Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan model problem based learning pada siswa kelas VI C di SDN Margorejo 1 Surabaya. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas VI C, dengan objek penelitian berupa sikap kepercayaan diri dan ketuntasan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, dan tes evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa secara signifikan. Pada pra siklus, persentase kepercayaan diri siswa hanya sebesar 44% dengan kategori sangat kurang. Setelah dilakukan tindakan, meningkat menjadi 60% pada siklus I (kategori cukup baik), dan mencapai 89% pada siklus II (kategori sangat baik). Peningkatan ini juga diiringi dengan kenaikan ketuntasan hasil belajar siswa dari 46,88% pada pra siklus menjadi 59,38% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 87,5% pada siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Keliling Serta Luas Persegi Dan Persegi Panjang Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek Miniatur Taman Pada Siswa Kelas IV B SDN Kandangan 1 Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi keliling dan luas persegi serta persegi panjang melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek miniatur taman di kelas IV B SD Negeri Kandangan 1 Surabaya. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV B yang berjumlah 27 siswa. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 62,2 (pra tindakan) menjadi 72,5 (siklus I) dan 84,8 (siklus II). Presentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 37% menjadi 70% dan akhirnya 93%. Dengan demikian, pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik menggunakan Model Pembelajaran PBL berbantuan MATERVA (matematika interaktif canva)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas II Sekolah Dasar melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh media interaktif MATERVA (Matematika Interaktif Canva). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus di SDN Pacarkeling V/186 Surabaya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan tes tertulis. Instrumen evaluasi dikembangkan berdasarkan lima indikator berpikir kritis menurut Greenstein: apply, analyze, evaluate, synthesis, dan insight. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan MATERVA secara signifikan meningkatkan aktivitas guru dan siswa, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Pada siklus I, keterlaksanaan model mencapai 83,3% dan meningkat menjadi 95% pada siklus II. Kemampuan berpikir kritis siswa juga meningkat dari 69% menjadi 83,3%. Peningkatan tertinggi terdapat pada indikator synthesis dan insight, meskipun masih tergolong rendah karena keterbatasan perkembangan kognitif siswa usia dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi PBL dan MATERVA efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas rendah
Pemanfaatan Media Peta Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman IPAS Materi Cerita tentang Daerahku Melalui Pembelajaran Problem Based Learning pada Siswa kelas IV Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPAS "Cerita tentang Daerahku" melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan memanfaatkan media peta interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus di kelas IV A SDN Sawahan 1/340 Surabaya dengan jumlah 24 siswa (11 laki-laki dan 13 perempuan). Pada pra siklus, pembelajaran dilakukan oleh wali kelas dan diperoleh rata-rata nilai 69,16 dengan ketuntasan klasikal 37,5%. Pada siklus I, model PBL mulai diterapkan dengan media video dan PPT, sehingga rata-rata nilai meningkat menjadi 78,95 dan ketuntasan 66,67%. Pada siklus II, digunakan media peta interaktif dan simulasi pengiriman paket, yang berhasil meningkatkan rata-rata nilai menjadi 87,29 dan ketuntasan belajar 87,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis media konkret mampu meningkatkan hasil belajar dan pemahaman siswa secara signifikan. Dengan demikian, PBL berbasis media peta interaktif direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran IPAS untuk memperkuat keterlibatan aktif, kolaborasi, dan pemahaman konsep geografis siswa sekolah dasar
Peningkatan Pemahaman Nilai – Nilai Pancasila Melalui Media Saku Pancasila pada Siswa kelas III Sekolah Dasar
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik kelas III Sekolah Dasar melalui metode bermain peran. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbicara peserta didik yang ditunjukkan dengan kurangnya kepercayaan diri, kelancaran berbicara, serta terbatasnya penguasaan kosakata dalam mengungkapkan ide secara lisan. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes berbicara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bermain peran secara signifikan meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik, baik dari segi kepercayaan diri, kefasihan, maupun penguasaan kosakata. Dengan demikian, metode ini dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik
IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY IN RECOUNT TEXT THROUGH PROJECT-BASED LEARNING: A VIDEO PROJECT
This study aims to investigate the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) through video projects in improving junior high school students’ speaking skills in recount text. Speaking is considered the most challenging English skill due to students’ lack of confidence and fear of making mistakes. To address this, Project-Based Learning was implemented, allowing students to engage in real-world tasks by creating video recordings of their previous experiences. This method was expected to improve students’ speaking skill. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design following Kemmis and McTaggart’s model, involving planning, action, observation, and reflection stages. Conducted at a junior high school in Surabaya during the 2024/2025 academic year, the study involved class VIII-E students who initially showed low participation in speaking activities. Data were collected through classroom observations and speaking tests. The result was analyzed using both quantitative and qualitative approaches. The findings were measured by improvements in students’ speaking score after the implementation of project-based learning. The result showed that students speaking ability were improved especially in grammar, pronunciation and structure. In addition, the students were more confident in speaking English after doing and watching their own video because they noticed their mistakes and they were able to correct the mistake. Despite the improvement, the students stated that they needed more speaking activities to enhanced their fluency in speaking English. 
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TEMPAT WISATA DI KOTA SURABAYA TERHADAP HASIL KARYA PUISI SISWA KELAS VIII-A DI SMP MUHAMMADIYAH 13 SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media gambar tempat wisata di Kota Surabaya terhadap kualitas hasil karya puisi siswa kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 13 Surabaya. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus dengan pendekatan pembelajaran berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) yang mengaitkan latar belakang budaya lokal siswa dengan materi pembelajaran. Pada pra-siklus, siswa menulis puisi tanpa media pendukung dan menunjukkan hasil yang rendah. Pada siklus I, siswa diberi gambar wisata yang telah ditentukan, sedangkan pada siklus II siswa bebas memilih gambar tempat wisata di Surabaya sesuai pengalaman pribadi mereka. Hasil menunjukkan bahwa media gambar membantu siswa dalam mengekspresikan ide, imajinasi, dan emosi, baik berupa kenangan menyenangkan maupun kritik terhadap kondisi tempat wisata di Surabaya. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 65 (pra-siklus) menjadi 75 (siklus I) dan 84 (siklus II). Persentase kelulusan siswa berdasarkan KKM 75 juga mengalami peningkatan, yaitu dari 28% pada pra-siklus menjadi 62,5% pada siklus I dan 87,5% pada siklus II. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa lebih termotivasi, kreatif, dan mudah menulis puisi. Penggunaan media gambar dan pengalaman lokal terbukti efektif meningkatkan kualitas puisi sekaligus menjadi sarana ekspresi personal yang bermakna
Implementasi Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) dan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam Pembelajaran Menulis Resensi Buku Fiksi di Kelas VII A SMP Muhammadiyah 15 Surabaya
Peserta didik kerap menghadapi kesulitan dalam memahami struktur resensi, menganalisis, serta menuangkan ide ke dalam tulisan, khususnya pada materi resensi buku fiksi. Tantangan ini bersumber dari keterbatasan pemahaman kritis isi buku dan kurangnya keterampilan menulis. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan mengukur efektivitas pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) dan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam meningkatkan kemampuan menulis resensi buku fiksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing dua pertemuan, melibatkan 30 peserta didik kelas VII A di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi untuk memantau proses pembelajaran dan lembar penilaian untuk mengukur hasil belajar. Analisis data diterapkan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar kelompok dari siklus I ke siklus II, dengan nilai rata-rata melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Peningkatan ini juga diikuti oleh peningkatan keaktifan belajar peserta didik selama proses pembelajaran. Disimpulkan bahwa implementasi pendekatan TaRL dan CRT efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran menyusun resensi buku fiksi serta meningkatkan partisipasi aktif peserta didik
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi melalui Media Gambar Berseri pada Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Surabaya dengan memanfaatkan media gambar berseri. Keterampilan menulis sebagai salah satu elemen penting dalam pengajaran Bahasa Indonesia harus ditingkatkan secara terencana agar siswa dapat menyampaikan ide dengan logis dan terstruktur. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 23 siswa kelas IX. Instrumen pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes tulis. Temuan penelitian menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan dalam kemampuan menulis teks eksplanasi. Persentase siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mengalami peningkatan dari 30,43% di pra siklus, menjadi 52,17% di siklus I, dan mencapai 73,91% di siklus II. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan media gambar berseri efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi secara teratur dan saling terkait
Upaya Pengawasan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Badung dalam Pencegahan dan Penindakan Pelanggaran Pemilu Tahun 2024
Pelaksanaan Pemilu tahun 2024 merupakan sarana perwujudan demokrasi di Indonesia dan menjadi sejarah terlaksananya pemilu secara serempak untuk pemilihan legiskatif dan pemilihan presiden-wakil presiden. Meski demikian, catatan pelaksanaan pemilu sebelumnya menemukan pelanggaran pemilu yang kerap kali berulang dan potensial kembali terjadi pada Pemilu tahun 2024. Oleh karena itu tujuan kegiatan pengabdian adalah memetakan hambatan pelaksanaan pemilu, beserta upaya pencegahan dan penindakan yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Badung. Adapun 5 (lima) jenis hambatan pelaksanaan pemilu yaitu berkaitan dengan netralitas Aparatur Sipil Negara, kendala penyelenggaraan teknis, politik uang, politik identitas, dan kendala Kesehatan. Oleh karena itu upaya pengawasan dilakukan Bawaslu Kabupaten Badung secara komprehensif dengan melibatkan partisipasi masyarakat aktif yang memudahkan dalam melakukan pengawasan langsung. Sarana yang disediakan dalam pengawasan langsung oleh masyarakat meliputi penggunaan aplikasi Siwaskam sebagai sarana pelaporan online. Selanjutnya Bawaslu juga melaksanakan penyebaran kuisioner melalui Google Form, dan pendirian forum warga di tiap lingkungan. Selanjutnya Bawaslu Kabupaten Badung juga mendirikan ruangan Pojok Pengawasan sebagai sarana dan prasarana sebagai tempat penyimpanan dokumentasi mengenai pengawasan Pemilu dan pemantauan hasil Pemilu, serta dapat dimanfaatkan sebagai perpustakaan digital