Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Regular and Irregular Verb Mastery In Recount Text by Using Online Flashcard
Learning English as Foreign Language is quite challenging for English Young Learner (EYL). One of the most important as fundamental skill is recognizing verb (Language Acquisition) as part of grammatical. Student must be able to differ the kind of Verb, is it Regular or Irregular?. This transformation quite simple but need attention from teacher. The successful of student writing skill depend on their understanding of this area. The application from this skill can be anywhere, Recount text as the example of application of Regular or Irregular Verb is the basic practice for them. Many ways to improve student mastery of this skill, the simply media teacher can try is by using digital method. At this moment, Researcher would like to apply online flashcard as method to improve student mastery of Regular and Irregular Verb. Before it begins, Researcher needs to have student competency to understanding their capacity. It is interesting to engage student attention by using digital media, because common media is less interesting today. 
Peningkatan Kreativitas Menulis Puisi melalui Model TGT pada Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 15 Surabaya
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menulis puisi melalui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 15 Surabaya. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya kreativitas peserta didik dalam menulis puisi yang terlihat dari kurangnya variasi ide, minimnya penggunaan majas, serta struktur puisi yang dihasilkan masih terlihat kurang teratur. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII-D SMP Muhammadiyah 15 Surabaya dengan jumlah 27 pesertadidik. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Model TGT dipilih karena bersifat kooperatif dan mampu mendorong partisipasi aktif serta kerja sama antar peserta didik melalui aktivitas permainan edukatif dan kompetisi kelompok. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi aktivitas peserta didik, dokumentasi hasil karya puisi, serta lembar penilaian kreativitas menulis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aspek kreativitas menulis puisi setelah diterapkannya model TGT. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah peserta didik yang mampu mengekspresikan ide dengan gaya Bahasa yang lebih imajinatif, serta meningkatkan antusiasme mereka dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian penerapan model TGT terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menulis puisi di kelas VIII-D SMP Muhammadiyah 15 Surabaya
Pengaruh Persepsi Siswa dalam Pembelajaran Socio-Scientific Issuess Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
The application of the socio scientific issue-based learning approach has an important role because in the socio scientific issue-based learning approach also involves the use of topics or a scientific problem that requires students to be directly involved in dialog, discussion, and debate. This study aims to describe and determine the significant influence between student perceptions of the application of socio scientific issue-based learning on student learning outcomes. This research uses a quantitative approach with a descriptive survey method. The population in this study were all fifth grade students at SDIT El-Haq with the total population or sample used was 26 students in one class. The instruments used were questionnaires about learning based on socio scientific issues and multiple choice questions on student learning outcomes. Then this data was analyzed using simple linear regression analysis. And the results showed that there was a significant influence between students' perceptions of the application of the socio scientific issue-based learning approach on student learning outcomes at SDIT El-HaqPenerapan pendekatan pembelajaran berbasis socio scientific issue memiliki peran penting karena di dalam pendekatan pembelajaran yang berbasis socio scientific issue juga melibatkan penggunaan topik atau sebuah masalah ilmiah yang mewajibkan peserta didik agar terlibat secara langsung di dalam dialog,diskusi,dan debat. Penelitian ini bertujuan untuk mendsekripsikan serta mengetahui pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran berbasis socio scientific issue terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis metode deskriptif survei. Populasi di dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDIT El-Haq dengan jumlah populasi atau sampel yang digunakan ialah 26 siswa dalam satu kelas. Instrumen yang digunakan berupa angket tentang pembelajaran yang berbasis socio scientific issue dan soal pilihan ganda hasil belajar siswa. Kemudian data ini dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Dan hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang penerapan pendekatan pembelajaran berbasis socio scientific issue terhadap hasil belajar siswa di SDIT El-Haq
Integrasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Modifikasi dalam Mewujudkan Merdeka Belajar di Sekolah Dasar
This study aims to describe the implementation of differentiated learning at SDIT Muhammadiyah Al Kautsar and describe the obstacles of teachers in implementing this differentiated learning process at SDIT Muhammadiyah Al Kautsar. This research uses qualitative with descriptive research type. The source of this research is the 5th grade teacher at SDIT Muhammadiyah Al Kautsar. Data collection was done through interviews, observation, and document review. Data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, and verification. The results showed that the implementation of differentiated learning in grade 5 SDIT Muhammadiyah Al Kautsar was carried out based on the principles of differentiated learning including: 1) learning environment, namely seeing how the student's classroom environment, 2) continuous assessment, namely measuring the extent of student readiness in learning, 3) responsive learning, namely how teachers can understand various kinds of student characters and student deficiencies in learning, and 4) class routines, namely how the results of student learning with the leadership of the class teacher, which have been carried out well. The conclusion of this research is that differentiated learning focuses on students so it is feasible to implement in a modified curriculum. The obstacle of differentiated learning is that the teacher is a little difficult to adapt to the student's personality during learning. Solution to the obstacles facedPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar dan mendeskripsikan hambatan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran berdiferensiasi ini di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber penelitian ini ialah guru kelas 5 di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta telaah dokumen. Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di kelas 5 SDIT Muhammadiyah Al Kautsar dilaksanakan berdasarkan prinsip dari pembelajaran berdiferensiasi meliputi: 1) lingkungan belajar yakni melihat bagaimana lingkungan kelas siswa, 2) assessment berkelanjutan yakni mengukur sejauh mana kesiapan siswa dalam pembelajaran, 3) pembelajaran responsif yakni bagaimana guru dapat memahami berbagai macam karakter siswa maupun kekurangan siswa dalam belajar, dan 4) rutinitas kelas yakni bagaimana hasil dari pembelajaran siswa dengan kepemimpinan guru kelas, yang telah terlaksana dengan baik. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pembelajaran berdiferensiasi berfokus pada siswa sehingga layak diterapkan dalam kurikulum modifikasi. Kendala pembelajaran berdiferensiasi adalah guru sedikit sulit beradaptasi dengan kepribadian siswa pada saat pembelajaran. Solusi terhadap kendala yang dihadapi guru adalah turut serta pada kursus guna mendapatkan informasi serta pengetahuan lebih banyak tentang pembelajaran berdiferensiasi, mensurvei rekan kerja, dan mengubah sikap guru pada kurikulum modifikasi menjadi lebih baik
Edukasi Potensi Gula Aren Padawa Singaraja Bali Sebagai Produk Unggulan Desa Yang Berdaya Saing
Tujuan dari artikel ini mendeskripsikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berupa edukasi potensi gula aren sebagai produk unggulan desa yang berdaya asing, khususnya gula aren produk Desa Padawa Singaraja Bali. Permintaan gula aren ke depan akan semakin tinggi sejalan dengan kesadaran masyarakat atas pentingnya hidup sehat. Namun Kelompok Tani Gula Aren Singaraja Bali menghadapi masalah produk dan social ekonomi kemasyarakatan. Hal ini yang melatarbelakangi diadakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Padawa. Kelompok Tani Gula Aren Padawa berpotensi besar untuk memanfaatkan peluang permintaan pasar atas gula aren. Gula aren Pedawa ini mempunyai karakteristik yang unik terkait dengan cara produksinya yang masih menggunakan cara-cara tradisional, kearifan lokal yang dipertahankan secara turun temurun. Intinya Kelompok petani ingin meningkatkan pengelolaan keorganisasian yang baik dan solid sembari mencari jalan untuk meningkatkan produksi gula arennya. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan pembanding yaitu petani gula kelapa di Mexico. PKM ini meningkatkan pemahaman tentang potensi gula aren dan pengelolaan kelompok atas keberlanjutan produksi gula aren yang meningkat dan ke depan nanti bisa dijadikan rujukan kelompok sebagai upaya berdaya saing di Indonesia. Hasil dari kegiatan ini ditemukan potensi yang sangat besar bagi gula aren Padawa sebagai produk gula yang sehat karena bisa memanfaatkan turis asing dan lokal yang datang ke Bali sebagai konsumen gula mereka, karena mindset orang asing sudah sangat menghargai dengan baik kehidupan sehat. Oleh karena itu, gula aren Pedawa ini jika dikelola dengan baik akan menjadi sebuah produk unggulan (icon) Desa Pedawa yang dapat bersaing di pasar nasional maupun global
PENGARUH ACTIVE DYNAMIC BACK EXERCISE DAN MUSCLE ENERGY TECHNIQUE TERHADAP PENURUNANNYERI AKIBAT LOW BACK PAIN NON SPESIFIC: NARRATIVE REVIEW
ABSTRAK
Latar belakang: Non spesifik low back pain merupakan penyakit yang sering terjadi di tempat kerja karena kegiatan yang berulang dan postur tubuh yang salah sehingga menyebabkan nyeri, adanya spasme otot dan keterbatasan gerak pada bagian lumbal. Penanganan yang tidak tepat akan menyebabkan penurunan fungsional lumbal yang berdampak pada terganggunya aktifitas sehari-hari. Salah satu cara dalam menangani Non spesifik low back pain yaitu dengan pemberian Active Dynamic Back Exercise dan Muscle Energy Technique. Tujuan: mengetahui adanya pengaruh Active Back Dynamic Back Exercise terhadap penurunan nyeri low back pain non-spesific dan mengetahui adanya pengaruh muscle energy technique terhadap penurunan nyeri low back pain non-spesific dengan penelusuran kepustakaan. Metode: Jenis penelitian ini adalah narrative review dengan framework PICO. Penelusuran jurnal melalui database Pubmed dan Google Schoolar. Seleksi jurnal menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah disesuaikan. Hasil: 5 jurnal active dynamic back exercise, 4 jurnal muscle energy technique, dan 1 jurnal active dynamic back exercise dan dinyatakan semua jurnal yang telah di review berpengaruh dan efektif dalam menurunkan nyeri, meningkatkan fungsional dari non spesifik low back pain. Kesimpulan: Dynamic Back Exercise dan Muscle Energy Technique efektif dalam penurunan nyeri akibat Low Back Pain Non-Spesific
KATA KUNCI: Active Dynamic Back Exercise, Muscle Energy Techniqu
Integrating The Marketing-Finance Interface In Marketing and IMC Strategy Formulation: A Case Study of Dove Shampoo
The Indonesian FMCG industry, especially in the hair care segment, faces intense competition as consumers increasingly prioritize emotional and social values in purchasing decisions. This study examines how the marketing–finance interface supports integrated marketing communication (IMC) strategies to strengthen brand competitiveness. Using a qualitative case study of PT Unilever Indonesia Tbk and its Dove brand, data were collected through in-depth interviews with key managers and analysis of internal documents. Thematic analysis revealed that functional integration—through joint decision-making forums, cross-departmental performance indicators, and cross-training programs—enhances IMC effectiveness and enables data-driven strategic decisions. The findings highlight the strategic importance of cross-functional collaboration in developing communication strategies that are both emotionally resonant and financially accountable. This research contributes to the marketing–finance interface literature in emerging markets and provides practical insights for FMCG firms seeking to align marketing creativity with financial discipline.
Keywords: Marketing–Finance Interface, Integrated Marketing Communication, Consumer Behavior, FMCG Strateg
Implementasi Ilmu Nahwu Dan Sharaf Dalam Pembelajaran Kitab Fathul Qarib Di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Mubtadiaat
Bahasa Arab memiliki peran strategis dalam pendidikan Islam karena menjadi kunci pemahaman literatur klasik, termasuk kitab Fathul Qarib. Penguasaan ilmu nahwu dan sharaf menjadi syarat penting dalam pembelajaran kitab tersebut, khususnya di lingkungan pesantren dan madrasah diniyah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi ilmu nahwu dan sharaf dalam pembelajaran kitab Fathul Qarib di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Mubtadiaat, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, penutupan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan ustaz pengampu, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi dengan triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan secara nonformal sesuai karakteristik pesantren, pelaksanaan dimulai dengan kaidah nahwu dan sharaf sebelum pemaknaan teks, kemudian ditutup dengan tanya jawab di akhir pembelajaran, dan evaluasi pada akhir semester melalui tes tulis. Integrasi ilmu alat terbukti mendukung pemahaman gramatikal santri secara aplikatif dan kontekstual.Bahasa Arab memiliki peran strategis dalam pendidikan Islam karena menjadi kunci pemahaman literatur klasik, termasuk kitab Fathul Qarib. Penguasaan ilmu nahwu dan sharaf menjadi syarat penting dalam pembelajaran kitab tersebut, khususnya di lingkungan pesantren dan madrasah diniyah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi ilmu nahwu dan sharaf dalam pembelajaran kitab Fathul Qarib di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Mubtadiaat, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, penutupan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan ustaz pengampu, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi dengan triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan secara nonformal sesuai karakteristik pesantren, pelaksanaan dimulai dengan kaidah nahwu dan sharaf sebelum pemaknaan teks, kemudian ditutup dengan tanya jawab di akhir pembelajaran, dan evaluasi pada akhir semester melalui tes tulis. Integrasi ilmu alat terbukti mendukung pemahaman gramatikal santri secara aplikatif dan kontekstual
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATERI TUMBUHAN SUMBER KEHIDUPAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PBL
This research was conducted at SD Wali Idris, Tambaksari District, Surabaya City, with the subjects being fourth-grade students. The total number of students was 16, consisting of 10 boys and 6 girls. The object of the research was the teaching of Natural Science with the topic "Plants as a Source of Life. " The method used was the Problem-Based Learning (PBL) approach. The research process was carried out in three cycles, each consisting of four stages: planning, implementation, observation, and analysis and reflection. The results of this study indicate that the Problem-Based Learning (PBL) method is effective for teaching Natural Science on the topic "Plants as a Source of Life" to fourth-grade students
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 2A PADA MATERI PENJUMLAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL)
This research employed the Classroom Action Research (CAR) method. Data collection procedures involved written tests and observations. The analysis revealed that the learning outcomes in mathematics, specifically addition, showed improvement by implementing the Project-Based Learning (PjBL) approach. The post-test results in cycle I showed a 81% achievement among students, and after interventions in cycle II, the post-test indicated an increased proficiency rate of 92%. Based on the research analysis conducted on the mastery of addition operations among 2nd-grade students at SDN Penjaringansari I/271 in cycle II using the Project-Based Learning (PjBL) model, and considering the discussion on the lower mastery level of addition operations among IIA students, it can be concluded that the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in the learning process effectively enhances the learning outcomes of 2A students, particularly in the area of addition operations