Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Sound Horeg In The Perspective of Maqāṣid Al-Sharī'ah: Analysis of The East Java MUI Fatwa Number 1 Of 2025
The phenomenon of using sound horeg in East Java society gave birth to social and health polemics, so the East Java Indonesian Ulema Council (MUI) forbade it through Fatwa No. 1 of 2025. This article aims to examine the ijtihad method used in the determination of the East Java MUI fatwa No. 1 of 2025 and how from the perspective of maqāṣid al-syarī'ah. The research method uses a qualitative approach based on literature study and content analysis of fatwas, complemented by fiqh rules and sharī'i arguments. The results show that the ijtihad of MUI East Java is contextual with the following steps taḥqīq al-manāṭ through an assessment of the social impact of high-volume sound and istinbāṭ al-aḥkām using qiyas coupled with the fiqh rule of dar'ul mafsadid muqaddamun 'ala jalbil maṣāliḥ (preventing harm takes precedence over attracting maslahat), maqashid sharia analysis that sound horeg is only tabi’iyyah (entertainment, prestige), while the harm touches ashliyyah (protecting the soul, protecting the mind, protecting property, and maintaining order). Therefore, MUI East Java's fatwa No. 1 of 2025 is the result of integrative contemporary ijtihad, combining classical sharia texts with modern social reality. This shows a methodological shift in fatwa from merely normative to responsive, by prioritizing the principle of maqāṣid al-syarī'ah as the main instrument to maintain the benefit of the people.
Keywords: Sound Horeg, Maqashid Al Shari’ah, Fatwa, Indonesian Ulama’ Council.Fenomena penggunaan sound horeg di masyarakat Jawa Timur melahirkan polemik sosial dan kesehatan, sehingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengharamkannya melalui Fatwa No. 1 Tahun 2025. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji metode ijtihad yang digunakan dalam penetapan fatwa MUI Jawa Timur No. 1 Tahun 2025 dan bagaimana perspektif maqāṣid al-syarī'ah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan studi literatur dan analisis isi fatwa, dilengkapi dengan kaidah fikih dan dalil-dalil syar'i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ijtihad MUI Jawa Timur bersifat kontekstual dengan langkah taḥqīq al-manāṭ melalui pengkajian terhadap dampak sosial dari suara yang bervolume tinggi dan istinbāṭ al-aḥkām dengan menggunakan qiyas yang dipadukan dengan kaidah fikih dar'ul mafsadah muqaddamun 'ala jalbil maṣāliḥ (menolak kemudharatan lebih didahulukan daripada menarik maslahat), analisis maqashid syariah bahwa sound horeg hanya bersifat tabi’iyyah (hiburan, gengsi), sedangkan mudharatnya menyentuh ashliyyah (menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga harta, dan menjaga ketertiban). Oleh karena itu, fatwa MUI Jawa Timur No. 1 Tahun 2025 merupakan hasil ijtihad kontemporer yang integratif, memadukan teks-teks syariah klasik dengan realitas sosial modern. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran metodologis fatwa dari yang semula bersifat normatif menjadi responsif, dengan mengedepankan prinsip maqāṣid al-syarī'ah sebagai instrumen utama untuk menjaga kemaslahatan umat.
Kata Kunci: Sound Horeg, Maqashid Al Shari’ah, Fatwa, Majelis Ulama Indonesia
Konsep Kekuasaan Dan Demokrasi Dalam Politik Islam Kontemporer (Studi Komparatif Pemikiran Qardhawi Dan Ali Abd Raziq)
Isu politik dan hukum seperti pembentukan kekuasaan dan demokrasi masih menjadi isu kontroversial. Begitu banyak ulama yang fokus pada masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapat Yusuf al-Qaradawi dan Ali Abd al-Raziq mengenai isu pembentukan kekuasaan dan demokrasi. Penelitian ini menggunakan metode jenis metode library research dengan pendekatan komparatif-normatif, dimana peneliti mengumpulkan informasi mengenai permasalahan kemudian mendeskripsikan dan menganalisisnya. Peneliti mendapakan temuan bahwa dalam hal pembangunan demokrasi kedua tokoh sepakat tidak menentukan bentuk negara secara pasti, tapi memberikan karakteristik khusus, tetapi berbeda dengan landasan negara dan sumber kekuasaan negara apakah rakyat atau Allah. Dalam hal demokrasi, kedua tokoh bersepakat bahwa demokrasi sejalan dengan Islam dan bisa diterapkan dalam konsep negara Islam modern. Tetapi berbeda pendapat apakah demokrasi harus diterapkan dalam sebuah negara Islam atau tidak. Dengan pendapat dua tokoh ini memberikan panduan dalam kehidupan bernegara terutama dalam perkembangan keilmuan fiqh siyasah mu’ashiroh.
Kata Kunci : Pembangunan Kekuasaan, Demokrasi, Politik Islam, Qardhawi, Ali Abd Raziq
Prototipe Detektor Emisi Kendaraan Bermotor Berbahan Bakar Pertalite dan Pertamax
Setiap kendaraan bermotor akan menghasilkan gas buang atau emisi seperti Karbondioksida (CO2) dan Karbonmonooksida (CO). Emisi dikeluarkan melalui knalpot sehingga menghasilkan polusi di udara bebas yang dapat mencemari udara disekitarnya yang dapat mempengaruhi kesehatan bagi manusia dan hewan. Kurang terkontrolnya emisi kendaraan yang beroperasi, disebabkan keterbatasan alat monitoring emisi yang hanya dimiliki oleh dinas perhubungan (Dishub) dan Polisi daerah (Polda). Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe detektor emisi kendaraan bermotor berbahan bakar Pertalite dan Pertamax. Sensor MQ2 untuk konsentrasi kadar gas CO dan sensor kadar konsentrasi MQ7 untuk CO2 di pasang pada knalpot kendaraan dalam keadaan mesin hidup dan diam. Pengambilan data dilakukan pada beberapa kondisi putaran mesin. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap 10 sepeda motor, baik pertalite maupun pertamax, kadar CO pada putaran diatas 1000 rpm menyebabkan emisi diatas Nilai Ambang Batas (NAB) sedangkan kadar CO2 masih dalam batas NAB yang aman. Hasil pengukuran terhadap 3 kendaraan roda empat, kadar CO dan CO2, baik pertalite maupun pertamax masih dalam batas NAB yang aman. Terdapat korelasi yang signifikan antara putaran mesin dan kadar emisi, makin tinggi putaran makin tinggi kadar emisi. Hasil uji komparasi dengan alat rferensi menunjukkan bahwa alat desain layak digunakan sebagai alat pengukuran emisi CO dan CO2
Faith and Mental Health: Reconstructing the Religious Narrative in Suicide Prevention Efforts in Indonesia (A Narrative Review)
Suicide remains a largely hidden public health concern in Indonesia, shaped by pervasive underreporting and religion-based stigma that frequently frames psychological suffering as a manifestation of weak faith. This narrative review critically examines the dual role of religion in suicide prevention, acknowledging its capacity to function both as a protective resource and, under certain interpretive conditions, as a factor that may exacerbate risk through stigma and social exclusion. Rather than aggregating empirical evidence, this review adopts an interpretive and theory-building approach, synthesizing interdisciplinary literature from public health, psychiatry, neurobiology, and Islamic theology to develop a conceptual framework for narrative reconstruction. The analysis highlights that religious teachings can foster hope, meaning, and social belonging, while rigid or judgmental interpretations may intensify shame and hinder help-seeking. Building on this synthesis, the article proposes a normative framework that integrates scientific understandings of psychological pain and neurobiological vulnerability with compassionate theological concepts, such as divine mercy and hope, and with the reinterpretation of ikhtiar and tawakal as supportive of professional mental health care. As a practical illustration, a culturally resonant psychological first aid model—Ask, Listen, Accompany (ALA)—is presented as a community-oriented approach aligned with established global principles, without claiming empirical validation. The framework is intended as a heuristic guide rather than an evidentiary model, and its applicability will vary across Indonesia’s diverse socioreligious contexts. By repositioning religion as complementary to clinical care, this review aims to inform dialogue, guide future empirical research, and support culturally sensitive suicide prevention efforts
Comparative Legal Frameworks for the Protection of Child Workers in the Entertainment Industry in Indonesia and the United States
Legal protection for child performers in the entertainment industry constitutes a complex legal issue due to the tension between economic interests, the rapid growth of conventional and digital entertainment industries, and the fulfillment of children’s rights to education and welfare. This study aims to examine the legal frameworks governing the protection and education of child workers in the entertainment industry in Indonesia and the United States and to formulate an ideal policy framework for Indonesia. The research employs a normative-comparative legal research method. The findings reveal that the United States has established a more comprehensive and structured protection system through a combination of federal regulations, labor union policies, and state-level laws that specifically regulate working hours, mandatory education, working conditions, and the management of children’s earnings. These regulations prioritize the best interests of the child within the entertainment industry. In contrast, Indonesia relies primarily on general labor and child protection laws that do not specifically address the unique characteristics of the entertainment industry, particularly in the digital sector. The absence of specialized regulation creates legal gaps that may lead to violations of children’s rights, including exploitation and disruption of education. Therefore, this study highlights the urgency for Indonesia to develop specific regulations on child workers in the entertainment industry by adopting best practices from the United States while aligning them with national legal principles and child protection norms
PENERAPAN PERMAINAN DADU DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGENALAN ANGKA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan permainan dadu terhadap kemampuan pengenalan angka pada anak usia 5–6 tahun di TKN Pembina Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui model one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah anak kelompok B3 dan B4 yang berjumlah 30 anak. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 dengan pemberian perlakuan berupa permainan dadu sebanyak tiga kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan skala Likert dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pengenalan angka anak, yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata pretest sebesar 50,47 dan nilai rata-rata posttest sebesar 86,13. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 14,43 lebih besar dari t tabel sebesar 2,045 pada taraf signifikansi 5%, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan dadu berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan pengenalan angka pada anak usia 5–6 tahun di TKN Pembina Karawang. Permainan dadu dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran pengenalan angka pada anak usia dini
Legalitas Akad Pengelolaan Uang Saku Santri Melalui Wali Asuh: Studi Kasus Asrama MI At-Tariq Pondok Pesantren An-Nur Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas akad pengelolaan uang saku santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) melalui wali asuh di Asrama MI At-Tariq Pondok Pesantren AnNur Yogyakarta, ditinjau dari perspektif Fikih Muamalah. Sistem pengelolaan ini diterapkan karena santri MI berstatus mumayyiz (belum cakap hukum sempurna), sehingga membutuhkan perwakilan untuk mengelola harta dan mencegah kerugian atau pemborosan, sekaligus sebagai sarana pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan riset lapangan. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung dalam rantai akad (orang tua, wali asuh, santri, dan pengelola kantin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ini adalah akad campuran yang sah, didominasi oleh akad wakalah (perwakilan) dan didukung oleh unsur akad wadi’ah (titipan). Orang tua adalah muwakkil, dan wali asuh adalah wakil yang terikat prinsip amanah dan akuntabilitas. Legalitas praktik ini dikuatkan dengan adanya taukil al-wakil (pendelegasian kuasa wali asuh ke kantin) yang dibenarkan berdasarkan izin implisit orang tua dan indikasi kebiasan (‘urf) sesuai kaidah al-’adah muhakkamah. Kebijakan reward dan punishment yang diterapkan asrama juga dianggap sah sebagai metode tarbiyah (pembinaan). Kesimpulannya, pengelolaan uang saku santri ini secara substansi telah selaras dengan ketentuan syariah.Kata Kunci: Wakalah, Wadi’ah, Taukil al-Wakil, Mumayyiz, Pondok Pesantre
Pemetaan Riset Pembayaran Berbasis Quick Response (QR) dalam Perbankan Syariah: Analisis Bibliometrik atas Evolusi dan Isolasi Tematik
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap intelektual dan tren penelitian mengenai implementasi sistem pembayaran berbasis Quick Response (QR) dalam konteks perbankan syariah, dengan fokus khusus pada identifikasi pola, struktur, dan celah dalam tubuh literatur yang ada. Studi ini menggunakan metode analisis bibliometrik kuantitatif terhadap 1.000 publikasi ilmiah teratas yang diambil dari database Crossref. Data dianalisis dan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk menghasilkan peta jaringan ko-okurensi kata kunci (co-occurrence), overlay (berdasarkan waktu), dan kepadatan (density). Hasil analisis mengungkap tiga temuan kunci. Pertama, struktur pengetahuan terfragmentasi ke dalam kluster-kluster terpisah yang mencerminkan isolasi tematik antara wacana teknologi (qr code, TAM), kinerja keuangan (profitability, ROA), dan nilai syariah. Kedua, evolusi penelitian menunjukkan pergeseran dari fokus pada kinerja keuangan (2021-2022) menuju pengalaman pengguna digital (2023-2024), namun topik mutakhir seperti qr code tetap terkungkung dalam paradigma perilaku. Ketiga, peta kepadatan menunjukkan bahwa isu integratif seperti non halal fund dan islamic work ethic masih menjadi area dengan intensitas penelitian rendah. Studi ini menyimpulkan bahwa bidang penelitian ini dicirikan oleh isolasi tematik yang menghambat perkembangan pengetahuan holistik. Implikasinya, agenda riset masa depan mendesak untuk bergeser ke pendekatan integratif yang secara sengaja menjembatani teknologi, kinerja ekonomi, dan pencapaian maqasid al-shariah, seperti melalui riset desain kebijakan berbasis prinsip dan pengukuran dampak sosial-ekonomi yang terukur. Kajian ini merupakan salah satu yang pertama secara sistematis mengidentifikasi dan mengkonseptualisasikan "isolasi tematik" sebagai karakteristik dan tantangan mendasar dalam literatur pembayaran QR syariah, sekaligus memberikan peta jalan yang jelas untuk penelitian integratif ke depan
Kata kunci: Quick Response, Perbankan Syariah, Bibliometrik, Evolusi, Isolasi Temati
Peran Ekonomi Hijau dalam Mewujudkan Ekonomi Sirkular yang Berkelanjutan pada UMKM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekonomi hijau dalam mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan pada UMKM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi proses produksi, wawancara dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal, serta dokumentasi, sehingga memberikan gambaran komprehensif mengenai penerapan prinsip ekonomi hijau dan praktik ekonomi sirkular pada UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ekonomi hijau menjadi pendorong utama praktik ekonomi sirkular melalui penggunaan bahan baku secara efisien seperti ikan dan tepung, penghematan energi dalam kegiatan pengolahan, serta pengurangan limbah organik dan anorganik yang dihasilkan dari proses produksi dan pengemasan. Sementara itu, limbah yang berpotensi untuk dimanfaatkan kembali, seperti sisa bahan organik, dapat diolah menjadi produk turunan atau dikelola melalui kemitraan dengan pihak pengolah limbah, sehingga mengurangi beban pembuangan dan meningkatkan nilai tambah. Namun, implementasi ekonomi sirkular masih terkendala oleh keterbatasan akses terhadap teknologi sederhana, kurangnya pengetahuan mengenai pengelolaan limbah, serta terbatasnya jejaring kolaborasi dengan pihak ketiga. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan program pendampingan UMKM dan penerapan standar operasional yang ramah lingkungan
Family Support in Sevical Cancers: A Literature Review
Latar Belakang : Pengobatan pasien kanker serviks dapat menimbulkan efek samping fisik yang memberikan dampak pada psikologis yaitu ketidakberdayaan, kecemasan, perasaan malu, harga diri rendah, stress, depresi hingga kemarahan. Dukungan dari keluarga merupakan faktor penting untuk mengurangi gangguan psikologis, meningkatkan semangat hidup dan komitmen pasien untuk tetap menjalani pengobatan sehingga berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup pasien kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Family Support Pada Pasien Kanker Serviks. Metode : Penelitian ini adalah penelitian literature review dengan menggunakan database yaitu NELITI, Atlantis Press, GARUDA (Garda Rujukan Digital), Google Schoolar dan Indonesia One Search. kriteria inklusi: Tujuan mengetahui Family Support pada pasien kanker serviks, Ketersediaan full text, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (2015-2020). kata kunci Family Support, cervical cancer. diperoleh 10 artikel. Hasil : Dukungan keluarga yang didapatkan oleh Pasien kanker serviks membuatnya memiliki harapan dan semangat dalam menjalani kehidupan, berfikiran positif terhadap kehidupan yang telah mereka alami. Pasien dengan dukungan keluarga yang tinggi akan menurunkan gangguan psikologis didalam dirinya yang berdampak pada kepatuhan pasien dalam melakukan pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kesimpulan : Family Support mampu membantu meningkatkan partisipasi penderita kanker serviks untuk menjalani pengobatan. Komponen yang digunakan keluarga dalam memberikan Support berupa dukungan penilaian, instrumental, emosional serta informasional yang diberikan kepada penderita kanker serviks. Komponen dapat meningkatkan kualitas hidup pada pasien kanker serviks