Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Pembagian Harta Warisan Bagi Ahli Waris Disabilitas Intelektual Dalam Perspektif Hukum Islam : (Studi Kasus Di Kecamatan Blambangan Pagar Kabupaten Lampung Utara)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum adanya kejelasan mengenai pembagian harta warisan kepada ahli waris penyandang disabilitas intelektual di dalam masyarakat, khususnya di Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara. Permasalahan ini penting diteliti karena berkaitan dengan keadilan dalam pewarisan menurut perspektif Hukum Islam. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahuai bagaimana praktik pembagian hartawarisan kepada ahli waris disabilitas intelektual serta bagaimana pandangan Hukum Islam terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dandokumentasi yang dilakukan di Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman dalam praktik pembagian warisan dimasyarakat, sebagian mengikuti ketentuan hukum waris islam dengan memberikan bagian kepada ahli waris disabilitas intelektual sesuai dengan haknya, sebagian lain tidak membagikannya dengan alasan ketidakmampuan mengelola harta. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan pemahaman dan penerapan hukum waris islam di masyarakat. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus kajiannya terhadap perlakuan dalam pembagian warisan bagi penyandang disabilitas intelektual yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam studi hukum waris islam.
Kata Kunci: Ahli Waris Disabilitas Intelektual, Hukum Islam, Pembagian HartaWaris
Mata Uang Kripto Sebagai Mahar Perkawinan Perspektif Maqāṣid Al-Syarī‘Ah Jasser Auda
Amid the advancement of technology and the digital economy, cryptocurrency has begun to attract attention as an alternative form of dowry (mahr). However, its use remains controversial. The Indonesian Ulema Council (MUI) prohibits cryptocurrency as a means of payment due to elements of garar (uncertainty), ḍarar (harm), and qimār (speculation/gambling). On the other hand, the Commodity Futures Trading Regulatory Agency (Bappebti) and the Financial Services Authority (OJK) recognize cryptocurrency as a legal commodity for trading. This research aims to describe the legitimacy of using cryptocurrency as dowry in marriage in Indonesia and analyze it based on maqāṣid al-syarī‘ah according to Jasser Auda. This is a normative legal research using a conceptual approach. Data was collected through literature studies, including primary, secondary, and tertiary legal materials, as well as relevant non-legal sources. The analysis is conducted qualitatively by interpreting the legal materials obtained.The research findings show: First, from the perspective of positive law, cryptocurrency is recognized as a legitimate commodity, although not a legal tender. In Islamic law, cryptocurrency can be used as dowry as long as it has clear value, is mutually agreed upon, and is free from prohibited elements. To overcome volatility, asset-backed crypto or conversion to official currency can be used. Second, based on Jasser Auda’s systems theory, cryptocurrency can be accepted as dowry if it meets the principles of maqāṣid al-syarī‘ah, such as justice, public benefit, and mutual agreement, and is conducted transparently through regulated platforms.Di tengah perkembangan teknologi dan ekonomi digital, kripto mulai menarik perhatian sebagai bentuk mahar alternatif. Namun, penggunaannya masih menuai kontroversi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang kripto sebagai alat pembayaran karena mengandung unsur garar (ketidakjelasan), ḍarar (kerugian), dan qimār (spekulasi/perjudian). Di sisi lain, Bappebti dan OJK mengakui kripto sebagai aset komoditi yang sah untuk diperdagangkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keabsahan penggunaan mata uang kripto sebagai mahar dalam perkawinan di Indonesia dan menganalisisnya berdasarkan maqāṣid al-syarī‘ah menurut Jasser Auda. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Data diperoleh dari studi kepustakaan yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, serta bahan non-hukum yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui interpretasi terhadap bahan hukum yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, secara hukum positif, kripto diakui sebagai komoditas yang sah meskipun bukan alat pembayaran resmi. Dalam hukum Islam, kripto dapat dijadikan mahar selama memiliki nilai jelas, disepakati bersama, dan bebas dari unsur yang diharamkan. Untuk mengatasi volatilitas, dapat digunakan aset kripto yang memiliki dukungan aset nyata atau dikonversi ke mata uang resmi. Kedua, menurut teori sistem Jasser Auda, kripto dapat diterima sebagai mahar jika memenuhi prinsip maqāṣid al-syarī‘ah seperti keadilan, kemaslahatan, dan kesepakatan, serta dilakukan secara transparan melalui platform resmi yang diawasi
Analisis Sanksi Tindak Pidana Pelaku Kelalaian Dalam Berkendara Mengakibatkan Kematian Dalam Putusan Nomor: 313/Pid.Sus/2024/Pn Jmr Perspektif Hukum Pidana Islam
This study is motivated by the differences in the application of sanctions between positive law and Islamic criminal law for perpetrators of traffic accidents resulting in death due to negligence. The main issue in this study is the discrepancy between the types of sanctions imposed by judges in the positive legal system and those recommended by Islamic criminal law. The purpose of this research is to analyze and compare the forms of accountability applied to perpetrators under both legal systems and to evaluate the implications of justice for both victims and offenders. The method used is normative juridical with a conceptual and case approach. Data were obtained through literature study of court decisions and relevant scholarly works, followed by qualitative analysis of the sanction concepts in both legal systems. The findings indicate that sanctions under positive law tend to emphasize imprisonment, even when the act is committed due to negligence. In contrast, Islamic criminal law classifies such acts as unintentional offenses that are not punishable by imprisonment, but rather require financial compensation to the victim’s family and moral redemption by the offender. This approach is considered to prioritize restorative justice values and the restoration of social relationships. This research recommends the integration of restorative justice principles into the criminal justice system, particularly in cases involving unintentional acts, in order to achieve a more proportional and humane form of justice.
Keywords: Accident, Negligence, Islamic Criminal Law, Sanction, DiyatPenelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan penerapan sanksi antara hukum positif dan hukum pidana Islam terhadap pelaku kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kematian akibat kelalaian. Permasalahan utama dalam studi ini adalah ketidaksesuaian antara jenis sanksi yang dijatuhkan oleh hakim dalam sistem hukum positif dengan sanksi yang dianjurkan dalam hukum pidana Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan bentuk pertanggungjawaban pelaku menurut kedua sistem hukum tersebut serta mengevaluasi implikasi keadilannya bagi korban dan pelaku. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap dokumen putusan dan literatur yang relevan, serta analisis kualitatif terhadap konsep sanksi dalam kedua sistem hukum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sanksi dalam hukum positif cenderung menitikberatkan pada pemidanaan berupa hukuman penjara, meskipun perbuatan dilakukan karena kelalaian. Sebaliknya, hukum pidana Islam mengklasifikasikan perbuatan tersebut sebagai kesalahan tidak disengaja yang tidak diancam pidana penjara, tetapi mewajibkan kompensasi finansial kepada keluarga korban dan penebusan moral dari pelaku. Pendekatan ini dinilai lebih mengedepankan nilai keadilan restoratif dan pemulihan hubungan sosial. Penelitian ini menyarankan perlunya integrasi nilai-nilai keadilan restoratif dalam praktik peradilan pidana, khususnya dalam perkara yang bersifat tidak disengaja, agar tercipta keadilan yang lebih proporsional dan humanis.
Kata Kunci: Kecelakaan, Kelalaian, Hukum Pidana Islam, Sanksi, Diyat
MAKNA PADA LIRIK LAGU DALAM ALBUM “GANG” KARYA JOHNNY HALLYDAY
Language is used to convey emotions both directly and indirectly in various forms. Literary works are one form of language, while songs combine literary and artistic elements by merging lyrics with melody. Today, songs have become one of the most popular forms of art, though many people do not fully understand the meaning behind them. The song lyrics in Johnny Hallyday's album “Gang” are used as the object of research to analyze their meaning, focusing on Djajasudarma's theory of types of meaning. This research aims to analyze the types of meaning present in the song lyrics from the album “Gang” by Johnny Hallyday. A descriptive qualitative method is used in this study, with reading, note-taking, and literature study as data collection techniques. The results reveal 223 data points with 11 types of meaning. The 11 types of meaning found in the song lyrics of the album “Gang” include narrow meaning, broad meaning, cognitive meaning, connotative meaning, emotive meaning, referential meaning, construction meaning, lexical meaning, grammatical meaning, propositional meaning, and idiomatic meaning. Among these, lexical meaning is the most frequently appearing type. The findings of this study can be applied in semantics courses to help students understand how the theory of types of meaning is used in analyzing the meaning of a text, particularly in song lyrics, and also help learners expand their French vocabulary and gain exposure to French songs.Bahasa digunakan untuk menyampaikan perasaan secara langsung maupun tidak langsung ke dalam berbagai bentuk. Karya sastra merupakan salah satu bentuk suatu bahasa. Lagu merupakan gabungan antara karya sastra dan karya seni berupa perpaduan antara tulisan dalam lirik dengan melodi. Saat ini lagu telah menjadi salah satu karya terbanyak yang digemari oleh masyarakat, tetapi sedikit yang memahami maksud dari lagu tersebut. Lirik lagu dalam album “Gang” karya Johnny Hallyday dijadikan suatu objek penelitian untuk dianalisis maknanya dengan fokus pada teori jenis-jenis makna milik Djajasudarma. Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis-jenis makna yang terkandung pada lirik lagu dalam album”Gang” karya Johnny Hallyday. Kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode pada penelitian ini dengan teknik baca, teknik catat dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data yang digunakan. Hasil menunjukan bahwa ditemukan sebanyak 223 data dengan 11 jenis makna. Sebelas jenis makna yang terdapat pada lirik lagu dalam album “Gang” karya Johnny Hallyday tersebut yaitu makna sempit, makna luas, makna kognitif, makna konotatif, makna emotif, makna referensial, makna konstruksi, makna leksikal, makna gramatikal, makna proposisi, dan makna idiomatik. Merujuk pada jenis-jenis makna yang telah dibahas, makna leksikal menjadi jenis makna yang sering muncul. Selanjutnya, hasil penelitian ini diimplementasikan pada mata kuliah semantik guna membantu mahasiswa dalam memahami bagaimana teori jenis makna digunakan dalam konteks analisis makna suatu teks khususnya pada lirik lagu. Pembelajar juga dapat memperluas kosakata bahasa Perancis serta menambah referensi baru mengenai lagu-lagu bahasa Perancis.
Kata Kunci: analisis makna; lirik lagu; bahasa peranci
Penerapan Solar Tracking System Berlengan Ganda dengan Memanfaatkan Potensi Tenaga Surya
Di era pesatnya kemajuan teknologi, kebutuhan tersedianya listrik di kalangan masyarakat Indonesia terus meningkat. Oleh karenanya, panel surya dapat menjadi pilihan sebagai sumber energi listrik baru terbarukan yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga fosil. Namun penggunaan panel surya yang digunakan masyarakat, pada umumnya memiliki proses instalasi peletakan panel surya yang masih diletakkan secara Statis (diam). Sehingga tujuan penelitian ini untuk merancang purwarupa Solar Tracker serta membandingkan Tegangan dan Arus yang dihasilkan pada panel surya yang diletakkan secara Statis (diam), dengan panel surya yang telah dilengkapi Solar Tracking System. Pada Solar Tracker tersebut dilengkapi dengan dua unit Linear Aktuator yang dapat menggerakkan panel surya baik dari arah Timur-Barat maupun Utara-Selatan, dengan sensor peng-indera cahaya matahari menggunakan empat sensor Light Dependent Resistor. Pengujian perbandingan panel surya menggunakan dua buah panel surya yang identik dengan kapasitas 50 Watt-Peak (WP) dengan pengukuran Tegangan dan Arus menggunakan sensor INA219, dan pengambilan data menggunakan Data Logger. Dari hasil pengujian menunjukkan panel surya dengan Solar Tracking System mampu menghasilkan rerata Tegangan 14,04volt dan rerata Arus 1,73A, sedangkan panel surya dengan instalasi Statis (diam) hanya menghasilkan rerata Tegangan 14,12volt dan rerata Arus 1,25A saja, sehingga penggunaan Solar Tracker dapat disimpulkan cukup dalam meningkatkan potensi daya pada panel surya
Sistem Monitoring Impressed Current Cathodic Protection Berbasis IoT Untuk Lambung Kapal
Korosi menyebabkan kerugian ekonomi signifikan, terutama di industri pelayaran, sehingga pengendalian korosi menjadi prioritas. Penelitian ini mengembangkan sistem monitoring Impressed Current Cathodic Protection (ICCP) berbasis Internet of Things (IoT) untuk mempermudah manajemen korosi. Sistem ini mengukur tegangan Referensi Cell Zinc, tegangan dan arus Anode, Suhu air, serta lokasi GPS. Pengujian dilakukan pada tiga sampel besi dengan kondisi Under Protection, Protection, dan Over Protection di air tawar dan air garam. Hasil penelitian ini berhasil merancang sistem monitoring ICCP untuk kapal berbasis IoT, sistem mampu memantau korosi secara real-time, dengan efektivitas tinggi di air garam, sistem mendeteksi korosi pada rentang 352 hingga 262 mV, perlindungan pada −23 hingga 23 mV, dan hydrogen embrittlement pada −129 hingga −145 mV. Di air tawar, sistem menunjukkan ketidaksesuaian pengukuran, di mana besi terkorosi terdeteksi Protection dan besi terlindungi terdeteksi Over Protection. Keakuratan pengukuran Ref.Cell mencapai 97,4% untuk rentang 352 hingga 262 mV, namun menurun menjadi 69% di rentang −35 hingga 47 mV. Tegangan dan arus anode memiliki akurasi tinggi 92% dan 98% jika mengukur lebih dari 0,5 V dan 1 mA, sementara rata-rata jarak error GPS terhitung 5,8 meter dan pengukuran suhu pada kondisi ruang menunjukkan hasil presisi dan akurat
Penguatan Unit Usaha Syariah: Pilar Pembangunan Ekonomi dalam Perspektif Islam
Sektor perbankan memiliki peran vital dalam mendukung perekonomian nasional dan pembangunan ekonomi, termasuk perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dan Maqasid Al Shari’ah. Bank syariah di Indonesia mengalami perkembangan pesat setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah berupaya mempercepat pengembangan perbankan syariah melalui kebijakan spin-off dan konsolidasi untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi. Bank syariah memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi dengan mengintegrasikan aspek material dan spiritual serta berfokus pada keadilan, investasi etis, dan penghindaran kegiatan spekulatif. Pengembangan perbankan syariah mencakup pemisahan unit usaha syariah (UUS) dari bank umum konvensional, yang bertujuan untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kinerja. Namun, implementasi kebijakan ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk modal yang minim dan kompleksitas konsolidasi. Penelitian menunjukkan bahwa spin-off dan konsolidasi dapat meningkatkan kinerja bank syariah, seperti yang terlihat pada Bank Syariah Indonesia setelah merger. Sistem perbankan syariah, dengan prinsip bagi hasil, sangat cocok untuk mendukung sektor UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Strategi spin-off dan konsolidasi diharapkan dapat memunculkan bank syariah yang lebih kuat dengan nilai aset dan sumber daya yang lebih besar, meningkatkan kontribusi dalam perekonomian nasional, dan mendukung pengembangan UMKM. Kajian normatif Islam menunjukkan bahwa spin-off sesuai dengan prinsip maslahah mursalah, mendukung perlindungan agama dan harta, dan sejalan dengan nilai maqashid syariah. Hingga kini, belum ada UUS yang melakukan konsolidasi dengan UUS lain, namun langkah ini potensial meningkatkan efisiensi dan kinerja perbankan syariah di Indonesia
Strategi Fundraising LAZ Mandiri Amal Insani Surabaya dalam Menghimpun Dana Zakat
This study analyzes the fundraising strategy implemented by LAZ Mandiri Amal Insani Surabaya in collecting zakat funds to support social empowerment programs. With a qualitative approach based on interviews and descriptive analysis, this study evaluates internal strategies, such as salary deductions from Bank Mandiri employees, and external strategies through zakat outlets, community collaboration, and the use of the my.berbagi.id digital platform. This strategy aims to increase community participation, build donor trust, and ensure targeted zakat distribution. The results of the study show that innovations such as the Customer Journey program and the use of digital technology contribute significantly to building donor trust. However, challenges such as low zakat literacy in the community and competition with other zakat institutions are obstacles that need to be overcome. This study emphasizes the importance of an effective and transparent fundraising strategy in expanding the reach of zakat collection and supporting the sustainability of social programs at LAZ Mandiri Amal Insani Surabaya.
Keywords: Strategy, Fundraising, Zaka
Penerapan Strategi Efisiensi Biaya Endorsement dengan Rate Card dan Engagement Rate dalam Kampanye Influencer CV Avero Indonesia
The purpose of this research is to find out the Application of Endorsement Cost Efficiency Strategy with Rate Card and Engagement Rate in CV Avero Indonesia Influencer Campaign, In the growing digital era, marketing through influencers is one of the most effective strategies to reach a wider audience. With quantitative and qualitative research approaches. This implementation method is focused on implementing cost-efficiency strategies in endorsement campaigns by linking rate cards and influencer engagement rates to select the right influencers. On implementation, the use of multiplatforms such as Instagram and TikTok was proven to increase audience reach and engagement. F2 influencers, who utilize both platforms, have a greater impact in expanding audiences and driving engagement. Through influencer data analysis, Cost per views (CPV) calculation, and cost-efficiency based selection, campaigns were conducted on both TikTok and Instagram platforms. This strategy successfully improved marketing effectiveness, expanded audience reach, and maximized budget with measurable results. This data-driven approach demonstrates the importance of cost management in maximizing promotional impact, while strengthening product competitiveness in the market
Analisis Penerapan Good Governance dalam Mendukung Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
This study aims to analyze the implementation of Good Governance in supporting the quality of government financial reports through the results of several previous studies. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach by analyzing and reviewing literature studies from several previous studies, this study uses secondary data by collecting data and results of previous studies related to the implementation of Good Governance on the quality of government financial reports through the Google Scholar website. In the discussion of this study, there are eleven results from eleven previous research journals that were analyzed with the results that there are eight studies that state that the implementation of Good Governance has a positive effect on the quality of government financial reports, two studies that state that the implementation of Good Governance does not have a positive effect on the quality of government financial reports, and one study states that the implementation of Good Governance has a positive but not significant effect on the quality of government financial reports. Based on the results of this study, it can be concluded that the implementation of Good Governance has a positive effect in supporting the quality of government financial reports