Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
MAQĀṢID AL-SYARĪ‘AH SEBAGAI BASIS RASIONALITAS HUKUM ISLAM: PERBANDINGAN PEMIKIRAN ‘IZZ AL-DĪN IBN ‘ABD AL-SALĀM DAN IMĀM AL-QARĀFĪ
The purpose of this study is to comparatively describe the thought of Izzudin Ibn ‘Abd al-Salam and Imam al-Qarafi in developing the framework of maqāṣid al-sharī‘ah as a methodological foundation for legal istinbāṭ. Through a literature study using a normative-doctrinal approach to the major works of Ibn ‘Abd al-Salām, Qawā‘id al-Aḥkām fī Maṣāliḥ al-Anām, and al-Qarāfī’s al-Furūq, both works were then analyzed using content analysis methods. The findings of this research show that Ibn ‘Abd al-Salām emphasizes a theocentric–anthropocentric dimension by positioning maṣlaḥah and mafsadah as fundamental values for all Islamic teachings, whether in the domains of ‘aqīdah, ethics, or fiqh. Meanwhile, al-Qarāfī presents a more systematic methodological paradigm through the furūq approach and through the addition of the protection of honor (ḥifẓ al-‘irḍ) within the framework of the five universal principles (al-kulliyyāt al-khams). Furthermore, al-Qarāfī expands the scope of maqāṣid with the concept of fatḥ al-dharā’i‘ and by emphasizing the flexibility of legal application in accordance with social context. Thus, both scholars offer important contributions in positioning maqāṣid not only as normative objectives but also as methodological instruments to maintain the relevance of the Sharī‘ah to the needs of the community across time.
Keywords: Maqāṣid al-sharī‘ah, Ibn ‘Abd Al-Salām, Al-Qarāfī, Maṣlaḥah, Furūq.
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah menguraikan secara komparatif pemikiran Izzudin Ibn ‘Abd al-Salam dan Imam al-Qarafi dalam mengembangkan kerangka maqāṣid al syari’ah sebagai dasar metodologis istinbāṭ hukum. Melalui studi literatur dengan pendekatan normative doktrinal terhadap karya utama Ibn ‘Abd al-Salām, Qawā‘id al-Aḥkām fī Maṣāliḥ al- Anām, dan al-Qarāfī dalam al-Furūq, karya keduanya kemudian dianalasis dengan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Ibn ‘Abd al-Salām menekankan aspek teosentris-antroposentris dengan menjadikan maṣlaḥah dan mafsadah sebagai nilai fundamental bagi seluruh ajaran Islam, baik pada tataran ‘aqīdah, akhlāq, maupun fiqh. Sementara itu, al-Qarāfī menghadirkan paradigma metodologis yang lebih sistematis melalui pendekatan furūq serta penambahan aspek perlindungan kehormatan (ḥifẓ al-‘irḍ) dalam al-kulliyyāt al-khams. Selain itu, al-Qarāfī memperluas maqāṣid dengan konsep fatḥ al-dharā’i‘ dan penekanan pada fleksibilitas aplikasi hukum sesuai konteks sosial. Dengan demikian, keduanya memberikan kontribusi penting dalam menjadikan maqāṣid tidak hanya sebagai tujuan normatif, tetapi juga instrumen metodologis untuk menjaga relevansi syariat terhadap kebutuhan umat sepanjang zaman
Kata kunci: Maqāṣid Al-Syarī‘Ah, Ibn ‘Abd Al-Salām, Al-Qarāfī, Maṣlaḥah, Furūq.Tujuan penelitian ini adalah menguraikan secara komparatif pemikiran Izzudin Ibn ‘Abd al-Salam dan Imam al-Qarafi dalam mengembangkan kerangka maqāṣid al syari’ah sebagai dasar metodologis istinbāṭ hukum. Melalui studi literatur dengan pendekatan normative doktrinal terhadap karya utama Ibn ‘Abd al-Salām, Qawā‘id al-Aḥkām fī Maṣāliḥ al- Anām, dan al-Qarāfī dalam al-Furūq, karya keduanya kemudian dianalasis dengan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Ibn ‘Abd al-Salām menekankan aspek teosentris-antroposentris dengan menjadikan maṣlaḥah dan mafsadah sebagai nilai fundamental bagi seluruh ajaran Islam, baik pada tataran ‘aqīdah, akhlāq, maupun fiqh. Sementara itu, al-Qarāfī menghadirkan paradigma metodologis yang lebih sistematis melalui pendekatan furūq serta penambahan aspek perlindungan kehormatan (ḥifẓ al-‘irḍ) dalam al-kulliyyāt al-khams. Selain itu, al-Qarāfī memperluas maqāṣid dengan konsep fatḥ al-dharā’i‘ dan penekanan pada fleksibilitas aplikasi hukum sesuai konteks sosial. Dengan demikian, keduanya memberikan kontribusi penting dalam menjadikan maqāṣid tidak hanya sebagai tujuan normatif, tetapi juga instrumen metodologis untuk menjaga relevansi syariat terhadap kebutuhan umat sepanjang zama
RELASI SUAMI ISTRI DALAM PERSPEKTIF KAIDAH FIKIH DAN APLIKASINYA
The imbalance between the rights and obligations of husbands and wives is an issue that is increasingly prominent in modern Muslim families, mainly due to social, economic, and gender role changes. Some studies of family fiqh tend to discuss husband-wife relationships in a normative and textual manner, without adequately relating them to the actual problems faced by contemporary Muslim families. This study aims to analyze the imbalance between the rights and obligations of husbands and wives through a fiqh approach as a methodological instrument that is flexible and contextual. This study uses a qualitative approach with a library research method, with primary sources in the form of classical works of fiqh rules such as al-Asybah wa al-Naẓāʾir by al-Suyūṭī and al-Manthūr fī al-Qawāʿid al -Fiqhiyyah by al-Zarkashī, as well as secondary sources in the form of contemporary literature on Islamic family law. Data analysis was carried out through content analysis with a deductive-inductive approach, namely deriving the principles of fiqh rules into concrete issues of modern Muslim families. The results of the study show that the principles of al-umūru bi maqāṣidihā, al-mashaqqah tajlib al-taysīr, al-ḍarar yuzāl, and al-ʿādah muḥakkamah can be used as an analytical framework to reinterpret the relationship between husband and wife in a more fair and proportional manner. The novelty of this research lies in its attempt to position fiqh rules not only as normative principles, but also as tools for critical analysis of the imbalance in husband-wife relations in the context of modern society. Thus, this research contributes to enriching the discourse on Islamic family fiqh with a more contextual, responsive approach that is oriented towards maqāṣid al-sharīʿah.
Keywords: Imbalance of Rights and Obligations; Marital Relations; Fiqh Principles; Modern Muslim Families
Abstrak
Ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban suami istri merupakan persoalan yang semakin mengemuka dalam keluarga Muslim modern, terutama akibat perubahan sosial, ekonomi, dan peran gender. Sebagian kajian fikih keluarga cenderung membahas relasi suami istri secara normatif dan tekstual, tanpa mengaitkannya secara memadai dengan problem aktual yang dihadapi keluarga Muslim kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidakseimbangan hak dan kewajiban suami istri melalui pendekatan kaidah fikih sebagai instrumen metodologis yang bersifat fleksibel dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), dengan sumber primer berupa karya klasik kaidah fikih seperti al-Asybah wa al-Naẓāʾir karya al-Suyūṭī dan al-Manthūr fī al-Qawāʿid al-Fiqhiyyah karya al-Zarkashī, serta sumber sekunder berupa literatur kontemporer tentang hukum keluarga Islam. Analisis data dilakukan melalui content analysis dengan pendekatan deduktif-induktif, yaitu menurunkan prinsip kaidah fikih ke dalam persoalan konkret keluarga Muslim modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah al-umūru bi maqāṣidihā, al-mashaqqah tajlib al-taysīr, al-ḍarar yuzāl, dan al-ʿādah muḥakkamah dapat dijadikan kerangka analitis untuk membaca ulang relasi suami istri secara lebih adil dan proporsional. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya memposisikan kaidah fikih tidak hanya sebagai prinsip normatif, tetapi sebagai alat analisis kritis terhadap ketimpangan relasi suami istri dalam konteks sosial modern. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi memperkaya diskursus fikih keluarga Islam dengan pendekatan yang lebih kontekstual, responsif, dan berorientasi pada maqāṣid al-sharīʿah.
Kata kunci: Ketidakseimbangan Hak dan Kewajiban; Relasi Suami Istri; Kaidah Fikih; Keluarga Muslim ModernRelasi suami istri dalam Islam merupakan fondasi utama bagi terciptanya keluarga yang harmonis, namun dalam praktiknya sering terjadi ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban yang berujung pada konflik rumah tangga. Masalah ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai bagaimana kaidah-kaidah fikih dapat dijadikan pedoman dalam membangun hubungan suami istri yang adil dan maslahat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis relasi suami istri melalui perspektif kaidah fikih serta menemukan aplikasinya dalam kehidupan keluarga kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), dengan sumber primer berupa kitab-kitab kaidah fikih klasik seperti al-Asybah wa al-Nazha’ir karya al-Suyuthi dan al-Manthur fi al-Qawa‘id al-Fiqhiyyah karya al-Zarkasyi, serta sumber sekunder berupa buku dan jurnal kontemporer tentang fikih keluarga. Analisis data dilakukan melalui content analysis dengan pendekatan deduktif-induktif, dari konsep kaidah fikih menuju penerapannya pada persoalan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah al-umūru bi maqāsidihā menekankan pentingnya niat mencapai sakinah, mawaddah, dan rahmah; kaidah al-masyaqqah tajlibut-taysīr memberi fleksibilitas dalam nafkah dan pembagian peran; kaidah adh-dhararu yuzāl menuntut penghapusan segala bentuk kekerasan dan bahaya dalam rumah tangga; dan kaidah al-‘ādah muhakkamah membuka ruang kesepakatan sesuai tradisi yang tidak bertentangan dengan syariat. Dengan demikian, penerapan kaidah fikih dapat menjadi solusi normatif sekaligus praktis dalam menciptakan relasi suami istri yang seimbang, adil, dan sesuai dengan maqashid al-shari‘ah.
Kata kunci: Relasi Suami Istri; Kaidah Fikih; Maqashid al-Shari‘ah; Nafkah
PENGARUH KETEBALAN MULSA ORGANIK KI RINYUH (Chromolaena odorata) TERHADAP PRODUKSI BAHAN SEGAR, BAHAN KERING, DAN BAHAN ORGANIK RUMPUT MULATO (Brachiaria hybrid cv. Mulato)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa organik Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) terhadap produksi bahan segar, bahan kering, dan bahan organik rumput Mulato (Brachiaria hybrid cv. Mulato). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, total 16unit percobaan. Perlakuan tersebut adalah: M0 (tanpa mulsa), M1 (ketebalan 1cm/0.6525m2), M3 (ketebalan 3cm/0.5625m2), M5 (ketebalan 5cm/0.5625m2). Variabel yang diteliti adalah produksi bahan segar, bahan kering, dan bahan organik. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi bahan segar tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi bahan kering dan bahan organik. Hasil uji lanjut Duncan pada produksi bahan segar menunjukkan bahwa antara perlakuan M0:M1;M3:M5 memiliki perbedaan yang nyata. Kesimpulan bahwa penambahan mulsa Ki Rinyuh (Chromolaena odorata) dengan ketebalan 3cm mampu memberikan produksi bahan segar (115,18 gram) dan bahan kering (23,09 gram) serta bahan organik (20,16 gram) tertinggi pada rumput Brachiaria hybrid cv. Mulato
Peningkatan kualitas pembelajaran STEM melalui pengembangan media berbasis android packaging kit di lingkungan pesantren
Perkembangan teknologi menantang dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama dalam bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika). STEM membekali siswa dengan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah kompleks. Namun, pesantren sering menghadapi keterbatasan akses sumber daya dan teknologi yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Android Packaging Kit untuk meningkatkan kualitas pembelajaran STEM di pesantren. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research, melibatkan komunitas pesantren mulai dari identifikasi kebutuhan, perancangan, pengembangan, hingga implementasi dan evaluasi media pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Android Packaging Kit meningkatkan keterlibatan siswa dan memudahkan guru dalam menyampaikan materi kompleks. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman konsep STEM dan kemandirian pesantren dalam pembelajaran berbasis teknologi. Survei kepuasan mengungkapkan 85% responden sangat puas dan 15% puas dengan konten serta materi pelatihan. Kemudahan penggunaan media juga mendapat respons positif, dengan 89% responden sangat puas dan 11% puas. Pengembangan media ini tidak hanya menjawab tantangan modernisasi pendidikan di pesantren tetapi juga membuka peluang meningkatkan kualitas pembelajaran STEM di lingkungan yang sebelumnya minim teknologi
PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PEDAGANG KAKI LIMA YANG BERADA PADA ZONA MERAH ( STUDI KASUS DI PASAR TRADISIONAL SUKARAMAI ): ( Studi Kasus Di Pasar Tradisional Sukaramai )
Pedagang kaki lima yang berjualan diarea zona merah adalah istilah yang sering digunakan di Indonesia untuk merujuk pada pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di daerah yang dianggap rawan atau memiliki potensi masalah seperti kemacetan, keamanan, atau sanitasi. Untuk pedagang kaki lima, beroperasi di zona merah bisa berarti menghadapi tantangan tambahan seperti penertiban dari pihak berwenang, persaingan yang ketat, atau kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa penegakan hukum pidana terhadap PKL yang berjualan di zona merah Pasar Tradisional Sukaramai. Studi ini juga mengevaluasi berbagai metode yang digunakan, baik dari sudut pandang hukum pidana Islam maupun hukum positif. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian hukum normatif menggunakan pendekatan komparatif. Pendekatan ini membandingkan peraturan dan pelaksanaan hukum dengan pelanggaran zona merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum di wilayah ini dilakukan melalui pendekatan administratif dan rehabilitatif, dengan sanksi yang sesuai, seperti tazir dalam hukum pidana Islam, yang diterapkan secara adil dan bijaksana.
Kata kunci: penegakan hukum, pedagang kaki lima (PKL), ketertiban umumPedagang kaki lima yang berjualan diarea zona merah adalah istilah yang sering
digunakan di Indonesia untuk merujuk pada pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di daerah yang dianggap rawan atau memiliki potensi masalah seperti kemacetan, keamanan, atau sanitasi. Zona merah biasanya menunjukkan area yang perlu perhatian khusus dari pemerintah atau pihak berwenang karena adanya potensi risiko atau tantangan tertentu. Untuk pedagang kaki lima, beroperasi di zona merah bisa berarti menghadapi tantangan tambahan seperti penertiban dari pihak berwenang, persaingan yang ketat, atau kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Namun, banyak PKL yang berusaha menyesuaikan diri dan menemukan cara untuk tetap berjualan meskipun berada di lokasi yang dianggap problematik. Dalam hukum pidana islam, hukuman tazir adalah hukuman bagi pedagang kaki lima yang berjualan di zona merah dan harus dilaksanakan dengan adil dan bijaksana, sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam dan peraturan lokal. Pendekatan yang digunakan biasanya melibatkan solusi administratif dan rehabilitatif, dengan tujuan untuk mengatur pelanggaran sambil meminimalkan dampak negatif pada pedagang dan masyaraka
Sistem Manajemen ATK Menggunakan Framework Laravel (Bagian Perekonomian Dan Sumber Daya Alam SETDA Kota Mojokerto)
Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Mojokerto merupakan salah satu instansi pemerintah yang kegiatan sehari-harinya sangat terbantu dengan adanya sistem manajemen Alat Tulis Kantor (ATK). Tujuan dari proyek ini adalah untuk membuat sistem informasi manajemen ATK online dengan menggunakan framework Laravel yang dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi pengelolaan stok barang. Sistem yang menggunakan metodologi pengembangan perangkat lunak Waterfall ini memiliki fungsi untuk melakukan pelacakan inventaris barang, mendokumentasikan barang masuk dan keluar, serta membuat pelaporan barang secara otomatis dan real time. Hasil implementasi menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat mengurangi kesalahan pencatatan, meningkatkan transparansi administrasi, dan memudahkan pengambilan keputusan berbasis data. Dengan skor kepuasan pengguna skala likert rata-rata sebesar 4,66, pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan operasional sebesar 100% untuk semua fungsi utama. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi kontemporer, seperti Laravel, dapat menawarkan cara praktis untuk mengelola inventaris ATK di lingkungan pemerintah.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem manajemen persediaan Alat Tulis Kantor (ATK) di Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Mojokerto menggunakan framework Laravel. Dengan masih digunakannya metode manual dalam pengelolaan stok ATK, sering terjadi ketidakakuratan dalam pencatatan dan pelaporan. Oleh karena itu, diperlukan sistem informasi yang dapat mendukung pencatatan barang masuk, barang keluar, serta pembuatan laporan secara otomatis dan real-time. Sistem ini menggunakan metode pengembangan Waterfall, mulai dari analisis kebutuhan hingga implementasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan pengguna, meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan stok ATK
Seni meningkatan daya saing produk UMKM melalui strategi visual produk lonceng angin kerang
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, namun produk UMKM di pasar digital masih menghadapi tantangan besar dalam hal daya saing. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM, khususnya lonceng angin berbahan kerang, dengan mengoptimalkan visual foto produk di platform Shopee. Di era digital, visual produk yang menarik menjadi faktor kunci dalam mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. Metode yang diterapkan dalam program ini meliputi pengambilan foto produk dengan pencahayaan yang optimal dan sudut pandang yang menarik, optimasi visual menggunakan perangkat lunak pengeditan gambar, pengunggahan foto ke Shopee, serta pengumpulan dan analisis data penjualan dan hasil survei konsumen. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa optimasi visual pada foto produk berhasil meningkatkan penjualan sebesar 70%, dengan 78% konsumen mengakui bahwa visual produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa pengoptimalan visual dapat menjadi strategi yang sangat efektif untuk meningkatkan daya saing dan performa penjualan produk UMKM di platform e-commerce. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar UMKM lebih fokus pada kualitas visual produk dalam strategi pemasaran mereka, serta mempertimbangkan penggunaan fotografi profesional guna menghasilkan gambar yang lebih menarik dan informatif
تأثير تعليم اللغة العربية على قدرة حفظ القرآن الكريم لدي طالبات معهد باب السلام الإسلامي كالى بنينج جومبانج جاوى الشرقية
ABSTRAK
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran bahasa Arab terhadap kemampuan menghafal Al-Qur'an santri Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Jombang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis penelitian deskriptif dimana variabel digambarkan didukung oleh data numerik yang dihasilkan dari keadaan sebenarnya. pengumpulan data menggunakan observasi, tes serta dokumentasi. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa 1. Pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Jombang menggunakan metode seleksi (metode yang menggabungkan beberapa metode). 2. Kemampuan santri dalam menghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Babussalam Kalibening umumnya diklasifikasikan sebagai cukup tinggi. 3. Terdapat pengaruh positif yang signifikan pada pembelajaran bahasa Arab terhadap kemampuan menghafal Al-Quran.Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran bahasa Arab terhadap kemampuan menghafal Al-Qur'an santri Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Jombang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis penelitian deskriptif dimana variabel digambarkan didukung oleh data numerik yang dihasilkan dari keadaan sebenarnya. pengumpulan data menggunakan observasi, tes serta dokumentasi. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa 1. Pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Jombang menggunakan metode seleksi (metode yang menggabungkan beberapa metode). 2. Kemampuan santri dalam menghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Babussalam Kalibening umumnya diklasifikasikan sebagai cukup tinggi. 3. Terdapat pengaruh positif yang signifikan pada pembelajaran bahasa Arab terhadap kemampuan menghafal Al-Quran. Hasil menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,874 yang berarti pengaruh variabel pengajaran bahasa Arab (X) terhadap variabel kemampuan menghafal Al-Qur'an (Y) adalah sebesar 0,874, jika persentasekan menjadi 87,4% atau mendekati 87%. Dapat disimpulkan dari perhitungan di atas bahawa nilai 0,874 dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima
Revealing the Value of Religious Tolerance Based on Social Interaction Among Students of Public Junior High Schools 1 and 3 Tosari in Pasuruan Regency
Cases of religious intolerance in the education sector in Indonesia are still common. Tosari District has a diverse religious population, but it is known that religious conflicts rarely occur, especially in the field of education, where massive social interaction can foster harmony between religious communities. This study aims to explain and compare religious tolerance values based on social interaction at State Junior High Schools (SMPN) 1 and 3 in Tosari District, Pasuruan Regency. The researcher selected these two educational institutions due to their differing religious compositions. SMPN 1 Tosari has the highest number of Hindu students, while SMPN 3 Tosari is predominantly Muslim. This study employs a qualitative approach with a multiple case study design. The findings reveal three religious tolerance values in both institutions: mutual respect, social concern, and solidarity. These values emerge based on different patterns of social interaction. The study recommends strengthening religious tolerance values in junior high schools in general
SENI TOPENG BUBUR KERTAS SEBAGAI MEDIA KREATIVITAS SISWA KELAS IV SD 3 JEPANG
Art education is part of the concept of education related to individual creative expression in conveying aesthetic appreciation experiences, a means of releasing emotions, and developing self-potential. The purpose of this study was to analyze the process and results of students' creativity in making paper mache masks and to determine the average value of students' creativity in creating mask art for students at SD 3 Jepang with 20 fourth-grade students as research subjects. This type of research uses Mixed Methods Sequential Exploratory design. The data collection techniques for this study are observation, interviews, documentation, and questionnaires. Qualitative data analysis used consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while quantitative data is in the form of descriptive statistics using SPSS and Microsoft Excel. The results of the study showed that fourth-grade students at SD 3 Jepang have a good level of creativity in carrying out artistic activities of making paper mache masks, both in choosing mask designs and students' creative ways of completing each stage. This is supported by the results of the student creativity questionnaire which is in the high category with an average value of 78.95. This study should be used as a guideline for teachers to implement creativity-based art learning using recycled materials such as paper waste so that students are more sensitive to the surrounding environment.
Keywords: Creativity, mask, paper pulpPendidikan seni merupakan bagian dari konsep pendidikan terkait ekspresi kreatif individu dalam menyampaikan pengalaman apresiasi estetika, sarana melepaskan emosi, dan pengembangan potensi diri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis proses dan hasil kreativitas siswa dalam membuat topeng bubur kertas dan mengetahui nilai rata-rata kreativitas siswa dalam berkarya seni topeng pada siswa di SD 3 Jepang dengan subjek penelitian 20 siswa kelas IV. Jenis penelitian ini menggunakan Mixed Methods desain Sequential Exploratory. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Analisis data kualitatif yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara data kuantitatif berupa statistik deskriptif menggunakan SPSS dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV SD 3 Jepang memiliki tingkat kreativitas yang baik dalam melakukan kegiatan artistik membuat topeng bubur kertas, baik dalam pemilihan desain topeng maupun cara kreatif siswa dalam menyelesaikan setiap tahapannya. Hal tersebut didukung adanya hasil angket kreativitas siswa yang berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 78,95. Penelitian ini hendaknya dapat digunakan sebagai pedoman guru untuk menerapkan pembelajaran seni berbasis kreativitas dengan menggunakan bahan daur ulang seperti sampah kertas agar siswa lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Kata kunci: Topeng, Bubur Kertas, Kreativita