Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    The Significant Relationship between Duration and Fasting Blood Glucose Level to Diabetic Neuropathy in Type-2 Diabetes Mellitus Patients

    Full text link
    Patients with diabetes may develop diabetic neuropathy, which damages peripheral nerves and impairs distal sensation. This study's aim was to determine the relationship between duration and fasting blood glucose with diabetic neuropathy. Patients with diabetes mellitus at Siti Khodijah Hospital in Sidoarjo, East Java, participated in this cross-sectional study. Fifty-one individuals were gathered using purposive sampling. The tools utilized were the Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI) and a clinical chemistry laboratory examination—logistic regression for multivariate analysis and the contingency coefficient test for bivariate data analysis. Most type-2 DM patients who experienced diabetic neuropathy had a duration of DM >5 years (35.3%) and had fasting blood sugar levels ≥126 mg/dl (41.2%). Bivariate analysis of duration obtained a value (p = 0.003), and fasting blood sugar levels obtained a value (p = 0.000). Multivariate data analysis using logistic regression duration obtained value (Exp (B) = 22.386), and fasting blood sugar levels obtained value (Exp (B) = 35.305). There was a significant relationship between duration and fasting blood glucose levels on the incidence of diabetic neuropathy. The factor that had a higher risk of diabetic neuropathy was fasting blood sugar levels than the duration of DM.Hiperglikemia jangka panjang atau diabetes dapat menyebabkan komplikasi neuropati diabetik yang mengganggu saraf tepi sehingga terjadi hilangnya sensasi distal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan durasi dan kadar glukosa darah puasa terhadap kejadian neuropati diabetik pada pasien DM tipe-2 di RS Siti Khodijah Muhammadiyah Sepanjang, Sidoarjo. Metode penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Populasi pasien DM tipe-2 dengan sampel 51 responden menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan pemeriksaan gula darah puasa menggunakan pemeriksaan laboratorium kimia klinik dan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI). Analisa data bivariat menggunakan uji koefisien kontingensi dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Sebagian besar pasien DM tipe-2 dengan kejadian neuropati diabetik memiliki durasi menderita DM >5 tahun (35,3%) dan sebagian besar responden yang memiliki kadar gula darah ≥126 mg/dl terkena neuropati diabetik (41,2%). Analisis bivariat durasi diperoleh nilai (p= 0,003), kadar glukosa darah puasa diperoleh nilai (p= 0,000). Analisis data multivariat menggunakan regresi logistik durasi diperoleh nilai (Exp(B) = 22.386) dan kadar gula darah puasa diperoleh nilai (Exp(B) = 35.305). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara durasi dan kadar glukosa darah puasa terhadap kejadian neuropati diabetik. Faktor dengan risiko lebih tinggi terhadap neuropati diabetik adalah kadar glukosa darah puasa dibanding durasi menderita DM

    Peran Produk Bank Syariah dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Masyarakat: Studi kasus pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Panyabungan

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis peran produk Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mendorong inklusi keuangan melalui pendanaan, pembiayaan, dan layanan jasa. Menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis data sekunder dari BSI, OJK, Bank Indonesia, serta publikasi ilmiah periode 2023–2025, studi ini menilai kontribusi BSI pada perluasan akses keuangan syariah. Temuan menunjukkan bahwa peningkatan Dana Pihak Ketiga, perluasan pembiayaan UMKM, dan optimalisasi layanan digital seperti BSI Mobile berperan signifikan dalam mempermudah akses layanan keuangan. Namun, di Panyabungan, perkembangan tersebut masih terkendala oleh rendahnya literasi keuangan syariah dan keterbatasan infrastruktur digital, sehingga pemanfaatan produk belum merata. Keterbatasan data cabang menyebabkan analisis mengacu pada data nasional sebagai dasar. Secara keseluruhan, efektivitas peran produk BSI sangat ditentukan oleh kesiapan masyarakat dan dukungan infrastruktur lokal

    Analisis Wacana Feminis Sara Mills dalam Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam

    Full text link
    This study was conducted because many women's positions are marginalized in a text in a novel. This study aims to describe the position of the characters in the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam by Dian Purnomo using Sara Mills' feminist theory. This study uses a qualitative descriptive method with reading and note-taking techniques to collect data. The data source is the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam by Dian Purnomo and the data obtained are in the form of quotes, both speech and narrative in the novel. The results of the study contain 64 subject-object and reader positions. The results of this study are the subject or narrator positions described in the novel are Mrs. Leba Ali, Mrs. Agustin, Magi Wara, Magi, Lawe, Leba Ali's relatives, and Mama Bernadet. While the object positions are Magi, Ina Kecil, Tara, Ama, Leba Ali, the kidnapper, Om Vincent Dangu, and the women. The reader position is to involve the reader so that they feel what the characters in the novel feel.ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena banyak posisi perempuan yang dimarjinalkan pada sebuah teks dalam novel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan posisi tokoh dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo menggunakan teori feminis Sara Mills. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data. Sumber data berupa novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo dan data yang diperoleh berupa kutipan baik tuturan maupun narasi dalam novel. Hasil penelitian terdapat posisi subjek-objek dan pembaca sebanyak 64 data. Hasil penelitian ini posisi subjek atau pencerita yang digambarkan dalam novel adalah Ibu Leba Ali, Bu Agustin, Magi Wara, Magi, Lawe, Kerabat Leba Ali, dan Mama Bernadet. Sedangkan posisi objek adalah Magi, Ina Kecil, Tara, Ama, Leba Ali, Penculik, Om Vincent Dangu, dan Para Perempuan. Posisi pembaca untuk mengikutsertakan pembaca supaya merasakan apa yang dirasakan oleh para tokoh dalam novel.   ABSTRACT This study was conducted because many women's positions are marginalized in a text in a novel. This study aims to describe the position of the characters in the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam by Dian Purnomo using Sara Mills' feminist theory. This study uses a qualitative descriptive method with reading and note-taking techniques to collect data. The data source is the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam by Dian Purnomo and the data obtained are in the form of quotes, both speech and narrative in the novel. The results of the study contain 64 subject-object and reader positions. The results of this study are the subject or narrator positions described in the novel are Mrs. Leba Ali, Mrs. Agustin, Magi Wara, Magi, Lawe, Leba Ali's relatives, and Mama Bernadet. While the object positions are Magi, Ina Kecil, Tara, Ama, Leba Ali, the kidnapper, Om Vincent Dangu, and the women. The reader position is to involve the reader so that they feel what the characters in the novel feel

    Menunda Pernikahan Karena Karier: Analisis Fikih Kontemporer Dan Maqashid Syari’ah

    Full text link
    Kajian ini menunjukkan hukum mengadakan pernikahan karena pekerjaan dari sudut pandang fikih modern dengan mengutamakan perubahan sosial yang berdampak pada kecenderungan wanita muslim muda untuk menunda pernikahan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian ini ialah menunjukkan bahwa pernikahan masih dianggap sebagai mitsaqan ghalizan dalam pandangan fikih modern, tetapi untuk melaksanakannya diperlukan persiapan fisik, psikologis, material, dan moral. Penundaan pernikahan karena pekerjaan dianggap sebagai ikhitiar untuk mencapai keuntungan yang lebih besar, asalkan memiliki alasan yang jelas dan tidak melanggar prinsip-prinsip syariat. Selain itu, Pernikahan yang tertunda karena pekerjaan atau pendidikan tidak bertentangan dengan maqasid al-syariah, sebaliknya itu sejalan dengan lima tujuan utama: hifz al-mal, hifz al-nafs, hifz al-'aql, hifz al-nasl, dan hifz al-'ird. Wanita yang menunda pernikahan karena alasan karier harus mematuhi etika kerja Islam dengan menjaga kehormatan diri dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kaidah Islam. Oleh karena itu, keseimbangan antara kewajiban karier dan pernikahan dapat dicapai melalui pertimbangan kemampuan, komitmen, prinsip-prinsip Islam, dan persiapan yang cermat. Secara akademis penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan syariah hukum islam yang lebih berorientasi pada wanita yang ingin berkarier dan menunda pernikahan analisis fikih kontemporer dan maqashid syari’ah.    Kata Kunci: Menunda Pernikahan, Fikih Kontemporer, Karier, Maqashid Syari’ah, Pernikahan

    Asas Perlindungan Konsumen dalam Fikih Muamalah Berdasarkan Kaidah Al-Ashlu Mudhiy Al-Aqd ‘Ala Al-Salamah

    Full text link
    Salah satu kaidah penting dalam fikih muamalah yang menjadi fondasi bagi keabsahan transaksi adalah kaidah al-ashlu mudhiy al-aqd ‘ala al-salamah yang berarti “hukum asal suatu akad adalah berjalan dengan selamat”. Kaidah ini memberikan pemahaman bahwa selama tidak terdapat bukti atau indikasi yang menunjukkan adanya cacat, unsur penipuan, atau pelanggaran terhadap syarat dan rukun, maka akad tersebut dianggap sah dan mengikat bagi para pihak yang bertransaksi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna, dasar hukum, serta penerapan kaidah tersebut dalam transaksi muamalah kontemporer. Dengan pendekatan normatif dan studi kepustakaan, pembahasan menunjukkan bahwa kaidah ini memiliki landasan hukum yang didukung dari dalil syar‘i seperti Al-Qur’an dan hadis, lalu diperkuat oleh kaidah ushul fiqh dan fatwa DSN-MUI terkait dengan bentuk penerapannya, seperti dalam jual beli daring dan akad salam. Prinsip ini mengandung asas keadilan dan kehati-hatian, di mana beban pembuktian terletak pada pihak yang mengklaim adanya kecacatan ataupun pelanggaran, dan kaidah ini memiliki implikasi penting dalam menjaga stabilitas hukum muamalah serta memberikan perlindungan terhadap hak-hak pihak yang bertransaksi. Kata Kunci: Akad, Keselamatan, Al-Ashlu Mudhiy al-Aqd ‘ala al-Salamah Abstract One of the important principles in muamalah jurisprudence that serves as the foundation for the validity of transactions is the principle of al-ashlu mudhiy al-aqd ‘ala al-salamah, which means “the basic principle of a contract is that it proceeds safely.” This principle provides an understanding that as long as there is no evidence or indication that shows any defects, elements of fraud, or violations of the terms and conditions, the contract is considered valid and binding for the transacting parties. This article aims to examine the meaning, legal basis, and application of this principle in contemporary muamalah transactions. Using a normative approach and literature study, the discussion shows that this principle has a legal basis supported by sharia evidence such as the Qur'an and hadith, then reinforced by the principles of ushul fiqh and related DSN-MUI fatwas as a form of application, such as in online buying and selling and salam contracts. This principle contains the principles of justice and prudence, where the burden of proof lies on the party claiming a defect or violation, and this rule has important implications in maintaining the stability of muamalah law and providing protection for the rights of the parties to the transaction.   Keywords: Contract, Legal Protection, Safety Teory, Al-Ashlu Mudhiy al-Aqd ’ala al-Salama

    Analisis Pengaruh Pembiayaan Murabahah dan Mudharabah Terhadap Profitabilitas (ROA) Bank Muamalat Periode 2020-2024

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiayaan murabahah dan mudharabah terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return on Asset (ROA) pada Bank Muamalat periode 2020-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan data laporan keuangan triwulan Bank Muamalat sebanyak 20 sampel. Teknik analisis data menggunakan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi berganda, koefisien determinasi, dan uji hipotesis (uji-t dan uji-f) dengan software Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pembiayaan murabahah berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA dengan nilai probabilitas 0,0031 < 0,05 dan t hitung -3,44415 > t tabel 2,10982, sedangkan pembiayaan mudharabah berpengaruh positif signifikan terhadap ROA dengan nilai probabilitas 0,0097 < 0,05 dan t hitung 2,91306 > t tabel 2,10982. Secara simultan, pembiayaan murabahah dan mudharabah berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai F hitung 6,5161 > F tabel 3,592 dan probabilitas 0,0079 < 0,05. Kontribusi kedua variabel independen terhadap ROA sebesar 36,73% sedangkan sisanya 63,27% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian

    Dampak Program Qordhul Hasan BPR Syariah Mitra Mentari Sejahtera Terhadap Pertumbuhan Usaha Mikro Kader Pemuda Muhammadiyah Ponorogo: -

    Full text link
    The Qordhul Hasan program is a form of social financing provided by Islamic banking, aimed at encouraging community economic empowerment, particularly for micro-entrepreneurs. This article aims to analyze the impact of the Qordhul Hasan program provided by BPR Syariah Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo on the development of micro-enterprises of Muhammadiyah Youth cadres. This research uses a literature review method with a descriptive-analytical approach, analyzing previous research findings, statistical data on small and medium enterprises, and Islamic micro-financing practices. The results indicate that Qordhul Hasan financing significantly contributes to increasing the capital, income, and sustainability of Muhammadiyah Youth cadres' micro-enterprises, although it still faces several challenges in terms of funding sources and business mentoring

    Hubungan Kualitas Pelayanan Daya Tanggap Perawat dengan Kepuasan Pasien Gawat Darurat di UGD RSUD Dr. M.M Dunda Limboto

    Full text link
    Tolak ukur kualitas pelayanan dapat dilihat dari tingkat kepuasan pasien, semakin sempurna kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan semakin meningkat pula nilai standar dari mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan daya tanggap perawat dengan kepuasan pasien. Desain penelitian kuantitatif dengan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi sebanyak 850 pasien sedangkan jumlah sampel sebanyak 89 responden menggunakan rumus Sloving. Hasil penelitian yaitu kualitas pelayanan daya tanggap perawat tertinggi yaitu kategori baik sebanyak 78 orang sedangkan kepuasan pasien tertinggi yaitu kategori puas sebanyak 78 orang dengan nilai nilai signifikan 0,000.  Kesimpulan terdapat hubungan kualitas pelayanan daya tanggap perawat dengan kepuasan pasien gawat darurat di UGD RSUD DR. M.M Dunda Limboto. Saran untuk pihak rumah sakit agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien dengar cara memberikan edukasi pada perawat, agar kepuasan pasien untuk berobat di RSUD DR. M.M Dunda Limboto meningkat

    A Human Rights-Based Approach Study to Address Child Marriage in the Dayak Kanayat’n Indigenous Community in Mempawah Regency

    No full text
    Child marriage constitutes a persistent violation of children’s rights, often sustained by the interaction of customary norms, economic pressures, and limited access to education. This research examines the practice of child marriage in Toho Subdistrict, Mempawah Regency, with particular attention to the influence of Dayak Kanayat’n customary norms. The study aims to analyze how customary law shapes child marriage practices, assess the extent to which human rights principles can be integrated into these norms, and formulate strategies to harmonize a human rights-based approach with respect for cultural values. This research employs an empirical legal research method with a socio-legal approach. The findings reveal that child marriage is commonly justified through customary interpretations related to family honor, social harmony, and economic considerations. Nevertheless, the study finds that human rights principles, especially those concerning children’s rights, are not fundamentally incompatible with customary norms but are often insufficiently understood and institutionalized within local practices. The research identifies the potential for harmonization through culturally sensitive advocacy, reinterpretation of customary values, and the active involvement of customary leaders as key agents of change. this study proposes a collaborative model involving customary institutions, local government, and civil society to promote gradual cultural transformation while ensuring effective protection of children’s rights.Perkawinan anak merupakan praktik pernikahan yang dilakukan oleh individu yang masih berada di bawah usia 18 tahun. Fenomena ini sering kali dipengaruhi oleh faktor budaya, tradisi, ekonomi, dan rendahnya tingkat pendidikan. Dalam banyak komunitas, perkawinan anak sering dipandang sebagai solusi untuk menjaga kehormatan keluarga atau mengurangi beban ekonomi, padahal praktik ini justru menimbulkan persoalan serius bagi kehidupan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang terjadi di masyarakat ada Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah terkait dengan perkawinan anak. Penelitian ini fokus pada tiga pertanyaan utama: (1) Bagaimana norma adat mempengaruhi praktik perkawinan anak? (2) Sejauh mana prinsip HAM dapat terintegrasi dengan norma adat? (3) Strategi apa saja yang dapat dilakukan untuk menyelaraskan pendekatan HAM dengan penghormatan terhadap norma adat? Hal ini mendesaknya intervensi berbasis budaya agar upaya penanggulangan perkawinan anak lebih efektif dan kontekstual, sekaligus menjembatani norma adat dengan perlindungan hak anak. Penelitian ini juga memiliki tujuan untuk memberikan kontribusi ilmiah dan praktis dalam penghapusan perkawinan anak melalui pendekatan HAM yang sesuai dengan konteks budaya komunitas adat. Fokus penelitian meliputi analisis pengaruh norma adat Dayak Kanayat'n terhadap praktik perkawinan anak, eksplorasi persepsi komunitas terhadap prinsip HAM, penelitian strategi advokasi berbasis nilai lokal yang mengintegrasikan HAM tanpa menegasikan identitas budaya, serta penyusunan model kolaboratif antara tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk mendorong transformasi budaya dalam perlindungan anak. Studi penelitian ini memadukan perspektif HAM dengan pendekatan kulturalistik tidak hanya relevan, namun juga sangat mendesak. Dengan tingginya risiko dampak negatif dari perkawinan anak terhadap kesehatan fisik dan mental, potensi ekonomi, serta generasi masa depan, penelitian ini penting dilakukan secepat mungkin. Penundaan berarti membiarkan pelanggaran HAM terus berlangsung dan menghilangkan hak serta masa depan anak-anak. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi akademis, tetapi juga panggilan moral untuk bertindak demi generasi yang lebih terlindungi dan setara

    Wakaf Syariah Sebagai Instrumen Pendidikan Jangka Panjang

    No full text
    Long-term education financing remains a structural challenge in the development of human resources in Indonesia, along with increasing educational funding needs and limited conventional financial sources. In this context, Islamic waqf has the potential to serve as an alternative and sustainable instrument for education financing. This study aims to analyze the role of Islamic waqf particularly productive waqf and cash waqf as well as waqf governance in supporting long-term education financing in Indonesia. The study employs a qualitative approach using a literature review method by examining scholarly journal articles, academic books, waqf institutional reports, and relevant regulations. Data were analyzed using descriptive qualitative analysis to examine the concepts, mechanisms, and challenges of waqf management in the education sector. The findings indicate that Islamic waqf has significant potential to strengthen education financing through productive and sustainable management of waqf assets. However, the optimization of waqf remains constrained by governance limitations, nazhir managerial capacity, and low waqf literacy. Therefore, strengthening waqf governance and developing innovative productive waqf instruments are key to positioning Islamic waqf as an inclusive and equitable source of long-term education financing

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇