Portal E-Journal Politeknik Negeri Bengkalis
Not a member yet
1494 research outputs found
Sort by
THE INFLUENCE OF NEEDS AND TRUST FACTORS ON INDEBTED BEHAVIOUR AT ABDURRAB'S ISLAMIC BAITUL MAAL WAT TAMWIL
Based on the results of the research that has been carried out, it is found that the Trust Factor is the main basis of a sharia financial institution and this can be seen from the data that the level of trust of members of the BMT / Islamic Islamic Cooperative Abdurrab is very high in this financial institution. BMT Members Applying for financing / debt / borrowing is not for the lifestyle of BMT Syariah members, where the purpose of BMTIA members to borrow / borrow is none other than to meet the needs needed for daily needs. Factor needs that arise from BMT members, namely the need to feel safer, according to sharia, halal and reassuring, this is the reason why people prefer to join sharia financial institutions / BMTs and for additional business capital needs. Based on the results of multiple linear regression, previously the data were tested for validity, reliability and normality test in information processing that the magnitude of the influence of the need factor and the trust factor on BMT. The research was carried out at BMT Islam Abdurrab, to members of the BMT. The method used in this research is quantitativ
Relationship between Knowledge Sharing, Absorptive Capacity, and Innovation Capability: Empirical studies in minimarkets
This study aims to identify the relationship between knowledge sharing, innovation capabilities, and absorptive capacity. The study was conducted on 209 employees of a minimarket, in Bandung, West Java. Sampling was done incidentally. Factor analysis produces five factors for which construct validity is acceptable. Empirically, the multiple regression results support the research hypothesis. Knowledge sharing positively and significantly affects innovation capability and absorptive capacity. Furthermore, absorptive capacity partially mediates the relationship between knowledge sharing and innovation capabilities.Â
The Effect of Convenience Benefits, Consumer Knowledge, And Promotion on Interest in Using E-Money (Studies in the City of Bengkalis)
This research aims to analyze the benefits, consumer knowledge, and promotion of interest using e-money in Bengkali city. Type of research is quantitative associative research which aims to see: The effect of benefits on the interest using e-money, the effect of consumer knowledge on use of e-money, the effect of promotion on interest using e-money, the influence of dominant influence from the effect of appropriate benefits, consumer knowledge, and promotion on interest using e-money. The population this study of Bengkalis city. Sampling selected based on population elements whose data easily obtained by researchers. Data analysis used was multiple regression analysis and hypothesis testing the T test and F test. The researcher suggests the providers and their supporting factors for e-money; increase the number of merchants to serve e-money users, increase number of advertisements to increase the e-money users, cooperate with SMEs order to become new trend of transaction tools
PENINGKATAN SARANA BUDIDAYA MANGROVE LSM KESLIMASY
Pulau Bengkalis berbatasan langsung dengan Malaysia yang berada di Selat Melaka sehingga Pulau Bengkalis menerima gelombang laut yang besar. Gelombang laut yang besar ini menjadi salah satu pemicu terjadinya abrasi. Dulu, Pulau Bengkalis masih aman meski diterpa gelombang laut karena saat itu masih ada hutan mangrove di sepanjang pantainya. Kini, kondisinya sudah berubah, hutan mangrove ditumbangkan lalu dibuat kolam ikan. Dalam menyikapi masalah tersebut, masyarakat Pulau Bengkalis membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang budidaya mangrove. Salah satunya adalah KESLIMASY (Kelompok Studi Lingkungan dan Masyarakat) yang berada di Desa Air Putih. Dalam menjalankan kegiatan budidaya, KESLIMASY memiliki keterbatasan salah satunya adalah masalah sarana yang dimiliki. Saat ini, mereka tidak memiliki tempat istirahat dan tempat penyimpanan peralatan yang layak. Untuk membantu meningkatkan sarana KESLIMASY, kami akan merancang dan membangun sebuah bangunan sederhana yang terbuat dari kayu dengan ukuran 3x2m. Bahan yang digunakan adalah kayu untuk seluruh struktur bangunan dan seng untuk atap
PKM Usaha Sablon Nyablon.061 di Tanah Enam Ratus Marelan Medan
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu Usaha Sablon Nyablon.061 dalam meningkatkan produksi dan pemasaran hasil usahanya. Sedangkan target khusus kegiatan PKM ini adalah memberikan alat sablon 5 in 1 untuk meningkatkan produksi melalui diversifikasi produk yang disertai dengan pelatihan penggunaan alat tersebut, peningkatan kemampuan mendesain logo dan merk melalui pelatihan desain grafis, dan pembuatan album foto produk guna menguatkan metode pemasaran hasil produksinya. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah pengumpulan data/informasi melalui survey dan wawancara, kemudian data dianalisis secara deskriptif, diimplementasikan, dan dievaluasi secara keseluruhan. Kegiatan PKM ini dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu tahap persiapan melalukan survey dan wawancara untuk mengumpulkan data dan informasi tentang mitra, tahap pelaksanaan melakukan pemberian alat produksi dan pelatihan, tahap evaluasi melakukan review dan evaluasi oleh tim PKM dan pemantau PKM untuk melihat kesesuaian outcomes
Pembuatan Peta Foto Udara Desa Meskom
UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa mengamanatkan bahwa desa harus memiliki sistem informasi desa yang memuat data desa, data pembangunan desa, kawasan perdesaan, dan informasi lainnya yang berkaitan dengan pembangunan desa dan kawasan perdesaan. Pada pasal 86 UU No. 6 Tahun 2014 Sistem Informasi Desa akan lengkap dan informatif jika memiliki Informasi Geospasial yang memuat berbagai hal yang dibutuhkan oleh desa dan disajikan secara visual dalam peta. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk membuat peta foto udara di Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Metode yang digunakan untuk pemotretan foto udara menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) jenis Fixed Wing. Untuk menghasilkan peta yang teliti menggunakan GCP (Ground Control Point) dan ICP (Independent Check Point) sebagai koreksi peta. Hasil dari kegiatan ini adalah Peta Foto Udara dan peta tematik seperti peta kawasan pemukiman, peta batas desa, batas rt/rw dan peta tematik lainnya.Keywords: UAV, Peta Desa, Informasi Geospasia
Peningkatan Produktivitas Terasi Bubuk Dengan Penerapan Teknologi Tepat Guna Pada Usaha Mikro Desa Prapat Tunggal
Kabupaten Bengkalis khususnya Kecamatan Bengkalis, Desa Prapat Tunggal merupakan salah satu daerah pengembangan bagi wilayah industri terasi dan perikanan di Provinsi Riau terutama di Kabupaten Kepulauan Bengkalis. Desa Prapat Tunggal adalah desa tempat pengolahan udang rebon atau udang pepai menjadi terasi. Peluang industri rumah tanga (home industry) trasi menjadi sorotan utama pemerintah karena terasi merupakan oleh-oleh khas Kabupaten Bengkalis tepatnya yakti oleh-oleh khas desa Prapat Tunggal. Pengolahan trasi yang dilakukan dalam sekala home industry masih menggunakan alat yang masih kurang efektif dan efisien dalam melakukan pengolahan. Tetapi olahan terasi yang dihasilkan dari Prapat Tunggal Kabupaten Bengkalis sudah mencapai pasar internasional seperti negara tetangga yakni Malaysia, dan juga Singapura dan lain-lain. Oleh karena itu perlu dilakukan inovasi baru agar dapat mengembangkan alat teknologi tepat guna pengolahan trasi agar berproduksi dengan baik dan efisien. Dari permasalahan tersebut kami memiliki ide dengan membuat “Rancang Bangun Alat Pengaduk Pengering Trasi Bubuk†sehingga meningkatkan jumlah produksi dan tidak mengurangi kualitas dari trasi tersebut
Pelatihan Pengelasan SMAW untuk masyarakat Kurang mampu Desa Kuala Alam
Desa Kuala Alam merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Secara geografis Desa Kuala Alam mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah bercocok tanam dan Nelayan, yang melatar belakangi pengabdian masyarakat ini adalah masih minimnya lapangan pekerjaan yang ada di Desa tersebut. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat tentang pelatihan pengelasan SMAW yang sasarannya pada pemuda Desa. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan bekal keterampilan agar nantinya bisa digunakan untuk mencari pekerjaan dan dapat digunakan untuk membuka lapangan kerja dimasyarakat. Dalam pengabdian ini kami bekerjasama dengan mitra Pemerintah Desa Kuala Alam yang dijadikan sebagai obyek dan tempat pengabdian. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah, tanya jawab dan praktik langsung pengelasan. Adapun materi yang diberikan adalah prosedur pengoperasian mesin las SMAW, komponen – komponen las SMAW dan macam-macam sambungan las. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah memberikan wawasan tentang materi pengelasan dan praktik pengelasan SMAW pada masing – masing peserta sebagai bekal untuk berwirawasta dan mencari pekerjaan.Kata Kunci : pengabdian masyarakat, pelatihan pengelasan, SMA