Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
The HUBUNGAN HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD Dr. H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG: Hemodialisis, Kualitas Hidup, Pasien Gagal Ginjal Kronik
Introduction: In Indonesia, projections indicate that the count of individuals suffering from kidney failure is set to rise from 19,612 to 100,000 between 2014 and 2019. The occurrence of those receiving hemodialysis, both seasoned and newcomers, from January to October 2024, reached 255 new patients alongside 352 longstanding patients. However, data concerning the quality of life for chronic kidney failure patients undergoing Hemodialysis therapy is currently nonexistent and has yet to be uncovered.Purpose: It's recognized that a connection exists between hemodialysis (in terms of duration/time, frequency, and length of HD therapy) and the quality of life of patients with chronic kidney failure.Methods: This study employs a quantitative research methodology utilizing an observational design framed within a cross-sectional approach. The population considered for this investigation was gathered from January through October 2024, with a total of 255 patients, out of which the sample comprised 156 newly diagnosed chronic kidney failure patients receiving hemodialysis. The method of sampling applied was accidental sampling. The research instrument utilized is the quality of life assessment (WHOQOL-BREF), which consists of 25 items. The analysis conducted includes both univariate and bivariate analyses, utilizing the Spearman rank test.Results: Findings from the study indicated that the majority of participants underwent hemodialysis for a duration of ≥3 hours per session, totaling 143 respondents (91.7%). The majority received hemodialysis twice a week, comprising 117 respondents (75.0%). Moreover, most of the respondents had been undergoing hemodialysis for a period of 12-24 months, totaling 69 respondents (44.2%), and a significant number reported a favorable quality of life, amounting to 48 respondents (30.8%). Statistical tests utilizing the Spearman rank test for the duration/time of HD in relation to quality of life yielded a p-value of 0.001.Pendahuluan: Di Indonesia, jumlah penderita gagal ginjal diperkirakan meningkat dari 19.612 menjadi 100.000 antara tahun 2014-2019. Prevalensi yang menjalani hemodialisa di Lampung 16,64% dan menduduki urutan ke-17. Data RSUD Abdul Moeloek total pasien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisis baik lama maupun baru pada bulan Januari-Oktober 2024 berjumlah 255 pasien baru dan 352 pasien lama. Sedangkan untuk data terkait kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa belum ada dan belum ditemukan.
Tujuan: Diketahui ada hubungan hemodialisis (durasi/waktu, frekuensi, dan lama terapi HD) dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik.
Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan rancangan observational dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini di ambil dari bulan Januari sampai Oktober yang berjumlah 255 pasien dan sampel yang digunakan sebanyak 156 pasien gagal ginjal kronik baru yang menjalani hemodialisis. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Instrumen penelitian ini adalah kualitas hidup (WHOQOL-BREF) terdiri dari 25 pertanyaan. Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat yang menggunakan uji spearman rank.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjalani hemodialisis dengan durasi/waktu ≥3 jam/sesi sebanyak 143 responden (91.7%), sebagian besar responden menjalani hemodialisis dengan frekuensi 2x/minggu sebanyak 117 responden (75.0%), sedangkan sebagian besar responden yang menjalani hemodialisis dengan lama 12-24 bulan sebanyak 69 responden (44.2%) dan sebagian besar memiliki kualitas hidup baik sebanyak 48 responden (30.8%). Hasil uji statistik menggunakan spearman rank test untuk variabel durasi/waktu HD dengan kualitas hidup diperoleh p-value 0.001<0.05, sedangkan variabel frekuensi HD dengan kualitas hidup diperoleh p-value 0.000<0.05 dan variabel lama HD dengan kualitas hidup diperoleh p-value 0.000<0.05.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan hemodialisis (durasi/waktu, frekuensi, dan lama HD) dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung. Saran dari penelitian ini diharapkan pasien dapat melaksanakan terapi hemodialisa secara teratur agar tercapai kualitas hidup yang baik
REVITALISASI SOCIAL EMOTIONAL LEARNING (SEL) DALAM PENDIDIKAN ISLAM: INTEGRASI PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK KEBAHAGIAAN DAN KETAHANAN MENTAL SISWA
This research aims to revitalize the concept of Social Emotional Learning (SEL) in Islamic education through a holistic approach that integrates spiritual, social, and emotional values. This research is motivated by the increasing issue of mental health and happiness crisis among students, as well as the gap between the secular SEL approach and the spiritual dimension of Islamic education. The research method used is a literature study with content analysis to examine literature related to SEL, Islamic education, holistic approach, and the concept of happiness and mental resilience of students. The results showed that the revitalization of SEL in Islamic education can be done by integrating Islamic values such as ṣabr, tawakkal, amanah, and rahmah into SEL competencies. This integration not only strengthens the moral dimension of students, but also builds a deep inner connection with religious teachings, thus increasing students' happiness and mental resilience. The integration model of SEL and Islamic spiritual values presented in this study can be adopted by Islamic educational institutions as a framework for developing students' social-emotional competencies holistically.Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi konsep Social Emotional Learning (SEL) dalam pendidikan Islam melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan emosional. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya isu kesehatan mental dan krisis kebahagiaan di kalangan siswa, serta kesenjangan antara pendekatan SEL sekuler dengan dimensi spiritual pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi untuk menelaah literatur terkait SEL, pendidikan Islam, pendekatan holistik, serta konsep kebahagiaan dan ketahanan mental siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi SEL dalam pendidikan Islam dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman seperti ṣabr , tawakkal , amanah , dan rahmah ke dalam kompetensi SEL. Integrasi ini tidak hanya memperkuat dimensi moral siswa, tetapi juga membangun koneksi batin yang mendalam dengan ajaran agama, sehingga meningkatkan kebahagiaan dan ketahanan mental siswa. Model integrasi SEL dan nilai-nilai spiritual Islam yang disajikan dalam penelitian ini dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan Islam sebagai kerangka kerja untuk mengembangkan kompetensi sosial-emosional siswa secara holistik.
This research aims to revitalize the concept of Social Emotional Learning (SEL) in Islamic education through a holistic approach that integrates spiritual, social, and emotional values. This research is motivated by the increasing issue of mental health and happiness crisis among students, as well as the gap between the secular SEL approach and the spiritual dimension of Islamic education. The research method used is a literature study with content analysis to examine literature related to SEL, Islamic education, holistic approach, and the concept of happiness and mental resilience of students. The results showed that the revitalization of SEL in Islamic education can be done by integrating Islamic values such as ṣabr, tawakkal, amanah, and rahmah into SEL competencies. This integration not only strengthens the moral dimension of students, but also builds a deep inner connection with religious teachings, thus increasing students' happiness and mental resilience. The integration model of SEL and Islamic spiritual values presented in this study can be adopted by Islamic educational institutions as a framework for developing students' social-emotional competencies holistically
Pengaruh Personal Selling dan Marketing Public Relation terhadap Minat Nasabah Produk Tabungan Muḍārabah (TABAH) di KSPP Syariah BMT NU Cabang Galis
Dunia perbankan mengalami perkembangan yang begitu pesat khususnya lembaga keuangan syariah. Dengan semakin ketatnya tingkat persaingan antar lembaga keuangan syariah, maka lembaga keuangan syariah seperti halnya BMT NU Jawa Timur Cabang Galis harus bisa menyiapkan strategi pemasaran yang baik dan tepat sasaran. Strategi personal selling dan Marketing public relation dengan minat nasabah sangat berpengaruh, sehingga dapat menyesuaikan tentang bagaimana cara lembaga keuangan syariah yang bersangkutan untuk menarik dan mempertahankan masyarakat agar tetap mempertahankan minatnya. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah personal selling dan marketing public relation berpengaruh terhadap minat nasabah produk tabungan Muḍārabah di BMT NU cabang Galis. Tujuan dari penelitian ini untuk menanalisis pengaruh personal selling dan marketing public relation terhadap minat nasabah produk tabungan Muḍārabah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif, data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada nasabah yang menggunakan produk tabungan Muḍārabah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji kualitas data, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, serta uji hipotesis untuk mengukur pengaruh variabel bebas yaitu personal selling dan marketing public relation terhadap variabel terikat yaitu minat nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal selling dan marketing public relation secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat nasabah. Personal selling memberikan kontribusi yang lebih dominan dibandingkan marketing public relation dalam mempengaruhi minat nasabah. Temuan ini menunjukkan pentingnya strategi komunikasi yang efektif dan pendekatan personal dalam meningkatkan daya tarik produk tabungan Muḍārabah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan strategis bagi KSPP Syariah BMT NU Cabang Galis dalam mengembangkan strategi pemasaran yang lebih optimal untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah.
 
The Nexus Between a Maqashid Sharia and Islamic Green Finance: A Bibliometric Analys Is on Scopus Scientific Database
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keterkaitan antara maqashid syariah dan Islamic green finance melalui analisis bibliometrik berbasis data publikasi ilmiah di Scopus tahun 1997–2025. Urgensi penelitian ini berangkat dari kebutuhan pembiayaan hijau berlandaskan prinsip syariah sebagai solusi atas isu global, termasuk perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan tuntutan pembangunan berkelanjutan. Islamic green finance dipahami sebagai sistem keuangan etis yang tidak hanya sesuai prinsip syariah, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan melalui instrumen seperti green sukuk, green banking, dan zakat hijau. Metode penelitian menggunakan pendekatan bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan tren publikasi, jejaring kolaborasi penulis, serta kata kunci yang paling dominan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan kajian ilmiah yang mengintegrasikan maqashid syariah dengan Islamic green finance. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi kontribusi ilmiah utama, tema penelitian yang berpengaruh, serta arah pengembangan diskursus di masa depan. Hasil penelitian diharapkan menjadi landasan teoritis maupun praktis bagi akademisi, pembuat kebijakan, serta pelaku industri keuangan syariah dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, beretika, dan berkelanjutan
Pengaruh Kreativitas Proposal dan Harga Terhadap Keunggulan Bersaing dalam Proses Bidding Signal Event Indonesia
Industri event organizer di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat sejalan dengan tumbuhnya kebutuhan untuk acara yang profesional dan inovatif. Dalam kompetisi yang ketat, keberhasilan dalam mendapatkan proyek melalui proses lelang menjadi salah satu elemen kunci untuk bersaing. Signal Event Indonesia, sebagai salah satu penyelenggara acara yang aktif dalam mengikuti lelang, telah merasakan baik keberhasilan maupun kegagalan dalam proses tersebut. Data internal menunjukkan bahwa selama tahun 2023-2024, dari 120 kali lelang, perusahaan berhasil mendapatkan 73 proyek dan kalah dalam 47 proyek. Situasi ini menandakan bahwa meskipun tingkat keberhasilan telah cukup baik, masih ada kesempatan untuk peningkatan. Kreativitas dalam meramu proposal dan penentuan harga adalah dua dari beberapa faktor krusial yang memengaruhi keunggulan bersaing dalam proses lelang. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dampak kreativitas proposal dan harga terhadap keunggulan bersaing dalam proses lelang Signal Event Indonesia. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan tinjauan pustaka. Hasil data akan dianalisis dengan melakukan pengujian kualitas data, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, pengujian koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis dengan melibatkan 82 responden. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa kreativitas proposal dan harga, baik secara individual maupun bersamaan, memberikan dampak positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing dalam proses lelang Signal Event Indonesia. Variabel kreativitas proposal adalah yang paling berpengaruh terhadap keunggulan bersaing dalam proses lelang ini. Hasil dari uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa kreativitas proposal dan harga dapat mempengaruhi keunggulan bersaing dalam proses lelang Signal Event Indonesia sebesar 82,5%, sementara 17,5% sisanya dapat dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Gerakan Literasi Sekolah pada Tahap Pembiasaan di Sekolah Dasar
The research entitled “School Literacy Movement at the Habituation Stage in Elementary Schools” highlights the urgency of fostering early reading habits as a foundation to improve students’ literacy skills in elementary education. This study aims to examine the implementation of the School Literacy Movement (SLM) at the habituation stage in an elementary school (SD X) located in the city. The research design employs a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects consist of the principal, classroom teachers, and students, selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation. Data analysis used Miles & Huberman’s model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was tested through source and technique triangulation.
The findings indicate that the implementation of the SLM at the habituation stage in SD X has been carried out through several main activities, including 15 minutes of reading before lessons begin, the provision of reading corners in each classroom, the use of school bulletin boards, library optimization, community involvement such as parents and local residents, as well as the creation of a text-rich environment around the school. These activities aim to cultivate students’ reading habits, enhance their learning motivation, and develop their skills in comprehending and utilizing various types of reading materials.
Keywords: School Literacy Movement, and Habituation StagePenelitian ini berjudul “Gerakan Literasi Sekolah Pada Tahap Pembiasaan Di Sekolah Dasar”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi kegiatan GLS tahap pembiasaan SDN Madugondo. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Pemilihan informan berdasarkan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan kegiatan GLS tahap pembiasaan yang dilaksanakan di SDN Madugondo terlihat dengan melakukan kegiatan 15 menit membaca, menyediakan pojok baca di kelas, menyediakan mading, menyediakan perpustakaan, pelibatan publik, dan menciptakan lingkungan kaya teks. Tujuan pelaksanaan GLS adalah membiasakan siswa agar gemar membaca dan melatih keterampilan siswa untuk memanfaatkan beragam bacaan.
Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, dan Tahap Pembiasaa
Pembuatan dan Pemanfaatan Website sebagai Media Informasi di Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Depok Barat
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang sekaligus mengevaluasi sebuah website yang di fungsikan sebagai media informasi resmi bagi Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Depok Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui observasi dan dokumentasi. Proses pengembangan website dilakukan secara mandiri oleh peneliti, menggunakan teknologi dasar seperti HTML, CSS, dan Javasript, serta diunggah melalui layanan Netlify. Website yang dihasilkan bersifat statis dan memuat fitur-fitur utama seperti informasi struktur organisasi, program kerja, publikasi artikel kader, dan kontak resmi organisasi. Sampai bulan Juni 2025, website telah rampung secara teknis dan sedang berada dalam tahap awal evaluasi awal sebelum peluncuran resminya. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, website dinilai telah memenuhi kriteria kelayakan dan memiliki potensi besar sebagai sarana digital yang mendukung kebutuhan informasi organisasi pelajar.
Kata Kunci: Website, Media Informasi, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Digitalisasi, Organisasi Pelaja
The Rancang Bangun Mesin Pengolah Jeroan Ikan Menjadi Pupuk Organik UMKM Kenjeran
Mengingat potensi sumber daya laut dan air yang dimiliki Kota Surabaya khususnya di wilayah pesisir Kenjeran, tentunya perlu disusun strategi pengembangan dan pemeliharaan untuk menjaga kondisi lingkungan.Dengan melihat mayoritas penduduk pesisir adalah nelayan dan lebih banyak melakukan pengolahan hasil tangkapan ikan secara mandiri ataupun kelompok maka potensi limbah ikan,limbah jeroan ikan dan ikutanya membutuhkan perlakuan khusus.Dengan melihat kondisi tersebut maka di butuhkan mesin pengolah limbah ikan dan jeroan yang bisa diolah menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kesuburan tanaman . Bertitik tolak pada kondisi yang demikian maka team pengabdian UM surabaya membuat mesin tersebut dengan kapasitas 8 Kg/Jam dan sekaligus sebagai pengaduk adonan pupuk organik yang terdiri dari jeroan ikan yang sudah digiling ,sekam padi ,Air ,tanah dan bakteri EM4 kemudian difermentasi. Dari hasil fermentasi adonan tersebut kemudian dikeringkan dengan kadar air 11 % dan pupuk siap dipergunakan
SDG’s Di Desa Sehat Dengan Penerapan Konsep Hexahelix Melalui Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat
Kesehatan merupakan salah satu dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan. Satu abad kemerdekaan Indonesia tahun 2045, memiliki jumlah populasi produktif yang tinggi pada tahun 2030, sehingga penting untuk mempersiapkan kualitas remaja sebagai generasi penerus. Masa remaja adalah fase kritis yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial. Untuk menghadapi tantangan bonus demografi, kualitas remaja perlu ditingkatkan melalui edukasi kesehatan, kesadaran diri, dan keterampilan hidup. Desa Bulangkulon menghadapi berbagai masalah remaja seperti pernikahan dini, masalah kesehatan serius, dan perceraian, yang menunjukkan perlunya intervensi. Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat menggunakan pendekatan partisipatif. Prosesnya mencakup identifikasi masalah lewat survei, pemetaan pemangku kepentingan, perencanaan, implementasi program, dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan. Dalam tahap identifikasi, diperoleh kesepakatan penting bahwa Posyandu Remaja perlu mengembangkan manajemen digital. Melalui model hexahelix, kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung remaja. Pelaksanaan program mencakup pelatihan manajemen, penggunaan alat kesehatan dasar, pengadaan sarana prasarana, dan penyediaan website interaktif untuk layanan informasi. Kegiatan mencakup pelatihan tentang kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan pencegahan penyalahgunaan napza. Keberhasilan program PKM diharapkan dapat mendukung pencapaian 6 dari 17 SDGs, yaitu peningkatan kesehatan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pengurangan ketimpangan, pengembangan komunitas yang berkelanjutan, dan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama. Buku panduan dan rencana kerja tahunan akan menjadi pegangan untuk keberlanjutan Posyandu Remaja di masa depan
Edukasi Kesehatan Tentang Rokok Elektrik dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Remaja Di Kampung Jogokariyan Kota Yogyakarta
Penggunaan rokok elektrik (vape) meningkat di kalangan remaja. Vape dipandang sebagai alternatif yang modern dan "aman" dibandingkan rokok konvensional. Hal ini menjadi perhatian karena remaja adalah kelompok yang rentan terhadap pengaruh perilaku tidak sehat. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang rokok elektrik baik dampak kesehatan fisik maupun psikologis menyebabkan remaja cenderung mencoba dan memakai rokok elektrik. Tujuan pengabdian untuk memberikan informasi yang akurat seputar rokok elektrik dan dampaknya terhadap kesehatan sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman serta mengurangi penggunaan rokok elektrik pada remaja sekitar masjid Jogokaryan. Metode yang digunakan edukasi interaktif. Untuk mengukur pemahaman peserta dilakukan pre-test dan post test.
Hasil Peserta berjumlah 22 peserta, terdiri dari 13 laki-laki (59,1%) dan 9 perempuan (40,9%), dengan mayoritas berusia 15–20 tahun (90,91%). Analisis deskriptif didapatkan nilai Mean hasil pre-test sebesar 79,091 sedangkan Mean hasil post-test sebesar 90,090. Dari uji statistk Wilcoxon signed-rank test nilai p-value < 0,001 atau < nilai alpha (0,05) artinya ada perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan pos-test sehingga disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berhasil meningkatkan pengetahuan remaja.
Edukasi dengan tema ‘Rokok Elektrik dan Dampaknya terhadap Kesehatan Remaja di Kampung Jogokaryan Kota Yogyakarta’’ sangat relevan karena pengguna rokok elektrik saat ini meningkat di kalangan remaja sehingga dengan pemahaman yang akurat dan benar diharapkan menimbulkan kesadaran kaum remaja untuk berhenti merokok. Edukasi yang dilaksanakan di masjid Jogokariyan sangat tepat mengingat saat ini masjid Jogokaryan merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang menjadi rujukan nasional sehingga diharapkan dengan keberhasilan program ini dapat diterapkan sampai ke daerah lain dengan permasalahan sama.
Kata kunci: edukasi kesehatan; promosi kesehatan;pencegahan; rokok elektrik; remaja