah hujan tinggi), dan sosial (protes masyarakat). Penelitian ini mengungkap kontribusi signifikan faktor sosial terhadap downtime alat (18%), aspek yang sering terabaikan dalam studi sebelumnya. Rekomendasi mencakup penggunaan alat khusus (ekskavator tipe swamp), integrasi dana kontinjensi (10-15%) dalam RAB, serta forum komunikasi masyarakat untuk mitigasi konflik. Implikasi praktisnya adalah peningkatan efisiensi anggaran (deviasi <5%), pengurangan downtime sosial, dan pemanfaatan teknologi IoT untuk pemantauan real-time. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam manajemen alat berat, menggabungkan aspek teknis, lingkungan, dan partisipasi masyarakat, sebagai kunci keberhasilan proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia

    KERAGAMAN ARTHROPODA MUSUH ALAMI PADA FASE VEGETATIF VARIETAS PADI PERSILANGAN DAN MUTAN: Arthropoda musuh alami, Keragaman, Varietas padi, Vegetatif

    No full text
    Increasing rice productivity requires not only the utilization of high-yielding varieties, but also ecologically friendly insect control. The use of natural enemy arthropods as biological control agents is critical for long-term pest suppression. The purpose of this study was to identify the types of natural enemy arthropods and examine the diversity (H'), evenness (E), and dominance (D) indices of many rice varieties during the vegetative phase, including hybrid varieties (Mantap, INPARI 32, and IPB 3S) and mutant varieties (Srinuk and Gamagora 7). This research was conducted using an exploratory method at the Agricultural Training Center of Central Java Province from January to March 2025. Data collection was carried out using sweep nets and direct observations at 2, 4, 6, and 8 weeks after transplanting (WAT), followed by arthropod identification at the Laboratory of Universitas Tidar. The results showed the presence of nine species of predatory arthropods, namely Paederus fuscipes, Menochilus sexmaculatus, Conocephalus longipennis, Orthetrum sabina, Agriocnemis femina, Cyrtorhinus lividipennis, Solenopsis geminata, Tetragnatha javana, and Oxyopes javanus.  Diversity, evenness, and dominance indices differed between rice types, with mutant variants generally having greater diversity values. The diversity of natural enemy arthropods suggests that they may play an important role in implementing more effective and environmentally friendly Integrated Pest Management strategies. Keywords: Diversity, Natural enemy arthropods, Rice varieties, Vegetative phasePeningkatan produktivitas padi tidak hanya bergantung pada penggunaan varietas unggul, tetapi juga pengelolaan hama yang ramah lingkungan. Penggunaan arthropoda musuh alami sebagai agens hayati penting dalam menekan populasi hama secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis arthropoda musuh alami dan menganalisis indeks keragaman, kemerataan, dan dominansi pada fase vegetatif beberapa varietas padi persilangan (Mantap, INPARI 32, dan IPB 3S) dan mutan (Srinuk dan Gamagora 7). Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi di lahan Balai Pelatihan Pertanian Provinsi Jawa Tengah pada Januari–Maret 2025. Pengambilan data dilakukan menggunakan jaring ayun dan pengamatan langsung pada 2, 4, 6 dan 8 minggu setelah tanam (MST), kemudian arthropoda diidentifikasi di Laboratorium Universitas Tidar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 spesies arthropoda predator yaitu Paederus fuscipes, Menochilus sexmaculatus, Conocephalus longipennis, Orthetrum sabina, Agriocnemis femina, Cyrtorhinus lividipennis, Solenopsis geminata, Tetragnatha javana dan Oxyopes javanus. Indeks keragaman (H'), kemerataan (E), dan dominansi (D) bervariasi antar varietas, dengan varietas mutan umumnya menunjukkan nilai keragaman yang lebih tinggi. Keberagaman arthropoda musuh alami menunjukkan potensi kontribusi besar dalam penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Kata kunci: Arthropoda musuh alami, Keragaman, Varietas padi, Vegetati

    3,113

    full texts

    3,345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Islam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇