Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
    3345 research outputs found

    Penguatan literasi digital guru pesantren melalui edukasi media pembelajaran interaktif dengan google site dan PhET: Meningkatkan keterampilan mengajar dalam konteks pendidikan pesantren

    Get PDF
    Literasi digital di kalangan guru pesantren masih menghadapi tantangan, terutama dalam pemanfaatan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital guru pesantren melalui pelatihan penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites dan PhET. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 80% peserta mengalami peningkatan kepercayaan diri dalam mengoperasikan kedua alat tersebut. Google Sites dan PhET dinilai efektif dalam mendukung pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran sains yang membutuhkan pendekatan visual dan eksperimen. Namun, ditemukan beberapa kendala teknis, seperti kesulitan dalam pembuatan situs pembelajaran yang efektif, yang menunjukkan perlunya dukungan tambahan pada tahap implementasi dan pasca-pelatihan. Meskipun keterampilan teknis guru meningkat, evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk mengukur dampak jangka panjang terhadap kualitas pembelajaran di pesantren, terutama dengan melibatkan siswa sebagai responden dalam analisis. Secara keseluruhan, penggunaan Google Sites dan PhET menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan interaktivitas serta pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Untuk menjaga keberlanjutan manfaat pelatihan, direkomendasikan pelatihan lanjutan, forum diskusi, dan pengembangan berkelanjutan media berbasis teknologi dalam mendukung pengajaran yang lebih efektif di lingkungan pesantren

    Leveraging BiLSTM for Deep Learning-Based Mental Health Chatbots

    Get PDF
    The high prevalence of mental health issues and limited access to professional information and support have driven the search for innovative solutions. One promising approach is the development of chatbot systems that provide quick and accessible mental health information. This study evaluates the performance of the Bidirectional Long Short-Term Memory (BiLSTM) algorithm in identifying and classifying user inputs within a mental health chatbot system. BiLSTM is chosen for its ability to process sequential data in both directions, allowing it to capture context more effectively than unidirectional models and better understand user intent. Deep learning methods like BiLSTM have also demonstrated higher accuracy compared to traditional machine learning models. This study focuses solely on BiLSTM to evaluate its performance in this context. The mental health dataset used in this study was sourced from previous research published on the GitHub platform and contains 100 classes of mental health-related questions and statements. This dataset was used to train the BiLSTM model to recognize user intent and generate relevant responses. The model achieved 98% accuracy on the training data. For evaluation on the test set, a confusion matrix was used, yielding an accuracy of 82%. The chatbot is implemented as a web-based application using a Python framework and is designed to provide users with insights and knowledge through text-based interactions. These results highlight the potential of the BiLSTM-based chatbot system to deliver effective and efficient mental health information service

    Dual-Track Model for Resolving Disputes Over Late Payment of Soccer Players' Salaries (Study of Labor Law and FIFA Regulations)

    Get PDF
    Cases of late payment of salaries by football clubs to professional football players often raise confusion regarding the legal forum that should be chosen, namely whether the dispute should be resolved through labor law or FIFA regulations. This study aims to formulate a dual-track model for resolving wage payment disputes through the perspective of national labor law and FIFA regulations. The method used is a normative legal approach combining the statute approach and case approach. This study’s innovation offers a dual-track dispute resolution model for football players’ wages, combining national mechanisms (labor law and Resolution of Industrial Relations) and international mechanisms (FIFA regulations and DRC). The research findings indicate that dispute resolution through Resolution of Industrial Relations tends to be slow, while FIFA's DRC is faster but less accessible for local players. This study proposes a harmonious dual-track model by integrating national and international.Kasus keterlambatan pembayaran gaji oleh klub sepak bola kepada pemain sepak bola profesional sering memunculkan kebingungan mengenai forum hukum yang harus dipilih, yaitu apakah penyelesaian harus ditempuh dengan hukum ketenagakerjaan atau regulasi FIFA. Penelitian ini bertujuan merumuskan model dual-track penyelesaian sengketa keterlambatan gaji melalui perspektif hukum ketenagakerjaan nasional dan regulasi FIFA. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Pembaharuan penelitian ini menawarkan model penyelesaian sengketa gaji pemain sepak bola melalui pendekatan jalur ganda (dual-track) yang menggabungkan mekanisme nasional (hukum ketenagakerjaan dan PHI) dan internasional (regulasi FIFA dan DRC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa melalui PHI cenderung lambat, sedangkan DRC FIFA lebih cepat namun kurang terjangkau bagi pemain lokal. Penelitian ini menawarkan model dual-track yang harmonis dengan mengintegrasikan mekanisme nasional dan internasional

    Buku saku “kader hebat, ibu nifas sehat”: Media pemberdayaan kader posyandu untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan ibu nifas

    Get PDF
    Angka kematian ibu pada masa nifas masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di wilayah Kelurahan Semanggi, Kota Surakarta. Rendahnya tingkat kunjungan ibu nifas ke fasilitas kesehatan serta minimnya media edukasi yang digunakan kader posyandu menjadi salah satu penyebab terjadinya komplikasi nifas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu melalui sosialisasi dan penggunaan media edukasi berupa buku saku “Kader Hebat, Ibu Nifas Sehat”. Kegiatan dilakukan dengan metode Participatory Action Research (PAR), melibatkan 30 kader kesehatan, dosen, mahasiswa, serta bidan wilayah. Sosialisasi dan refreshing materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan demonstrasi teknik menyusui. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader dari 53,33% menjadi 90% setelah intervensi, dengan p-value 0,000. Mayoritas kader menyatakan buku saku mudah digunakan (97%) dan mudah dibawa (100%). Peningkatan pengetahuan ini berkontribusi langsung terhadap kualitas edukasi yang diberikan kepada ibu nifas, khususnya dalam deteksi dini dan pencegahan komplikasi pasca persalinan. Dengan informasi yang lebih sistematis dan berbasis bukti, kader dapat menyampaikan edukasi secara efektif, baik di posyandu maupun dalam kunjungan rumah. Program ini berpotensi meningkatkan derajat kesehatan ibu nifas dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Untuk keberlanjutan, diperlukan perluasan jangkauan media serta pelibatan kader secara lebih luas agar manfaat program dapat dirasakan secara menyeluruh di tingkat komunitas

    Exploring EFL speaking anxiety among junior high school students: Levels, contributing factors, and coping strategies

    Get PDF
    While numerous studies have examined foreign language speaking anxiety at the university setting, research focusing on younger learners remains limited. This study addresses that gap by exploring the triggers and coping strategies to mitigate foreign language speaking anxiety among junior high school students. Exploring these two areas provides the avenue for wider opportunities of reaching higher proficiency levels at later stages, while allowing the identification of age- and gender-supportive coping strategies. Employing a mixed-method design, data were gleaned from questionnaires and semi-structured interviews involving six students—three male and three female—recruited after pondering their high rate of anxiety as measured by the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS). A content analysis revealed seven primary causes of anxiety: lack of vocabulary, performing in front of the class, fear of being laughed at, fear of making mistakes, fear of mispronouncing a word, fear of being the focus of attention, and fear of failure in English tests. Students adopted various coping strategies, including self-reassurance, calming techniques, and peer support. These findings highlight the need for teachers to recognize anxiety symptoms and implement fun and supportive strategies in the classroom. This study seeks to facilitate the students in overcoming and reducing the English-speaking anxiety they experienced during classroom practice. Due to the absence of in-depth investigation on the strategies to address anxiety, future researchers are advised to investigate the strategies that students engage in regulating their foreign language speaking anxiety and identify the coping mechanisms found most impactful in reducing anxiety levels

    Penguatan kepercayaan diri dan partisipasi komunitas perempuan melalui pelatihan public speaking

    Get PDF
    Keterampilan public speaking merupakan aspek penting dalam membangun kepercayaan diri dan partisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Namun, masih banyak komunitas perempuan di pedesaan yang menghadapi kendala dalam berbicara di depan umum akibat kurangnya pelatihan formal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum melalui pelatihan public speaking bagi anggota komunitas perempuan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode partisipatif yang mencakup empat tahapan, yaitu: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi partisipatif. Pelatihan dilangsungkan secara tatap muka dan melibatkan 23 peserta yang mengikuti serangkaian materi dan praktik intensif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta, sebagaimana ditunjukkan oleh perbandingan nilai pre-test dan post-test. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 71,3 menjadi 88,3 setelah pelatihan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan public speaking secara terstruktur mampu meningkatkan kepercayaan diri serta kesiapan peserta untuk terlibat aktif dalam kegiatan komunitas. Program ini menunjukkan kontribusi nyata dalam pemberdayaan komunikasi masyarakat dan dapat direplikasi di komunitas serupa dengan penyesuaian konteks lokal

    Penguatan kapasitas kelompok PKK melalui penyusunan proposal kegiatan sosial

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota PKK dalam menyusun proposal kegiatan sosial yang sistematis dan sesuai standar perencanaan. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dilaksanakan selama dua hari melalui sesi pelatihan, diskusi kelompok, praktik penyusunan proposal, dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 58,2 meningkat menjadi 83,6 pada post-test (kenaikan 43,6%). Selain itu, 100% peserta berhasil menyusun draft proposal sederhana, dan 85% di antaranya memenuhi standar kelayakan untuk diajukan ke pemerintah kabupaten. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat partisipasi aktif mitra dalam proses perencanaan pembangunan desa. Implikasi jangka panjang dari kegiatan ini mencakup potensi replikasi di wilayah lain serta penguatan kelembagaan PKK sebagai aktor lokal yang strategis. Tindak lanjut dirancang dalam bentuk pelatihan lanjutan dan pembentukan tim internal PKK untuk advokasi program kabupaten berbasis proposal

    Pengembangan LKPD SMP berbasis nilai Islam pada mata pelajaran matematika

    Get PDF
    Penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran menjadi tuntutan Penguatan pendidikan karakter menjadi tuntutan penting pendidikan abad 21, namun sebagian besar Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) guru belum terintegrasi nilai-nilai Islam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMP berbasis Islam di Banyumas, mencakup pemahaman konsep nilai-nilai Islam, keterampilan teknis penyusunan LKPD, dan kemampuan mengintegrasikannya ke materi ajar. Metode pelaksanaan meliputi pemberian materi dengan pendekatan kolaboratif, diskusi terarah untuk mengidentifikasi nilai Islam yang relevan, serta praktik penyusunan LKPD secara kelompok dengan umpan balik formatif. Peserta kegiatan adalah 20 guru SMP berbasis Islam di Banyumas. Evaluasi dilakukan melalui observasi, penilaian produk LKPD menggunakan rubrik, dan angket respon peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, dengan 85% guru mampu menghasilkan rancangan LKPD yang memuat nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama secara kontekstual. Pelatihan ini mendorong kesiapan guru mengimplementasikan LKPD berbasis nilai Islam di kelas, sehingga pembelajaran lebih bermakna, berkarakter, dan kontekstual. Model pelatihan ini berpotensi diadopsi di satuan pendidikan lain sebagai strategi pengembangan pembelajaran berbasis nilai Islam

    Exploring EFL undergraduate students’ academic procrastination in thesis writing: A narrative study in Indonesia

    Get PDF
    While a substantial body of literature has investigated the phenomenon of academic procrastination among undergraduate students, research specifically exploring academic procrastination among English as a foreign language (EFL) undergraduate students during thesis writing remains limited. To address this glaring gap, this narrative study aims to gain an in-depth understanding of the interplays of factors contributing to EFL undergraduate students' academic procrastination during their thesis writing process. By employing a purposive sampling technique, this study identified three EFL undergraduate students who volunteered to be involved as research participants. Semi-structured interviews were employed as the primary data collection method to collect the data from participants' live experiences. Through thematic analysis, this study found various factors contributing to EFL students’ thesis writing procrastination, such as learners' inadequate self-regulated capability, language mastery, writing ability, supervisor guidance, and emotional regulation. Additionally, this study also found detrimental effects of thesis writing procrastination on EFL undergraduate students’ wellbeing. By understanding contributing factors and hazardous effects of thesis writing procrastination, this study discussed possible interventions in order to mitigate and overcome thesis writing procrastination among EFL undergraduate students, which ultimately offers implications for future pedagogical practice and research. However, as this study relied solely on interviews for data collection, the findings may not fully reflect the complexity of the issue. Finally, the suggestions and recommendations of this research were also discussed

    ANTI-BULLYING EDUCATION FOR THE MOSLEM MILLENNIAL GENERATION IN UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

    Get PDF
    Anti-bullying education is a strategic initiative to prevent and address intimidation in educational environments, particularly among the Moslem millennial generation who are vulnerable to the interplay of social dynamics and rapid technological developments. While previous studies have examined bullying from various perspectives—such as Islamic educational principles, self-control development, and cognitive-behavioral interventions—there is limited research integrating Islamic education values with Stoicism philosophy in the context of higher education. This study addresses that gap by exploring the implementation of anti-bullying education at the State Islamic University (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang and assessing the effectiveness of its integrated approach. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through interviews with students, lecturers, and educational staff involved in anti-bullying programs. The findings reveal that combining Islamic ethical principles with Stoic concepts of self-discipline and resilience can foster a more inclusive and bullying-free campus culture. The study also highlights the role of technology and social media in both perpetuating and preventing bullying. Recommendations are provided for strengthening the character education curriculum, integrating moral philosophy into student development programs, and enhancing institutional policies to create a safer and more supportive academic environment

    3,113

    full texts

    3,345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Islam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇