Siddhayatra (E-Journal - South Sumatera Archaeological Service Office, Ministry of Education & Culture)
Not a member yet
76 research outputs found
Sort by
MODERNISASI TEKNOLOGI KERETA API DI SUMATERA BARAT MASA HINDIA BELANDA (1871-1933)
Ide pembangunan ker eta api dimulai untu k memudah kan pengangkutandan distribusi dari pedalaman Minangkabau ke Pesisir Pantai barat Sumatera. Pengangkutan kopi yang semuaa memakai transportasi tradisional seperti Pedati. Namun, Ide ini terkendala kondisi alam yang berbukit menjadi kendala utama. Setelah berbagai perdebatan akhirnya lahir sebuah bentuk adaptasi pembangunan Jalur-Jalur Kereta Api, Pembangunan stasiun, terowongan, jembatan. Adapatasi yang paling kentara terdapat pada Pembangunan rel bergerigi, Kontruksi bangunan jembatan dan terowongan. Teknologi kereta api di Sumatera Barat yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda mengadaptasi dari kondisi geografis. Keadaan alam yang berbukit-bukit, menjadi kendala utama dalam perluasan jaringan kereta api. Mengatasi kendala itu, diperlukan kontruksi rel kereta api yang sesuai dengan daerah yang memiliki tanjakan yang cukup tinggi. Penyesuaiaan terhadap kondisi alam itu melahirkan 2 tipe kontruksi rel. selain itu, kehadiran teknologi transporasi kereta api di Sumatera Barat awal abad ke 20 memberikan pengaruh pada tatanan sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan
PERBANDINGAN STRUKTUR PRASASTI BERBAHASA MELAYU KUNO KEDATUAN SRIWIJAYA DAN KERAJAAN MATARAM KUNO ABAD KE 7-8 MASEHI
Prasasti berbahasa Melayu Kuno umumnya memiliki keterkaitan dengan Kedatuan Sriwijaya yang mulai menampakkan pengaruhnya di tanah Sumatra pada abad ke-7 Masehi. Selain prasasti berbahasa Melayu Kuno peninggalan Kedatuan Sriwijaya. Beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuno juga ditemukan sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Struktur prasasti berbahasa Melayu Kuno dan pengaruhnya terhadap hubungan antara Kedatuan Sriwijaya dan Kerajaan Mataram Kuno diangkat menjadi permasalahan yang akan dibahas dalam artikel ini dengan tujuan untuk memberikan interpretasi baru terkait fenomena keberadaan Prasasti berbahasa Melayu Kuno terutama di Jawa. Peneltian ini mengemukakan bahwa Kedatuan Sriwijaya memainkan peran dominan dalam melakukan infiltrasi budaya di Kerajaan Mataram Kuno dan menemukan indikasi adanya infiltrasi politis maupun konsep tatanan politik dari Kedatuan Sriwijaya di Kerajaan Mataram Kuno
ADAPTASI DAN NEGOSIASI PADA PERKAWINAN ORANG KOMERING BERDASAR PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL
Marriage in Indonesian is full of values and cultural rules that govern how marriagesshould be done. The marriage becomes the arena of conflict between individual or familyinterests. This paper will look at how these interests generate the various variants of marriageowned by the Komering community in the Cempaka and Batu areas. The adaptationand negotiation resulted the model of the wedding: (1) rasan tuha elder gawi, (2) rasan tuhatakad padang, (3) ngakuk anak, and (4) sibambangan. This variant model of marriage isresult of adaptation and negotiation between the right of the parent do determine the matefor her child, the parent's right to set the money request and dowry as a form of parentalconsent to her child's mate
PEMUJAAN TERHADAP MAKAM, TRADISI MASYARAKAT LEBONG, BENGKULU
Kematian menjadi salah satu perhatian manusia sejak zaman kuno. Perlakuan terhadap orang mati telah menciptakan bangunan megah seperti piramida di Mesir hingga yang sederhana seperti adanya batu nisan untuk menandai sebuah kuburan. Dalam tradisi megalitik, menhir digunakan sebagai kultus leluhur, tapi sekarang menhir telah berkembang menjadi batu nisan, juga digunakan di masyarakat pedesaan seperti di Lebong. Animisme yang sudah ada sejak zaman prasejarah masih berlanjut hari ini. Gejala sosial unik dalam masyarakat Lebong terlihat pada fenomena kepercayaan mereka terhadap makam. Saat ini mayoritas masyarakat Lebong beragama Islam, namun dalam praktek kegiatan sosial sehari-hari banyak aspek yang membuktikan bahwa kepercayaan mereka bercampur dengan kepercayaan lain khususnya animisme. Tulisan ini membahas tentang batu tegak yang dipercaya oleh masyarakat Lebong saat ini, sebagai makam yang memiliki kekuatan magis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari mereka. Masyarakat Lebong saat ini identik dengan tradisi Melayu yang kuat dengan unsur Islam. Hal tersebut tentu saja membuat kajian ini menarik untuk dibahas, karena anggapan tersebut menjelaskan bagaimana fenomena sinkretisme terjadi dalam kehidupan sosial mereka
TIPOLOGI MANIK-MANIK DARI SITUS AIR MERAH, KECAMATAN SUNGAI GELAM, KABUPATEN MUARO JAMBI
Manik-manik adalah benda yang biasanya berbentuk bulat dan dilubangi guna menghias badan atau sebuah benda. Manik dibuat dari berbagai jenis bahan, seperti: kulit kerang, kayu, getah kayu, bji-bijian, merjan, keramik, batu, kaca, dan logam. Analisis yang dilakukan berupa tipologi, tipologi adalah studi tentang tipe dengan kegiatan kategorisasi dan klasifikasi untuk menghasilkan tipe. Analisis yang dilakukan dalam analisis manik-manik dengan menggunakan analisis khusus, yaitu mengamati atribut menyangkut bentuk, ukuran, warna, bahan, dan jumlah yang terdapat pada manik-manik. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan analisis pada manik-manik Situs Air Merah menghasilkan tipe manik-manik seperti bulat, bulat dempak, silinder dan fragmen
Penggunaan Total Station dalam Perekaman Data Arkeologi di Indonesia
Metode perekaman data arkeologi telah berkembang dengan pesat sejak dikenalnya era digital menjelang akhir abad ke-20. Salah satunya yaitu penggunaan perangkat total station dalam ekskavasi arkeologi. Alat ini berpotensi menggantikan teknik pengukuran konvensional karena kemiripan data yang dihasilkan, yaitu koordinat kartesian (x, y, z atau E, N, H). Namun demikian, peruntukan total station yang pada awalnya digunakan dalampekerjaan kontruksi dan survei geospasial belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh arkeolog di Indonesia. Diperlukan suatu teknik khusus dalam penggunaanya di dalam ekskavasi arkeologi. Berdasarkan studi kasus penggunaan total station di sejumlah situs oleh penulis, alat ini sangat membantu dalam perekaman topografi, provenience temuan, serta berbagai perekaman morfologi situs lainnya. Dasar-dasar teknik dan metode penggunaan alat ini akan dibahas di dalam artikel ini, sekaligus penerapannya di lapangan dan variasi pengolahandatanya
TULISAN ARAB: PEMBINA TAMADUN ISLAM DI NUSANTARA
This paper describes the role of Arabic script on a view of establishing Islamic civilizationin Indonesian archipelago. Arabic script, apart from a tool for writing, its characteristicis so intensive to symbolize Islamic civilization. The arrival of Islamic civilization intothe archipelago has not only spread the religion, but also influenced the change of socialsystem in which Arabic script wrote the various spheres of Islamic civilization and transferredthem into the local communities. The appearance of variant graphemes into the Arabic-based local scripts (Jawi, Pgon, Srang, and Buri Wolio) is a result from the modificationof Arabic script to the local languages for transmitting the elements of Islamic civilizationto the contexts of local communities. In other words, Arabic script shifted Indonesianarchipelago from the age of Jahiliah to the age of Islamic civilization
Arkeologi Makam Sultan Muhammad Ali Ternate, Maluku Utara
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti menggambarkan tinjauan arkeologis makam Sultan Muhammad Ali yang memerintah Ternate pada awal abad ke-19. Makam Sultan Muhammad Ali terletak tidak jauh dari Kedaton dan Masjid Tua Kesultanan Ternate. Nisannya terbuat dari batu berukuran tinggi 150 cm berhiaskan inskripsi nama dan tahun sebagai monumen yang menjadi penanda eksistensi Sultan Muhammad Ali. Gambar hati terletak antara inskripsi nama dan tahun, serupa gambar hati lambang kesultanan, menyiratkan hubungan erat antara yang dimakamkan dengan Kesultanan Ternate. Sultan Muhammad Ali semasa hidupnya mempunyai perhatian yang cukup besar dalam hal agama Islam dengan membangun Masjid sebagai simbol agama dan Istana yang megah sebagai simbol kerajaan, pada masa pemerintahannya status kesultanan menjadi bagian dari kerajaan Belanda dengan traktat yang ditandatanganinya bersama Belanda, praktis hanya urusan dalam negeri dan keagamaan yang menjadi wewenang kesultanan. Bentuk nisan yang sangat jauh berbeda dengan dengan nisan lainnya serta peletakannya ditempat yang cukup tinggi memperlihatkan posisi seorang pemimpin yang dijunjung tinggi semasa hidupny
REL KERETA DAN DINAMIKA TAMBANG TIMAH MASA LALU DI PULAU BANGKA: KAJIAN ARKEOLOGI INDUSTRI
Artifacts are the main study in archeological studies, from an artifact, archaeologists tryto uncover events that took place in the past. This article seeks to do this process by linkingit to other information that has been collected so that a description of past events can beobtained. By focusing on the findings of the Rail in Sungailiat, this article seeks to link pastevents, especially in the Dutch colonial era. From the results of the research, it is hopedthat it can be an inspiration for knowledge in the field of history and technology in the pastto be a consideration in making policy in the future