Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT TERJADINYA ANEMIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan gizi yang masih banyak dijumpai di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia yang ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin kurang dari batas normal. Anemia dipengaruhi oleh kadar hemoglobin, dimana faktor yang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin adalah kualitas tidur. Tujuan: Menganalisis adanya hubungan kualitas tidur dengan tingkat terjadinya anemia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Hasil: Dari uji analisis menggunakan uji Spearman menunjukkan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan ketepatan pemilihan produk dengan jumlah responden 176 orang, p value yang didapatkan adalah 0,0419 taraf signifikansi (p<0,05) artinya terdapat hubungan antara variabel independent dan dependent. Frekuensi mahasiswa dengan tingkat kualitas tidur baik sebesar 33,5% ada 59 orang, frekuensi mahasiswa dengan tingkat kualitas tidur buruk sebesar 66,5% ada 117 orang, frekuensi mahasiswa yang anemia sebesar 56,8% ada 100 orang dan frekuensi mahasiswa yang tidak anemia sebesar 43,2% ada 76 orang. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kualitas tidur mahasiswa dengan terjadinya anemia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya
Hubungan Pengetahuan dan Praktik Penggunaan Sunscreen dengan Kesehatan Kulit pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya
Latar Belakang: Indonesia berada pada sekitar garis khatulistiwa sehingga mendapatkan paparan sinar matahari dengan intensitas tinggi, dari tiga lokasi yang dianggap mewakili suhu di Surabaya didapatkan rata-rata suhu pada angka 32,6 – 35,5oC. Sunscreen adalah kosmetik yang digunakan untuk mencegah dan meminimalisir efek samping atau bahaya paparan sinar UV. Di Indonesia persentase penderita kanker kulit sebesar 7% dan kanker kulit berada pada peringkat ketiga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan praktik penggunaan sunscreen dengan kesehatan kulit pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik observasional desain cross sectional. Subjek penelitian ini merupakan mahasiswa angkatan 2021 hingga 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Besar sampel minimal yang diperlukan adalah 76 responden. Pada realisasinya peneliti menyebarkan informed consent dan kuisioner, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dan peneliti mendapatkan total sampel 80 responden. Hasil: Hasil uji korelasi Spearman didapatkan sig. p 0,181 (>0,05) untuk korelasi pengetahuan terhadap praktik, sig. p. 0,215 (>0,05) terkait pengetahuan terhadap kesehatan kulit, dan sig. p. 0,001 (<0,05) pada praktik terhadap kesehatan kulit. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menyatakan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap praktik dan kesehatan kulit, namun terdapat hubungan antara praktik penggunaan sunscreen terhadap kesehatan kulit responden
Konsep Ruang dalam Metafora pada Bahasa Mandailing: Kajian Semantik Koognitif
This paper explains the conceptualization of space in metaphors in the Mandailing language. The author utilizes the cognitive semantic conceptual study by Lakoff and Johnson (1980), further elucidated by Cruse & Croft (2004) and Saeed (2009) in describing and analyzing data. It generates spatial concepts referring to the concepts of experts, including the concept of space-time according to Lakoff and Johnson, the concept of positional/location space according to Max Black, the concept of space according to Donald Davidson, then grouped according to expert concepts into the Mandailing language and provided explanations or meanings of the conceptually generated metaphors.ABSTRAK
Penelitian ini membahas penggunaan metafora dalam konseptualisasi ruang melalui metafora bagian tubuh dalam bahasa Mandailing. Semantik kognitif menjadi dasar dalam menganalisis bagaimana metafora dapat menghubungkan konsep-konsep abstrak dengan pengalaman konkret, seperti halnya tubuh manusia dengan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana metafora bagian tubuh merepresentasikan konsep-konsep ruang dalam bahasa Mandailing, serta bagaimana pengalaman budaya dan lokalitas memengaruhi pemetaan metafora tersebut. Dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan distribusional serta referensial, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk menemukan pola-pola metafora yang menghubungkan bagian tubuh dengan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora dalam bahasa Mandailing, seperti "masa lalu adalah cermin" atau "kebahagiaan adalah matahari di puncak bukit", menggambarkan hubungan antara pengalaman individu dengan konsep ruang yang lebih luas, baik dalam konteks waktu maupun posisi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian semantik kognitif dan pemahaman lebih dalam mengenai pemanfaatan metafora dalam bahasa daerah, khususnya dalam bahasa Mandailing.
Kata kunci: metafora konseptual, ruang, waktu, arah, dan bahasa Mandailing
ABSTRACT
This study discusses the use of metaphors in conceptualizing space through body part metaphors in Mandailing. Cognitive semantics is the foundation for analyzing how metaphors can connect abstract concepts with concrete experiences, such as the human body with space. This study aims to explore how body part metaphors represent spatial concepts in Mandailing, as well as how cultural experiences and locality influence the mapping of these metaphors. Using descriptive methods and distributional and referential approaches, data were collected through participant observation, interviews, and documentation, then analyzed to identify metaphorical patterns that connect body parts with space. The results show that metaphors in Mandailing, such as "the past is a mirror" or "happiness is the sun on the top of a hill", illustrate the relationship between individual experiences and broader spatial concepts, both in the context of time and position. The finding are expected to contribute to the field of cognitive semantics and a deepen understanding of metaphors usage in regional languages, especially in Mandailings.
Keyword: Conceptual metaphor, space, time, direction, and Mandailing languag
Kesalahan Bahasa Tulis Anak Disgrafia Umur 9 – 12 Tahun Siswa di Kelas Inklusi SDN Parakan 01
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bentuk dan karakteristik kesalahan bahasa tulis dan mengetahui metode pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran bahasa tulis untuk anak disgrafia di kelas inklusi, khususnya pada anak suku Betawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Menurut Suhartono (2016:109) anak-anak yang menderita kesulitan belajar disgrafia memiliki fisik dan psikologis yang sama seperti anak pada umumnya. Namun, dalam hal proses belajar anak disgrafia mengalami keterlambatan dalam hal menulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesalahan bahasa tulis pada setiap anak berbeda-beda dalam hal bentuk huruf, tebal-tipisnya tulisan, maupun pola kesalahan yang dialami oleh setiap anak. Kesalahan yang sering ditemukan pada anak 1 adalah penggantian huruf tercermin, anak 2 penulisan huruf terbalik, anak 3 penggantian konsonan, dan anak 4 penambahan huruf. Untuk membantu pembelajaran anak disgrafia, maka diperlukan berbagai metode dalam pembelajaran yang perlu latihan secara terus-menerus.
Kata kunci: bahasa tulis anak, disgrafia, kesalahan penulisan, psikolinguistik
ABSTRACT
The purpose of this study is to analyze the form and characteristics of written language errors in dysgraphia children especially the Betawi tribe aged 9-12 years in the Inclusion Class and to find out the appropriate method for learning written language for dysgraphia children in the Inclusion Class. This research used the qualitative method. The results showed that written language errors in each child were different in terms of the shape of the letters, the thickness of the writing, and the error patterns experienced by each child. The error that is often found in child 1 is the replacement of reflected letters. Child 2 is writing letters upside down. Child 3 is the replacement of consonants. And child 4 is the addition of letters. To help children with dysgraphia learn, various methods of learning are needed, which need to be practiced continuously.
Keyword: Dysgraphia, psycholinguistics, writing error, written language of childre
Analisis Kontrastif Proses Afiksasi pada Bahasa Indonesia dan Bahasa Korea untuk Pengajaran BIPA
This research focuses on the affixation process between Indonesian and Korean. This research was motivated by the mistakes and difficulties of Korean BIPA students regarding the formation and use of the affixes meN-, peN-, and di-. The data of this research were in the forms of Indonesian and Korean affixes found in I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki. The qualitative descriptive approach was used with intralingual matching method to analyze the data. The data were collected using literature studies, data interpretation, and note-taking techniques. The data used in Indonesian were 196 data while in Korean 35 data. The results of the study found two differences and two similarities between Indonesian and Korean affixation. The affixation process in Indonesian causes changes in word classes, affix forms, and base word forms. While, in Korean just base word forms has changed. Another similarity is found in the form of Indonesian and Korean affixes which have the same form as other morphemes.ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada proses afiksasi antara bahasa Indonesia dan bahasa Korea. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesalahan dan kesulitan siswa BIPA Korea mengenai pembentukan dan penggunaan imbuhan meN-i, meN-kan, peN-an, meN-, peN-, dan di-. Data diperoleh dari buku berjudul I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki, yang mengandung afiks bahasa Indonesia dan bahasa Korea. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan metode padan intralingual untuk menganalisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Data yang digunakan dalam bahasa Indonesia sebanyak 207 data sedangkan dalam bahasa Korea 35 data. Hasil penelitian menemukan dua perbedaan dan dua persamaan antara afiksasi bahasa Indonesia dan bahasa Korea. Proses afiksasi dalam bahasa Indonesia menyebabkan terjadinya perubahan pada kelas kata dasar ketika ditambah prefiks, perubahan bentuk imbuhan, dan perubahan bentuk kata dasar. Sedangkan dalam bahasa Korea hanya bentuk kata dasar saja yang berubah. Kesamaan lainnya ditemukan pada bentuk afiks Indonesia dan Korea yang mempunyai bentuk yang sama dengan morfem lainnya.
Kata kunci: Analisis Kontrastif, Proses Afiksasi, Bahasa Indonesia, Bahasa Korea
ABSTRACT
This research focuses on the affixation process between Indonesian and Korean. This research was motivated by the mistakes and difficulties of Korean BIPA students regarding the formation and use of the affixes meN-i, meN-kan, peN-an, meN-, peN-, and di-. The data were obtained from a book called I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki, which contains Indonesia and Korea affixes. The qualitative descriptive approach was used with intralingual matching method to analyze the data. The data were collected using literature studies, data interpretation, and note-taking techniques. The data used in Indonesian were 207 data while in Korean 35 data. The results of the study found two differences and two similarities between Indonesian and Korean affixation. The affixation process in Indonesian causes changes in word classes when added prefix, causes changes affix forms, and causes changes base word forms. While, in Korean just base word forms has changed. Another similarity is found in the form of Indonesian and Korean affixes which have the same form as other morphemes.
Keyword: Contrastive Analysis, Affixation Process, Indonesian, Korea
Analisis Isi Buku Ajar Bahasa Indonesia Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk Kelas X SMA
This study is generally aimed at analyzing the content of Indonesian language textbooks and providing valuable information for textbook developers and curriculum designers. Specifically, this research aims to describe: 1) the physical structure of the textbook, 2) the alignment of the textbook content with the learning outcomes in the merdeka curriculum, 3) the depth of the material presented in the textbook, 4) the accuracy of the material in the textbook, and 5) the overall quality of the Indonesian language textbook. The research employs a content analysis technique, with the primary data source being the Indonesian language textbook Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia for Grade X Senior High School. The findings of this study provide information regarding the feasibility of the textbook. Based on the analysis, the textbook demonstrates a highly comprehensive physical structure and excellent content feasibility. It meets the textbook content feasibility criteria, including alignment of the material with the learning outcomes, accuracy of the material, and the inclusion of supporting instructional materials.ABSTRAK
Penelitian ini secara umum ditujukan untuk mengetahui isi buku ajar Bahasa Indonesia dan memberikan informasi yang berguna bagi pengembang buku ajar dan pengembang kurikulum. Secara khusus penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan: 1) anatomi buku ajar, 2) keselarasan materi buku ajar dengan capaian pembelajaran pada kurikulum merdeka, 3) keakuratan materi buku ajar, 4) pendukung materi pembelajaran, dan 5) kualitas buku ajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis isi yang umber data utama berupa buku ajar Bahasa Indonesia Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA kelas X. Hasil peneltian ini berupa data informasi tentang kelayakan isi buku ajar tersebut. Berdasarkan hasil analisis, buku tersebut mempunyai anatomi yang sangat lengkap, kelayakan isi yang sangat baik karena mempunyai kriteria kelayakan isi buku ajar, yaitu kesesuaian materi dengan capaian pembelajaran, keakuratan materi, dan pendukung materi pembelajaran.
Kata kunci: analisis isi, buku ajar, SMA
ABSTRACT
This study is generally aimed at examining the content of Indonesian language textbooks and providing useful information for textbook developers and curriculum designers. Specifically, the study aims to explain: (1) the anatomy of the textbook, (2) the alignment of the textbook content with the learning outcomes in the Merdeka Curriculum, (3) the accuracy of the textbook material, (4) the supporting learning materials, and (5) the quality of the textbook. This research employs a qualitative approach with content analysis techniques. The primary data source is the Indonesian language textbook Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia for Grade X senior high school students. The findings of this study provide information regarding the feasibility of the textbook content. Based on the analysis, the textbook demonstrates highly comprehensive anatomy and excellent content feasibility, meeting the criteria for textbook content feasibility, including alignment of the material with learning outcomes, material accuracy, and supporting materials for learning.
Keyword: Content analysis, textbooks, high school
Media Wooden Building Blocks untuk Meningkatkan Kecerdasan Visual-Spasial dalam Mengenal Bentuk Geometri Pada Anak Usia 5-6 Tahun
Latar belakang dari penelitian ini adalah pentingnya salah satu dari 8 kecerdasan yang dikemukakan oleh Howard Gardner yaitu kecerdasan visual-spasial dan pentingnya kemampuan mengenal bentuk geometri dalam pemebelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini dan kaitan antar keduanya. Adapun penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan visual-spasial dalam mengenal bentuk geometri pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif antara peneliti dan peneliti mitra yaitu guru kelas dengan menggunakan desain penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian di TK Negeri Percontohan Soreang Kab. Bandung kelas B2 berjumlah 14 anak, 7 laki-laki dan 7 perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kecerdasan visual-spasial dalam mengenal bentuk geometri melalui penggunaan media “wooden building blocksâ€, yaitu pada pra siklus sebesar 44.15% dari 14 anak, peningkatan kecerdasan visual-spasial dalam mengenal bentuk geometri pada siklus I sebesar 58,45% dari 14 anak, dan peningkatakn kecerdasan visual-spasial dalam mengenal bentuk geometri pada siklus II sebesar 86,3%. Adapun indikator yang digunakan yaitu mampu menyebutkan nama-nama bentuk geometri, mampu membangun suatu bangunan sesuai dengan visualisasinya, mampu menggunakan berbagai bentuk geometri untuk kegiatan membangun. Mampu mengelompokan berbagai bentuk geometri.kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media “wooden building blocks†dapat meningkatkan kecerdasan visual-spasial dalam mengenal bentuk-bentuk geometri   Â
Dampak Pembelajaran Daring Terhadap Kemandirian Belajar dalam Menyelesaikan Tugas Daring di TK Al Fadholi Malang
Kemandirian belajar merupakan aspek penting yang harus dimiliki anak dalam belajar. Perubahan pembelajaran menjadi daring selama pandemi covid-19 dapat berdampak pada kemandirian belajar anak dalam menyelesaikan tugas yang dapat berbanding terbalik dengan biasanya ketika melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak pembelajaran daring terhadap kemandirian belajar dalam menyelesaikan tugas daring di TK Al Fadholi Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar anak dalam menyelesaikan tugas selama pembelajaran daring melalui zoom di TK Al Fadholi Malang memiliki dampak positif dalam artian kemandirian belajar dalam menyelesaikan tugas sudah muncul dibuktikan dengan 1). Aktif menyalakan kamera, tidak meninggalkan pembelajaran, dan memperhatikan ketika guru menyampaikan materi, 2). Memahami materi dengan menjawab pertanyaan secara mandiri, 3). Menyelesaikan tugas tepat pada saat pembelajaran, 4). Mengerjakan tugas dengan mandiri
DINAMIKA PENGASUHAN ANAK USIA DINI: ISU – ISU DAN SOLUSINYA
Penelitian ini memiliki latar belakang permasalahan pola asuh yang dilakukan oleh orang tua dalam keluarga. Kebiasaan orang tua, ayah dan ibu, pola asuh orang tua yang bekerja, pengasuhan oleh kakek dan nenek dalam membimbing, mengasuh, dan memimpin anak dalam keluarga. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakteristik pola asuh yang beragam yang diterapkan oleh orang tua pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka, yang melibatkan pengumpulan dan analisis sumber ilmiah dari tahun 2019 hingga 2023 melalui buku cetak, Google Scholar, Science Direct, dan APA. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola asuh orang tua dipengaruhi oleh berbagai factor seperti kebiasaan orang tua, adat, pernikahan dini, dan lain sebagainya. Dampaknya langsung terlihat pada karakteristik dan pembentukan kepribadian anak. Penelitian ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang pola asuh tetapi juga memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika keluarga dalam membentuk karakter anak. Dengan mempertimbangkan berbagai latar belakang orang tua, penelitian ini memberikan wawasan yang lebih luas tentang bagaimana faktor-faktor ini saling berinteraksi dan memengaruhi proses pengasuhan anak.
Kata Kunci: anak usia dini, isu, pengasuha
Implementasi Ta’widh dan Ta’zir dalam Perbankan Syariah: Perspektif Fatwa Majelis Ulama Indonesia
Abstract The DSN-MUI fatwa regulates the implementation of ta'widh and ta'zir by taking into account sharia principles, ensuring that the compensation and sanction mechanisms do not contain elements of usury or injustice. From the perspective of maqashid sharia, the implementation of ta'widh and ta'zir aims to safeguard property (hifzh al-mal) and uphold justice in transactions, thereby supporting the achievement of the main objectives of sharia. This study shows that the DSN-MUI fatwa provides a clear legal basis for the implementation of both concepts, maintaining a balance between protecting the rights of transacting parties and the continuity of fair and sustainable sharia banking practices. Using a descriptive qualitative approach and normative analysis, this study explores how the MUI fatwa regulates the implementation of ta'widh and ta'zir and how its implementation is relevant to the main objectives of maqashid sharia, namely safeguarding property, justice, and social balance in Islamic economics.Fatwa DSN-MUI mengatur implementasi ta'widh dan ta'zir dengan memperhatikan prinsip-prinsip syariah, memastikan mekanisme ganti rugi dan sanksi tidak mengandung unsur riba atau ketidakadilan. Dari perspektif maqashid syariah, penerapan ta'widh dan ta'zir bertujuan untuk menjaga harta (hifzh al-mal) dan menegakkan keadilan dalam bertransaksi, sehingga mendukung tercapainya tujuan utama syariah. Penelitian ini menunjukkan bahwa fatwa DSN-MUI memberikan landasan hukum yang jelas bagi penerapan kedua konsep tersebut, menjaga keseimbangan antara perlindungan hak-hak pihak yang bertransaksi dan kelangsungan praktik perbankan syariah yang adil dan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis normatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana fatwa MUI mengatur penerapan ta'widh dan ta'zir dan bagaimana penerapannya relevan dengan tujuan utama maqashid syariah, yaitu menjaga harta, keadilan, dan keseimbangan sosial dalam ekonomi Islam