Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    ENHANCING BUSINESS WRITING SKILLS THROUGH INTERCULTURAL COMMUNICATIVE COMPETENCE: AS A STRATEGY TO TEACH NON-ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS

    Get PDF
    Intercultural Communicative Competence (ICC) is the ability to communicate and interact effectively and appropriately in various cultural contexts. ICC could serve as a strategic approach to address cultural norms and differences within a business context. In terms of enhancing the cultural awareness of non-English department students, ICC stimulated students to confront the realities of the global marketplace with various norms of communication. This study investigates the impact of Intercultural Communicative Competence (ICC) on the business writing skills as a strategy to teach non-English department students at UIN Sunan Ampel Surabaya. The primary objective is to determine how ICC as a teaching strategy can enhance students' ability to produce effective business documents in a globalized context. Utilizing a mixed-methods approach, the research incorporates both quantitative surveys and qualitative interviews to gather comprehensive data from participants. Key findings reveal that  ICC approach exhibits significantly improved business writing skills of students. The study underscores the importance of integrating ICC training into business education curricula as a strategy to prepare students for the demands of international business environments. These findings suggest that fostering intercultural awareness and competence is crucial for developing proficient business communicators, thereby enhancing overall business education and facilitating effective intercultural communication in professional settings.   Keywords: Business writing skills; Intercultural Communicative Competence; English Teaching Strategy.dalam berbagai konteks budaya. ICC dapat berfungsi sebagai pendekatan strategis untuk mengatasi norma dan perbedaan budaya dalam konteks bisnis. Dalam hal meningkatkan kesadaran budaya mahasiswa jurusan non-Bahasa Inggris, ICC menstimulasi mahasiswa untuk menghadapi realitas pasar global dengan berbagai norma komunikasi. Penelitian ini menyelidiki dampak Kompetensi Komunikatif Antarbudaya (ICC) terhadap keterampilan menulis bisnis sebagai strategi untuk mengajar mahasiswa jurusan non-Bahasa Inggris di UIN Sunan Ampel Surabaya. Tujuan utamanya adalah untuk menentukan bagaimana ICC sebagai strategi pengajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menghasilkan dokumen bisnis yang efektif dalam konteks global. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara kualitatif untuk mengumpulkan data komprehensif dari para partisipan. Temuan utama mengungkapkan bahwa pendekatan ICC menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis bisnis siswa. Studi ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan pelatihan ICC ke dalam kurikulum pendidikan bisnis sebagai strategi untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan lingkungan bisnis internasional. Temuan ini menunjukkan bahwa menumbuhkan kesadaran dan kompetensi antar budaya sangat penting untuk mengembangkan komunikator bisnis yang mahir, sehingga meningkatkan pendidikan bisnis secara keseluruhan dan memfasilitasi komunikasi antar budaya yang efektif dalam lingkungan profesional. Kata Kunci: Keterampilan menulis bisnis; Kompetensi Komunikasi Antarbudaya; Strategi Pengajaran Bahasa Inggris

    IMPLEMENTASI PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TARL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERLIBATAN SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    The aim of this research is to find out whether there is a comparison of the increase in critical thinking skills and student engagement between students who study using the teaching at the right level (TARL) approach and students who study using the conventional approach. The approach used in this research is mixed method. Based on the results of descriptive data analysis for the experimental class, the mean score for the students' pretest = 53.46 and posttest = 83.46. while in the control class the results were the student's average pretest score = 51.53 and the posttest = 75.36.   This means that there is a difference in the increase in students' critical thinking abilities before and after being given learning using the TaRL approach. Meanwhile, the results of student involvement in the experimental class are that students can actively participate in class discussions, students can ask questions to obtain further information, students can work independently, students can solve problems flexibly, and students want to get satisfactory grades. Meanwhile, in the control class, the indicators achieved are fewer, namely students can ask questions to get further information, students can get to know teachers at school, students can work independently, so it can be concluded that there is a significant difference in increasing critical thinking skills and student involvement between students who study with the TARL approach and students who study with the conventional approach.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbandiangan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan keterlibatan siswa antara siswa yang belajar dengan pendekatan teaching at the right level (TARL) dan siswa yang belajar menggunakan pendekatan konvensional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif kelas eksperimen, diperoleh nilai rerata pretest siswa = 53.46 dan pada postest =83.46. sedangkan pada kelas kontrol hasilnya adalah nilai rerata pretest siswa = 47.69 dan pada postest =75.53.   Hal ini berarti terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan setelah diberikan pembelajaran dengan pendekatan TaRL. Sedangkan hasil keterlibatan siswa pada kelas eksperimen adalah siswa dapat aktif berpartisipasi dalam diskusi Bersama teman kelompoknya, siswa dapat terlibat dalam menyampaikan pendapat pribadinya, dan siswa dapat terlibat dalam mengerjakan Latihan soal atau tes individu yang diberikan oleh guru. Sedangkan pada kelas kontrol indikator yang dicapai lebih sedikit yaitu hanya satu indikator saja yaitu siswa hanya dapat mengerjakan soal Latihan atau tes individu dari guru, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan keterlibatan siswa secara signifikan antara siswa yang belajar dengan pendekatan TARL dan siswa yang belajar dengan pendekatan konvensiona

    USABILITY TESTING PADA SISTEM INFORMASI AKADEMIK MAHASISWA UNIKA ST. PAULUS RUTENG MENGGUNAKAN METODE SUS

    Get PDF
    Unika St. Paulus Ruteng adalah salah satu perguruan tinggi Swasta di Flores Nusa Tenggara Timur yang telah menerapkan teknologi informasi. Salah satu layanan teknologi informasi yang ada di Unika St. Paulus Ruteng adalah Sistem Informasi Akademik Mahasiswa. Sistem Informasi Akademik Mahasiswa merupakan aplikasi yang sudah lama dipergunakan oleh Unika St. Paulus Ruteng sejak tahun 2017, akan tetapi aplikasi tersebut belum pernah diuji kualitas layanannya dari pandangan pengguna sehingga berdampak pada sistem atau aplikasi yang akan sangat jarang digunakan oleh mahasiswanya itu sendiri.Untuk  mengetahui  kualitas  layanan  dari  pandangan  pengguna  sistem informasi ini, maka dibuatlah suatu pengujian usability. Pengujian usability sangat penting dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat usability dari pengguna karena hasil pengukurannya bisa digunakan sebagai masukan dalam proses perbaikan sistem kedepannya. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengujian usability pada sistem informasi akademik mahasiswa (SIAM) Unika St.Paulus Ruteng dengan mengunakan metode system  usabilty scale (SUS) Berdasarkan hasil pengujian usability dengan SUS, didapatkan Nilai Rata-rata skor SUS sebesar 49 dan masuk kategori Not Acceptable yaitu dengan rentang nilai 0-50 yang berarti sistem tidak dapat diterima dengan baik  oleh pengguna dari segi pemahaman pengguna dalam penggunaan website SIAM, efektif dan efisien-nya sistem tersebut, serta memiliki indikasi tidak memuaskan bagi pengguna

    Pembelajaran Interaktif melalui Media Aniquiz (Animal Quiz) Pengenalan Hewan

    Get PDF
    Media pembelajaran selalu berkembang setiap tahunnya, salah satunya adalah animasi. Pada dasarnya animasimerupakan salah satu bentuk hiburan, dan dengan pembuatan media pembelajaran dapat dilakukan membuat anak-anakkhususnya Pendidikan Anak Usia Dini menjadi lebih senang dalam belajar. Metode pembelajaran yang digunakan diTaman Kanak-kanak masih menggunakan buku menggambar atau bercerita, sehingga perlu ditambahkan mediapembelajaran yang lebih menarik. Dalam proses pengajaran, guru hanya menggunakan media sebagai pedoman dalammengajar, akibatnya murid kesulitan mengetahui dengan jelas tentang makhluk hidup biaya khususnya mengenai jenisklasifikasi hewan. Dalam penelitian ini penulis mengambil bahan penelitian dari hasil observasi dan wawancarabeberapa orang murid di Taman kanak-kanak, guru dan pihak terkait. Oleh karena itu penulis menjadikanPEMBELAJARAN INTERAKTIF MELALUI MEDIA ANIQUIZ ( ANIMAL QUIZ ) PENGENALAN HEWAN padaTK Aisyiyah'20 menjadi salah satu solusinya murid dalam mempelajari jenis-jenis klasifikasi binatang jugapenyederhanaannya dan meningkatkan efisiensi dalam proses pembelajaran.Kata kunci : Pembelajaran Interaktif, Aniquiz, Pengenalan Hewa

    Requirement Engineering Sistem Kriptografi RSA Pada GMail

    Get PDF
    Dalam tahun 2022 kemarin di Indonesia menurut BSSN terjadi kasus cybercrime sebanyak 714.170.967 kasus yang dialamai oleh perorangan maupun organisasi mulai dari malware sampai kebocoran data atau informasi. Diantara banyaknya kasus cybercrime yang ada cabang terbesar yang sering terjadi kasus cybercrime adalah pada email. Penggunaan email yang paling sering digunakan di Indonesia adlah gmail dengan pengguna sebanyak 81,8 juta pengguna. Oleh karena itu dibutuhkanlah sebuah sistem keamanan yang baik untuk mengamankan data yang ada dalam email tersebut, salah satu metode untuk meningkatkan keamanan yang ada dalam penggunaan gmail adalah dengan metode kriptografi, dari sekian banyaknya metode kriptografi yang ada penggunaan kriptografi RSA dinilai lebih baik dalam mengamankan data dikarenakan kriptografi RSA memiliki kemampuan double key yakni public key dan private key untuk megamankan data yang ada. Untuk itu dalam penelitian ini penulis akan membuat sebuah dokumentasi requirement yang akan digunakan sebagai acuan dalam membuat Aplikasi Secure Email

    Peningkatan Literasi dengan Cipta Baca Puisi Kelas 5 SDN 004 Penajam Paser Utara

    Get PDF
    Abstrak Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk bakti sosial dan pengabdian sekolah yang melaksanakan salah satu dari Tiga Dharma perguruan tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Tujuan dari pengabdian berorientasi sekolah ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 5 pada karya sastra puisi. Kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) diawali dengan penyusunan materi makna puisi dan penjelasan sudut pandang puisi. Ini meliputi tema, alur dan pesan. Kemudian meminta siswa berlatih membawakan puisi tersebut di depan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% siswa kelas 5 SD Negeri Penajam Paser Utara mengetahui petunjuk menulis puisi sesuai langkah-langkah yang diberikan. Namun pada saat menyajikan puisi di depan kelas, siswa masih belum menguasai teknik dan ungkapan puisi yang diberikan sebelumnya. Kata Kunci: literasi, puisi, pemahaman

    Bimbingan Teknis (Bintek) Penguatan Perolehan Hak Cipta Atas Motif Batik Tradisional Di Sanggar Batik Kawung Sari Sidoarjo

    No full text
    Hak Atas Kekayaan Intelektual, selanjutnya disingkat dengan HAKI  DALAM dalam hal ini hak cipta, merupakan suatu hal yang sangat penting bagi Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah, selanjutnya disebut dengan UMKM yang ada di Sidoarjo. Akan tetapi tentunya yang sangat disayangkan dalam hal ini adalah banyaknya Unit UMKM yang masih belum mengerti mengenai pentingnya HAKI dan belum melakukan pendaftaran HAKI dalam bentukapapun. Masyarakat Kelurahan Magersari, khususnya wilayah Rukun Warga 07, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo jarang memiliki pengetahuan hukum baik terkait dengan hukum keperdataan,ataupun hukum pidana, terutama terkait tentang perlindungan hukum di bidang HAKI dalam hal ini hak cipta dan tata cara pendaftarannya. Padahal banyak masyarakat Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo yang membuka usaha dalam bentuk UMKM, bidang usaha batik tradisional kawung sari. Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan dari pengabdian kepadamasyarakat ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai pentingnya perlindungan HAKI khususnya hak cipta terhadap produk UMKM yaitu motif batik tradisional serta memberikan Bimbingan Teknis dan Tata Cara Pendaftaran HAKI khususnya hak cipta atas motif batik dari Produk UMKM di Kelurahan Megersari Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo.Pelaksanaan pengadian kepada masyarakat ini dilakukan dengan transfer pengetahuan mengenai perlindungan hukum serta pendaftaran HAKI dengan cara penyuluhan hukum serta dilakukannya bimbingan teknis kepada masyarakat di Kelurahan Magersari, KecamatanSidoarjo, Kabupaten Sidoarjo selama 12 bulan. Adapun target luaran dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah dikuasainya pengetahuan mengenai perlindungan HAKI oleh masyarakat, pengetahuan mengenai tata cara pendaftaran, dan pendaftaran HAKI. Selain itu juga terdapat luaran dari jurnal pengabdian masyarakat prosidin

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengolahan Kopi Di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi, Kelurahan Sukasari, Kabupaten Sumedang

    No full text
    Masyarakat memiliki berbagai potensi dan sumberdaya yang dapat dikembangkan. Seringkali, masyarakat belum sadar akan hal tersebut. Pengembangan masyarakat berbasis aset dapat menjadi pilihan untuk memperkuat aset komunitas dan membangun kapasitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa Banjaran, Dusun Banyuresmi memiliki potensi komoditas kopi yang melimpah. Namun, masih terdapat peluang pengembangan potensi kopi di wilayah tersebut. Petani kopi belum memiliki keterampilan dan pengetahuan terkait pengolahan kopi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pengembangan potensi kopi melalui pelatihan pengolahan kopi dan pengemasan bagi masyarakat khususnya para petani kopi di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi. Kelompok sasaran program adalah para petani yang berhimpun dalam kelompok tani Banjarsari 1 dan Banjarsari 2 di Dusun Banjaran, Desa Banyuresmi. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah hingga mengemas produk olahan kopi untuk meningkatkan nilai jual sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka. Narasumber kegiatan tersebut merupakan orang yang telah ahli dan berhasil dalam mengolah dan menjual produk olahan kopi. Kegiatan pengabdian dilakasanakan dengan metode kaji tindak melalui pelatihan pengolahan kopi. Hasilnya menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terkait pengolahan kopi hinggan pengemasan produk olahan kopi

    Studi Kasus Familly Helath Education Dengan Media Lembar Balik (Flip Chart) untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Keluarga Dalam pencegahan Penularan TB Paru

    Get PDF
    Background: Pulmonary TB is a dangerous infectious disease which is one of the causes of death. One way of transmitting pulmonary TB is through sputum splashes (droplets). good knowledge and attitudes to be able to prevent transmission of tuberculosis (TB). To increase knowledge and attitudes it is necessary to provide education using media, namely flip chart media. Objective: to identify knowledge and attitudes before and after being given family health education using flip chart media in preventing tuberculosis (TB) transmission. Methods: This research is a descriptive study that describes or describes the events that occurred during the research, the design used by the researcher is a case study, the sampling technique is purposive sampling, the number of samples used by the researcher is 10 family respondents with tuberculosis (TB) patients and data collection uses knowledge and attitude questionnaire. Results and Discussion: This research was obtained before being given education there was less knowledge (30%) and sufficient (20%), the level of previous attitudes, negative attitudes (20%), while the level of knowledge and attitudes after being given education obtained the results of the level of knowledge enough (30%) and good (70%), and there is an increase in attitude to (100%) all respondents are positive. And the conclusion of this study is that there is an increase in the level of knowledge and attitudes before and after being given family health education with flip chart media in preventing TB transmission, and this media is very effective in implementing TB health education promotio

    Pencegahan Healthcare Associated Infections Melalui Kepatuhan Perawat dalam Hand Hygiene

    Get PDF
    Introduction: Hand hygiene is a simple, effective step in reducing infection rates, but is often forgotten by healthcare workers. Low hand hygiene in health workers is influenced by several factors, namely: ignorance of health workers about how hands can be contaminated and ignorance of the importance of hand hygiene in reducing the spread of infection. This study aims to explore clinical nurse counselors in hand hygiene. Method: This study used a qualitative study design with a phenomenological approach. This study involved 15 clinical nurse nurses who conducted in-depth interviews using semi-structured interview guidelines with inclusion criteria: aged 25 - 45 years, became clinical advisors in the room, working period> 8 years. Data from indepht interview results were transcribed and analyzed data using the Van Mannen analysis method. Results: Three themes were identified in this study, namely: 1) Hand hygiene knowledge, knowledge of hand hygiene is based on: an understanding of germ transmission, so that nurses are able to prevent transmission and accompanied by regulations from the implementation of hand hygiene that guide the implementation. 2) Social support, social support implementing hand hygiene arises from coworkers who provide support ranging from frequent reminders, conducting supervision to preparation of alcohol hand rub facilities on each patient's bed. and 3) Behavior, manifested compliance with hand hygiene for nurses in the prevention of HAIs by increasing personal and social routines as reflected in behavior in the prevention of HAIs. Conclusion: Clinical nurse in hand hygiene is based on knowledge, social support and behavior in implementing hand hygiene. The implication of the results of this study is information in an effort to improve compliance with hand hygiene so that meeting health needs is not only focused on meeting the needs of patients but also taking into account the risk of germ transmission

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇