Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
Monopoly exercise (Monocise) sebagai inovasi permainan berbasis edukasi
Sedentary lifestyle yang semakin meningkat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada remaja. Exercise atau latihan fisik adalah aktivitas yang dilakukan secara terencana dan berulang guna meningkatkan kebugaran serta menjaga kesehatan tubuh. Manfaat exercise mencakup peningkatan daya tahan tubuh, kebugaran jantung, dan pencegahan berbagai penyakit tidak menular. Namun, rendahnya kesadaran dan motivasi dalam melakukan exercise menjadi kendala utama. Untuk mengatasi hal ini, dikembangkan inovasi permainan edukatif MONOCISE (Monopoly Exercise) yang menggabungkan konsep exercise dengan mekanisme permainan monopoli. Permainan ini dirancang untuk meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa dalam melakukan exercise secara rutin. Kegiatan ini dilakukan di SMA Negeri 2 Sukoharjo menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan observasi, penyuluhan, diskusi kelompok, serta implementasi permainan MONOCISE. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 75% setelah mengikuti sesi edukasi dan permainan. MONOCISE terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa untuk berlatih fisik secara rutin guna menjaga kebugaran tubuh. Diharapkan inovasi ini dapat membantu siswa menerapkan kebiasaan hidup sehat dan mengurangi risiko penyakit akibat gaya hidup sedentari
Penerapan green accounting dalam sistem pembukuan UMKM: Meningkatkan literasi di forum UMKM
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu anggota Forum UMKM Pedurungan Semarang yang menghadapi kesulitan dalam mengelola keuangan usahanya berbasis ramah lingkungan. Berdasarkan hasil pra-survey, banyak UMKM yang belum mampu mengelola keuangan dengan tertib dan efisien. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2025, menggunakan metode PALS (Participatory Action Learning System), yang melibatkan peserta secara aktif dalam proses pembelajaran. Pelatihan dan pendampingan diberikan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan yang rapi, tertib, dan ramah lingkungan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anggota Forum UMKM Pedurungan berhasil memahami dan menerapkan pengelolaan keuangan dengan lebih terstruktur, sesuai dengan prinsip akuntansi ramah lingkungan. Metode PALS terbukti efektif sebagai pendekatan yang membumi dan aplikatif dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya UMKM, dengan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga berpotensi memberikan kontribusi dalam pengembangan riset terkait akuntansi untuk UMKM dan dapat diterapkan dalam pengembangan kurikulum pendidikan di bidang akuntansi
Reduksi bullying di pondok pesantren melalui program literature-based group activity
Bullying merupakan salah satu permasalahan moral di lingkungan pondok pesantren yang mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya. Fenomena tersebut juga terjadi di SMP Unggulan Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) yang disebabkan karena minimnya pemahaman siswa tentang dampak bullying dan belum optimalnya metode yang diterapkan guru dalam mencegah maupun menyelesaikan permasalahan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pendampingan kepada siswa dan guru melalui program literature-based group activity untuk mereduksi bullying. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahapan meliputi: (1) Ceramah pemaparan materi tentang bullying dan dampaknya; (2) Pendampingan, untuk menyusun karya sastra bermuatan anti-bullying; dan (3) Evaluasi, untuk mengukur keberhasilan kegiatan. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini yaitu peningkatan pemahaman guru dan siswa tetang bullying dan upaya pencegahannya yang terlihat dari peningkatan skor n-gain 0,72 (tinggi) untuk guru dan 0,43 (sedang) untuk siswa. Selain itu, dihasilkan juga kumpulan karya pantun bertema anti-bullying sejumlah peserta kegiatan yaitu 50 pantun. Kegiatan pengabdian ini merupakan sebuah stimulus untuk menciptakan program anti-bullying di SMP Unggulan PPMH. Pada tahapan selanjutnya, diharapkan pihak sekolah dapat mengembangkan kegiatan serupa untuk memfasilitasi kolaborasi antara siswa dan guru dalam upaya mengurangi kasus bullying dan menciptakan lingkungan pendididkan yang aman, kondusif, dan inklusif sebagai percontohan sekolah lain yang berbasis pondok pesantren
Perencanaan pengembangan fasilitas pendidikan pondok pesantren entreprenur melalui pemetaan bangunan fisik
Sistem pendidikan pondok pesantren mengharuskan santri/santriwati untuk tinggal di kawasan pondok. Hal tersebut menjadi dasar bahwa kawasan pondok harus dapat memenuhi kebutuhan santri/santriwati. Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PPEM) dikelola oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gondanglegi, Kabupaten Malang, sebagai salah satu unit amal usaha. Sesuai dengan rencana pengembangan pondok di masa yang akan datang, bangunan pondok diharapkan dapat memberikan fasilitas yang memadai, bagi siswa pondok, maupun para anak didik panti asuhan yang diasuh dibawah PAY Muhammadiyah Gondanglegi. Target yang diharapkan pada program pengabdian ini yaitu mendampingi pengurus PPEM dalam menginventarisir bangunan fisik pondok, sebagai langkah awal perencanaan pengembangan fasilitas dan bangunan pondok. Inventarisasi tapak perlu dilakukan untuk merencanakan pengembangan ruang dengan strategis. Inventarisasi bangunan fisik dilakukan dengan pengukuran dan pendataan bangunan, yang dilanjutkan dengan panggambaran menggunakan Autocad dan pembuatan maket kondisi eksisting. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa as built drawing pondok yang menunjukkan konfigurasi ruang dalam bangunan, beserta maket yang menunjukkan keterkaitan bangungan dengan lahan pondok. Hasil gambar terbangun (as built) dan maket 3 dimensi dapat digunakan oleh pihak pondok untuk diajukan kembali pada pihak terkait, guna pengajuan internal PCM maupun badan yang menaungi kegiatan pondok
STRATEGI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI (DIFFERENTIATED INSTRUCTION) DALAM KELAS BAHASA ARAB UNTUK BERBAGAI TINGKAT KEMAMPUAN
ABSTRAK
Keragaman individu antar siswa memunculkan fenomena tidak meratanya pemahaman siswa. Hal ini tidak bisa terindahkan dalam mata pembelajaran Bahasa Arab. Kurikulum Merdeka memperkenalkan pendekatan diferensiasi untuk mengatasi keragaman individu siswa dalam proses pembelajaran. Mengingat pendekatan ini baru diperkenalkan pada dua tahun terakhir, banyak guru yang masih bingung dalam mengaplikasikan pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran diferensiasi pada pembelajaran Bahasa Arab, serta implikasinya. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan peneliti sebagai human instrument dan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, untuk merumuskan strategi pembelajaran diferensiasi dalam kelas Bahasa Arab pada berbagai tingkat kemampuan berdasarkan literatur yang relevan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi dalam Bahasa Arab memungkinkan guru menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai kemampuan, gaya belajar, dan minat siswa, sehingga tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan memotivasi. Dalam topik jumlah ismiyah, diferensiasi produk dapat berupa diagram untuk siswa visual, rekaman penjelasan struktur kalimat untuk siswa auditori, dan roleplay percakapan untuk siswa kinestetik, yang tidak hanya memperkuat pemahaman mubtada dan khabar, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi bahasa Arab secara aplikatif dan menyenangkan.
Kata kunci: Bahasa Arab, Diferensiasi, Pembelajaran, StrategiKeragaman individu antar siswa memunculkan fenomena tidak meratanya pemahaman siswa. Hal ini tidak bisa terindahkan dalam mata pembelajaran Bahasa Arab. Kurikulum Merdeka memperkenalkan pendekatan diferensiasi untuk mengatasi keragaman individu siswa dalam proses pembelajaran. Mengingat pendekatan ini baru diperkenalkan pada dua tahun terakhir, banyak guru yang masih bingung dalam mengaplikasikan pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran diferensiasi pada pembelajaran Bahasa Arab, serta implikasinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif adalah desai penelitian yang mendeskripsikan suatu fenomena yang diteliti, dalam hal ini strategi pembelajaran diferensiasi (differentiated instruction) dalam kelas Bahasa Arab untuk berbagai Tingkat kemampuan. Yang menjadi intrumen penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri atau disebut human instrument. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi studi pustaka. Peneliti mengumpulkan literatur-literatur yang berkaitan dengan pembelajaran diferensiasi, implementasi pembelajaran diferensiasi dalam kelas yang menjadi sumber data dalam penelitian ini. Selanjutnya peneliti merumuskan implementasi atau strategi pembelajaran diferensiasi dalam kelas Bahasa Arab dengan berbagai kemampuan, berpijak pada sumber data yang telah ditemukan.
Kata kunci: Strategi, Pembelajaran, Diferensiasi, Bahasa Ara
The Influence of Mathematical Understanding, Reasoning, and Resilience on Mathematical Literacy in Karimun Regency's Eighth Graders
Mathematical literacy remains a significant concern among students in Indonesia, as reflected in low scores on international assessments such as PISA and TIMSS. This study aimed to examine the impact of mathematical understanding, reasoning, and resilience on the mathematical literacy of 100 8th-grade students in public junior high schools in Karimun Regency. A quantitative approach with a survey design was employed, and data were collected using validated questionnaires and tests. The data were examined using multiple linear regression approach. The results indicated a significant positive relationship between mathematical understanding, reasoning, and resilience on students' mathematical literacy. These findings highlight the need for comprehensive teaching strategies that integrate these three aspects to effectively enhance mathematical literacy. More varied teaching methods and strong support from educators are recommended to optimize students' mathematical literacy
Inovasi manajemen administrasi dan pembelajaran di era digital dengan e-smartschool
Pengelolaan administrasi sekolah yang masih dilakukan secara manual serta keterbatasan dalam penerapan teknologi pembelajaran menjadi tantangan bagi SMP Islam Hidayatul Mubtadiin Batealit. Ketidakefisienan dalam pencatatan data siswa, pengelolaan kehadiran, serta evaluasi akademik menghambat efektivitas administrasi sekolah, sementara metode pembelajaran konvensional kurang menarik bagi siswa yang terbiasa dengan teknologi digital. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi administrasi serta efektivitas pembelajaran berbasis digital melalui implementasi e-smartschool. Program ini mencakup lima tahap utama: sosialisasi, pelatihan intensif, simulasi dan praktik, pendampingan, serta evaluasi. Metode pelaksanaan melibatkan diskusi kelompok terarah, pelatihan berbasis praktik, supervisi langsung, dan evaluasi kinerja sistem. Dalam proses implementasi, ditemukan kendala seperti resistensi awal tenaga pendidik serta keterbatasan akses perangkat bagi siswa. Untuk mengatasi hambatan ini, pendampingan intensif dan pelatihan berkelanjutan diterapkan guna meningkatkan kesiapan pengguna dalam mengadopsi teknologi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan efisiensi administrasi hingga 80%, kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi hingga 85%, serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran digital hingga 90%. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi yang didukung dengan pelatihan dan pendampingan sistematis dapat mengoptimalkan pengelolaan akademik dan meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus memberikan wawasan tentang tantangan dan strategi dalam digitalisasi sekolah
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MENGGUNAKAN SMART APP CREATOR (SAC)
ABSTRAK
Pembelajaran bahasa Arab di Indonesia memiliki peranan penting dalam membekali peserta didik dengan kemampuan berbahasa yang mendukung pemahaman keagamaan dan keerampilan komunikasi global. Namun, metode pembelajaran tradisional yang masih banyak digunakan seringkali kurang efektif dalam menarik minat dan perhatian siswa, Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan aplikasi Smart Apps Creator (SAC), yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SAC dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, serta memungkinkan siswa untuk mengakses materi pembelajaran di luar jam pelajaran. Dengan memanfaatkan teknologi, diharapkan kualitas pendidikan bahasa Arab dapat meningkat, dan guru dapat lebih kreatif dalam mendesain media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital saat ini.ABSTRAK
Pembelajaran bahasa Arab di Indonesia memiliki peranan penting dalam membekali peserta didik dengan kemampuan berbahasa yang mendukung pemahaman keagamaan dan keerampilan komunikasi global. Namun, metode pembelajaran tradisional yang masih banyak digunakan seringkali kurang efektif dalam menarik minat dan perhatian siswa, Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan aplikasi Smart Apps Creator (SAC), yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SAC dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, serta memungkinkan siswa untuk mengakses materi pembelajaran di luar jam pelajaran. Dengan memanfaatkan teknologi, diharapkan kualitas pendidikan bahasa Arab dapat meningkat, dan guru dapat lebih kreatif dalam mendesain media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital saat ini
Women's participation in politics: Momentum for change in Dompu District
Since the implementation of direct regional head elections (Pilkada) in 2004, the participation of women as candidates, both for the election of governors, regents, mayors and deputies, is still very minimal. In the 2005 and 2010 regional elections, only 26 women were elected. In 2015, of 1,646 eligible candidates, only 123 or 7.47% were women. In 2017, the number of women as candidates decreased to 48 or 7.17%. However, in 2018, female participation increased, with 101 women or 8.85% of the 1,140 candidates who registered. Despite this, the presence of female candidates continues to receive a positive response from the public, as evidenced by the election of women as regional heads and deputy regional heads. In 2005 and 2010, 24 women were elected, while in 2017, the number dropped to 13 or 5.90%. In 2018, 31 women or 9.06% were elected from 342 candidates. Dompu Regency, of the 224 existing districts, is one of the regions that will hold simultaneous regional elections in 2020. The 2020 regional elections are a new history for Dompu Regency because for the first time there are women running as candidates for Regent and Deputy Regent, namely Hj. Eri Aryani as candidate for Regent and Ika Rizky Veriani as candidate for Deputy Regent. This research aims to analyze the strategy implemented by Hj. Eri Aryani in the 2020 simultaneous regional elections. The method used in this research is descriptive qualitative. The research results show that the Eri-HI pair has not been able to carry out an optimal political strategy
Cipta kreasi corak motif batik khas malangan sebagai alat pemberdayaan UMKM
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi munculnya corak motif batik baru. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pendampingan terhadap komunitas UMKM ini bertujuan menginisiasi munculnya corak motif batik khas Malangan. Hal tersebut didasari karena kurang beragamnya corak motif batik yang menjadi identitas Malang Raya. Corak batik motif akan dikreasikan dengan memperhatikan nilai historis, nilai filosofis dan potensi daerah Malang Raya. Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada Masyarakat luas bahwa Malang memiliki corak batik khas. Namun permasalahan yang dihadapi oleh Komunitas UMKM ialah bagaimana merepresentasikan secara visual nilai historis, filosofi dan simbol-simbol Malang Raya dalam corak motif batik. Disisi lain proses produksi batik turut menjadi fokus kegiatan pengabdian lantaran Komunitas UMKM masih belum memahaminya. Desain kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah workshop dengan narasumber. Sedangkan metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang diimplementasikan dalam kegiatan pembuatan corak motif dan praktik produksi. Tim juga bekerja sama dengan praktisi profesional dari rumah produksi batik untuk proses transferring knowledge