Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
    3345 research outputs found

    PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP IPAS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA POKATA SISWA KELAS V SD

    No full text
    This research aims to increase the understanding of science and science concepts for class V students through the problem based learning model assisted by POKATA media. POKATA media is an acronym for smart card posters that can be used to help implement science learning on changes that occur on Earth. The method used was classroom action research carried out at SD Negeri 3 Kalipucangkulon with 25 class V students as the subject, consisting of 13 male students and 12 female students. The research took place in 2 cycles with 2 meetings in each cycle, there were stages of planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques include observation, tests, interviews and documentation. Data analysis techniques include qualitative and quantitative data analysis. Indicators of understanding the IPAS concept are restating the concept, giving examples, classifying, concluding, comparing and explaining. The results of the research show that there is an increase in the ability to understand science and science concepts for fifth grade students at SD Negeri 3 Kalipucangkulon through the problem based learning model assisted by POKATA media. This can be seen in the number of students who completed cycle I as many as 12 students with a percentage of 48% and the number of students who completed cycle II as many as 20 students with a percentage of 80%. The application of the problem based learning model assisted by POKATA media can improve the ability to understand science and science concepts by achieving predetermined success indicators.Keywords: POKATA media, problem-based learning, understanding of IPAS conceptsPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPAS siswa kelas V melalui model problem based learning berbantuan media POKATA. Media POKATA adalah akronim dari poster kartu pintar yang dapat digunakan dalam membantu pelaksanaan pembelajaran IPAS materi perubahan yang terjadi pada Bumi. Metode yang digunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Kalipucangkulon dengan subjek siswa kelas V sebanyak 25 siswa terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Penelitian berlangsung sebanyak 2 siklus dengan 2 pertemuan setiap siklusnya terdapat tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa analisis data kualitatif dan kuantitatif. Indikator pemahaman konsep IPAS yaitu menyatakan ulang konsep, memberi contoh, mengklasifikasikan, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas V SD Negeri 3 Kalipucangkulon melalui model problem based learning berbantuan media POKATA. Hal tersebut terlihat pada jumlah siswa tuntas pada siklus I sebanyak 12 siswa dengan persentase 48% dan jumlah siswa tuntas pada siklus II sebanyak 20 siswa dengan persentase 80%. Penerapan model problem based learning berbantuan media POKATA dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPAS dengan tercapainya indikator keberhasilan yang telah ditentukan

    Pemberdayaan kader kesehatan sebagai garda terdepan deteksi dini kanker serviks bagi masyarakat

    Full text link
    Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan angka kejadian kanker serviks yang tergolong tinggi, meskipun angka pastinya dapat bervariasi setiap tahunnya. Sekitar 70% kasus kanker serviks terdeteksi pada stadium lanjut, yang mengindikasikan rendahnya tingkat deteksi dini di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader kesehatan dalam upaya pencegahan kanker serviks melalui peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan fokus pada pemberdayaan kader. Tahapan kegiatan meliputi pretest, pemberian materi edukatif mengenai kanker serviks dan deteksi dininya, demonstrasi praktik deteksi dini, roleplay, dan diakhiri dengan posttest. Sebanyak 65 kader kesehatan dari organisasi Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta: sebelum pelatihan hanya 6 peserta (10,2%) yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan setelah pelatihan meningkat menjadi 48 peserta (81,4%). Capaian ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis pemberdayaan kader efektif dalam meningkatkan kesiapan kader untuk mendukung deteksi dini kanker serviks di komunitasnya. Namun, kegiatan ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti durasi pelatihan yang singkat, serta evaluasi yang hanya mengandalkan pretest dan posttest. Ke depan, dibutuhkan pelatihan lanjutan dengan jangkauan yang lebih luas serta evaluasi jangka panjang untuk menilai dampak terhadap praktik nyata di lapangan

    Pemberdayaan remaja melalui pendidikan kesehatan, deteksi dini dan posyandu kesehatan jiwa dalam upaya meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat

    Full text link
    Masalah kesehatan mental menjadi masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius. Data menunjukan bahwa prevalensi masalah kesehatan jiwa meningkat dan diperkirakan menjadi masalah kesehatan kedua di dunia. Perlu keterlibatan masyarakat, ataupun pemerintah desa dalam upaya pencegahan dan penanganan. Sasaran utama program ini adalah remaja. Tujuan kegiatan ini adalah pembentukan kader (Remaja) kesehatan jiwa, peningkatan pengetahuan kesehatan jiwa, keterampilan deteksi dini, pelaksanaan Posyandu kesehatan jiwa dan peningkatan partisipasi masyarakat. Metode pelaksanaannya adalah Pendidikan kesehatan melalui sosialisasi, Deteksi dini dan Posyandu kesehatan jiwa melalui pelatihan dan simulasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan  pendekatan partisipatif yang melibatkan remaja dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan jiwa yaitu terdapat 90% pengetahuan kategori baik. Hasil deteksi dini, ada 4 orang dengan gangguan jiwa. Selain itu, ada peningkatan pengetahuan remaja tentang posyanndu kesehatan jiwa yaitu 75% pengetahuan baik. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan tentang kesehatan jiwa, terdeteksi masalah kesehatan jiwa masyarakat dan terlakasanya posyandu kesehatan jiwa

    Penguatan kompetensi guru PAI dalam evaluasi dan praktik pembelajaran inklusif bagi anak berkebutuhan khusus

    Full text link
    Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons atas keterbatasan kapasitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menerapkan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya dalam mengadaptasi strategi pembelajaran dan mengembangkan instrumen evaluasi yang valid. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menilai kebutuhan belajar yang beragam, merancang instrumen evaluasi yang adaptif, serta menerapkan pendekatan pembelajaran PAI yang responsif. Program dilaksanakan di sekolah mitra inklusif dengan melibatkan 18 guru PAI dan pendamping khusus (GPK) melalui pendampingan partisipatif, pelatihan berbasis refleksi, observasi kelas, dan bimbingan penyusunan instrumen dalam empat sesi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang terukur: pemahaman guru mengenai prinsip pendidikan inklusif meningkat sebesar 42% berdasarkan penilaian pra–pasca, 15 guru berhasil menghasilkan instrumen evaluasi adaptif, dan observasi kelas menunjukkan penggunaan praktik pembelajaran agama yang terdiferensiasi secara lebih konsisten. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya memperkuat kapasitas pedagogik dan evaluatif guru, tetapi juga meningkatkan kolaborasi antara guru PAI dan GPK. Sebagai kesimpulan, inisiatif pendampingan ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan praktik pendidikan inklusif di sekolah mitra serta menawarkan model yang dapat direplikasi bagi lembaga lain yang ingin mengembangkan pembelajaran PAI yang inklusif dan adaptif

    Implementasi silase sorgum sebagai sumber pakan ternak berkualitas (Nutritious feed source)

    Full text link
    Sorgum merupakan tanaman serbaguna yang berpotensi sebagai sumber pakan ternak dan mampu beradaptasi dengan baik pada lahan marginal. Peternak di Desa Cot Seumeureung, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, masih menghadapi keterbatasan penyediaan hijauan dan tingginya biaya pakan komersial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas peternak dalam mengelola sorgum sebagai bahan silase bergizi dan berkelanjutan. Metode yang digunakan ialah Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, praktik pembuatan silase, dan evaluasi menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak secara nyata, tercermin dari 90% peserta yang menyatakan “tahu” teknik dasar budidaya sorgum, 10% “sangat tahu”, serta seluruh peserta (100%) memahami tahapan pembuatan dan manfaat silase. Peningkatan kapasitas ini mengindikasikan bahwa teknologi silase sorgum dapat diterima dan dipahami dengan baik sebagai alternatif pakan berbasis sumber daya lokal. Namun demikian, evaluasi yang dilakukan masih berfokus pada aspek pengetahuan dan persepsi, sehingga dampak jangka panjang terhadap perubahan perilaku pemberian pakan, produktivitas ternak, dan penurunan biaya produksi belum sepenuhnya terukur. Kegiatan ini berkontribusi dalam pemberdayaan peternak melalui pemanfaatan sorgum sebagai silase lokal yang mudah diadaptasi dan berpotensi direplikasi pada wilayah lain dengan permasalahan pakan serupa. Untuk memperkuat hasil, diperlukan pendampingan lanjutan serta pemantauan outcome jangka panjang guna menilai sejauh mana adopsi teknologi silase sorgum berdampak pada ketahanan pakan dan kemandirian ekonomi peternak

    Pengembangan ekonomi UMKM lokal melalui digitalisasi dengan aplikasi e-tenun

    Full text link
    Digitalisasi menjadi elemen strategis dalam meningkatkan daya saing UMKM pada sektor ekonomi kreatif, hal ini mengubah cara dan strategi persaingan menjadi lebih kompetitif dan tentunya mempengaruhi perilaku dan kebiasaan produsen dan juga konsumen. Sehingga secara tidak langsung membuat pelaku UMKM harus turut serta mengikuti perkembangan tersebut agar tidak tertinggal dan tetap terjaga eksistensinya. Salah satu pelaku UMKM yang telah berdiri sejak lama yaitu sentra Tenun Samarinda telah merasakan dampak tersebut. Ketertinggalan yang dialami disebabkan karena permasalahan kurangnya pengetahuan pada literasi digital dan pemanfaatan promosi berbasis daring. Program pengabdian ini diarahkan untuk menjawab permasalahan tersebut dengan memperkuat kapasitas pemasaran digital Kelompok Tenun Sejahtera melalui pemanfaatan Aplikasi E-Tenun, yaitu katalog daring berbasis web yang dapat menyajikan informasi produk, uraian, konteks budaya dan lain sebagainya sehingga dapat meningkatkan jangkauan pemasaran produk tanpa dibatasi oleh jarak geografis. Kegiatan dilaksanakan dalam kurun waktu lima bulan  melalui lima tahap—perencanaan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pada tahap akhir evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada perluasan pemasaran produk serta meningkatnya pengetahuan literasi digital mitra yang diukur menggunakan instrumen tertentu dalam penelitian. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa digitalisasi berbasis kearifan lokal efektif dalam memperkuat kemandirian UMKM dan berpotensi direplikasi pada komunitas budaya lainnya

    ANALYSIS OF THE BANK'S INTERNAL OPERATIONAL SYSTEM AT BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) UNISMA FUNDING OFFICE

    Full text link
    This study aims to obtain a general overview of the operational system of Bank Syariah Indonesia at KF Malang Unisma. The researcher used the method of collecting primary data obtained through observation and internal interviews with employees of Bank Syariah KF Malang Unisma. In determining informants, the method used is the purposive sampling method, namely by sampling data sources with certain considerations and in accordance with the problem to be researched. To analyze the validity of the data that has been collected, the researcher uses a confirmability test by reflecting the researcher's findings in a journal or desiminiting the findings at a conference to get input in the findings. It is proven that judging from several aspects of Bank Syariah Indonesia KF Malang UNISMA runs the bank's operational system quite well. In terms of functions, BSI plays the role of investment managers, investors, carries out social functions, and financial service providers very well and uses sharia principles in accordance with the provisions of the National Sharia Council and the Indonesian Ulema Council

    MAPPING POWER AND SPACE IN DETECTIVE FICTION: FROM CHRISTIE’S CLOSED CIRCLES TO CHANDLER’S URBAN LABYRINTHS

    Full text link
    This article examines the complex interplay between spatial representation, power dynamics, and ideology in crime fiction, specifically comparing Agatha Christie’s Golden Age detective stories with Raymond Chandler’s hardboiled urban novels.  Utilizing theoretical frameworks established by Michel Foucault, Henri Lefebvre, and other spatial theorists, it investigates how space in these works functions as a dynamic agent rather than a mere passive backdrop.  In Christie’s books, the enclosed settings of country estates and English villages—characterized by moral scrutiny and social hierarchy—serve as ideological microcosms where crime, investigation, and societal restoration occur inside regulated confines.  In contrast, Chandler's Los Angeles exemplifies spatial disorder: a disjointed, ethically ambiguous maze where knowledge and understanding falter beneath the burden of modernity.  The study contends that both authors convert narrative space into a tool for social critique, expressing cultural worries over order, authority, and knowledge through meticulous textual and theoretical analysis.  The paper posits that detective fiction transcends a simple puzzle genre, functioning as a cartography of contemporary consciousness that delineates the conflicts between containment and disorder, visibility and secrecy, conservatism and revolt. &nbsp

    Cognitive and affective dimensions of waiting time satisfaction in Indonesian spicy noodle chains

    Full text link
    This study introduces and conceptualizes the “Spicy Noodle Chain” as a distinct fast-dining category, identifying cognitive satisfaction, rooted in fairness and efficiency, as the primary driver of customer satisfaction and loyalty in fast-paced dining contexts. It examines how waiting time satisfaction influences overall customer satisfaction in Indonesia’s emerging Spicy Noodle Chain segment, a localized evolution of the fast-food industry that remains underexplored in academic research. Using data from 195 respondents analyzed through Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM), the study investigates both cognitive and affective dimensions of waiting time satisfaction. The findings reveal that the attractiveness of the waiting area and perceived waiting time significantly influence affective satisfaction, while experience evaluation strongly affects cognitive satisfaction and overall satisfaction. However, affective satisfaction does not significantly influence overall satisfaction, suggesting that emotional responses are less enduring than cognitive judgments. Overall, the results highlight that fairness perceptions and operational efficiency have a more profound impact on customer satisfaction than transient emotions, offering new insights into service experience management within fast-dining environments

    Rebuilding customer trust after cyberattacks: Examining the role of trust recovery in Indonesian Islamic digital banking

    Full text link
    The increasing reliance on digital platforms in Islamic banking has heightened customers’ vulnerability to cyberattacks, making post-crisis trust management a strategic priority. However, limited research has examined how trust can be effectively restored after such incidents. This study investigates the direct and indirect effects of system security, communication, and reputation on customer trust, with trust recovery as a mediating variable. A quantitative explanatory design was employed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to analyze data from 252 users of an Islamic digital banking institution in Indonesia affected by a major cyberattack in 2023. The results reveal that system security, communication, and reputation do not directly influence customer trust but become significant when mediated by trust recovery. These findings indicate that customers place greater value on tangible recovery efforts than on pre-crisis institutional claims.  This suggests that trust is not restored through declarative assurances alone but rather through demonstrable recovery actions that signal institutional competence and commitment. By integrating Islamic based ethical principles such as amanah (responsibility), itqan (professionalism), and transparency into recovery strategies, this study extends trust recovery theory in the context of Islamic digital services

    3,113

    full texts

    3,345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Islam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇