Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
    3345 research outputs found

    Optimalisasi pencatatan keuangan UMKM berbasis SAK EMKM untuk mendorong kemandirian finansial

    Get PDF
    Pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dilakukan kepada UMKM Roti Mahkota yang berlokasi di Yogyakarta. Intervensi ini diharapkan mempu memperbaiki pencatatan keuangan yang sebelumnya dilakukan secara manual dan tidak sistematis, serta membuka akses terhadap pendanaan eksternal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Paticipatory Action Research (PAR) yang melibatkan pelaku UMKM secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan dimulai dari observasi awal, wawancara pemilik usaha, pre-test, penyampaian materi melalui presentasi interaktif, serta pendampingan teknis menggunakan template Excel berbasis standar akuntansi yang berlaku yaitu SAK EMKM. Partisipan utama adalah pemilik usaha sebagai penanggung jawab pencatatan keuangan. Hasil akhir menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep pencatatan keuangan (dari 25% menjadi 90%) dan kemampuan teknis dalam menyusun laporan keuangan (dari 0% menjadi 85%). Kegiatan ini juga menghasilkan dokumen laporan keuangan pertama yang disusun sesuai standar. Secara jangka panjang, pelaku UMKM menunjukkan komitmen untuk melakukan pencatatan secara rutin dan mandiri yang berpotensi meningkatkan kredibilitas usaha dan akses terhadap pembiayaan. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam membangun fondasi pengelolaan keuangan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi UMKM sasaran

    IMPLEMENTASI PERDA KOTA MEDAN NOMOR 10 TAHUN 2021 TERHADAP PENGUTIPAN SUMBANGAN DALAM PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH

    Get PDF
    This study aims to examine the implementation of Medan City Regional Regulation Number 10 of 2021 regarding the collection of public donations, both those conducted with official permission and those without legal authorization. Using a normative-empirical method and a juridical-sociological approach, the research combines statutory analysis with empirical data obtained from interviews with the Social Service Office of Medan City and three legal charitable institutions: Lazpersis Foundation (Medan Sunggal), Dompet Dhuafa Muhammadiyah (Medan Tembung), and Al-Bukhari Mosque (Medan Johor). The findings show that the regulation provides a legal foundation to restrict unauthorized donation activities that tend to lack transparency and misuse public trust. In contrast, licensed institutions demonstrate accountable and lawful practices aligned with maqāṣid al-sharī‘ah, such as supporting orphans, educational scholarships, and places of worship. From the perspective of siyāsah dustūriyyah, this regulation affirms the state’s responsibility to uphold public benefit (maṣlaḥah ‘āmmah) and social order through just and ethical governance. Keywords: Medan Regulation, Public Donation, Siyāsah Dustūriyyah   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 10 Tahun 2021 terhadap praktik pengutipan sumbangan di ruang publik, baik yang dilakukan oleh lembaga berizin maupun oleh pihak tanpa izin resmi. Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis, yang mengombinasikan kajian peraturan perundang-undangan dengan data lapangan melalui wawancara di tiga kecamatan, yakni Medan Johor, Medan Tembung, dan Medan Sunggal, serta Dinas Sosial Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perda ini telah efektif dalam memberikan kerangka hukum untuk membatasi praktik pengumpulan sumbangan tanpa izin yang tidak akuntabel. Lembaga seperti Yayasan Lazpersis, Dompet Dhuafa Muhammadiyah, dan Masjid Al-Bukhari telah menunjukkan tata kelola sumbangan yang sah, transparan, dan sesuai prinsip maqāṣid al-syarī‘ah. Perspektif siyasah dusturiyah menegaskan peran negara dalam menjaga ketertiban umum dan mencegah kemudaratan publik melalui regulasi yang adil dan maslahat. Kata Kunci: Perda Kota Medan, Pengutipan Sumbangan, Siyasah Dusturiya

    Greenpeace's role in addressing the impact of fast fashion waste on the environment in Sub-Saharan Africa

    Get PDF
    The fashion industry has experienced rapid growth along with the emergence of fast fashion. Fast fashion is a clothing business model that emphasizes rapid, large-scale production at affordable prices to meet trending needs. However, the emergence of fast fashion has caused a global environmental crisis worldwide, especially Africa being the most affected country. One of the ecological impacts of fast fashion is the increase in clothing waste. The increase in clothing waste has led Global North countries to systematically dispose of their used clothing in Ghana, Kenya, and Tanzania. This study aims to analyze the role of Greenpeace, an environmental NGO, in addressing the fast fashion waste crisis using the concept of Global Environmental Governance (GEG). The research method used is qualitative research with a case study approach. Data collection techniques include documentation studies from books, scientific journals, Greenpeace reports, online media, and others as data sources. The data obtained are then analyzed to draw research conclusions. The findings indicate that Greenpeace plays a significant role in global environmental governance. In the context of this research, Greenpeace has successfully raised the issue of fast fashion waste as part of the global political discourse. Greenpeace plays a role in (1) information provider, (2) input on agenda and policy developer, (3) environmental advocate, and (4) operational function implementer in the case of fast fashion waste in Ghana, Kenya, and Tanzania

    Pemeriksaan hemoglobin dan konsultasi kesehatan untuk pencegahan anemia

    Get PDF
    Peran serta masyarakat, terutama dalam pembentukan kader "Cegah Anemia," sangat dibutuhkan sebagai bentuk keterlibatan komunitas dalam mendukung keberlanjutan program. Keterlibatan aktif warga dibutuhkan untuk membangun kesadaran dan kepedulian bersama terhadap kesehatan komunitas, khususnya dalam mencegah anemia dan hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah pemeriksaan kadar Hb dan penyuluhan kesehatan untuk mengatasi anemia. Tempat di Perumahan Sembungharjo Permai, Genuk, Kota Semarang dengan peserta 67 orang. Hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan bahwa kondisi pra hipertensi (tekanan sistolik 120-139 mmHg dan diastolik / 80-89 mmHg) dialami oleh 19,4% peserta (laki-laki) dan 23,9% peserta (perempuan). Data kadar hemoglobin menunjukkkan bahwa anemia ringan dialami oleh 4,5% peserta laki-laki, dan 17,9% peserta wanita. Pemeriksaan tekanan darah,  kadar hemoglobin, konsultasi, dan edukasi kesehatan bermanfaat bagi warga sebagai skrining awal penyakit hipertensi dan anemia, serta upaya pencegahannya. Hasil PkM ini diharapkan dapat menurunkan prevalensi stunting dan anemia di Indonesia.  Upaya berkelanjutan yang mendukung program pencegahan anemia dan stunting perlu dilakukan secara sistematis dan menyeluruh

    Analysis of Road Network Vulnerability for Dempo Volcano Eruption Evacuation

    Get PDF
    South Sumatra is a province on the island of Sumatra, positioned along the boundary between the Indo-Australian Plate and the Eurasian Plate. The tectonic interaction between these plates has resulted in a mountain range that extends longitudinally from the island’s northern to southern regions, a geological condition that contributes to the area’s susceptibility to natural hazards, one example is the Dempo Volcano. This study uses the four-step model method to analyse the vulnerability of the road network on evacuation routes during the eruption of Dempo Volcano in Pagar Alam City. Eight road sections were observed. A comparison of traffic survey results and numerical modelling was conducted to assess the consistency of the model and also to predict critical conditions. Scenario 1 represents evacuation conditions without any changes to road geometry, while Scenario 2 represents evacuation conditions with modifications in the form of road widening. The analysis showed that most of the population prefers motorcycles as a mode of transport and the fastest route during evacuation, considering the faster evacuation time. Scenario 1 showed a surge in traffic volume, which became an obstacle to evacuation. Scenario 2 can increase capacity and improve traffic flow. The Vulnerability Index indicates that some road sections are vulnerable to evacuation impacts. Keywords: Disaster Evacuation; Four Steps Models; Dempo Volcano Eruption; Road Network Modelling; Vulnerability Index.Sumatera Selatan, yang terletak di persimpangan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, sangat rentan terhadap bencana alam, termasuk letusan Gunung Dempo di Kota Pagar Alam. Studi sebelumnya menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan rute evakuasi dan algoritma Dijkstra untuk mengidentifikasi jalur evakuasi terpendek. Namun, studi-studi tersebut tidak memperhitungkan dinamika aliran lalu lintas atau mensimulasikan skenario untuk perencanaan evakuasi yang lebih responsif. Studi ini menggunakan model empat langkah untuk menilai kerentanan jaringan jalan rute evakuasi. Hasil analisis kinerja jaringan jalan menunjukkan kemacetan tinggi di beberapa bagian dalam kondisi normal. Skenario 1 menunjukkan peningkatan kemacetan di jalan utama dan redistribusi lalu lintas menuju rute evakuasi, yang mengurangi kemacetan. Intervensi Skenario 2, yang meningkatkan kapasitas jalan, berhasil mengurangi tingkat kemacetan. Temuan utama penelitian ini adalah perhitungan indeks kerentanan jaringan jalan, yang menunjukkan bahwa beberapa jalan, seperti Jalan Rimau Pariwisata, Jalan Rimau Kampung 4, Jalan Rimau, dan Jalan Soekarno Hatta, memiliki indeks kerentanan positif, artinya mereka rentan terhadap dampak evakuasi. Di sisi lain, jalan-jalan lain tidak rentan selama evakuasi. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan wawasan bagi pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan perkotaan dan menerapkan strategi mitigasi bencana yang efektif

    Pengaruh Media Tanam dan Waktu Panen Pada Pertumbuhan Serta Hasil Microgreen Peashoot (Pisum sativum L) : Urban farming, microgreen, peashoot, media tanam, umur panen

    No full text
    The reduction of agricultural land due to conversion for housing and rapid urbanization has led to the importance of urban farming in cities. Microgreen Peashoot (Pisum sativum L), which is rich in nutrients and beneficial for health. This study aimed to explore the effect of planting media and harvesting age on the growth and yield of microgreen Peashoot. The research was conducted at the Microgreen House, Alamsari Housing, Malang, using a Factorial Randomized Group Design (RAK) with two factors: planting media (100% cocopeat, 50% cocopeat: 50% husk charcoal, non-woven fabric) and harvest age (6, 7, 8, and 9 hst). The results showed that the combination of planting media cocopeat 50%: husk charcoal 50% harvest age at 9 hst to produce the best growth and yield. This combination is recommended for optimal microgreen peashoot yield.Berkurangnya lahan pertanian akibat konversi untuk pemukiman dan urbanisasi yang pesat mendorong pentingnya urban farming di perkotaan. Microgreen Peashoot (Pisum sativum L), yang kaya nutrisi dan bermanfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh media tanam dan umur panen terhadap pertumbuhan dan hasil microgreen Peashoot. Penelitian dilakukan di Rumah Microgreen, Perumahan Alamsari, Malang, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor: media tanam (cocopeat 100%, cocopeat 50% : arang sekam 50%, kain non woven) dan umur panen (6, 7, 8, dan 9 hst). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media tanam cocopeat 50% : arang sekam 50% umur panen pada umur 9 hst untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik. Kombinasi ini disarankan untuk hasil microgreen peashoot yang optimal

    Exploring the relationship between intellectual capital and firm value: Evidence from the Indonesian banking sector

    Get PDF
    Intellectual capital has become a critical driver of firm value in the global shift toward a knowledge-based economy. Extensive research has explored intellectual capital, but most have used short periods, focused on broad industries, or combined all components into a single measure. Thus, to fill those gaps, this study empirically examines the relationship between intellectual capital components and firm value in the Indonesian banking sector. This study used proxies of human, innovation, customer, and process capital to offer insights into how intangible assets influence performance. Using multiple linear regression techniques, the analysis was based on panel data from banks listed on the Indonesia Stock Exchange from 2001-2022. The results revealed that innovation and customer capital are significantly associated with firm value, which aligns with resource-based theory. Only the capital adequacy ratio (CAR) significantly affects control variables. Innovation and customer capital are vital to firm value, while human and process capital are not. This finding highlights the need for bank managers and investors to prioritize intangible assets, especially innovation and customer relationships when evaluating and enhancing firm value

    Legal Issues Concerning Surrogacy in Uganda: Taking a Leap from the United Kingdomd

    Get PDF
    The practice of surrogacy in Uganda has several legal issues and implications. Therefore, this study aims to analyze the legal issues and implications related to surrogacy in Uganda and make comparisons with the United Kingdom. In this case, the study was conducted using a doctrinal research method, relying on primary and secondary research materials. This study found the following: legislation on surrogacy is still being developed by the Ugandan government, and existing laws do not directly regulate surrogacy, which essentially creates legal loopholes and legal vacuums. In addition, this study found that UK law appears to adequately address issues related to surrogacy. This study concludes and recommends that the Ugandan government needs to accelerate the enactment of legislation on surrogacy to address relevant issues in the future, such as the commodification of women's bodies, parental rights, the best interests of the child, and so on

    Pemetaan partisipatif web-gis pada lahan pertanian untuk mendukung pengelolaan dan perencanaan pembangunan desa

    Get PDF
    Pertanian merupakan pilar penting ketiga dalam penguatan ekonomi masyarakat setelah industri dan perdagangan. Namun, di Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, keterbatasan pemahaman dan keterampilan petani dalam memanfaatkan teknologi digital masih menjadi kendala utama, khususnya terkait pengelolaan lahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani melalui pemanfaatan teknologi Web-GIS untuk pemetaan lahan secara partisipatif. Program dilaksanakan dengan pendekatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan, yang mencakup pengenalan antarmuka Web-GIS, teknik pengolahan data spasial, serta simulasi pemetaan, sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikannya dalam pengelolaan lahan. Hasil kegiatan menunjukkan penerapan teknologi digital mampu mendukung akses, pengelolaan, dan pemanfaatan data spasial pertanian secara lebih efektif. Sebanyak 72% kelompok tani mulai mengadopsi sistem ini untuk pencatatan lahan dan distribusi pupuk, sedangkan 28% masih dalam tahap adaptasi. Wawancara dengan perwakilan kelompok tani mengungkapkan penggunaan Web-GIS dapat mengurangi waktu pengelolaan data hingga 40% dibandingkan metode manual. Pengabdian ini berhasil mengatasi kendala pengumpulan, penyimpanan, dan penyajian data spasial, sekaligus menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan desa berbasis potensi wilayah. Pemanfaatan Web-GIS menghasilkan pemetaan lahan yang lebih akurat, mendukung perencanaan distribusi pupuk, meningkatkan transparansi informasi pertanian, serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, komunitas tani, dan investor. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan pertanian, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kemandirian petani

    KETERBUKAAN INFORMASI ALOKASI DANA PEMBANGUNAN ALUN-ALUN SERDANG BEDAGAI MENURUT UU. NO. 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH

    No full text
    Keterbukaan informasi publik merupakan roda utama bagi setiap daerah untuk bisa maju dan berkembang, kurang terbukanya informasi apalagi dengan ketiadaan informasi publik merupakan hal buruk yang wajib dihindari dalam suatu penerapan katatanegaraan disetiap daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi keterbukaan informasi publik berdasarkan peraturan perundang-undangan dan pandangan siyasah dusturiyah, serta penerapannya dalam konteks pembangunan daerah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melalui studi lapangan dan pustaka. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan pihak-pihak terkait. Sebagaimana yang disampaikan dalam penelitian ini, keterbukaan informasi publik memiliki dasar hukum yang sangat akurat, keterkaitannya dengan daerah merupakan suatu yang wajib disampaikan oleh pemerintah dan wajib diterima oleh umum. Maka dengan ini keterbukaan informasi publik dapat memberikan satu langkah maju bagi setiap daerah ataupun negara, tetapi dengan tidak propesionalnya pemerintah dalam memberikan keterbukaan informasi akan mengakibatkan satu langkah mundur bagi setiap daerah.   Kata kunci: Keterbukaan Informasi, Alokasi Dana, Siyasah DusturiyahKeterbukaan informasi publik merupakan roda utama bagi setiap daerah untuk bisa maju dan berkembang, kurang terbukanya informasi apalagi dengan ketiadaan informasi publik merupakan hal buruk yang wajib dihindari dalam suatu penerapan katatanegaraan disetiap daerah. Adapun tujuan dari terbukan informasi publik merupakan langkah awal pemerintah dalam memberikan kesempatan bagi masyarakatnya untuk berkontribusi menyumbangkan ide-idenya dalam memberikan perkembangan dan kemajuan bagi daerahnya. adapun penelitian ini mengunakan peneletian kualitatif deskeriptif sebagai bentuk gambaran perjalanan masalah beserta dasar-dasar hukumnya. Sebagaimana yang disampaikan dalam penelitian ini, keterbukaan informasi publik memiliki dasar hukum yang sangat akurat, keterkaitannya dengan daerah merupakan suatu yang wajib disampaikan oleh pemerintah dan wajib diterima oleh umum. Maka dengan ini keterbukaan informasi publik dapat memberikan satu langkah maju bagi setiap daerah ataupun negara, tetapi dengan tidak propesionalnya pemerintah dalam memberikan keterbukaan informasi akan mengakibatkan satu langkah mundur bagi setiap daerah. &nbsp

    3,113

    full texts

    3,345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Islam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇