Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif dalam Meningkatkan Keterampilan Bekerjasama dan Keterlibatan Siswa SDN Pondok Benda 01
This study aims to analyze the implementation of the cooperative learning model in improving collaboration skills and student engagement at SDN Pondok Benda 01. Using a qualitative approach with case study methodology, the research provides an in-depth description of the learning process, supporting factors, and challenges during the model's implementation. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with teachers and students, and analysis of documents such as lesson plans and student work. The findings indicate that cooperative learning effectively enhances students' collaboration skills, evidenced by increased collaborative interactions, mutual respect for differing opinions, and shared responsibility within groups. Student engagement in learning also improved, with more students actively participating in discussions and completing group tasks. However, some challenges were identified, including the dominance of certain students and the need for more intensive teacher guidance to ensure equal participation. The study concludes that the cooperative learning model can be an effective strategy for developing both social and academic skills in elementary students, provided it is supported by proper group management and adequate scaffolding. These findings recommend teacher training in cooperative techniques and the development of teaching materials that foster collaboration.
**Keywords**: Cooperative learning, collaboration skills, student engagement, elementary schoolPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan keterampilan bekerjasama dan keterlibatan siswa di SDN Pondok Benda 01. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggambarkan secara mendalam proses pembelajaran, faktor pendukung, dan hambatan selama penerapan model ini. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen seperti RPP dan hasil kerja siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif efektif meningkatkan keterampilan bekerjasama siswa, ditandai dengan meningkatnya interaksi kolaboratif, saling menghargai pendapat, dan pembagian tanggung jawab dalam kelompok. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan, dengan lebih banyak siswa yang aktif berdiskusi dan menyelesaikan tugas bersama. Namun, ditemukan beberapa tantangan, seperti dominasi siswa tertentu dan kebutuhan akan pendampingan lebih intensif dari guru untuk memastikan partisipasi merata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif dapat menjadi strategi efektif untuk menumbuhkan keterampilan sosial dan akademik siswa di sekolah dasar, asalkan didukung dengan pengelolaan kelompok yang baik dan scaffolding yang memadai. Temuan ini merekomendasikan pelatihan guru dalam teknik kooperatif dan pengembangan bahan ajar yang mendukung kolaborasi.
Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif(1), keterampilan bekerjasama(2), keterlibatan siswa(3), sekolah dasar(4)
Kajian Literatur Integrasi Permainan Tradisional dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus dan Kasar Anak Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi permainan tradisional dalam meningkatkan perkembangan motorik halus dan kasar anak sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel-artikel jurnal nasional yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025 melalui basis data Google Scholar dan Mendeley. Ada 10 jurnal penelitian yang diseleksi dari Google Scholar dengan kata kunci: permainan tradisonal, motorik halus, motorik kasar, anak sekolah dasar. Proses seleksi dilakukan dengan kriteria inklusi berupa penelitian yang relevan dengan konteks anak sekolah dasar, dipublikasikan dalam jurnal bereputasi, serta tersedia dalam bentuk teks lengkap, sedangkan kriteria eksklusi meliputi artikel yang hanya berupa abstrak atau tidak melalui proses peer-review. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, tarik tambang, bakiak, dan lompat tali terbukti efektif dalam melatih koordinasi, kelincahan, kekuatan, keseimbangan, serta keterampilan motorik halus anak. Selain itu, permainan tradisional juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter, seperti kerja sama, sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam permainan tradisional memperkuat identitas budaya anak sekaligus menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan menyenangkan. Dengan demikian, integrasi permainan tradisional dapat dijadikan strategi pembelajaran alternatif yang mendukung perkembangan holistik anak sekolah dasar
Perancangan Alat Produksi Pakan Ikan di Kolam Pancing dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment
Usaha tambak kolam pancing revi jambu marina belum mempunyai mesin pengolah pakan ikan sendiri dan masih memperoleh pakan ikan dengan cara membeli di toko dengan harga yang ditawarkan relatif lebih mahal dibandingkan dengan memproduksi sendiri. Oleh karena itu, alat produksi pakan ikan dirancang sebagai solusi untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan pakan ikan. Dengan menggunakan alat produksi pakan ikan, proses pembuatan pakan ikan menjadi lebih cepat, efisien, dan konsisten dalam ukuran dan bentuk. Perancangan alat produksi pakan ikan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment. Dilakukan karena metode Quality Function Deployment dapat membuat produk berdasarkan keinginan serta kebutuhan para pengguna. Perancangan produk dengan metode Quality Function Deployment membutuhkan Customer Voice untuk menyusun matriks pada House Of Quality. Hasil dari penelitian ini adalah alat produksi pakan ikan yang bisa membuat ukuran dan bentuk pakan ikan yang konsisten sehingga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan, dengan adanya alat ini dapat mempermudah dalam produksi pakan ikan dari yang sebelumnya masih memperoleh pakan ikan dengan cara membeli di toko dengan harga Rp15.000-20.000/kg dan dengan adanya alat produksi pakan ikan harga pakan ikan buatan sendiri hanya seharga Rp13.42
Strategi Peningkatan Layanan Apotek Berdasarkan Servqual dan Importance Performance Analysis
Apotek merupakan fasilitas pelayanan kefarmasian yang secara langsung bersinggungan dengan pelanggan, sehingga tak jarang muncul berbagai keluhan terkait kualitas pelayanannya. Salah satu apotek di wilayah Patikraja, Banyumas turut mengalami hal serupa, di mana pelanggan menyampaikan sejumlah keluhan, antara lain harga produk yang relatif lebih tinggi, pelayanan yang terkadang lambat, serta ketersediaan obat yang tidak selalu terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan, serta mengidentifikasi dimensi pelayanan yang memerlukan perbaikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Service Quality (Servqual) untuk mengukur kesenjangan antara harapan dan persepsi pelanggan terhadap layanan yang diterima, serta Importance Performance Analysis (IPA) untuk menentukan atribut layanan yang menjadi prioritas perbaikan. Hasil analisis Servqual menunjukkan nilai gap tertinggi pada dimensi assurance (0,23), diikuti oleh reliability (0,15), empathy (0,13), tangible (0,10), dan responsiveness (0,04). Adapun atribut prioritas berdasarkan analisis IPA meliputi: “Ruang tunggu yang nyaman”, “Petugas apotek selalu merespon keluhan pelanggan”, dan “Petugas apotek memiliki pengetahuan serta keterampilan yang baik”. Usulan perbaikan difokuskan pada peningkatan fasilitas ruang tunggu, konsistensi pelaksanaan SOP pelayanan, serta pelatihan berkelanjutan bagi petugas apotek
Sifilis Laten Pada Kehamilan : Case Report
Background: Latent syphilis is asymptomatic and only shows reactive serological test results. Syphilis in pregnancy can cause recurrent abortion, neonatal morbidity and mortality. Objective: To report a case of latent syphilis in pregnancy. Case Presentation: A 27-years old woman, GIIIP20002, at 38 weeks of gestation, came to the emergency department at Soegiri Hospital, with reactive syphilis. Currently the patient does not complain of any complaints. The patient was screened for syphilis during the first antenatal visit at the health facility. Dermatological and venereological status were within normal limits. Laboratory test results VDRL/RPR reactive 1:16. TPHA reactive 1:5120. Benzathine penicillin is the main therapy in the treatment of syphilis in pregnant women. Conclusion: Latent Syphilis in pregnancy is the most common congenital infection worldwide and has tremendous consequences for the mother and her developing fetus if left untreated. The diagnosis is based on reactivity Treponemal and nonTreponemal serological test result. Therefore, the choice of caesarean section is the main choice to reduce the risk of transmission to the fetus
Kehamilan 37-38 minggu Dengan Hydrops Fetalis, Polihidramnion, Plasenta Previa Totalis. Sebuah Case Report
Hidrops Fetalis merupakan kasus kehamilan yang langka, dimana terdapat akumulasi cairan pada ≥2 fetal compartments (seperti peritoneum, pleura, pericardium) atau edema subkutan yang parah, dengan insiden 1:1.000-3000 kehamilan (Khairudin et al., 2023; Vanaparthy et al., 2024). Pada kasus ini, seorang wanita berusia 41 tahun dengan G3P2001 Ab000 Gr 37-38 Minggu datang dengan rujukan dari poli kandungan RSUD Dr. Soegiri dengan konsulan dokter obgyn yaitu terdapat temuan hidrops fetalis, plasenta previa totalis, dan polihidramnion dari pemeriksaan. Di ruangan dilakukan pemeriksaan fisik dan ditemukan letak kepala, tinggi fundus uteri 40cm, DJJ 130x/menit, dan kesan polihidramnion. Riwayat penyakit dahulu tidak ada hipertensi, diabetes, atau penyulit ketika kelahiran sebelumnya. Pemeriksaan laboratorium darah lengkap dalam batas normal. Hasil konsulan dokter obgyn yaitu pro sectio cesaria elektif setelah pemberian pematang paru. Pada kasus ini, penulis mencurigai Nonimmune Hydrops Fetalis (NIHF) karena tidak ada riwayat inkompabilitas Rh atau ABO pada kehamilan (Hall et al, 2025). Selain itu pada NHIF dapat terjadi Congenital Pulmonary Airway Malformation (CPAM), yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan vena sentral, cardiac output, dan peningkatan kompresi esofagus janin sehingga menghasilkan kondisi polihidramnion (Norton et al., 2015). Kasus ini menunjukkan kompleksitas yang tinggi sehingga perlunya pendekatan multidisiplin dan diagnosis dini untuk meningkatkan prognosis kasus-kasus seperti ini
SEMIOTIKA WARNA DALAM KAMPANYE KESADARAN LINGKUNGAN DI INDONESIA
This study aims to explore the construction and implementation mechanisms of color semiotics strategies in the "Our Earth, Our Responsibility" environmental awareness campaign that achieved remarkable success with a 78 percent awareness rate and mobilized 2 million participants in Indonesia. Employing a phenomenological qualitative approach, the research collected data through in-depth interviews with campaign managers and visual designers, focus group discussions with urban, suburban, and rural community segments, and participant observation at campaign installation sites in Jakarta, Surabaya, and Bali. Data analysis utilized the Miles interactive model with source and method triangulation to ensure validity of findings. Results reveal that campaign success emerged through cultural authenticity strategies leveraging symbolic color meanings deeply embedded in Indonesia's agrarian collective consciousness—emerald green representing fertility and the philosophical harmony of "memayu hayuning bawana", sky blue communicating spiritual purity, and clay orange invoking communal connection with the archipelago's earth. Implementation through visual gradients, textural variations, color-coding systems, and participatory activities transformed passive exposure into emotional investment and concrete actions, resulting in 1 million trees planted, 30,000 participants in beach cleanups, and commitments from 500 businesses to reduce plastic. The research proves that culturally-grounded color semiotics constitutes a cost-effective strategy for achieving SDGs 12, 13, 14, and 15, challenging theoretical assumptions about color communication limitations in multicultural contexts and saturated media environments.
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi mekanisme konstruksi dan implementasi strategi semiotika warna dalam kampanye kesadaran lingkungan "Bumi Kita, Tanggung Jawab Kita" yang mencapai kesuksesan luar biasa dengan awareness rate 78 persen dan mobilisasi 2 juta partisipan di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pengelola kampanye dan desainer visual, focus group discussion dengan segmen masyarakat urban, suburban, dan rural, serta observasi partisipatif di lokasi instalasi kampanye di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian mengungkap bahwa kesuksesan kampanye tercipta melalui strategi cultural authenticity yang memanfaatkan symbolic meanings warna yang deeply embedded dalam kesadaran kolektif agraris Indonesia—hijau emerald merepresentasikan kesuburan dan harmoni filosofis "memayu hayuning bawana", biru langit mengkomunikasikan spiritual purity, dan oranye tanah liat menginvokasi komunal connection dengan bumi nusantara. Implementasi melalui visual gradients, textural variations, color-coding systems, dan participatory activities mentransformasi passive exposure menjadi emotional investment dan concrete actions, menghasilkan penanaman 1 juta pohon, partisipasi 30 ribu orang dalam beach cleanup, dan komitmen 500 bisnis mengurangi plastik. Penelitian membuktikan bahwa culturally-grounded color semiotics merupakan strategi cost-effective untuk mencapai SDG 12, 13, 14, dan 15, menantang asumsi teoretis tentang keterbatasan komunikasi warna dalam konteks multikultural dan media tersaturasi
THE ROLE OF NURSERIES IN SUPPORTING EARLY CHILDHOOD DEVELOPMENT: PARENTS’ ASPIRATIONS, TEACHING
This study aims to examine the role of nurseries in supporting children's early development through teaching and learning approaches, parents' aspirations and the challenges faced by educators. Qualitative research methods were used by conducting interviews with three nursery educators in Penang. The findings of the study show that the play-while-learning and multisensory approach is the main effective strategy in stimulating children's cognitive, language, emotional, social and fine and gross motor development. Parents' aspirations are focused on aspects of safety, care, health, as well as language and emotional development of children. To meet this expectation, the nursery implements two-way communication through progress reports in the form of pictures and videos, which have proven to increase parents' confidence in the nursery. However, several challenges were also identified including differences in children's developmental levels, negative behavior and unstable emotions. This study concludes that the role of the nursery is very important in providing a conducive environment for the holistic development of children and continuous improvement is needed to increase the effectiveness of teaching and learning
TEACHING INFANTS AND TODDLERS IN TASKA BRIDGING DEVELOPMENTAL NEEDS AND PARENTAL EXPECTATIONS
This study explores the teaching and learning approaches implemented in Childcare Centres (TASKA) for infants and toddlers, focusing on how these methods address the aspirations of modern parents. The objective is to investigate how a TASKA teacher plans and applies age-appropriate teaching strategies that meet both children’s developmental needs and parental expectations. A qualitative approach was employed through a semi-structured interview with one experienced TASKA teacher. The findings provide insights into practical teaching methods, parental involvement, and challenges faced in aligning educational practices with contemporary parental aspirations. This study highlights the critical role of TASKA in fostering a supportive and effective early learning environment for young children
TEACHING AND LEARNING APPROACHES FOR INFANTS AND TODDLERS IN CHILDCARE CENTERS (TASKA): A RESEARCH COMPARING TEACHING AND LEARNING IN TASKA WITH MODERN PARENT PERSPECTIVE
This study explores teaching approaches in Malaysian childcare centres (TASKA) and compares them with modern parental expectations. TASKA mainly uses play-based learning, motor skill development, language enhancement, and value-based activities, promoting holistic growth. Teachers find play-based methods effective but face challenges like limited resources and diverse children’s behaviors. Parents prioritize safety, moral education, communication skills, and early technology exposure. While TASK meets most expectations, there is a gap in incorporating modern digital learning tools to equip children with 21st-century skills. The study recommends improving teacher training, strengthening parent collaboration, and introducing innovative, age-appropriate technology in early education