Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
    3345 research outputs found

    UNDERSTANDING CONSUMER MIGRATION TOWARD NON-CASH PAYMENT SYSTEMS: A PUSH–PULL–MOORING PERSPECTIVE

    Full text link
    AbstractThe digital transformation in the financial sector has brought about significant changes in consumer behavior, one of which is the use of non-cash payment systems as a substitute for cash. This study aims to determine the role of perceived value, alternative product attractiveness, and digital literacy variables on consumer switching intentions. Digital literacy is considered to have a moderating role that strengthens the relationship between perceived value and alternative product attractiveness on switching intentions, this also provides a novelty that is expected to be obtained in the study of consumer switching behavior. This study uses a quantitative approach through a survey method. Data were collected from 200 respondents who were encountered incidentally while shopping at retail outlets in the Malang city area. The data collection instrument used was a structured questionnaire with indicators created through a literature review and synthesis of previous research results. Data analysis used Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), by evaluating the measurement and structural models in the study. The results show that perceived value has an influence that can encourage consumers to have switching intentions. On the other hand, the attractiveness of alternative products is also a motivating factor for consumers to switch to using non-cash payment systems, where the stronger the attractiveness of alternative products, the higher the desire to switch. Another finding is that digital literacy is a mooring factor that can strengthen and weaken the relationship between perceived value and alternative attractiveness on the intention to switch. This is a contribution of research results that can provide insight to the business world so that it does not only focus on product sales but also pay attention to the extent to which consumers have sufficient literacy about the technology used in the product. Thus, the results of this study indicate that consumer intention to switch is not only influenced by the value and attractiveness of alternative products, but also there is a role of digital literacy as a reinforcement

    MEASURING THE IMPACT OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE ON HUMAN RESOURCE MANAGEMENT EFFICIENCY AND PRODUCTION OUTPUT INCREASE: A STATISTICAL ANALYSIS OF BATIK SMES IN THE TANGERANG REGION: A Statistical Analysis of Batik Smes in The Tangerang Region

    No full text
    Abstract The integration of Artificial Intelligence (AI) in small and medium enterprises (SMEs) is a transformative leap in modern business operations, with significant potential for traditional industries like batik manufacturing. Traditional batik SMEs face challenges in optimizing production efficiency and human resource management. This research is the first to comprehensively analyze the indirect effects of AI implementation on production output through HR management efficiency mediation in batik SMEs. It fills a crucial gap in understanding how AI technologies specifically benefit traditional craft industries through improved human resource utilization. A quantitative explanatory design was employed involving 47 batik SMEs in Tangerang using census sampling. Data collection utilized structured questionnaires with 5-point Likert scales measuring AI Implementation (8 indicators), HR Management Efficiency (9 indicators), and Production Output (7 indicators). Analysis was conducted using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (PLS-SEM) through SmartPLS 4.0. Results demonstrate that AI implementation significantly enhances HR management efficiency, which subsequently improves production output. The mediation analysis reveals that HR management efficiency serves as a crucial intermediary mechanism through which AI technologies influence production performance in batik SMEs. The research findings on the indirect enhancement of production output through improved HR management efficiency in batik SMEs due to AI implementation are significant. This mediation relationship suggests that successful AI adoption requires strategic focus on human resource optimization to maximize production benefits, offering valuable insights for the future of AI in traditional SME modernization strategies. This research bridges a critical gap by demonstrating that AI's impact on traditional SMEs operates through HR management efficiency rather than direct technological effects. It extends technology-adoption theory by establishing human capital optimization as the key mediating mechanism in labor-intensive craft industries. This research contributes valuable insights on inclusive digitalization in heritage industries, showing AI enhances rather than replaces human resources

    Dari Posyandu manual ke Posyandu pintar: Penguatan kapasitas ibu dan kader melalui sistem cerdas berbasis IoT

    No full text
    Seribu hari pertama kehidupan merupakan periode krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak, sehingga pemantauan status gizi di Posyandu berperan penting dalam mencegah stunting dan masalah kesehatan lainnya. Namun, di berbagai wilayah seperti Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, kegiatan Posyandu masih terkendala keterbatasan alat ukur, perbedaan hasil antar-pengukur, pencatatan manual, dan pelaporan non-digital. Melalui kegiatan pengabdian ini dikembangkan Posyandu Cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan sistem e-Kartu Menuju Sehat (e-KMS) dan aplikasi e-Posyandu berbasis web. Teknologi ini menggunakan sensor untuk mengukur berat dan tinggi badan secara otomatis, menyimpan hasil secara digital, serta menampilkan grafik pertumbuhan secara real-time.Pilot project melibatkan tujuh kader dan dua puluh empat ibu balita di Posyandu Flamboyan 1 melalui tahapan perancangan alat, pelatihan, dan uji coba lapangan. Seluruh kader berhasil mengoperasikan sistem secara mandiri. Implementasi IoT terbukti menyederhanakan pencatatan, mempercepat pelaporan, serta meningkatkan akurasi pemantauan gizi dan literasi digital kader. Digitalisasi Posyandu berbasis IoT ini diharapkan menjadi model penguatan kapasitas kader dan masyarakat dalam pemantauan tumbuh kembang anak menuju sistem layanan kesehatan yang cerdas, partisipatif, dan berkelanjutan

    Pemberdayaan peternak melalui sekolah lapang pembuatan silase hijauan dalam menghadapi musim kemarau

    Full text link
    Peternak di Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur menghadapi permasalahan rutin berupa kelangkaan hijauan pakan ternak setiap musim kemarau. Kondisi geografis yang didominasi lahan perbukitan dan hutan menyebabkan ketersediaan pakan hijauan sangat bergantung pada musim. Saat musim penghujan, hijauan melimpah, namun pada musim kemarau menjadi kering dan sulit diperoleh. Untuk mengatasi kekurangan pakan, peternak biasanya memanfaatkan jerami padi, namun jumlah dan kandungan nutrisinya yang rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan protein ternak ruminansia. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan kemampuan peternak dalam menerapkan teknologi ensilase sebagai solusi penyediaan pakan hijauan awetan yang berkualitas dan tahan lama. Kegiatan dilaksanakan di Desa Oro Oro Ombo melalui pendekatan partisipatif dengan metode ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan silase. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemauan peserta dalam menerapkan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan peternak, dengan 100% peserta menyatakan kegiatan ensilase sangat penting, 75% mampu mempraktikkan pembuatan silase, dan 65% berkomitmen untuk mengaplikasikannya secara mandiri. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas peternak untuk mengatasi kelangkaan pakan hijauan di musim kemarau dan berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa

    IMPLEMENTATION OF E-GOVERNMENT AS AN EFFORT TO SUPPORT THE BUREAUCRACY REFORM OF GOVERNMENT INSTITUTIONS

    Full text link
    EMIS (Education Management Information System) is an appropriate administrative method in providing good and usable learning data so that the direction, preparation, project improvement, and Education management functions can be carried out effectively. In another sense, EMIS is the coordinated collection of data and documentation in completing the selection, storage, handling, inspection, and dissemination of data used for education planning. EMIS systems are used to organize a wealth of instructive information and data that can be read, recovered, handled, investigated, introduced and disseminated. We have now entered the era of society 5.0, where all activities have begun to use technology to consider aspects of the humanities in the process of solving public sector problems. Therefore, in this study, the aim is to determine the strengthening of bureaucratic reform into the era of society 5.0 by managing human resource development planning for the Ministry of Administrative Reform and Bureaucratic Reform (KemenPANRB). The method used for this analysis is observation and literature study, which is the same as other research, but the sources and methods of collecting data are by  interviewing the Malang Regency Ministry of  Religion and taking data in the library, reading,  recording and researching research dat

    Optimasi Parameter Pasca Cetak SLA 3D Printing Terhadap Karakteristik Kekerasan Material Menggunakan Metode Grey Relational Analysis (GRA)

    No full text
    The demand for durable custom vehicle components requires enhancing the mechanical characteristics of Stereolithography (SLA) materials, which are generally brittle—a gap that must be addressed through post-processing optimization. This study aims to identify the optimal post-processing parameter combinations to maximize the hardness of SLA resin using the Grey Relational Analysis (GRA) method. The experimental design followed a Taguchi L9 orthogonal array, testing four factors Washing Time, Curing Time, Annealing Time, and Annealing Temperature at three levels each, with Shore D hardness as the quality response. The results demonstrated a significant increase in hardness from a baseline of 79.2 Shore D to 82.5 Shore D under optimal conditions. The GRA identified the combination of 15 min Washing Time, 25 min Curing Time, 30 min Annealing Time, and 80°C Annealing Temperature as the optimum setting, resulting in a 16.4% improvement in the Grey Relational Grade (GRG) compared to the experimental mean. ANOVA results confirmed that Washing Time (50.79% contribution, P=0.028) and Annealing Time (41.49% contribution, P=0.034) were the most significant factors (P < 0.05) influencing hardness variation. Conversely, Curing Time was found to be insignificant (P=0.189), suggesting that 15 minutes is sufficient, while residual monomer removal and thermal stress relief during annealing are more critical. Overall, this study concludes that enhancing SLA material hardness depends heavily on thorough cleaning and controlled heat treatment.Kebutuhan akan komponen kendaraan custom yang kuat menuntut peningkatan karakteristik mekanis material Stereolithography (SLA) yang secara umum cenderung getas, sebuah GAP yang harus dijembatani dengan optimasi pasca-cetak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kombinasi parameter pasca-cetak optimal untuk memaksimalkan kekerasan material resin SLA menggunakan metode Grey Relational Analysis (GRA). Metode eksperimen didasarkan pada susunan ortogonal Taguchi L9, menguji empat faktor—Time Wash, Time Curing, Time Annealing, dan Suhu Annealing—masing-masing pada tiga level, dengan kekerasan Shore D sebagai respon kualitas. Hasil analisis GRA mengidentifikasi kombinasi Time Wash 15 menit, Time Curing 25 menit, Time Annealing 30 menit, dan Suhu Annealing 80°C sebagai kondisi paling optimal dan robust (GRG tertinggi). Hasil ANOVA menunjukkan bahwa Time Wash (kontribusi 50.79%) dan Time Annealing (kontribusi 41.49%) adalah faktor yang paling signifikan (P < 0.05) dalam mengendalikan variasi kekerasan. Sebaliknya, Time Curing ditemukan tidak signifikan, menyiratkan bahwa waktu 15 menit sudah memadai, dan dampak washing monomer sisa serta peredaan tegangan sisa annealing jauh lebih krusial. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kekerasan material SLA sangat bergantung pada proses pembersihan yang tuntas dan perlakuan panas yang terkontrol, memberikan pedoman untuk produksi komponen fungsional yang berkualitas tinggi

    STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM-PLS) APPROACH: THE IMPACT OF WORKLOAD AND WORK-LIFE BALANCE ON TURNOVER INTENTION OF GENERATION Z IN BANDUNG CITY: Structural Equation Modeling (SEM-PLS)

    No full text
    This study aims to analyze the influence of workload and work-life balance on turnover intention among Generation Z employees in Bandung City. Generation Z is currently a dominant group in the workforce and tends to have unique characteristics, such as a preference for work flexibility and a high turnover rate. This research employs a quantitative approach involving 288 respondents who are Gen Z employees in Bandung. Data were collected through questionnaires and analyzed using SmartPLS 3 with the Structural Equation Modeling (SEM-PLS) approach. The results indicate that workload has a positive and significant effect on turnover intention, while work-life balance has a negative and significant effect. These findings suggest that an increase in workload tends to raise employees’ intention to leave, whereas maintaining a balance between work and personal life can reduce such intentions

    Peningkatan kewaspadaan terhadap kekerasan anak usia dini melalui kartu edukasi power kids

    Full text link
    Pendahuluan: Kekerasan seksual dan perundungan kian marak terjadi pada anak. Pelakunya dapat orang lain bahkan orang yang berada di sekitar anak. Tujuan pengabdian ini untuk menumbuhkan kewaspadaan pada anak dengan menggunakan kartu edukasi sebagai alternatif media edukasi. Metode: Partcipartory Action Research digunakan penulis kepada para siswa PAUD Miracle Kids, mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki permasalahan terkait pencegahan kekerasan seksual dan perundungan. Sehingga pemberian edukasi dilakukan dengan alat bantu kartu edukasi. Hasil: diperoleh hasil efektif dalam penyampaian materi pencegahan kekerasan pada anak dengan kartu edukasi ini. Kartu disusun sesuaikan dengan materi pencegahan kekerasan seksual untuk anak usia dini yang dituangkan dalam fash card yang memiliki gambar dan warna yang menarik. Media kartu edukasi dipilih karena anak lebih mudah menerima informasi berupa grafis. Pembahasan: Kegiatan ini merupakan bagian dari Pendidikan Seksualitas Komprehensif yang menjadi bagian proses belajar mengajar berbasis kurikulum. Tidak jauh berbeda dengan pendidikan seksual, menanamkan pembentukan karakter positif pada anak usia dini juga menjadi perhatian agar anak dapat terhindar sebagai korban maupun pelaku perundungan. Simpulan: Kartu edukasi dapat menjadi media alternatif dalam menyampaikan pendidikan anti kekerasan dan diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman pada siswa untuk mencegah terjadinya kekerasan. Media ini juga sesuai dengan perkembangan anak usia prasekolah yang lebih menyenangi aktivitas yang bersifat permainan dan mencoba hal baru yang ada disekitarnya

    Peningkatan pemahaman pubertas perspektif Islam melalui penguatan karakter pada anak usia dasar

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman pubertas Islam di kalangan remaja Muslim dimana masa transisi dari anak-anak ke remaja sering kali menjadi periode labil. Namun, banyak orang tua dan pendidik masih mengalami kesulitan dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada remaja Muslim mengenai pubertas dari perspektif Islam.Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), melalui wawancara, observasi pre test dan post test dan sosilasi serta tes pemahaman siswa, dengan partisipasi aktif siswa MI Diponegoro, Desa Pucanganom, Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri yang bertujuan menghasilkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan, mulai dari identifikasi masalah, perencaan kolaboratif,pelaksanaan sosialisasi dan evaluasi berupa FGD serta pemberdayaan berkelanjutan semua pihak yaitu guru, siswa dan management sekolah terkait program ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% belum pernah mengikuti pembelajaran tentang pubertas dalam Islam dan meningkat secara signifikan di kalangan siswa Penyampaian materi serta sesi diskusi terbukti memberikan dampak sangat positif terhadap pemahaman siswa.Ketika dilakukan pretest 90% siswa tidak dapat mendefinisikan pubertas, serta 60% siswa mengaku tidak mengetahui prinsip-prinsip ibadah dalam Islam, setelah sosialisasi ternjadi peningkatan pemahaman 100% Mereka menjadi lebih siap dalam menghadapi pubertas sesuai ajaran Islam. Program ini juga membantu orang tua dan pendidik dalam memberikan bimbingan yang lebih efektif, sehingga remaja Muslim dapat menjalani masa pubertas dengan lebih percaya diri dan sesuai dengan nilai-nilai Islam

    Introducing numbers to 4-5 year olds at Negeri Pembina Kindergarten using number cards

    Full text link
    Learning to mathematical concepts is crucial to mathematics. Children need to understand the meaning and concept of numbers rather than just remembering them. Facilitated by flashcard media. This research aims to the success of the flash card method for recognizing numbers. The research being conducted uses qualitative methods. Particular case analysis. The participants in the research project consisted of teachers and pupils in grade A1 at TK Negeri Pembina, East Kutai Regency. The focus of the study was the utilization of numerical card media. The methods of data collecting included observation, interviews, and documentation. Executed in the context of educational interactions between the instructor and the child research participants. The data analysis method used was data reduction implemented in the classroom during the learning process, which was then concluded. The results of the research indicated that teachers incorporated numbers beyond simply using number cards. Number recognition takes place over stages: identifying numerical symbols, understanding numerical concepts, articulating numbers 1 to 10, sequencing numbers 1 to 10, and representing numbers according to their symbols. Presented media constitutes a hindrance to learning. Organizing conflict among children and promoting inconsistency. The diversity of number cards is equally curious. Children don't feel bored when using them. The research concludes that media significantly improves children's understanding. They are easily recognizable through material things. The process of learning also becomes enjoyable

    3,113

    full texts

    3,345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Islam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇