Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
Strategi Pengajaran Bahasa Arab melalui Drama dan Teater
ABSTRAK
Memperkuat insting bahasa Arab (dzauq) merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa yang efektif. Pengajaran bahasa Arab sering menghadapi tantangan dalam mendorong kompetensi linguistik yang holistik pada peserta didik. Salah satu pendekatan inovatif adalah integrasi drama dan teater sebagai strategi pedagogis. Studi ini mengeksplorasi penerapan drama dan teater dalam pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (DALWA). Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan diskusi kelompok terarah. Temuan menunjukkan bahwa aktivitas drama secara efektif mengintegrasikan keterampilan bahasa (kitabah, qira’ah, istima’, dan kalam) sambil membangun kepercayaan diri, kesadaran budaya, dan kreativitas siswa. Teknik mnemonik yang terintegrasi dalam drama meningkatkan retensi kosakata melalui pengalaman emosional dan visual. Penelitian ini menegaskan bahwa drama dan teater tidak hanya memfasilitasi pembelajaran bahasa, tetapi juga menciptakan kenangan emosional yang mendalam, memperkuat dzauq siswa terhadap bahasa Arab, dan memperkaya apresiasi budaya. Rekomendasi meliputi pelatihan lanjutan bagi guru, pengembangan naskah dengan alat teknologi, dan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pendekatan ini.Memperkuat insting bahasa Arab (dzauq) merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa yang efektif. Pengajaran bahasa Arab sering menghadapi tantangan dalam mendorong kompetensi linguistik yang holistik pada peserta didik. Salah satu pendekatan inovatif adalah integrasi drama dan teater sebagai strategi pedagogis. Studi ini mengeksplorasi penerapan drama dan teater dalam pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (DALWA). Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan diskusi kelompok terarah. Temuan menunjukkan bahwa aktivitas drama secara efektif mengintegrasikan keterampilan bahasa (kitabah, qira’ah, istima’, dan kalam) sambil membangun kepercayaan diri, kesadaran budaya, dan kreativitas siswa. Teknik mnemonik yang terintegrasi dalam drama meningkatkan retensi kosakata melalui pengalaman emosional dan visual. Penelitian ini menegaskan bahwa drama dan teater tidak hanya memfasilitasi pembelajaran bahasa, tetapi juga menciptakan kenangan emosional yang mendalam, memperkuat dzauq siswa terhadap bahasa Arab, dan memperkaya apresiasi budaya. Rekomendasi meliputi pelatihan lanjutan bagi guru, pengembangan naskah dengan alat teknologi, dan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pendekatan ini
PENERJEMAHAN SETIA DALAM NADHOM SYU’UBUL IMAN KARYA MUHAMMAD TSAQIEF (KAJIAN PENERJEMAHAN SETIA)
ABSTRAK
Penerjemahan pada teks-teks keagamaan sangat dibutuhkan untuk mempermudah memahami isi dari teks tersebut, salah satunya pada nadhom Syu’ubul Iman. Nadhom Syu’ubul Iman merupakan nadhom yang berisi tentang 77 cabang-cabang iman dan Nadhom ini merupakan nadhom karya Syekh Zainuddin bin Ali bin Ahmad Syafi’I al-Kusyaini al-Malibari. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaplikasian prinsip metode penerjemahan setia dalam teks terjemahan nadhom tersebut serta keakurasian makna hasil terjemahan dengan teks bahasa sasarannya. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan penerjemahan setia. Adapun data yang didapatkan bersumber dari hasil penerjemahan nadhom Syu’ubul Iman karya Muhammad Tsaqief. Dari penelitian ini didapatkan bahwa penerjemah mempertimbangkan tiga hal dalam mempertahankan makna dan juga menjaga keakurasian hasil penerjemahan tersebut. Adapun tiga hal tersebut yaitu arti dan makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, struktur kalimat dan kaidah kebahasaan. Dan dapat disimpulkan bahwa hasil penerjemahan nadhom Syu’ubul Iman karya Muhammad Tsaqief memiliki kesetiaan dan keakurasian makna dengan teks bahasa sumbernya.Penerjemahan pada teks-teks keagamaan sangat dibutuhkan untuk mempermudah memahami isi dari teks tersebut, salah satunya pada nadhom Syu’ubul Iman. Nadhom Syu’ubul Iman merupakan nadhom yang berisi tentang 77 cabang-cabang iman dan Nadhom ini merupakan nadhom karya Syekh Zainuddin bin Ali bin Ahmad Syafi’I al-Kusyaini al-Malibari. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaplikasian prinsip metode penerjemahan setia dalam teks terjemahan nadhom tersebut serta keakurasian makna hasil terjemahan dengan teks bahasa sasarannya. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan penerjemahan setia. Adapun data yang didapatkan bersumber dari hasil penerjemahan nadhom Syu’ubul Iman karya Muhammad Tsaqief. Dari penelitian ini didapatkan bahwa penerjemah mempertimbangkan tiga hal dalam mempertahankan makna dan juga menjaga keakurasian hasil penerjemahan tersebut. Adapun tiga hal tersebut yaitu arti dan makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, struktur kalimat dan kaidah kebahasaan. Dan dapat disimpulkan bahwa hasil penerjemahan nadhom Syu’ubul Iman karya Muhammad Tsaqief memiliki kesetiaan dan keakurasian makna dengan teks bahasa sumbernya.
Kata kunci: Penerjemahan Setia, Nadhom, Syu’ubul Iman
Improving Understanding of Mathematical Concepts Through Contextual Teaching and Learning (CTL): A Case Study at Junior High School 14 Pematangsiantar
Mathematics learning at the secondary school level plays an important role in fostering a deep understanding of ideas among students. The main purpose of this research is to see how effectively SMP Negeri 14 Pematangsiantar’s students understand mathematical concepts through CTL learning. This research applies a quantitative approach with a true experimental design. The study involved 30 seventh-grade students, divided into an experimental group (15 students of class VII-1) and a control group (15 students of class VII-3). The experimental group received learning with the CTL approach, which incorporated real-life problem-solving activities, discussions, and hands-on contextual exercises related to fractions. Meanwhile, the control group was taught using the expository method. Both groups were given a pre-test and post-test to measure the improvement of learning outcomes. The control group had an average post-test score of 54.00, while the experimental group had a significantly higher score of 90.33 (p < 0.001). Data were analyzed using an independent sample t-test, which confirmed that the difference in post-test scores between the two groups was statistically significant. The findings indicated that the CTL approach significantly improved students' conceptual understanding. The practical implications of this study suggest that integrating contextual learning strategies into mathematics instruction can enhance students’ ability to comprehend abstract concepts, particularly fractions. The findings of this study support the CTL approach as an effective and recommended instructional strategy for improving students' conceptual understanding of fractions. Implementing this approach can contribute to more engaging and meaningful mathematics education at the secondary school level
Governance, leadership, and compliance: Evidence on institutional ownership and executive characteristics from Indonesia
Although corporate tax compliance has been widely studied, the role of institutional ownership in conjunction with executive characteristics remains underexplored. Most studies have focused on advanced economies, providing little understanding of how corporate governance frameworks can improve tax compliance in developing countries with evolving regulatory structures like Indonesia. This study addresses this gap by examining the effect of institutional ownership on tax compliance among non-financial firms listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 to 2024, with executive character as a moderating factor. Using 1,268 firm-year observations, the analysis employs descriptive statistics, Pearson correlations, and multiple linear regression. The findings indicate that institutional ownership positively affects tax compliance, thus supporting the agency theory perspective that institutional investors mitigate tax compliance gaps and enhance overall governance. These findings imply that institutional ownership improves tax compliance through enhanced governance and curtailing aggressive tax avoidance. When executives are risk-averse, the governance benefits are enhanced, but the effect is diminished when executives are risk-taking. High profitability and larger firm size bolster compliance capability, while high leverage places firms under pressure toward non-compliance
Analysis of Students Specializing and Generalizing Thinking in Three-Dimensional Geometry
This research analyzes the thinking processes of students specializing and generalizing in solving problems related to three-dimensional geometry. The objective of this research is to clearly identify how the cognitive processes of specializing and generalizing assist students in comprehending and solving problems related to three-dimensional geometry. This study employed a descriptive qualitative method to investigate students’ problem-solving processes in three-dimensional geometry. Two ninth-grade students were selected through purposive sampling based on their mathematical abilities. Data were collected through task-based interviews and analyzed using qualitative coding to identify key problem-solving strategies and cognitive processes based on their ability to demonstrate specializing and generalizing thinking. Data were collected through geometry problem-solving tasks and unstructured interviews, and analyzed using Stacey’s cognitive framework of mathematical thinking. The result of study reveal that the students demonstrated two distinct forms of schematic representation in their problem-solving processes. Subject 1 employed a pure schematic representation and subject 2 utilized a mixed schematic representation. These two forms of representation enable students to identify patterns and apply the concepts they have learned in a broader context. The findings indicate that students exhibit distinct cognitive patterns in specializing and generalizing, with a predominant reliance on visual reasoning in spatial geometry problem-solving. While some students transition effectively between these two processes, others face difficulties in generalizing abstract concept
Natural Justice, Procedural Justice, and the Judge’s Role in the Pancasila-Based Rule of Law
This paper explores the relationship between natural justice and procedural justice, as well as its implications for the role of judges within the Pancasila-based rule of law. Procedural justice is often misconstrued as mere compliance with formal rules, even though it essentially represents an embodiment of natural justice principles that require judicial proceedings to be fair, impartial, and transparent. Employing normative legal research with a conceptual and statutory approach, this study examines core principles of natural justice, including audi alteram partem, nemo judex in causa sua, and the obligation to provide reasoned judicial decisions. These principles are integral to procedural justice and constitute a constitutional mandate as enshrined in Article 28D paragraph (1) of the 1945 Constitution. In relation to Pancasila, judges bear a professional and moral responsibility to ensure that procedural justice is upheld as the foundation of fair trials and the legal protection of every citizen.Tulisan ini membahas hubungan antara keadilan kodrati dan keadilan prosedural serta implikasinya terhadap peran hakim dalam negara hukum Pancasila. Keadilan prosedural sering disalahpahami sebagai kepatuhan semata terhadap aturan formal, meskipun pada hakikatnya merupakan perwujudan dari prinsip keadilan kodrati yang menuntut persidangan berlangsung adil, imparsial, dan terbuka. Melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan, tulisan ini menelaah prinsip-prinsip keadilan kodrati seperti audi alteram partem, nemo judex in causa sua, dan kewajiban memberikan pertimbangan hukum dalam putusan. Prinsip-prinsip tersebut relevan dengan keadilan prosedural, dan merupakan amanat konstitusional sebagaimana diatur dalam Pasal 28D ayat (1) UUD 1945. Berhubungan dengan Pancasila, hakim memiliki tanggung jawab profesional dan moral untuk menjamin bahwa keadilan prosedural ditegakkan sebagai fondasi bagi persidangan yang adil dan perlindungan hukum bagi setiap warga negara
Pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan virgin coconut oil (VCO) sebagai penguatan ekonomi berbasis potensi kelapa
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan wirausaha mikro di Desa Kertarahayu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, melalui inovasi produksi Virgin Coconut Oil (VCO) dan pendampingan legalitas usaha. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah terbatasnya pengetahuan mengenai teknik pengolahan VCO serta rendahnya pemahaman tentang legalitas usaha, khususnya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat pada setiap tahap kegiatan, serta dipadukan dengan prinsip Asset-Based Community Development (ABCD) yang memanfaatkan potensi lokal berupa komoditas kelapa sebagai aset utama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta (52%) sangat membutuhkan pendampingan legalitas usaha, sementara 15% membutuhkan pendampingan namun terkendala sarana dan waktu. Selain itu, 29% peserta menekankan pentingnya pelatihan teknis pengolahan VCO, dan 4% lainnya menyatakan kebutuhan tersebut namun terbatas oleh ketersediaan alat dan bahan. Temuan ini menegaskan bahwa program pemberdayaan UMKM kelapa perlu difokuskan tidak hanya pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi juga pendampingan legalitas usaha, sehingga pelaku usaha dapat berkembang menjadi lebih profesional, berdaya saing, dan memiliki akses pasar yang lebih luas
Implementation of project based learning "Village Environment Bigbook" for early childhood
This research aims to examine the implementation of the project-based learning model within the institution and to analyze the understanding in accordance with Hurclok's theory. This study aims to assess the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) in enhancing children's reasoning and understanding of their environment. This study employs a qualitative case study approach as outlined by Miles and Huberman, focusing on the implementation of project-based learning titled "bigbook of the village environment." The techniques employed for data collection consist of observation, interviews, and documentation. Observations were carried out throughout the learning process, interviews were held with teachers and the school principal, and documentation was utilized to enhance data collection. The data analysis techniques utilized triangulated various data sources. This research indicates that teachers implement Project-Based Learning (PJBL) through six steps: 1) reviewing the current theme, 2) grouping students, 3) implementation, 4) monitoring, 5) assessment, and 6) evaluation. PjBL can promote children's development and improve understanding, as articulated by Hurlock
The impact of AI chatbots on English language learners’ speaking proficiency: A systematic review
Artificial intelligence (AI) chatbots have become a significant phenomenon not only in the information technology field but also in education, where they are transforming how students learn English. Numerous studies have explored the use of AI chatbots in English language teaching (ELT), especially their potential to support speaking practice. However, the existing research is fragmented and lacks a systematic synthesis, making the findings inconclusive about how chatbots contribute to speaking proficiency and how learners perceive their use. This limitation creates uncertainty for educators, policymakers, and researchers in assessing the educational value of chatbots in ELT. To address this gap, this study aims to critically analyze how AI chatbots enhance students' English-speaking skills and the implications for developing speaking proficiency, as well as investigate students' perceptions of their effectiveness. This systematic literature review examines findings from various studies related to AI chatbot applications in English-speaking educational settings, published between 2018 and 2025. Using the PRISMA guidelines, an initial search across Google Scholar and Science Direct yielded 111 papers; the findings reveal both benefits, such as increased learner engagement and opportunities to practice, and challenges, including the lack of accuracy. By synthesizing prior research, this study offers a clearer understanding of the role of chatbots in increasing speaking proficiency and contributes to ongoing debates about AI in ELT
Pemberdayaan masyarakat melalui UMKM batik ciprat cerdas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan penting dalam pembangunan untuk menciptakan kemandirian dan mencapai kesejahteraan. Kondisi di Desa Bulakpacing, Kabupaten Tegal, menunjukkan perlunya upaya tersebut sebagai respons terhadap sebagian masyarakat termasuk penyandang disabilitas intelektual yang belum sepenuhnya berdaya, memiliki keterbatasan dan keterampilan. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui UMKM Batik Ciprat serta mengkaji hasil yang dicapai dan faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan pemberdayaan dilakukan melalui tahap penyadaran, transformasi, dan peningkatan kemampuan yang mencakup pelatihan keterampilan membatik, penguatan motivasi, dan peningkatan kapasitas sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemberdayaan ini berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin pada peningkatan keterampilan membatik, kepercayaan diri dan semangat kemandirian ekonomi, serta terbentuknya usaha batik baru. Selain itu, capaian pemberdayaan mencakup aspek ekonomi, sosial, dan psikologis. Keberhasilan ini didukung adanya partisipasi aktif masyarakat, pendampingan intensif, dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Sementara, hambatan yang dihadapi seperti ketergantungan pada kondisi cuaca, keterbatasan alat produksi, dan perbedaan kemampuan individu. Secara keseluruhan, UMKM Batik Ciprat Cerdas menunjukkan potensi sebagai model pemberdayaan lokal yang inklusif dan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat