Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Pengembangan Ensiklopedia Digital Kearifan Lokal Kabupaten Kediri Untuk Meningkatkan Literasi Budaya Pada Siswa Sekolah Dasar
This research is based on the problem of learning resources that are not yet included in the independent curriculum and teachers' difficulties in finding relevant learning resources. The aim of this research is to produce teaching materials in the form of a digital encyclopedia of Kediri district local wisdom containing folklore, traditions, arts, typical clothing, tourism and typical food to develop valid, practical and effective fourth grade elementary school students' cultural literacy. This digital encyclopedia was developed in a structured manner involving analysis, planning, production and evaluation stages, guided by the Richey & Klein (2009) development model. The construction validation process resulted in a score of 90%, while material suitability validation was 89%. Both score results can be categorized as "very valid" for use. The process of analyzing the practicality of the extensive test stage obtained a teacher response score of 100% and a student response of 87%, so it can be said to be "very practical". The effectiveness analysis also shows that 96% of students at SDN Adan-Adan 2, totaling 17 students, succeeded in exceeding the Minimum Completeness Criteria (KKM) with an average class score of 86. The use of digital encyclopedias is expected to provide easier and faster access to information, facilitating student-centered learning and supporting increasing students' cultural literacy through knowledge of the local wisdom of Kediri Regency.Penelitian ini didasari atas permasalahan sumber belajar yang belum terdapat dalam kurikulum merdeka dan kesulitan guru untuk menemukan sumber belajar yang relevan. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan bahan ajar berupa ensiklopedia digital kearifan lokal kabupaten Kediri memuat cerita rakyat, tradisi, kesenian, pakaian khas, pariwisata, dan makanan khas untuk mengembangkan literasi budaya siswa kelas IV sekolah dasar yang valid, praktis, dan efektif. Ensiklopedia digital ini dikembangkan secara terstruktur yang melibatkan tahap analisis, perencanaan, produksi, dan evaluasi, berpedoman pada model pengembangan Richey & Klein (2009). Proses validasi konstruksi menghasilkan skor 90%, sedangkan validasi kesesuaian materi sebesar 89%. Kedua hasil skor tersebut dapat dikategorikan sebagai “sangat valid” untuk digunakan. Proses analisis kepraktisan tahap uji luas mendapatkan skor respon guru sebesar 100% dan respon siswa sebesar 87%, sehingga dapat dikatakan “sangat praktis”. Analisis keefektifan juga menunjukkan bahwa 96% siswa di SDN Adan-Adan 2, yang berjumlah 17 siswa, berhasil melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan rata-rata nilai kelas mencapai 86. Penggunaan ensiklopedia digital diharapkan dapat menyediakan akses yang lebih mudah dan cepat terhadap informasi, memfasilitasi pembelajaran yang berpusat pada siswa serta mendukung peningkatan literasi budaya siswa melalui pengetahuan tentang kearifan lokal Kabupaten Kediri
STRATEGI PENGUATAN KEPEMIMPINAN VISIONER, KOMUNITAS BELAJAR DAN EFIKASI KOLEKTIF UNTUK MENIGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN
Differentiated learning can create a learning environment that is tailored to the needs of each student, especially in an independent curriculum, its implementation is a big challenge. This study aims to find strategies and ways to improve the effectiveness of differentiated learning through strengthening visionary leadership, learning communities, and collective efficacy. The study used the path analysis method and SITOREM analysis with a quantitative approach. This study concluded that visionary leadership, learning communities, and collective efficacy are key factors in improving the effectiveness of differentiated learning. Collective efficacy acts as a mediator in the relationship between visionary leadership and learning communities on the effectiveness of differentiated learning. The application of visionary leadership and learning community strategies supports the improvement of teacher collective efficacy and can help improve the effectiveness of differentiated learning.
Keywords : Visionary leadership, learning communities, collective efficacy, differentiated learningPembelajaran berdiferensiasi dapat menciptakan lingkungan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa, terutama dalam kurikulum mandiri, implementasinya menjadi tantangan besar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi dan cara untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran berdiferensiasi melalui penguatan kepemimpinan visioner, komunitas belajar , dan efikasi kolektif Penelitain menggunakan metode path analysis dan analisis SITOREM dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan visioner, komunitas belajar, dan efikasi kolektif adalah faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran berdiferensiasi. Efikasi kolektif berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kepemimpinan visioner dan komunitas belajar terhadap efektivitas pembelajaran berdiferensiasi. Penerapan strategi kepemimpinan visioner dan komunitas belajar mendukung peningkatan efikasi kolektif guru dan dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran berdiferensiasi.
Kata kunci : Kepemimpinan visioner, komunitas belajar, efikasi kolektif, pembelajaran berdiferensias
PEMANFAATAN MEDIA INTERACTIVE FLAT PANEL DISPLAY (IFPD) DALAM PEMBELAJARAN IPS BAGI SISWA MADRASAH
The increasingly advanced development of technology has had a very rapid impact on all aspects of human life, including in the fields of knowledge and education. Technology in the field of education is one of the media supporting the implementation of education itself, one of which is the use of Interactive Flat Panel Display (IFPD) media. The aim of this research is to examine in more depth the use of Interactive Flat Panel Display (IFPD) media in Social Studies Learning for Madrasah Students. This research was conducted at MI Darwata Sikampuh, with the research subjects being fifth grade teachers and students, and the research object was the use of IFPD in social studies learning. This research is a qualitative descriptive research, with the type of field research (Filed Research). Data collection was carried out by means of observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out using the Miles Huberman technique by reducing the data first, presenting the reduced data, and drawing conclusions and verification. The results of this research show that the use of Interactive Flat Panel Display (IFPD) media in social studies learning has a positive impact on students, this is shown by the students' learning motivation.Perkembangan teknologi yang semakin maju membawa dampak yang sangat pesat bagi seluruh aspek kehidupan masnusia, termasuk dalam bidang pengetahuna dan pendidikan. Teknologi dalam bidang pendidikan menjadi salah satu media penunjang pelaksanaan pendidikan itu sendiri, salah satunya adalah pemanfaatan media Interactive Flat Panel Display (IFPD). Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengkaji lebih dalam dari pemanfaatan media Interactive Flat Panel Display (IFPD) dalam Pembelajaran IPS bagi Siswa Madrasah. Penelitian ini dilakukan di MI Darwata Sikampuh, dengan subjek penelitiannya yakni Guru dan Siswa kelas lima, dan objek penelitian pemanfaatan IFPD dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan (Filed Research). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik Miles Huberman dengan cara mereduksi data terlebih dahulu, menyajikan data yang telah direduksi, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya pemanfaatn media Interactive Flat Panel Display (IFPD) dalam Pembelajaran IPS memiliki dampak positif pada siswa, hal ini ditunjukan denagn adanya motivasi belajar sisw
Analisis Kebutuhan Awal Pengembangan Media Pembelajaran Bangun Ruang Prisma Berbasis Augmented Reality di Sekolah Dasar
Augmented reality-based learning media was developed in helping to improve spatial ability and understanding of mathematical concepts in elementary schools. Before developing learning media, teachers have to analyze initial needs. The purpose of this research is to analyze the initial needs for developing augmented reality-based learning media in elementary schools, especially in prism. The initial needs analyzed include the conditions and description of mathematics learning that have been learned. The research method used is descriptive qualitative research, by using data collection techniques in the form of interviews with fifth grade teachers, direct observation in the class and questionnaires distributed to fifth grade students. The results of the research show that mathematics is still a difficult lesson for students. So far, teachers still use less representative learning media so that students have difficulty understanding the mathematical concept of geometric shapes. Students hope to be able to learn mathematics using technology-based media which can make them more interested in learning and understanding mathematical concepts. The conclusion from the initial needs analysis is augmented reality-based learning media is needed to improve fifth grade students' spatial ability and understanding of mathematical concepts in prism.Media pembelajaran berbasis augmented reality dikembangkan untuk membantu meningkatkan kemampuan spasial dan pemahaman konsep matematika pada sekolah dasar. Sebelum mengembangkan media pembelajaran, guru perlu melakukan analisis kebutuhan awal. Tujuan penelitan ini adalah untuk menganalisis kebutuhan awal pengembangan media pembelajaran berbasis augmented reality di sekolah dasar, khususnya pada materi bangun ruang prisma. Kebutuhan awal yang dianalisis meliputi kondisi dan gambaran pembelajaran matematika yang selama ini dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, menggunakan teknik pengumpulan data yang berupa wawancara kepada guru kelas V, observasi langsung di lapangan dan kuisioner yang disebarkan kepada siswa kelas V. Dari hasil penelitian diperoleh data pembelajaran matematika masih menjadi materi yang sulit bagi siswa. Selama ini guru masih menggunakan media pembelajaran yang kurang representatif sehingga siswa kesulitan memahami konsep matematika bangun ruang prisma. Siswa mengharapkan dapat mempelajari matematika menggunakan media berbasis teknologi yang dapat membuat mereka lebih tertarik dalam belajar dan memahami konsep matematika. Kesimpulan dari analisis kebutuhan awal dibutuhkan adanya media pembelajaran berbasis augmented reality untuk meningkatkan kemampuan spasial dan pemahaman konsep matematika siswa kelas V pada materi bangun ruang prisma
PENGEMBANGAN BOOKLET BERBASIS PODE (PREDICT,OBSERVE, DISCUSS,EXPLAIN) UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI IPA KELAS IV SDN TOYORESMI
Education in Indonesia prepares the next generation of quality and skills. One of the skills that students must have in the 21st century is critical thinking. The development of PODE-based booklets is considered important to improve students' critical thinking at school. This study aims to test the feasibility of the booklet produced as teaching materials in elementary schools and determine its effectiveness in improving students' critical thinking. This research uses the ADDIE model (Analzye, Design, Development, Implementation, Evaluation). This research was conducted at SDN Toyoresmi, Ngasem District, Kediri with research subjects in the form of material expert validators, teaching material experts, teachers and 36 fourth grade students. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires, and tests. The instruments used are questionnaires given by teaching material experts, material experts, grade IV teachers in elementary schools and test questions given 10 pre-test and post-test questions. The results of the validity test by material experts 98.2% and teaching material experts 83.3%. The practicality test results were 90.2% in the very practical category. Furthermore, the average pre-test effectiveness test results obtained 47 and the average post test 87. So it can be concluded that the post test results have increased. Based on the research findings, PODE-based booklets can improve critical thinking skills so that they are suitable for use as teaching materials in grade IV elementary schools.Pendidikan di Indonesia mempersiapakan generasi penerus yang berkualitas dan memiliki keterampilan. Salah satunya keterampilan yang harus dimiliki siswa pada abad 21 yaitu berpikir kritis. Pengembangan booklet berbasis PODE dirasa penting untuk meningkatkan berpikir kritis siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakakan booklet yang dihasilkan sebagai bahan ajar di sekolah dasar dan mengetahui kefeektifannya dalam meningkatkan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analzye, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini dilakukan di SDN Toyoresmi Kec.Ngasem Kab. Kediri dengan subjek penelitian berupa validator ahli materi, ahli bahan ajar, guru serta 36 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan tes. Instrumen yang digunakan berupa angket yang diberikan ahli bahan ajar, ahli materi, guru kelas IV di sekolah dasar dan soal test diberikan 10 soal pre test dan post test. Hasil uji kevalidan oleh ahli materi 98,2% dan ahli bahan ajar 83,3%. Hasil uji kepraktisan 90,2% dalam kategori sangat praktis. Selanjutnya hasil uji keefektivan pre test rata – rata memperoleh 47 dan post test rata-rata 87. Sehingga dapat disimpulkan hasil post test mengalami peningkatan. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, booklet berbasis PODE dapat meningkatkan keampuan berpikir kritis sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar di kelas IV sekolah dasa
TRANSFORMATIVE EDUCATIONAL: EXPLORING THE CREATIVE POTENTIAL OF ELEMENTARY SCHOOL
This research aims to explore transformative education as an effort to unlock children's creativity potential in elementary schools. Creative potential is one aspect that can be examined through transformative education. The research method used is qualitative descriptive with a library research approach. The results indicate that one aspect of transformative education's objectives is to shape individuals who are skilled, creative, and independent, ready to face the challenges of modern development, aligning with the vision and mission of National Education. One outcome of transformative learning is the creativity and intelligent actions of the millennial generation in the interaction process of learning, which can enhance self-confidence in interacting with the environment. The learning process also focuses on developing students' creativity. Therefore, the integration of transformative education and creativity development must be prioritized in the education system to create a better future generation.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendidikan transformatif sebagai upaya untuk membuka potensi kreativitas anak di sekolah dasar. Potensi kreativitas merupakan salah satu aspek yang dapat digali melalui pendidikan transformatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu aspek tujuan pendidikan transformatif adalah membentuk individu yang terampil, kreatif, dan mandiri, siap menghadapi tantangan perkembangan zaman, sesuai dengan visi dan misi Pendidikan Nasional. Salah satu hasil dari pembelajaran transformatif adalah kreativitas dan tindakan cerdas generasi milenial dalam proses interaksi pembelajaran, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan lingkungan. Proses pembelajaran juga menitikberatkan pada pengembangan kreativitas siswa. Oleh karena itu, integrasi pendidikan transformatif dan pengembangan kreativitas harus diprioritaskan dalam sistem pendidikan untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih baik
LITERATURE REVIEW : EFEKTIVITAS SENAM HAMIL TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
ABSTRACT
Objective: Back pain is one of the discomforts often experienced by pregnant women, especially in the third trimester. The causative factors include changes in body posture, weight gain, and stretching of ligaments due to fetal growth. Prenatal exercise is believed to help reduce back pain by improving flexibility, balance, and muscle strength of pregnant women. To examine the effectiveness of prenatal exercise in reducing back pain in pregnant women in the third trimester through a literature review of various previous studies.
Methods: This Literature Review research was conducted through articles with a database search published by Google Scholar.
Results: Based on the results of journal analysis through the Inclusion and Exclusion criteria, thirty journals were obtained that explained the effectiveness of prenatal exercise in reducing pain in pregnant women in the third trimester.
Conclusion: Based on the results of all the journals studied, it was stated that six pregnant women were proven to be effective in reducing back pain in pregnant women in the third trimester. By doing prenatal exercise regularly and with the correct technique, pregnant women can feel significant benefits in reducing back pain and improving well-being during pregnancy.
 
LITERATUR REVIEW : PENGARUH TERAPI SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI PERSALINAN
SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) merupakan sebuah teknik psikoterapi yang memiliki banyak manfaat dan telah dibuktikan dalam berbagai penelitian. Kekhawatiran dan kecemasan pada ibu hamil apabila tidak ditangani dengan serius akan membawa dampak dan pengaruh terhadap fisik dan psikis, baik pada ibu maupun janin. Ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan disebabkan karena ibu takut dioperasi, takut akan mengeluarkan biaya yang banyak, takut tidak bisa merawat bayinya dengan baik, takut bayinya meninggal, takut kesakitan saat persalinan. Salah satu teknik untuk menghadapi kecemasan adalah denga terapi SEFT
Edukasi Pentingnya Dukungan Keluarga Bagi Pasien Kanker Di Rs Haji Surabaya
Kanker merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup keluarga sebagai pendamping utama. Keluarga yang memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang kurang memadai dalam mendukung pasien dapat menghambat proses perawatan. Oleh karena itu, edukasi keluarga menjadi komponen penting dalam mendukung pasien kanker. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan, sikap dukungan emosional, dan kemampuan memberikan motivasi keluarga pasien kanker melalui program edukasi di RS Haji Surabaya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pre-test dan post-test terhadap 38 peserta, mencakup tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan edukasi, dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi pemahaman dasar tentang kanker, pentingnya dukungan emosional, serta strategi memberikan motivasi kepada pasien. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek yang diukur. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (52,6%), sikap dukungan emosional buruk (71,1%), dan kemampuan memberikan motivasi yang kurang (81,6%). Setelah edukasi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (94,7%), sikap dukungan emosional yang baik (100%), dan kemampuan motivasi yang baik (92,1%). Kesimpulan dari pengabdian ini adalah edukasi keluarga pasien kanker efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga dalam mendukung pasien. Intervensi edukasi yang berkelanjutan diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan rumah sakit untuk memperbaiki kualitas hidup pasien kanker dan keluargany
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 4 SD KATOLIK SANTA ANGELA PADA MATERI GAYA DI SEKITAR
This study aims to improve the learning outcomes of class IV-A students at SDK Santa Angela through the application of the Problem Based Learning model on the material of forces around. The type of research used is pseudo-experimental research. The research design is one group post test only control group design. The subjects of the research conducted were class IV-A students of SD Katolik Santa Angela, totaling 20 people in the 2023/2024 school year. Data collection techniques by means of observation and tests. The research instruments used observation sheets of learning implementation, attitude observation sheets, skill observation sheets and cognitive test sheets. Data analysis was carried out by descriptive statistics and qualitative. The results of this study show that all stages of Problem Based Learning are well implemented. The results of the observation of the attitude of students show that 100% of students meet KKTP, the results on the skills aspect in presenting show 100% of students meet KKTP, and learning outcomes in the knowledge aspect show 85% meet KKTP. The results of the reflection showed that all students felt happy and could understand the material taught. The conclusion of this study is that the application of the Problem Based Learning model effectively improves student learning outcomes