Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
INSTITUTIONALIZATION OF MODERATE DAKWAH IN MOSQUE MANAGEMENT AT AN-NUR, ROKAN HILIR
This study aims to examine the management strategies of the Mosque Prosperity Board in promoting Dakwah Wasathiyyah (moderate Islamic preaching) at An-Nur Mosque in Bagan Sinembah District, Rokan Hilir Regency. The research focuses on understanding how planning, organizing, mobilizing, and evaluating processes are carried out in alignment with the principles of moderate da'wah. A qualitative approach was employed, with data gathered through observation, interviews, and documentation. The primary source was the chairman of An-Nur Mosque Prosperity Board, supported by secondary sources including journals and mosque congregants. The findings indicate that Mosque Prosperity Board management effectively implements Dakwah Wasathiyyah through strategic planning such as preacher capacity building, thematic study programs, and collaborative outreach. Organizational structure includes specialized teams and advisory councils, while mobilization efforts involve religious moderation training, interfaith dialogue, social activities, and partnerships with external institutions. Annual evaluations ensure the propagation of tolerant, socially just, and harmonious messages. Although the study is limited to one mosque and relies on qualitative insights, it offers a valuable model for applying moderate Islamic principles through institutional mosque management
Perlindungan dan Hubungan Hukum Para Pihak Dalam Fleksibilitas Ekonomi Gig di Indonesia
The rapid growth of the digital economy has given birth to a flexible working model known as the gig economy. In Indonesia, this system offers ease in work dynamics, but also creates vulnerabilities for its workers. This study uses a normative juridical approach with literature and field study methods. The purpose is to examine the legal relationship between the parties in gig work practices based on labor regulations and the Civil Code, as well as evaluate forms of legal protection for gig workers in partnership relationships to support their welfare. The lack of an element of command in the employment relationship between platforms and gig workers leads to limited access to the protection of labor rights, such as social security and wages. Therefore, a comprehensive and adaptive regulatory framework is needed to ensure protection for gig workers without hindering the operational flexibility of digital platforms.Pertumbuhan pesat ekonomi digital telah melahirkan model kerja fleksibel yang dikenal sebagai ekonomi gig. Di Indonesia, sistem ini menawarkan kemudahan dalam dinamika kerja, namun juga memunculkan kerentanan bagi pekerjanya. Penelitian ini menggunakan yuridis normatif dengan metode studi kepustakaan dan lapangan. Tujuannya adalah untuk mengkaji hubungan hukum antara para pihak dalam praktik kerja gig berdasarkan peraturan ketenagakerjaan dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dan bentuk perlindungan hukum bagi pekerja gig yang berada dalam hubungan kemitraan guna mendukung kesejahteraan mereka. Minimnya unsur perintah dalam hubungan kerja antara platform dan pekerja gig menyebabkan terbatasnya akses terhadap perlindungan hak-hak ketenagakerjaan, seperti jaminan sosial dan upah. Oleh karena itu, dibutuhkan kerangka regulasi yang komprehensif dan adaptif guna menjamin perlindungan bagi pekerja gig tanpa menghambat fleksibilitas operasional platform digital
Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat rumahan dalam upaya peningkatan kesehatan keluarga
Lansia memiliki keterbatasan dalam konsumsi obat akibat penurunan fungsi organ, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman, seperti bahan alam. Beberapa tanaman herbal yang juga merupakan bumbu dapur, mengandung metabolit sekunder yang efektif sebagai analgetik dan antiinflamasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam memanfaatkan bumbu dapur sebagai minyak gosok. Kegiatan ini mengadopsi metode Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan peserta secara aktif dalam identifikasi kebutuhan, pelatihan, dan praktik pembuatan sediaan. Kegiatan ini melibatkan 50 peserta yoga lansia dari komunitas Gumuh Ayu yang aktif berlatih yoga dan memiliki perhatian pada kesehatan. Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan berpartisipasi aktif. Evaluasi kegiatan melalui observasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam meracik minyak gosok yang dapat diterapkan untuk kebutuhan pribadi maupun peluang usaha. Pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi dan praktik pemanfaatan tanaman herbal berbasis komunitas ini terbukti efektif dan relevan diterapkan di kalangan lansia, terlebih lagi kegiatan berupaya sebagai peningkatan kesehatan keluarga. Program ini berpotensi berkelanjutan melalui integrasi dalam kegiatan rutin komunitas dan pengembangan produk berbasis tanaman herbal
Penerapan pola pangan sehat pada pelajar sekolah dasar menggunakan metode story telling
Anak pada usia sekolah merupakan masa tumbuh kembang yang cukup berisiko terhadap masalah gizi. Edukasi gizi pada anak sekolah, khususnya sekolah dasar membutuhkan kegiatan edukatif yang menarik dan inovatif. Sosialisasi tentang gizi pangan yang menarik dapat dilakukan dengan metode bercerita (storytelling). Tujuan kegiatan adalah mengedukasi pelajar sekolah dasar tentang konsep B2SA dan pentingnya mengonsumsi menu. sehat Metode pelaksanaan kegiatan adalah Servive learning (SL) yang menghubungkan teori dengan praktik nyata untuk memperdalam pemahaman peserta. Peserta adalah pelajar kelas IV SD Mujahidin Pontianak, dengan instrumen evaluasi berupa kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode storytelling yang dilakukan pada kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang makanan sebagai sumber gizi dengan peningkatan pemahaman dari 49,03% menjadi 74,84%, sedangkan pemahaman tentang menu B2SA meningkat dari 29,03% menjadi 83,87%. Peningkatan pemahaman ini juga diikuti dengan kesediaan anak-anak untuk mengonsumsi pangan B2SA. Hasil kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meneruskan kebiasaan makan sehat dengan dukungan dari guru di sekolah dan orang tua di rumah. Program ini memiliki potensi untuk direplikasi di tempat lain, sehingga implikasinya menjadi lebih luas secara sosial dan ekonomi
Potensi pengembangan produk inovatif pangan dari limbah tahu sebagai produk diversifikasi bernutrisi tinggi
Limbah tahu sering menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti bau tidak sedap, pencemaran air dan tanah, gangguan kesehatan, serta berkurangnya estetika wilayah. Salah satu jenis limbahnya, ampas tahu, sebenarnya memiliki kandungan gizi tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai ekonomis seperti kerupuk, keripik, flake, atau snack bar. Artikel ini bertujuan menggali pengetahuan masyarakat tentang limbah ampas tahu sekaligus mengenalkan potensi pengembangannya menjadi produk inovasi pangan. Melalui program pengabdian ini, masyarakat mendapatkan pelatihan teknik pengolahan ampas tahu serta strategi pemasaran yang efektif. Metode kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan pembuatan produk pangan kekinian, dan pendampingan berkelanjutan pada proses produksi dan distribusi produk. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat; pengetahuan tentang ampas tahu mendapat skor 4,18, sedangkan kemampuan pemasaran mencapai 4,63. Program ini membantu mengurangi limbah industri tahu yang mencemari lingkungan, menghasilkan produk pangan baru berbasis bahan lokal, dan membuka peluang usaha masyarakat. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan keterampilan pemasaran digital serta merangsang lahirnya rencana pengembangan usaha pascapelatihan. Untuk menjaga keberlanjutan program, disarankan pembentukan kelompok usaha bersama atau koperasi serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar pengolahan ampas tahu terus berkembang menjadi usaha yang berdaya saing tinggi
MANIPULASI DAYA CERNA KONSENTRAT DAUN KELOR PADA ENERGI METABOLIS PUYUH COTURNIX COTURNIX JAPONICA BERBASIS ENZIM NON STRACH POLYSACHARIDES (NSP)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek manipulasi daya cerna konsentrat daun kelor terhadap energi metabolis puyuh Coturnix coturnix japonica dengan berbasis enzim Non-Starch Polysaccharides (NSP). Penelitian dilakukan di Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, selama 45 hari. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis bahan pakan (daun kelor utuh dan pucuk daun kelor) serta dosis enzim NSP (0 unit, 25.000 unit/g, dan 50.000 unit/g). Variabel yang diukur mencakup retensi nitrogen dan energi metabolis, yang dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) pada taraf signifikansi 0,05 dan dilanjutkan dengan Uji Duncan jika terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian daun kelor utuh secara signifikan (P < 0,01) menurunkan retensi nitrogen dan energi metabolis akibat tingginya kandungan serat kasar dan NSP yang menghambat pencernaan serta penyerapan nutrien. Sebaliknya, kombinasi pucuk daun kelor dengan enzim NSP meningkatkan retensi nitrogen dan energi metabolis, menunjukkan efektivitas enzim dalam meningkatkan ketersediaan nutrien. Tidak terdapat interaksi antara jenis daun kelor dan enzim NSP terhadap daya cerna energi metabolis, sehingga masing-masing faktor bekerja secara independen. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pakan alternatif harus mempertimbangkan seleksi bagian tanaman serta metode pengolahan untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi dalam optimalisasi penggunaan daun kelor dalam formulasi pakan unggas yang lebih efisien dan berkelanjutan. 
Penerapan teknologi green water IPAL dalam peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan untuk pemberdayaan komunitas perkotaan
Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan kegiatan pengabdian masyarakat terkait pengelolaan air limbah dan air hujan di kawasan urban melalui penerapan teknologi sederhana, seperti sumur resapan dan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sederhana. Pengelolaan yang efektif terhadap air hujan dan limbah menjadi penting untuk mengurangi dampak lingkungan negatif di kawasan urban yang padat penduduk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan campuran, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, dan observasi lapangan di beberapa titik lokasi yang telah diterapkan teknologi tersebut. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan air hujan dan limbah, yang tercermin dari peningkatan rata-rata pengetahuan dari 20% menjadi 90% setelah dilakukan program edukasi dan pelatihan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Meskipun demikian, artikel ini juga menyoroti tantangan terkait kesadaran masyarakat dan keberlanjutan program yang perlu lebih diperhatikan dalam perencanaan jangka panjang. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas dari program pengelolaan air limbah dan air hujan. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi teknologi sederhana dan pendekatan edukasi dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan dan mendorong keberlanjutan lingkungan yang lebih baik
Upaya pencegahan sarkopenia melalui edukasi dan pengukuran kekuatan otot pada lansia
Sarkopenia merupakan kondisi degeneratif yang ditandai dengan penurunan massa dan kekuatan otot. Pengabdian ini bertujuan untuk mencegah sarkopenia melalui sosialisasi, edukasi, dan tindak lanjut pengukuran kekuatan otot pada masyarakat lansia di Kelurahan Randusari, Kota Semarang. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan skrining kekuatan otot menggunakan alat electromyography sebagai indikator dini risiko sarkopenia. Electromyography merupakan alat ukur kekuatan kontraksi otot yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi otot. Proses screening sarkopenia diawali dengan identifikasi gejala melalui kuesioner, dilanjutkan dengan pengukuran kekuatan otot menggunakan electromyography sebagai indikator utama. Jika kekuatan otot menunjukkan nilai di bawah ambang batas, maka dilakukan evaluasi performa fisik, seperti kecepatan berjalan, dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sarkopenia diklasifikasikan menjadi probable, confirmed, atau severe. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya pola makan bergizi dan aktivitas fisik rutin, serta terdeteksinya kelompok lansia dengan risiko penurunan fungsi otot yang kemudian diarahkan untuk tindak lanjut intervensi kesehatan. Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran pencegahan sarkopenia dan penguatan kapasitas komunitas dalam menjaga kesehatan otot lansia. Rekomendasi pengembangan program ini adalah pelaksanaan monitoring berkelanjutan dan pelibatan lebih luas dari pemangku kepentingan setempat untuk meningkatkan efektivitas pencegahan sarkopenia di masa depan
Penerapan kompor bioenergi berbasis minyak jelantah sebagai inovasi wirausaha dan pemasaran digital
Energi merupakan hal yang utama bagi kehidupan manusia dimana masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Masyarakat Indonesia sangat menyukai kuliner dari proses menggoreng. Minyak jelantah dari proses menggoreng tersebut dapat digunakan sebagai bioenergy. Tujuan kegiatan PKM ini adalah aplikasi penggunaan minyak jelantah sebagai inovasi kewirausahaan dan strategi pemasaran berbasis online. Mitra kegiatan PKM ini adalah siswa SMP dan SMA Yayasan Pewaris Peradaban, Ciseeng sebanyak 55 orang. Pendidikan Kewirausahaan sejak dini perlu dilakukan agar mereka dapat meningkatkan keberdayaan ekonomi dan mengurangi pengangguran dikemudian hari. Aplikasi Penggunaan minyak jelantah sebagi inovasi kewirausahaan dapat meningkatkan efisiensi biaya sebanyak 10% dari total biaya. Kewirausahaan ini juga didukung dengan pemasaran digital sehingga jangkauan pemasaran tidak hanya sekitar ciseeng, tetapi juga Bogor dan Tangerang. Pengaplikasian excel untuk meningkatkan pembuatan laporan keuangan yang mempermudah pemantauan keuangan. Kesimpulan kegiatan ini adalah para pelajar YPP dapat meningkatkan kegiatan bisnis dengan pemasaran digital, pembuatan produk yang higienis, penganggaran yang efisien, membuat laporan keuangan dan system professional
Peningkatan pemahaman pelaporan SPT tahunan melalui penyusunan laporan keuangan sederhana pada wajib pajak UMKM
UMKM merupakan salah satu sektor ekonomi terbesar yang mampu menggerakkan perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia mencapai 60 juta pelaku usaha UMKM, namun jumlah UMKM yang terdaftar di sistem pajak hanya berkisar 2,3 juta saja, meliputi wajib pajak badan dan orang pribadi, artinya, hanya sekitar 0,3% WP UMKM yang sudah mendaftarkan usahanya ke KPP setempat. Hal ini menjadi latar belakang dilaksanakannya pengabdian ini. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan 25 pelaku usaha UMKM di Kecamatan Ngaliyan dalam menyusun laporan keuangan dan melaporkan SPT Tahunan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Sasaran kegiatan pengabdian kali ini adalah 25 pelaku usaha UMKM. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode service learning yang meliputi tiga tahap: ceramah, tutorial dan diskusi. Kegiatan ceramah berlangsung selama 45 menit menggunakan presentasi visual, tutorial dilaksanakan secara interaktif dengan worksheet untuk memandu peserta melaporkan SPT, dan diskusi serta evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab untuk mengklarifikasi materi yang diajarkan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah sebanyak 76% peserta berhasil menyusun laporan keuangan dan melaporkan SPT Tahunan pajaknya. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam penyusunan laporan keuangan dan kewajiban perpajakan