Siddhayatra (E-Journal - South Sumatera Archaeological Service Office, Ministry of Education & Culture)
Not a member yet
    76 research outputs found

    SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT PENDUKUNG SENI CADAS LEANG SUMPANG BITA, KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN, SULAWESI SELATAN

    No full text
    Smith, Adam. 1776. An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. London.W. Strahan dan T. CadellWhitley, David S.; Joseph M. Simon; dan Ronald I. Dorn. 1998.Rock Art Studies at CA-SBR-2347, The Paradise Bird Site, Fort Irwin N.T.C; San Bernandino County, California.Report on filem Archaeological Information Center. San Bernandino County Museum.Whitley, David S. 2005. Introduction to Rock Art Research. California. Left Coast Press. Inc.Permana, R. Cecep Eka. 2008.Bentuk-Bentuk Gambar Telapak Tangan pada Gua-Gua Prasejarah di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. dipublikasikan online di http://melayuonline.com/ind/article/read/798/bentuk-gambar-telapak-tangan-pada-gua-gua-prasejarah-di-kabupaten-pangkajene-kepulauan-sulawesi-selatan.Sauvet, Georges; Robert Layton; Tilman Lenssen-Erz; Paul Taon; dan Andre Wlodarczyk. 2009. Thinking with Animals in Upper Palaeolithic Rock Art; Cambridge Archaeological Journal 19:3, McDonald Institute for Archaeological Research.Sveiby, Karl-Erik. 2009.The First Leadership? Shared Leadership in Indigenous Hunter-Gatherer Bands. Draft Paper for Book Chapter on Indigenous Leadership to be published in 2009.Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar. 2010.Usulan Penetapan Kawasan Gua-gua Prasejarah Maros-Pangkep sebagai Kawasan Strategis Nasional. Direktorat Peninggalan Purbakala; Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata; Jakarta (tidak diterbitkan).Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar. 2011.Zonasi Gua-Gua Prasejarah Kabupaten Pangkep 2011. Makassar. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.McKie. 2014.Cave art and harpoon tips show African roots of our creative genius; The discovery of wall paintings in Indonesian caves suggests that the human ability to express ourselves began before we trekked out of Africa.diaksesonline pada tanggal 11 Oktober 2014 dihttp://www.theguardian.com/science/2014/oct/11/cave-paintings-indonesia-african-roots.Svissero, Serge dan Clem Tisdell. 2014. Hunter-Gatherer Societies: Their Diversity and Evolutionary Procceses dalam Economics, Ecology, and The Environment; University of Queensland.Vergano, Dan. 2014.Cave Paintings in Indonesia Redraw Picture of Earliest Art: The dating discovery recasts ancient cave art as a continent-spanning human practice.diterbitkan pada tanggal 8 Oktober 2014 di http://news.nationalgeographic.com/news/2014/10/141008-cave-art-sulawesi-hand-science/

    GEOARKEOLOGI CEKUNGAN SOA, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR

    No full text
    Cekungan Soa yang termasuk wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo terletak di Pulau Flores, banyak menyimpan tinggalan budaya yang antara lain berasal dari masa Paleolitik, yang selama ini belum terlalu diperhatikan oleh peneliti lingkungan, khususnya geoarkeologi. Hal inilah yang menjadi pokok permasalahan yang mencakup kondisi geologi secara umum. Adapun maksud penelitian ini adalah melakukan pemetaan geologi permukaan secara umum sebagai salah satu upaya menyajikan informasi geologi terkait dengan situs arkeologi. Tujuannya adalah untuk mengetahui aspek-aspek geomorfologi, stratigrafi di situs-situs arkeologi. Metode penelitian dilakukan melalui kajian pustaka, survei, analisis data lapangan dan interpretasi. Pengamatan lingkungan memberikan informasi tentang bentang alam daerah penelitian yang terdiri dari satuan morfologi dataran, dan satuan morfologi bergelombang lemah. Sungainya berpola aliran centripetal, berstadia Sungai Dewasa-Tua, sungai tua, Sungai Periodik/Permanen, dan Sungai Episodik/Intermittent. Batuan penyusun adalah breksi vulkanik, tufa, konglomerat, dan endapan aluvial. Struktur geologi berupa patahan dari jenis patahan normal. Eksplorasi di Cekungan Soa telah mendata 12 situs paleolitik. Dari klasifikasi petrologi, alat-alat litik terbuat dari batuan jasper, chert, andesit, dan basal. Batuan sebagai bahan baku alat litik, banyak ditemukan di Cekungan Soa dan sekitarnya, baik dalam bentuk singkapan maupun boulder.Kata kunci: geologi, plistosen, paleolitik, situs terbuka, bahan alat litikSoa Basin, which belongs to Ngada Regency and Nagekeo Regency, is located on Flores Island, with many cultural stays, among others, from the Paleolithic period, which has not been too concerned by environmental researchers, especially geoarkeology. This is the issue that covers general geological conditions. The purpose of this research is to mapping the surface geology in general as an effort to present geological information related to archeological site. The aim is to know the geomorphological, stratigraphic aspects of the archaeological sites. The research method is done through literature review, survey, field data analysis and interpretation. Environmental observations provide information on the landscape of the study area consisting of terrestrial morphology units, and weak wavy morphology units. The river is centripetal flow pattern, with the old river, mature-old river, periodic/permanent river, and episodik /intermittent river. Constituent rocks are volcanic breccias, tuffs, conglomerates, and alluvial deposits. The geological structure is a fracture of the normal fault type. Exploration in the Soa Basin has listed 12 paleolithic sites. From the classification of petrology, litik tools made of jasper, chert, andesite, and basalt rocks. Rock as a raw material litik, found in Soa Basin and surrounding areas, both in the form of outcrops and boulder.Keywords: geology, pleistocene, paleolithic, open site, lithic tools material

    BEBERAPA HASIL AWAL PENELITIAN ARKEOLOGI DI KAWASAN KARS BUKIT BULAN, SAROLANGUN

    No full text
    Selama ini belum pernah dilakukan suatu penjajakan arkeologis di wilayah kars Bukit Bulan yang termasuk wilayah Kabupaten Sarolangun, Jambi. Penelitian eksploratif berupa survei oleh balai arkeologi palembang menghasilkan sejumlah temuan yang tergolong penting dalam kajian prasejarah di Sumatera. Lima lokasi situs baru ditemukan diantara banyak gua lainnya yang berada di wilayah penelitian. Temuan arkeologi yang berhasil terdata antara lain: gambar cadas, artefak litik khususnya alat obsidian, tembikar serta sisa fauna yang kemungkinan merupakan bekas aktivitas manusia. Temuan gambar cadas warna hitam berupa figur antropomorfik di Gua Sungai Lului dan Gua Kerbau 1 mengisyaratkan tinggalan budaya prasejarah dari petutur Austronesia di wilayah tersebut

    KONSEP FENG SHUI PADA MAKAM CINA DI SITUS PULAU PANDAN KENDARI

    Full text link
    Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteris- tik  makam  Cina  pada  situs  Pulau  Pandan  Kendari  dan  prinsip  Feng  Shui  pada  makam- makam  Cina  tersebut?  Tujuan  penelitian  ini  untuk  menjaring  data  artefaktual  yang  dapat memberikan  informasi  mengenai  karakteristik  makam  Cina  yang  terdiri  atas  beberapa atribut  dan  penerapan  prinsip  Feng  Shui  pada  bangunan  makam.  Penelitian  dibangun  ber- dasarkan  kerangka  kerja  model  survei  yang  ditunjang  dengan  studi  pustaka.  Hasil  analisis memperlihatkan bahwa masing-masing makam memiliki perbedaan karena terjadinya keru- sakan  pada  beberapa  atribut  makam,  sehingga  menyulitkan  proses  identifikasi.  Namun, secara  umum,  makam-makam  Cina  tersebut  dilihat  dari  aspek  lokasi,  orientasi  dan  bentuk atribut,  berdasarkan  perspektif  Feng  Shui  sudah  sesuai  dan memiliki  banyak  energi  positif (Sheng Chi-nafas kosmis Naga) yang mengalir

    Pemetaan Risiko Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi

    Full text link
    Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi dengan luas 3981 ha, menyimpan data dan informasi yang bernilai penting dalam rekonstruksi cagar budaya. Pemanfaatan kawasan saat ini dipengaruhi oleh status kepemilikan lahan serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten Muaro jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana risiko pemanfaatan KCBN Muarajambi terhadap tinggalan arkeologi dan lingkungannya. Menggunakan metode gabungan kualitatif dan kuantitatif melalui tahap identifikasi risiko dan analisis risiko. Indikator ancaman berupa Rencana Pola Ruang RTRW Kabupaten Muaro Jambi, ketidaksesuaian penggunaan lahan terhadap zonasi, serta vandalisme dan tekanan pengunjung. Indikator kerentanan berupa kerentanan fisik cagar budaya, status kepemilikan lahan, dan kerentanan pemangku kepentingan. Indikator kapasitas adalah keterawatan cagar budaya, SDM, dan sarana prasarana. Nilai penting KCBN Muarajambi berdasarkan studi literatur berupa nilai penting sejarah, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial budaya, dan ekonomi. Nilai risiko dihitung menggunakan rumus R(Risk)=H(Hazard)xV(Vulnerabilily)/C(Capacity), diketahui bahwa KCBN Muarajambi memiliki risiko pemanfaatan rendah hingga tinggi. Area yang memiliki risiko rendah 24,88%, risiko sedang 74,16%, dan risiko tinggi 0,96% dari total luas kawasan. Pemanfaatan KCBN Muarajambi berhubungan erat dengan risiko terhadap cagar budaya dan lanskapnya. Kelas ancaman tinggi berada pada area industri yang berada pada zona inti dan zona penyangga

    KARAKTERISTIK ATAP MASJID KUNA DI KALIMANTAN SELATAN

    Full text link
    Kalimantan Selatan sebagai daerah yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam, memiliki masjid yang tersebar di seluruh wilayah tersebut. Agama Islam sudah lama berkembang di Kalimantan Selatan, sehingga menyebabkan masjid yang ada sebagian di antaranya merupakan masjid kuna. Masjid-masjid kuna tersebut hampir semuanya sudah direnovasi sehingga ukuran luasnya bertambah. Salah satu bagian masjid kuna yang cukup unik adalah atap tumpang, baik tumpang dua maupun lebih dan ujungnya berbentuk meruncing ke atas.. Berdasarkan hal tersebut kemudian muncul pertanyaan, bagaimana.bentuk-bentuk atap masjid kuna di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data karakteristik atap masjid kuna di Kalimantan Selatan, yang tersebar di berbagai tempat. Metode pengumpulan data dengan cara survei di lapangan, melakukan pendeskripsian,pemotretan dan pengambaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masjid kuna meskipun sudah direnovasi masih mempertahankan bentuk atap tumpang asli, sebagian masih mempertahankan bentuk atap tumpang namun sudah ditambahi kemuncak kubah, dan sebagian lagi sudah berubah menjadi bentuk baru. Pada bagian tertinggi seringkali terdapat kemuncak yang disebut pataka Atap masjid kuna biasanya memiliki genteng yang dibuat dari kayu, dikenal dengan nama sirap

    TIPOLOGI INSTALASI MILITER JEPANG DI KOTA PALEMBANG, SUMATERA SELATAN

    No full text
    The military installation is a defense building that is specifically established,strengthened and closed, serves to protect an area or army from enemy attacks. Thepurpose of this paper is to find out the shape and function of military installations in the cityof Palembang. This research method consists of the stages of data collection and specialanalysis using a spatial approach. The results of this study indicate that militaryinstallations in the city of Palembang have several forms, namely irregular shapes, U,rectangular, rectangular and circular / circular shapes. The function of the militaryinstallation is to maintain the oil mining area in the city of Palembang and as a base ofdefense and a place to spy on the enemy

    BANYU BIRU: JEJAK SUNGAI LAMA DI LAHAN BASAH

    No full text
    Air Sugihan merupakan daerah rawa pasang surut yang dalam arkeologi termasuk dalam kajian arkeologi lahan basah. Daerah ini adalah suatu wilayah permukiman sejak awal-awal masa sejarah hingga abad ke-11 Masehi. Lokasi penelitian difokuskan di wilayah Banyu Biru, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Tulisan ini membahas kondisi lingkungan geologi, yang mencakup bentuk dan pola aliran serta posisi dan hubungan antara sungai lama dengan Sungai Air Sugihan. Tujuan pemetaan jejak sungai lama adalah mencari hubungan antara sungai-sungai lama dengan beberapa sungai yang masih mengalir. Rangkaian metode penelitian yang digunakan antara lain studi pustaka, survei lapangan, analisis peta, dan pemetaan jejak sungai lama. Wilayah penelitian termasuk dalam satuan morfologi dataran, dengan ketinggian 5-15 meter di atas permukaan air laut. Stadia sungai tergolong dewasa-tua, dengan pola pengeringan deranged, dan sungai periodis. Banyu Biru tersusun oleh satuan aluvial dan endapan rawa yang umumnya bersifat tufan, serta tidak mengalami gangguan struktur geologi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sungai lama terkoneksi dengan Sungai Air Sugihan

    Jalur Pelayaran Perdagangan Sriwijaya yang Strategis dan Perekonomiannya pada Abad Ke-7 Masehi

    No full text
    ABSTRAKJalur Pelayaran Perdagangan Sriwijaya yang Strategis dan Perekonomiannya pada Abad Ke-7 MasehiOleh:Kabib [email protected] Secara geografis Sriwijaya memiliki letak kestrategisan pada jalur pelayaran perdagangan yang dilewati para pedagang asing pada abad ke-7 Masehi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jalur pelayaran perdagangan Sriwijaya yang menguntungkan perekonomian Sriwijaya, untuk menganalisis kegiatan perdagangan Sriwijaya dan bagaimana strategi Sriwijaya dalam mempertahankan perekonomiannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis dengan pendekatan keilmuan ekonomologis, politikologis dan sosialogis. Langkah-langkah metode historis adalah heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran sumber dan historiografi atau penulisan sejarah. Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang berkuasa di laut dan hasil perekonomiannya diperoleh dari berdagang dan hasil bea pajak. Sriwijaya mampu menjadi penguasa sekaligus pengendali perdagangan di jalur-jalur pelayaran milik Sriwijaya. Sriwijaya menerapkan monopoli perdagangan bagi para pedagang asing yang singgah di Sriwijaya. Dalam mempertahankan keamanan di jalur-jalur pelayaran perdagangan, Sriwijaya mengerahkan seluruh kekuatan armada lautnya dengan dibantu oleh para perompak yang sudah ditaklukan Sriwijaya serta dengan sebuah perjanjian yang saling menguntungkan diantara kedua belah pihak

    LAKSANA ARCA DURGA MAHISASURAMARDINI PADA BEBERAPA PURA DI BALI SEBUAH TINJAUAN VARIASI DAN MAKNA

    No full text
    Penelitian ini dilakukan berdasarkan keunikan variasi laksana DurgaMahisasuramardini pada beberapa pura di Bali, seperti membawa laksana sesuai denganmitologi tercipatanya Dewi Durga dan sesuai dengan keinginan pribadi pemahat (localgenius). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis variasi dan makna filosofilaksana arca Durga Mahisasuramardini pada beberapa pura di Bali. Pengumpulan datadalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan studi kepustakaan melaluipendekatan kualitatif yang selanjutnya dibahas menggunakan analisis ikonografi dan teorisemiotika. Hasil penelitian menunjukkan Durga sebagai sakti Dewa Siwa sangat sesuaidengan tugasnya sebagai penghancur kejahatan (asura) dan memiliki tugas yang samadengan Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam semesta dari kejahatan (asura). Jenis-jenisvariasi laksana yang dibawa oleh arca Durga Mahisasuramardini dalam penelitian ini adalahcakra, sangkha, sara, gada, pasa, khetaka, khadga, trisula, sakti, pustaka, camara, aksamala,keris, kuncup padma, dan ekor mahisa. Laksana-laksana tersebut sebagai atribut DurgaMahisasuramardini memiliki makna-makna filosofi berdasarkan mitologi dan fungsinya,yaitu sebagai makna kekuatan, kesaktian, kesucian, penghalang, keagungan, dan kesuburanatau kemakmuran alam semesta

    15

    full texts

    76

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Siddhayatra (E-Journal - South Sumatera Archaeological Service Office, Ministry of Education & Culture)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇