Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
FIGMA SITES AS A RESPONSIVE WEB DESIGN SOLUTION: AN ANALYSIS OF PRODUCTIVITY AND VISUAL CONSISTENCY IN DIGITAL DESIGN PRACTICE
In the increasingly dynamic digital era, the need for responsive, efficient, and consistent web design has become crucial. Figma Sites, the latest feature of the Figma platform, offers a visual-first approach that integrates the design, prototyping, and publishing processes within a single, cloud-based collaborative ecosystem. This study aims to analyze Figma Sites' contribution to increasing designer productivity and maintaining visual consistency in digital interface development. Using a qualitative approach based on literature, data was reviewed from scientific articles, professional publications, and documentation of UI/UX design industry practices. The analysis results show that Figma Sites can reduce design iteration time, strengthen cross-functional coordination, and maintain uniformity of visual elements through the use of integrated design components and design systems. This study concludes that Figma Sites not only technically addresses modern design challenges but also offers an efficient collaborative work model in the context of digital transformation
KESALAHAN AFIKSASI DALAM TEKS CERITA FANTASI KELAS VII A SMP
Abstract: Language errors are a common phenomenon found in various written works. One type of error that often occurs is morphological errors, especially in the use of affixation. Mastery of affixation is an important part of Indonesian morphology which is still a common problem, this can be seen from the many errors in the use of affixation found in various writings. These errors can hinder the reader's understanding and reduce the quality of the written work. The purpose of this study is to describe, analyze, and correct the form of language errors in the use of affixation in fantasy story texts by students of grade VII A SMP Xin Zhong Surabaya. The method used is qualitative descriptive research using samples from seven fantasy story text works by students of grade VII A SMP Xin Zhong Surabaya. The stages carried out in data analysis are collecting fantasy story texts, selecting data by marking errors in the use of affixation, grouping errors in the use of affixation, presenting data analysis that has been grouped into the form of descriptions. The results of the study showed that errors in the use of Indonesian in fantasy story texts of students in grade VII A SMP Xin Zhong Kota Surabaya occurred in the misuse of affixation which included errors in writing prefixes (in- and ber-), suffixes (-pun, and nya), and confixes (peng-kan, per-an, and meng-kan)
Electric Motor Speed Control on Trimaran Ships Based on Sliding Mode Control
Ships are a means of transportation used in maritime transport activities, yet maintaining propulsion stability and efficiency remains a critical challenge, especially for multi hull vessels such as trimarans operating under dynamic sea conditions. Conventional controllers such as PID and field oriented control (FOC) often struggle to adapt to fluctuating loads and external disturbances. This study addresses that gap by applying Sliding Mode Control (SMC) for brushless DC (BLDC) motor speed regulation on a trimaran prototype. The system employs an STM32 microcontroller integrated with voltage, current, and RPM sensors to provide real time monitoring and robust control. Both static and dynamic tests were conducted at various speed setpoints with artificial wave disturbances. The results indicate that the SMC based system effectively reduced RPM deviation from ±550 RPM in uncontrolled systems to as low as ±3–15 RPM, while current and voltage consumption remained stable within 5%. Furthermore, propulsion efficiency improved by approximately 17% compared to conventional PID control. The most stable performance was achieved at the 8000 RPM setpoint, where current consumption reached 3.9–4.1 A, lower than the 4.7 A observed in uncontrolled operation. However, system performance declined at 10,000 RPM due to nonlinear load effects. These findings demonstrate that SMC provides a robust, adaptive, and energy efficient solution for BLDC motor control in trimaran propulsion, offering significant advantages over traditional methods and serving as a foundation for further optimization in high speed applications
ANALISIS PENGARUH VARIASI KECEPATAN PUTAR BALL MILL MACHINE TERHADAP KARAKTERISTIK UKURAN PARTIKEL MATERIAL KARBON
Ukuran partikel material karbon berperan penting dalam menentukan sifat fisik, kimia, serta potensi aplikatifnya, khususnya dalam industri baterai, metalurgi serbuk, dan teknologi elektroda. Namun, penelitian terkait optimasi parameter penggilingan terutama pengaruh kecepatan putar pada proses ball mill terhadap reduksi ukuran partikel karbon masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi kecepatan putar mesin ball mill terhadap karakteristik ukuran partikel karbon yang diperoleh. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan memvariasikan kecepatan putar ball mill pada 60 rpm, 100 rpm, dan 140 rpm selama durasi penggilingan 4 jam. Hasil penggilingan dianalisis menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) untuk mengetahui distribusi ukuran partikel. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan putar berbanding terbalik terhadap ukuran partikel. Kecepatan 60 rpm menghasilkan ukuran partikel rata-rata terkecil sebesar 24,62 nm, sedangkan pada 100 rpm ukuran rata-rata terkecil sebesar 10,00 nm. Efisiensi penghalusan ini disebabkan oleh meningkatnya energi tumbukan yang dihasilkan bola penggiling pada kecepatan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan putar merupakan parameter krusial dalam proses penggilingan karbon untuk menghasilkan partikel yang halus dan seragam, serta berkontribusi pada pengembangan proses produksi material karbon skala laboratorium yang efisien dan terkontrol.Ukuran partikel material karbon berperan penting dalam menentukan sifat fisik, kimia, serta potensi aplikatifnya, khususnya dalam industri baterai, metalurgi serbuk, dan teknologi elektroda. Namun, penelitian terkait optimasi parameter penggilingan terutama pengaruh kecepatan putar pada proses ball mill terhadap reduksi ukuran partikel karbon masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi kecepatan putar mesin ball mill terhadap karakteristik ukuran partikel karbon yang diperoleh. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan memvariasikan kecepatan putar ball mill pada 60 rpm, 100 rpm, dan 140 rpm selama durasi penggilingan 4 jam. Hasil penggilingan dianalisis menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) untuk mengetahui distribusi ukuran partikel. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan putar berbanding terbalik terhadap ukuran partikel. Kecepatan 60 rpm menghasilkan ukuran partikel rata-rata terkecil sebesar 24,62 nm, sedangkan pada 100 rpm ukuran rata-rata terkecil sebesar 10,00 nm. Efisiensi penghalusan ini disebabkan oleh meningkatnya energi tumbukan yang dihasilkan bola penggiling pada kecepatan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan putar merupakan parameter krusial dalam proses penggilingan karbon untuk menghasilkan partikel yang halus dan seragam, serta berkontribusi pada pengembangan proses produksi material karbon skala laboratorium yang efisien dan terkontrol
Design and Implementation of a Simple Pendulum Dynamics Experimental System Based on Arduino Microcontroller
This study presents the design, implementation, and evaluation of an Arduino-based system for simple pendulum experiments. By integrating an electronic control system with an infrared sensor, the instrument minimizes human-operation errors and environmental fluctuations, thereby enhancing measurement performance. Experiments using two string lengths (0.2 m and 0.4 m) and both automatic and manual methods show that the electronically controlled system provides superior accuracy and consistency. The automatic measurements produced a maximum period deviation of only 0.01 s, compared to 0.38 s and 0.30 s manually, with gravitational acceleration deviations as small as 0.02 m/s² and 0.01 m/s². These results confirm the system’s improved precision and reliability, demonstrating its effectiveness as a tool for physics experiments and technology supported learning.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem mikrokontroler berbasis Arduino untuk eksperimen dinamika bandul sederhana guna meningkatkan akurasi pengukuran gerak harmonik sederhana. Sistem ini dikembangkan dalam dua tahap, yaitu pembuatan perangkat dan proses pemrograman, yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuran melalui pengujian eksperimen. Integrasi antara sensor dan platform Arduino memungkinkan akuisisi data periode osilasi serta perhitungan gravitasi secara otomatis dan lebih presisi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem yang dirancang memiliki kinerja yang jauh lebih konsisten dibandingkan metode manual. Untuk panjang tali 0,2 m dan 0,4 m, deviasi maksimum pada waktu osilasi yang direkam oleh sistem hanya sebesar 0,01 s, sedangkan metode manual menunjukkan deviasi sebesar 0,38 s dan 0,3 s. Pengukuran gravitasi juga menunjukkan stabilitas yang lebih tinggi, dengan deviasi maksimum masing-masing sebesar 0,02 m/s² dan 0,01 m/s², jauh lebih rendah dibandingkan hasil manual yang mencapai 0,64 m/s² dan 0,42 m/s². Secara keseluruhan, perangkat ini mampu mengurangi kesalahan pengukuran hingga 99%, sehingga memberikan solusi yang lebih akurat dan efisien untuk eksperimen fisika serta mendukung pembelajaran berbasis teknologi
THE ABILITY TO ADJUST SELF, WORK ACHIEVEMENT ON WORK SATISFACTION MEDIATED BY WORK ENGAGEMENT AMONG EMPLOYEES OF PT PERTAMINA IN BEKASI REGENCY
This research is expected to contribute to the development of human resource management theory, especially in the Ability to Adjust Self, Work Achievement to Work Satiscation in Work Engagement mediation. Data analysis was carried out using Structural Equation Modeling (SEM) techniques with the help of software AMOS. The respondents in this study are PT Pertamina employees who work in various divisions with a sample number determined using the Slovin formula, which is 150 employees randomly selected from the existing population. The test results showed that the ability to adjust self did not have a significant direct effect on job satisfaction. Work achievement also does not have a significant effect directly on job satisfaction. The ability to adjust has been proven to have a positive and significant influence on work engagement. Work engagement has a positive and significant influence on job satisfaction. The results of this study can be a reference for the management of PT Pertamina, that Adaptability, Work Achievement, Work Attachment, and Job Satisfaction have a very important role in increasing employee job satisfaction. Companies also need to regularly monitor and evaluate the development of employee job attachment and job satisfaction to achieve optimal results
UMKM dalam menilai persaingan harga di sektor kerajinan: Studi kasus
Persaingan harga di sektor kerajinan menjadi tantangan bagi UMKM dalam menetapkan harga yang kompetitif tanpa mengorbankan kualitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus pada UMKM Éclat Bouquet untuk menganalisis strategi harga yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Éclat Bouquet menerapkan strategi harga fleksibel dengan mempertimbangkan biaya, permintaan, dan pesaing. Pendampingan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman pelaku usaha terkait strategi harga berkelanjutan. Dampaknya, volume penjualan meningkat 33,3%, loyalitas pelanggan tumbuh dengan 25% pelanggan melakukan pembelian ulang, serta peningkatan efisiensi biaya produksi tanpa menurunkan kualitas produk. Selain itu, UMKM semakin adaptif dalam menyesuaikan harga sesuai perubahan pasar. Kontribusi pengabdian dalam penelitian ini mencakup peningkatan kapasitas UMKM dalam strategi harga serta penyediaan wawasan bagi pelaku usaha dalam menghadapi persaingan pasar. Strategi harga berbasis nilai tambah terbukti meningkatkan daya saing tanpa perang harga. Keberhasilan ini dapat menjadi model bagi UMKM lain dengan menyesuaikan pendekatan sesuai dinamika pasar yang berbeda. Secara keseluruhan, pendampingan ini meningkatkan kemampuan UMKM dalam menetapkan harga yang kompetitif dan berkelanjutan di sektor kerajinan
Konsep Nusyuz Suami Menurut Pandangan Faqihuddin Abdul Kodir Tafsir QS. an Nisa ayat 34 dan 128
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep nusyuz suami menurut pandangan ulama kontemporer Faqihuddin Abdul Kodir dengan merujuk pada QS. an- Nisa’/4: 34 dan 128. Secara umum, istilah nusyuz lebih sering dilekatkan pada istri yang dianggap tidak patuh terhadap suaminya. Namun, Faqihuddin Abdul Kodir berusaha membuka cakrawala bahwa nusyuz juga dapat terjadi pada suami. Melalui pendekatan Mubadalah (kesalingan) menawarkan pemahaman yang lebih terbuka terkait konsep nusyuz dimana suami dapat dikatakan nusyuz apabila tidak menjalankan kewajibannya sebagai kepala keluarga. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif untuk menggali pandangan Faqihuddin dan analisis terhadap ayat-ayat yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan Faqihuddin dalam tafsir Mubadalah mampu memberikan perspektif yang setara dalam memahami relasi suami-istri, di mana kedua belah pihak memiliki tanggung jawab yang “sama” dengan peran masing-masing untuk menciptakan keadilan dalam rumah tangga. Dengan demikian, konsep nusyuz menjadi relevan dalam membangun hubungan yang lebih setara dan adil dalam konteks pernikahan muslim kontemporer.
Keywords: Nusyuz suami, Faqihuddin Abdul Kodir, Mubadalah.
This study aims to examine the concept of husband's nusyuz in the view of contemporary scholar Faqihuddin Abdul Kodir by referring to QS. an-Nisa'/4: 34 and 128. In general, the term nusyuz is more often attached to wives who are considered disobedient to their husbands. However, Faqihuddin Abdul Kodir tries to open the horizon that nusyuz can also occur in husbands. Through the Mubadalah approach, he offers a more open understanding of the concept of nusyuz where the husband can be said to be nusyuz if he does not fulfill his obligations as the head of the family. This research uses a library research method with a qualitative approach to explore Faqihuddin's views and analyze the relevant verses. The results show that Faqihuddin's views in tafsir Mubadalah are able to provide an equal perspective in understanding husband-wife relations, where both parties have “equal” responsibilities with their respective roles to create justice in the household. Thus, the concept of nusyuz becomes relevant in building a more equal and fair relationship in the context of contemporary Muslim marriage.
Kata kunci: Nusyuz husband, Faqihuddin Abdul Kodir, Mubjadi.Penelitian ini membahas konsep nusyuz suami menurut pandangan ulama kontemporer Faqihuddin Abdul Kodir dengan merujuk pada QS. an- Nisa’/4: 34 dan 128. Secara umum, istilah nusyuz lebih sering dilekatkan pada istri yang dianggap tidak patuh terhadap suaminya. Faqihuddin Abdul Kodir berusaha membuka cakrawala bahwa nusyuz juga dapat terjadi pada suami. Melalui pendekatan Mubadalah (kesalingan) menawarkan pemahaman yang lebih terbuka terkait konsep nusyuz dimana suami dapat dikatakan nusyuz apabila tidak menjalankan kewajibannya sebagai kepala keluarga. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tafsir Mubadalah mampu memberikan perspektif yang setara dalam memahami relasi suami-istri, dimana kedua belah pihak memiliki tanggung jawab yang “sama” dengan peran masing-masing untuk menciptakan keadilan dalam rumah tangga. Dengan demikian, konsep nusyuz menjadi relevan dalam membangun hubungan yang lebih setara dan adil dalam konteks pernikahan muslim kontemporer
A comparative analysis of electoral systems in Indonesia and the Philippines: Structure, process, and political representation
This study aims to compare the electoral systems, both executive and legislative, in Indonesia and the Philippines by highlighting the differences in institutional structure, implementation mechanisms, and their impact on political representation (the presence or representation of the people's voices in political decision-making) and democracy. Indonesia applies an open proportional system for legislative elections, while the Philippines uses a plurality system (first-past-the-post) for congressional elections, as well as a mixed system for executive positions. This study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques through literature review and analysis of official election documents from both countries. The findings show that Indonesia's proportional system tends to produce broader party representation but is also vulnerable to political fragmentation (a situation where political power is divided into many competing groups or parties, making it difficult to reach political consensus or stability). Meanwhile, the majoritarian system in the Philippines is simpler but tends to result in dominance by political elites (a small group with power—whether economic, political, or social—that controls the decision-making process) and weakens minority group representation. The study concludes that each system has its advantages and disadvantages, influenced by the political, social, and historical context of each country. Therefore, the choice of an ideal electoral system should consider a balance between government efficiency and inclusive representation
Pelestarian kuliner tradisional melalui experiental learning pada pembuatan es cendol
Di tengah arus globalisasi, kuliner tradisional Indonesia seperti Es Cendol menghadapi risiko kehilangan identitas akibat dominasi gaya hidup modern. Program pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai budaya dan teknik pembuatan Es Cendol menggunakan pendekatan experiential learning, yang mengedepankan pembelajaran melalui pengalaman langsung. Kegiatan ini melibatkan siswa SMP-IT Al Uswah Surabaya dalam tiga tahapan: pengenalan teori dan demonstrasi pembuatan, praktik langsung dalam kelompok, serta evaluasi dan refleksi. Peserta mempelajari sejarah, filosofi, serta teknik penggunaan bahan alami seperti daun pandan dan daun suji. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap nilai budaya Es Cendol, keterampilan teknis dalam proses pembuatan, dan apresiasi terhadap bahan alami. Metode ini efektif menanamkan kebanggaan dan tanggung jawab terhadap pelestarian kuliner tradisional. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa experiential learning merupakan pendekatan yang relevan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong kreativitas generasi muda. Temuan ini dapat menjadi model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pelatihan kuliner tradisional lainnya