Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
Membangun kesadaran moderasi beragama: Pembinaan keagamaan di pondok pesantren wilayah perbatasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai aspek terkait kesadaran moderasi beragama, dengan fokus pada pembinaan keagamaan santri di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi terhadap pembaruan pendidikan Islam yang mencerminkan nilai-nilai moderasi beragama dan menjadikan lembaga ini sebagai model dalam membentuk karakter santri yang inklusif, toleran, dan penuh kasih. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif santri dalam setiap tahap penelitian, dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil. Metode yang diterapkan melibatkan observasi, wawancara, perencanaan tindakan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan 15 pertanyaan free test dan post test yang diisi oleh 20 santri. Analisis data menggunakan software JASP dengan uji normalitas dan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman santri tentang moderasi beragama setelah pembinaan keagamaan. Rata-rata nilai pre-test adalah 55.9, sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 80.9, dengan perbedaan yang signifikan (p < 0.001). Pembinaan yang dilaksanakan mencakup pemahaman tentang moderasi beragama, serta mempererat hubungan antara Pondok Pesantren Miftahul Hidayah dan IAIN Pontianak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan santri sebagai agen perubahan yang mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kerukunan dalam masyarakat. Tantangan dalam penerapan nilai-nilai moderasi beragama mencakup penyesuaian pendekatan pembelajaran dan konsistensi penerapan nilai tersebut dalam lingkungan pesantren. Meskipun tantangan ada, upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan memperkuat karakter santri dalam menghadapi keberagaman budaya dan agama di daerah perbatasan
Penguatan motivasi kewirausahaan untuk mencapai personal goal setting bagi gen Z
Pada tahun 2030 Indonesia mendapatkan bonus demografi sebesar 64% yaitu titik dimana mayoritas masyarakat diisi oleh orang-orang produktif, mereka yang memiliki rentang usia 15-64 tahun. Generasi Z ini akan menjadi harapan Indonesia dalam mencapai kemakmuran bangsa. Hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak baik negara, institusi Pendidikan maupun guru dan dosen mempersiapkan generasi Z tersebut menjadi generasi yang memiliki masa depan cemerlang, memiliki tanggung jawab, disiplin, mandiri, jujur, kerjasama, berani/percaya diri, dan menghargai prestasi. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memberikan “Penguatan motivasi Kewirausahaan bagi gen Z yaitu sebuah Upaya mendorong siswa untuk dapat mewujudkan Personal Goal Setting. Metode yang digunakan untuk mendapatkan respon siswa dalam merencanakan masa depan setiap siswa yang berorientasi wirausaha melalui metode “Mentimeter” dimana siswa diminta mengisi sejumlah pertanyaan diawal maupun diakhir sesi presentasi. Penguatan motivasi untuk berwirausaha sebagai sebuah solusi kegiatan bagi siswa yang belum memiliki kesempatan melanjutkan studi Perguruan Tinggi. Kegiatan sharing session ini diharapkan mampu menjadi memberikan pengalaman dan motivasi bagi siswa untuk mau memulai berwirausaha. Hasil skor menti meter sebelum presentasi menunjukkan 66,7% siswa menyatakan ingin berwirausaha dan hasil skor mentimeter setelah presentasi menunjukkan bahwa 85,7% siswa menyatakan ingin mencoba berwirausaha. Melalui PKM ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi siswa sehingga diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam membangun minat berwirausaha sebagai sebuah solusi apabila tidak memiliki kesempatan melanjutkan kuliah. Diharapkan adanya sinyal pertumbuhan wirausaha muda yang sukses sebagai pendorong daya saing bangsa meningkatkan kemakmuran sehingga tercapai Indonesia emas di tahun 2045
PRICE BEHAVIOR AND FORECASTING PRODUCER PRICES OF SHALLOTS IN THE SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA
Shallots represent a significant component of Indonesia's vegetable crop production. They are widely consumed across the country, leading to an annual increase in demand. However, shallot production tends to remain stable or even decline, resulting in supply and price instability. In the Special Region of Yogyakarta, shallots are a prominent horticultural commodity with substantial production. Producer prices for shallots in this region exhibit fluctuations, particularly at the producer level compared to wholesale or consumer prices. Forecasting producer-level shallot prices utilizes the ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) method, chosen for its accuracy in short-term time series prediction. Data sourced from the Strategic Food Price Information Center (PIHPS) via the hargapangan.id platform includes consumer prices and spans from January 2019 to May 2024. The analysis reveals that producer prices in the Special Region of Yogyakarta are influenced by previous month price increases, with the optimal ARIMA model identified as ARIMA (1,0,0) with the equation D(Y) = 21885.24 + 0.569977AR(1), as determined by the study findings.Keywords: ARIMA, Forecasting, Producer Prices, Shallot
PENGARUH BAHASA HOKKIEN DALAM DIALEK BETAWI DAN PENGGUNAANNYA SEBAGAI BAHASA GAUL DI KOMENTAR MEDIA APLIKASI TIKTOK
This article discusses the influence of Hokkien in the Betawi dialect and its use as slang in media comments on the TikTok application. This research aims to understand the role of the Hokkien language in forming the Betawi dialect and how its use has become a characteristic feature in TikTok comments. The research method used is content analysis of comments using Hokkien on TikTok. Research findings show that the use of Hokkien in the Betawi dialect on social media, especially TikTok, has an important role in strengthening cultural identity and enriching language expression in daily communication. This article provides new insight into the influence of Hokkien in the Betawi dialect and its use as slang in the TikTok application media.
DAMPAK PKG TERHADAP KINERJA GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MAN 1 PAMEKASAN
This research aims to find out the impact of teacher performance appraisal on teaching and learning activities at MAN 1 PAMEKASAN as well as the general problem formulation, namely the impact of teacher performance appraisal on teaching and learning activities at MAN 1 PAMEKASAN using qualitative descriptive research methods using interactive analysis mode. This research presents results based on observation guides and interviews which show the success of teachers in carrying out teaching and learning activities using appropriate methods and being able to guide students towards the school's vision and mission that has been created. Apart from that, this research also proves that teacher performance assessment can have a positive impact. significant impact on student learning outcomes because teachers will receive evaluation and motivation to develop effective learning methods in the classroom
COMPARATIVE STUDY OF EGRESS TIME ON BRAWIJAYA STADIUM AND GOR JAYABAYA KEDIRI
Egress time in stadiums and sports buildings is one of the important things to consider in providing safety and tranquility for the audience in the building. The purpose of accessibility systems and adequate evacuation circulation planning in sports buildings is to provide evacuation routes that are easily accessible to spectators and minimize crowds and accumulation of people at the exit. This study aims to determine the most effective evacuation time at the Brawijaya Stadium and GOR Jayabaya in Kediri and the difference in the evacuation of spectators in a fire situation in open and closed buildings. This research uses simulation experimental research methods using Pathfinder and Pyrosim applications to find the most effective evacuation time in each building. The final results show that the addition of a radial gangway, the addition of exit doors, and the improvement of circulation flow effectively reduce the length of evacuation time in both buildings. At the Brawijaya Stadium, the evacuation time was 6 minutes and 59 seconds. GOR Jayabaya requires an evacuation time of 6 minutes and 56 seconds. In addition, there are differences in the distribution of smoke and fire in open and closed buildings.
Keywords: Egress Time; Evacuation Time; Evacuation Circulation
Evaluasi Jaringan Pipa Distribusi Perumda Air Minum Tirta Agung Pada Sistem Tuk Ngasinan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung
Simulation results using the EPANET 2.0 program indicate that in the year 2023, the large average demand flow is 30.47 liter/sec, and in the year 2038, it increases to 49.44 liter/sec, while the existing flow is only 25 liter/sec. Therefore, Tuk Ngasinan requires an additional flow. The existing hydraulic conditions in the Tuk Ngasinan network system still have many areas that do not meet the criteria. Some criteria analyzed include residual pressure, velocity, and unit head loss. During peak hours, there are still several service blocks with residual pressure below the criteria. Meanwhile, during minimal usage hours, many service blocks have pressures above the criteria. The water flow velocity in the pipes also falls below the minimum criteria for many pipes. Additionally, there are still many pipes with unit head loss above the criteria, causing significant energy loss in pipe flow.
Keywords: Clean Water; Evaluation; Pipe Network; Residual Pressure; EPANET.Hasil simulasi menggunakan program EPANET 2.0 menunjukkan pada tahun 2023 besar debit kebutuhan rata-rata yaitu sebesar 30,47 L/det, dan pada tahun 2038 sebesar 49,44 L/det, sedangkan debit eksisting yang ada sekarang hanya 25 L/det. Sehingga Tuk Ngasinan butuh penambahan debit. Kondisi hidrolis eksisting pada sistem jaringan Tuk Ngasinan masih banyak yang tidak sesuai kriteria. Beberapa jenis kriteria yang dianalisa adalah sisa tekan, kecepatan, dan unit headloss. Pada jam puncak masih ada beberapa blok pelayanan yang sisa tekannya dibawah kriteria. Sedangkan pada jam pemakaian minimal masih banyak blok pelayanan yang tekanannya diatas kriteria. Untuk kecepatan aliran air pada pipa juga masih banyak pipa yang dibawah kriteria minimal. Sedangkan untuk unit headloss juga masih banyak pipa yang mempunyai headloss diatas kriteria yang menyebabkan kehilangan energi cukup besar pada pengaliran pipa
FA’ALIYATU AN NASYATHOTI AL LUGHOWIYATI KULLA SHOBAHI FI TARQIYATI MAHAROTI AL KALAMI: Efektifitas Aktifitas Berbahasa Pagi dalam Meningkatkan Kemampuan Maharah Kalam
ABSTRAK
Keterampilan berbicara dianggap sebagai bagian utama dari kurikulum pengajaran bahasa asing. Ini adalah keterampilan produktif yang mengharuskan pelajar untuk dapat menggunakan suara secara akurat, dan menguasai bentuk tata bahasa dan sistem pengurutan kata yang membantunya mengungkapkan apa yang ingin ia katakan dalam situasi percakapan. Sayangnya, siswa yang tidak berbahasa Arab merasa kesulitan dalam berbicara dan memahami teks, terutama dalam pengucapan huruf yang benar. Permasalahan lain yang peneliti temukan adalah metode pengajaran yang digunakan guru membosankan sehingga membuat siswa merasa bosan dalam belajar. Penelitian ini berfokus pada kegiatan linguistik untuk meningkatkan keterampilan berbicara santri pondok pesantren Al-Huda dan mengetahui efektifitas kegiatan berbahasa di pondok pesantren Al-Huda Bawyan.
Metode penelitian eksperimen ini menggunakan pre-and post-test untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas seluruh aktivitas linguistik dalam meningkatkan keterampilan berbicara santri pondok pesantren Al-Huda Bawyan Jawa Timur adalah efektif. Kegiatan linguistik setiap pagi membuat siswa merasa bersemangat dan mudah dalam meningkatkan keterampilan berbicara serta kemudahan dalam menerapkan tuturan.
Kata Kunci: Aktivitas Linguistik, Keterampilan Berbicaraاللغة العربية أهم لغة في العالم التي يحرص الناس على تعلمها ولا سيما الأمة الإسلامية حيث يتعلمون هذه اللغة كلغة دينهم. وعلى المسلم أن تكون همته في إتقانها، وإلا سيواجه بأنواع من المشكلات في فهم القرآن الكريم والأحاديث النبوية وكتب العلماء الكبار الذين كانوا يكتبون كتبهم باللغة العربية.[1]
مهارة الكلام من إحدى المهارات اللغوية الأربع، تعتبر مهارة الكلام جزءا رئيسيا في منهج تعليم اللغة الأجنبية. إذ أنها مهارة انتاجية تتطلب من المتعلم القدرة على استخدام الأصوات بدقة، والتمكن من الصيغ النحوية ونظام ترتيب الكلمات التي تساعده على التعبير عما يريد أن يقوله في مواقف الحديث. مهارة الكلام من المهارات اللغوية الأساسية، وليست مهارة الكلام فرعا لغويا معزولا عن باقى فروع اللغة العربية، بل هو الغاية من دراسة كل فروع اللغة العربية للأجانب. يختلف تعليم مهارة الكلام للناطقين باللغة العربية والناطقين بغير اللغة العربية. ويشمل الاختلاف في أهداف التعليم، توجيهات التعليم، طرق وأساليب التعليم، والاختبارات.
 
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Pada Media Terkontaminasi Logam Berat Tembaga (Cu)
Heavy metal waste (Cu) is a current environmental problem. The phytoremediation method utilizes plants with a high capacity for metal accumulation to reduce concentrations of heavy metals in soil by planting heavy metal-binding plants. Pakcoy (Brassica rapa L.) as an indicator of economic viability is a cultivar that is resistant to Cu metal stress. The objective of this study is to determine the effect of heavy metal copper (Cu) on the growth and yield of pakcoy (Brassica rapa L.) as a hyperaccumulator. Then to determine the distribution of metal (Cu) in pakcoy (Brassica rapa L.) plant organs. The research was conducted experimentally using a simple Randomized Block Design. The treatments in this study involve different dosages of copper (Cu),consisting of D0= 0 mg, D1= 500 mg, D2= 625 mg, and D3= 750 mg of soil. The data obtained were analyzed using variance (F-test) and test with the least significant difference (LSD) test at the 5% level In the presence of a significant effect. The findings reveal that the level of heavy metal Cu inhibits root growth, branching, resulting in shorter plants, and decreased chlorophyll content. The higher the concentration of Cu, the lower the growth and chlorosis of plants due to metabolic disturbances. The highest accumulation of Cu metal in the roots occurred at concentrations with values of 625 mg and 750 mg. The accumulation of Cu was higher in the root tissue than in the leaf TF ranging from 0.11 to 0.17Heavy metal waste (Cu) is a current environmental problem. The phytoremediation method utilizes plants with a high capacity for metal accumulation to reduce concentrations of heavy metals in soil by planting heavy metal-binding plants. Pakcoy (Brassica rapa L.) as an indicator of economic viability is a cultivar that is resistant to Cu metal stress. The objective of this study is to determine the effect of heavy metal copper (Cu) on the growth and yield of pakcoy (Brassica rapa L.) as a hyperaccumulator. Then to determine the distribution of metal (Cu) in pakcoy (Brassica rapa L.) plant organs. The research was conducted experimentally using a simple Randomized Block Design. The treatments in this study involve different dosages of copper (Cu),consisting of D0= 0 mg, D1= 500 mg, D2= 625 mg, and D3= 750 mg of soil. The data obtained were analyzed using variance (F-test) and test with the least significant difference (LSD) test at the 5% level In the presence of a significant effect. The findings reveal that the level of heavy metal Cu inhibits root growth, branching, resulting in shorter plants, and decreased chlorophyll content. The higher the concentration of Cu, the lower the growth and chlorosis of plants due to metabolic disturbances. The highest accumulation of Cu metal in the roots occurred at concentrations with values of 625 mg and 750 mg. The accumulation of Cu was higher in the root tissue than in the leaf TF ranging from 0.11 to 0.1
STUDI PEMANFAATAN LIMBAH AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABE MERAH (Capsicum annuum L.)
Rice washing water waste is a natural growth regulator that contains the hormones auxin, gibberellins and cytokinins, is easy to obtain and has a function in encouraging plant growth and development. This research aims to determine the effect of rice washing water waste on the growth and production of red chili plants (Capsicum annuum L.). The research method used in this study was an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 6 treatments which were repeated 5 times, so that 30 (thirty) experimental units were obtained with concentrations: control 0 ml/l (A0), 50 ml/ 1 liter of water (A1), 70 ml/1 liter of water (A2), 90 ml/1 liter of water (A3), 110 ml/1 liter of water (A4) and 130 ml/1 liter of water (A5). The parameters observed were plant height (cm); number of leaves (strands); leaf width (cm); leaf length (cm) and number of fruits. From the research results, it was found that the provision of rice washing water on the growth and yield of red chili plants (Capsicum annum L.) generally had a significantly different effect on the growth and yield of red chili plants. On leaf length parameters, the provision of rice washing water did not have a significantly different effect. The best treatment was obtained at a concentration of 130 ml/liter which provided optimal results for each parameter.Limbah air cucian beras merupakan zat pengatur tumbuh alami yang mengandung hormon auksin, giberelin dan sitokinin, mudah diperoleh serta memiliki fungsi dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah air cucian beras terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabe merah (Capsicum annuum L.). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 30 (tiga puluh) satuan percobaan dengan konsentrasi : kontrol 0 ml/l (A0), 50 ml/1 liter air (A1), 70 ml/1 liter air (A2), 90 ml/1 liter air (A3), 110 ml/1 liter air (A4) dan 130 ml/1 liter air (A5). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm); jumlah daun (helai); lebar daun (cm); panjang daun (cm) dan jumlah buah. Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) secara umum memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Pada parameter panjang daun, pemberian air cucian beras tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 130 ml/liter dengan memberikan hasil optimal terhadap setiap parameter