Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    Implementasi Lagu “Rumah” Karya Salma Salsabil dan “Kembali Pulang” Karya Suara Kayu dan Feby Putri dalam Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)

    Get PDF
    This study aims to understand the use of the song "Rumah" written and performed by Salma Salsabil, and the song "Kembali Pulang," a collaborative work between Suara Kayu and Feby Putri, in Teaching Indonesian as a Foreign Language (BIPA). The main focus of this study is how these two songs can enhance Indonesian language skills, such as speaking, reading, listening, and writing, while also introducing Indonesian cultural values like togetherness, family bonds, and the longing for one's hometown. A qualitative approach with content analysis is employed to explore the application of these songs in BIPA learning. The song "Rumah" is suitable for beginner learners, while "Kembali Pulang" is more appropriate for intermediate to advanced learners. Both songs convey important messages about the values of family and the experience of being away from home in Indonesian social life. Through these songs, learners not only improve their language skills but also gain an understanding of emotional expressions in Indonesian, such as longing and exhaustion. Therefore, the use of songs as a media for BIPA learning proves to be an effective way to introduce both the Indonesian language and culture in an enjoyable and practical manner.Abstrak Kajian ini dihadirkan dalam rangka memahami penggunaan lagu "Rumah" yang ditulis dan dinyanyikan Salma Salsabil dan lagu "Kembali Pulang" karya kolaborasi antara Suara Kayu dan Feby Putri untuk Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Fokus utama kajian pada potensi kedua lagu dalam meningkatkan keterampilan bahasa Indonesia, seperti berbicara, membaca, menyimak, dan menulis, serta memperkenalkan nilai budaya Indonesia, seperti kebersamaan, kekeluargaan, dan kerinduan kampung halaman. Pendekatan kualitatif dengan analisis konten digunakan untuk mengeksplorasi penerapan kedua lagu ini dalam pembelajaran BIPA. Lagu "Rumah" cocok untuk pembelajar tingkat pemula, sementara "Kembali Pulang" lebih sesuai untuk menengah hingga mahir. Kedua lagu ini menyampaikan pesan penting nilai kekeluargaan dan perantauan dalam kehidupan sosial. Melalui lagu, pemelajar tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga memahami ekspresi emosi dalam bahasa Indonesia, seperti kerinduan dan kelelahan. Dengan demikian, penggunaan lagu sebagai media pembelajaran BIPA terbukti efektif untuk mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia secara menyenangkan dan aplikatif. Kata kunci: Implementasi, lagu, BIPA   Abstrack This study is presented to understand the use of the song "Rumah" written and sung by Salma Salsabil and the song "Kembali Pulang" a collaboration between Suara Kayu and Feby Putri for Teaching Indonesian for Foreign Speakers (BIPA). The main focus of the study is the potential of both songs in improving Indonesian language skills, such as speaking, reading, listening, and writing, as well as introducing Indonesian cultural values, such as togetherness, family, and homesickness. A qualitative approach with content analysis is used to explore the application of these two songs in BIPA learning. The song "Rumah" is suitable for beginner level learners, while "Kembali Pulang" is more suitable for intermediate to advanced levels. Both songs convey important messages about the value of family and migration in social life. Through songs, learners not only improve their language skills but also understand emotional expressions in Indonesian, such as longing and tiredness. Thus, the use of songs as a medium for BIPA learning is proven to be effective in introducing Indonesian language and culture in a fun and applicable way. Keyword:  Implementation, songs, BIP

    Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Kegiatan Discovery Learning dengan Menonton (MPBKM)

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini mengkaji implementasi Model Pembelajaran Discovery dengan Kegiatan Menonton (MPBKM) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D), data dikumpulkan melalui observasi kelas dan kuesioner skala Likert terhadap siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% siswa mengalami peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan menulis, sementara 45% sangat terlibat dalam pembelajaran, 40% terlibat secara moderat, dan 15% memiliki keterlibatan rendah akibat kesulitan dalam adaptasi teknologi. Tantangan yang diidentifikasi meliputi adaptasi teknologi (15%), manajemen kelas, dan waktu pembelajaran yang lebih lama. Meskipun demikian, MPBKM secara signifikan meningkatkan motivasi dan berpikir kritis siswa. Untuk mengoptimalkan efektivitasnya, diperlukan peningkatan pelatihan literasi digital dan strategi implementasi yang lebih terstruktur. Studi ini mendukung penggunaan model pembelajaran berbasis multimedia interaktif guna meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kata kunci: Discovery learning, kegiatan menonton, kurikulum merdeka, pembelajaran bahasa Indonesia   ABSTRACT This study examines the implementation of the Discovery Learning Model with Watching Activities (MPBKM) in Indonesian language learning under the Independent Curriculum. Using a Research and Development (R&D) approach, data were collected from eighth-grade students through classroom observations and Likert-scale questionnaires. The results show that 85% of students demonstrated improved comprehension and writing skills, while 45% were highly engaged, 40% moderately engaged, and 15% showed low engagement due to difficulty adapting to digital media. Challenges identified include technology adaptation (15%), classroom management issues, and extended instructional time. Despite these challenges, MPBKM significantly enhanced student motivation and critical thinking. To optimize its effectiveness, improvements in digital literacy training and structured implementation strategies are necessary. This study supports the integration of interactive multimedia-based learning models to improve student engagement and learning outcomes in Indonesian language education Keyword: Discovery learning, watching activities, merdeka curriculum, Indonesian language learnin

    Variasi Bahasa para Konten Kreator di Media Sosial Facebook

    Get PDF
    The use of language variations for content creators is one of the choices to provide uniqueness in each content created. The choice of language is evident in several variations, including Indonesian, Sasak, code switching from Indonesian to regional languages, and the use of slang. This study aims to describe the various language variations that are the choice of content creators on Facebook social media. The method in this study is documentation and data transcription. The results of this study are to describe the languages ​​​​that are the choice of content creators on Facebook social media, as well as to describe the factors causing these language variations.        ABSTRAK Penggunaan variasi Bahasa bagi konten kreator merupakan salah satu pilihan untuk memberikan keunikan tersendiri dalam setiap konten yang dibuat. Pilihan Bahasa dilihat dari beberapa variasi yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Sasak, adanya penggunaan alih kode dari Bahasa Indonesia kemudian menggunakan Bahasa Daerah, penggunaan Bahasa gaul. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai variasi Bahasa yang menjadi pilihan bagi konten kreator di media sosial Facebook. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan tahapan simak, catat, dokumentasi serta analisis dokumen . Hasil penelitian menunjukkan beberapa variasi bahasa yang dipergunakan oleh para konten kreator. Variasi bahasa tersebut menunjukkan identitas serta tema dalam penggunaan konten yang mereka buat. Konten-konten yang berhubungan dengan variasi bahasa masing-masing menunjukkan juga salah satu ciri khas para konten kreator. Kata kunci: Variasi bahasa, konten kreator Facebook   ABSTRACT The use of language variations for content creators is one of the choices to provide uniqueness in each content created. The choice of language is seen from several variations, namely Indonesian, Sasak, the use of code switching from Indonesian to using regional languages, the use of slang. This study aims to describe the various language variations that are the choice for content creators on Facebook social media. The method in this study is descriptive qualitative using the stages of observing, recording, documenting and document analysis. The results of the study show several language variations used by content creators. These language variations show the identity and theme in the use of the content they create. Content related to each language variation also shows one of the characteristics of content creators. Keyword: Variation, Facebook content creator

    PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL STORYTELLING INTERAKTIF: PEMAHAMAN NILAI-NILAI MORAL ANAK USIA DINI DI TK BHAYANGKARI 3 KOTA PEKANBARU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan media digital storytelling interaktif berbasis aplikasi ChatterKid dalam meningkatkan pembelajaran moral pada anak usia dini. Pembelajaran moral merupakan aspek penting dalam perkembangan anak, dan teknologi digital menawarkan cara inovatif untuk menyampaikan nilai-nilai moral dengan cara yang menarik dan interaktif. Aplikasi ChatterKid digunakan untuk memungkinkan anak-anak membuat cerita dengan gambar yang dapat berbicara, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam mengisahkan dan memahami cerita moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan melibatkan sejumlah anak usia dini sebagai sampel. Media digital storytelling yang dikembangkan dengan ChatterKid dirancang untuk menggabungkan narasi moral dengan elemen interaktif yang memungkinkan anak berpartisipasi aktif dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatterKid secara signifikan meningkatkan pemahaman anak terhadap nilai-nilai moral seperti empati, kejujuran, dan rasa hormat. Respon positif dari anak dan keterlibatan mereka dalam cerita juga menunjukkan potensi besar aplikasi ini dalam pembelajaran moral pada anak usia dini. Temuan ini menyarankan bahwa penggunaan ChatterKid sebagai media digital storytelling interaktif dapat menjadi alat efektif dalam pendidikan moral di tingkat PAUD, serta menjadi referensi bagi pendidik dan orang tua dalam mendukung perkembangan moral anak melalui teknologi

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMAN 2 SETU KABUPATEN BEKASI

    Get PDF
    The skill that is currently still difficult for students to master in Indonesian language learning is writing skills. This research aims to describe the implementation of the experiential learning model in improving the writing ability of negotiation texts for grade X students of SMAN 2 Setu, Bekasi Regency. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method. The sampling technique in this study is purposive sampling. The sample used is class X 1 as the experimental group and class X 7 as the control group. Data collection techniques in this study consist of interviews, tests, questionnaires, and documentation. The instrument used is one essay question. The learning activities in the experimental class use the experiential learning model. Based on the results of hypothesis analysis, the significance value < 0.001 < 0.05 shows a significant difference between the experimental and control classes. This means that H0 is rejected and H1 is accepted. Furthermore, the experimental class achieved a higher mean score, namely 79.85 compared to the control class which only scored 57.35. The improvement observed in this study can be seen from the ability of the experimental class students to write negotiation texts after applying the experiential learning model. The experimental class students were able to write negotiation texts by paying attention to the relevance of content; the use of capital letters, spelling, and punctuation; the characteristics of negotiation texts; the structure of negotiation texts; as well as considering the linguistic elements of negotiation texts compared to the control class.Keterampilan yang saat ini masih sulit dikuasai siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu keterampilan menulis. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran experiential learning dalam meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMAN 2 Setu Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan sampel kelas X 1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X 7 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari wawancara, tes, angket dan dokumentasi. Adapun instrumen yang digunakan, yaitu satu soal uraian. Kegiatan pembelajaran di kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran experiential learning. Berdasarkan hasil analisis hipotesis, nilai signifikansinya < 0,001 < 0,05 memperlihatkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Selain itu, kelas eksperimen mendapatkan skor mean yang lebih tinggi, yaitu 79,85 dibandingkan kelas kontrol hanya sebesar 57,35. Peningkatan yang terjadi di dalam penelitian ini dapat terlihat dari kemampuan siswa kelas eksperimen dalam menulis teks negosiasi setelah diterapkan model pembelajaran experiential learning. Siswa kelas eksperimen mampu menulis teks negosiasi dengan memperhatikan kesesuaian isi; penggunaan huruf kapital, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca; ciri-ciri teks negosiasi; struktur teks negosiasi; serta memperhatikan unsur kebahasaan teks negosiasi dibandingkan kelas kontrol

    Optimizing Employee Performance through Work Environment and Work Motivation in the Denim Inspect Department of PT Apac Inti Corpora

    Get PDF
    Employee performance refers to the extent to which employees accomplish their tasks within a specific period. This study investigates the influence of democratic leadership style, work environment, and employee motivation on employee performance in the Inspect Denim Department of PT. Apac Inti Corpora. Data were collected using a Likert-scale questionnaire distributed to 80 employees through a total sampling method, and analyzed with multiple linear regression. The results show that: (1) democratic leadership style has a statistically less significant effect on employee performance, (2) the work environment has a positive and significant impact on employee performance, and (3) employee motivation also has a positive and significant effect on performance. These findings highlight the importance of supportive working conditions and motivation in enhancing employee performance, while indicating that leadership style may play a less central role in this contextEmployee performance refers to the extent to which employees accomplish their tasks within a specific period. This study investigates the influence of democratic leadership style, work environment, and employee motivation on employee performance in the Inspect Denim Department of PT. Apac Inti Corpora. Data were collected using a Likert-scale questionnaire distributed to 80 employees through a total sampling method, and analyzed with multiple linear regression. The results show that: (1) democratic leadership style has a statistically less significant effect on employee performance, (2) the work environment has a positive and significant impact on employee performance, and (3) employee motivation also has a positive and significant effect on performance. These findings highlight the importance of supportive working conditions and motivation in enhancing employee performance, while indicating that leadership style may play a less central role in this contex

    THE DISCOURSE OF ENVIRONMENTAL AWARENESS IN ENGLISH TEXTBOOKS

    Get PDF
    This paper investigates the environmental awareness discourse in English textbooks used in Indonesian junior high school education. The primary goal is to evaluate how well this book delivers environmental awareness discourse to 7th grade junior high school pupils. We concentrated our multimodal critical discourse analysis on the topics and discursive capacities of the textbook's texts and visuals. This study investigates the extent to which environmental-related texts inspire profound environmental understanding, using the forms of environmental discourse outlined by Curdt-Christiansen (2021). This study's conclusion emphasizes the importance of increasing environmental understanding among Indonesian students and encouraging healthy environmental behavior. The study's consequences are recommendations for textbook authors (authors and publishers) and textbook users (parents, instructors, and school stakeholders) to critically raise environmental knowledge.Artikel ini menganalisis wacana kesadaran lingkungan dalam buku teks bahasa Inggris yang digunakan secara nasional pada pendidikan sekolah menengah pertama di Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk mengkaji bagaimana buku ini menyampaikan wacana tentang kepedulian lingkungan kepada siswa kelas 7 SMP. Kami memfokuskan analisis wacana kritis multimodal kami pada tema dan kemampuan diskursif teks dan gambar yang digambarkan dalam buku teks. Berdasarkan jenis wacana lingkungan hidup yang dikemukakan oleh Curdt-Christiansen (2021), penelitian ini mengkaji sejauh mana teks terkait lingkungan hidup mendorong pemahaman lingkungan hidup yang mendalam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menekankan perlunya peningkatan pengetahuan lingkungan di kalangan pelajar Indonesia dan mendorong perilaku lingkungan yang sehat. Implikasi dari penelitian ini adalah saran bagi penulis buku teks (penulis dan penerbit) dan pengguna buku teks (orang tua, guru, dan pemangku kepentingan sekolah) agar secara kritis meningkatkan kesadaran lingkungan

    META-SINTESIS: SELF-ESTEEM DALAM HARD SKILL MATEMATIK SISWA

    Get PDF
    Challenges in mathematics education are becoming increasingly complex, particularly in achieving a balance between students’ hard skills and soft skills. One crucial aspect of soft skills is self-esteem. This article aims to examine the relationship between self-esteem and students’ mastery of mathematical hard skills through a meta-synthesis approach. Data were collected from articles published between 2020 and 2025, focusing on self-esteem in the context of mathematics proficiency. The search strategy utilized the Publish or Perish software, Google Scholar, and the PRISMA 2020 framework. The analysis results indicate that self-esteem has a positive impact on the mastery of mathematical hard skills by fostering students’ confidence, creativity, and learning independence. This study highlights the importance of incorporating affective aspects—particularly self-esteem—into instructional strategies to optimally support students’ cognitive abilitiesTantangan dalam pendidikan matematika semakin lama semakin kompleks, khususnya dalam membentuk keseimbangan antara hard skill dan soft skill siswa. Salah satu aspek penting dari soft skill adalah self-esteem. Artikel ini bertujuan untuk meninjau keterkaitan antara self-esteem dan penguasaan hard skill matematika siswa melalui pendekatan meta-sintesis. Data dikumpulkan dari artikel-artikel yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025 dengan fokus pada self-esteem dalam konteks penguasaan matematika. Strategi pencarian menggunakan perangkat lunak Publish or Perish, Google Scholar, dan PRISMA 2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-esteem berpengaruh positif terhadap penguasaan hard skill matematika, mendorong kepercayaan diri, kreativitas, dan kemandirian belajar siswa. Studi ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang juga memperhatikan aspek afektif terutama self-esteem dalam mendukung kemampuan kognitif siswa secara optima

    Peningkatan Kualitas Ecoprint Melalui Penggunaan Mordan Epsom di UMKM Aiseco Sumbersekar Kabupaten Malang

    Get PDF
      Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang merupakan wilayah yang memiliki potensi pengembangan ekonomi kreatif berbasis ecoprint. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk ecoprint yang dihasilkan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Aiseco di Desa Sumbersekar melalui pelatihan penggunaan mordan Epsom (Magnesium Sulfat). Permasalahan yang dihadapi mitra adalah hasil warna ecoprint yang kurang tajam, cepat pudar, dan kurang konsisten. Pelatihan difokuskan pada teknik penggunaan mordan Epsom untuk memperkuat penyerapan zat warna alami dari daun dan bunga ke media kain. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor ketajaman warna dari 2,0 menjadi 4,0, serta 90% peserta menyatakan menggunakan mordan  Epsom tampak lebih tajam. Selain itu, 80% peserta menyatakan proses mudah diterapkan kembali secara mandiri.dan lebih konsisten kualitasnya. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produk ecoprint kain di UMKM Aiseco, tetapi juga mendorong inovasi produk ramah lingkungan berbasis kearifan lokal, meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha, serta membuka peluang pasar melalui jejaring digital dan kerjasama dengan toko oleh-oleh lokal. Dengan demikian, pelatihan ini dapat meningkatkan daya saing produk unggulan ecoprint UMKM Aiseco dan menjadi model pengembangan berkelanjutan bagi pelaku usaha sejenis di sektor kerajinan ramah lingkungan

    Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Digital untuk SMA di Lingkungan YPDM Pasundan Bandung

    Get PDF
      Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk “Pelatihan Pengembangan Bahan dan Media Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA/SMK Berbasis Digital”. Pelatihan ini  dilatarbelakangi oleh  rendahnya prestasi siswa  dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu penyebabnya, karena media pembelajaran yang masih konvensional, tidak menarik, dan tidak bervariasi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan dan media pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan  metode  Participatory Action Research. Peserta pelatihan sebanyak 26 orang. Melalui partisipasi, aksi, dan replektif, peserta dapat memperoleh pengalaman mengembangkan bahan dan media pembelajaran digital. Berdasarkan hasil pelatihan, diperoleh data, seluruh peserta pelatihan 26 orang (100%) mampu membuat media flipbook anyplif. Peserta juga membuat media lainnya yakni 13 orang (50 %) membuat media Wordwall, sebanyak 5 orang (19,23 %) membuat media Prezi,  sebanyak  5 orang (19,23 %) membuat media  Powtoon, dan sebanyak 4 orang  (15,38 %) membuat media Gamma  AI. Hasil penilaian  produk bahan dan media digital yang meliputi: aspek desain, konten, teknis, dan  kegunaan, sebanyak 23 orang (88,46%) sudah baik, sedangkan 3 orang (11,54 %) masih kurang baik. Berdasarkan hasil pelatihan tersebut, dapat disimpulkan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan berhasil dan  mampu meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia di SMA, di lingkungan YPDM Pasundan dalam mengembangkan bahan dan media digital

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇