Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS POLLARD SEBAGAI ADITIF DALAM SILASE LIMBAH SAYUR KUBIS: KOMPOSISI KIMIA, KECERNAAN, DAN FERMENTASI IN VITRO
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan pollard sebagai aditif terhadap komposisi kimia, kecernaan, fermentasi in vitro, dan nilai pakan silase limbah sayur kubis. Bahan yang digunakan adalah limbah sayur kubis dan pollard. Penelitian menggunakan empat perlakuan tingkat penambahan pollard: 0% (T0), 3% (T1), 6% (T2), dan 9% (T3) dari total bahan segar kubis. Parameter yang diamati meliputi kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), serat deterjen netral (NDF), serat deterjen asam (ADF), pH silase, kecernaan in vitro BK dan BO, konsentrasi total VFA dan NH₃, serta nilai kualitas silase seperti Fleight point dan Relative Feed Value (RFV). Hasil menunjukkan bahwa penambahan pollard secara signifikan (P<0,05) meningkatkan BK, BO, PK, kecernaan in vitro, serta nilai VFA, NH₃, Fleight point, dan RFV, namun menurunkan kandungan NDF dan ADF. Penggunaan pollard hingga 9% menghasilkan silase dengan kualitas fermentasi dan nilai nutrisi terbaik. Dapat disimpulkan bahwa pollard merupakan aditif potensial untuk meningkatkan kualitas silase limbah sayur kubis sebagai pakan ternak ruminansia
Edukasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada remaja
Masa remaja merupakan fase perkembangan yang kompleks dan penuh tantangan, ditandai dengan perubahan fisik, kognitif, emosional, serta sosial yang signifikan. Salah satu isu krusial yang dihadapi remaja adalah tingginya angka kekerasan seksual, yang berdampak buruk terhadap kesejahteraan fisik dan mental mereka. Berbagai faktor, seperti kurangnya pendidikan seksual yang memadai, pengaruh media yang tidak terkendali, serta tekanan dari lingkungan sosial, dapat meningkatkan risiko terjadinya kekerasan seksual. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan upaya pemberdayaan remaja melalui pendidikan seksualitas yang komprehensif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi dan strategi pencegahan kekerasan seksual. Dengan melibatkan 34 siswa sekolah menengah pada 23 Januari 2025, kegiatan ini mencakup seminar serta diskusi interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, yang dibuktikan dengan kenaikan skor posttest dibandingkan pretest. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan seksualitas yang komprehensif guna meningkatkan kesadaran remaja terhadap hak-hak reproduksi dan kesehatan mereka
Penerapan model pembelajaran berbasis komunikasi lintas budaya dengan social networking sites dalam pengembangan kompetensi global siswa
Di era globalisasi, kemampuan memahami budaya asing dan melestarikan budaya lokal menjadi kompetensi penting bagi siswa agar mampu berperan sebagai warga dunia yang aktif, bertanggung jawab, dan berakar pada identitas budaya sendiri. Namun, rendahnya kompetensi komunikasi lintas budaya di kalangan siswa SMP menjadi tantangan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru dan siswa dalam mengimplementasikan model pembelajaran aktivitas komunikasi lintas budaya (AKSIBUDAYA) berbasis Social Networking Sites (SNS), yang merupakan hasil riset dasar kompetitif nasional tahun 2022–2023. Metode kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Service Learning, yang dilaksanakan melalui tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan pelatihan dan workshop untuk guru, serta pembelajaran menulis berbasis SNS untuk siswa. Kegiatan ini diikuti oleh dua guru dan sepuluh siswa SMP Negeri 14 Binjai. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap pembelajaran lintas budaya serta kemampuan siswa dalam menulis esai komparatif dengan perspektif budaya melalui media digital seperti Canva. Luaran dari kegiatan ini berupa poster hasil karya siswa, rekognisi mahasiswa sebagai bagian dari MBKM, video kegiatan, serta naskah artikel untuk jurnal terindeks SINTA dan media massa elektronik. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris yang kontekstual, inklusif, dan relevan dengan tuntutan global
The role of parenting patterns in early childhood emotional regulation in the digital era
The digital era introduces challenges to the emotional development of young children as a result of heightened media exposure. Parents significantly influence the regulation of their child's emotions. The parenting style significantly influences this issue. This study seeks to examine the different parenting styles that affect children's emotional development. This study employs a literature review methodology. The literature database was accessed via Google Scholar. Data were gathered through literature searches using the terms "parenting method," "emotion regulation," "early childhood," and "digital media.". Synthesizing findings from multiple studies to examine the impact of various parenting styles—democratic, permissive, and authoritarian—on children's emotional development. The findings demonstrate that democratic parenting, defined by open communication and emotional support, significantly improves children's emotional regulation, whereas authoritarian and permissive parenting styles may impede emotional development. This study highlights the necessity for parents to adapt their parenting strategies in response to children's exposure to digital media, thereby effectively supporting their emotional development
Socialization of uti possidetis juris principles and socio-economic approaches to eliminate separatism in Indonesia
This study discusses the strategy to overcome the ideology of separatism in Indonesia through the integration of the principle of the Pacidetic Uti juris and the socio-economic approach. The threat of separatism, especially in Papua, remains a serious challenge for national integration. Development inequality, limited economic access, and marginalization narratives become a strong trigger for the growth of disintegration sentiment in the region. The principle of Uti is the posidetic of Juris, which confirms the validity of the boundaries since the decolonization period and provides an international legal basis to strengthen the claims of Indonesia's sovereignty over Papua. On the other hand, sustainable socio-economic policies are believed to be able to reduce the roots of separatism. This study uses mixed methods: qualitative data using NVivo 12 software and quantitative data using interpretive structural modeling (ISM). The results showed that the synergy between inclusive development strategies and the socialization of the principles of Uti Pacidetic Juris as international law could strengthen the sense of nationality and reduce the interest in separatist ideology, especially in Papua. The novelty of this study lies in the integrative approach between juridical and social aspects that have been rarely integrated. The limitations of this study lie in the extent of the scope of the area being analyzed. Further research is advised to explore the implementation of this strategy at the local community level in Papua to test its effectiveness in the long run as part of the national security strategy
Quality of service of “Electric Suroboyo Bus” as an urban public transportation system in Surabaya
The global environmental crisis has prompted various sectors, including the government, to support sustainability efforts. In response, the Surabaya City Government introduced the "Electric Suroboyo Bus" as an environmentally friendly and customer-oriented public transportation innovation. This initiative, managed by the Surabaya City Transportation Agency and operated by PT Yutaka, aims to provide a safe, comfortable alternative to private vehicles while promoting the shift to electric-based public transit in line with the SDGs 7 goal of pollution reduction. This study employed a qualitative descriptive approach to evaluate the service quality of the Electric Suroboyo Bus across five dimensions: responsiveness, reliability, assurance, empathy, and tangibles. Data were collected through purposive sampling involving key stakeholders, including the Transportation Agency, PT Yutaka, and Surveyor Indonesia, using interviews, observations, and documentation at relevant sites. The results indicate that the Electric Suroboyo Bus demonstrates strong service performance in responsiveness, reliability, assurance, and empathy. However, certain tangible elements, particularly infrastructure such as bus stop facilities and the use of digital applications, require further development. Enhancing collaboration among managing parties is crucial to optimize the use of digital platforms and improve overall service quality, ensuring greater public adoption and contributing more effectively to sustainable urban mobility
THE EVOLVING RELATIONSHIP BETWEEN ISLAMIC ECONOMIC THEORY AND FIQH AL-MUAMALAT IN MODERN FINANCIAL SYSTEMS: A COMPREHENSIVE ANALYSIS
This research examines the dynamic relationship between Islamic economic theory and fiqh al-mu'amalat in the context of modern financial systems. Using a systematic literature review method, this study analyzes the development of both disciplines and their interaction in shaping contemporary Islamic financial practices. The results indicate a significant convergence between Islamic economic principles and the interpretation of fiqh al-mu'amalat, especially in responding to modern financial challenges. However, several areas of tension requiring further harmonization were also identified. This study contributes to a more comprehensive understanding of how Islamic theory and legal practice interact in shaping the global Islamic financial landscape, while highlighting opportunities and challenges in developing innovative yet Shariah-compliant Islamic financial products
Edukasi kesehatan era digital: Peran augmented reality dalam meningkatkan kesadaran kelompok prolanis pasien diabetes
Edukasi bagi pasien diabetes melitus (DM) sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan manajemen penyakit guna mencegah komplikasi. Augmented Reality (AR) dipilih sebagai media edukasi karena mampu menyajikan informasi secara interaktif, menarik, dan mudah dipahami. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien untuk mencapai keberhasilan terapi. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien, terutama bagi kelompok prolanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan AR dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien DM kelompok prolanis serta melihat perubahan kadar gula darah sebelum dan sesudah edukasi. Studi ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain pre-post test. Intervensi diberikan melalui program edukasi berbasis AR yang menampilkan visualisasi 3D komplikasi diabetes. Analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada variabel pengetahuan (p=0,03) dan perilaku (p=0,02) setelah intervensi. Sementara itu, kadar gula darah mengalami penurunan dari 193 mmHg menjadi 187 mmHg, meskipun perubahan ini tidak signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi berbasis AR efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pasien DM kelompok prolanis. Meskipun penurunan kadar gula darah tidak signifikan, AR tetap berpotensi menjadi alat edukasi inovatif dalam mendukung manajemen DM jangka panjang
Inovasi pembelajaran TPQ dalam pemberdayaan masyarakat desa religius
Desa religius dan berdaya merupakan konsep pembangunan desa yang menekankan pada penguatan nilai-nilai keagamaan serta peningkatan kemandirian masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan desa religius dan berdaya melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) berbasis metode interaktif di Desa Wonoayu Kecamatan Wajak. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap program pemberdayaan yang diterapkan di Desa Wonoayu. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penguatan desa religius dan berdaya dapat dicapai melalui tiga strategi utama, yaitu (1) peningkatan peran aktif masyarakat dalam kegiatan sosial-keagamaan, (2) penguatan budaya gotong royong sebagai sarana membangun solidaritas sosial, dan (3) inovasi dalam sistem pembelajaran TPQ dengan metode interaktif, seperti penggunaan meneedia digital, storytelling, dan pembelajaran berbasis proyek. Implementasi strategi ini terbukti meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengabdian ini merekomendasikan sinergi antara pemerintah desa, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam memperkuat aspek religius dan kemandirian desa
Pengembangan produk aloe chewy dari lidah buaya sebagai upaya peningkatan ekonomi kreatif masyarakat
Dusun Precet, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, memiliki potensi tanaman lidah buaya (Aloe vera) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan masih terbatas pada penggunaan tradisional. Melihat kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman lidah buaya melalui pengembangan produk inovatif berupa permen Aloe Chewy, sekaligus memberdayakan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan kader PKK. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang dilaksanakan melalui lima tahapan utama: identifikasi masalah, perencanaan, tindakan, evaluasi, dan penyebaran hasil. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan pembuatan permen berbahan dasar lidah buaya dengan memanfaatkan bahan serta alat yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi permen secara mandiri, dibuktikan melalui hasil praktik, observasi, dan diskusi kelompok. Selain itu, muncul respons positif berupa minat masyarakat untuk mengembangkan produk ini sebagai peluang usaha rumahan. Kegiatan ini menghasilkan prototipe produk, panduan pembuatan, serta rencana pengembangan berbasis komunitas. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis potensi lokal efektif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa