Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
Model komunikasi adaptif guna mendukung proses pembelajaran bagi penyandang disabilitas fisik di pendidikan dasar
Salah satu tantangan utama dalam penerapan pendidikan inklusif di tingkat dasar adalah keterbatasan keterampilan komunikasi adaptif di kalangan guru, siswa, dan orang tua, terutama dalam menghadapi kebutuhan penyandang disabilitas fisik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan model komunikasi adaptif yang dapat mendukung proses pembelajaran secara efektif bagi siswa dengan disabilitas fisik. Metode yang digunakan mencakup simulasi interaksi melalui teknik role play, dialog interaktif, serta sesi tanya jawab yang dirancang untuk membangun pemahaman, empati, dan keterampilan praktis dalam komunikasi inklusif. Evaluasi dilakukan melalui analisis pre-test dan post-test terhadap peserta pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep komunikasi adaptif, penggunaan alat bantu komunikasi (seperti bahasa tubuh dan media visual), serta peningkatan rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan siswa penyandang disabilitas fisik. Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta belum memahami pendekatan komunikasi yang tepat dalam konteks disabilitas fisik, dan merasa ragu dalam membangun komunikasi dua arah. Setelah pelatihan, mayoritas peserta mampu menerapkan prinsip komunikasi adaptif secara lebih responsif dan inklusif. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam membentuk model komunikasi yang mampu menunjang proses pembelajaran inklusif di sekolah dasar
Media pembelajaran inovatif berbasis internet untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru sekolah dasar
Permasalahan pada kelompok kerja guru (KKG) Kabupaten Kudus adalah masih kurangnya pemahaman guru dalam pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran inovatif dan belum adanya media pembelajaran inovatif berbasis internet seperti media dengan aplikasi Khoot, Wordwall, dan Quizizz. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan pemahaman guru dalam pembuatan media berbasis internet dan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi Khoot, Wordwall, dan Quizizz. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode small group discussion dengan berbagai teknik seperti tutorial dan tutor sebaya. Adapun tahap pengabdian meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, terapan teknologi dan keberlanjutan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran inovatif yang ditunjukkan dengan capaian pemahaman rata-rata 85% selain itu dari kegiatan pengabdian ini guru mampu membuat media pembelajaran inovatif menggunakan aplikasi Khoot, Wordwall, dan Quizizz ditunjukkan dengan capaian 80% guru dapat mengembangkan media tersebut dan menerapkannya dalam pembelajaran. Jadi kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif karena dapat meningkatkan pemahaman guru sehingga mampu mengembangkan media pembelajaran inovatif berbasis internet
Pengenalan dan praktik pemanfaatan AI dalam pembelajaran menulis untuk calon guru bahasa
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) telah memberikan dampak signifikan pada pengajaran penulisan, memicu antusiasme sekaligus kekhawatiran di kalangan pendidik. Merespons kondisi ini, sebuah program pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan tujuan untuk membekali calon guru bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengintegrasikan perangkat AI secara tepat dalam instruksi penulisan. Program ini melibatkan 30 partisipan dan mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain partisipatif, yang mencakup pra-tes, pasca-tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai fungsi dan aplikasi pedagogis perangkat berbasis AI dalam pengajaran penulisan. Selain itu, mereka mengembangkan kesadaran kritis dalam memilih tingkat integrasi AI yang sesuai, mulai dari tidak ada penggunaan hingga aplikasi spesifik seperti penyusunan draf, parafrasa, dan revisi, disesuaikan dengan tujuan instruksional. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada persiapan profesional calon pendidik dengan mempromosikan penggunaan AI yang etis dan strategis. Hal ini secara langsung mendukung upaya untuk mengurangi plagiarisme dan menjunjung tinggi integritas akademik dalam praktik penulisan siswa di masa depan
MEMBEDAH PERBEDAAN PUISI DAN QUOTES: KAJIAN STRUKTURALISME PUISI
This research analyses the difference between poetry and quotes through a literary structuralism approach. In the digital era, many social media accounts publish quotes that claim to be poetry, even though they do not fulfil the structural criteria of poetry. This research aims to identify the public's misunderstanding of the difference and its impact on the appreciation of literature, especially poetry. Using a qualitative method, this study analyses content from the Instagram accounts @awanteduh, @puisilangit, and @catatanmasfarrez. Data collection techniques involved inventorying, analysing, and comparing quotes and poems according to literary theory. The results showed that the quotes from the three accounts did not fulfil the elements of poetry structure, such as diction, imagery, figurative language, typography, and versification. This inaccuracy can potentially reduce public interest in literature, especially poetry, due to a lack of literacy and interest in reading. This study concludes that educating and improving literary literacy is important to distinguish authentic literary works from simplistic and superficial digital content.
Sistem Monitoring Daya Sel Surya Pada Mobil Listrik Surya Unisla Berbasis IoT
In this study, Unisla's solar electric vehicles uses five 100Wp solar panels assembled in series so that it has a total power of 500Wp. The design of this solar cell power monitoring system uses ESP32 as a microcontroller with the concept of Internet of Things (IoT) so that the device can be connected to the internet in real-time. The sensors used to read the current and voltage flowing from the solar panel are the ACS712 sensor and the voltage sensor is a voltage divider circuit made from resistors with R1 66100 Ohm and R2 3200 Ohm values respectively. Of the 10 test samples, the average error value of the voltage sensor used had a fairly good accuracy, with an average error of only 0.301%. This shows that the measurement difference between the sensor and the multimeter is relatively small. Meanwhile, the measurement difference between the ACS712 sensor and the power supply is very small, ranging from 0.01 to 0.02 Amperes with an average error of 0.01%. This shows that the measurement deviation of the ACS712 sensor compared to the reference value is very small, making it reliable for current measurement applications. The power monitoring tool developed was successfully implemented on Unisla Solar Electric Vehicles in real-time. Tests show that the appliance can read the voltage, current, and power generated by 5 solar panels assembled in series with a total power of 500Wp. The highest rated voltage data is 73.12Volts at 14.00, while the lowest data is 65.22Volts at 17.00, the rated highest rated current is 7.11A at 12.00, while the lowest current is 1.10A at 17.00, the highest rated power is 505.65Watt at 13.00, while the lowest power is 71.74 Watts.Dalam penelitian ini mobil Listrik surya Unisla menggunakan lima panel surya 100Wp dengan tipe polycrystalline dan monocrystalline yang dirangkai seri sehingga memiliki total daya 500Wp. Rancangan sistem monitoring daya sel surya ini menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler dengan konsep Internet of Things (IoT) agar alat dapat terkoneksi dengan internet secara realtime. Sensor yang digunakan untuk membaca arus dan tegangan yang mengalir dari panel surya adalah sensor ACS712 dan sensor tegangan berupa rangkaian pembagi tegangan yang dibuat dari resistor dengan masing-masing nilai R1 66100 Ohm dan R2 3200 Ohm. Alat monitoring daya yang dikembangkan berhasil diimplementasikan pada Mobil Listrik Surya Unisla secara real-time. Pengujian menunjukkan bahwa alat ini dapat membaca tegangan, arus, dan daya yang dihasilkan oleh 5 panel surya yang dirangkai secara seri dengan total daya 500Wp. Data tertinggi tegangan yang terukur yaitu 73.12Volt pada jam 14.00, sedangkan data terendah adalah 65.22Volt pada jam 17.00, nilai arus tertinggi yang terukur adalah 7.11A pada jam 12.00, sedangkan arus terendah adalah 1.10A pada jam 17.00, nilai daya tertinggi yang terukur adalah 505,65Watt pada jam 13.00, sedangkan daya terendah adalah 71.74 Watt
Penerapan produksi garam skala tambak berbasis SKKNI untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas garam rakyat Madura
Peningkatan produksi garam nasional menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Desa Majungan, Kabupaten Pamekasan, merupakan wilayah dengan potensi besar dalam pengembangan produksi garam rakyat. Namun, permasalahan seperti rendahnya efisiensi produksi, ketergantungan pada cuaca, dan kualitas garam yang belum sesuai standar masih menjadi kendala utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas 20 petambak garam dan anggota Koperasi Rizki Garam Madura melalui pelatihan teknik produksi garam bahan baku sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Program yang dilaksanakan meliputi pemaparan teori, demonstrasi pengujian kualitas garam menggunakan saltdect, praktik langsung produksi, serta evaluasi dan pendampingan. Hasil angket pre tes dan post test menunjukkan bahwa 80% petambak garam dapat menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam produksi garam bahan baku. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan pelatihan dapat meningkatkan produksi garam. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi garam berbasis SKKNI dengan benar menjadi landasan utama agar mitra mampu meningkatkan jumlah kuantitas dan kualitas garam yang dihasilkan serta memperkuat daya saing komoditas garam lokal
Peningkatan kebersihan rumah ibadah melalui penerapan pendekatan edukatif
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berangkat dari permasalahan rendahnya kualitas kebersihan dan penataan fasilitas di rumah ibadah yang berdampak pada kenyamanan jamaah serta efektivitas aktivitas spiritual. Kondisi awal yang kurang terkelola menunjukkan perlunya upaya penguatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat agar pengelolaan lingkungan ibadah dapat berjalan secara mandiri. Program dilaksanakan di Gereja Katholik], Kecamatan Sekadau Hulu, pada periode 16 Juni 2025, dengan tujuan meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan kolaborasi warga dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berupa observasi awal, diskusi kelompok terarah, penyuluhan perilaku hidup bersih, serta kegiatan gotong royong yang melibatkan pengurus dan jamaah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi deskriptif-partisipatoris untuk menilai perubahan kondisi sebelum dan sesudah program. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: kerapian halaman rumah ibadah meningkat dari 10% menjadi 90%, kebersihan toilet dari 5% menjadi 90%, serta penataan fasilitas yang sebelumnya tidak teratur kini tertata dengan baik. Dampak sosial yang muncul mencakup meningkatnya kesadaran kolektif, penguatan budaya gotong royong, dan terbangunnya komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan kebersihan rumah ibadah. Program ini berkontribusi nyata dalam memperbaiki lingkungan ibadah dan mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi
Penguatan kompetensi PLC–IOT bagi guru SMK untuk mendukung pembelajaran industri 4.0
Kesenjangan kompetensi guru SMK dalam penguasaan teknologi otomasi modern, khususnya pemrograman PLC dan integrasi IoT, masih menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan kompetensi era Industri 4.0. Di SMK Negeri 1 Cimahi, fasilitas laboratorium PLC berbasis IoT belum tersedia dan hanya 6 (25%) guru yang memiliki telah mendapatkan pelatihan PLC tanpa pengalaman pada integrasi IoT. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru pada aspek pemrograman dasar PLC, konektivitas IoT, dan troubleshooting melalui pelatihan berbasis workshop dan problem-based training. Kegiatan melibatkan 14 guru dan dilaksanakan dalam tiga tahap: pengembangan trainer kit PLC–IoT; pelatihan intensif mencakup teori, praktik pemrograman, dan integrasi IoT menggunakan platform berbasis cloud; serta evaluasi melalui pre–post test dan kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 71,43 menjadi 92,86 dengan peningkatan 28,21% pada pemahaman konsep dan kemampuan pemrograman serta integrasi IoT. Selain itu, satu unit trainer kit PLC–IoT telah diimplementasikan sebagai fasilitas laboratorium baru dan mulai digunakan dalam pembelajaran. Program ini memberikan dampak keberlanjutan melalui peningkatan kapasitas guru dan penguatan kerja sama perguruan tinggi–SMK dalam pengembangan pembelajaran berbasis Industri 4.0
WAGES: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW AND BIBLIOMETRIC ANALYSIS
This research aims to explore the topic of a wage. The literature analyzes from 31 articles from two database Taylor & Francis and Scopus which taken from Publish or Perish during the period 2017-2022, analyze with bibliometric and screening using PRISMA method to gain 31 articles. The outcome of the review indicated 127 authors from co-authorship data, four new keywords overlay from co-occurrence (employment, automation, job stress, and corporate innovation). The top 3 citations narrate about gender wage gap, minimum wage, and wage policy. This literature review can be used for a guidance for the next researcher regarding labor wage and the connection with other keywords that appropriate
THE INFLUENCE OF FINANCIAL LITERACY, DIGITAL LITERACY, AND BUSINESS KNOWLEDGE ON UMKM DEVELOPMENT MEDIATED BY INNOVATION
This study aims to analyze the effect of financial literacy, digital literacy, and business knowledge on the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), with innovation as a mediating variable. Data were collected from MSME respondents in Central Jakarta using a structured survey. The analysis method used is Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Square (PLS) approach. The results showed that financial literacy, digital literacy, and business knowledge have a significant influence on innovation and development of MSMEs. Directly, financial literacy affects innovation with a t-count value of 14.715 (p-value 0.000) and MSME development with a t-count value of 7.568 (p-value 0.000). Digital literacy shows a significant influence on innovation (t-count 15.082; p-value 0.000) and MSME development (t-count 8.654; p-value 0.000). Business knowledge also affects innovation (t-count 12.918; p-value 0.000) and MSME development (t-count 7.477; p-value 0.000). Testing the indirect effect through innovation shows significant results. Financial literacy influences MSME development through innovation with a t-count of 2.205 (p-value 0.022). Digital literacy shows a significant indirect influence on MSME development through innovation (t-count 2.197; p-value 0.023). Business knowledge is also shown to influence MSME development indirectly through innovation (t-count 2.195; p-value 0.023). Innovation is proven to be a mediator that strengthens the relationship between the three independent variables and MSME development. This research provides practical contributions in the form of recommendations for improving financial literacy, digital technology adoption, and better business understanding to support MSME innovation and growth. In addition, innovation is a strategic key in creating competitiveness and business sustainability in the midst of modern economic challenges