Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
Structured or emotion? Teacher and student perceptions of genre-based vs. multisensory pedagogies in EFL writing classrooms
This study explores the effectiveness of two pedagogical approaches—genre-based (grounded in systemic functional linguistics, SFL) and multisensory instruction—in Indonesian EFL teacher education. While the genre-based approach emphasizes structured textual analysis and explicit feedback, the multisensory method integrates auditory, visual, and emotional modalities to enhance engagement. Through qualitative phenomenological analysis, including interviews and reflective journals from six students and two lecturers, the study examines perceptions of support, engagement, and skill development. Findings reveal that the genre-based approach improved grammatical precision and reduced reliance on translation tools but often led to passive learning and limited metacognitive awareness. Conversely, the multisensory approach fostered emotional-text connections and autonomous learning through techniques like the reading for emotion method (REM) and verbotonal exercises, though repetitive tasks occasionally caused fatigue. Lecturers noted that while SFL strengthened structural competence, it struggled to cultivate creativity, whereas multisensory methods enhanced engagement but required a better balance between autonomy and guidance. Theoretical implications highlight the value of integrating neuroscientific principles with sociocultural learning theories to optimize writing instruction. The study advocates for a hybrid model that combines the scaffolding benefits of genre-based pedagogy with the motivational and cognitive advantages of multisensory techniques. Recommendations include diversifying tasks to sustain engagement, reducing over-reliance on translation tools, and fostering metacognitive reflection. Future research should investigate longitudinal impacts and ideal sensory-structural balances to enhance EFL writing instruction in similar contexts
Revitalisasi madin: Meningkatkan sistem belajar mengajar dan memperkuat peran wali dalam pengembangan anak didik
Madrasah Diniyah (Madin) memiliki peran penting dalam pembentukan karakter santri melalui pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman. Namun, Madin Al-Falah menghadapi tantangan berupa metode pembelajaran yang masih tradisional, sistem administrasi yang belum tertata dengan baik, serta rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendukung proses pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperbaiki sistem pengelolaan administrasi, dan memperkuat peran orang tua melalui program revitalisasi madrasah. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan guru, pengelola madrasah, dan wali santri secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Intervensi yang dilakukan meliputi penerapan metode pembelajaran partisipatif, penyusunan buku saku evaluasi yang dilengkapi tanda tangan wali sebagai bentuk kontrol bersama, serta penguatan komunikasi antara madrasah dan orang tua melalui pertemuan berkala. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan pemahaman belajar santri sebesar 20%, serta peningkatan partisipasi wali santri hingga 75%. Selain itu, kegiatan evaluatif bertajuk Ramadhan Festival menjadi sarana reflektif yang mampu menguatkan nilai-nilai keislaman dan semangat belajar santri melalui kegiatan apresiatif. Program revitalisasi ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif dan partisipatif mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan orang tua. Model ini berpotensi direplikasi di lembaga serupa yang menghadapi tantangan sejenis
Upaya melestarikan budaya Indonesia melalui seni pencak silat
Seni bela diri seperti pencak silat adalah bagian yang tak terpisahkan dari kekayaan warisan budaya Indonesia. Di tengah arus globalisasi, tantangan dalam menjaga dan mempromosikan seni pencak silat menjadi semakin signifikan, terutama di luar negeri. Oleh karena itu penting untuk melakukan pelatihan pencak silat bagi generasi muda guna meningkatkan cinta tanah air dan pembangunan karakter sehingga mampu bersaing di tingkat internasional. Pelaksanaan program ini menggunakan metode service learning. Data diperoleh melalui pre-test sebelum pelatihan dan diakhiri dengan post-test dengan menggunakan formulir self check. Selain itu juga dilakukan pengamatan secara langsung oleh fasilitator sebagai penunjang hasil pengisian formulir self check peserta. Hasil pengabdian menunjukkan tercapainya keberhasilan target peserta yaitu 20 orang serta ketercapaian tujuan pengabdian yaitu adanya peningkatan keterampilan dan pemahaman peserta dalam menguasai teknik dasar pencak silat, selain itu juga tercapainya target praktik dan penyampaian 6 materi pencak silat. Hal tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan peserta secara keseluruhan yang dilihat dari hasil pre-test dan pengamatan yaitu 62.22% peserta menilai bahwa dirinya tidak tahu dan tidak pernah melakukan gerakan serta merasa perlu mengasah dengan latihan, sedangkan hasil post-test dan pengamatan menunjukkan bahwa 62.22% peserta menilai dirinya mampu melakukan gerakan baik sesuai arahan maupun dengan sempurna. Oleh karena itu, tim pengabdian berencana menyelenggarakan workshop online untuk memastikan keberlanjutan kegiatan ini dan membentuk kelompok latihan untuk berlatih serta melakukan pendampingan secara online
Optimalisasi peran bidan dengan quantum GIS dan deteksi dini tumbuh kembang dalam pemetaan risiko kejadian stunting
Upaya bidan dalam penurunan dan penanganan stunting serta masalah kesehatan lainnya, sangat didukung oleh kemampuan bidan dalam melakukan pemetaan risiko melalui teknologi informasi sehingga menjadi lebih efektif dalam perencanaan kegiatan sesuai dengan sasaran/target. Salah satu upaya untuk mengatasi stunting adalah melalui identifikasi dan pemetaan risiko terjadinya stunting di suatu wilayah dan skrining awal tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bidan dalam pemetaan risiko kejadian stunting dengan Quantum Geographic Information System (QGIS) dan Mampu Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, simulasi dan praktikum. Pelaksanaan kegiatan bermitra dengan Pengurus Daerah IBI Provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah peserta mengikuti kegiatan sebanyak 40 peserta. Evaluasi dilakukan berupa pretes dan postes pada saat kegiatan pelatihan berlangsung untuk menilai pengetahuan dan keterampilan melakukan pemetaan dengan QGIS dan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Setelah pelaksanaan kegiatan didapatkan menunjukkan pengetahuan peserta saat postes terdapat 35 peserta (87,5%) dengan pengetahuan yang baik, 5 peserta (12,5%) dengan pengetahuan yang cukup. Kegiatan yang telah dilaksanakan bermanfaat bagi bidan untuk membantu dalam memudahkan dalam melakukan pemetaan dan identifikasi risiko kejadian stunting
Inovasi ekonomi kreatif: Ubah bawang tak terjual jadi bawang goreng bernilai tinggi
Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah melalui pengolahan produk menjadi bawang goreng dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Dengan pendekatan ekonomi kreatif berbasis Asset-Based Community Development (ABCD), kegiatan ini melibatkan pelatihan intensif mengenai teknik pemilihan bahan baku, proses pemotongan, pengeringan, dan penggorengan pada suhu optimal (160-180°C) untuk menghasilkan bawang goreng yang berkualitas tinggi, renyah, dan tahan lama. Namun, selama pelaksanaan program, tim menghadapi beberapa tantangan dan kendala. Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya, baik dari segi bahan baku maupun peralatan yang diperlukan untuk pengolahan. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdian bekerja sama dengan masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan tambahan, memastikan bahwa petani memiliki akses ke informasi dan sumber daya yang diperlukan. Pendekatan berbasis kolaborasi memungkinkan petani untuk saling berbagi pengalaman dan solusi, meningkatkan keterampilan mereka dalam pengolahan bawang merah. Program ini juga mendorong pemanfaatan teknologi pemasaran digital melalui platform online seperti marketplace dan media sosial, yang memungkinkan petani untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan nilai ekonomi produk dari Rp10.000-Rp20.000 per kilogram untuk bawang merah mentah menjadi Rp80.000-Rp100.000 per kilogram untuk bawang goreng, yang berarti adanya peningkatan nilai ekonomi hingga 400%-500%. Dengan strategi keberlanjutan yang meliputi inovasi pengemasan, diversifikasi produk, dan peluang ekspansi ke pasar global, program ini tidak hanya mengatasi permasalahan fluktuasi harga dan pembusukan hasil panen, tetapi juga memperkuat daya saing produk olahan petani di pasar nasional maupun internasional
Education and implementation of quality management system to improve service quality in regional hospitals
The implementation of quality management systems in regional hospitals remains a challenge due to limited resources, lack of structured training, and inconsistent adherence to accreditation standards. This community service program aimed to enhance healthcare service quality by providing education and mentoring on quality management systems. The program was conducted in a regional hospital, involving 15 participants, including management, medical personnel, and administrative staff. It consisted of five key stages: preparation, socialization, training, monitoring and evaluation, and sustainability efforts. Observations indicated improvements in standard operating procedure (SOP) compliance, patient safety awareness, and documentation practices. Despite these positive developments, challenges such as resistance to change, infrastructure constraints, and limited hospital resources were observed. To ensure long-term impact, hospitals should establish quality assurance teams, integrate digital monitoring tools, and provide continuous training for healthcare workers. However, this study is limited in its ability to quantitatively measure long-term patient outcomes and service efficiency. Future research should assess measurable indicators, such as patient safety incidents and hospital performance metrics, to evaluate the broader impact of quality management system implementation in regional hospitals
Evaluation of apartement development policy: Case study of implications for Malang City regional spatial planning (2018-2020)
This study examines the compatibility of the Malang City Spatial Plan with the Begawan Apartment development and its resulting impacts. The RTRW aims to establish spatial patterns based on principles such as integration, harmony, sustainability, usability, openness, justice, and accountability. Using a qualitative descriptive approach, the research involved interviews with the Malang City Department of Manpower, Investment, and Comprehensive Services, the Begawan Apartment director, and residents of Tlogomas Village (RW 5 and RW 7). Analysis was conducted through William Dunn’s public policy framework to assess Malang City's regulations on apartment construction. Findings indicate that while no specific regulations govern Begawan Apartments, it has obtained a construction permit. The development has led to negative effects, including reduced green space crucial for rainwater absorption and air quality improvement, conflicting with regulations designating the Brantas River area as green space. However, positive impacts include economic benefits for local SMMEs and increased job opportunities for residents
Manajemen pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing UMKM
Pengabdian Masyarakat ini membahas pentingnya manajemen pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing UMKM, yang menghadapi tantangan dalam pemasaran produk pasca-pandemi Covid-19. Produk kerajinan tas anyam memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar domestik dan internasional, namun masih banyak permasalahan terkait distribusi, pemasaran, dan kualitas produk. Oleh karena itu, strategi pemasaran digital dan pengembangan produk diperlukan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali potensi dan permasalahan UMKM serta memberikan solusi berbasis teknologi digital dan inovasi desain produk. Pendampingan yang diberikan bertujuan untuk memperkenalkan cara-cara baru dalam pemasaran dan produksi agar UMKM tas anyam dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan global. Hasil dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pemasaran produk UMKM khususnya tas anyam setelah dipasarkan secara digital sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas
Transformasi pembelajaran STEM untuk peningkatan kompetensi guru melalui penggunaan drone-kit
Pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) menjadi kerangka penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, implementasi STEM di Indonesia, khususnya dalam pengajaran guru, masih menemui kendala, salah satunya adalah keterbatasan pelatihan dan pemanfaatan teknologi. Maka, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterampilan teknologi, pedagogik, dan berpikir kritis guru. Dalam mengatasi hal ini, dilakukan kegiatan berupa workshop perakitan Drone-Kit berbasis STEM yang diadakan di SMAN 4 Cimahi. Tujuan kegiatan ini adalah melatih para guru untuk memanfaatkan teknologi. Sebanyak 20 guru mengikuti workshop ini selama 4 pertemuan setiap hari Jumat, dengan fokus pada teori dan perancangan STEM, perakitan Drone-Kit serta penerapannya dalam pembelajaran. Data hasil kegiatan kemudian diukur menggunakan kuesioner yang menilai tingkat kepercayaan diri guru dalam mengimplementasikan pembelajaran STEM. Hasilnya menunjukkan bahwa 68,8% guru merasa lebih percaya diri dalam mengintegrasikan STEM dalam pembelajaran setelah mengikuti workshop. Diperoleh juga 70,6% guru menyatakan STEM sebagai pembelajaran yang menarik untuk diajarkan di kelas. Workshop ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi, seperti Drone-Kit, dapat menjadi alat efektif dalam pembelajaran berbasis STEM. Kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kompetensi guru, meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk mengimplementasikan pembelajaran berbasis STEM, dan berpotensi untuk diajarkan di kelas nya agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia
Youth empowerment through the implementation of an IoT-based flood early warning system to strengthen community preparedness
Frequent flooding in Sidomulyo Village causes significant losses both in the residential sector of residents. The lack of disaster management infrastructure and the lack of knowledge of the Sidomulyo Village Youth Organization regarding flood mitigation have implications for low community preparedness for flood disasters. The purpose of this activity is to provide a solution by increasing the knowledge of youth in flood preparedness by implementing Early Warning System (EWS) technology integrated with the Internet of Things (IoT); and the creation of a Flood Safe Zone Map. The implementation method is carried out in stages including socialization, counseling, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability planning. The results of the activity show that the Youth of the Sidomulyo Village Youth Organization are very enthusiastic about this program, as evidenced by a positive response in the form of an increase in flood preparedness knowledge by 75%. The availability of IoT-integrated EWS infrastructure for flood disaster mitigation. In addition, the partners also succeeded in compiling a safe zone map. This community empowerment activity is expected to strengthen the role of Karang Taruna youth in reducing the risk of flood disasters that occur