Portal E-Journal Politeknik Negeri Bengkalis
Not a member yet
1494 research outputs found
Sort by
KAPASITAS DUKUNG AKSIAL PONDASI BORED PILE MENURUT O’NEIL & REESE DAN COYLE & CASTELLO
Pondasi merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam pekerjaan Teknik sipil, karena pondasi inilah yang memikul dan menahan suatu bebanyang bekerja di atasnya yaitu beban struktur atas. Tujuan dari studi ini untuk menghitung kuat dukung tiang bored pile dari hasil standar penetrasi tes (SPT)kemudian membandingkan hasil kuat dukung tiang bored pile. Metode perhitungan kuat dukung untuk data SPT menggunakan metode O’Neil Reese danmetode Coyle Castello. Berdasarkan data SPT diperoleh hasil perhitungan dari metode O’Neil Reese Qu= 2421.85 ton dan metode Coyle Castello Q=2489.55 ton.
PENERAPAN MESIN PERAJANG SINGKONG OTOMATIS MENGGUNAKAN MOTOR 1 PHASA PADA KELOMPOK UMKM PELITA DI DESA PEMATANG DUKU TIMUR KECAMATAN BENGKALIS
Masyarakat Desa Pematang Duku Timur sebagian besar berprofesi sebagai petani baik itu petani karet, nanas, singkong dan lain-lain. Desa Pematang Duku Timur merupakan desa dengan penghasil singkong terbesar di pulau Bengkalis. Namun masyarakat Desa Pematang Duku Timur belum dapat mengolah hasil pertanian dengan maksimal yaitu singkong. Hal ini tentunya dapat menimbulkan kerugian sebagian kecil dikarenakan tidak semua singkong dapat terdistribusikan dengan baik, sehingga banyak singkong yang terjual murah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan adalah untuk membantu Pemerintah Desa Pematang Duku Timur dalam hal memajukan UMKM yang baru dibentuk oleh desa tersebut, dengan cara memanfaatkan teknologi yang ada sedang berkembang saat ini. Sehingga UMKM pada desa tersebut dapat lebih maju akan sebuah inovasi terutama dalam hal teknologi. Metode yang diterapkan adalah membuat sistem pengolahan singkong dijadikan kripik dengan menggunakan sebuah mesin perajang singkong otomatis dengan komponen utama motor induksi 1 phasa sebagai pemutar mata pisau perajang sedangkan mata pisau terbuat dari bahan Stainless Steel yang dilengkapi dengan pelindung atau Cover sehingga memudahkan dalam penggunaan dan dapat mengolah singkong secara efektif dan efisien. Dari hasil pengujian yang dilakukan metode ini mampu menghemat waktu hingga 70% dari metode konvensional
Evaluasi Penerapan Anggaran Dana Desa Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014
This article focus about Village funds are allocated in the APBN intended for villages that are transferred through the district/city regional revenue and expenditure budget and are used to finance government budgets, implementation of development, development, community development, and community empowerment. The government that requires government regulation number 60 of 2014 concerning village funds sourced from the state budget. Research 60 of 2014 in the village of Siak Kecil subdistrict Bengkalis regency. This study uses a qualitative method based on studies in the field data collection techniques used consist of observations interviews, documentation. Results of research the results of this study are as follows. For Lubuk Muda village budgeting. Sepotong and Tanjung Belit are in accordance with the DD implementation mechanism which in the village fud budgeting is a part of the non ministerial centeral budget expenditures as a village fund reserve post. For the allocation villages, Lubuk Muda, Sepotong and Tanjung Belit village are in accordance with the dd aaplication based on population data, area, poverty rate for DD distribution, Lubuk Muda, Sepotong and Tanjung Belit village are in accordance with the use of the village fund budget application. The village fund is channeled by the government to the city district, the distribution of the village fund is carried out by book entry from the RKUN to the RKUD
Analisa Kinerja Nilai Pajak Tertagih Pada Pajak Bumi dan Bangunan Studi Kasus di Kabupaten Bengkalis
This research title is Analysis of Target Value from collected Tax on Land and Building Tax covers in the Bengkalis District. The data used is the Regional Revenue Agency (BAPENDA) for the past 5 years. The results of this study find that collected taxes for world tax and tax (PBB tax) in this region is very low, average tax collected has 44,76 percent in 5 years. it has 47,36 percent or it same with Rp.8.294.757.277 from Rp.17.514.731.453 in total PBB tax 2019. The research finds 2 sub-districts (Bukit Batu Rupat Utara) called success to collect PBB tax more than 80 percent, 3 sub-districts (Bantan, Siak Kecil Rupat) are called middle level with 55-75 percent, and they are haves less collect PPB value than 50 percent of 6 sub-districts (Bengkalis, Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, Bandar Laksmana Talang Mandau)
Evaluasi Penggunaan Aplikasi Akuntansi oleh Bendaharawan Sebelum dan Sesudah Penerapan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) di Kecamatan Bengkalis
This study aims to describe the use of accounting applications by treasurers through an evaluation of the performance of the village Treasurer in the Bengkalis district before and after the application of the village financial system (SISKEUDES). The sample in this study is the Village Treasurer in Bengkalis district, the type of research used is qualitative research. The data source in this study is the primary data. Data collection techniques are done using interview techniques. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results of this study indicate that the performance of the village treasurer before the implementation of SISKEUDES in indicators of quantity, quality of work, costs, commitment and cooperation is quite good, because the Treasurer can complete tasks and work according to Permendagri Number 113 of 2014, but the punctuality indicators are quite not good. While after applying SISKEUDES Village Treasurer's performance on indicators of quantity, quality of work, cost, commitment and cooperation it is also quite good because the Treasurer can complete tasks and work according to the Regulation of the Minister of the Interior Number 20 of 2018, but it is still said that the punctuality indicator is missing well
STUDI BANDING METODE DESAIN PERKERASAN KAKU ANTARA BM-2003 DAN BM-2017 (Studi Kasus: Jalan Subrantas, Desa Sukardjo Mesim, Rupat)
Padasaatinibanyakperencanaantebalperkerasankaku menggunakanmetodeBinaMarga2003,dimanaBinaMargainiumumyangdipakai olehperencanaandalam merencanakantebal perkerasan. Saat ini, banyak terdapat perencanaan perkerasan kaku yang menggunakan Bina Marga 2003 (BM-2003), khususnya untuk tebal perkerasan.Akan tetapi, metode ini tidak cocok untuk lalu lintas pada saat ini. Jurnal ini akan membahas dan membandingkan antara metode BM-2003 dan BM 2017. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara BM-2003 dan BM-2017, antara lain : jarak antar tulangan dan rencana anggaran biaya saat menggunakan ketebalan yang sama dan diameter yang sama pada perkerasan kaku.Â
PENENTUAN JENIS TIKUNGAN DAN EVALUASI GEOMETRIK JALAN STUDI KASUS : JALAN TANJUNG KAPAL – DARUL AMAN KECAMATAN RUPAT
Pembangunan jalan akan dilakukan di jalan desa Tanjung Kapal menuju Darul Aman Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis merupakan akses masyarakat untuk menjalani aktivitas perkebunan, perekonomian, dan pendidikan dengan panjang jalan 11,2 km dan terdapat 15 tikungan. pembangunan ini dilakukan melalui dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Bengkalis. Perhitungan dan analisis geometrik ini menggunakan TPGJAK 1997 dengan menanalisis alinyemen horizontal jalan sesuai dengan kondisi lapangan.Hasil analisis dan evaluasi geometrik jalan dengan panjang 11,2 Km dengan kecepatan rencana 70 km/jam dan lebar jalan 6meter, didapatkan bahwa 11 tikungan Spiral – Circle – Spiral (S-C-S) dan 4 tikungan termasuk kedalam tikungan Full Circle (F-C) dengan superelevasi maksimum : T1=8%, T2=6.7%, T3=7%, T4=8.7%, T5=7.5%, T6=9.5%, T7=7.7%, T8=7.3%, T9=7.2%, T10=7.5%, T11=8.5%, T12=6.7%, T13=7.5%, T14=7.6%, T15=7%, jarak pandang henti didapatkan 51.35 meter, jarak pandang menyiap didapatkan 421.95 meter
ANALISIS BISNIS KAPAL KARGO CURAH DENGAN VALUE CHAIN ANALYSIS STUDI KASUS: PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP
Every operated ship has at least two auxiliary engines that are used to supply electrical energy needs such as for air conditioners, lights, navigation equipment, ship cranes, and so on. To activate the auxiliary engine, fuel is needed. In fact, fuel oil for ships weighs 54% of the operating costs component that the shipping company must be incurred. Therefore, the company needs more economical electricity supply, so that it can reduce and optimize its operational costs which can lead to profits enhancement. This study aims to determine the comparison of the most economical use of electricity supply between auxiliary engines and the shore connections when ships carry out loading and unloading activities at Tanjung Intan Port, Cilacap. The method used in this study is the calculation approach of ship's electricity and business. The business analysis uses the value chain analysis method. The object of this research is the 26.562GT bulk carrier ship which was carrying out loading and unloading activities at the Port of Tanjung Intan Cilacap. From this study’s result, it was found that electricity consumption on PS ships for 6 days of loading and unloading were 12,117 kWh at peak load times (WBP) and 45,256 kWh at over peak load times (LWBP). The use of a shore connection is an economical choice, because the use transfer from using AEs to a shore connection has increased the company's net profit by 17% or as much as Rp1.787.060.32
Analisa Getaran Pondasi Genset Sistem Dual-Fuel Engine Gasifikasi Cangkang Kelapa Sawit
Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengukur perbandingan getaran (Vibrasi) dari pemakaian system single – fuel bahan bakar solar dengan pemakaian system dual – fuel bahan bakar gasifikasi cangkang kelapa sawit dengan kombinasi bahan bakar solar. data pengujian dilakukan dengan dua data yaitu pengujian getaran dengan mengunakan system single – fuel dengan memberikan pembebanan pada generator sebesar 1000 watt, kemudian pengujian dilakukan dengan menggunakan system dual – fuel pada beban yang sama yaitu 1000 watt, selanjutnya dianalisa dan dibandingkan kedua data tersebut yang selanjutnya ditarik sebuah kesimpulan. Hasil yang diperoleh adalah hasil simpangan (displacement) terbesar terjadi pada arah aksial pemakaian bahan bakar sistem dual – fuel titik pengkuran P-03 sebesar 0,186 mm, hasil kecepatan (Velocity) terbesar terjadi pada arah horizontal pemakaian bahan bakar sistem single – fuel titik pengkuran P-01 sebesar 2,124 cm/s, dan hasil percepatan (acceleration) terbesar terjadi pada arah horizontal pemakaian bahan bakar sistem single – fuel titik pengkuran P-01 sebesar 7,913 cm/s2. Untuk hasil amplitudo terbesar terajadi pada arah horizontal pemakaian bahan bakar sistem single – fuel titik pengkuran P-01 sebesar 0,208 mm