Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Putra Indonesia YPTK Padang: Open Journal Systems
Not a member yet
    469 research outputs found

    Kohesivitas Kelompok Ditinjau Dari Komunikasi Interpersonal Dan Komitmen Organisasi Pada Organisasi Mahasiswa

    No full text
    This study aims to determine the relationship between interpersonal communication and organizational commitment with group cohesiveness in student organizations. The sample in this study consisted of 31 members of the Ahmad Dahlan University Faculty Student Executive Board. The method used is correlation. Data collection used group cohesiveness scale, interpersonal communication scale and organizational commitment scale. The analysis technique used is multiple regression analysis with SPSS 16.0 for Windows. The result showed that interpersonal communication and organizational commitment with group cohesiveness was 0.810 with p = 0.000 (<0.05). It was included thar interpersonal communication and organizational commitment have a relationship to group cohesiveness.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal dan komitmen organisasi dengan kohesivitas kelompok pada organisasi mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan skala kohesivitas kelompok, skala komunikasi interpersonal dan skala komitmen organisasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi ganda dengan program SPSS 16 for windows. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dan komitmen organisasi dengan kohesivitas kelompok sebesar 0.810 dengan p = 0.000 (<0.05). Disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal dan komitmen organisasi memiliki hubungan terhadap kohesivitas kelompok

    Hubungan Debt To Equity Ratio Terhadap Net Profit Margin Pada Salah Satu Perusahaan Konstruksi Dan Kontraktor Di BEI

    No full text
    Obyek Penelitian ini adalah perusahaan konstruksi dan kontraktor dengan spesialisasi di bidang fondasi, struktur, sipil dan infrastruktur. Peneliti metode memakai metode kuantitatif deskriptif, dimana data sekunder diambil melalui website resmi dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Variabel X yang akan dianalisis adalah debt to equity ratio sedangkan variabel Y-nya adalah Net Profit Margin. Konsep dasar perhitungan data yang digunakan adalah koefisien korelasi, determinasi dan regresi linear sederhana. Pengujian hipotesis tersebut dengan menggunakan aplikasi SPSS statistik V25. Hasil pengujian hipotesis uji koefisien korelasi menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (DER memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja keuangan Net Profit Margin (NPM) dengan nilai R sebesar 0,608 dan memiliki hubungan yang kuat dan searah karena bernilai positif. Uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa rasio Debt To Equity Ratio mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Net Profit Margin dengan nilai R Square sebesar 37%. Dan pada uji persamaan regresi yang terbentuk adalah signifikan yaitu Y= 11.887 + 0,00X

    Hubungan Efikasi Diri Pengasuhan Terhadap Kecemasan Orangtua Anak Dengan Autisme

    No full text
    This research aims to determine the relationship between parenting self efficacy, and  anxiety of parents with autism children. This study involved 41 parents aged 27 to 60 years old and had children autism with 5 to 12 years old. Anxiety scale, gratitude scale, parenting self efficacy scale, and social support scale was used to collect the data. This Research using the product moment method with IBM SPSS Statistic Version 22 to analyze the data. The results showed that there was a relationship between parenting self-efficacy on the anxiety of parents of children with autism with a value of r = 0.257 and p = 0.000. Keywords: Anxiety, Autism, Parenting Self-EfficcayPenelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan efikasi diri pengasuhanerhadap kecemasan orangtua anak dengan autisme. Subjek pada penelitian ini berjumlah 41 orangtua yang berusia 27 sampai 60 tahun dan memiliki anak autisme usia 5 sampai 12 tahun. Pengumpulan data menggunakan skala kecemasan, dan efikasi diri pengasuhan. Analisis data menggunakan metode product moment dengan menggunakan IMB SPSS Statistic Version 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tedapat hubungan antara efikasi diri pengasuhan terhadap kecemasan orangtua anak dengan autisme dengan nilai r = 0,257 dan p = 0,000. Kata Kunci: Autisme, Efikasi Diri Pengasuhan, Kecemasa

    PENGARUH BOARD DIVERSITY TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

    No full text
    This study aims to determine how the influence of Board Diversity on company performance in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The sample in this study was taken at manufacturing companies on the Indonesia Stock Exchange, as many as 125 companies with a research period of 4 years from 2015-2018.The results showed that the gender variable of the board of directors had a significant negative effect on company performance, the age of the board of directors did not have a significant effect on company performance, while the ethnic variable of the board of directors had a significant positive effect on company performance and the education of the board of directors did not have a significant negative effect on company performance. Firm size control variable has a significant negative effect on company performance

    PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMPUTER JARINGAN DASAR BERBASISIS ANDROID ( Studi Kasus Kelas X SMK Negeri 6 Padang )

    No full text
    This study aims to create Android-based learning media that meet the valid, practical and effective requirements for basic network computer subjects. This research is a Research and Development research conducted at SMK. The test subjects in this study were students of class X TKJ SMK Negeri 6 Padang. The results of the assessment of the three validators as a whole amounted to 87.89% so that the level of validity can be interpreted as valid to use. The overall assessment of practicality is 92.26%, so that the level of practicality can be interpreted to be very practical to use, as well as the effectiveness rating of 87.75%, so that the level of effectiveness can be interpreted very well to use.Penelitian ini bertujuan untuk membuat media pembelajaran berbasis android yang memenuhi syarat Valid, Praktis dan efektif untuk mata pelajaran komputer jaringan dasar.  Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development yang dilaksanakan di SMK. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ SMK Negeri 6 Padang. Hasil penilaian dari tiga validator secara keseluruhan sebesar 87,89% sehingga tingkat validitas dapat di interprestasikan  valid digunakan. Keseluruhan penilaian kepraktisan sebesar 92,26%, sehingga tingkat praktikalitasnya dapat di interprestasikan sangat praktis digunakan, serta  penilaian keefektifan sebesar 87,75%, sehingga tingkat efektifitasnya dapat di interprestasikan  sangat baik digunakan

    Hubungan self disclosure dengan kepercayaan diri siswa dalam mengemungkakan pendapat di depan kelas sepuluh smk negri 9 padang semester Ganjil tahun ajaran 2020/2021

    No full text
    UPI YPTK Jurnal EKOBISTEK, Vol. x, No. x, 201x, pp. xx-yy Copyright © 201x by LPPM UPI YPTK   HUBUNGAN SELF  DISCLOSURE DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT DI DEPAN KELAS SEPULUH SMKNEGRI 9 PADANG SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2020/2021    Ade Nofembri1, Linda Fitria2 1 UPI YPTK, Indonesia 2 UPI YPTK, Indonesia * E-mail: [email protected] Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karena masih rendahnya kepercayaan diri siswa dalam mengemukakan pendapat di depan kelas. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya self disclosure siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kepercayaan diri, self disclosure, dan menguji hubungan self disclosure siswa dengan kepercayaan diri dalam menggungkapkan pendapat di depan kelas. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas sepuluh yang berjumlah 455 orang . Dengan sampel penelitian berjumlah 204 orang, yang dipilih dengan teknik purposive sample. Data dianalisis dengan teknik presentase dan untuk melihat hubungan kedua variabel menggunakan Pearson Correlation Product Moment. Hasil penelitian ditemukan (1) secara umum kepercayaan diri siswa berada pada kategori sedang, (2) secara umum self disclosure siswa berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara self disclousure dengan kepercayaan diri siswa dengan     rxy = 0,415 dan taraf signifikansi 0,000. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi siswa, tentang pentingnya meningkatkan self disclosure agar kepercayaan diri siswa dalam mengemukakan pendapat di depan kelas semakin meningkat. Selain itu guru BK dapat memberikan pelayanan konseling berdasarkan temuan penelitian ini. Kata kunci: Self Disclosure , Kepercayaan diri, Siswa   1.      Pendahuluan Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan seseorang. Baik dalam keluarga, masyarakat dan bangsa. Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh tingkat keberhasilan pendidikan. Indonesia sebagai negara berkembang dalam pembangunan membutuhkan sumber daya manusia yang dapat di andalkan. Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU Sisdiknas tahun 2003). Dengan adanya pandemi covid 19, untuk mencapai tujuan pendidikan agaknya terjadi kendala, sehingga terjadi perubahan pada sistem pendidikan, khususnnya di Indonesia. Pandemi Covid 19 yang melanda dunia dapat melumpuhkan beberapa sektor dan melemahkan dalam berbagai aspek, terutamanya di bidang pendidikan seperti yang di sampaikan Rahmawati (2020) menjelaskan bahwa masyarakat dihadapkan perubahan dalam segala sisi dan membuat banyak orang shock dan kaget baik dari sektor ekonomi, sosial dan tidak menutup kemungkinan bahwa dampak lainnya dari Covid-19 lainnya adalah perubahan perilakunya itu sendiri. Pemerintah juga mengimbau untuk melakukan aktivitas dilakukan di rumah saja seperti work from home bagi pekerja di berbagai bidang, pemberhentian aktivitas sekolah – sekolah dan perguruan tinggi dan pemberlakuannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dimana para pengendara diwajibkan mengikuti beberapa peraturan tertentu apabila ingin berpergian. Metode belajar di sekolah pun berubah secara signifikan akibat adanya pandemi covid 19. Siswa sebagai individu yang menjadi sasaran tujuan pendidikan sangat merasakan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi covid 19. Proses belajar mengajar antara pendidik dan siswa tidak lagi seperti biasanya. Tidak ada siswa yang datang ke sekolah untuk menjalani proses belajar mengajar. Mereka belajar dari rumah dengan menggunakan sistem online sejak bulan maret tahun 2020 sampai desember 2020. Pembelajaran tatap muka baru dimulai bulan januari 2021, itupun belum sepenuhnya tatap muka. Proses belajar mengajar dilakukan dengan sistem kombinasi antara daring dan tatap muka. Siswa yang sudah lama tidak belajar tatap muka di sekolah merasa canggung dan tidak terbiasa lagi bercerita maupun mengemukakan pendapat di kelas. Kondisi ini merupakan salah satu indikator rendahnya kepercayaan diri siswa, terutama saat proses belajar mengajar di kelas. Berbeda dengan siswa yang memiliki kemampuan keterbukaan diri/ self disclosure, individu yang self disclosure nya tinggi cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri yaitu harga diri, konsep diri, keterbuaan diri/ self disclosure, dan pendidikan (Ashali et al., 2015). Individu yang kompeten lebih banyak melakukan pengungkapan diri (self-disclosure) akan meningkatkan rasa percaya diri. Dasar teori ini memunculkan asumsi bahwa semakin orang percaya diri, semakin mudah mengungkapkan keadaan dirinya kepada orang lain. Pengungkapan diri mengindikasikan seorang siswa melakukan interaksi dengan orang lain, yang berarti bahwa rasa percaya diri itu terkandung di dalam proses ketika keorang siswa berusaha mengungkapakan keadaan dan perasaannya kepada siswa lain. Self disclosure adalah ungkapan reaksi atau tanggapan individu terhadap situasi yang sedang dihadapi serta memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan atau yang berguna untuk memahami tanggapan kita dimasa kini sehingga memunculkan keberanian berpendapat dengan pengalaman yang telah dilewati di masa lalu untuk menanggapi apa yang terjadi di masa sekarang (Kumalasari & Desiningrum, 2016). Sikap  self disclosure membuka diri ini dapat bersifat deskriptif atau evaluatif. Deskriptif artinya individu melukiskan berbagai fakta mengenai diri sendiri yang mungkin belum diketahui oleh pendengar seperti, jenis pekerjaan, alamat dan usia, sedangkan evaluatif artinya individu mengemukakan pendapat atau perasaan pribadinya seperti tipe orang yang disukai (Gainau, 2012). Self disclosure ini dapat berupa berbagai topik seperti informasi, perilaku, perasaan, keinginan, motivasi dan ide yang sesuai dan terdapat di dalam diri yang bersangkutan. Kedalaman dari pengungkapan diri seseorang tergantung pada situasi dan orang yang diajak berinteraksi. Banyak sekali anak yang ditemui dalam lingkungan mengalami masalah karena dia tidak mau menceritakan, masalahnya kepada orang yang lebih dewasa darinya, ataupun kepada teman sebayanya dan orang-orang disekitarnya karena tidak percaya diri. Kepercayaan diri menjadi bagian penting dalam perkembangan kepribadian seseorang sebagai penentu bagaimana bersikap bertingkah laku dan mengungkapkan pendapat serta menanggapi pendapat (Hakim, 2002 ). Rasa percaya diri seseorang adalah salah satu kekuatan  jiwa yang sangat menentukan berhasil tidaknya orang tersebut dalam mencapai berbagai tujuan hidupnya. Percaya diri itu tumbuh dari dalam hati seseorang, menyatu dengan jiwanya di aplikasikan dengan sikapnya. Kepercayaan diri menuntun individu menuju ke arah keberhasilan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada tanggal 23 November 2020, dan didukung dengan wawancara kepada siswa pada saat sedang melakukan magang di SMKN 9 Padang, setelah dilakukan observasi, wawancara dan konseling individual pada siswa banyak ditemukan siswa tidak mau terbuka dengan permasalahan yang sedang dihadapinya dan cenderung tidak percaya diri dalam belajar maupun dalam menentukan teman serta kurang aktif dalam belajar dan rendahnya kreativitas dalam dalam belajar dan menanggapi apa yang disampaikan guru saat proses dalam belajar. Hal ini dilihat ketika saat proses belajar, hal ini juga terungkap setelah dilakukanya konseling individual terhadap siswa tersebut juga menemukan  rendahnya rasa percaya diri untuk menyampaikan pendapatnya karena malu katanya kepada konselor, siswa ini dapat terlihat ketika dia belajar dan keaktifan dalam belajar di kelas siswa akan merasa malu untuk menanyakan pelajaran yang ia tidak mengerti, siswa lebih memilih diam dari pada bertanya karena merasa tidak percaya diri atau malu karena nantinya di anggap bodoh oleh teman - temanya. Dengan kurangnya kepercayaan diri siswa tidak hanya akan menimbulkan hasil belajarnya yang tidak sesuai yang di inginkan, namun juga akan mengganggu hubungan sosialnya dalam lingkungan bermasyarakat dan susah baginya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, dia hanya bergaul dengan lingkungan yang dominan keluarganya sendiri dan cenderung tidak ingin bergaul dengan orang-orang baru terutama di lingkungan sekolah. Jika hal ini dibiarkan akan berdampak pada perkembangan pribadinya serta kepercayaan dirinya dalam mengambil keputusan tentang masalah yang menimpanya, jika  hal berlanjut ke fase-fase berikutnya dan akan menimbulkan masalah yang akan membuatnya tertekan karena tidak mau menceritakan masalahnya serta akan membuat dia tidak mencapai kepribadian yang sehat dan membuat siswa menjadi tidak terampil dimasa yang akan datang, sehingga membuat hal yang ingin dia capai akan sulit tercapai dan mudah untuk putus asa tentang apa yang dia inginkan serta apa yang akan dia lakukan. Berdasarkan fenomena yang terlihat oleh peneliti di lapangan peneliti tertarik untuk meneliti hubungan self disclosure dengan kepercayaan diri siswa dalam mengemukakan pendapat di kelas X SMKN 9 Padang. 2.      Tinjauan Literatur Percaya Diri Pengertian Percaya Diri         Percaya diri adalah meyakinkan pada kemampuan dan penilaian (judgement) diri sendiri dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan yang efektif. Hal ini termasuk kepercayaan atas kemampuannya menghadapi lingkungan yang semakin menantang dan kepercayaan atas keputusan atau pendapatnya. Sedangkan kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya.         Hal ini bukan berarti individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.Percaya diri adalah suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimiliki seseorang dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai tujuan dalam hidupnya (Hakim, 2004:6). Kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan prestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri (Lauster, 2010). Orang yang mempunyai kepercayaan diri memiliki ciri-ciri tidak mementingkan diri sendiri (toleransi), tidak membutuhkan dorongan orang lain, optimis dan gembira.         Menurut Rahmat (2000:109) kepercayaan diri dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan terhadap diri sendiri yang dimiliki oleh setiap orang dalam kehidupannya serta bagaimana orang tersebut memandang dirinya secara utuh dengan mengacu pada konsep diri. Kepercayaan diri merupakan sikap individu dalam hal ini siswa yang yakin akan kemampuan dirinya atau mempunyai pandangan yang bersifat positif terhadap dirinya, dengan tidak perlu membanding- kan dengan orang (Fatchurahman & Pratiko, 2012). Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena itu sering menutup diri.Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa percaya diri merupakan adanya sikap individu yakin akan kemampuannya sendiri untuk bertingkah laku sesuai dengan yang  diharapkannya sebagai suatu perasaan yang yakin pada tindakannya, bertanggung jawab terhadap tindakannya dan tidak terpengaruh oleh orang lain. Orang yang memiliki kepercayaan diri mempunyai ciri-ciri: toleransi, tidak memerlukan dukungan orang lain dalam setiap mengambil keputusan atau mengerjakan tugas, selalu bersikap optimis dan dinamis, serta memiliki dorongan prestasi yang kuat. Aspek-aspek kepercayaan diri Individu yang mempunyai kepercayaan diri yang tinggi akan terlihat lebih tenang,tidak memiliki rasa takut, dan mampu memperlihatkan kepercayaan dirinya setiap saat. Sedangkan bagi mereka yang tidak percaya diri, setiap kegagalan mempertegas rasa tidak mampu mereka.Tidak adanya percaya diri dapat mewujud dalam bentuk rasa putus asa, rasa tidak berdaya, dan meningkatnya keraguan kepada diri sendiri.Selain itu, percaya diri yang berlebihan dapat membuat orang tampak sombong, terutama bila ia tidak mempunyai keterampilan sosial. Aspek-aspek kepercayaan diri menurut Lauster (dalam Gufron & Risnawita S, 2014:36) adalah sebagai berikut: Keyakinan kemampuan diri Keyakinan kemampuan diri adalah sikap positif seseorang tentang dirinya.Ia mampu secara sungguh sungguh akan apa yang dilakukannya. Optimis Optimis  Adalah sikap positif yang dimiliki seseorang yang selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal tentang diri dan kemampuannya Objektif Adalah orang yang memandang permasalahan atau sesuatu sesuai dengan kebenaran yang semestinya, bukan menurut menurut dirinya sendiri Bertanggung jawab Bertanggung jawab adalah kesediaan orang untuk menanggung segala sesuatu yang telah menjadi konsekuensinya. Rasional dan realistis adalah analisis terhadap suatu masalah, sesuatu hal, dan suatu kejadian dengan menggunakan pemikiran yang dapat di terima oleh akal dan sesuai dengan kenyataan Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek kepercayaan diri meliputi keyakinan akan kemampuan diri, optimisme, objektif, bertanggung jawab, rasional dan realistis, mampu menghadapi masalah, bertanggung jawab terhadap keputusan dan tindakannya, mampu dalam bergaul dan mampu menerima kritik dari orang lain.             Faktor-faktor kepercayaan diri Faktor-faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri pada seseorang menurut Hakim (2002:121) muncul pada dirinya sebagai berikut. Lingkungan keluarga Keadaan keluarga merupakan lingkungan hidup yang pertama dan utama dalam kehidupan setiap manusia, lingkungan sangat mempengaruhi pembentukan awal rasa percaya diri pada seseorang. Rasa percaya diri merupakan suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang ada pada dirinya dan diwujudkan dalam tingkah laku sehari-hari. Berdasarkan pengertian di atas, rasa percaya diri baru bisa tumbuh dan berkembang baik sejak kecil, jika seseorang berada di dalam lingkungan keluarga yang baik, namun sebaliknya jika lingkungan tidak memadai menjadikan individu tersebut untuk percaya diri maka individu tersebut akan kehilangan proses pembelajaran untuk percaya pada dirinya sendiri. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama yang sangat menentukan baik buruknya kepribadian seseorang. Hakim (2002:121) menjelaskan bahwa pola pendidikan keluarga yang bisa diterapkan dalam membangun rasa percaya diri anak adalah sebagai berikut : (a) menerapkan pola pendidikan yang demokratis, (b) melatih anak untuk berani berbicara tentang banyak hal, (c) menumbuhkan sikap mandiri pada anak, (d) memperluas lingkungan pergaulan anak, (d) jangan terlalu sering memberikan kemudahan pada anak, (e) tumbuhkan sikap bertanggung jawab pada anak, (f) setiap permintaan anak jangan terlalu dituruti, (g) berikan anak penghargaan jika berbuat baik, (h) berikan hukuman jika berbuat salah, (i) kembangkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki anak, (j) ajarkan anak agar mengikuti kegiatan kelompok di lingkungan rumah, (k) kembangkan hobi yang positi, (l) berikan pendidikan agama sejak dini. Pendidikan Formal Sekolah bisa dikatakan sebagai lingkungan kedua bagi anak, dimana sekolah merupakan lingkungan yang paling berperan bagi anak setelah lingkungan keluarga di rumah. Sekolah memberikan ruang kepada anak untuk mengekspresikan rasa percaya dirinya terhadap teman-teman sebayanya. Hakim (2002:122) menjelaskan bahwa rasa percaya diri siswa di sekolah bisa dibangunn melalui berbagai macam bentuk kegiatan sebagai berikut : (a) memupuk keberanian untuk bertanya, (b) peran guru/pendidik yang aktif bertanya pada siswa, (c) melatih berdiskusi dan berdebat, (d) mengerjakan soal di depan kelas, (e) bersaing dalam mencapai prestasi belajar, (f) aktif dalam kegiatan pertandingan olahraga, (g) belajar berpidato, (h) mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, (i) penerapan disiplin yang konsisten, (j) memperluas pergaulan yang sehat dan lain-lain. Pendidikan Non Formal Salah satu modal utama untuk bisa menjadi seseorang dengan kepribadian yang penuh rasa percaya diri adalah memiliki kelebihan tertentu yang berarti bagi diri sendiri dan orang lain. Rasa percaya diri akan menjadi lebih mantap jika seseorang memiliki suatu kelebihan yang membuat orang lain merasa kagum. Kemampuan atau keterampilan dalam bidang tertentu bisa didapatkan melalui pendidikan non formal misalnya : mengikuti kursus bahasa asing, jurnalistik, bermain alat musik, seni vokal, keterampilan memasuki dunia kerja (BLK), pendidikan keagamaan dan lain sebagainya. Sebagai penunjang timbulnya rasa percaya diri pada diri individu yang bersangkutan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu kemampuan yang dimiliki individu dalam mengerjakan sesuatu yang mampu dilakukannya, keberhasilan individu untuk mendapatkan sesuatu yang mampu dilakukan dan dicita-citakan, keinginan dan tekad yang kuat untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan hingga terwujud. Faktor eksternal yaitu lingkungan keluarga dimana lingkungan keluarga akan memberikan pembentukan awal terhadap pola kepribadian seseorang. Yang kedua adalah lingkungan formal atau sekolah, dimana sekolah adalah tempat kedua untuk senantiasa memperhatikan rasa percaya diri individu atau siswa yang telah didapat dari lingkungan keluarga kepada teman-temannya dan kelompok bermainnya. Yang ketiga adalah lingkungan pendidikan non formal tempat individu menimba ilmu secara tidak langsung belajar ketrampilan- keterampilan sehingga tercapailah keterampilan sebagai salah satu faktor pendukung guna mencapai rasa percaya diri pada individu yang bersangkutan. Self Disclosure Pengertian Self Disclosure         Self disclosure merupakan tindakan untuk mengungkapkan tentang bagaimana kita berinteraksi dengan orang terhadap situasi yang terjadi saat ini, dan memberikan informasi tentang masa lalu yang relevan, yang dapat menjelaskan reaksi yang kita perbuat saat ini.         DeVito (2011) menyebutkan bahwa makna dari self disclosure adalah suatu bentuk komunikasi dimana anda atau seseorang menyampaikan informasi tentang dirinya. Wrightsman (dalam Dayakisni dan Hudaniyah, 2006: 104) menyebutkan keterbukaan diri adalah suatu proses menghadirkan diri yang terwujud dalam kegiatan membagi informasi, perasaan, dengan orang lain. Devito (2011: 64) menyatakan bahwa keterbukaan diri adalah jenis komunikasi dimana individu mengungkapkan informasi tentang dirinya yang biasanya disembunyikan atau tidak diceritakan kepada orang lain. Istilah keterbukaan diri mengacu pada pengungkapan informasi secara sadar.         Morton (dalam Sears, Jonathan & Anne, 1985: 254) mengungkapkan bahwa pengungkapan diri atau keterbukaan diri adalah kegiatan membagi perasaan dan informasi yang akrab dengan orang lain. Keterbukaan diri bersifat deskriptif dan evaluatif. Keterbukaan diri deskriptif adalah kegiatan  melukiskan berbagai fakta mengenai diri individu yang belum diketahui oleh orang lain yang berada di lingkungan sekitarnya. Keterbukaan diri evaluatif adalah kegiatan mengungkapkan pendapat atau perasaan individu seperti mengungkapkan perasaan mengenai orang- orang yang disukai maupun tidak disukai. Sedangkan Johanes Papu menjelaskan bahwa pengungkapan diri atau self disclosure dapat diartikan sebagai pemberian informasi tentang diri sendiri kepada orang lain. Informasi yang diberikan tersebut dapat mencakup berbagai hal seperti pengalaman hidup, perasaan, emosi, pendapat, cita-cita, dan lain sebagainya. Pengungkapan diri haruslah dilandasi dengan kejujuran dan keterbukaan dalam memberikan informasi, atau dengan kata lain apa yang disampaikan kepada orang lain hendaklah bukan merupakan suatu topeng pribadi atau kebohongan belaka sehingga hanya menampilkan sisi yang baik saja. Dari beberapa pengertian self disclosure ,dapat penulis tegaskan yang dimaksud dengan self disclosure adalah mengungkapkan informasi kepada orang lain. hal yang diungkapkan berhubungan dengan informasi yang bersifat personal, perasaan ,sikap, dan pendapat. Aspek-aspek Self Disclosure         Altman & Taylor (dalam Gainau, 2012) menemukan 5 aspek dalam self disclosure yaitu: Ketepatan Hal ini mengacu pada apakah seorang individu mengungkapkan informasi pribadinya dengan relevan dan untuk peristiwa dimana individu terlibat atau tidak (sekarang dan disini). Sebuah self disclosure mungkin akan menyimpang dari norma dalam hubungan yang spesifik jika individu tidak sadar akan norma tersebut. Individu harus bertanggung jawab terhadap resikonya, meskipun bertentangan dengan norma. Self - disclosure yang tepat dan sesuai meningkatkan reaksi yang positif dari partisipan atau pendengar. Pernyataan negatif berkaitan dengan

    HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DENGAN BURNOUT PADA KARYAWAN OUTSOURCHING FIFGROUP CABANG PADANG

    No full text
    This study aims to determine the relationship between job insecurity with burnout on FIFGROUP Padang outsourching employees. The independent variable in this study is job insecurity and the dependent variable is burnout. The measuring instrument used in this study uses a saturated sample technique. The sample in this study was 40 employees of FIFGROUP outsourching Padang branch. The validity and reliability test in this study uses the Cronbach Alpha technique. The results of the validity coefficient on the job insecurity scale move from rix = 0.305 to rix = 0.706 with a reliability coefficient of α = 0.884. While on the burnout scale move from rix = 0.373 to rix = 0.737 with a reliability coefficient of α = 0.915 Based on data analysis, obtained correlation value of 0.406 with a significance level of 0.009 which means the hypothesis is accepted. This shows that there is a significant relationship between job insecurity with burnout on Padang branch FIFGROUP outsourching employees.   Keywords : job insecurity, burnout, outsourching employeesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job insecurity dengan burnout pada karyawan outsourching FIFGROUP cabang Padang. Variabel Bebas dalam penelitian ini adalah job insecurity dan variabel terikat adalah burnout. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang karyawan outsourching FIFGROUP cabang Padang. Uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. Hasil koefisien validitas pada skala job insecurity bergerak dari rix = 0,305 sampai dengan rix = 0,706 dengan koefisien reliabilitas sebesar α= 0,884 Sedangkan pada skala burnout bergerak dari rix = 0,373 sampai dengan rix = 0,737 dengan koefisien reliabilitas sebesar α= 0,915 Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai korelasi sebesar 0,406 dengan taraf signifikansi 0,009 yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara job insecurity dengan burnout pada karyawan outsourching FIFGROUP cabang Padang.   Kata kunci  : job insecurity, burnout, karyawan outsourching

    PENGARUH STRUKTUR MODAL, CURRENT RATIO DAN LABA PERLEMBAR SAHAM TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2017)

    Full text link
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Stuktur Modal, Current Ratio dan Laba Perlembar Saham terhadap Kinerja Perusahaan. Penelitian ini menggunakan populasi di perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi dan industri lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017 dengan 38 sampel perusahaan yang didapat melalui metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakanan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya Struktur modal (DAR) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan (ROA). Current ratio (CR) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan (ROA). Laba perlembar saham (EPS) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan (ROA). Struktur modal (DAR), Current ratio (CR), Laba perlembar saham (EPS) berpengaruh secara simultan terhadap kinerja perusahaan (ROA) yang berarti berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja perusahaan.   Kata Kunci: Kinerja Perusahaan, Struktur Modal, Current Ratio dan Laba Perlembar Saha

    MODEL PENGEMBANGAN STRATEGI KOMUNIKASI BISNIS UNTUK MENCAPAI TUJUAN PEMASARAN PADA USAHA KECIL MENENGAH (Studi Kasus Pada konsep Usaha Rumah Tangga Kerak Nasi )

    Full text link
    MODEL PENGEMBANGAN STRATEGI KOMUNIKASI BISNIS UNTUK MENCAPAI TUJUAN PEMASARAN PADA USAHA KECIL MENENGAH (Studi Kasus Pada konsep Usaha Rumah Tangga Kerak Nasi ) Said Afriaris1 & Sry Windartini2 Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Indragiri Rengat1,2 [email protected] , [email protected]   Abstrak Konsep Usaha Rumah Tangga merupakan salah satu dari banyaknya usaha di Kabupaten Indragiri Hulu. Konsep Usaha Rumah Tangga yang bergerak di usaha Pembuatan “Kerak Nasi” di Desa Kota Lama Kecamatan Rengat Barat. Untuk mendapatkan konsumen dengan menggunakan strategi komunikasi bisnis yang di lakukan dalam sebuah kegiatan bisnis dan strategi yang di gunakan oleh pengusaha-pengusaha untuk mencapai tujuan yang di harapkan yakni tujuan pemasaran dengan menggunakan strategi komunikasi bisnis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti (paradigma post positivisme) serta teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi dengan pihak pembuat usaha dengan memakai informan utama dan informan pendukung. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Dalam tahapan Attention dengan memperhatikan permintaan produk dari konsumen, hal ini berpengaruh positif terhadap kesan pertama bagi pembeli. (2) Pada tahapan Interest dengan menanamkan kepercayaan konsumen untuk mempermudah dan membuat keputusan. (3) Dalam tahap Desire dengan meyakinkan konsumen melalui keunggulan dan penawaran harga khusus agar memiliki hasrat untuk membeli. (4) Dalam tahap Action dengan memastikan konsumen yakin dan percaya kualitas produk sehingga keputusan untuk membeli produk adalah keputusan yang tepat.     Kata Kunci : Komunikasi, Komunikasi Bisnis, Model A.I.D.

    Perkuatan, Perbaikan dan Mutu Bahan untuk Bangunan Sederhana Di Perumahan Mekar Melati Kelurahan Lubuk Minturun Kota Padang Pascagempa Sumatera Barat 2009

    Full text link
    Gempa Sumatera Barat pada 30 September 2009 yang turut melanda Kota Padang telah mengakibatkan sebagian besar bangunan mengalami rusak berat dan ringan. Makalah ini membahas jenis kerusakan, perbaikan dan perkuatan bangunan rumah warga di Perumahan Mekar Melati Kelurahan Lubuk Minturun Kota Padang, Sumatera Barat. Pengambilan data dilakukan dengan survei dan asesmen secara langsung, baik rumah yang mengalami rusak berat maupun rusak ringan. Pascagempa 2009 bangunan rumah warga di perumahan Mekar Melati Kelurahan Lubuk Minturun, umumnya banyak mengalami rusak berat dan juga rusak ringan. Penyebabnya adalah karena bangunan di sana termasuk kategori rumah yang sangat sederhana (RSS). Material bangunan yang digunakan tidak memakai slof, apalagi dinding yang hanya menggunakan  bahan hollowbrick, dimana bahan tersebut jika tidak diplaster maka akan menjadi rapuh sehingga mengakibatkan bangunan mudah runtuh

    254

    full texts

    469

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Putra Indonesia YPTK Padang: Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇