Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
The impact of AI chatbots on English language learners’ speaking proficiency: A systematic review
Artificial intelligence (AI) chatbots have become a significant phenomenon not only in the information technology field but also in education, where they are transforming how students learn English. Numerous studies have explored the use of AI chatbots in English language teaching (ELT), especially their potential to support speaking practice. However, the existing research is fragmented and lacks a systematic synthesis, making the findings inconclusive about how chatbots contribute to speaking proficiency and how learners perceive their use. This limitation creates uncertainty for educators, policymakers, and researchers in assessing the educational value of chatbots in ELT. To address this gap, this study aims to critically analyze how AI chatbots enhance students' English-speaking skills and the implications for developing speaking proficiency, as well as investigate students' perceptions of their effectiveness. This systematic literature review examines findings from various studies related to AI chatbot applications in English-speaking educational settings, published between 2018 and 2025. Using the PRISMA guidelines, an initial search across Google Scholar and Science Direct yielded 111 papers; the findings reveal both benefits, such as increased learner engagement and opportunities to practice, and challenges, including the lack of accuracy. By synthesizing prior research, this study offers a clearer understanding of the role of chatbots in increasing speaking proficiency and contributes to ongoing debates about AI in ELT
Pemberdayaan masyarakat melalui UMKM batik ciprat cerdas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan penting dalam pembangunan untuk menciptakan kemandirian dan mencapai kesejahteraan. Kondisi di Desa Bulakpacing, Kabupaten Tegal, menunjukkan perlunya upaya tersebut sebagai respons terhadap sebagian masyarakat termasuk penyandang disabilitas intelektual yang belum sepenuhnya berdaya, memiliki keterbatasan dan keterampilan. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui UMKM Batik Ciprat serta mengkaji hasil yang dicapai dan faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan pemberdayaan dilakukan melalui tahap penyadaran, transformasi, dan peningkatan kemampuan yang mencakup pelatihan keterampilan membatik, penguatan motivasi, dan peningkatan kapasitas sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemberdayaan ini berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin pada peningkatan keterampilan membatik, kepercayaan diri dan semangat kemandirian ekonomi, serta terbentuknya usaha batik baru. Selain itu, capaian pemberdayaan mencakup aspek ekonomi, sosial, dan psikologis. Keberhasilan ini didukung adanya partisipasi aktif masyarakat, pendampingan intensif, dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Sementara, hambatan yang dihadapi seperti ketergantungan pada kondisi cuaca, keterbatasan alat produksi, dan perbedaan kemampuan individu. Secara keseluruhan, UMKM Batik Ciprat Cerdas menunjukkan potensi sebagai model pemberdayaan lokal yang inklusif dan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Edukasi gizi dengan modul makanan sehat dan media emo demo untuk pencegahan stunting
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader Posyandu dalam memahami pencegahan stunting melalui edukasi gizi pada balita. Pelatihan dilakukan menggunakan pendekatan pendampingan yang terdiri dari empat tahapan utama, yaitu: (1) penyampaian materi melalui ceramah interaktif; (2) diskusi dan tanya jawab mengenai gizi dan stunting; (3) simulasi praktik menggunakan modul makanan sehat dan metode Emotional Demonstration (Emo-Demo); serta (4) evaluasi menggunakan pretest, posttest, dan wawancara mendalam. Sebanyak 12 kader Posyandu terlibat dalam pelatihan ini, yang dilaksanakan di Posyandu Assyifa, Kota Palembang. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader, yang ditunjukkan melalui uji t dengan nilai rata-rata skor sebelum pelatihan sebesar 76,67 dan sesudah pelatihan sebesar 94,17 (p < 0,05). Temuan ini diperkuat dengan hasil wawancara mendalam yang menunjukkan peningkatan pemahaman kader terhadap konsep stunting, gizi seimbang, serta pentingnya PMT berbahan lokal. Pendekatan pendampingan terbukti efektif dalam membangun kapasitas kader untuk melakukan edukasi gizi secara lebih menarik dan aplikatif di lingkungan Posyandu. Kegiatan ini merekomendasikan penguatan pelatihan kader melalui metode interaktif seperti Emo-Demo yang berbasis praktik langsung dan menyentuh aspek emosional peserta. Selain itu, diperlukan pelatihan lanjutan terkait pemantauan pertumbuhan dan pencatatan antropometri secara konsisten untuk mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas
Pemberdayaan masyarakat berbasis pengolahan dedak padi amoniasi-fermentasi (amofer) sebagai solusi efisiensi biaya produksi pakan
Dedak padi memiliki keterbatasan apabila langsung digunakan sebagai pakan ternak sehingga perlu diolah terlebih dahulu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kandungan protein dan menurunkan serat kasar pada dedak padi sehingga dapat dijadikan pakan alternatif untuk menurunkan biaya pakan dan meningkatkan pendapatan peternak. Kegiatan pemberdayaan desa binaan (PDB) dilaksanakan di Desa Sukanagalih, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Program PDB dilaksanakan secara periodik mulai bulan Juni 2025 sampai dengan Desember 2025. Mitra sasaran kegiatan ini adalah Kelompok Megar Bebek Cihateup. Kegiatan PDB dilaksanakan menggunakan berbagai metode yaitu penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan penerapan teknologi amofer. Evaluasi kegiatan menggunakan metode pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, aksesibilitas, dan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan penerapan teknologi tepat guna dedak padi amofer mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, aksesibilitas, dan pendapatan mitra sampai dengan 40-60% dibandingkan sebelum kegiatan. Adapun produk dedak padi amofer ini dapat dijadikan sebagai pakan alternatif karena mampu menurunkan biaya pakan sampai dengan 50%. Program ini dapat dilaksanakan secara berkala dan dilakukan komersialisasi produk pakan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak. Dengan demikian luaran dari kegiatan ini dapat berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan dan ekonomi lokal di Desa Sukanagalih
Pengaruh Perbandingan Pupuk dan Macam Media Tanam Hidroponik Sistem Wick Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Dakota (Brassica rapa L): AB Mix, Brassica rapa L, Hidroponik Sumbu, Media Tanam, POC
Wick hydroponics (Wick) is the simplest method, because it does not use electricity. The purpose of the study was to determine the best fertilizer ratio and type of planting media for Dakota mustard plants. The study used a Randomized Complete Block Design Split Plot, which consisted of 2 factors, namely Fertilizer Ratio (P) with treatment: P0: 100% AB Mix, P1: POC Ratio 70% : 30% AB Mix, P2: Ratio 50% : 50% AB Mix, and Planting Media (M) namely M0: Rockwool, M1: Cotton, M2: Rice Husk Charcoal. The results showed that the P treatment had a very significant effect on all parameters. The M treatment had a significant effect on plant height, fresh weight of plants, and plant consumption weight, and had a very significant effect on leaf width and root length. The combination of fertilizer ratio treatment and type of planting media in P0M2 (100% AB Mix and rice husk charcoal planting media) had a very significant effect on leaf width, fresh weight, and consumption weight of Dakota mustard plants.
Hidroponik sumbu (Wick) merupakan metode paling sederhana, karena tidak menggunakan aliran listrik. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan pupuk dan macam media tanam yang terbaik untuk tanaman sawi Dakota. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Split Plot, yang terdiri dari 2 faktor, yaitu Perbandingan Pupuk (P) dengan perlakuan: P0: 100% AB Mix, P1: Perbandingan POC 70% : 30% AB Mix, P2: Perbandingan 50% : 50% AB Mix, dan Media Tanam (M) yaitu M0: Rockwool, M1: Kapas, M2: Arang Sekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter. Perlakuan M berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat segar tanaman, dan berat konsumsi tanaman, serta berpengaruh sangat nyata terhadap lebar daun dan panjang akar. Kombinasi perlakuan perbandingan pupuk dan macam media tanam pada P0M2 (100% AB Mix dan media tanam arang sekam) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap lebar daun, berat segar, dan berat konsumsi tanaman sawi Dakota
THE ROLE OF BRAND IMAGE, PROMOTION, AND PRICE IN SHAPING PURCHASE INTEREST IN FLOWER BOUQUET PRODUCTS AT CV LAA TAHZAN FLORIST
This study aims to analyze the influence of brand image, promotion, and price on purchase intention of flower bouquet products at CV Laa Tahzan Florist. This research adopts a quantitative approach with a descriptive-associative design. The sample consists of 287 respondents selected using a purposive sampling technique through online questionnaire distribution. The data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that both partially and simultaneously, brand image, promotion, and price have a positive and significant effect on consumers' purchase intention. These findings highlight that the three variables are key determinants in shaping consumers’ decision to purchase flower bouquet products. The practical implication of this study is the importance for the company to strengthen its brand image, enhance promotional effectiveness, and apply competitive pricing strategies to attract consumer interest and expand market share
STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM-PLS) APPROACH: THE IMPACT OF WORKLOAD AND WORK-LIFE BALANCE ON TURNOVER INTENTION OF GENERATION Z IN BANDUNG CITY: Structural Equation Modeling (SEM-PLS)
This study aims to analyze the influence of workload and work-life balance on turnover intention among Generation Z employees in Bandung City. Generation Z is currently a dominant group in the workforce and tends to have unique characteristics, such as a preference for work flexibility and a high turnover rate. This research employs a quantitative approach involving 288 respondents who are Gen Z employees in Bandung. Data were collected through questionnaires and analyzed using SmartPLS 3 with the Structural Equation Modeling (SEM-PLS) approach. The results indicate that workload has a positive and significant effect on turnover intention, while work-life balance has a negative and significant effect. These findings suggest that an increase in workload tends to raise employees’ intention to leave, whereas maintaining a balance between work and personal life can reduce such intentions
Peningkatan kewaspadaan terhadap kekerasan anak usia dini melalui kartu edukasi power kids
Pendahuluan: Kekerasan seksual dan perundungan kian marak terjadi pada anak. Pelakunya dapat orang lain bahkan orang yang berada di sekitar anak. Tujuan pengabdian ini untuk menumbuhkan kewaspadaan pada anak dengan menggunakan kartu edukasi sebagai alternatif media edukasi. Metode: Partcipartory Action Research digunakan penulis kepada para siswa PAUD Miracle Kids, mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki permasalahan terkait pencegahan kekerasan seksual dan perundungan. Sehingga pemberian edukasi dilakukan dengan alat bantu kartu edukasi. Hasil: diperoleh hasil efektif dalam penyampaian materi pencegahan kekerasan pada anak dengan kartu edukasi ini. Kartu disusun sesuaikan dengan materi pencegahan kekerasan seksual untuk anak usia dini yang dituangkan dalam fash card yang memiliki gambar dan warna yang menarik. Media kartu edukasi dipilih karena anak lebih mudah menerima informasi berupa grafis. Pembahasan: Kegiatan ini merupakan bagian dari Pendidikan Seksualitas Komprehensif yang menjadi bagian proses belajar mengajar berbasis kurikulum. Tidak jauh berbeda dengan pendidikan seksual, menanamkan pembentukan karakter positif pada anak usia dini juga menjadi perhatian agar anak dapat terhindar sebagai korban maupun pelaku perundungan. Simpulan: Kartu edukasi dapat menjadi media alternatif dalam menyampaikan pendidikan anti kekerasan dan diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman pada siswa untuk mencegah terjadinya kekerasan. Media ini juga sesuai dengan perkembangan anak usia prasekolah yang lebih menyenangi aktivitas yang bersifat permainan dan mencoba hal baru yang ada disekitarnya
Peningkatan pemahaman pubertas perspektif Islam melalui penguatan karakter pada anak usia dasar
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman pubertas Islam di kalangan remaja Muslim dimana masa transisi dari anak-anak ke remaja sering kali menjadi periode labil. Namun, banyak orang tua dan pendidik masih mengalami kesulitan dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada remaja Muslim mengenai pubertas dari perspektif Islam.Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), melalui wawancara, observasi pre test dan post test dan sosilasi serta tes pemahaman siswa, dengan partisipasi aktif siswa MI Diponegoro, Desa Pucanganom, Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri yang bertujuan menghasilkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan, mulai dari identifikasi masalah, perencaan kolaboratif,pelaksanaan sosialisasi dan evaluasi berupa FGD serta pemberdayaan berkelanjutan semua pihak yaitu guru, siswa dan management sekolah terkait program ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% belum pernah mengikuti pembelajaran tentang pubertas dalam Islam dan meningkat secara signifikan di kalangan siswa Penyampaian materi serta sesi diskusi terbukti memberikan dampak sangat positif terhadap pemahaman siswa.Ketika dilakukan pretest 90% siswa tidak dapat mendefinisikan pubertas, serta 60% siswa mengaku tidak mengetahui prinsip-prinsip ibadah dalam Islam, setelah sosialisasi ternjadi peningkatan pemahaman 100% Mereka menjadi lebih siap dalam menghadapi pubertas sesuai ajaran Islam. Program ini juga membantu orang tua dan pendidik dalam memberikan bimbingan yang lebih efektif, sehingga remaja Muslim dapat menjalani masa pubertas dengan lebih percaya diri dan sesuai dengan nilai-nilai Islam
Introducing numbers to 4-5 year olds at Negeri Pembina Kindergarten using number cards
Learning to mathematical concepts is crucial to mathematics. Children need to understand the meaning and concept of numbers rather than just remembering them. Facilitated by flashcard media. This research aims to the success of the flash card method for recognizing numbers. The research being conducted uses qualitative methods. Particular case analysis. The participants in the research project consisted of teachers and pupils in grade A1 at TK Negeri Pembina, East Kutai Regency. The focus of the study was the utilization of numerical card media. The methods of data collecting included observation, interviews, and documentation. Executed in the context of educational interactions between the instructor and the child research participants. The data analysis method used was data reduction implemented in the classroom during the learning process, which was then concluded. The results of the research indicated that teachers incorporated numbers beyond simply using number cards. Number recognition takes place over stages: identifying numerical symbols, understanding numerical concepts, articulating numbers 1 to 10, sequencing numbers 1 to 10, and representing numbers according to their symbols. Presented media constitutes a hindrance to learning. Organizing conflict among children and promoting inconsistency. The diversity of number cards is equally curious. Children don't feel bored when using them. The research concludes that media significantly improves children's understanding. They are easily recognizable through material things. The process of learning also becomes enjoyable