Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
Peningkatan kreativitas dan jiwa wirausaha mahasiswa melalui pelatihan lip balm
Dalam era disrupsi Revolusi Industri 4.0 menuju era Society 5.0, kreativitas dan semangat kewirausahaan menjadi kompetensi esensial bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedua aspek tersebut melalui pelatihan pembuatan lip balm berbasis bahan alami bagi anggota Keluarga Mahasiswa Sumatera Selatan (KEMASS). Pelatihan dilaksanakan dalam satu sesi intensif yang mencakup pemberian teori, demonstrasi pembuatan, praktik langsung, dan diskusi kelompok. Evaluasi pelatihan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berbasis skala Likert, yang mengukur pengetahuan, keterampilan teknis, dan minat berwirausaha. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata peserta dari 64 menjadi 76, atau setara dengan peningkatan sebesar 17,42%. Selain itu, peserta menunjukkan partisipasi aktif dan minat tinggi dalam mengembangkan produk kosmetik alami sebagai peluang usaha. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta, baik dalam aspek kognitif maupun motivasi kewirausahaan, serta relevan untuk diterapkan sebagai program pemberdayaan mahasiswa berbasis ekonomi kreatif
Penguatan pembelajaran nilai-nilai Islam melalui desain instruksional model Briggs pada mata kuliah kepesantrenan
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata kuliah Kepesantrenan melalui pendampingan implementasi Model Briggs sebagai desain instruksional berbasis nilai. Kegiatan ini melibatkan dosen pengampu dan mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan sebagai mitra utama. Program dirancang dalam bentuk pelatihan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pengembangan media ajar digital, serta fasilitasi evaluasi non-tes berbasis proyek yang dilakukan secara partisipatif. Pelaksanaan dilakukan dalam satu pertemuan tatap muka berdurasi 100 menit, dengan aktivitas seperti diskusi tematik, pembuatan video reflektif, dan presentasi kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 76% mahasiswa menunjukkan peningkatan dalam sikap tanggung jawab, kerja sama, dan etika berbicara yang dikategorikan baik dan sangat baik. Sebelum program, sebagian besar mahasiswa menunjukkan partisipasi pasif, namun setelah implementasi, keterlibatan kognitif dan afektif meningkat signifikan. Dosen pengampu juga menunjukkan minat untuk melanjutkan model ini dalam sesi perkuliahan selanjutnya. Program ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai pesantren sekaligus memperkuat praktik pembelajaran aktif. Kegiatan ini direkomendasikan untuk direplikasi dalam mata kuliah berbasis nilai lainnya, dengan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan desain instruksional bagi dosen. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi model penguatan karakter Islami mahasiswa di perguruan tinggi berbasis pesantren
DURABILITAS KOLOM BETON TULANGAN BAMBU TERHADAP PENGARUH SUHU TINGGI
Reinforced concrete plays a crucial role in structural systems by providing strength and stability to buildings. Recent advancements in construction technology have introduced bamboo as an alternative reinforcement material to steel, due to its relatively high tensile strength (up to 253 MPa). However, bamboo's high cellulose content increases its vulnerability to fire. During building fires, structural elements may be exposed to temperatures between 800–1000°C for up to one hour. This study aims to investigate the effect of elevated temperatures on the axial load capacity and strain behavior of bamboo-reinforced concrete columns. Two reinforcement types were tested: (1) intact round bamboo with spiral steel stirrups, and (2) slatted bamboo with rectangular steel stirrups. All specimens were made using 25 MPa concrete with dimensions of 15×15×60 cm, and were exposed to 800°C for one hour before testing. Results showed that the round bamboo column with spiral stirrups sustained a maximum axial load of 247.6 kN (4.67% lower than analytical predictions and 59.83% lower than pre-fire values). The slatted bamboo column with rectangular stirrups held 233.2 kN (4.18% lower analytically and 61.78% lower than pre-fire values). Axial and lateral strain values varied slightly between specimens. This research highlights the structural viability of bamboo reinforcement under high-temperature exposure.
Keywords: High Temperature Effect; Concrete Column; Bamboo Reinforced Concrete.Beton bertulang adalah elemen struktural yang sangat penting dalam sebuah bangunan karena berfungsi sebagai penopang kekuatan keseluruhan bangunan. Seiring dengan kemajuan teknologi konstruksi, bambu kini dapat dijadikan alternatif tulangan untuk beton selain baja. Bambu memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah kekuatannya yang cukup tinggi, dengan kekuatan tarik mencapai 253 MPa, setara dengan baja. Namun, bambu memiliki kandungan selulosa yang tinggi, menjadikannya material yang lebih mudah terbakar dibandingkan baja. Ketika terjadi kebakaran pada bangunan, suhu yang diterima dapat mencapai 800 hingga 1000°C dengan durasi sekitar satu jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis dampak suhu tinggi terhadap kapasitas beban aksial dan regangan pada kolom beton bertulang bambu. Penelitian ini akan dilakukan dengan eksperimen yang menggunakan dua jenis penulangan berbeda pada kolom beton bertulangan bambu. Jenis pertama menggunakan tulangan utama bambu bulat utuh dengan sengkang baja berbentuk spiral, sementara jenis kedua menggunakan tulangan bambu yang telah dibilah dengan sengkang baja berbentuk segi empat. Mutu beton yang direncanakan adalah 25 MPa. Proses eksperimen akan melibatkan pembakaran benda uji pada suhu 800°C selama satu jam. Benda uji yang digunakan adalah kolom beton bertulang dengan dimensi 15x15x60 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban aksial maksimum yang terjadi pada kolom beton akibat pengaruh suhu tinggi bertulangan bambu bulat dengan tulangan sengkang baja berbentuk melingkar atau spiral adalah 247,6 kN, nilai tersebut lebih rendah 4,67% dari perhitungan analitisnya dan lebih rendah 59,83% dibanding dengan beban aksial maksimum sebelum terpengaruh suhu tinggi. Regangan yang terjadi arah aksial sebesar -0,02525 μ, dan nilai regangan arah lateral sebesar 0,00788 μ. Sedangkan nilai beban aksial maksimum yang terjadi pada kolom beton akibat pengaruh suhu tinggi bertulangan bambu bilah dengan tulangan sengkang baja berbentuk segi empat adalah 233,2 kN, nilai tersebut lebih rendah 4,18 % dari perhitungan analitisnya dan lebih rendah 61,78% dibanding dengan beban aksial maksimum sebelum terpengaruh suhu tinggi. Regangan yang terjadi pada arah aksial sebesar -0,01998 μ, dan nilai regangan arah lateral sebesar 0,00905 μ
Konstitusionalitas Kebijakan Asuransi Kesehatan Menteri Pensiunan Berdasarkan Keadilan Sosial dan Akuntabilitas Keuangan Negara
The health insurance policy for retired ministers as stipulated in Presidential Regulation No. 121/2024 has sparked controversy regarding fairness and its implications for state financial accountability. This study aims to analyze the suitability of this policy with the principles of social justice and state financial accountability in public budget management. The method used is normative juridical through statutory, conceptual and case-based approaches based on the general principles of good governance, especially the principles of justice, propriety, and public budget efficiency. The results show that this policy has the potential to create social injustice because it provides special facilities to political elites without objectively considering their economic conditions. In addition, this policy risks burdening the state budget disproportionately and disrupting essential public sector budget allocations. It is concluded that the policy has the potential to be tested through judicial review because it contradicts the principles of good state financial governance.Kebijakan jaminan kesehatan bagi purnatugas menteri sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 121 Tahun 2024 menimbulkan polemik terkait keadilan dan implikasinya terhadap akuntabilitas keuangan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kebijakan tersebut dengan prinsip keadilan sosial dan akuntabilitas keuangan negara dalam pengelolaan anggaran publik. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, serta kasus berdasarkan pada asas-asas umum pemerintahan yang baik (AUPB), terutama asas keadilan, kepatutan, dan efisiensi anggaran publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini berpotensi menciptakan ketidakadilan sosial karena memberikan fasilitas istimewa kepada elite politik tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi mereka secara objektif. Selain itu, kebijakan ini berisiko membebani APBN secara tidak proporsional dan mengganggu alokasi anggaran sektor publik esensial. Disimpulkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi diuji melalui judicial review karena bertentangan dengan prinsip tata kelola keuangan negara yang baik
Program pengembangan coaching bisnis untuk meningkatkan kemampuan dan dampak mentor dalam komunitas bisnis
Komunitas wirausaha merupakan wadah bagi para wirausaha untuk meningkatkan awareness, capability maupun kinerja mereka. Salah satu komunitas tersebut adalah TDA Wilayah Jaksel yang merupakan bagian dari Komunitas TDA (Tangan Di Atas). Program unggulan yang mereka miliki adalah program Kelompok Mentoring Bersama (KMB) untuk meningkatkan kapabilitas anggotanya. Saat ini KMB menghadapi permasalahan berupa kurangnya jumlah dan kemampuan mentor yang terlibat dalam program KMB tersebut. Dengan sedikitnya jumlah mentor yang ada akibatnya program tidak berjalan dan tujuan program tidak bisa dicapai. Tim pemberdayaan masyarakat menggulirkan Program Mastering Business Coaching yaitu pelatihan Coaching sekaligus praktek langsung sebagai respon solusi dengan metode Community Development. Tujuh orang mentor ataupun calon mentor dilibatkan dalam program 3 sesi pelatihan (sesi metode Coaching, manajemen Coaching dan praktek Coaching). Diberikan pula 1 bulan out out class Coaching mandiri sebagai sarana praktek peserta yang di monitor melalui WA Group. Capaian pada akhir program diperoleh peningkatan pengetahuan peserta hingga 250% skor yang diperoleh dari hasil pre dan post test. Peningkatan impact pada internal faktor (kemampuan, kepercayaan diri dan motivasi) peserta hingga 150% dari skor semula. Sementara untuk kepuasan peserta sebesar 5/5 diperoleh dari kuisioner diakhir program. Sebagai pilot project program ini telah memenuhi target luarannya dan akan dilanjutkan secara bertahap setiap tahunnya guna memenuhi kebutuhan mentor pada komunitas. Para mentor hasil pelatihan dilibatkan sebagai mentor di KMB untuk memberi dampak pada peningkatan kinerja UMKM komunitas TDA Jaksel
Flex, adapt, and engage: A new framework for EFL teaching success
Although the Independent Curriculum of Indonesia promotes self-directed learning and encourages the active involvement of learners, minimal student participation continues to be a persistent challenge. Prior research has reductively viewed student engagement as simply attendance, and few have looked at how teachers fill this gap within the flexible structure of the curriculum. This qualitative case study tries to fill this gap by looking at one East Java English teacher's experiences through narrative interviews. Findings illuminate her multifaceted strategies such as energizing students and encouraging the use of English, adapting lessons in real-time, and implementing a multitude of methods. Persistent challenges included high rates of absenteeism and a general reluctance to converse in English. These indicate a greater need for tailored approaches and ongoing, differentiated instructional support from teachers to meet the aims of the curriculum. Due to the analysis consisting of only one single participant, the findings may not be generalizable; however, the results provide direct insight for educators regarding changes to instructional strategies as well as for policy makers in developing policies grounded on research. Subsequent inquiries should increase participant numbers and integrate other forms of documentation to build evidentiary strength. Such efforts can inform responsive approaches to foster language acquisition in Indonesia and comparable settings
INTEGRASI NILAI-NILAI ASWAJA AN-NAHDLIYAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DI ERA DIGITAL: Strategi Membangun Moderasi Beragama Dan Literasi Digital di Indonesia
Era digital membawa perubahan besar dalam pendidikan, interaksi sosial, dan pemahaman keagamaan, termasuk dalam pendidikan Islam. Nilai Aswaja an-Nahdliyah seperti tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai Aswaja dalam memperkuat pendidikan Islam multikultural di era digital serta mengidentifikasi strategi moderasi beragama melalui pemanfaatan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka terhadap literatur akademik, dokumen keislaman Aswaja, dan praktik pendidikan multikultural di lingkungan Nahdlatul Ulama. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, jika digunakan secara etis dan kontekstual, dapat menjadi media strategis dalam menyebarkan nilai-nilai moderat Aswaja. Media sosial, e-learning, dan video pembelajaran dapat digunakan untuk membina karakter Islami yang terbuka terhadap keberagaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Aswaja dalam pendidikan Islam multikultural sangat penting untuk menghadapi tantangan era digital, terutama dalam menangkal radikalisme dan memperkuat identitas Islam Nusantara yang damai dan rahmatan lil alamin
Penyusunan media pembelajaran digital menggunakan bahasa pemrograman R-Shiny 4.3.3 pada jenjang sekolah menengah atas
Penerapan Kurikulum Merdeka pada jenjang SMA berorientasi pada pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Namun, fakta yang terjadi menunjukan bahwa penerapan belum berjalan optimal karena keterbatasan perangkat dan kurangnya penguasaan teknologi oleh guru dan murid. Hal tersebut berdampak pada proses transfer materi yang terhambat, hasil belajar yang belum sesuai target sekolah, serta siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi yang diberikan. Untuk mengatasinya, akan disusun aplikasi pembelajaran digital berbasis Graphical User Interface (GUI). Aplikasi disusun menggunakan bahasa pemrograman R-Shiny 4.3.3 dan terdiri dari dua struktur utama yaitu ui.io dan server.io. Ui.io berisi perintah mengatur tampilan aplikasi dan dijalankan melalui perintah dashboardHeader, dashboardSidebar dan tabsetPanel. Server.io berisi perintah komputasi untuk memperoleh hasil akhir. Perintah yang digunakan meliputi output$contents, renderDataTable, renderPrint, dan renderPlot. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keahlian kepada guru untuk menciptakan aplikasi pembelajaran digital yang dapat diterapkan pada proses pembelajaran. Melalui uji mean sampel berpasangan, pada tingkat kepercayaan α = 5% diperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam hal kemampuan guru dalam menyusun media pembelajaran. Rata-rata kemampuan guru sebelum mengikuti pelatihan adalah 1,21 dan setelah pelatihan adalah 8,34. Luaran utama yang diperoleh adalah aplikasi pembelajaran untuk mata kuliah Matematika, Fisika, Kimia, dan Ekonomi
Penerapan prinsip education for sustainable development dalam pembentukan perilaku berkelanjutan siswa
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak usia dini melalui pendekatan Education for Sustainable Development (ESD). Sekolah dasar menjadi titik strategis dalam membentuk perilaku ramah lingkungan (green behaviour) yang berkelanjutan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa serta kapasitas guru dalam mengintegrasikan konsep ESD ke dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup tahapan persiapan, pelatihan, evaluasi, dan tindak lanjut. Kegiatan dilaksanakan melalui sesi pelatihan partisipatif yang melibatkan guru dan siswa SDN Gembongan 2, dengan materi berupa modul ESD, lembar kerja lingkungan, simulasi praktik green behaviour, serta pembentukan program sekolah peduli lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap konsep lingkungan dan praktik keberlanjutan, serta peningkatan kapasitas guru sebagai fasilitator ESD. Evaluasi menunjukkan bahwa 92% peserta mengalami peningkatan pemahaman, 90% siap menerapkan kebiasaan ramah lingkungan, dan 87% menyatakan puas terhadap metode pelatihan. Komitmen sekolah untuk menjadi Sekolah Peduli Lingkungan juga mulai terbentuk melalui program lanjutan seperti pembentukan tim “Sahabat Lingkungan” dan penyediaan fasilitas pendukung edukasi lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan berbasis ESD dapat diterapkan secara efektif di sekolah dasar melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif
Integrasi nilai-nilai kearifan lokal melalui pendidikan karakter sebagai upaya pencegahan dekadensi moral
Fenomena menurunnya kepedulian sosial, melemahnya semangat kolaborasi, serta meningkatnya pengaruh negatif media digital yang tidak sejalan dengan norma budaya lokal menjadi tantangan serius di Desa Malapari. Permasalahan ini terutama disebabkan belum terintegrasinya nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan formal maupun nonformal. Program pengabdian ini bertujuan mengintegrasikan kearifan lokal dalam pendidikan karakter guna meningkatkan kapasitas guru, tokoh adat, dan pemuda sekaligus memperkuat ekosistem gotong royong sebagai strategi preventif terhadap dekadensi moral generasi muda. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas guru, tokoh adat, perangkat desa, pemuda, dan orang tua. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi partisipatif untuk menilai keterlibatan dan perubahan perilaku sosial peserta dalam konteks pembelajaran berbasis budaya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa integrasi nilai kearifan lokal mampu meningkatkan pemahaman guru hingga 27%, memperkuat kesadaran kolektif masyarakat, serta mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam menghasilkan konten digital kreatif berbasis budaya. Kebaruan dari program ini terletak pada pola kolaborasi lintas elemen masyarakat yang berhasil menghadirkan model implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal secara aplikatif dan berpotensi direplikasi di wilayah lain. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis atas lemahnya internalisasi nilai budaya pada remaja, tetapi juga menawarkan kontribusi ilmiah yang relevan dalam penguatan pendidikan karakter di tengah tantangan globalisasi dan arus media digital