Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
PERANG BAHASA DALAM KOMENTAR DI MEDIA SOSIAL: KAJIAN PRAGMATIK
Freedom of expression on social media often gives rise to conflict, debate and even division in society. One of the social media features is the comments column. Apart from being a positive tool, this can also be used as a negative tool which can lead to language wars. A form of language war can be found in the comments column, namely in the form of hate speech. Hate speech texts usually contain insults, defamation, blasphemy, provocation, incitement and unpleasant actions, as well as other aspects regarding SARA and people with disabilities. Hate speech can take the form of words, phrases and sentences depending on the context. To be able to understand hate speech in comments, it needs to be studied using semantic and pragmatic studies. This research aims to describe the forms of illocutionary speech acts in comments on social media. The method used in this research is descriptive qualitative. The data in this research are words, phrases and sentences containing illocutionary speech acts, while the data source is hate speech comments. Data collection techniques use documentation techniques. The data analysis technique was carried out using descriptive methods. The results of this research show four forms of illocutionary speech acts, namely assertive acts, directive acts, expressive acts, and commissive acts. Assertive actions are used to bind speakers to the truth of their speech, such as stating, insinuating, reporting, showing, and accusing. Directive acts function to encourage the other person to do something, both verbally and nonverbally, such as begging, demanding, ordering, suggesting, requesting, and opposing. Expressive acts function to express the speaker's feelings towards the person he is talking to, such as congratulating, apologizing, criticizing, praising, criticizing and complaining. Commissive actions refer to the interests of the interlocutor, such as promising, offering, swearing and threatening.
Keywords: illocutionary speech acts, comments, semantics, pragmaticsKebebasan berekspresi di media sosial kerapkali menuai konflik, perdebatan, hingga perpecahan di lapisan masyarakat. Salah satu fitur media sosial ialah kolom komentar. Selain menjadi sarana yang positif, juga dapat dijadikan sarana yang negatif yang dapat menyebabkan perang bahasa. Bentuk-bentuk perang bahasa dapat ditemui di kolom komentar, yaitu dengan bentuk ujaran kebencian. Teks ujaran kebencian biasanya mengandung penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, provokasi, menghasut, dan perbuatan tidak menyenangkan, serta terdapat aspek lain berupa SARA hingga kaum difabel. Ujaran kebencian dapat berupa kata, frasa, dan kalimat yang bergantung pada konteksnya. Untuk dapat memahami ujaran kebencian dalam komentar, perlu dikaji menggunakan kajian semantik dan pragmatik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi dalam komentar di media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung tindak tutur ilokusi, sedangkan sumber data berupa komentar ujaran kebencian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini terdapat empat bentuk tindak tutur ilokusi, yaitu tindak aserif, tindak direktif, tindak ekspresif, dan tindak komisif. Tindak asertif digunakan untuk mengikat penutur pada kebenaran atas tuturannya, seperti menyatakan, sindiran, melaporkan, menunjukkan, dan tuduhan. Tindak direktif berfungsi untuk mendorong lawan tutur melakukan sesuatu, baik secara verbal maupun nonverbal, seperti memohon, menuntut, menyuruh, menyarankan, meminta, dan menentang. Tindak ekspresif berfungsi untuk mengekspresikan perasaan penutur terhadap lawan tutur, seperti mengucapkan selamat, memberi maaf, mengecam, memuji, mengkritik, dan mengeluh. Tindak komisif mengacu pada kepentingan lawan tutur, seperti menjanjikan, menawarkan, bersumpah, dan mengancam.
Kata kunci: tindak tutur ilokusi, komentar, semantik, pragmati
LEKSIKON DALAM PROSES PERNIKAHAN ADAT BANJAR DI DESA SUNGAI DANAU KALIMANTAN SELATAN
The traditional Banjar wedding process is one of the traditions that is still preserved today. This research aims to find out the lexicon contained in the Banjar traditional wedding process in Sungai Danau Village, South Borneo Province, and also to find out the influence of the behavior of the Banjar ethnic community as a linguistic community. The theories used in conducting this research are anthropolinguistic theory from Sapir-Whorf and lexicon theory from Kridalaksana. This type of research is descriptive qualitative. The data collection methods used are simak method and cakap method. The data analysis method used is the padan referensial method. The results obtained are that there are eleven lexicons in Banjar traditional wedding which can be seen in terms of phonetics, morphology and syntax, as well as the cultural behavior that exists in Banjar tribal society which is a factor in the emergence of lexicons in the Banjar traditional marriage process.Proses pernikahan adat Banjar menjadi salah satu tradisi yang masih terlestarikan hingga saat ini. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan leksikon yang terdapat dalam proses pernikahan adat Banjar di Desa Sungai Danau, Provinsi Kalimantan Selatan, serta pengaruhnya terhadap perilaku masyarakat bahasa Banjar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori antropolinguistik dari Sapir-Whorf dan teori leksikon dari Kridalaksana. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan metode cakap. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial. Hasil yang didapat, yakni terdapat sebelas leksikon dalam pernikahan adat Banjar yang dapat dilihat dari segi fonetis, morfologi, dan sintaksisnya. Selain itu, perilaku budaya yang ada dalam masyarakat suku Banjar menjadi faktor munculnya leksikon-leksikon dalam proses pernikahan adat Banjar
Efektifitas Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah pada SMA Negeri di Kabupaten Buleleng Tahun 2023
This study aims to determine the effectiveness of the implementation of school-based management (MBS) of public high schools in Buleleng Regency in the aspects of independence, partnership, community participation, transparency, and accountability. This research is a quantitative descriptive research. The subjects of this study were 17 public high schools in Buleleng Regency. The data collection method used was a questionnaire with 5 aspects of MBS implementation. The research instrument was a questionnaire consisting of 128 statements and a Likert scale rating. Data analysis was carried out using quantitative analysis techniques with Glickman's quadrant criteria. The results showed that the implementation of school-based management in public high schools in Buleleng Regency was very effective in 5 aspects of SBM in terms of independence, partnership, community participation, transparency and accountability with the T-score of each aspect being positive (+). Thus, the implementation of MBS at public high schools in Buleleng Regency in 2023 obtained a quality T-score value (+ + + + +) with a very effective category. Therefore, it can be concluded that the effectiveness of the implementation of school-based management at public high schools in Buleleng Regency in 2023 is very effective.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas implementasi manajemen berbasis sekolah (MBS) SMA Negeri di Kabupaten Buleleng pada aspek kemandirian, kemitraan, partisipasi masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 17 SMA Negeri di Kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dengan 5 aspek implementasi MBS. Instrumen penelitian ini adalah lembar kuesioner yang terdiri atas 128 pernyataan dan penilaian skala likert. Analisis data dilaksanakan dengan teknik analisis kuantitatif dengan kriteria kuadran Glickman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen berbasis sekolah pada SMA Negeri di Kabupaten Buleleng terlaksana sangat efektif di 5 aspek MBS baik dari segi kemandirian, kemitraan, partisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas dengan T-skor setiap aspek bernilai positif (+). Dengan demikian, implementasi MBS pada SMA Negeri di Kabupaten Buleleng Tahun 2023 memperoleh kualitas nilai T-skor (+ + + + +) dengan kategori sangat efektif. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa efektivitas implementasi manajemen berbasis sekolah pada SMA Negeri di Kabupaten Buleleng Tahun 2023 berjalan sangat efektif
ANALISIS KORELASI DAN REGRESI ANTARA TAHUN BERDIRI DENGAN NILAI DEVIASI ARAH KIBLAT MASJID AGUNG SE-JAWA TIMUR
This research aims to determine the correlation and regression between the year the Majid Agung was founded in East Java and the deviation value in the direction of the Qibla. The research method used is quantitative with simple correlation analysis which is based on guidelines for interpreting the correlation between the independent variable and the dependent variable. This research also uses linear regression. The deviation value of the Qibla direction of the Great Mosque is the dependent variable, and the year of its establishment is the independent variable. Correlation and linear regression calculations using Microsoft Excel. Based on the research that has been carried out, it was found that there was a very low correlation between the year it was founded and the deviation value in the Qibla direction of the Great Mosque building, namely 0.016, with the regression equation y=0.0009x+6.7736 and the variable the year the Great Mosque was founded only affected the Qibla direction deviation value by 0.03%,. based on the classification of great mosques into 4 (four) categories of centuries of existence, it shows that category 1, category 2, and category 3 have a negative correlation and each has a very low correlation, namely -0.128026886 for categories 1 and -0, 048713168 for category 2. Meanwhile, category 3 has a moderate correlation, namely -0.419826395, with the coefficient of determination of the year of establishment on the Qibla direction deviation value of 17.64% while 82.46% comes from other variables. Category 4 has a positive correlation and includes low correlation with a correlation coefficient of 0.24422172 and a coefficient of determination for the year of establishment with a Qibla direction deviation value of 5.96% while 94.04% comes from other variablesPenelitian ini bertujuan mengetahui korelasri dan regresi antara tahun berdiri majid agung yang ada di Jawa Timur dengan nilai deviasi arah kiblat. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan analisis korelasi sederhana yang berpatokan pada pedoman interpretasi korelasi Sugiyono tahun 2007 untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh antara variable bebas dengan variable terikat, sedangkan analisis regresi untuk mendapatkan prosi dteerminasi pengaruhnya. Adapun nilai deviasi arah kiblat masjid agung sebagai variable terikat, dan tahun berdirinya sebagai variable bebas. Perhitungan korelasi dan regresi linier memanfaatkan Microsoft Excel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh korelasi yang sangat rendah antara tahun berdiri dengan nilai deviasi arah kiblat bangunan Masjid Agung yaitu sebesar 0,016, dengan persamaan regresi y=0,0009x+6,7736 serta variable tahun berdirinya masjid agung hanya mempengaruhi nilai deviasi arah kiblat sebesar 0,03%,. Berdasarkan klasifikasi masjid agung kedalam 4 (empat) kategori abad berdirinya, menunjukkan bahwa kategori 1, kategori 2, dan kategori 3 memiliki korelasi negative dan masing-masing memiliki korelasi yang sangat rendah untuk yaitu sebesar -0,128026886 untuk kategori 1 dan -0,048713168 untuk kategori 2. Sedangkan kategori 3 memiliki korelasi yang sedang yaitu sebesar -0,419826395, dengan koefisien determinasi tahun berdiri terhadap nilai deviasi arah kiblatnya sebesar 17,64% sedangkan 82,46% berasal dari variable lainnya. Kategori 4 memiliki korelasi positif dan termasuk korelasi rendah dengan koefisien korelasi sebesar 0,24422172 serta koefisien determinasi untuk tahun berdiri dengan nilai deviasi arah kiblatnya sebesar 5,96% sedangkan 94,04% berasal dari variable lain
Systematic Literatur Review : Peningkatan Kemampuan Literasi Matematis dengan Model Pembelajaran Structured Inquiry
In meeting the needs of modern society, students are required to have several competencies, one of which is Mathematical Literacy. One way to improve students' mathematical literacy skills is to apply a Structured Inquiry-based learning approach. The purpose of this research is to investigate the components in Structured Inquiry learning that can improve students' mathematical literacy skills. The method used was Systematic Literature Review (SLR) of 30 filtered articles. The articles reviewed were sourced from Sinta 1 - Sinta 3 indexed articles, Scopus rank Q1 - Q3, and several sources from the Ministry of Education and Culture. The results show that the Structured Inquiry learning model can be used as one of the approaches in learning to improve students' mathematical literacy skills. Some materials that can be used to maximise student learning outcomes include geometry, arithmetic, and calculation materials. Teacher guidance in applying the structured inquiry learning model will greatly determine student learning outcomes, especially in improving their mathematical literacy skills. Structured inquiry learning is more optimally applied at the elementary and junior high school levels. It is necessary to develop mathematical literacy questions in order to improve students' mathematical literacy skills. It is hoped that future researchers can examine more deeply other learning models that can improve students' mathematical literacy skills.Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat modern, peserta didik dituntut untuk memiliki beberapa kompetensi, salah satunya Kemampuan Literasi Matematis. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa adalah dengan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis Structured Inquiry. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki komponen-komponen dalam pembelajaran Structured Inquiry yang dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literatur Review (SLR) dari 30 artikel yang sudah difilterisasi. Artikel yang dikaji bersumber dari artikel terindeks Sinta 1 – Sinta 3, Scopus peringkat Q1 – Q3, dan beberapa sumber dari kemendikbud. Hasil menunjukkan bahwa model pembelajaran Structured Inquiry dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Kelemahan kemampuan literasi matematis siswa ada pada level 3 – 6. Beberapa materi yang dapat digunakan untuk memaksimalkan hasil pembelajaran siswa diantaranya materi geometri, aritmatika, dan perhitungan. Bimbingan guru dalam menerapkan model pembelajaran structured inquiry akan sangat menentukan hasil pembelajaran siswa terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi matematisnya. Pembelajaran structured inquiry lebih maksimal diterapkan pada jenjang SD dan SMP. Perlu untuk mengembangkan soal-soal literasi matematis agar dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti lebih mendalam model pembelajaran lain yang dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa
PEMENUHAN KEBUTUHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN TENAGA KERJA MELALUI MASSIVE OPEN ONLINE COURSES (MOOCS)
Higher education in Indonesia is experiencing rapid development in line with the demands of globalization and industrial revolution 4.0. Dynamic changes in the world of work demand new skills and continuous improvement of competencies. Massive Open Online Courses (MOOCs) are an innovative form of educational courses that can be accessed online via the internet. MOOCs offer open access to learning materials and are designed to accommodate participation from a large number of participants without physical limits on the number of participants. Education has a crucial role in creating quality human resources in the context of progress and challenges of globalization. Technical progress requires superior and competitive human resources, so appropriate and effective thinking and action is needed to overcome low learning outcomes in an effort to improve the quality of education. The research applies a quantitative analysis approach by adopting the Partial Least Square (PLS) method. The research presents recommendations for the development of MOOCs in accordance with the Technology Acceptance Model.Pendidikan tinggi di Indonesia mengalami perkembangan pesat seiring dengan tuntutan globalisasi dan revolusi industri 4.0. Perubahan dinamis dalam dunia tenaga kerjaan menuntut keterampilan baru dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. Massive Open Online Courses (MOOCs) adalah bentuk inovatif dari kursus pendidikan yang dapat diakses secara daring melalui internet. MOOCs menawarkan akses terbuka kepada materi pembelajaran dan dirancang untuk mengakomodasi partisipasi dari sejumlah besar peserta tanpa batasan fisik pada jumlah peserta. Pendidikan memiliki peran krusial dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas dalam konteks kemajuan dan tantangan globalisasi. Kemajuan teknis memerlukan sumber daya manusia yang unggul dan dapat bersaing, sehingga dibutuhkan pemikiran dan tindakan yang tepat dan efektif untuk mengatasi rendah hasil belajar dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian menerapkan pendekatan analisis kuantitatif dengan mengadopsi metode Partial Least Square (PLS). Penelitian menyajikan rekomendasi pengembangan MOOCs sesuai dengan Technology Acceptance Model
Analisa Kerentanan Hunian Tetap di Kabupaten Cianjur dengan Evaluasi Probabilitas Percepatan Gerakan Tanah
Indonesia is one of the countries that has a fairly high seismic condition. This is because Indonesia is passed by the Pacific Ring of Fire, which brings together many world plates, so it is natural that many earthquakes occur in Indonesia. With a fairly high seismic condition, there is a need for vigilance and actions taken to overcome the situation. The infrastructure sector becomes an important spotlight when an earthquake occurs because casualties are often caused by structural failures that are not strong enough to withstand the earthquake load. This is similar to what happened in the earthquake in Cianjur in 2022, which claimed many lives due to the numerous structural failures in permanent residences. Therefore, this research was conducted to evaluate the permanent residences of the community related to the vulnerability that occurred due to the earthquake. Building vulnerability testing is carried out using the Incremental Dynamic Analysis (IDA) method with data from 11 earthquake records. Later, the building’s response to the earthquake load will be obtained, and the probability of damage seen from the vulnerability curve will be known. The five performance levels of the building are Operational Phase (OP), Immediate Occupancy (IO), Damage Control (DC), Life Safety (LS), and Collapse Prevention (CP).Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kondisi seismik yang cukup tinggi. Hal tersebut disebabkan karena Indonesia dilewati oleh cicin api pasifik yang mempertemukan banyak lempeng dunia, sehingga wajar bila banyak terjadi kegempaan di wilayah Indonesia. Dengan kondisi kegempaan yang cukup tinggi perlunya kewaspadaan serta Tindakan yang diambil guna menanggulangi keadaan tersebut. Sektor infrastruktur menjadi sorotan penting ketika terjadi gempa bumi, karena korban jiwa sering kali disebabkan karena kegagalan struktur yang tidak kuat menahan beban gempa yang terjadi. Hal ini serupa seperti yang terjadi pada gempa bumi di Kabupaten Cianjur pada tahun2022 yang memakan banyak korban jiwa karena banyaknya kegagalan struktur pada hunian tetap. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi hunian tetap masyarakat terkait kerentanan yang terjadi akibat gempa bumi. Pengujian kerentanan bangunan dilakukan dengan metode Incremental Dynamic Analysis (IDA) dengan menggunakan data 11 rekaman gempa bumi. Nantinya akan diperoleh respon bangunan terhadap beban gempa yang bekerja serta diketahui angka probabilitas kerusakan yang dilihat dari kurva kerentanan. 5 performa level bangunan tersebut adalah Operational Phase (OP), Immediate Occupancy (IO), Damage Control (DC), Life Safety (LS), dan Collapse Prevention (CP)
Analisis Faktor Keamanan Pada Permodelan Timbunan Yang Diperkuat Geogrid Di Atas Tanah Lempung Lunak
The pile built on soft soil has a tendency to fail its submission (bearing failure). This is caused by soft soils to have a low carrying capacity to carry the burden of construction. If a pile must be built which must be completed in a relatively fast time and must be stockpiled on soft soil, can be overcome by reinforcing the soil using geogrid material so as to increase the carrying capacity of soft soil (bearing capacity) and stability of the pile. Analysis uses the element method to the help of plaxis software to find the value of safety, deformation, and voltage changes in the pile built on the soft soil strengthened by geogrid. From this study it was found that the Modeling Piles 2 without Geogrid got a SF 1,0668 value and using Geogrid got a SF 1,3349 value. The safety factor of the pile of land 2 is above 1.25 which means that landslides are rare even without geogrid or use geogrid.Timbunan yang dibangun di atas tanah lunak memiliki kecenderungan mengalami kegagalan oada tanah dasarnya (bearing failure). Hal tersebut diakibatkan tanah lunak mempunyai daya dukung yang rendah untuk memikul beban konstruksi. Apabila akan dibangun timbunan yang harus selesai dalam waktu yang relative cepat dan harus ditimbun di atas tanah lunak, dapat di atasi dengan melakukan perkuatan tanah menggunakan bahan geogrid sehingga meningkatkan daya dukung tanah lunak (bearing capacity) dan stabilitas timbunan. Analisa menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS untuk mencari nilai faktor keamanan, deformasi, dan perubahan tegangan pada timbunan yang dibangun di atas tanah lunak yang diperkuat geogrid. Dari penelitian ini didapatkan bahwa Pemodelan timbunan 2 tanpa geogrid mendapatkan nilai sf 1,0668 dan menggunakan geogrid mendapatkan nilai sf 1,3349. Faktor keamanan tanah timbunan 2 berada di atas 1,25 yang berarti kelongsoran jarang terjadi meski tanpa geogrid atau pakai geogri
Pemanfaatan Limbah Abu Arang Kayu Mindi Sebagai Filler Pengganti Terhadap Karakteristik Campuran Stone Matrix Asphalt (SMA)
Peningkatan infrastruktur transportasi menuntut inovasi dalam kualitas dan layanan jalan. Salah satu cara memodifikasi beton aspal untuk kekuatan yang lebih baik adalah dengan mengganti bahan pengisi (filler) pada campuran dengan abu arang kayu. Abu arang kayu mengandung karbon nonpolar yang mirip dengan aspal, mampu mengikat campuran dan mengisi rongga antar-agregat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh abu arang kayu sebagai substitusi filler pada karakteristik campuran SMA melalui uji Marshall, IRS, ITS, TSR, VCA, draindown, dan cantabro loss.Penelitian dimulai dengan uji fisik agregat dan aspal, dilanjutkan dengan penentuan KAO menggunakan parameter stabilitas, flow, MQ, VITM, VMA, VCA, draindown, dan IRS. Pengujian substitusi filler abu arang kayu dilakukan pada kadar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% mengikuti standar Spesifikasi Bina Marga (2018) Revisi 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan stabilitas campuran SMA terjadi hingga kadar 25% filler abu arang kayu, mencapai 1028,53 kg, kemudian turun pada kadar 50% hingga 100% ke stabilitas 934,99 kg. Nilai flow meningkat pada kadar abu arang kayu 25% hingga 100%. Nilai IRS meningkat hingga 50% namun menurun pada 75% dan 100% dengan nilai tetap di atas standar 90%. Nilai ITS terus menurun hingga 100% dengan hasil 454,14 kPa, dan draindown menurun hingga 0,03% pada kadar 100%. CL meningkat hingga 15,59% pada kadar abu arang kayu 100%, namun masih sesuai standar < 20%. Campuran dengan filler abu arang kayu 25% memiliki stabilitas tinggi namun flow rendah, menjadikannya kurang plastis dan mudah retak. Sementara itu, campuran dengan filler abu arang kayu 50% lebih tahan retak dengan stabilitas tinggi dan flow yang meningkat
Gambaran Pencegahan Stunting Di Indonesia: Studi Literatur
Objective: The purpose of the study was to determine the description of stunting prevention in Indonesia based on a literature review.Methods: The research method used is a literature study. Data collection by searching for Indonesian-language articles on the Google Scholar database with a time span of 2020-2022. The keywords used are "stunting prevention". Each article was filtered using a prism diagram to obtain six articles.Results: The results show that stunting prevention has been carried out in the form of basic community sanitation (providing access to clean water, provision of latrines, provision of waste water disposal facilities, and waste disposal), health access (providing MCH and family planning services, providing health insurance for underprivileged residents, education and nutrition improvement for stunting toddlers, and early marriage), religious approaches, community empowerment, communication of health messages, food diversity, and supplementary feeding.Conclusion: Based on the literature review, it can be concluded that stunting prevention in Indonesia is basic community sanitation, access to health, religious approaches, community empowerment, communication of health messages, food diversity, and supplementary feeding