Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Perbandingan Peramalan Permintaan Berbasis Permintaan Pasar pada Teh Solo Cabang Bangkalan
Teh Solo Bangkalan Branch is a strategic outlet that serves the local market with unique consumer characteristics. Recently, the branch has faced unpredictable demand fluctuations, affecting operational efficiency and customer satisfaction. To overcome this, accurate demand forecasting is essential to capture consumption patterns based on historical data and market dynamics. This study compares forecasting methods at Teh Solo Bangkalan Branch, Madura, namely Single Exponential Smoothing and Winters’ Additive. The normality test results show that sales data have a mean of 100.8 and a standard deviation of 9.264, with a normal distribution supported by a p-value of 0.110. Statistical process control analysis indicates that all data points fall within control limits and show no significant deviations, implying stable sales processes. The comparison reveals that Winters’ Additive provides higher accuracy with a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 2.78%, outperforming Single Exponential Smoothing with a MAPE of 8.11%. Forecasting results estimate stock requirements for February 2025 at 2,400 units. These findings confirm Winters’ Additive as the most reliable method for predicting demand, while sales stability strengthens stock planning and marketing strategies. This research contributes practical insights for efficient demand management in similar contexts..
Keywords: Demand Forecasting; Winters Model; PPIC; Minitab
eh Solo Cabang Bangkalan merupakan outlet strategis yang melayani pasar lokal dengan karakteristik konsumen yang khas. Dalam beberapa waktu terakhir, cabang ini menghadapi fluktuasi permintaan yang tidak menentu sehingga berdampak pada efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan peramalan permintaan yang akurat guna menangkap pola konsumsi berdasarkan data historis dan dinamika pasar. Penelitian ini membandingkan metode peramalan di Teh Solo Cabang Bangkalan, Madura, yaitu Single Exponential Smoothing dan Winters’ Additive. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data penjualan memiliki rata-rata 100,8 dan standar deviasi 9,264, dengan distribusi normal yang didukung nilai p sebesar 0,110. Analisis pengendalian proses statistik menunjukkan seluruh data berada dalam batas kendali tanpa penyimpangan signifikan, yang menandakan stabilitas proses penjualan. Perbandingan hasil menunjukkan metode Winters’ Additive lebih akurat dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 2,78%, dibandingkan Single Exponential Smoothing dengan MAPE sebesar 8,11%. Hasil peramalan memperkirakan kebutuhan stok pada Februari 2025 sebanyak 2.400 unit. Temuan ini menegaskan bahwa metode Winters’ Additive merupakan cara paling andal untuk memprediksi permintaan, sementara stabilitas penjualan menjadi dasar bagi perencanaan stok dan strategi pemasaran. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengelolaan permintaan yang efisien pada konteks serupa.
Kata Kunci: Peramalan Permintaan; Model Winters; PPIC; Minita
Peran Guru dalam Membangun Kepercayaan Diri Siswa dengan Menggunakan Pendekatan Motivasi Intrinsik di Kelas IX UPTD SMPN 3 Salomekko
This research intends to describe the function of ninth-grade instructors within enhancing students' intrinsic motivation, especially It seems that you have submitted an incomplete phrase context of issues of the digital age like overreliance on social media and online gaming. The study employs a qualitative method using a descriptive approach. Methods for gathering data involve participant observation and detailed interviews with two ninth-grade teachers, and documentation. The findings indicate that teachers engage in a strategic function in fostering students' inner drive to learn through adaptive teaching approaches, purposeful use of technology, and a supportive classroom environment. Teachers also pay close attention to students' emotional and social conditions, establish positive communication, and promote learning awareness through personal engagement. These strategies have proven effective in minimizing the negative effects of media distractions while encouraging students to remain focused and actively involved in learning. Therefore, the role of the teacher extends beyond merely delivering material-they act as motivators who guide students to reach their full potentialPenelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas IX dalam meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman digital seperti penggunaan media sosial dan game online yang berlebihan. menggunakan metode kualitatif dengan metode penjelasan. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan dua pengajar kelas IX, serta dokumentasi. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menumbuhkan motivasi belajar dari dalam diri siswa (intrinsik), yang tercermin melalui pendekatan pembelajaran yang adaptif, pemanfaatan teknologi secara terarah, dan penciptaan lingkungan belajar yang suportif. Guru juga memberikan perhatian khusus pada kondisi emosional dan sosial siswa, membangun komunikasi positif, serta menumbuhkan kesadaran belajar melalui pendekatan personal. Strategi-strategi tersebut terbukti mampu menekan dampak negatif media sosial dan game online serta mendorong siswa agar lebih fokus dan konsentrasi terlibat dalam proses belajar. Dengan demikian, peran guru bukan hanya sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga sebagai penuntun yang mampu memotivasi pelajar untuk meningkatkan potensi dirinya secara optima
An Analysis of Imperatives in Grade X English Textbook
The Grade X English textbook uses the PPP (Presentation, Practice, Production) method to teach imperatives. This method shows how to introduce, reinforce, and use this grammatical feature. The PPP framework provides the contextual elucidation of imperatives, succeeded by organized practice activities and culminating in autonomous production. In this case, students write their own sentences employing the target structure. This study analyzes the treatment given to imperatives in the textbook within this framework. A descriptive qualitative methodology was employed, with data gathered through content analysis of the textbook. The results show that the textbook makes grammatical explanations as easy as possible for students at different levels of proficiency, which helps them learn and improve their skills over time. In particular, imperatives are taught through clear examples and conversations in context, followed by guided exercises and activities that encourage communication. This method provides people with a way to internalize the structure slowly. The research demonstrates that utilizing the PPP method in the instruction of imperatives enhances student comprehension and exemplifies effective grammar teaching in EFL materials. These findings are crucially important for textbook authors and educators, highlighting the importance of scaffolding grammar instruction according to learners' readiness, which promotes active language use
Analisis Komparatif Pengalaman Siswa Dalam Evaluasi Pembelajaran Pai Berbasis Konvensional Dan Quizizz
Evaluation of Islamic Religious Education (PAI) learning through conventional methods is often considered monotonous and anxiety-inducing, potentially reducing learning motivation and the validity of the evaluation results themselves. Although digital platforms such as Quizizz have been quantitatively proven to increase learning interest, there remains a gap in in-depth qualitative research on how students socio-affectively interpret and experience the differences between these two methods. This study aims to explore comparatively the emotional and cognitive experiences of students in taking PAI evaluations using conventional methods (written essay exams) and the gamified Quizizz platform. This research employs a descriptive- exploratory qualitative method at SMA Negeri 2 Sidoarjo with students from class X-5 as subjects. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The research findings indicate that conventional methods trigger negative emotional responses (tension and pressure) that can hinder students' cognitive performance. Conversely, Quizizz creates positive experiences (enjoyable) that reframe evaluation from a "threat" to a "challenge." This study concludes that the validity of conventional evaluation can be compromised by the psychological burden it creates. Therefore, it is recommended to implement a Blended Assessment Framework that integrates Quizizz for motivating formative assessment and modified conventional methods for summative assessment to measure higher-order thinking skills more effectively and humanely.Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) secara konvensional sering kali dianggap monoton dan menimbulkan kecemasan, yang berpotensi menurunkan motivasi belajar serta validitas hasil evaluasi itu sendiri. Meskipun platform digital seperti Quizizz telah terbukti secara kuantitatif dapat meningkatkan minat belajar, masih terdapat kesenjangan penelitian kualitatif yang mendalam mengenai bagaimana siswa secara sosio-afektif memaknai dan merasakan perbedaan pengalaman antara kedua metode tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komparatif pengalaman emosional dan kognitif siswa dalam mengikuti evaluasi PAI menggunakan metode konvensional (ujian tulis uraian) dan platform Quizizz yang digamifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-eksploratif di SMA Negeri 2 Sidoarjo dengan subjek siswa kelas X-5. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode konvensional memicu respons emosional negatif (tegang dan tertekan) yang dapat menghambat performa kognitif siswa. Sebaliknya, Quizizz menciptakan pengalaman positif (menyenangkan) yang membingkai ulang evaluasi dari sebuah “ancaman” menjadi “tantangan”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa validitas evaluasi konvensional dapat terganggu oleh beban psikologis yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, direkomendasikan penerapan Blended Assessment Framework yang mengintegrasikan Quizizz untuk asesmen formatif yang memotivasi dan metode konvensional yang dimodifikasi untuk asesmen sumatif guna mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi secara lebih efektif dan humanis
Resepsi Prinsip Childfree Dalam Tafsir Al-Qur’an: Kajian Kritikal Dan Interpretatif Terhadap Pemikiran Asma Barlas
This study examines how the childfree principle of the decision not to have children can be accepted or rejected from the perspective of the interpretation of the Qur'an through the thoughts of Asma Barlas. As a Muslim feminist, Barlas interprets the Qur'an by emphasizing gender equality and individual rights, and criticizes the patriarchal bias in traditional Islamic interpretation. Using a qualitative descriptive-analytical approach, this study discusses the interaction between the childfree principle and Islamic teachings on procreation and family. Through an analysis of relevant verses and Barlas's ideas, this study shows that the childfree decision can be seen as a legitimate personal choice as long as it considers social and ethical responsibilities. This study also assesses the implications of the childfree decision for spiritual and social values in Islam, and emphasizes the contribution of Barlas's thought in expanding the understanding of freedom and gender justice within the framework of the Qur'anic teachings. The significance of this research lies in its effort to enrich contemporary exegetical discourse with a contextual feminist perspective, opening a space for dialogue between modern individual values and Islamic moral principles, and providing a theoretical basis for reinterpreting the role of women and the family in modern Muslim society.
Keywords: Childfree, Tafsir Al-Qur'an, Asma Barlas.Kajian ini menelaah bagaimana prinsip childfree keputusan untuk tidak memiliki anak dapat diterima atau ditolak dalam perspektif tafsir Al-Qur’an melalui pemikiran Asma Barlas. Sebagai feminis Muslim, Barlas menafsirkan Al-Qur’an dengan menekankan kesetaraan gender dan hak individu, serta mengkritik bias patriarki dalam tafsir tradisional Islam. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, kajian ini membahas interaksi antara prinsip childfree dan ajaran Islam tentang prokreasi dan keluarga. Melalui analisis terhadap ayat-ayat relevan dan gagasan Barlas, penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan childfree dapat dilihat sebagai pilihan pribadi yang sah sepanjang mempertimbangkan tanggung jawab sosial dan etika. Kajian ini juga menilai implikasi keputusan childfree terhadap nilai spiritual dan sosial dalam Islam, serta menegaskan kontribusi pemikiran Barlas dalam memperluas pemahaman tentang kebebasan dan keadilan gender dalam kerangka ajaran Al-Qur’an. Signifikansi penelitian ini terletak pada upayanya memperkaya wacana tafsir kontemporer dengan perspektif feminis yang kontekstual, membuka ruang dialog antara nilai-nilai individualitas modern dan prinsip moral Islam, serta memberikan dasar teoretis bagi reinterpretasi peran perempuan dan keluarga dalam masyarakat Muslim modern.
Kata Kunci: Childfree, Tafsir Al-Qur'an, Asma Barlas
Integrasi Nilai Islam Dan Budaya Lokal Terhadap Hak Asuh Anak Pascaperceraian Perspektif Hukum Islam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal terhadap pelaksanaan hak asuh anak (hadhanah) pascaperceraian dalam konteks hukum Islam di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis berbasis fenomenologi, penelitian ini memadukan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan tokoh agama, hakim, dan tokoh adat, serta data sekunder yang bersumber dari literatur fikih, peraturan hukum nasional, dan jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak asuh anak tidak hanya dipandang sebagai kewenangan yuridis semata, tetapi juga sebagai amanah moral dan spiritual yang berlandaskan prinsip maslahah al-thifl dan maqasid al-syari‘ah. Integrasi nilai Islam dengan budaya lokal seperti musyawarah, rahmah, dan gotong royong melahirkan model hukum yang lebih adaptif, kontekstual, dan humanistik. Dalam praktiknya, hakim, tokoh agama, dan tokoh adat memainkan peran penting sebagai mediator antara norma hukum formal dan realitas sosial masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa sistem hukum keluarga Islam di Indonesia tengah bergerak menuju bentuk yang lebih progresif, responsif, dan berpihak pada nilai kemanusiaan, budaya lokal, serta kepentingan perlindungan anak secara menyeluruh.
Kata Kunci: Hadhanah, Maqashid Syariah, Adat Lokal, Maslahah, Hukum Islam, Fenomenologi
Pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labuhanbatu Utara Tentang Pembagian Harta Warisan Bagi Ahli Waris Beda Agama: Kajian Yuridis-Sosiologis
Penelitian ini bertujuan menganalisis kewarisan beda agama dalam perspektif Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labuhanbatu Utara, dengan latar belakang keberagaman sistem hukum waris di Indonesia yang meliputi hukum waris Islam, adat, dan perdata. Dalam konteks hukum Islam, perbedaan agama menjadi penghalang dalam pewarisan, sebagaimana ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Studi ini secara khusus menyoroti kasus wafatnya Bapak Salimun di Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang meninggalkan ahli waris non-Muslim, yaitu anaknya, Safril, yang telah keluar dari Islam. Berdasarkan fatwa MUI setempat, ahli waris non-Muslim tidak dapat mewarisi dari pewaris Muslim. Namun, untuk menjawab realitas sosial dan menjaga keadilan, MUI memberikan alternatif melalui hibah dan wasiat wajibah sebagai solusi pemberian hak secara syar'i kepada ahli waris non-Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan sosiologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun MUI tetap berpegang pada ketentuan fikih waris Islam, pendekatan solutif seperti wasiat wajibah menjadi sarana penting dalam menjembatani persoalan kewarisan beda agama di masyarakat. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa MUI Labuhanbatu Utara mampu memadukan prinsip syariah dan kebutuhan sosial melalui solusi seperti hibah dan wasiat wajibah. Temuannya dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam menangani kewarisan beda agama secara adil dan syar‘i.
Kata Kunci: Kewarisan Beda Agama; Majelis Ulama Indonesia (MUI); Wasiat Wajibah
The Phenomenon of Doom Spending Among Generation Z: A Review of Islamic Legal Sociology and Jasser Auda's Maqasid Syariah on Family Economic Resilience
Doom spending is an impulsive consumptive behavior that emerges as a form of escape from psychological pressure, stress, or economic uncertainty. Generation Z, as the most digitally exposed generation, is particularly susceptible to this behavior due to the strong influence of social media and digital lifestyles. This study aims to analyze the impact of doom spending on the economic resilience of Generation Z families and to examine this phenomenon through the perspective of Jasser Auda's Maqasid Syariah with an Islamic legal sociology approach. The research method used is an empirical-sociological approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that doom spending has a negative impact on the ability of families to meet basic needs, save money, and maintain financial stability. The main driving factors include fear of missing out (FOMO), digital social pressure, and low financial literacy. In Jasser Auda's sociological perspective of law, doom spending is not merely an individual moral behavior, but a social phenomenon that indicates a weak internalization of maqasid al-syariah values, particularly hifz al-māl (preserving wealth) and hifz al-'aql (preserving reason). Auda emphasizes that Islamic law is a dynamic system that connects divine values with social reality. Therefore, the solution to doom spending must be directed at social and spiritual reconstruction, by integrating the principles of maslahah (benefit), tawazun (balance), and mas'uliyyah (social responsibility) in the consumption behavior of Muslim families. This study affirms the importance of synergy between modern financial literacy and maqasid sharia values in building family economic resilience in the digital age, so that the consumption behavior of Generation Z can be directed towards sustainable and equitable prosperity.
Keywords: Doom Spending, Generation Z, Family Economic Resilience, Maqasid Sharia, Islamic Legal Sociology
Penerapan Program Edukasi Gizi dan Demonstrasi Memasak untuk Meningkatkan Praktik “Smart Breakfast” pada Siswa SD Petompon 03
Permasalahan terkait rendahnya prestasi belajar peserta didik sering kali dikaitkan dengan kondisi status gizi yang tidak optimal, terutama akibat asupan makanan yang tidak adekuat pada pagi hari. Sarapan memiliki peran penting dalam menunjang fungsi kognitif, termasuk konsentrasi, daya ingat, serta ketahanan fisik selama proses pembelajaran. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan intervensi edukatif menggunakan pendekatan quasi-eksperimental (one-group pretest–posttest) dengan dukungan metode partisipatif melalui demonstrasi memasak dan keterlibatan orang tua melalui program “Sarapan Cerdas” yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik sarapan dalam rangka mendukung peningkatan prestasi belajar siswa dikemudian hari. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Media edukasi yang digunakan terdiri atas leaflet sebagai panduan praktis bagi siswa, booklet informatif untuk orang tua, serta demonstrasi memasak menu sarapan bergizi yang aplikatif dan sesuai prinsip gizi seimbang. Evaluasi program dilakukan melalui pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa secara signifikan, dengan kategori “sangat baik” meningkat dari 68% menjadi 90%. Selain itu, orang tua menunjukkan kemampuan dalam mereplikasi menu sarapan sehat di rumah. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis sekolah yang memanfaatkan media edukatif dan melibatkan peran aktif keluarga memiliki efektivitas dalam membentuk kebiasaan makan sehat, mendukung pencapaian status gizi yang optimal, serta berkontribusi terhadap peningkatan prestasi akademik siswa
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Dan Slow Deep Breathing Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Ca Mamae Di RSUD dr.Soenono Provinsi Jawa Timur
Objective:: Preoperative patients experience a lot of anxiety due to various factors that arise. The aim of this study was to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy and slow deep breathing on reducing the anxiety level of pre-operative patients at Dr. Soedono Hospital, East Java province. Methods: The research design is Quasi experimental. The total research sample was 30 preoperative CA mammary patients. The interventions provided are Progressive Muscle Relaxation and Slow Deep Breathing. Anxiety levels were measured using a questionnaire. The analysis used is the bivariate Wilcoxon Sign Rank Test. Results:The results of the study showed that the level of anxiety before CA mammary surgery patients were given progressive muscle relaxation was 9(60%) seriously anxious and before the patients were given slow deep breathing 8(53.3%) were seriously anxious. After the intervention, 2 (13.3%) patients had the criteria for Severe Anxiety and in the slow deep breathing relaxation technique group 6 (40%) had the criteria for Severe Anxiety. Conclusion: There was an effect of progressive muscle relaxation therapy on reducing the anxiety level of preoperative CA Mamae patients with a p value. 0.001. After CA Mamae's pre-operative patient at Dr. RSUD. Soedono was given progressive muscle relaxation so his anxiety level was reduced because physical tension was reduced through muscle relaxation and induced a feeling of calm. Based on the research results, progressive muscle relaxation is recommended to reduce anxiety in preoperative CA mammary patients