Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
Kesesuaian Kebijakan Pemerintah Rusia Atas Hak-Hak Kelompok LGBT dengan Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia
One of the human rights violations in Russia is the deprivation of rights and discrimination. As a sovereign state that ratifies international provisions in the field of human rights protection, Russia has an obligation to implement them. This research discusses the Russian Government's policy towards the rights of LGBT people in order to comply with human rights principles and standards. This research uses normative legal research methods with two approaches, namely legislation and conceptual. The results show that the Russian Government's policy towards the rights of LGBT people is not in accordance with the provisions of the UDHR and ICCPR relating to the fulfillment of human rights of citizens, because the establishment of the Anti-Gay Propaganda Law and the Russian Supreme Court Decision that includes the LGBT Movement into the Extremist group violates the principle of freedom of the UDHR and the principle of human rights protection in the ICCPR.Salah satu pelanggaran HAM di Negara Rusia ialah perampasan hak-hak dan perlakuan diskriminasi. Sebagai negara berdaulat yang meratifikasi ketentuan internasional di bidang perlindungan HAM, Rusia memiliki kewajiban untuk melaksanakan. Penelitian ini membahas kebijakan Pemerintah Rusia terhadap hak kelompok LGBT agar sesuai dengan prinsip dan standar hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan dua pendekatan yaitu perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Pemerintah Rusia terhadap hak-hak kelompok LGBT tidak sesuai dengan ketentuan DUHAM dan ICCPR yang berkaitan dengan pemenuhan HAM terhadap warga negara, karena dibentuknya UU Anti Propaganda Gay dan Putusan Mahkamah Agung Rusia yang memasukkan Gerakan LGBT ke dalam kelompok Ekstrimis melanggar prinsip kebebasan DUHAM dan prinsip perlindungan HAM dalam ICCPR
Uji Preferensi Konsumen Pada Microgreen Wheatgrass (Triticum aestivum L.)
Wheatgrass juice is an extract squeezed from sprouted wheat seeds. Wheatgrass juice has various benefits for the body, namely helping detoxify the liver, boosting immune function, and can reduce the effects of chemotherapy in cancer patients. The study used the hedonic method Organoleptic Test with 2 treatments namely C0 (0% CaCl2 concentration or control) and C3 (4.5% CaCl2 concentration) which was the best treatment. The best treatment protection uses the de Garmo test. The results showed that watering with a CaCl2 concentration of 4.5% on the 3rd to 6th day of storage produced the most preferred taste, watering with a 4.5% CaCl2 concentration on the 6th day of storage produced the aroma and texture that the panelists liked the most.Wheatgrass juice is an extract squeezed from sprouted wheat seeds. Wheatgrass juice has various benefits for the body, namely helping detoxify the liver, boosting immune function, and can reduce the effects of chemotherapy in cancer patients. The study used the hedonic method Organoleptic Test with 2 treatments namely C0 (0% CaCl2 concentration or control) and C3 (4.5% CaCl2 concentration) which was the best treatment. The best treatment protection uses the de Garmo test. The results showed that watering with a CaCl2 concentration of 4.5% on the 3rd to 6th day of storage produced the most preferred taste, watering with a 4.5% CaCl2 concentration on the 6th day of storage produced the aroma and texture that the panelists liked the most
Strategi BUMDes Kaduara Timur dalam mengembangkan pariwisata desa yang berkelanjutan
Sumber air belerang Misgilomi adalah wahana wisata baru, yang berlokasi di Desa Kaduara Timur, Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura. Wahana ini mulai dibuka dan dikelola BUMDes Kaduara Timur sejak Tahun 2023. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Kaduara Timur ini bertujuan untuk mengawal pengelolaan dan proses pemasaran wahana ini. Metode kegiatan ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD), promosi wahana, simulasi tarif jasa wisata, dan pendampingan penyusunan Peratuaran Desa (PerDes). Strategi yang disepakati dan diimplementasikan mulai bulan Oktober 2024 adalah pengelola memungut jasa wisata yang sebelumnya bersifat gratis. Wahana Misgilomi mendapat kenaikan pendapayan hingga 66,67% jika menerapkan harga bundling sebesar Rp. 5.000, dimana harga ini mencakup 1 cangkir jamu kebugaran yang siap dinikmati pengunjung. Dalam setahun, estimasi pendapatan wahana adalah Rp. 120.000.000-an. PerDes yang akan disahkan akhir Tahun 2025 menetapkan 15% dari penerimaan kotor wahana Misgilomi menjadi bagian penerimaan Desa Kaduara Timur. Hal ini bermakna ada sekitar Rp. 18.000.000-an tambahan Pendapatan Asli Desa (PADes) setiap tahun. Tambahan sumber PADes ini akan selain mendorong Desa Kaduara Timur menuju status Desa Maju atau Mandiri juga mendorong UMKM jamu dan UMKM lain bangkit kembali. Kondisi ini akan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Keberlanjutan usaha UMKM juga diharapkan dapat menurunkan arus urbanisasi keluar dari Madura
Exploring factors influencing EFL students’ lack of interests in English lessons
Learning outcomes are significantly and positively influenced by students’ interest in learning. This means that students will learn more effectively if they are more interested and satisfied with what they are learning. Unfortunately, the issue of students' lack of interest in learning English has not been thoroughly studied yet. Therefore, the aim of this study is to find out the aspects that cause students' lack of interest in English lessons. A survey design was used with tenth grade students of a high school in Malang, Indonesia, as the subjects, using 14 sets of items in the questionnaire as the research instrument to obtain the data. The data were verified through interviews to confirm their consistency with the questionnaire result. The data were analyzed and displayed using percentages. The findings show that, on average, from the teacher’s side, the students’ lack of interest in English lessons were mostly due to the teacher’s materials and methods of teaching and personal relationship with the students. From the students’ side, most of their lack of interest is due to their own unreadiness to learn English. These findings suggest that teachers should improve their teaching methods, materials, and student engagement strategies to enhance students’ interest in learning English and achieve better learning outcomes
INSTITUTIONALIZATION OF MODERATE DAKWAH IN MOSQUE MANAGEMENT AT AN-NUR, ROKAN HILIR
This study aims to examine the management strategies of the Mosque Prosperity Board in promoting Dakwah Wasathiyyah (moderate Islamic preaching) at An-Nur Mosque in Bagan Sinembah District, Rokan Hilir Regency. The research focuses on understanding how planning, organizing, mobilizing, and evaluating processes are carried out in alignment with the principles of moderate da'wah. A qualitative approach was employed, with data gathered through observation, interviews, and documentation. The primary source was the chairman of An-Nur Mosque Prosperity Board, supported by secondary sources including journals and mosque congregants. The findings indicate that Mosque Prosperity Board management effectively implements Dakwah Wasathiyyah through strategic planning such as preacher capacity building, thematic study programs, and collaborative outreach. Organizational structure includes specialized teams and advisory councils, while mobilization efforts involve religious moderation training, interfaith dialogue, social activities, and partnerships with external institutions. Annual evaluations ensure the propagation of tolerant, socially just, and harmonious messages. Although the study is limited to one mosque and relies on qualitative insights, it offers a valuable model for applying moderate Islamic principles through institutional mosque management
Perlindungan dan Hubungan Hukum Para Pihak Dalam Fleksibilitas Ekonomi Gig di Indonesia
The rapid growth of the digital economy has given birth to a flexible working model known as the gig economy. In Indonesia, this system offers ease in work dynamics, but also creates vulnerabilities for its workers. This study uses a normative juridical approach with literature and field study methods. The purpose is to examine the legal relationship between the parties in gig work practices based on labor regulations and the Civil Code, as well as evaluate forms of legal protection for gig workers in partnership relationships to support their welfare. The lack of an element of command in the employment relationship between platforms and gig workers leads to limited access to the protection of labor rights, such as social security and wages. Therefore, a comprehensive and adaptive regulatory framework is needed to ensure protection for gig workers without hindering the operational flexibility of digital platforms.Pertumbuhan pesat ekonomi digital telah melahirkan model kerja fleksibel yang dikenal sebagai ekonomi gig. Di Indonesia, sistem ini menawarkan kemudahan dalam dinamika kerja, namun juga memunculkan kerentanan bagi pekerjanya. Penelitian ini menggunakan yuridis normatif dengan metode studi kepustakaan dan lapangan. Tujuannya adalah untuk mengkaji hubungan hukum antara para pihak dalam praktik kerja gig berdasarkan peraturan ketenagakerjaan dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dan bentuk perlindungan hukum bagi pekerja gig yang berada dalam hubungan kemitraan guna mendukung kesejahteraan mereka. Minimnya unsur perintah dalam hubungan kerja antara platform dan pekerja gig menyebabkan terbatasnya akses terhadap perlindungan hak-hak ketenagakerjaan, seperti jaminan sosial dan upah. Oleh karena itu, dibutuhkan kerangka regulasi yang komprehensif dan adaptif guna menjamin perlindungan bagi pekerja gig tanpa menghambat fleksibilitas operasional platform digital
Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat rumahan dalam upaya peningkatan kesehatan keluarga
Lansia memiliki keterbatasan dalam konsumsi obat akibat penurunan fungsi organ, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman, seperti bahan alam. Beberapa tanaman herbal yang juga merupakan bumbu dapur, mengandung metabolit sekunder yang efektif sebagai analgetik dan antiinflamasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam memanfaatkan bumbu dapur sebagai minyak gosok. Kegiatan ini mengadopsi metode Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan peserta secara aktif dalam identifikasi kebutuhan, pelatihan, dan praktik pembuatan sediaan. Kegiatan ini melibatkan 50 peserta yoga lansia dari komunitas Gumuh Ayu yang aktif berlatih yoga dan memiliki perhatian pada kesehatan. Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan berpartisipasi aktif. Evaluasi kegiatan melalui observasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam meracik minyak gosok yang dapat diterapkan untuk kebutuhan pribadi maupun peluang usaha. Pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi dan praktik pemanfaatan tanaman herbal berbasis komunitas ini terbukti efektif dan relevan diterapkan di kalangan lansia, terlebih lagi kegiatan berupaya sebagai peningkatan kesehatan keluarga. Program ini berpotensi berkelanjutan melalui integrasi dalam kegiatan rutin komunitas dan pengembangan produk berbasis tanaman herbal
Penerapan pola pangan sehat pada pelajar sekolah dasar menggunakan metode story telling
Anak pada usia sekolah merupakan masa tumbuh kembang yang cukup berisiko terhadap masalah gizi. Edukasi gizi pada anak sekolah, khususnya sekolah dasar membutuhkan kegiatan edukatif yang menarik dan inovatif. Sosialisasi tentang gizi pangan yang menarik dapat dilakukan dengan metode bercerita (storytelling). Tujuan kegiatan adalah mengedukasi pelajar sekolah dasar tentang konsep B2SA dan pentingnya mengonsumsi menu. sehat Metode pelaksanaan kegiatan adalah Servive learning (SL) yang menghubungkan teori dengan praktik nyata untuk memperdalam pemahaman peserta. Peserta adalah pelajar kelas IV SD Mujahidin Pontianak, dengan instrumen evaluasi berupa kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode storytelling yang dilakukan pada kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang makanan sebagai sumber gizi dengan peningkatan pemahaman dari 49,03% menjadi 74,84%, sedangkan pemahaman tentang menu B2SA meningkat dari 29,03% menjadi 83,87%. Peningkatan pemahaman ini juga diikuti dengan kesediaan anak-anak untuk mengonsumsi pangan B2SA. Hasil kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meneruskan kebiasaan makan sehat dengan dukungan dari guru di sekolah dan orang tua di rumah. Program ini memiliki potensi untuk direplikasi di tempat lain, sehingga implikasinya menjadi lebih luas secara sosial dan ekonomi
Potensi pengembangan produk inovatif pangan dari limbah tahu sebagai produk diversifikasi bernutrisi tinggi
Limbah tahu sering menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti bau tidak sedap, pencemaran air dan tanah, gangguan kesehatan, serta berkurangnya estetika wilayah. Salah satu jenis limbahnya, ampas tahu, sebenarnya memiliki kandungan gizi tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai ekonomis seperti kerupuk, keripik, flake, atau snack bar. Artikel ini bertujuan menggali pengetahuan masyarakat tentang limbah ampas tahu sekaligus mengenalkan potensi pengembangannya menjadi produk inovasi pangan. Melalui program pengabdian ini, masyarakat mendapatkan pelatihan teknik pengolahan ampas tahu serta strategi pemasaran yang efektif. Metode kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan pembuatan produk pangan kekinian, dan pendampingan berkelanjutan pada proses produksi dan distribusi produk. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat; pengetahuan tentang ampas tahu mendapat skor 4,18, sedangkan kemampuan pemasaran mencapai 4,63. Program ini membantu mengurangi limbah industri tahu yang mencemari lingkungan, menghasilkan produk pangan baru berbasis bahan lokal, dan membuka peluang usaha masyarakat. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan keterampilan pemasaran digital serta merangsang lahirnya rencana pengembangan usaha pascapelatihan. Untuk menjaga keberlanjutan program, disarankan pembentukan kelompok usaha bersama atau koperasi serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar pengolahan ampas tahu terus berkembang menjadi usaha yang berdaya saing tinggi
MANIPULASI DAYA CERNA KONSENTRAT DAUN KELOR PADA ENERGI METABOLIS PUYUH COTURNIX COTURNIX JAPONICA BERBASIS ENZIM NON STRACH POLYSACHARIDES (NSP)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek manipulasi daya cerna konsentrat daun kelor terhadap energi metabolis puyuh Coturnix coturnix japonica dengan berbasis enzim Non-Starch Polysaccharides (NSP). Penelitian dilakukan di Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, selama 45 hari. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis bahan pakan (daun kelor utuh dan pucuk daun kelor) serta dosis enzim NSP (0 unit, 25.000 unit/g, dan 50.000 unit/g). Variabel yang diukur mencakup retensi nitrogen dan energi metabolis, yang dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) pada taraf signifikansi 0,05 dan dilanjutkan dengan Uji Duncan jika terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian daun kelor utuh secara signifikan (P < 0,01) menurunkan retensi nitrogen dan energi metabolis akibat tingginya kandungan serat kasar dan NSP yang menghambat pencernaan serta penyerapan nutrien. Sebaliknya, kombinasi pucuk daun kelor dengan enzim NSP meningkatkan retensi nitrogen dan energi metabolis, menunjukkan efektivitas enzim dalam meningkatkan ketersediaan nutrien. Tidak terdapat interaksi antara jenis daun kelor dan enzim NSP terhadap daya cerna energi metabolis, sehingga masing-masing faktor bekerja secara independen. Hasil ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pakan alternatif harus mempertimbangkan seleksi bagian tanaman serta metode pengolahan untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi dalam optimalisasi penggunaan daun kelor dalam formulasi pakan unggas yang lebih efisien dan berkelanjutan.