Portal E-Journal Politeknik Negeri Bengkalis
Not a member yet
1494 research outputs found
Sort by
Analisis Postur Kerja dan Re-design Alat Bantu Outboard Engine pada Laboratorium dan Training Centre Reparasi Mesin Kapal
Teaching Factory merupakan konsep pembelajaran yang dicanangkan PPNS yang mengacu pada standard dan prosedur yang berlaku di industri. Konsep pembelajaran Teaching Factory tersebut dilaksanakan dengan model Dual System yaitu model pembelajaran dengan melibatkan mitra industri sebagai instruktur dan fasilitator dalam praktek yang dilakukan di PPNS. Teknik Permesinan Kapal merupakan salah satu program studi yang ada di PPNS, dengan fokus bidang keahliannya adalah pada permesinan dan sistem dalam kapal. Untuk menunjang dan meningkatkan keahlian mahasiswa Teknik Permesinan Kapal, PPNS akan menyediakan Laboratorium khusus untuk outboard engine sehingga mahasiswa dapat mempelajari secara langsung, Permasalahan utama yang ada pada laboratorium outboard engine PPNS adalah pada aspek ergonomi. Alat bantu untuk praktikum reparasi outboard engine memiliki dimensi yang tidak sesuai dengan anthropometri tubuh operator sehingga memiliki risiko keluhan otot skeletal. penelitian ini dimulai dengan pengukuran skor RULA untuk pekerjaan reparasi Outboard Engine. Hasil skor RULA digunakan sebagai acuan penentuan dimensi alat bantu pekerjaan reparasi Outboard Engine dengan memperhatikan konsep athropometri dalam perancangan fasilitas kerja. Hasil re-design alat bantu kemudian diterapkan dan dilakukan perhitungan skor RULA setelah redesign sebagai perbandingan kondisi postur kerja sebelum dan sesudah dilakukan re-design. Postur kerja awkward pada operator memberikan beban berlebih dan berpotensi terjadi gangguan WMSDs. Hal ini ditunjukkan dari hasil skor RULA pada pekerjaan reparasi mesin sebesar 5 untuk bagian head mesin dan 6 untuk bagian blade. Redesign alat bantu outboard engine memungkinkan operator untuk bekerja dengan postur yang lebih ergonomis dengan menghilangkan gerakan jangkauan lengan terlalu tinggi dan membungkuk. Terbukti dari hasil skor RULA setelah perbaikan turun sebesar 3 untuk bagian head mesin dan 2 untuk bagian blade
IMPROVING THE STUDENTS’ ABILITY IN CONSTRUCTING IF CONDITIONAL SENTENCES BY APPLYING THE TENSE KEY MATCHING TECHNIQUE AT THE ENGLISH DEPARTMENT OF STKIP INSAN MADANI AIRMOLE
Abstract: This study was conducted to improve the students’ ability in constructing If conditional sentences by aplying the tense key matching technique. This was a kind of Classroom Action Research. The subject of the study was the second semester students of the English Department of STKIP Insan Madani Airmolek in academic year 2019/2020. The total number of the students were 10. The objectives of the study was to improve the second semester students’ ability in constructing If conditional sentences by applying the Tense Key Matching Technique at English Department of STKIP Insan Madani Airmolek. The study was devided into two cycles in which each cycle has four phases (planning, acting, observing and reflecting. Both quantitative and qualitative data were gathered in this study. Through the result of the study, it shows that there is significant improvement on the students’ ability in constructing If conditional sentences. The mean score of the pre-test in cycle I was 60.7 and the post-test in the same cycle was 74.7. After the technique was applied during the process of teaching and learning, the mean score was higher (84.7).Keywords: Tense key matching technique, If conditional sentences, Students’ abilit
AN ANALYSIS OF THE STUDENTS’ PARAGRAPH COMPOSITIONPERFORMANCE
An investigation ofcomposition performanceisimportant matter of contention toprobethat one may achievefurthercompelling and authenticending. Paragraph composition performance is one of the concerns.Thetarget of the contemporaryanalysisistoinspectthe extent to which the students’ paragraph composition performance. Therefore, survey study was conceived to achieve the purpose. The third semester students of English Study Program of FKIP – UNISI Tembilahan were determined as the shareholders. They were requiredto composetwo kinds ofparagraph; process paragraph and comparison/contrast paragraph. There are five evaluation criterions; format, punctuation and mechanics, contents, oganization, and sentence structure. Dealing the results ofdata analysis,itdisclosed that theirparagraph composition performance on each compositionelements was diverse. It could be justified from the datawhich sixparticipants (27.3%) worked outin the admirablegrade, nineof them (40.9%) were recognized in competent level, and sevenparticipants (31.8%) could achieve in sufficientcategory. As the final comment, it could be determined that their paragraph compositionperformance was in the sufficient to admirable level. Nevertheless, to gain better endings, more practice isbrought to their mind
Faktor Penghambat Adopsi Mobile Banking Pada Generasi Milenial Mahasiswa Universitas Mulawarman
The world today is driven by an instant and easy lifestyle. This can be seen from the development of digital-based information technology so that information can be managed in real-time without human assistance by using an automated and sophisticated system. In this case, M-Banking can assist in accessing banking information and services quickly and easily. M-Banking users in the millennial generation of Mulawarman University are low. Therefore, the aim of this study is to analyze the barriers that prevent the millennial generation of Mulawarman University from adopting M-Banking by implementing Innovation Resistance Theory (IRT). This study uses a quantitative method approach through filling out a questionnaire online involving 155 millennial generation respondents at Mulawarman University to empirically test the innovation resilience model. The results showed that of the six barriers studied, value barriers, traditional barriers and image barriers had a negative effect on adoption intentions. This journal contributes by applying less learned perspectives through innovation resistance theory to assist banks in a deeper understanding of consumer behavior and perceptions and helping banks to develop solutions to increase the adoption rate of M-Banking itself
APLIKASI PENDATAAN SEBARAN KERIS NUSANTARA BERBASIS WEB DENGAN STUDI KASUS : PAGUYUBAN TOSAN AJI DAN KERIS PANJI JOYOBOYO
Keris merupakan salah satu hasil kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, dan sudah diakui UNESCO sebagai Karya Agung Budaya Dunia pada tanggal 25 Nopember 2005. Sebagai penanda budaya Indonesia yang sarat akan nilai, pengetahuan dan kearifan, sudah seharusnya bangsa Indonesia terus melestarikan Keris tersebut. Sebagai identitas nasional, terdapat dua makna yang terkandung dalam Keris Indonesia yaitu pertama Keris merupakan produk yang bernilai ekonomi yang artinya Keris memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas keris di Indonesia. Kedua, Keris merupakan produk budaya yang di dalamnya terkandung beragam pengetahuan dan kearifan tradisional yang perlu dilestarikan sebagai salah satu kekayaan bangsa. Penelitian ini menjadikan keris sebagai obyeknya yaitu dengan membuat sebuah aplikasi pendataan sebaran keris nusantara dengan menggunakan studi kasus paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi kepada komunitas keris pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya untuk memberikan gambaran informasi dari persebaran keris, jenis, pemilik dan kekhususan masing-masingnya sebagai salah satu sarana untuk terus melestarikan budaya bangsa Indonesia yang juga sudah diakui oleh dunia. Hasil dari penelitian ini adalah telah berhasil dirancang dan dibuat sebuah aplikasi sistem informasi persebaran keris nusantara untuk menampilkan data pemilik, jenis, dan data detail dari masing-masing keris khususnya pada studi kasus yang diambil yaitu pada wilayah Kediri, Jawa Timur.Â
Optimasi Efisiensi Energi untuk Pemilihan Intermediate Cluster Head menggunakan MI-C LEACH: Multi-hop Inter-Cluster pada Jaringan Sensor Nirkabel
Perbincangan hangat para peneliti pada jaringan sensor nirkabel masih kompleksitas pada penggunaan energi disetiap node. Hal ini dikarenakan kebutuhan informasi meningkat yang mempengaruhi perkembangan teknologi semakin meningkat pula. Sehingga, pertukaran informasi secara terus menerus menyebabkan penurunan masa hidup node. Solusi untuk permasalahan tersebut adalah menggunakan routing protocol seperti Low Energy Adaptive Clustering Hierarchy (LEACH). Protokol LEACH bekerja dengan melakukan pengelompokan node dan memilih kepala kluster (CH) yang bertugas untuk mengirimkan data ke Sink Node (SN). Salah satu kelemahan protokol LEACH adalah CH yang jauh dari SN dimana memerlukan energi banyak untuk pengiriman data ke SN. Salah satu cara untuk mengurangi konsumsi energi tiap CH jauh adalah dengan menggunakan komunikasi multi-hop. Pada makalah ini, kami mengusulkan Multi-hop Inter-Cluster LEACH (MI-C LEACH) dengan algoritma pengembangan dari protokol LEACH. Hasil simulasi menggunakan OMNeT++ menunjukkan bahwa jumlah node 100 pada rata-rata energi tersisa dari MI-C LEACH jauh lebih banyak dari LEACH dengan perbedaan rata-rata 27.082 watt. Tetapi pada jumlah node 200, MI-C LEACH tidak berbeda jauh energi yang tersisa dari LEACH untuk setiap jumlah putaran 100 hingga 600
Rancang Bangun Inverter 3 Fasa dengan Metode V/F Scalar Control pada Mobil Listrik
Berkurangnya cadangan minyak dunia mendorong penelitian dalam menemukan energi terbarukan. Perkembangan teknologi diberbagai bidang turut mendukung adanya penelitian tersebut. Mobil listrik menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan minyak bumi tersebut. Dalam penerapannya, mobil listrik digerakkan menggunakan motor induksi 3 fasa. Pada pengaturan tegangan dan frekuensi motor induksi 3 fasa, memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga dibutuhkan suatu metode untuk mengoptimalkan pengaturan kecepatan motor induksi 3 fasa pada pengaturan tegangan dan frekuensi. Inverter 3 fasa yang dipakai menggunakan metode Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM), pengaturan kecepatan dilakukan melalui pengaturan frekuensi output dan tegangan output pada inverter 3 fasa. Motor induksi 3 fasa yang dipakai memiliki daya sebesar 1.5 HP dengan tegangan 220 Vrms yang dihubung secara delta. Pengontrolan kecepatan motor induksi 3 fasa dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya adalah scalar control atau biasa disebut juga kontrol tegangan/frekuensi (v/f). Prinsip dari scalar control ini memaksa motor memiliki hubungan yang konstan antara tegangan dan frekuensi, sehingga pengaturan kecepatan motor melalui tegangan dan frekuensi lebih optimal. Dengan perubahan nilai ma (modulation amplitude) dan nilai mf (modulation frequency) pada inverter 3 fasa, pada saat perbandingan ratio tegangan dengan frekuensi 220/50 maka dibutuhkan 322.6 VDC. Dengan kecepatan putar motor 1462 RP
Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengetahuan Pengguna Terhadap Efektivitas SISMIOP Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkalis
This research aims to determine whether the application of accounting information systems and user knowledge partially influences the effectiveness of SISMIOP and to find out the application of accounting information systems and user knowledge whether it influences simultaneously the effectiveness of SISMIOP in the Regional Revenue Agency of Bengkalis Regency. Data analysis techniques used are data quality test, classic assumption test, multiple regression test, hypothesis test and coefficient of determination test. Partially, the application of accounting information systems has an effect on the effectiveness of SISMIOP on Bengkalis Regency Regional Revenue Agency with a large influence of 54.7%. Partially user knowledge influences the effectiveness of SISMIOP in Bengkalis Regency Regional Revenue Agency with a large influence of 57.4%. Simultaneously the application of accounting information systems and user knowledge affect the effectiveness of SISMIOP on Bengkalis Regency Regional Revenue Agency with a large influence of 67%
Analisis Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2017-2018
The purpose of this research is aimed to analysis financial working performance of Regional Revenue Agencies in Bengkalis Government in Fiscal Year 2017-2018. The data that used in is this research was secondary data from primer source that would get from Annual Report of Regional Revenue Agencies in Bengkalis Government in form of has been collected, procced and also has been audited by Republik Indonesia Financial Audit Agency in Fiscal 2017-2018. The analysis tools were Analysis of APBD Performance through the measurement ratios of financial performance. Specially this risearch used Performance Growth of PAD Analysis, Effectiveness of PAD Analysis, Efficiency of PAD Analysis and then Performance Growth Government Spending and Efficiency of Government Spending Analysis based on LRA, Fiscal 2017-2018. The result of this research conclude that : (1) Based on Performance Growth of PAD Analysis, that showed negative growth. It caused by several economic problem include external and internal Regional Revenue Agencies in Bengkalis Government (2) Seen from Effectiveness of PAD Analysis, the Effectivity of PAD organizing is quite effective for Fiscal 2017 but if we compare for Fiscal 2018 that showed not effective. (3) Seen from Efficiency of PAD Analysis, the Efficiency of PAD organizing was very efficient for Fiscal 2017-2018. (4) Based on Performance Growth of Government Spending Analysis, that showed the amount of Government Spending has decreased for Fiscal 2017-2018. (5) Seen from Efficiency of Government Spending Analysis, the Efficiency of Government Spending organizing was very efficient for Fiscal 2017-2018. Keyword : Performance APBD Analysis, PAD, Government Spendin