Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    Pengujian Model Fondasi Kacapuri dengan Penambahan Strip Plat Kayu Ulin di Tanah Gambut

    Get PDF
    This document serves two fold objectives: as the template as well as the guide for composing your paper. Please write the. The distribution of peat soils with high organic content in the Kalimantan region causes low soil bearing capacity and large soil settlement, which adversely affects construction projects. Local communities commonly use kacapuri foundations made from a combination of ironwood and galam wood, but these foundations are not fully effective in resisting loads. This research modifies the foundation by adding ironwood plate strips modelled through the Plaxis 2D program and continued with prototyping in the laboratory by providing loading tests. The data used is primary data from laboratory testing with soil samples taken from the location on Bondang Street, Palangka Raya City. Laboratory testing of the physical and mechanical properties of peat soil revealed a moisture content = 580.51%, volume weight = 1,06 g/cm3, specific gravity = 1.79, ash content = 4.65%, fibre content = 33.12%, cohesion = 0,0023 kg/cm2, inner shear angle = 1.8856°, shear stress from the normal stress and shear stress relationship graph = 0.006 and soil shear strength in the range of 0.0064 - 0,0174 kg/cm2. The modelling that has been done provides a modification with four strips of ironwood plate. The prototype made produces a decrease value according to SNI 8460: 2017 standard which is 2.5 cm in the Plaxis experiment the required load is smaller than in the laboratory. In Plaxis, a large load of 356.9 kg is required to achieve settlement, and a load of 380 kg is required in the laboratory settlement test.Sebaran tanah gambut dengan kandungan organik yang tinggi di daerah Kalimantan menyebabkan daya dukung tanah rendah dan penurunan tanah yang besar, sehingga berdampak buruk pada proyek konstruksi. Masyarakat sekitar umumnya menggunakan fondasi kacapuri yang terbuat dari kombinasi kayu ulin dan kayu galam, namun fondasi ini belum sepenuhnya efektif menahan beban. Penelitian ini melakukan modifikasi fondasi dengan menambahkan strip plat kayu ulin yang dimodelkan melalui program Plaxis 2D dan dilanjutkan dengan pembuatan prototipe di laboratorium dengan memberikan uji pembebanan. Data yang digunakan merupakan data primer dari pengujian laboratorium dengan sampel tanah yang diambil dari Lokasi yang berada di Jalan Bondang, Kota Palangka Raya. Hasil pengujian laboratorium terhadap sifar fisik dan mekanik tanah gambut diperoleh nilai kadar udara = 580,51%, berat volume = 1,06 g/cm 3 , berat jenis = 1,79, kadar abu = 4,65%, kadar serat = 33,12%, kohesi = 0,0023 kg/cm 2 , tegangan geser dalam = 1,89°, tegangan geser dari tegangan tegangan normal dan tegangan geser = 0,006 dan kuat geser tanah pada jarak 0,0064 – 0,0174 kg/cm 2 . Pemodelan yang telah dilakukan memberikan modifikasi dengan empat strip plat kayu ulin. Prototipe yang dibuat menghasilkan penurunan nilai sesuai standar SNI 8460:2017 yaitu 2,5 cm pada percobaan Plaxis beban yang diperlukan lebih kecil dari pada di laboratorium. Pada Plaxis diperlukan besar beban yaitu 356,9 kg untuk mencapai penurunan, dan diperlukan beban sebesar 380 kg pada uji penurunan di laboratorium

    Penanggulangan Longsor Dengan Dinding Penahan Tanah Atau Retaining Wall (Ruas Muara Teweh-Benangin STA 50+800)

    Get PDF
    Longsor merupakan peristiwa bergeraknya material penyusun lereng akibat terganggunya kestabilan lereng, yang dipengaruhi oleh faktor morfologi, sifat fisik dan mekanik tanah, serta kondisi hidrologi. Kasus longsor yang terjadi pada Ruas Jalan Muara Teweh–Benangin STA 50+800 menunjukkan pentingnya perencanaan infrastruktur yang memperhatikan karakteristik tanah agar tidak membahayakan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai safety factor (SF) awal lereng, menganalisis pemodelan dinding penahan tanah (retaining wall), serta mengevaluasi perubahan nilai safety factor setelah diberi perkuatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus menggunakan data sekunder hasil pengujian lapangan dan laboratorium yang dianalisis melalui metode elemen hingga (FEM) dengan bantuan program PLAXIS 2D. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai safety factor (SF) awal lereng sebesar 2,169, namun melalui back analysis diperoleh nilai SF sebesar 1,057 yang mengindikasikan kondisi tidak stabil dan berisiko tinggi longsor. Untuk itu direncanakan dinding penahan tanah tipe kantilever dengan spesifikasi tinggi 4 m, lebar 0,2 m, panjang heel 1,5 m, panjang toe 1 m, tebal dinding batang bawah 0,4 m. Analisis stabilitas lereng setelah diberi perkuatan menunjukkan peningkatan nilai safety factor (SF) menjadi 1,690, yang menandakan lereng telah berada dalam kondisi aman dari risiko kelongsora

    Pemanfaatan Pasir Besi dan Pasir Pantai sebagai Agregat Halus pada Campuran Asphalt Concrete – Binder Course

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan pasir besi dan pasir pantai sebagai substitusi sebagian agregat halus pada campuran Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC) serta menentukan proporsi optimum yang mampu memenuhi persyaratan kinerja menurut Spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi 2. Pengujian laboratorium dilakukan menggunakan pasir besi dari Pantai Kerakat dan pasir pantai dari Pantai Malimbu, sedangkan agregat kasar dan abu batu diperoleh dari AMP setempat. Pengujian Marshall dilakukan dengan kadar aspal optimum sebesar 5,15% dengan parameter yang dianalisis meliputi stabilitas, kelelehan, Marshall Quotient, Void in Mineral Aggregate (VMA), Void in Mix (VIM), dan Void Filled with Bitumen (VFB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa campuran tidak memenuhi kriteria VIM dan VFB, dua variasi 5% pasir besi + 5% pasir pantai dan 7,5% pasir besi + 2,5% pasir pantai menunjukkan keseimbangan interaksi antarbutir, interlock agregat yang baik, dan struktur internal yang stabil sehingga memenuhi seluruh spesifikasi yang dipersyaratkan. Secara ilmiah, pencapaian kinerja tersebut disebabkan oleh karakteristik pasir besi yang meningkatkan kerapatan struktur dan pasir pantai yang memperbaiki kemampuan kerja sehingga mencegah over compaction. Sebaliknya, campuran dengan dominasi pasir pantai menghasilkan rongga udara tinggi, sedangkan campuran dengan dominasi pasir besi menjadi terlalu rapat, keduanya menyebabkan ketidaksesuaian spesifikasi. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa proporsi terkontrol dari kedua material lokal ini dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai substitusi agregat halus dalam campuran AC-B

    Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Rumah Susun Kota Banda Aceh Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index

    No full text
    Rumah susun sederhana sewa merupakan solusi hunian vertikal yang disediakan pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, guna mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan dan menyediakan hunian yang layak. Penelitian ini dilakukan di Rusunawa Keudah, Kota Banda Aceh, yang dibangun pada tahun 2010 di lahan ±2 hektar, terdiri dari lima lantai. Blok A–D memiliki 98 unit tipe 24, sedangkan blok E memiliki 70 unit tipe 36, dan saat ini dihuni oleh 379 kepala keluarga. Rumuusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat kepuasan penghuni rusunawa keudah dan berapa besar persentase kepuasan dari masyarakat terhadapa rusunawa menggunakan metode customer satisfaction index.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan penghuni serta mengukur tingkat kepuasan mereka menggunakan metode Customer Satisfaction Index. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 80 responden, terdiri dari masyarakat penghuni rumah susun di kota Banda Aceh. Variabel yang dianalisis meliputi kualitas bangunan, fasilitas pendukung, lingkungan sosial, pengelolaan dan pelayanan, serta aksesibilitas dan lokasi. Hasil uji validitas diperoleh nilai rata-rata tingkat kepentingan r-hitung 0,694 > 0,0896 dan tingkat kepuasan 0,575 > 0,0896 dan nilai Sig hitung rata-rata 0,001 < 0,05 maka dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas tingkat kepentingan diperoleh Cronbach Alpha sebesar 0,922 > 0,6, dan tingkat kepuasan diperoleh sebesar 0,857 > 0,6,  maka jawaban responden sudah reliabel. Presentase hasil deskriptif paling penting ditemukan pada variabel X1 sebesar 4,26% , dan paling puas terdapat pada variabel X5 sebesar 4,11%. Hasil perhitungan CSI sebesar 78,24%, yang tergolong dalam kategori Puas. Ini menunjukkan bahwa secara umum penghuni merasa puas terhadap fasilitas dan pelayanan yang disediakan, namun terdapat kesenjangan signifikan pada aspek Kualitas Bangunan (X1) yang paling penting, di mana tingkat kepuasan (terendah) masih jauh di bawah harapan. Oleh karena itu, perbaikan struktural dan pemeliharaan rutin pada aspek fisik bangunan sangat diperlukan untuk meningkatkan kepuasan secara keseluruha

    Penguatan Kreativitas Remaja Griya Harapan Difabel melalui Desain Motif Batik Berbasis Ketahanan Pangan Cireundeu

    Get PDF
    Keterbatasan daya saing produk batik karya remaja difabel di Griya Harapan Difabel (GHD) menandakan perlunya pendekatan inovatif yang mampu menggabungkan nilai budaya lokal dengan proses kreatif. Upaya ini menjadi penting untuk memperkuat keunikan dan nilai jual karya mereka di pasar batik Jawa Barat. Kampung Adat Cireundeu di Jawa Barat memiliki kearifan lokal dalam ketahanan pangan berbasis singkong yang kaya nilai edukatif dan filosofis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas remaja difabel di GHD melalui knowledge transfer budaya pangan Cireundeu sebagai inspirasi dalam perancangan motif batik. Metode yang digunakan adalah partisipatif-kolaboratif melalui sesi edukasi, diskusi interaktif, workshop desain batik, dan workshop implementasi. Peserta diajak memahami filosofi ketahanan pangan lokal dan menerjemahkannya ke dalam visual motif batik menggunakan teknik stilasi sesuai dengan persepsi masing-masing. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap nilai budaya lokal serta kemampuan dalam mengekspresikan ide ke dalam desain visual. Beberapa karya bahkan menunjukkan orisinalitas tinggi dan potensi untuk dikembangkan menjadi produk budaya yang bernilai jual. Kesimpulannya, pendekatan budaya lokal dalam kegiatan desain mampu mendorong kreativitas remaja difabel sekaligus memperkuat nilai identitas lokal dalam karya visual mereka. Kegiatan ini juga menjadi strategi inklusif dalam penguatan peran difabel dalam praktik kebudayaan berbasis desain

    Implementasi Aplikasi Digital dalam Upaya Pencegahan Cedera Atlet Sepatu Roda

    Get PDF
    Club Faster Sepatu Roda Sidoarjo merupakan klub pembinaan atlet usia dini yang menghadapi dua permasalahan utama, yaitu tingginya risiko cedera akibat latihan intensitas tinggi dan belum adanya sistem pencatatan latihan berbasis digital. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pencegahan cedera serta mengoptimalkan performa atlet melalui edukasi dan penerapan aplikasi digital Sains Skate Support. Kegiatan melibatkan atlet, pelatih, dan wali atlet dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, implementasi aplikasi, evaluasi, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman pencegahan cedera di seluruh kelompok sasaran, disertai penurunan risiko cedera dan peningkatan performa latihan serta konsistensi kehadiran atlet. Penerapan aplikasi digital memudahkan pelatih dan wali atlet dalam memantau perkembangan dan mendeteksi potensi cedera secara sistematis. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat budaya latihan aman dan berbasis data, serta berpotensi direplikasi pada klub olahraga lain sebagai model pembinaan digital yang berkelanjutan

    Hubungan Tingkat Self Esteem Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Di RSI Aisyiyah Malang

    Get PDF
    Objective: To identify levels of self-esteem and anxiety, as well as analyze the relationship between self-esteem and anxiety levels in pre-caesarean section patients at RSI Asyiyah Malang. Methods:  This type of research is correlational with a cross-sectional design. The population in this study was preoperative caesarean section patients; the sample size was 44 respondents. The sampling technique used was accidental sampling. Data analysis was carried out using the Spearman Rank correlation test. Results: The results of the analysis showed that the majority of patients had low self-esteem and moderate levels of anxiety. There is a significant relationship with value = 0.000 (0.005) and r = -0.557, which means there is a fairly strong relationship in the negative direction, meaning the higher the level of self-esteem, the lower the patient's anxiety level. Conclusion:    Patients with low levels of self-esteem are less able to control their emotions when under pressure and overcome their anxiety. Therefore, it is very important to know the level of self-esteem in patients who experience anxiety to determine more appropriate treatment

    PENGARUH TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK BERBASIS ISLAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN CVA : THE EFFECT OF ISLAMIC-BASED AUTOGENIC RELAXATION THERAPY ON ANXIETY LEVELS IN CVA PATIENTS

    No full text
    Background :Psychological disorders are common in CVA patients. Anxiety is one of the psychological factors that can worsen the condition of CVA patients. Islamic-based autogenic relaxation therapy is an alternative for reducing anxiety. Objective :This study aims to understand the impact of islam-based autogenic relaxation therapy on anxiety levels in patients with CVA in the Bougenville Ward of Dr. Soegiri Regional Hospital, Lamongan Regency. Methods : This study used a pre-experimental design with a single-group pre-test and post-test approach. Using consecutive sampling, 36 CVA patients were recruited. The study used the HADS-A instrument to measure anxiety levels and the HMS instrument to measure mobility levels. Islamic-based autogenic relaxation therapy was administered for three consecutive days according to standard operating procedures (SOP). The data were analyzed using the Wilcoxon test with a P-value of 0.05. Result : Before the intervention, 80.6% of CVA patients experienced moderate anxiety. After the intervention, 50% of patients experienced mild anxiety. The Wilcoxon test showed a P-value of 0.000, indicating a significant effect of Islamic-based autogenic relaxation intervention on anxiety levels in CVA patients. Conclusion : Islamic-based autogenic relaxation therapy can reduce anxiety by calming the mind, reducing stress, and motivating patients to be more active.Background  : Gangguan psikologis sering dialami pasien CVA. Kecemasan merupakan salah satu hal psikologi yang dapat memperburuk kondisi pasien CVA. Terapi relaksasi autogenik berbasis islami menjadi alternatif dalam menurunkan kecemasan. Objective : Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak dari terapi relaksasi autogenik berbasis islam terhadap tingkat kecemasan pasien yang mengalami CVA di Ruang Bougenville RSUD Dr. Soegiri Kabupaten Lamongan. Methods : Penelitian ini menggunakan desain pre-experiment dengan pendekatan satu kelompok pra-uji dan pasca-uji. Dengan teknik pengambilan consecutive sampling, diperoleh sebanyak 36 pasien CVA. Data penelitian ini mengggunakan instrumen HADS-A untuk mengukur tingkat kecemasan dan instrumen HMS untuk mengukur tingkat mobilitas. Terapi relaksasi autogenik berbasis Islami diberikan selama tiga hari berturut-turut sesuai dengan SOP. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai P-Value =0,05. Result : Sebelum intervensi, 80,6% pasien CVA mengalami kecemasan sedang. Setelah intervensi, 50% pasien turun menjadi kecemasan ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan P-Value 0,000 yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara intervensi relaksasi autogenik berbasis islami terhadap tingkat kecemasan pada pasien CVA. Conclusion : Terapi relaksasi autogenik berbasis islami dapat menurunkan kecemasan karena dapat menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan memotivasi pasien untuk lebih aktif bergera

    ANALISIS PERBANDINGAN DEFLASI TORNIQUET LANGSUNG DAN BERTAHAP TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN OPERASI TOTAL KNEE ARTHROPLASTY

    No full text
    Background: Arterial tourniquets are used in extremity surgical procedures to create a bloodless surgical field. In Total Knee Arthroplasty (TKA) there is redistribution of intravascular volume to the ischemic lower extremity, bleeding, and vasodilation, thereby potentially reducing arterial blood pressure. Objective: to analyze the differences in blood pressure reduction in TKA patients after direct and gradual tourniquet deflation. Methods: Using the Quasy experiment, the population was TKA surgery patients in the Central Surgery Room at Dr. RSUD. Soedono, East Java Province in January – March 2024. Using Simple Random Sampling techniques, it was found that n=24 respondents were divided into intervention group n=12 and control group n=12. Data analysis used the independent T-test. Results: There was no significant difference in pre-intervention systolic and diastolic blood pressure between the gradual and direct groups (p=0.055, p=0.451), there was no significant difference in post-intervention systolic blood pressure between the gradual and direct groups (p=0.578) and there was a significant difference diastolic blood pressure at post intervention between the gradual and immediate groups (p=0.032). The mean difference between pre and post systolic blood pressure in the gradual deflation group was 4.08 mmHg and Dyastole was 6.17 mmHg. Meanwhile, the difference in the mean value of pre and post Systole blood pressure in the direct deflation group was 19.31 mmHg and Dyastole was 10.55. The decrease in blood pressure in both systole and diastole in the gradual deflation group was smaller than in the immediate deflation group. Conclusion: Gradual tourniquet deflation allows for a smaller risk of lowering blood pressure than directly so it can be considered as an alternative method of tourniquet deflation after TKA surgeryBackground: Tourniquet arteri digunakan dalam prosedur bedah ekstremitas untuk menciptakan area bedah tanpa darah (bloodless surgical field). Pada Artroplasti Lutut Total (TKA) terjadi redistribusi volume intravaskular ke ekstremitas bawah yang iskemik, perdarahan, dan vasodilatasi sehingga berpotensi mengurangi tekanan darah arteri. Objective: untuk menganalisis perbedaan penurunan tekanan darah pasien TKA setelah deflasi torniquet secara langsung dan bertahap. Methods: Menggunakan Quasy experiment, populasi adalah pasien operasi TKA di ruang Bedah Sentral RSUD Dr. Soedono Provinsi Jawa Timur pada Januari – Maret 2024. Menggunakan tehnik Simple Random Sampling didapatkan n=24 responden terbagi menjadi kelompok intervensi n=12 dan kelompok kontrol n=12. Analisa data menggunakan uji T-test independent. Results: Tidak ada perbedaan signifikan tekanan darah systole dan dyastole pre intervensi antara kelompok bertahap dan langsung, (p=0,055, p=0,451), tidak terdapat perbedaan signifikan tekanan darah systole post intervensi antara kelompok bertahap dan langsung (p=0,578) dan terdapat perbedaan signifikan tekanan darah diastole pada post intervensi antara kelompok bertahap dan langsung (p=0,032). Nilai selisih mean tekanan darah systole pre dan post kelompok deflasi bertahap sebesar 4,08 mmHg dan Dyastole sebesar 6,17 mmHg. Sedangkan selisih nilai mean tekanan darah Systole pre dan post pada kelompok deflasi langsung sebesar 19,31 mmHg dan Dyastole sebesar 10,55. Penurunan tekanan darah baik systole maupun dyastole kelompok deflasi bertahap lebih kecil dibandingkan dengan kelompok deflasi langsung. Conclusion: Deflasi torniquet secara bertahap memungkinkan terjadinya resiko penurunan tekanan darah lebih kecil dibandingkan secara langsung sehingga dapat dipertimbangkan untuk dilaksanakan sebagai alternatif metode deflasi torniquet post operasi TKA

    PRINSIP PENDIDIKAN INKLUSIF RASULULLAH : RELEVANSI HADIS DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN RAMAH DISABILITAS

    Get PDF
    Inclusive education is a vital paradigm in establishing an equitable, adaptive, and disability-friendly educational system. Within the Islamic context, the values of inclusive education are neither foreign nor novel; they were already practiced during the prophetic era of the Prophet Muhammad SAW. This study aims to explore the principles of inclusive education reflected in the Prophetic traditions (ḥadīth), particularly those narrated by Imam Tirmidzi Imam Malik in al-Muwaṭṭa’, and Imam Ibn Majah. These narrations illustrate the Prophet’s interactions with companions with disabilities, such as ‘Abdullah ibn Umm Maktūm, and his prophetic attitude in granting them roles, dignity, and religious responsibilities. The research employs a qualitative descriptive approach through content analysis and thematic interpretation to extract contextual meanings from the hadiths. The findings reveal that principles such as recognition of human dignity, functional justice, social empowerment, and structural accommodation of persons with disabilities were foundational to the Prophet’s educational practice. These insights are reinforced by the social model of disability, Amartya Sen’s capability approach, and the Islamic legal framework of maqasid syariah, which upholds the protection of life, intellect, and human dignity as fundamental objectives. The study concludes that integrating prophetic values into the development of inclusive education is highly relevant to transforming the national education system into one that is more humanistic, inclusive, and transformative Keywords: Inclusive Education, Prophetic Hadith, Disability, Maqasid Syariah, Capability Approach, Islamic HumanismPendidikan inklusif merupakan paradigma penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang adil, adaptif, dan ramah bagi semua peserta didik, termasuk mereka yang menyandang disabilitas. Dalam konteks Islam, nilai-nilai pendidikan inklusif tidaklah asing, bahkan telah terimplementasi sejak masa kenabian Rasulullah SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip pendidikan inklusif yang tercermin dalam hadis Nabi, khususnya yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Malik dalam al-Muwaṭṭa’, dan Imam Ibnu Majah. Ketiga hadis tersebut menggambarkan interaksi langsung Rasulullah SAW dengan sahabat-sahabat penyandang disabilitas seperti Abdullah bin Ummi Maktum, serta sikap profetik beliau dalam memberikan peran, penghargaan, dan tanggung jawab keagamaan kepada mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis) dan interpretasi tematik (thematic interpretation) dalam memahami makna-makna hadis secara kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti pengakuan martabat manusia, keadilan fungsional, pemberdayaan sosial, serta penghapusan hambatan struktural terhadap penyandang disabilitas telah menjadi bagian dari kebijakan pendidikan Rasulullah SAW. Temuan ini dikuatkan dengan teori social model of disability, capability approach dari Amartya Sen, serta kerangka maqāṣid al-syarī‘ah yang menempatkan perlindungan jiwa, akal, dan martabat manusia sebagai tujuan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai profetik dalam pengembangan pendidikan inklusif sangat relevan untuk memperkuat transformasi sistem pendidikan nasional menuju sistem yang lebih humanis, inklusif, dan transformatif. Inclusive education is a vital paradigm in establishing an equitable, adaptive, and disability-friendly educational system. Within the Islamic context, the values of inclusive education are neither foreign nor novel; they were already practiced during the prophetic era of the Prophet Muhammad SAW. This study aims to explore the principles of inclusive education reflected in the Prophetic traditions (ḥadīth), particularly those narrated by Imam Tirmidzi Imam Malik in al-Muwaṭṭa’, and Imam Ibn Majah. These narrations illustrate the Prophet’s interactions with companions with disabilities, such as ‘Abdullah ibn Umm Maktūm, and his prophetic attitude in granting them roles, dignity, and religious responsibilities. The research employs a qualitative descriptive approach through content analysis and thematic interpretation to extract contextual meanings from the hadiths. The findings reveal that principles such as recognition of human dignity, functional justice, social empowerment, and structural accommodation of persons with disabilities were foundational to the Prophet’s educational practice. These insights are reinforced by the social model of disability, Amartya Sen’s capability approach, and the Islamic legal framework of maqasid syariah, which upholds the protection of life, intellect, and human dignity as fundamental objectives. The study concludes that integrating prophetic values into the development of inclusive education is highly relevant to transforming the national education system into one that is more humanistic, inclusive, and transformative

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇