Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
PV Optimization With Genetic Algorithm-Based MPPT Method
This research designs and implements a Maximum Power Point Tracking (MPPT) system based on genetic algorithm (GA) on buck-boost converter using Arduino microcontroller to increase energy conversion efficiency on PV system. The GA algorithm is used to adjust the PWM duty cycle to achieve the maximum power point (MPP) optimally. Tests were conducted to analyze the performance of the GA compared to the Perturb and Observe (P&O) algorithm and the system without MPPT. The results show that the GA is able to achieve a maximum power of 26.16 W, higher than the P&O algorithm (23.77 W) and the system without MPPT (1.59 W). The GA also reaches MPP faster, maintains output stability, and reduces power fluctuations. Voltage and current sensor testing showed high accuracy with Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 0.291% and 0.206%, respectively. The system was shown to improve energy conversion efficiency under various lighting and load conditions dynamically. With these results, the genetic algorithm proved to be more effective in optimizing the output power of solar panels than conventional methods
Enhancing Student Interactivity And Creativity Through PAIKEM On Learning Islamic Education In The Digital Age
This study discusses applying the PAIKEM method (Active, Innovative, Creative, Effective, and Fun) in learning in the digital era. This study aims to determine how PAIKEM can increase student enthusiasm in learning and make the learning process more interesting and meaningful. This study uses a literature review method, reviewing various sources such as books and scientific articles. The study results indicate that using technology in PAIKEM can help students become more active, creative, and better understand the subject matter. However, challenges include limited technological facilities and teachers' ability to use digital learning media. Therefore, teacher training and creativity enhancement must ensure that PAIKEM can optimally implement in the digital era. Proper implementation will make learning more enjoyable, and learning objectives can be achieved more effectively. This study can serve as a reference for improving student interaction and creativity in Islamic education teaching by the terms inherent in the acronym PAIKEM
Lansia sebagai pelopor ekonomi hijau: Inisiatif kurikulum sekolah lansia
Kelurahan Gedongkiwo di Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta, memiliki populasi penduduk dan lansia terbesar, serta menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah organik. Kota Yogyakarta menghasilkan lebih dari 360 ton sampah setiap hari, namun pengelolaannya belum optimal. Lansia di Gedongkiwo, mayoritas tanpa pendidikan formal, belum diberdayakan secara aktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Untuk mengatasi hal ini, dikembangkan kurikulum JUWEH (Juru Warga Lansia Pendamping Pengelola Sampah) yang bertujuan memberdayakan lansia sebagai agen perubahan lingkungan. Program ini melatih lansia untuk memisahkan dan mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomis seperti kompos, maggot, dan eco enzyme, menggunakan teknologi tepat guna. Kurikulum ini dirancang berbasis budaya lokal dan telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Hasilnya, program meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam pengelolaan sampah, menciptakan produk bernilai jual, dan mendorong pemanfaatan hasil olahan untuk kebutuhan keluarga. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini memberdayakan lansia sebagai agen lingkungan yang berkontribusi pada keberlanjutan sosial dan ekonomi Gedongkiwo, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
IMPLEMENTASI PERDA KOTA MEDAN NOMOR 10 TAHUN 2021 TENTANG KETERTIBAN DAN KETENTRAMAN UMUM OLEH DINAS PERHUBUNGAN TERKAIT PENGANGKUTAN BAHAN BERDEBU DAN BAHAN BERBAU BUSUK DENGAN ANGKUTAN TERBUKA
This study aims to explores the effectiveness of the implementation of Medan City Regional Regulation Number 10 of 2021 concerning Public Order and Tranquility, particularly regarding the prohibition of transporting dusty and foul-smelling materials using open vehicles. A socio-legal approach was employed, combined with empirical fieldwork through interviews, direct observation, and analysis of both classical and contemporary literature, including principles of fiqh siyasah. The findings reveal that the enforcement of the regulation remains suboptimal. This is evidenced by the low compliance rate among transport vehicles, weak monitoring systems, and administrative sanctions that fail to produce a deterrent effect. Implementation barriers stem from structural issues such as the lack of personnel and infrastructure as well as cultural constraints, notably the low level of legal awareness among the community. From the perspective of fiqh siyasah, this situation reflects the state's failure to safeguard public welfare and a lack of actualization of the principles of hisbah, sadd al-dzari’ah, and siyasah dusturiyah. Addressing this issue requires a multi-sectoral strategy involving government entities, civil society, and religious institutions. Institutional reform, regulatory strengthening, and enhanced public education are essential components for optimizing public policy implementation grounded in Islamic values.
Keywords: Local Policy, Open Transport, Fiqih Siyasah, Legal Effectiveness
Abstrak
Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas implementasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketertiban dan Ketentraman Umum, terutama dalam larangan pengangkutan bahan berdebu dan berbau busuk menggunakan kendaraan terbuka. Pendekatan yuridis sosiologis ipadukan dengan metode lapangan (empiris) melalui wawancara, observasi langsung, serta telaah terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan, termasuk prinsip-prinsip fiqh siyasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan regulasi masih belum optimal. Hal ini ditandai dengan rendahnya tingkat kepatuhan teknis kendaraan pengangkut, lemahnya sistem pengawasan, serta sanksi administratif yang tidak menimbulkan efek jera. Hambatan implementatif bersumber dari persoalan struktural seperti minimnya petugas dan infrastruktur serta kendala kultural berupa rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Dalam kerangka fiqih siyasah, lemahnya pelaksanaan ini mencerminkan kegagalan negara dalam menjaga kemaslahatan publik dan belum terwujudnya nilai hisbah, sadd al-dzari’ah, serta siyasah dusturiyah. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, diperlukan strategi lintas sektor dengan melibatkan elemen pemerintah, masyarakat, dan institusi keagamaan. Reformasi kelembagaan, penguatan regulasi, serta peningkatan edukasi publik menjadi komponen utama dalam mengoptimalkan kebijakan publik berbasis nilai-nilai keislaman.
Kata Kunci: Kebijakan Daerah, Kendaraan Terbuka, Fiqih Siyasah, Efektivitas HukumKajian ini mengeksplorasi efektivitas implementasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketertiban dan Ketentraman Umum, terutama dalam larangan pengangkutan bahan berdebu dan berbau busuk menggunakan kendaraan terbuka. Pendekatan yuridis sosiologis dipadukan dengan metode lapangan (empiris) melalui wawancara, observasi langsung, serta telaah terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan, termasuk prinsip-prinsip fiqh siyasah. Temuan menunjukkan bahwa pelaksanaan regulasi masih belum optimal. Hal ini ditandai dengan rendahnya tingkat kepatuhan teknis kendaraan pengangkut, lemahnya sistem pengawasan, serta sanksi administratif yang tidak menimbulkan efek jera. Hambatan implementatif bersumber dari persoalan struktural seperti minimnya petugas dan infrastruktur serta kendala kultural berupa rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Dalam kerangka fiqih siyasah, lemahnya pelaksanaan ini mencerminkan kegagalan negara dalam menjaga kemaslahatan publik dan belum terwujudnya nilai hisbah, sadd al-dzari’ah, serta siyasah dusturiyah. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, diperlukan strategi lintas sektor dengan melibatkan elemen pemerintah, masyarakat, dan institusi keagamaan. Reformasi kelembagaan, penguatan regulasi, serta peningkatan edukasi publik menjadi komponen utama dalam mengoptimalkan kebijakan publik berbasis nilai-nilai keislaman
REKAYASA BIOSINTESIS PRODUKSI DAGING KELINCI RENDAH KOLESTEROL DENGAN PEMBERIAN Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI DALAM BERBAGAI BENTUK PAKAN
Kandungan kolesterol tinggi dalam daging hewani merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskuler seperti aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus salivarius yang terenkapsulasi dalam berbagai bentuk pakan (mash, pellet, dan wafer) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian, konversi pakan (FCR), kadar kolesterol, dan protein pada daging kelinci. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing menggunakan satu ekor kelinci jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan bentuk pellet memberikan performa terbaik secara signifikan dibandingkan mash dan setara dengan wafer, dengan FCR lebih rendah dan pertambahan bobot badan lebih tinggi. Suplementasi Lactobacillus salivarius secara signifikan menurunkan kadar kolesterol daging dan meningkatkan kandungan protein dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulannya, pemberian probiotik dan pemilihan bentuk pakan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi produksi serta menghasilkan daging kelinci rendah kolesterol dan tinggi protein
Assessing translanguaging as a strategy for enhancing students’ classroom activity participations in a rural vocational high school: A case study
Translanguaging (TL) has been recognized for its potential to enhance students’ understanding and participation in English as a foreign language (EFL) classroom, particularly in speaking, reading, writing, and listening. This is especially relevant for vocational high school students in rural settings, where limited English proficiency and resource constraints present challenges. TL allows students to engage more actively by flexibly using their native language alongside English. However, its effectiveness depends on various contextual factors, including teachers’ implementation strategies and students’ language proficiency. This case study investigates how teachers and students perceive the effectiveness of TL in supporting comprehension within the context of English for specific purposes (ESP) in a rural school setting. The data were collected through teacher interviews, student focus group discussions, and classroom observations. Findings indicate positive perceptions of TL from both teachers and students, with teachers using it strategically to explain complex ideas and foster language skills. However, its effectiveness varies based on language familiarity, with a noted preference for mixing English with Bahasa Indonesia over Javanese. Despite TL's benefits in building confidence and comprehension, challenges such as balancing native languages with English, managing limited vocabulary, and ensuring consistent practice remain. Overall, while TL strategies could enhance comprehension and confidence in speaking English, the success depends on strategic implementation and alignment with students' proficiency levels. Future studies could explore the efficacy of TL in improving students’ comprehension across diverse educational settings
The use of ChatGPT in the Indonesian ELT context: A systematic review
This study investigates the integration of ChatGPT as an educational technology tool within the Indonesian English Language Teaching (ELT) context. Utilizing a systematic review methodology, twelve peer-reviewed articles indexed in the Scopus database were selected for analysis to examine emerging trends, pedagogical applications, perceived benefits, and associated challenges of ChatGPT in EFL education. Through content analysis, the findings reveal that 2024 witnessed the highest publication output, with higher education identified as the most commonly explored educational setting. Qualitative research designs predominated among the reviewed studies. ChatGPT was employed for a variety of pedagogical purposes, including content and idea generation, feedback provision, linguistic revision, paraphrasing, grammar checking, teaching material development, lexical and collocational enhancement, personalized learning, and improving textual coherence and cohesion. Reported benefits encompass grammar correction, resource accessibility, idea generation, vocabulary expansion, and formative feedback. Conversely, challenges include user over-reliance, ethical concerns, informational inaccuracies, insufficient cultural contextualization, embedded biases, and limitations related to prompt formulation. The findings imply a critical need for future research that expands into secondary education contexts, utilizes quantitative or mixed-method approaches, addresses the identified limitations of ChatGPT in educational settings, and employs longitudinal designs to assess its sustained impact on language learning
Peningkatan nilai tambah produk perikanan pesisir dengan perbaikan kemasan dan pemasaran
Kecamatan Pademawu Pamekasan memiliki potensi perikanan yang besar, namun potensi ini belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi nelayan dan masyarakat pesisir akibat kurangnya pemahaman dalam meningkatkan nilai jual produk hasil perikanan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dalam peningkatan kualitas dan daya saing produk perikanan melalui perbaikan kemasan dan strategi pemasaran. Fokus utama peningkatan mencakup kualitas produk olahan (ikan kering, ikan asap, kerupuk ikan dan petis ikan), volume produksi serta perluasan pasar. Metode yang digunakan terdiri dari tiga tahap: (1) identifikasi potensi UMKM melalui wawancara dan observasi; (2) sosialisasi dan pelatihan perbaikan kemasan dan pemasaran melibatkan BUMDES dan koperasi; (3) evaluasi dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur perubahan dalam produksi, pemasaran dan pendapatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan produk perikanan Pademawu memiliki potensi pasar yang menjanjikan. Kemasan yang lebih menarik pada produk perikanan dapat meningkatkan daya tarik konsumen, memperpanjang umur simpan, serta mengurangi kerusakan produk. Pemasaran yang lebih efektif berhasil memperluas distribusi. Dampak social dan ekonomi meliputi peningkatan pendapatan nelayan dan UMKM, penguatan jejaring sosial ekonomi serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha perikanan yang berkelanjutan
Edukasi tari eklek untuk guru seni budaya: Meningkatkan konservasi pada produk budaya unggulan
Tari Eklek diakui sebagai salah satu produk budaya unggulan Kabupaten Pacitan karena lahir dari local wisdom Pacitan. Akan tetapi upaya pewarisan dan konservasi tari Eklek ini nampaknya belum maksimal. Perlu adanya upaya pewarisan tari ini ke sekolah-sekolah formal. Guru-guru seni budaya sebagai ujung tombak pewarisan budaya tentunya memegang peranan yang sangat penting. Tujuan dari kegiatan ini adalah melatih guru seni budaya di Kabupaten Pacitan agar mampu menguasai teknik Tari Eklek sehingga dapat meneruskannya kepada generasi mendatang sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal. Kegiatan pengabdian dibagi menjadi 3 tahap, yaitu: (1) Ceramah dan demonstrasi untuk memperkenalkan Tari Eklek; (2) Pelatihan, untuk mendalami teknik tari; (3) Penarikan kesimpulan dan evaluasi untuk mengukur penguasaan materi oleh peserta. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan guru seni budaya dalam menarikan Tari Eklek, serta terjalinnya sinergi antara pengabdi, pemerintah daerah, dan lembaga pelestari resmi Tari Eklek untuk keberlanjutan program dalam skala yang lebih luas sebagai wujud konservasi budaya di Kabupaten Pacitan. Pelatihan ini diharapkan menjadi model bagi kegiatan konservasi budaya lainnya dan mendorong penerapan pengajaran Tari Eklek secara lebih luas di berbagai sekolah di wilayah Pacitan
Pemberdayaan UMKM pada pelapak melalui program hospitality dan plating untuk meningkatkan daya tarik destinasi kuliner di desa wisata
Persaingan di sektor industri kuliner menuntut pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memiliki keterampilan pelayanan dan penyajian yang sesuai dengan standar industri pariwisata. Di Desa Wisata Mbulak Wilkel, keterbatasan kapasitas pelapak dalam aspek hospitality dan plating menjadi kendala dalam meningkatkan daya tarik destinasi kuliner. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM kuliner melalui pelatihan hospitality dan plating. Menggunakan pendekatan partisipatif, yakni melibatkan pelapak secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Metode yang digunakan yaitu observasi kebutuhan, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi lapangan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan oleh tim pengabdian Universitas Mercu Buana Yogyakarta dengan bersama praktisi di bidang hopitality dan plating. Pasca pelatihan menunjukan sebanyak 75 % menu yang disajikan oleh warung-warung di Mbulak Wilkel dilakukan upgrade dan perubahan plating lebih menarik, memiliki Standart Operating Procedure penyajian, serta peningkatan manajement pelayanan. Temuan ini menunjukan dampak pada peningkatan keterampilan hospitality dan plating para pelapak yang akan berpengaruh pada peningkatan daya saing destinasi kuliner lokal di desa wisata