Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
Prophetic rhetoric in the 2024 Indonesian election campaign on social media
This study explores the importance of prophetic rhetoric in communication, particularly during election campaigns where candidates aim to gain public support, especially through social media as a key platform. The objective is to describe the forms of prophetic rhetoric used in the 2024 indonesian election campaigns on social media. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected from election campaign-related statements posted between January 2024 to February 2024 on the YouTube accounts of Anies Baswedan, Prabowo Subianto, and Ganjar Pranowo. The data were gathered using a listening and note-taking technique and analyzed through content analysis. The findings reveal six forms of prophetic rhetoric in the 2024 indonesian election campaigns on social media: (1) logos, involving logical appeals through facts and data; (2) pathos, evoking audience emotions such as hope and pride; (3) ethos, emphasizing the speaker's moral character, such as responsibility and respect; (4) humanization, highlighting humanitarian values like tolerance and care; (5) liberation, focusing on societal freedom from oppression, poverty, and exclusion; and (6) transcendence, linking messages to spiritual values such as effort and relief. In conclusion, the use of prophetic rhetoric by the three candidates significantly influences public opinion. Its application in social media campaigns demonstrates its potential to help win elections. Political parties may consider adopting prophetic rhetoric to craft more persuasive and emotionally resonant messages in future campaigns
Addressing decent work gaps in the marine fishing sector: Lessons from ASEAN’s regional efforts
The marine fishing sector is an important source of food security, employment, and economic growth in Southeast Asia. Unfortunately, the rise in products demands has not been balanced by regulations and enforcements that protect the rights of migrant fishers. ASEAN has oftentimes viewed as an ineffective regional organization due to its adherence to non-interference principle and non-legally binding commitment. The absence of regional instruments that focus on the protection of fishers who work on foreign fishing vessels in international waters, has further exacerbated their poor working conditions. This article aims to contribute to Clive Archer’s discussion on the roles of intergovernmental organization as an arena, actor, and instrument. By showcasing the case of ASEAN’s efforts to protect migrant fishers, this article analyzes ASEAN’s ability to play these three crucial roles. This article shows that as an arena, ASEAN was able to provide a platform for member states to push the issue as a regional agenda and come up with a Declaration and operating Guidelines for the placement and protection of migrant fisher. As an instrument, ASEAN was able to garner member states’ commitment through the establishment of ALICOM, a sectoral body that focuses on labor inspection. Lastly, as an actor, ASEAN was able to gain the support of external partners, particularly through a joint program titled Addressing Labor Exploitation in Fishing in ASEAN (ALFA) funded by the United States Department of Labor
Kepemimpinan dan kewirausahaan: Membangun karakter positif, tanggung jawab, dan jiwa inovatif santri
Pesantren adalah salah satu institusi pendidikan yang berperan dalam membentuk generasi yang berkarakter, sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai Islami, memegang peran penting tidak hanya dalam mendidik aspek keagamaan, tetapi juga dalam menyiapkan santri menghadapi tantangan kehidupan sosial dan ekonomi di masa mendatang. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengintegrasikan nilai kepemimpinan Islami, seperti amanah, kejujuran, dan keadilan, dengan keterampilan kewirausahaan yang kreatif dan inovatif sehingga terwujud dalam karakter positif pada santri. Melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi praktik kewirausahaan, santri diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, menemukan ide-ide usaha, dan membangun proyek kecil yang bermanfaat bagi diri sendiri, lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar. Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah terciptanya santri-santri yang bukan hanya unggul dalam aspek spiritual, tetapi juga tangguh, mandiri, serta siap menjadi agen perubahan yang positif di berbagai bidang kehidupan. Implikasi dari kegiata ini para santri mampu memimpin kegiatan kecil seperti kegiatan sosial, mampu merancang ide usaha sederhana sehingga menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan keberanian untuk mengambil sebagai pemimpin dan pengusahan muda di masyarakat
Literasi finansial bagi masyarakat melalui kegiatan menabung
Pemahaman atau kemampuan akan mengelolaan keuangan terutama secara individu sangatlah masih kurang terutama dikalangan masyarakat di Pedasaan dengan pendidikan yang masih minim, terutama pengetahuan kesadaran dalam menabung. Tujuan PkM ini, yaitu untuk memberikan pengetahuan dalam hal mengelola keuangan melalui kegiatan menabung kepada masyarakat, melalui produk tabungan yang di tawarkan oleh Credit Union Keling Kumang seperti TAKAN, SISKA, SIMPAR dll, Selain itu juga sebagai bentuk komitmen Credit Union Keling Kumang dalam pemberdayaan masyarakat dalam mensejahterakan anggotanya. Rangkaian kegiatan dimulai dengan persiapan oleh TIM PkM yang berkoordinasi dengan pemangku kepentingan desa dengan menjadwalkan pelaksanaa kegiatan. Pelaksanaan penelitian ini di lakukan di desa tumbang manjul, yang terdiri dari kurang lebih 25 orang peserta CU Keling Kumang dengan metode pelaksanaan secara ceramah. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat ini setelah dilakukan penyampaian materi oleh Tim maka berdasarkan hasil posttest dan prestest, mengenai gambaran pemahaman peserta mengenai materi dapat di simpulkan berpengaruh signifikan, hal ini di dukung oleh perubahan perilaku peserta dalam mengelola keuangan tergambar dari jumlah anggota yang menabung semakin bertambah sesuai dengan kepentingan masing-masing, setelah dilakukan kegiatan pendidikan mengenai literasi pendidikan finansial ini. Evaluasi dilakukan oleh pihak CU Keling Kumang secara berkelanjutan
Inovasi pengolahan limbah sagu sebagai pakan ternak berbasis kandungan protein
Peternak Di Desa Aras Kabu, menghadapi kendala memperoleh pakan ternak karena harga yang sangat tinggi, sementara sumber daya lokal seperti limbah sagu belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan alternatif. Tujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat dalam mengolah limbah sagu menjadi pakan ternak alternatif, serta menganalisis protein dari formula pakan yang dihasilkan. Kegiatan berfokus pada pendekatan edukatif serta mengajarkan ketrampilan mengolah limbah menjadi pakan ternak. Metode pelatihan diberikan kepada 15 peternak itik di Desa Aras Kabu. Evaluasi dilakukan menggunakan uji statistik t-berpasangan (dependent t-test). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan (p = 0,000), serta perbedaan yang signifikan pada aspek sikap (p = 0,048). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada aspek tindakan (p = 0,055). Uji laboratorium terhadap tiga formula menunjukkan bahwa Formula II (campuran dedak, sagu, dan limbah ikan) memiliki kadar protein sebesar 14,5%, lebih tinggi dibandingkan Formula I (dedak dan sagu) sebesar 4,88%, dan mendekati kadar protein pakan komersial (Formula III) sebesar 18,1%. Hasil menunjukkan bahwa formula hasil olahan lokal memiliki potensi alternatif ekonomis dan bergizi untuk pakan ternak. Pendekatan berbasis edukasi dan pelatihan membantu peternak menghadapi kesulitan pakan dan menekan biaya produksi. Kegiatan ini perlu dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa dan lembaga kemasyarakat untuk mengembangkan program pelatihan lanjutan, penyediaan alat produksi sederhana, serta pembentukan kelompok usaha bersama guna memperkuat ketahanan pakan ternak berbasis lokal
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP IPAS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA POKATA SISWA KELAS V SD
This research aims to increase the understanding of science and science concepts for class V students through the problem based learning model assisted by POKATA media. POKATA media is an acronym for smart card posters that can be used to help implement science learning on changes that occur on Earth. The method used was classroom action research carried out at SD Negeri 3 Kalipucangkulon with 25 class V students as the subject, consisting of 13 male students and 12 female students. The research took place in 2 cycles with 2 meetings in each cycle, there were stages of planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques include observation, tests, interviews and documentation. Data analysis techniques include qualitative and quantitative data analysis. Indicators of understanding the IPAS concept are restating the concept, giving examples, classifying, concluding, comparing and explaining. The results of the research show that there is an increase in the ability to understand science and science concepts for fifth grade students at SD Negeri 3 Kalipucangkulon through the problem based learning model assisted by POKATA media. This can be seen in the number of students who completed cycle I as many as 12 students with a percentage of 48% and the number of students who completed cycle II as many as 20 students with a percentage of 80%. The application of the problem based learning model assisted by POKATA media can improve the ability to understand science and science concepts by achieving predetermined success indicators.Keywords: POKATA media, problem-based learning, understanding of IPAS conceptsPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPAS siswa kelas V melalui model problem based learning berbantuan media POKATA. Media POKATA adalah akronim dari poster kartu pintar yang dapat digunakan dalam membantu pelaksanaan pembelajaran IPAS materi perubahan yang terjadi pada Bumi. Metode yang digunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Kalipucangkulon dengan subjek siswa kelas V sebanyak 25 siswa terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Penelitian berlangsung sebanyak 2 siklus dengan 2 pertemuan setiap siklusnya terdapat tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa analisis data kualitatif dan kuantitatif. Indikator pemahaman konsep IPAS yaitu menyatakan ulang konsep, memberi contoh, mengklasifikasikan, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas V SD Negeri 3 Kalipucangkulon melalui model problem based learning berbantuan media POKATA. Hal tersebut terlihat pada jumlah siswa tuntas pada siklus I sebanyak 12 siswa dengan persentase 48% dan jumlah siswa tuntas pada siklus II sebanyak 20 siswa dengan persentase 80%. Penerapan model problem based learning berbantuan media POKATA dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPAS dengan tercapainya indikator keberhasilan yang telah ditentukan
Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Pasien Insomnia Dengan Masalah Keperawatan Gangguan Pola Tidur Menggunakan Terapi Relaksasi Otot Progresif di UPT PSTW Kabupaten Jombang
Abstract
Insomnia is a sleep disorder, difficulty maintaining sleep patterns and very poor sleep quality experienced by individuals, if not controlled properly it will cause sleep pattern disorders. If this is not treated, it can cause various complications. This study aims to carry out gerontic nursing care for insomnia clients with sleep pattern disorders using progressive muscle relaxation therapy. The design of this research is a case study with a nursing process approach on 2 clients with the same illness and nursing problems for 7 consecutive days. The results of the study showed that after nursing care there was a decrease in the scale of sleep patterns before progressive muscle relaxation therapy was carried out, it was 5 and after progressive muscle relaxation therapy it decreased to 1 on day 7. The conclusion of this study is that Progressive Muscle Relaxation therapy can be used as a non-pharmacological therapy for Prevent a decrease in sleep quality in insomnia patients. It is hoped that the results of this case study will be useful as additional theory and additional material for providing non-pharmacological nursing actions in overcoming sleep pattern disorders using progressive muscle relaxation therapy in insomnia patients with sleep pattern problems.
Keywords: Elderly, Insomnia, Sleep Pattern Disorders, Progressive Muscle Relaxation
Alkohol legalization in United Arab Emirates’: Between local norms and global tolerance
This article departs from the phenomenon of tolerance by the United Arab Emirates towards global citizens who live through the policy of legalizing alcohol, which was previously an act that was criminalized by the government which was heavily influenced by Islamic values. This observation uses a qualitative method with a descriptive model that takes information from several previous literature as well as articles and reports in the media that directly discuss related phenomena. This research uses the concept of national interests as a thinking approach in finding answers regarding the strong reasons for the United Arab Emirates to implement tolerance through this policy. The results of the observations provide an answer that the reason the United Arab Emirates issued a policy of legalizing alcohol freely was as a form of real execution of the country which wants to build a new image as a world tolerant country that accepts the differences of its immigrant citizens, especially culturally living with alcohol which is seen as very contrary to local norms. This policy is of course influenced by the main factor of the United Arab Emirates as a tourist country which has a very large migrant population that exceeds its own local population. By using a national interest approach, of course there is a goal that makes the country implement this policy, which is none other than tourism purposes. Certainly this research will be an informant regarding the unique things implemented by the United Arab Emirates
Pemberdayaan kader kesehatan sebagai garda terdepan deteksi dini kanker serviks bagi masyarakat
Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan angka kejadian kanker serviks yang tergolong tinggi, meskipun angka pastinya dapat bervariasi setiap tahunnya. Sekitar 70% kasus kanker serviks terdeteksi pada stadium lanjut, yang mengindikasikan rendahnya tingkat deteksi dini di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader kesehatan dalam upaya pencegahan kanker serviks melalui peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan fokus pada pemberdayaan kader. Tahapan kegiatan meliputi pretest, pemberian materi edukatif mengenai kanker serviks dan deteksi dininya, demonstrasi praktik deteksi dini, roleplay, dan diakhiri dengan posttest. Sebanyak 65 kader kesehatan dari organisasi Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta: sebelum pelatihan hanya 6 peserta (10,2%) yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan setelah pelatihan meningkat menjadi 48 peserta (81,4%). Capaian ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis pemberdayaan kader efektif dalam meningkatkan kesiapan kader untuk mendukung deteksi dini kanker serviks di komunitasnya. Namun, kegiatan ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti durasi pelatihan yang singkat, serta evaluasi yang hanya mengandalkan pretest dan posttest. Ke depan, dibutuhkan pelatihan lanjutan dengan jangkauan yang lebih luas serta evaluasi jangka panjang untuk menilai dampak terhadap praktik nyata di lapangan
Pemberdayaan remaja melalui pendidikan kesehatan, deteksi dini dan posyandu kesehatan jiwa dalam upaya meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat
Masalah kesehatan mental menjadi masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius. Data menunjukan bahwa prevalensi masalah kesehatan jiwa meningkat dan diperkirakan menjadi masalah kesehatan kedua di dunia. Perlu keterlibatan masyarakat, ataupun pemerintah desa dalam upaya pencegahan dan penanganan. Sasaran utama program ini adalah remaja. Tujuan kegiatan ini adalah pembentukan kader (Remaja) kesehatan jiwa, peningkatan pengetahuan kesehatan jiwa, keterampilan deteksi dini, pelaksanaan Posyandu kesehatan jiwa dan peningkatan partisipasi masyarakat. Metode pelaksanaannya adalah Pendidikan kesehatan melalui sosialisasi, Deteksi dini dan Posyandu kesehatan jiwa melalui pelatihan dan simulasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan remaja dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan jiwa yaitu terdapat 90% pengetahuan kategori baik. Hasil deteksi dini, ada 4 orang dengan gangguan jiwa. Selain itu, ada peningkatan pengetahuan remaja tentang posyanndu kesehatan jiwa yaitu 75% pengetahuan baik. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan tentang kesehatan jiwa, terdeteksi masalah kesehatan jiwa masyarakat dan terlakasanya posyandu kesehatan jiwa