Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
The Indonesian Government's Policy Towards Apple Which Caused The Delay In The Iphone 16's Entry In Indonesia
This study examines the delay in the official launch of the iPhone 16 in Indonesia due to Apple’s failure to meet the Domestic Component Level (TKDN) requirement set by the Indonesian government. Using a qualitative approach based on secondary data such as official regulations, news articles, and previous studies, this research analyzes how public policy affects multinational companies and domestic market dynamics. Findings reveal that Apple’s incomplete investment realization—only IDR 1.48 trillion of the IDR 1.71 trillion commitment—led to the suspension of TKDN certification and distribution permits. This delay has caused consumer dissatisfaction, encouraged the growth of the grey market, and reduced state tax revenues. From a theoretical standpoint, the study integrates Public Policy Theory, Economic Protectionism Theory, and Foreign Direct Investment (FDI) Theory to explain the interplay between government regulations, corporate adaptation, and market outcomes. The study concludes that while TKDN policies aim to strengthen domestic industry and attract investment, excessive rigidity can hinder technology access and business growth. Therefore, future policies should balance national interests with global innovation to create a more adaptive and collaborative regulatory environment
Navigating works future: Harnessing digital innovation to enhance muslim employees performance through transformation and flexibility
Fierce competition and uneven quality of service have made higher education institutions face pressure to undergo digital transformation and increase human resource performance. These challenges show that the implementation of digital transformation and organisational flexibility is not fully optimal, especially when digital innovation is not developed as a primary capability. Although many studies specifically examine digital transformation and organisational flexibility, studies specifically examining how digital innovation plays a unique mediator role in strengthening employees’ performance are still limited. This research fills the gap that has not been much explored. Using the explanation survey methods, 250 respondents were obtained from several educational institution units. The results indicate that digital transformation has a positive effect and a significant impact on digital innovation. Besides that, organisational flexibility is directly linked to increased employee performance. Most importantly, digital innovation plays a crucial role as a full mediator, distributing the effects of digital transformation and enhancing organisational flexibility, thereby improving the impact on employees’ performance. These findings confirm that technological transformation and organizational flexibility are sustainable performance advantages
Program penguatan bahasa Inggris pariwisata untuk pemuda sebagai upaya pengembangan pariwisata berbasis komunitas
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk menjawab rendahnya kemampuan komunikasi bahasa Inggris pemuda di Kecamatan Nusalaut, yang berdampak pada keterbatasan masyarakat dalam melayani wisatawan mancanegara dan mengoptimalkan potensi wisata lokal. Kemampuan berbahasa Inggris diperlukan untuk peningkatan kualitas interaksi, penyampaian informasi destinasi, serta pengelolaan layanan wisata berbasis komunitas. Program ini menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman melalui simulasi, dialog, roleplay, dan praktik lapangan karena metode ini memungkinkan peserta berlatih langsung dalam situasi yang menyerupai interaksi nyata dengan wisatawan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre–post test untuk mengukur peningkatan kemampuan peserta secara terukur. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh peserta, dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 27–29 poin di enam negeri. Peserta juga menunjukkan peningkatan keberanian, kelancaran berbicara, dan kemampuan menjelaskan objek wisata dalam bahasa Inggris. Kebaruan program terlihat pada integrasi pelatihan bahasa dengan produksi media promosi berbasis komunitas berupa pocket guide dan booklet bilingual, yang disusun langsung oleh peserta sebagai luaran berkelanjutan untuk mendukung promosi pariwisata lokal. Program ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik dan partisipatif efektif meningkatkan kesiapan masyarakat dalam pengembangan pariwisata Nusalaut
MODEL MEDIASI KELUARGA BEDA SUKU BERBASIS PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL UNTUK MENCEGAH KONFLIK RUMAH TANGGA
This study examines the challenges of family conflict arising from ethnic differences and explores mediation grounded in multicultural Islamic values as a strategy for preventing domestic conflict. The main issue addressed in this research is how the integration of multicultural Islamic values can guide the mediation process in multi-ethnic families. This study employs a qualitative approach within social research, using literature review and case-based analysis to understand mediation mechanisms and their practical implications. Data were collected through document analysis, interviews with mediators, and observations of family interactions, and were analyzed thematically to identify key factors influencing conflict resolution. The findings indicate that multicultural Islamic values provide a normative framework emphasizing tolerance, justice, and character development, thereby enhancing the quality of communication and negotiation in the mediation process. The mediation process fosters mutual understanding, reduces conflict intensity, and strengthens family harmony while respecting cultural diversity. This study highlights the importance of participatory and culturally sensitive approaches in mediating domestic conflicts, contributing to both theoretical and practical knowledge of conflict resolution in multi-ethnic family contexts. This research offers a replicable framework for policymakers and mediators in designing effective strategies to promote peaceful and harmonious family environments.
Keywords: Family Mediation, Multicultural Islamic Values, Ethnic Conflict, Conflict Resolution, Family Harmony
Abstrak
Penelitian ini mengkaji tantangan konflik keluarga yang muncul akibat perbedaan etnis serta mengeksplorasi mediasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam multikultural sebagai upaya pencegahan konflik dalam rumah tangga. Masalah utama penelitian ini adalah bagaimana integrasi nilai Islam multikultural dapat memandu proses mediasi dalam keluarga multietnis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam kajian sosial dengan metode studi pustaka dan analisis berbasis kasus untuk memahami mekanisme mediasi serta implikasi praktisnya. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, wawancara dengan mediator, dan observasi terhadap interaksi keluarga, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam multikultural menyediakan kerangka normatif yang menekankan nilai toleransi, keadilan, dan pembentukan karakter, sehingga meningkatkan kualitas komunikasi dan negosiasi dalam proses mediasi. Proses mediasi dengan terciptanya saling pengertian, menurunkan intensitas konflik, serta memperkuat keharmonisan keluarga dengan tetap menghormati keberagaman budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dan sensitif terhadap budaya dalam memediasi konflik rumah tangga, yang berkontribusi pada pengembangan pengetahuan teoretis dan praktis mengenai resolusi konflik dalam konteks keluarga multietnis. Penelitian ini menawarkan kerangka kerja yang dapat direplikasi bagi pembuat kebijakan, dan mediator dalam merancang strategi efektif untuk membangun lingkungan keluarga yang damai dan harmonis.
Kata Kunci:, Mediasi Keluarga, Berbasis Nilai- Nilai Islam Multikultural, Konflik Etnis, Resolusi Konflik, Keharmonisan KeluargaAbstract
This study examines the challenges of family conflicts arising from ethnic differences and explores a mediation model grounded in Islamic multicultural education to prevent domestic disputes. The main question addresses how the integration of Islamic values and multicultural principles can guide mediation processes in multi-ethnic families. The research positions itself within qualitative social research, employing a combination of literature review and case-based analysis to understand mediation mechanisms and their practical implications. Data were collected through document analysis, interviews with mediators, and observations of family interactions, then analyzed thematically to identify key factors influencing conflict resolution. The findings indicate that Islamic multicultural education provides a normative framework emphasizing tolerance, justice, and character development, which enhances communication and negotiation during mediation. The model fosters mutual understanding, reduces conflict intensity, and strengthens family harmony while respecting cultural diversity. Furthermore, the study highlights the importance of participatory and culturally sensitive approaches in mediating domestic disputes, contributing to both theoretical and practical knowledge on conflict resolution in multi-ethnic family settings. This research offers a replicable framework for policymakers, educators, and mediators seeking effective strategies for fostering peaceful and cohesive family environments.
Keywords: Islamic multicultural education, family mediation, ethnic conflict, conflict resolution, family harmon
PENGARUH PEMASAKAN TEPUNG BONGGOL PISANG DENGAN UREA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN PRODUK FERMENTASI SECARA IN VITRO
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea berbeda terhadap kercernaan bahan kering, bahan organik dan produk fermentasi secara in vitro. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pemasakan dilakukan secara tradisional menggunakan pemanas kompor dalam durasi waktu 2 jam. Perlakuan yang diuji adalah P0 = Pemasakan tepung bonggol pisang tanpa urea, P1 = Pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea 2%, P2 = Pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea 4%, P3 = Pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea 6%. Parameter yang diukur meliputi kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), Total VFA, N-NH3 dan pH. Data yang dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap KcBK, KcBO, Total VFA, N-NH3 dan pH. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemasakan tepung bonggol pisang dengan level urea berbeda memberikan pengaruh dan peningkatan yang nyata terhadap kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), dan produk fermentasi secara in vitro dengan level urea terbaik adalah 6%
Manajemen stres pengasuhan melalui pendekatan spiritual dan psikologis
Tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan pendekatan spiritual dan psikologi dalam mengelola stres pengasuhan orang tua di Desa Pagelaran, Kabupaten Malang. Stres pengasuhan merupakan persoalan serius yang berdampak pada kesehatan emosional orang tua, kualitas hubungan keluarga, dan tumbuh kembang anak. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan orang tua, tokoh agama, dan tenaga psikologi dalam setiap tahap, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan intervensi berupa psikoedukasi, hingga evaluasi melalui diskusi kelompok dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman orang tua mengenai stres pengasuhan (t test p < .001). Jika sebelum intervensi sebagian besar responden tidak mengetahui definisi, penyebab, maupun strategi pengelolaan stres, maka setelah pendampingan 100% responden memahami konsep stres pengasuhan, dan 90% mampu mengidentifikasi strategi psikologis seperti relaksasi dan komunikasi asertif. Selain itu, seluruh peserta menyatakan kegiatan berbasis spiritual dan psikologis ini bermanfaat dalam memperkuat ketahanan keluarga. Keunikan program ini terletak pada integrasi nilai-nilai Al-Qur’an, yang menekankan pengasuhan sebagai amanah spiritual, dengan pendekatan psikologis modern yang berfokus pada keterampilan praktis pengelolaan stres. Inovasi ini menjadikan model pengabdian lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat pedesaan sekaligus memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan konsep pengasuhan berbasis spiritual-psikologis
Inovasi Budikdamber bell siphon untuk efisiensi air dan kemandirian masyarakat
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi keterbatasan air dan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penerapan inovasi Budidaya Lele dalam Ember (Budikdamber) dengan sistem bell siphon dan filtrasi organik. Program dilaksanakan bersama Pokdakan Aregas, Kelurahan Wirolegi, Kabupaten Jember, yang menghadapi kondisi geografis kering dan keterbatasan air. Metode kegiatan meliputi pelatihan teknis pembuatan sistem Budikdamber, pendampingan pemeliharaan dan monitoring kualitas air, serta evaluasi produktivitas dan umpan balik peserta. Penerapan sistem ini mampu menekan kebutuhan air hingga 85%, sehingga budidaya tetap berjalan di musim kemarau. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan produksi ikan lele hingga 400 kg per tahun dan kenaikan pendapatan 38% (±Rp 8.000.000,- per tahun), dengan survival rate meningkat dari 70% menjadi 95%. Sebanyak 80% anggota kelompok menyatakan teknologi ini mudah diterapkan dan efisien. Inovasi ini juga mendorong diversifikasi usaha hortikultura di bagian atas ember, menambah nilai ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Kegiatan berkontribusi pada SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui penerapan teknologi tepat guna yang murah, sederhana, dan berkelanjutan
Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan pembuatan sabun untuk mendorong perilaku ramah lingkungan di masyarakat
Minyak goreng bekas (jelantah) merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan, terutama tanah dan sumber air, sehingga diperlukan pemanfaatan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu alternatifnya adalah diolah menjadi sabun, sehingga memiliki nilai guna sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Jingah Habang Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dengan melibatkan 25 ibu rumah tangga sebagai peserta. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi interaktif mengenai bahaya pembuangan jelantah ke tanah dan sungai, serta dampak jangka panjangnya terhadap produktivitas tanaman dan risiko banjir. Tahap berikutnya berupa pelatihan pembuatan sabun dari jelantah, meliputi pemurnian minyak dengan arang aktif, pencampuran bahan (NaOH, air murni, pewangi, dan pewarna jika diperlukan), pengadukan, pencetakan, dan pengeringan. Pendampingan dan pemantauan dilakukan agar peserta dapat menerapkan teknologi ini secara mandiri di rumah. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang menilai perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta melalui sepuluh pernyataan dengan skala lima poin. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terkait dampak minyak jelantah terhadap lingkungan dari 27% menjadi 97%, serta peningkatan keterampilan produksi sabun sebesar 80%, dengan kualitas sabun yang memenuhi standar sederhana dari segi tekstur, busa, dan keamanan bagi kulit. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal melalui produksi dan potensi pemasaran sabun berbahan baku minyak goreng bekas
Peningkatan produksi budidaya ikan lele melalui penerapan teknologi recirculating aquaculture system
Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya ikan, namun rendahnya kapasitas teknis dan minimnya akses pelatihan menyebabkan produktivitas masyrakat belum optimal yang disebabkan belum adanya teknologi modern yang digunakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan memberdayakan kelompok pembudidaya ikan sumber bening dan insan swakarya dan insan swakarya melalui penerapan sistem budidaya intensif berbasis Recirculating Aquaculture System (RAS). Program dilaksanakan selama sembilan bulan (Maret – November 2023) menggunakan pendekatan partisipatif PRA (Participatory Rural Appraisal) melalui Focus Group Discussioin, pelatihan teknis, praktik lapangan dan pendampingan rutin oleh dosen dan mahasiswa. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan dan keterampilan peserta dari 9% menjadi 74%, serta peningkatan minat untk berkembang dari 11% menjadi 79%. Peserta mampu merakit instalasi RAS secara mandiri, menerapkan SOP budidaya intensif dan melakukan pengelolaan kolam dengan padat tebar hingga 1.000 ekor/m2. Kegiatan ini dinilai berhasil dalam mentransfer teknologi tepat guna, memperkuat partisipasi dan kesiapan masyarakat, serta berpotensi direplikasi untuk mendukung penguatan kapasitas pembudidaya ikan air tawar secara berkelanjutan
Transformasi digital UMKM: Penguatan strategi pemasaran dan SDM untuk meningkatkan daya saing di era 5.0
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Gading, Kabupaten Indragiri Hulu, yang memiliki karakteristik UMKM dengan tingkat literasi digital rendah dan keterbatasan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran. Kesenjangan keterampilan digital tersebut menjadi dasar dirancangnya kegiatan “Transformasi Digital UMKM: Penguatan Strategi Pemasaran dan SDM untuk Meningkatkan Daya Saing di Era 5.0”. Sebanyak 32 pelaku UMKM mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi empat sesi pelatihan (digital marketing, marketplace, konten kreatif, dan aplikasi pembukuan) serta dua tahap pendampingan intensif. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test, observasi terstruktur, dan penilaian output digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor literasi digital sebesar 38%, dan 27 UMKM (84%) berhasil membuat atau mengoptimalkan akun marketplace. Selain itu, peserta menghasilkan total 96 konten promosi, dan 21 UMKM (66%) mulai menggunakan aplikasi pencatatan keuangan. Sebanyak 14 UMKM (44%) melaporkan peningkatan omzet awal dalam dua minggu setelah pendampingan. Nilai kebaruan program terletak pada integrasi pelatihan berbasis praktik langsung dengan pendampingan berbasis kebutuhan mitra yang diidentifikasi bersama, sehingga menghasilkan intervensi yang lebih aplikatif dan berorientasi pada keberlanjutan usaha. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi digital melalui pendekatan partisipatif dapat meningkatkan kapasitas pemasaran dan kesiapan UMKM untuk bersaing di era Society 5.0