Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    Pengembangan Kognitif Melalui Penggunaan Game Edukasi Digital Untuk Anak Usia 5 - 6 Tahun Di Tk Riverside Tahun Pelajaran 2022/2023

    No full text
    Cognitive Development Through the Use of Digital Educational Games for Children Aged 5-6 Years at Riverside Kindergarten 2022/2023 Academic YearCognitive of children aged 5-6 years in Kindergarten Riverside Surabaya is still very low. This is because learning at Riverside Kindergarten is still not attractive to students. Therefore it is necessary to change the strategy in learning for children's cognitive development. Educational games excel in several aspects compared to conventional learning designs. One of its advantages is the existence of animation which can improve memory, so it can store learning material for quite a long time.This research aims at cognitive development through the use of digital educational games. The subjects of this study were group B, which consisted of 19 children and 1 group B teacher at Riverside Kindergarten. This research method uses the CAR method (classroom action research) with the model approach used by Kemmis and Mc. Taggart. Data collection techniques are carried out through observation and documentation. This research procedure consists of 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection.Digital educational game media can be used to support teachers when delivering learning material. As well as really helping children in a fun learning process. This digital educational game can be a learning medium for children aged 5-6 years to get to know the ABCD pattern, recognize various kinds of vowel and consonant symbols, and present objects in written form. Learning to use digital educational games is able to develop the cognitive abilities of children aged 5-6 years at the Riverside Kindergarten in Surabaya.Keywords: Cognitive, Digital Educational Gam

    PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI FINANSIAL ANAK KELOMPOK B DI TK BARUNAWATI 3 SAMARINDA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model project based learning terhadap kemampuan literasi finansial anak kelompok B di TK Barunawati 3 Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dengan desain penelitian pre- eksperimental tipe one group pretest posttest desaign . Dalam penelitian ini digunakan anak didik kelompok B yang berjumlah 22 anak. Hasil penelitian menunjukkan sebelum adanya Treatment yaitu dengan nilai rata-rata Pretest 7,95 dengan presentase 100% belum berkembang. Setelah diberikan Treatment nilai rata-rata posttest menjadi 14,31 dengan presentase 95,30% belum berkembang dan 4,6 % sudah mulai berkembang. Berdasarkan hasil pretest dan posttest diperoleh n-gain score yaitu normalized n-gain score 0,7 > 0,3 dengan presentase 12,73 % yang berkategori sedang. Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai signifiansi yang diperoleh ialah 0,00. Dengan nilai 0,00 < 0,05 yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada kelompok eksperimen . Maka terdapat pengaruh model project based learning terhadap kemampuan literasi finansial anak kelompok B di TK Barunawati 3 samarind

    Kajian Hukum Islam Terhadap Tradisi Kirim Dungo Sebelum Akad Nikah: Studi di Desa Wringinagung Jember

    Get PDF
    Tradition is a series of activities that are inseparable from the life of the village community and continue to be preserved from generation to generation. One of the traditions that is still maintained is the tradition of sending dungo before the marriage contract, which is a joint prayer activity as a form of asking for blessings and safety for the family and the bride-to-be. This study aims to analyze the tradition of sending dungo in the perspective of Islamic law, especially in the concept of 'urf. This research uses a qualitative method with an ethnographic approach to understand the practice of this tradition in people's lives. The results of the study show that the tradition of sending dungo can be categorized as 'urf sahih, which is a tradition that does not contradict Islamic shlaw. This tradition has positive value as part of the prayer for blessing and salvation, but it has no status as an obligation in a marriage. Therefore, in its implementation, it must remain in line with the principles of Islamic law without being considered an obligation in marriage.Tradisi merupakan serangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat desa dan terus dilestarikan secara turun temurun. Salah satu tradisi yang masih dipertahankan adalah tradisi kirim dungo sebelum akad nikah, yakni kegiatan doa bersama sebagai bentuk permohonan keberkahan dan keselamatan keluarga serta calon pengantin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi kirim dungo dalam perspektif hukum Islam khususnya dalam konsep ‘urf. Metode penelitian yang diguanakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi guna memahami praktik tradisi ini dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi kirim dungo dapat dikategorikan sebagai ’urf shahih, yaitu tradisi yang tidak bertentangan dengan syari’at Islam. Tradisi ini memiliki nilai positif sebagai bagian dari doa keberkahan dan keselamatan, tetapi tidak memiliki kedudukan sebagai kewajiban dalam sebuah pernikahan. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya harus tetap sejalan dengan prinsip hukum Islam tanpa dianggap sebagai suatu kewajiban dalam pernikahan. Kata Kunci: Tradisi, Pernikahan, Hukum Islam, Kirim dungo

    Disfungsi PP Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Pembagian Gaji Pasca Perceraian PNS: (Studi Kasus di Pengadilan Agama Bojonegoro)

    Get PDF
    Divorce among civil servants (PNS) has been increasingly prevalent in Bojonegoro Regency over the past four years. The majority of these cases are dominated by domestic violence (KDRT) and infidelity. There are specific regulations in Government Regulation No. 45 of 1990 concerning civil servants' benefits, which indicate that the status of civil servants is different from that of the general public. This study focuses on the dysfunction of Article 8, which governs the division of one-third of a civil servant’s salary after divorce. This research uses empirical legal research or field research with a qualitative approach. Primary data was obtained from semi-structured interviews with religious court judges in Bojonegoro. The findings of this study reveal that Article 8, which regulates the division of civil servant salaries, is not fully implemented in the Bojonegoro state court or experiences dysfunction. This is due to the potential harm that may arise after the divorce if it is applied in civil servant divorce cases, such as the continued use of alimony by the ex-wife from her former husband until she remarries. This also opens the possibility that if the ex-wife enters into a religious marriage, alimony from the ex-husband will continue to be paid to the ex-wife and her new husband.Perceraian di kalangan PNS marak terjadi di Kabupaten Bojonegoro dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Mayoritas kasus perjalanan tersebut didominasi oleh kasus KDRT dan perselingkuhan. Terdapat aturan khusus dalam peraturan pemerintah nomor 45 tahun 1990 tentang perkiraan PNS, hal ini menunjukkan bahwa perkiraan PNS sebenarnya berbeda dengan masyarakat umum non PNS. Fokus penelitian ini pada disfungsi pasal 8 yang mengatur tentang pembagian gaji 1/3 pasca perceraian PNS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris atau penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data primer didapati dari wawancara semi terstruktur dengan hakim pengadilan agama Bojonegoro. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pasal 8 yang mengatur pembagian gaji PNS tidak dilaksanakan sepenuhnya di pengadilan negara Bojonegoro atau mengalami disfungsi. Hal tersebut disebabkan karena munculnya kemudaratan di kemudian hari setelah perceraian apabila diterapkan dalam perkara perceraian PNS, Seperti pemanfaatan uang nafkah istri dari mantan suami secara terus-menerus hingga mantan istri menikah lagi, hal ini tidak menutup kemungkinan apabila mantan istri menikah secara siri maka uang nafkah dari badan suami akan terus mengalir kepada mantan istri dan suami barunya. Kata Kunci: Perceraian, Pembagian Gaji, Pegawai Negeri Sipil (PNS)

    Dampak Perselingkuhan Terhadap Hubungan Rumah Tangga Suami Istri : (Analisis Perkara Melalui Mediasi di Pengadilan Agama Jambi)

    Get PDF
    This study aims to examine infidelity in the jurisdiction of Jambi province against marital relationships, the factors that cause infidelity and the legal consequences caused by infidelity with the main focus on case analysis through mediation at the Jambi Religious Court.This study will apply a qualitative method that includes data collection from observations, interviews, and data sources related to the phenomenon being studied. For the data analysis technique, pre-field analysis was used, field data analysis of the miles and huberman model and spradley data analysis. The results of the study show that the factors that cause infidelity in the jurisdiction of Jambi province are generally classified into two, namely internal factors and external factors. However, in general, infidelity cases at the Jambi Religious Court that cause continuous disputes and quarrels are one of the parties finding a phone call or chat with another dream man or woman as well as direct information obtained from relatives or friends by showing evidence of infidelity from the partner. Infidelity has a large and serious impact on domestic relationships. Based on the case at the Jambi religious court, the impact of infidelity is not only felt by both the victim and the perpetrator between married couples, but also to their children, then the family or closest relatives even have an impact on their life in the community. The legal consequences arising from infidelity are the breakdown of marriage or divorce, child custody and the division of property. Keywords: Infidelity, Mediation, Jambi Religious CourtAbstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang perselingkuhan di wilayah hukum provinsi Jambi terhadap hubungan rumah tangga suami istri,faktor-faktor penyebab terjadinya perselingkuhan dan akibat hukum yang ditimbulkan perselingkuhan dengan fokus utama pada analisis perkara melalui mediasi di Pengadilan Agama Jambi. Penelitian ini akan menerapkan metode kualitatif yang mencakup pengumpulan data dari observasi, wawancara, dan sumber data terkait dengan fenomena yang sedang diteliti. Untuk teknik analisis data menggunakan analisis sebelum di lapangan, analisis data lapangan model miles and huberman dan analisis data spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya faktor-faktor penyebab terjadinya perselingkuhan di wilayah hukum provinsi Jambi secara umum diklasifikasikan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Namun, pada umumnya kasus perselingkuhan di Pengadilan Agama Jambi yang menyebabkan perselisihan dan pertengkaran terus menerus yaitu salah satu pihak mendapati telpon atau chating dengan pria atau wanita idaman lain serta informasi langsung yang didapatkan dari kerabat ataupun teman dengan menunjukan bukti perselingkuhan dari pasangan. Perselingkuhan membawa dampak yang besar dan serius terhadap hubungan rumah tangga. Berdasarkan kasus perkara di pengadilan agama Jambi bahwa dampak perselingkuhan tidak hanya dirasakan baik oleh korban ataupun pelaku diantara pasangan suami istri, melainkan juga kepada anak-anaknya, kemudian keluarga atau kerabat terdekat bahkan berdampak pada kehidupannya dalam masyarakat. Akibat hukum yang ditimbulkan dari perselingkuhan yaitu putusnya perkawinan atau perceraian, hak asuh anak dan pembagian harta. Kata Kunci: Perselingkuhan, Mediasi, Pengadilan Agama Jambi

    Faktor yang Mempengaruhi Emotional Exhaustion pada Perawat di Rumah Sakit: A Cross-Sectional Study

    Get PDF
    Introduction: Emotional exhaustion among hospital nurses represents a major occupational health challenge, particularly in healthcare systems facing increasing service demands and workforce constraints. Identifying organizational determinants based on the Job Demands–Resources (JD-R) framework is essential to inform context-specific workforce strategies. Methods: A cross-sectional study was conducted among 72 nurses working in various clinical units at a hospital in Gresik, Indonesia. Cluster sampling was applied to ensure proportional representation across units. Emotional exhaustion was measured using the Emotional Exhaustion subscale of the Maslach Burnout Inventory–Human Services Survey. Job demands (workload, emotional demands, role conflict, workplace incivility) and job resources (supervisor support, organizational support, team support, job autonomy) were assessed using validated questionnaires. Data were analyzed using multiple linear regression to determine the relative contribution of each predictor. Results: Job demands and job resources were significant predictors of emotional exhaustion (p < 0.001), accounting for 50% of the variance. Workload emerged as the strongest positive predictor, followed by emotional demands. Among job resources, supervisor support demonstrated the most substantial protective effect. Higher job demands were associated with increased emotional exhaustion, whereas stronger job resources were associated with reduced levels of exhaustion. Discussion: The findings reinforce the JD-R framework, highlighting the interplay between structural workload pressures and organizational support mechanisms in shaping nurse wellbeing. Organizational strategies focusing on workload management and strengthening supervisory support may contribute to reducing emotional exhaustion in hospital settings

    Poligami Dalam Sistem Perundang-Undangan Hukum Keluarga: Studi Komparasi Di Indonesia Dan Turki

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan menganalisis perbandingan peraturan poligami di Indonesia dan Turki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi komparatif. Penelitan ini menemukan bahwa hukum perkawinan di Indonesia dan Turki sama-sama menganut asas monogami, namun berbeda dalam penerapan poligami. Indonesia menerapkan asas poligami terbuka, ditandai dengan adanya pasal yang memungkinkan praktik poligami, didukung oleh mayoritas masyarakat muslim bermadzhab Syafi’i, pandangan ulama yang tidak melarang poligami, serta faktor adat dan budaya yang masih kuat. Sebaliknya, Turki menerapkan asas poligami tertutup, yang dipengaruhi oleh gagasan modernisasi Mustafa Kemal Atatürk, pandangannya bahwa poligami merupakan bentuk penghinaan dan kekerasan terhadap perempuan, serta pengesahan The Turkish Civil Code 1926 yang secara hukum melarang poligami. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa perbedaan regulasi poligami di Indonesia dan Turki menunjukkan bagaimana hukum perkawinan dipengaruhi oleh kombinasi faktor keagamaan, sosial-budaya, dan politik modernisasi negara.   Kata Kunci: Poligami Terbuka, Poligami Tertutup, Prinsip Perkawinan

    PEMODELAN RISIKO EPIDEMI PADA BUDIDAYA MASSAL MAGOT (HERMETIA ILLUCENS) MENGGUNAKAN MODEL SIR

    Get PDF
    Hermetia illucens, or the Black Soldier Fly  (BSF) maggot, is widely cultivated due to its ability to convert organic waste into economically valuable biomass; however, high colony density increases the risk of disease transmission. This study aims to analyze infection dynamics in maggot colonies using a mathematical modeling approach based on the Susceptible–Infected–Removed (SIR) epidemiological model. A system of differential equations was formulated by incorporating transmission rate (β), recovery or isolation rate (γ), and mortality rate (μ). Simulations were conducted on an initial population of 10,000 larvae with 100 infected larvae on the first day, evaluating three control scenarios: no control, improved sanitation, and rapid quarantine. Model parameters were assumed based on insect epidemiology literature. The results show that without control, an R₀ of 3.50 leads to a rapidly spreading outbreak with a peak infection of approximately 3,600 larvae. The sanitation scenario reduces R₀ to 2.00 with a peak of around 1,500 infected larvae, whereas rapid quarantine lowers R₀ to 1.40 and results in only about 500 infected larvae with a shorter outbreak duration. These findings indicate that sanitation measures and rapid quarantine are effective in reducing outbreak risks in BSF cultivation, with rapid quarantine being the most efficient strategy. The study provides an early theoretical contribution to applying simple epidemiological modeling to support biosafety practices in the BSF industry.Hermetia illucens atau magot Black Soldier Fly (BSF) merupakan serangga yang banyak dibudidayakan karena kemampuannya dalam mengonversi limbah organik menjadi biomassa bernilai ekonomi. Meskipun memiliki potensi tinggi, sistem budidaya dengan kepadatan koloni yang besar rentan terhadap risiko penyebaran penyakit. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dinamika infeksi pada koloni magot melalui pendekatan pemodelan matematika menggunakan model epidemiologi Susceptible–Infected–Removed (SIR). Metode penelitian meliputi analisis deskriptif terhadap kondisi budidaya magot serta perumusan sistem persamaan diferensial SIR dengan parameter  (laju penularan),  (laju pemulihan/isolasi, dan  (laju mortalitas). Simulasi dilakukan pada populasi awal 10.000 larva, dengan 100 larva terinfeksi pada hari pertama. Tiga skenario pengendalian dianalisis, yaitu: tanpa kontrol, perbaikan sanitasi, dan karantina cepat. Parameter model ditetapkan secara asumtif berdasarkan literatur epidemiologi serangga. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tanpa kontrol, nilai  menghasilkan wabah yang cepat menyebar dengan puncak infeksi sekitar 3.600 larva (40% populasi). Skenario sanitasi menurunkan nilai  menjadi 2,00 dengan puncak infeksi ±1.500 larva (15%). Sementara itu, karantina cepat meningkatkan nilai  sehingga  turun menjadi 1,40, dengan puncak infeksi hanya sekitar 500 larva (10%) dan wabah lebih cepat mereda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengendalian berbasis sanitasi dan karantina cepat efektif dalam menurunkan risiko wabah pada koloni magot, dengan karantina cepat terbukti paling efisien dalam menekan intensitas infeksi. Secara teoretis, penelitian ini merupakan salah satu kajian awal yang mengaplikasikan model epidemiologi sederhana pada budidaya serangga non-vektor berbasis biomassa. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan dalam penerapan protokol biosafety untuk mendukung keberlanjutan industri BSF

    PEMBELAJARAN KOOPERATIF SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN RESPONS MAHASISWA

    Get PDF
    This study aims to provide an overview of student engagement and response during mathematics learning strategy lectures using cooperative learning. The research method used is qualitative, involving 20 students randomly selected from the Mathematics Education program at UIN Sumatera Utara Medan in 2023. Analysis of student engagement was conducted based on observations, questionnaires, and interviews. The results showed that cooperative learning has a positive impact on student engagement and response, with 65% of students showing a good response and an average score of 86.14. This study identified positive academic responses, marked by the creation of new ideas from students' experiences, improved high-level thinking skills, enhanced communication skills, and social skills such as appreciating peers' opinions, exchanging ideas, and teaching acceptance of diversPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan gambaran mengenai keterlibatan dan respon mahasiswa pada saat perkuliahan strategi pembelajaran matematika menggunakan pembelajaran kooperatif. Adapun metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini melibatkan 20 mahasiswa yang dipilih secara acak yang  dilaksanakan di UIN Sumatera Utara Medan pada program studi  pendidikan matematika semester IV tahun ajaran 2022/2023.  Analisis keterlibatan mahasiswa dilakukan berdasarkan  hasil dari observasi selama pembelajaran, angket, dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa terlibat aktif dalam pembelajaran dan diperoleh respon yang positif. Penelitian ini telah mengidentifikasi bahwa terdapat respon yang positif terhadap akademik ditandai dengan  terciptanya ide-ide yang baru dari hasil pengalaman masing-masing mahasiswa, meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dan juga keterampilan sosial seperti menghargai pendapat teman, saling bertukar pendapat, dan juga mengajarkan penerimaan terhadap keragaman

    Pengembangan E-Modul Epembelajaran Berbasis Etnomatematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Komunikasi Matematis Peserta Didik

    Get PDF
    Rendahnya kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis peserta didik menuntut pengembangan bahan ajar inovatif yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul pembelajaran berbasis etnomatematika yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis peserta didik pada materi statistika. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 23 peserta didik kelas XI SMAN 6 Luwu Utara. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respons guru dan peserta didik, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas peserta didik, serta tes kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan skor rata-rata 3,89. Kepraktisan e-modul ditunjukkan oleh keterlaksanaan pembelajaran dengan skor rata-rata 1,8 dan respons guru sebesar 90% pada kategori sangat baik. Keefektifan e-modul terlihat dari persentase kemampuan berpikir kritis sebesar 86,41% dan komunikasi matematis sebesar 85,87% pada kategori baik. Dengan demikian, e-modul pembelajaran berbasis etnomatematika dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar kontekstual di sekolah menengah atas.The low level of critical thinking and mathematical communication skills among students urges the development of learning innovations. There has been no development of ethnomathematics modules that simultaneously improve both skills, so this study aims to develop ethnomathematics-based e-learning modules that meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness in improving students' critical thinking and mathematical communication skills. This development research uses the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation, and involves 23 students from class XI 1 of SMAN 6 Luwu Utara as research subjects. The research instruments include expert validation sheets, student and teacher response questionnaires, observation sheets on the implementation of learning and student activities, as well as tests of critical thinking and mathematical communication skills. Data were collected through observation, questionnaire distribution, and tests, then analyzed descriptively, quantitatively, and qualitatively. The results of the study show that the developed e-learning module meets the criteria of being valid, practical, and effective for use in learning. The development of this ethnomathematics-based e-learning module provides an alternative innovative teaching material that is effective in improving students' critical thinking and mathematical communication skills, and has the potential to be adopted for more contextual mathematics learning

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇