Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    Peningkatan Pemahaman SMA Negeri 3 Kota Ternate Tentang Pemilihan Kosmetik yang Tepat: Cara Membaca Label Kosmetik Yang Tepat

    Get PDF
    Kosmetik adalah sediaan atau bahan yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia contohnya seperti pada epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar, serta gigi dan membran mukosa mulut, terutama untuk membersihkan, memberi aroma dan memperbaiki bau badan, merubah penampilan, serta melindungi dan menjaga tubuh agar tetap  dalam kondisi baik. Adapun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA Negeri 3 Kota ternate tentang cara pemelihan kosmetik yang tepat. Metode yang digunakan pada pelaksanaan pengabdian ini adalah metode ceramah dan tanya jawab, dimana peserta diberikan edukasi mengenai bagaimana tata cara melihat dan membaca label kosmetik yang tepat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini secara garis beras dapay dikatakan baik dengan persentasi peserta yang hadir adalah 95%. Dari sosialisasi yang dilakukan terdapat peningkatan pengetahuan dari peserta tentang tata cara membaca label kosmetik yang tepat dengan melakukan pengecekan langsung pada produk kosmetik yang telah disediakan. Dari kegiatan PKM ini dapat disimpulkan bahwa peserta yang telah mengikuti kegiatan ini telah mengetahui bagaimana cara membaca label kosmetik yang tepat dan aman untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari

    Mindfulness-Based Therapy dalam Penanganan Depresi Remaja: Literature Review

    Get PDF
    Objective: to explore the effectiveness of mindfulness-based therapy in reducing depressive symptoms among adolescents through a literature review. Methods: This article used a descriptive qualitative design with a literature review method, analyzing 12 scientific articles published between 2018 and 2023 that met inclusion criteria. Data were collected from EBSCO, ProQuest, PubMed, and Google Scholar database and analyzed using a thematic approach. Results: From a total of 84 articles found in the initial search, a screening process was carried out based on titles, abstracts, and the availability of full text. After going through the selection process, 30 articles were studied in depth, and a total of 12 articles met all the inclusion criteria for adolescents aged 10-19 years as the main participants and were published within the period 2018-2023. Articles that do not meet the criteria, such as editorials, opinions, non-scientific reviews, and studies that do not explicitly list MBT outcomes or interventions, are excluded from the final analysis. The results of the synthesis show that Mindfulness-Based Therapy (MBT) consistently has a positive impact in reducing symptoms of depression in adolescents  Conclusion: MBT is a promising and adaptive intervention for holistically addressing adolescent depression. Integrating MBT into school programs and community-based counseling is recommended as a preventive and promotive mental health strategy.Tujuan: untuk mengeksplorasi efektivitas terapi berbasis mindfulness dalam mengurangi gejala depresi pada remaja melalui tinjauan pustaka. Metode: Artikel ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan metode tinjauan pustaka, menganalisis 12 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018 dan 2023 yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan dari basis data EBSCO, ProQuest, PubMed, dan Google Scholar dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil: Dari total 84 artikel yang ditemukan pada penelusuran awal, dilakukan proses penyaringan berdasarkan judul, abstrak, dan ketersediaan teks lengkap. Setelah melalui proses seleksi, 30 artikel dipelajari secara mendalam, dan total 12 artikel memenuhi semua kriteria inklusi untuk remaja berusia 10-19 tahun sebagai partisipan utama dan diterbitkan dalam periode 2018-2023. Artikel yang tidak memenuhi kriteria, seperti tajuk rencana, opini, tinjauan nonilmiah, dan studi yang tidak secara eksplisit mencantumkan hasil atau intervensi MBT, dikecualikan dari analisis akhir. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Terapi Berbasis Perhatian Penuh (MBT) secara konsisten memiliki dampak positif dalam mengurangi gejala depresi pada remaja Kesimpulan: MBT merupakan intervensi yang menjanjikan dan adaptif untuk mengatasi depresi remaja secara holistik. Mengintegrasikan MBT ke dalam program sekolah dan konseling berbasis masyarakat direkomendasikan sebagai strategi kesehatan mental preventif dan promotif

    RELATIONSHIP BETWEEN IMPLEMENTATION OF NURSING ROUNDS AND PATIENT SATISFACTION IN INPATIENT ROOMS

    No full text
    Objective : The purpose of the study was to determine the relationship between the implementation of nursing rounds and patient satisfaction in the Darussalam 5 room of Al Islam Hospital Bandung. Methods : This type of research is correlational with a cross sectional approach. The number of samples in this study were 30 respondents. Sampling technique with quota sampling method. The patient satisfaction instrument uses the patient satisfaction with nursing care quality questionnaire (PSNCQQ) while the nursing rounds instrument uses standardized instruments at Al Islam Hospital Bandung . The analysis used was univariate and bivariate analysis using the fisher exact test. Results : Showed that there was a relationship between the implementation of nursing rounds and patient satisfaction (p=0.002), this indicates that there is a relationship between the implementation of nursing rounds and patient satisfaction in the Darussalam 5 room of Al Islam Hospital Bandung Conclusion : The implementation of nursing rounds by nurses is related to patient satisfaction.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan ronde keperawatan dengan kepuasan pasien di Ruang Darussalam 5 Rumah Sakit Al Islam Bandung.Metode : Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel dengan metode quota sampling. Instrumen kepuasan pasien menggunakan kuesioner kepuasan pasien terhadap mutu asuhan keperawatan (PSNCQQ) sedangkan instrumen ronde keperawatan menggunakan instrumen yang terstandar di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Fisher exact.Hasil : Menunjukkan adanya hubungan antara pelaksanaan ronde keperawatan dengan kepuasan pasien (p=0,002), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pelaksanaan ronde keperawatan dengan kepuasan pasien di Ruang Darussalam 5 Rumah Sakit Al Islam Bandung.Kesimpulan : Pelaksanaan ronde keperawatan oleh perawat berhubungan dengan kepuasan pasien

    Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Hipertensi Pada Remaja Di Smk Muhammadiyah Singosari Kabupaten Malang

    Get PDF
    Objective: to identify the relationship between Body Mass Index and hypertension in adolescents at SMK Muhammadiyah Singosari Malang Regency. Methods: This article is a quantitative study using a descriptive analytical design with a cross-sectional study approach. The sample in this study was 74 students at SMK Muhammadiyah Singosari Malang obtained from the simple random sampling technique. Data collection was carried out by analytical survey and observation with an instrument in the form of an observation sheet. The statistical test used in this study was the Chi Square Test which was used to determine the relationship between body mass index and the incidence of hypertension in adolescents at SMK Muhammadiyah Singosari Malang Regency.  Results: the number of adolescents detected to have prehypertension was 30 students or 40.5% and 11 adolescents had hypertension with blood pressure between 130/80 - 160/100 mmHg. Adolescents who were detected to have high blood pressure had an overweight and obesity BMI of 1, namely 10 adolescents who had an overweight BMI with prehypertension then 5 pre-hypertension adolescents with an obesity BMI of 1. In addition, 3 other adolescents had an overweight BMI and were detected to have grade 1 hypertension and 4 adolescents had an obesity BMI with grade 1 hypertension blood pressure. The results of the chi square test analysis were ρ = (0.000) < (0.005) so that the decision of the Ha hypothesis was accepted, namely that there was a relationship between body mass index and the incidence of hypertension in adolescents at SMK Muhammadiyah Singosari, Malang Regency. Conclusion: Almost half of the adolescent students experience prehypertension and this is related to their body mass, so it can be concluded that there is a relationship between body mass index and hypertension in adolescents at SMK Muhammadiyah Singosari, Malang Regency.Objective: to identify the relationship between Body Mass Index and hypertension in adolescents at SMK Muhammadiyah Singosari Malang Regency. Methods: This article is a quantitative study using a descriptive analytical design with a cross-sectional study approach. The sample in this study was 74 students at SMK Muhammadiyah Singosari Malang obtained from the simple random sampling technique. Data collection was carried out by analytical survey and observation with an instrument in the form of an observation sheet. The statistical test used in this study was the Chi Square Test which was used to determine the relationship between body mass index and the incidence of hypertension in adolescents at SMK Muhammadiyah Singosari Malang Regency.  Results: the number of adolescents detected to have prehypertension was 30 students or 40.5% and 11 adolescents had hypertension with blood pressure between 130/80 - 160/100 mmHg. Adolescents who were detected to have high blood pressure had an overweight and obesity BMI of 1, namely 10 adolescents who had an overweight BMI with prehypertension then 5 pre-hypertension adolescents with an obesity BMI of 1. In addition, 3 other adolescents had an overweight BMI and were detected to have grade 1 hypertension and 4 adolescents had an obesity BMI with grade 1 hypertension blood pressure. The results of the chi square test analysis were ρ = (0.000) < (0.005) so that the decision of the Ha hypothesis was accepted, namely that there was a relationship between body mass index and the incidence of hypertension in adolescents at SMK Muhammadiyah Singosari, Malang Regency. Conclusion: Almost half of the adolescent students experience prehypertension and this is related to their body mass, so it can be concluded that there is a relationship between body mass index and hypertension in adolescents at SMK Muhammadiyah Singosari, Malang Regency

    Hubungan Self Regulated Learning Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Keperawatan

    Get PDF
    Academic procrastination is a common issue among students, negatively impacting motivation, increasing stress levels, and leading to suboptimal academic performance. Self-regulated learning is regarded as an effective strategy to address this problem, as it encourages students to manage their learning process independently, including planning, implementation, and self-evaluation. This study aims to analyze the relationship between self-regulated learning and academic procrastination among nursing students. It employed an analytical correlation design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 124 students selected through stratified random sampling. The independent variable was self-regulated learning, while the dependent variable was academic procrastination. Data collection was conducted using the Academic Procrastination Scale (APS) questionnaire and a self-regulated learning scale questionnaire. Data analysis was performed using the Spearman rank test. The findings indicate that the majority of students exhibited a moderate level of self-regulated learning (96 students, 77.4%) and academic procrastination (96 students, 77.4%). Statistical analysis yielded a value of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient (r) = -0.397, indicating a negative relationship between self-regulated learning and academic procrastination among nursing students. These results suggest that students should develop a greater awareness of their academic responsibilities and set clear learning goals. Future research is recommended to explore the role of conscientiousness in academic procrastination.Prokrastinasi akademik merupakan masalah umum yang dialami mahasiswa dan berdampak pada penurunan motivasi belajar, peningkatan stres, serta hasil akademik yang kurang optimal. Self-regulated learning dipandang sebagai strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan ini karena mendorong mahasiswa mengelola proses belajar secara mandiri, mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self regulated learning dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan. Desain penelitian ini menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 124 mahasiswa, dengan teknik stratified random sampling. Variabel independent dalam penelitian ini adalah self regulated learning, sedangkan variabel dependen adalah prokrastinasi akademik. Pengambilan data menggunakan kuesioner academic procrastination scale (APS) dan kuesioner skala self regulated learning. Analisa data dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukan hampir seluruh mahasiswa memiliki self regulated learning dengan kategori sedang sebanyak 96 (77,4%) dan hampir seluruh mahasiswa keperawatan melakukan prokrastinasi akademik dengan kategori sedang yaitu 96 (77,4%). Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai 0,000 (p < 0,05), dengan hasil (r) =-0,397 yang artinya ada hubungan negatif antara self regulated learning dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan. Diharapkan mahasiswa lebih menyadari tanggung jawab akademiknya dan menetapkan tujuan belajar yang jelas. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi peran faktor conscientiousness terhadap prokrastinasi

    Efektivitas Terapi Guided Imagery Dan Terapi Orientasi Realita Terhadap Gangguan Proses Berpikir (Waham) Pada Pasien Skizofrenia

    Get PDF
    Schizophrenia is a chronic mental disorder characterized by disturbances in thought processes, one of which is delusion. Delusions are fixed false beliefs that deviate from reality and are difficult to correct, thereby impairing patients’ cognitive and social functioning. Managing delusions requires not only pharmacological treatment but also non-pharmacological approaches, such as guided imagery therapy and reality orientation therapy. This study aims to evaluate the effectiveness of both therapies in reducing delusional levels among schizophrenic patients at the Griya Cinta Kasih Foundation in Jombang Regency. The research employed a pre-experimental design using a two-group pretest– posttest approach, the sampling method used was purposive sampling. Involving 34 patients divided into two intervention groups of 17 participants each. The first group received guided imagery therapy, while the second group received reality orientation therapy. The Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS) was used as the assessment instrument, and data were analyzed using the Mann–Whitney test. The results showed that both therapies were effective in lowering delusional scores, with a decrease from 132.94 to 105.88 in the guided imagery group, and from 135.29 to 98.65 in the reality orientation group. A p-value of 0.039 indicated a statistically significant difference, with reality orientation therapy proving to be more effective than guided imagery. In conclusion, reality orientation therapy can be considered a superior non- pharmacological intervention for reducing delusions in schizophrenic patients and may be routinely implemented in mental health nursing practice.Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang ditandai dengan gangguan dalam proses berpikir, salah satunya berupa waham. Waham adalah keyakinan keliru yang tidak sesuai realitas dan sulit dikoreksi, sehingga memengaruhi fungsi kognitif dan sosial pasien. Penanganan waham membutuhkan pendekatan non- farmakologis selain terapi farmakologis, seperti terapi guided imagery dan terapi orientasi realita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kedua terapi tersebut dalam menurunkan tingkat waham pada pasien skizofrenia di Yayasan Griya Cinta Kasih Kabupaten Jombang. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan two group pretest-posttest design, metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Melibatkan 34 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi, masing-masing berjumlah 17 orang. Kelompok pertama menerima terapi guided imagery, dan kelompok kedua menerima terapi orientasi realita. Instrumen yang digunakan adalah skala PANSS dan data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua terapi efektif menurunkan skor waham, dengan penurunan dari 132,94 menjadi 105,88 pada kelompok guided imagery, dan dari 135,29 menjadi 98,65 pada kelompok terapi orientasi realita. Nilai p = 0,039 menunjukkan perbedaan yang signifikan, di mana terapi orientasi realita lebih efektif dibandingkan guided imagery. Kesimpulannya, terapi orientasi realita dapat menjadi intervensi non-farmakologis yang lebih unggul untuk menurunkan waham pada pasien skizofrenia dan dapat diterapkan secara rutin dalam praktik keperawatan jiwa

    Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional (SPO) Pencegahan Risiko Jatuh Diruang Rawat Inap RSUD Ngimbang

    Get PDF
    Patient safety is a top priority in healthcare services, and the prevention of fall risk is one of the key indicators in maintaining the quality of hospital care. At RSUD Ngimbang, the implementation of the Standard Operating Procedure (SOP) for fall risk prevention has not been optimal, which may increase the potential for patient fall incidents. One of the factors influencing nurses' compliance with the SOP is their level of knowledge. This study aims to determine the relationship between knowledge and nurse’ compliance with the implementation of the fall risk prevention SOP in the inpatient ward of RSUD Ngimbang. This research used a cross-sectional design and involved 73 nurses selected through cluster random sampling. The research instrument was a questionnaire, and data were analyzed using Spearman’s rho test. The results showed that the majority of nurses had good knowledge (59 nurses or 80.2%), and most were compliant in implementing the fall risk prevention SOP (56 nurses or 76.7%). Statistical analysis revealed a significance value of p = 0.000 (p < 0.05) and a correlation coefficient (r) = 0.451, indicating a significant relationship between knowledge and nurses' compliance with the SOP in the inpatient ward of RSUD Ngimbang. In conclusion, there is a significant positive correlation between knowledge and nurses’ compliance in implementing the fall risk prevention SOP. Therefore, improving nurses’ knowledge should be a priority in efforts to enhance patient safety.Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, dan pencegahan risiko jatuh menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga mutu layanan rumah sakit. Di RSUD Ngimbang, pelaksanaan SPO pencegahan risiko jatuh belum optimal, sehingga berpotensi meningkatkan insiden jatuh pada pasien. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan perawat terhadap SPO adalah pengetahuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan SPO pencegahan risiko jatuh di ruang rawat inap RSUD Ngimbang. Penelitian menggunakan metode cross-sectional dengan melibatkan 73 perawat yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, kepatuhan, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki pengetahuan baik sebanyak 59 (80,2%), dan sebagian besar perawat sudah patuh dalam pelaksanaan SPO pencegahan risiko jatuh sebanyak 56 (76,7%). Berdasarkan hasil data diatas didapatkan uji statistik dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi (r)= 0,451 artinya ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standart oprasional prosedur di ruang rawat inap RSUD Ngimbang. Rumah sakit diharapkan rutin memberikan pelatihan dan supervisi tentang SPO pencegahan risiko jatuh serta meningkatkan pengawasan agar kepatuhan perawat tetap terjaga demi keselamatan pasien

    Dampak Pemasangan PLTS pada Sistem Distribusi terhadap Kualitas Tegangan dan Rugi – Rugi Daya (Studi Kasus Penyulang Nila 111 Bus)

    Get PDF
    Abstrak— Transisi energi menuju sumber yang lebih bersih menjadi prioritas seluruh dunia termasuk Indonesia untuk mengurangi dampak negatif ketergantungan pada bahan bakar fosil. Salah satu langkah signifikannya yaitu dengan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), khususnya pada sistem distribusi listrik. Studi ini menganalisis pengaruh pemasangan PLTS terhadap kualitas tegangan dan rugi-rugi daya aktif pada jaringan distribusi. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Matlab dengan metode Newton Rhapson pada dua kasus sistem distribusi: IEEE 33 bus dan penyulang Nila 111 bus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan PLTS meningkatkan profil tegangan dan mengurangi rugi-rugi daya aktif. Pada sistem IEEE 33 bus, pemasangan PLTS sebesar 500 kWp di bus kritis meningkatkan tegangan minimum dari 0,903 pu menjadi 0,924 pu dan mengurangi rugi-rugi daya aktif sebesar 25,94%. Sementara itu, pada penyulang Nila 111 bus, pemasangan dua unit PLTS sebesar 500 kWp masing-masing di bus kritis meningkatkan tegangan minimum hingga 0,9 pu dan mengurangi rugi-rugi daya aktif sebesar 33,33%. Penelitian ini menegaskan potensi PLTS sebagai solusi EBT yang efektif dalam meningkatkan efisiensi sistem distribusi listrik dan mendukung target energi berkelanjutan di Indonesi

    Studi Persentase Kontribusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 5 MW Terhadap Realisasi Energi Terbarukan di Kabupaten Muna

    Get PDF
    Kabupaten Muna memiliki potensi energi surya yang tinggi, dengan rata-rata tingkat iradiasi mencapai 5,49 kWh/m²/hari, sehingga menjadi wilayah yang strategis untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi teknis pembangunan PLTS berkapasitas 5 MW terhadap kebutuhan energi listrik di Kabupaten Muna. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif-deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder tahun 2022 dari BPS, NASA POWER, serta dokumen perencanaan energi daerah. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa PLTS berkapasitas 5 MW berpotensi menghasilkan energi sebesar 8.015.425 kWh per tahun, atau setara dengan 12,33% dari total konsumsi listrik Kabupaten Muna yang tercatat sebesar 65.021.285 kWh. Kontribusi ini dinilai signifikan dalam menurunkan dominasi energi fosil yang sebelumnya mencapai 92,55%, menjadi 80,22%. Lebih lanjut, penelitian ini menyusun roadmap pengembangan energi terbarukan jangka panjang (2025–2045), yang terdiri atas empat tahap: akselerasi PLTS, pengembangan PLTMH, diversifikasi teknologi, dan transisi penuh menuju sistem energi bersih. Hasil studi ini diharapkan menjadi rujukan akademik dalam penyusunan strategi pengembangan energi terbarukan di wilayah timur Indonesia

    Pengaruh Pengetahuan, Religiusitas dan Lokasi Terhadap Minat Menabung di Bank Syariah pada Mahasiswa Ekonomi Syariah

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, religiusitas, dan lokasi terhadap minat menabung di bank syariah. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Ekonomi Syariah angkatan 2020-2023 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah Angkatan 2020-2023 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang menabung di bank syariah yang berjumlah 77 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel pengetahuan tidak berpengaruh terhadap minat menabung di bank syariah. Sedangkan variabel religiusitas dan lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menabung di bank syariah. Secara simultan variabel pengetahuan, religiusitas, dan lokasi berpengaruh terhadap minat menabung mahasiswa di bank syariah pada tingkat signifikan kurang dari 0,05% atau 5%. Kata Kunci: Pengetahuan, Religiusitas, Lokasi, Minat Menabun

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇