Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN FLASHCARDS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS 7A SMP NEGERI 18 SURABAYA TAHUN 2024/2025
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara (speaking skill) siswa kelas VII A SMP Negeri 18 Surabaya melalui penggunaan media flashcards. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan data kuantitatif berupa nilai pre-test dan post-test serta data kualitatif dari angket dan wawancara siswa. Pembelajaran dilakukan dalam dua siklus tindakan dengan menggunakan metode Communicative Language Teaching (CLT) dan Contextual Teaching and Learning (CTL). Media yang digunakan meliputi flashcards analog, QR flashcards, dan penerapan game-based learning melalui aktivitas bermain kartu. Metode peer teaching juga diterapkan untuk mendukung interaksi antar siswa. Hasil analisis nilai menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar berbicara dari 46,88% pada pra-siklus menjadi 100% pada post-test siklus II, dengan rata-rata nilai meningkat dari 65,4 menjadi 83,2. Data angket mengungkapkan bahwa 78% siswa merasa kepercayaan diri mereka meningkat, 69% lebih berani berbicara, 91% sangat menyukai penggunaan flashcards, dan 88% merasa flashcards membantu pemahaman kosakata dengan mudah. Hasil wawancara mendukung temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa siswa menganggap pembelajaran dengan flashcards menyenangkan, efektif, dan memotivasi mereka untuk aktif berbicara Bahasa Inggris. Dengan demikian, penggunaan media flashcards yang dikombinasikan dengan peer teaching dan game-based learning terbukti efektif meningkatkan keterampilan berbicara, motivasi, dan kepercayaan diri siswa kelas VII A SMP Negeri 18 Surabaya
Enhancing Social Relationship Skills through Social-Emotional Learning Using PjBL Mini-Drama at X-7 SMAN 17 Surabaya
This study aims to improve the social relationship skills of Class X-7 students at SMAN 17 Surabaya by integrating Social-Emotional Learning (SEL) and Project-Based Learning (PjBL) through mini drama in narrative text in English learning. Involving 30 students, the research used a Classroom Action Research (CAR) design, including planning, implementation, observation, and reflection. Instruments included sociometric questionnaires (pre- and post-tests) and observation sheets evaluated by observers. Pre-test results showed most indicators were in the “Acceptable” to “Good” range, with the lowest score (63.34%) in students’ comfort involving unfamiliar peers. The intervention featured SEL videos, group discussions, script writing, peer feedback, and moral reflection. Observations showed active participation (90%), problem-solving (80%), and teamwork (90%). Post-test scores improved across all indicators, with “inviting unfamiliar peers” increasing to 78% and “group involvement” reaching 86.7%. These results align with Piaget’s and Vygotsky’s constructivist theories, SEL frameworks, and the effectiveness of PjBL and drama-based learning in developing communication, collaboration, empathy, conflict resolution, and advocacy. The study concludes that the PjBL Mini Drama model supported by SEL principles effectively enhances students’ social relationship skills in the English language learning context
Improving Students’ Mastery of Simple Past Tense in Recount Text Writing through Game Based Learning
This study aims to improve the recount text writing skills of tenth-grade students through the implementation of the Game-Based Learning (GBL) method using the "Treasure Hunt" game. Preliminary study conducted in class X-4 at SMAN 20 Surabaya revealed that many students experienced difficulties in accurately using the simple past tense in recount text writing. Out of 35 students, 62.86% (22 students) scored below the Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach, consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection, conducted over two cycles. In the first cycle, only 51% of students met the KKM. However, in the second cycle, after the application of GBL through the "Treasure Hunt" game, the percentage of students who met the KKM significantly increased to 97%, with an average score of 91. These results indicate that GBL effectively creates an engaging learning environment, enhances students’ motivation and active participation, and significantly improves their ability to write recount texts using the simple past tense. Therefore, the implementation of game-based learning is recommended as an alternative strategy in English language instruction, particularly for enhancing students’ writing competence
Improve of Using Animation Videos in Speaking Skill on NarrativeText forSenior High School in Class X3 SMAN 17 Surabaya
This study aims to analyze the effectiveness of using animation videostoenhance speaking skills in narrative text for Class X3 students at SMAN17 Surabaya. This research used a quantitative approach with a one-group experimental design. Data were collected through a pre-test using conventional teaching methods andapost-test after teaching with animation videos. The results showed that studentstaught with animation videos significantly improved their speaking skills, includingfluency, vocabulary, and storyline comprehension. Additionally, studentsdemonstrated higher motivation and engagement during lessons. 
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi Menulis Teks Resensi Kelas VII B SMP Muhammadiyah 11 Surabaya
Menulis merupakan salah satu keterampilan produktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang membutuhkan latihan dan ketekunan. Salah satu materi yang diajarkan di jenjang SMP adalah menulis teks resensi, yaitu teks yang berisi ulasan terhadap suatu karya. Namun, pada praktiknya, banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam menulis teks resensi karena terbatasnya motivasi, pemahaman, serta gaya belajar yang beragam. Berdasarkan pengamatan di kelas VII B SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, ditemukan keberagaman gaya belajar peserta didik, seperti visual, auditori, dan kinestetik, yang memengaruhi cara mereka menyerap informasi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan inovasi dalam pembelajaran melalui penerapan pendekatan berdiferensiasi. Pendekatan ini memungkinkan pendidik menyesuaikan materi, proses, dan produk pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, dan karakteristik siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pendekatan berdiferensiasi sebagai inovasi pembelajaran dalam materi menulis teks resensi. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik, membantu mereka memahami materi dengan cara yang sesuai, serta mendorong peningkatan hasil belajar secara menyeluruh
Peningkatan Penggunaan Media Buku Kliping terhadap Kemampuan Materi Menulis Puisi di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya
Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti, pembelajaran menulis puisi masih cenderung meminimalkan keterlibatan peserta didik sehingga siswa tidak dapat memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru yang mengakibatkan siswa tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan dalam menuliskan puisi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil menulis puisi siswa sebelum dan setelah penggunaan media buku kliping, mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis puisi siswa setelah penggunaan media buku kliping. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi keterlaksanaan, dan tes kemampuan menulis puisi siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil kemampuan menulis puisi siswa sebelum penerapan media buku kliping dikategorikan sangat rendah dan kemampuan hasil menulis puisi siswa setelah penerapan media buku kliping dikategorikan sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan, terdapat peningkatan kemampuan menulis puisi siswa setelah penggunaan media buku kliping siswa kelas VIII-B SMP Muhammadiyah 11 Surabaya
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Pendekatan Diferensiasi Ditinjau dari Gaya Belajar Peserta Didik Kelas VII-B di SMP Muhammadiyah 13 Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui pendekatan diferensiasi yang ditinjau dari gaya belajar di kelas VII-B SMP Muhammadiyah 13 Surabaya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Materi yang digunakan adalah struktur teks berita pada siklus I dan kaidah kebahasaan teks berita pada siklus II. Pada siklus I, pendekatan diferensiasi hanya berdasarkan hasil asesmen kognitif, sementara pada siklus II, pendekatan dilakukan berdasarkan gaya belajar peserta didik: visual, auditori, dan kinestetik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keaktifan peserta didik dari siklus I ke siklus II, dengan peningkatan jumlah peserta didik yang aktif dari 5 menjadi 20 orang. Peningkatan ini terlihat pada indikator perhatian, partisipasi bertanya dan menjawab, pengemukaan pendapat, dan pemecahan masalah. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan diferensiasi yang mempertimbangkan gaya belajar peserta didik secara efektif mampu meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi guru untuk mengadaptasi strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik
Penerapan Metode Klasifikasi Naive Bayes untuk Analisis Sentimen terhadap Undang-Undang ITE di Media Sosial Twitter
The Electronic Information and Transactions Law has caused much debate in Indonesia regarding freedom of expression. Through social media, especially Twitter, people often express their opinions about this law. This study uses the naive bayes classification method to analyze comments on Twitter regarding the Electronic Information and Transactions Law (ITE). The results will be compared with five research journals that use similar or different methods for sentiment analysis on social media. The data used in this study are comments, tweets, and posts on Twitter social media. This study found that the naive bayes classification method on google collab provides 94% accuracy in classifying sentiment. This comparison shows that this method is competitive with other methods such as LSTM, K-NEAREST NEIGHBOR ALGORITHM, SVM, LSTM and BiLSTM, NAIVE BAYES ALGORITHM.Undang-undang informasi dan transaksi elektronik telah menimbulkan banyak perdebatan di indonesia terkait terhadap kebebasan berekspresi. Melalui media sosial, terutama Twitter, masyarakat sering kali mengungkapkan pendapat mereka mengenai undang-undang ini. Penelitian ini menggunakan metode klasifikasi naive bayes untuk menganilisis komentar di Twitter mengenai undand-undang informasi dan transaksi elektoronik (ITE). hasilnya akan dibandingkan dengan lima jurnal peneletian yang menggunakan metode serupa atau berbeda untuk analisis sentimen di media social.data yang digunakan dalam penelitian ini adalah komentar ,tweet, dan postingan di media social twitter. Studi ini menemukan bahwa metode klasifikasi naïve bayes di google collab memberikan keakurasian 94% dalam mengklasifikasi sentimen. Perbandingan ini menunjukan bahwa metode ini kompetitif dengan metode lain seperti LSTM, ALGORITME K-NEAREST NEIGHBOR, SVM, LSTM dan BiLSTM, ALGORITMA NAIVE BAYES
Artikel Review: Formulasi dan Karakterisasi Sediaan Granul mengandung Bahan Alam
Pengembangan sediaan farmasi dalam pengobatan atau pencegahan suatu penyakit menggunakan bahan alam dengan bentuk sediaan granul telah banyak digunakan. Granul merupakan sediaan obat tersendiri, diantaranya granul instan dan granul effervescent. Bahan alam yang diformulasikan untuk dibuat suatu sediaan farmasi harus memenuhi standarisasi untuk menjamin keamanan, khasiat, dan stabilitas sediaan. Review jurnal ini dilakukan untuk memberi informasi terkait standarisasi, formulasi dan evaluasi sediaan granul yang memanfaatkan bahan alam. Metode dilakukan dengan mengkaji literatur nasional dari sumber data terstandar seperti Google scholar, Sinta, PubMed, dan Science Direct dengan acuan publikasi jurnal pada rentang tahun 2014-2024. Berdasarkan review jurnal yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pembuatan granul lebih banyak menggunakan metode granulasi basah dan sediaan granul dibuat dalam bentuk granul effervescent. dari 21 artikel yang dijadikan sumber, sebanyak 18 artikel memenuhi semua syarat dari evaluasi yang dilakukan sedangkan 3 artikel lainnya hanya memenuhi sebagian syarat uji atau parameter yang dievaluasikan
STUDI KASUS PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS KNEE SINISTRA DENGAN MODALITAS INFRA RED (IR), TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS), DAN THERABAND EXERCISE
Osteoarthritis Knee merupakan penyakit degeneratif pada sendi lutut karena adanya abrasi tulang rawan sendi dan pembentukan tulang baru pada permukaan persendian. Problemtika Osteoarthritis yaitu adanya nyeri, keterbatasan LGS, Kelemahan otot dan penurunan aktivitas fungsional. Pemeriksaan fisioterapi meliputi nyeri dengan VAS, LGS dengan goniometer, kekuatan otot dengan MMT dan aktivitas fungsional engan Indeks WOMAC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan intrvensi terhadap kondisi Osteoarthritis knee sinistra. Penelitian ini dilakukan di RSUD SOESELO Kabupaten Tegal dengan desain penelitian deskriptif analitik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan studikasus. Subjek penelitian ini adalah pasien dengan kondisi Osteoarthritis Knee sinistra dengan modalitas IR, TENS dan Theraband exercise. Metode yang digunakan untuk pengambilan data analisis data penelitian ini dengan menggunakan metode autoanamnesis. Instrumen pada penelitian in adalah nyeri, LGS, keuatan otot dan aktivitas fungsional. Dari hasil penelitian yang dilakukan sebanyak 4 kali terapi menunjukan hasil sebagai berikut (1) terdapat penuruna nyeri diam dari T1 = 3 menjadi T4 = 0, nyeri tekan dari T1 = 8 menjadi T4 = 4 dan nyeri gerak dari T1 = 8 menjadi T4= 5. (2) Adanya peningkatan kekuatan otot fleksor knee sinistra dari T1= 3 menjadi T4= 4, ekstensor knee sinistra dari T1= 3 menjadi T4= 4. (3) Tidak ada penurunan spasme. Dari T1 sampai T4 masih terdapat spasme. (4) Adanya peningkatan LGS dari T1= Sa= 5°-0°-85° Sp= 5°-0°-100° menjadi T4= Sa= 5°-0°-85° Sp= 5°-0°-100°. (5) Adanya peningkatan aktivitas daily living. T1= 79 (sangat berat) menjadi T4= 70 (berat). Simpulan penelitian diatas bahwa intervensi fisioterapi dengan modalitas IR, TENS dan Theraband exercise dapat mengurangi problematika yang timbul pada kondisi osteoarthritis.
Kata kunci: Osteoarthritis , IR, TENS, Theraband exercis