Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA TIME LINE CHART PADA PEMBELAJARAN PAI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA SISWA KELAS IV UPT SD NEGERI 149 GRESIK
The background to this research is the low ability of students in telling the history of the migration of the Prophet Muhammad. This research aims to describe students' storytelling abilities, the process of developing Time Line Chart media, and the results of developing Time Line Chart media in PAI learning in improving the storytelling abilities of class IV students at UPT SDN 149 Gresik. The research method used is Research and Development (R & D) with a combined qualitative and quantitative approach. The results of the research show that the storytelling ability of most students is very low, with pretest results of 33% Completed, 67% Not Completed, and an average score of 49%. Media development was carried out through media expert validation showing 91% feasibility results and material expert validation showing 97% feasibility, which means it is very worthy of implementation. Meanwhile, the result of developing this media was that the number of students who achieved the Complete criteria in storytelling ability increased by 38% and the average score increased by 26%.
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam kemampuan menceritakan sejarah hijrah Nabi Muhammad saw. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan bercerita siswa, proses pengembangan media Time Line Chart, dan hasil pengembangan media Time Line Chart pada pembelajaran PAI dalam meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas IV UPT SD Negeri 149 Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R & D) dengan pendekatan gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bercerita sebagian besar siswa sangat rendah, dengan hasil pretest 33% Tuntas, 67% Belum Tuntas, dan rerata nilai 49%. Pengembangan media dilakukan melalui validasi ahli media menunjukkan hasil kelayakan 91% dan validasi ahli materi menunjukkan kelayakan 97%, yang artinya sangat layak diimplementasikan. Sedangkan hasil pengembangan media ini adalah jumlah siswa yang mencapai kiteria Tuntas dalam kemampuan bercerita meningkat 38% dan rerata nilai meningkat 26%
Structure, Conduct, Performance (SCP) Approach & Fairness Principle in Business Competition Law in The Era of Digital Platforms
The emergence of digital platforms has led to disruptions that affect not only technological and economic aspects, but also legal aspects, particularly business competition law. The discourse surrounding the development of digital platforms within the context of business competition has been influenced by two major schools of thought: the Chicago School, which adopts an effeiciency approach (also known as the consumer welfare approach) , and the Harvard School, which employs the structure, conduct, and performance (SCP) approach. This article aims to scrutinize the shortcomings of the efficiency approach advocated by the Chicago School in addressing the issues related to business competition in the digital platform market. Additionally, it seeks to demonstrate how the principle of fairness, based on the competitive process approach and market strcture, can serve as a more comprehensive analytical tool for evaluating the health of competition in the market. The results show that the efficiency approach is inadequate in addressing concerns of fairness in the digital market. Responding to the context, global business competition authorities have begun to promote a fairness approach to bolster SCP approach which serves as a moral underpinning for upholding the principles of healthy business competition in the digital platform era. This article applied normative legal research methods with a conceptual approach for analysis
Insights from the Silent: Exploring Deaf Individuals' Perspectives on Using Learning Management Systems for Online Learning
The COVID-19 pandemic has led to a surge in the popularity of online learning, offering students greater flexibility and accessibility. However, students with hearing impairments encounter significant challenges in accessing learning materials and communicating with teachers and peers. This study aims to investigate the experiences of students with hearing impairments using a Learning Management System (LMS) for online learning focusing on their challenges they face and the strategies they employ in their learning. The research was conducted using a descriptive qualitative design at private universities in Yogyakarta. Semi-structured interviews were conducted to gather the data involving three students with hearing impairments who have used LMS in online learning as the participants. The findings revealed the challenges that included the use of multiple applications, lack of understanding on the LMS, lack of LMS notifications, material mismatch, unstable internet connection, tool constraints, lack of inadequate facilities, and there is no training on the use of the LMS. Additionally, the strategies used by the students included self-study, assignment submission via email, asking others for help, using additional apps, using a typist facility, and joining WhatsApp group discussions
PENGARUH PERMAINAN SIAPA CEPAT DIA DAPAT TERHADAP KEMAMPUAN KONSENTRASI ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KB TALENTA
Masa Usia Dini juga dikenal sebagai masa keemasan, merupakan periode untuk menerima semua pengalaman serta pengetahuan untuk diserap secara optimal. Pada periode ini perhatian khusus dari guru serta orang tua sangat diperlukan. Pendidikan pada anak usia dini berperan sebagai dasar yang mendasari tahap perkembangan selanjutnya. Sebagai landasan pendidikan usia dini tidak dapat diabaikan, melainkan harus direncanakan dan disiapkan sebaik-baiknya. Aspek dalam perkembangan anak usia dini mencakup bahasa, kognitif, emosional, motorik, dan seni dan agama, aspek ini tercakup dalam pendidikan yang tidak luput dalam keterbatasan kemampuan konsentrasi anak usia dini. Keterbatasan keterampilan koordinasi antara mata, telinga dan tangan pada anak, termasuk keterampilan penggunaan jari-jemari, m enunjukkan tingkat kemampuan yang rendah, karena itu anak usia dini memerlukan optimalisasi kemampuan konsentrasi melalui pendekatan permainan Siapa Cepat Dia Dapat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah permainan Siapa Cepat Dia Dapat mampu meningkatan konsentrasi pada 20 anak di KB Talenta Mutih Wetan, Demak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen One Group Pre-test - Post-test Design. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi serta teknik analisis data yang digunakan adalah Paired Simple T-test. Hasil data pre-test serta post-test didapatkan meningkat secara signifikan. Dari rata-rata uji pre-test didapatkan hasil = 38.55 dan uji post-test = 54.40. Sedangkan uji Paired Simple T-test mendapatkan hasil = 0.000 < 0.05. Dengan begitu penelitian ini Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga hasil yang didapatkan menunjukkan jika permainan Siapa Cepat Dia Dapat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan konsentrasi pada anak usia dini
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL INVESTIGATION BASED SCIENTIFIC COLABORATIF (IBSC) UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN KETRAMPILAN KOMUNIKASI SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui validitas Perangkat Pembelajaran Model Investigation Based Scientific Collaborative (IBSC) Untuk Melatihkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Ketrampilan Komunikasi Siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan metode Reasearch and Developmen (R&D). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik validasi untuk mengukur validitas perangkat pembelajaran meliputi Silabus, RPP, LKS, Bahan ajar, dan Lembar tes) yang akan diukur oleh 3 validator yang ahli dalam bidangnya. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran model Investigation Based Scientific Collaborative (IBSC) untuk melatih kemampuan Berpikir Kritis dan keterampilan komunikasi siswa, menunjukkan bahwa hasil validasi perangkat pembelajaran (silabus, RVV, LKS, Bahan Ajar, dan Instrumen tes) didaatkan skor akhir antara 3,6 - 4 yang berarti seluruhnya berada pada kategori â€Sangat Validâ€. Hal ini menunujukan bahwa perangkat pembelajaran Model Investigation Based Scientific Collaborative (IBSC) untuk melatih kemampuan Berpikir Kritis dan keterampilan komunikasi siswa pada materi ekosistem untuk kelas X layak digunakan
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL INVESTIGATION BASED SCIENTIFIC COLABORATIF (IBSC) UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN KETRAMPILAN KOMUNIKASI SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui validitas Perangkat Pembelajaran Model Investigation Based Scientific Collaborative (IBSC) Untuk Melatihkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Ketrampilan Komunikasi Siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan metode Reasearch and Developmen (R&D). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik validasi untuk mengukur validitas perangkat pembelajaran meliputi Silabus, RPP, LKS, Bahan ajar, dan Lembar tes) yang akan diukur oleh 3 validator yang ahli dalam bidangnya. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran model Investigation Based Scientific Collaborative (IBSC) untuk melatih kemampuan Berpikir Kritis dan keterampilan komunikasi siswa, menunjukkan bahwa hasil validasi perangkat pembelajaran (silabus, RVV, LKS, Bahan Ajar, dan Instrumen tes) didaatkan skor akhir antara 3,6 - 4 yang berarti seluruhnya berada pada kategori â€Sangat Validâ€. Hal ini menunujukan bahwa perangkat pembelajaran Model Investigation Based Scientific Collaborative (IBSC) untuk melatih kemampuan Berpikir Kritis dan keterampilan komunikasi siswa pada materi ekosistem untuk kelas X layak digunakan
CERITA BERGAMBAR UNTUK MENGUATKAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI TK BAHAGIA SURABAYA
Character education is a very important education and must continue to be strengthened in an institution and society. Through the media of picture story books, character education can be strengthened effectively. The aim of this research is to find out the extent of the effectiveness of picture story books in stimulating the development of early childhood in the Bahagia Surabaya Kindergarten institution, the research method used is the Applied Qualitative method where to stimulate children's development it is done by reading picture story books not only at school but also by parents at home. This research was carried out by interviewing teachers and parents. From several observations it can be found that from several children observed there are indications that some children's development is starting to be stimulated well, thus it can be concluded that picture story books are very effective in stimulating children's development by reading them regularly and continuously both in institutions and continuing in home, however, children also need to continue to be guided and directed to continue to behave according to the desired character.Pendidikan karakter adalah pendidikan yang sangat penting dan harus terus di kuatkan dalam suatu lembaga dan masyarakat, melalui media buku cerita bergambar penguatan pendidikan karakter dapat efektif dilakukan, Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keefektifan buku cerita bergambar untuk menstimulasi perkembangan anak usia dini di lembaga TK Bahagia Surabaya, Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kualitatif Aplied dimana untuk menstimulasi perkembangan anak dilakukan dengan cara membacakan buku cerita bergambar tidak hanya di sekolah melainkan juga dilakukan oleh orang tua dirumah, penelitian ini dilakukan dengan wawancara kepada guru dan orang tua murid. Dari beberapa pengamatan dapat ditemukan hasil bahwa dari beberapa anak yang diamati ada indikasi beberapa anak yang perkembangannya mulai terstimulasi dengan baik, dengan demikian dapat disimpulkan bawa buku cerita bergambar sangat efektif untuk menstimulasi perkembangan anak degan cara dibacakan secara rutin dan berkelanjutan baik di lembaga maupun diteruskan di rumah, namun demikian anak juga perlu terus dibimbing dan diarahkan untuk tetap bersikap sesuai karakter yang diinginkan
PENGHILANGAN KATA BAHASA INDONESIA PADA ANAK BORDERLINE PERSONALITY DISORDER
Keterbatasan bertutur anak borderline personality disorder menyebabkan anak menunjukkan deletation tuturan. Salah satu deletation tuturan pada anak borderline personality disorder adalah deletation kata. Penulisan artikel ini bertujuan mendeskripsikan deletation kata pada tuturan anak borderline personality disorder. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sumber data penelitian ini adalah satu anak borderline personality disorder. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, pemancingan, perekaman, dan catatan lapangan. Adapun tahap-tahap pengumpulan data adalah melakukan observasi, merekam tuturan, mentranskrip tuturan, dan memvalidasi data. Metode yang digunakan dalam penganalisisan data yaitu metode padan. Hasil temuan data penelitian ini adalah anak borderline personality disorder masih menunjukkan deletation kata. Pada bentuk kata, subjek masih menunjukkan deletation kata seperti bentuk prefiks seperti me-, ber-, sufiks seperti -an; kata tanya seperti kapan; kata seperti aku, minta, bola, tidak, dan sebagainya. Dari hasil temuan data, subjek masih belum mampu menunjukkan tuturan yang sempurna.
Kata-kata kunci: deletation, tuturan, anak borderline personality disorde
Sengkelan Kanong (Perwujudan Rasa Syukur Atas Kehamilan) Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Sintang
The goal of this research is to provide an overview of the Sengkelan Kanong implementation process. There has never been any research done on Sengkelan Kanong in the Sintang Malay Community. Therefore, there isn't any documentation regarding the Sengkelan Kanong customs. Researching and documenting Sengkelan Kanong, a seven-month practice that blends Islamic religious teachings with indigenous knowledge, is highly intriguing. The Sengkelan Kanong process is the research object, descriptive research method, and qualitative research strategy. Techniques for gathering data include observation, documentation, and interviews. Technical triangulation and interactive data analysis are used to test the data's veracity. The study's findings, which include 1) Sengkelan Kanong preparation; 2) Sengkelan Kanong tradition implementation requirements; and 3) Sengkelan Kanong tradition implementation costs, 4) Objects Used in the Sengkelan Kanong Tradition, 5) Materials Used in the Sengkelan Kanong Tradition, 6) Implementation Process Sengkelan Kanong Tradition.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan Sengkelan Kanong. Sengkelan kanong merupakan perwujudan atas kehamilan. Sengkelan Kanong merupakan tradisi tujuh bulanan yang memadukan kearifan lokal dan agama Islam, sehingga sangat menarik untuk diteliti dan didokumentasikan. Penedekatan penelitian kualitatif, metode penlitian desktiptif, objek penelitian proses Sengkelan Kanong. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data dengan triangulasi teknik dan analisis data menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian diperoleh, 1) Persiapan Sengkelan Kanong, 2) Syarat Pelaksanaan Tradisi Sengkelan Kanong, 3) Biaya Pelaksanaan Tradisi Sengkelan Kanong, 4) Benda yang Digunakan dalam Tradisi Sengkelan Kanong, 5) Bahan yang Digunakan dalam Tradisi Sengkelan Kanong, 6) Proses Pelaksanaan Tradisi Sengkelan Kanong
Analisis Wacana Kritis Sara Mills pada Lirik Lagu Wanita Karya Upiak Isil
This research aims to find out the representation of emancipation in the lyrics of the song Wanita Upiak Isil. This research uses qualitative method with Sara Mills critical discourse study. The data source in this research is the lyrics of the song Wanita Upiak Isil. The data source comes from the spotify site and video clips on the youtube channel. Data in the form of song lyrics are analyzed using Sara Mills' perspective. The data collection technique uses the technique of simak catat. The results of the research on the representation of emancipation in the lyrics of the song Wanita Upiak Isil found the position as subject-object more than the position of the reader. The most subjects are women and the least subjects are husbands (men). The most subjects represent the lives of married women. Women experience many demands but are often not given equal rights. Meanwhile, the overall object of the couplet is more forms of independence. Other objects represent a woman's skill in working. The position of the reader is found in the form of greeting “ma'am” used by the author to address the reader or listener of the song.ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui representasi emansipasi dalam lirik lagu Wanita Upiak Isil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wacana kritis Sara Mills. Sumber datanya berupa lirik lagu Wanita Upiak Isil. Data tersebut diperoleh melalui platform digital Spotify dan YouTube. Data berupa lirik lagu dianalisis menggunakan perspektif Sara Mills. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Hasil penelitian ditemukan posisi subjek- objek, di antaranya subjek ialah wanita, objek ialah laki-laki (suami) dan posisi pembaca berupa interaksi subjek dengan pembaca dalam bentuk sapaan “Bu” yang digunakan penulis untuk menyapa pendengar atau pembaca. Sementara representasikan emansipasi wanita yang ditampilkan dalam teks berupa kesetaraan gender dalam hal ini kehidupan kaum wanita yang sudah menikah. Wanita mengalami banyak tuntutan namun sering tidak diberikan hak yang seimbang digambarkan dengan pemarkah berupa bentuk kata frasa maupun klausa seperti; wanita harus mapan, wanita harus kerja, punya uang saku bisa beli apa saja, tidak perlu minta-minta, harus bekerja.
Kata kunci: Wacana kritis, lirik lagu, emansipasi, feminism
ABSTRACT
The purpose of this study is to analyze the values of the struggle of the The purpose of this research is to find out the representation of emancipation in the lyrics of the song Wanita Upiak Isil. This research uses the qualitative method with Sara Mills critical discourse approach. The data source is the lyrics of the song Wanita Upiak Isil. The data was obtained through digital platforms spotify and YouTube. The data in the form of song lyrics were analyzed using Sara Mills' perspective. The data collection technique used listening and note-taking techniques. The results of the study found the position of the subject-object, including the subject is a wanita, the object is a man (husband) and the position of the reader in the form of subject interaction with the reader in the form of greetings Bu used by the author to address the listener or reader. While the representation of women's emancipation displayed in the text is in the form of gender equality in this case the lives of married women. Women experience many demands but are often not given equal rights, described by markers in the form of words phrases and clauses such as; Wanita harus mapan, Wanita harus kerja, punya uang saku bisa beli apa saja, tidak perlu minta-minta, harus bekerja.
Keyword: Critical discourse, song lyrics, emancipation, feminis