Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    Analisis Kemampuan Literasi Matematika SIswa SMP Dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Perbedaan Gender

    Get PDF
    This descriptive research with a qualitative approach aims to describe the level of mathematical literacy of junior high school students in solving mathematics problems in terms of gender differences. The research subjects consisted of six students with high, medium and low categories. The data collection techniques used were tests, interviews, and documentation. Triangulation techniques were used to analyze the results of written tests and interviews. The results showed that gender has an effect on solving math problems. Male students with low ability tended to give short answers without detailed explanations, while male students with medium and high ability were able to explain the solution steps better. Female students with low ability had difficulty in writing formulas and solution steps, while female students with medium and high ability could explain and write the solution method clearly. The difference in problem solving methods between male and female students can be seen in fulfilling the indicators of mathematical literacy based on Polya. Male students were able to mention four indicators of mathematical literacy compared to female students who were able to mention three indicators of the four indicators, but female students tended to be better at communicating the explanation of the problem solving. The difference in mathematical literacy of male students is equal to that of female students, with the difference lying in the ways and stages of solving the problems given

    ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MENERAPKAN TEORI BRUNNER MELALUI PENDEKATAN RME

    Get PDF
    penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 45 Surabaya pada pembelajaran matematika materi bangun ruang menggunakan teori Brunner dengan pendekatan Realistic Mathematic Education. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian 31 siswa-siswi kelas VII G di Sekolah Menengah Pertama Negeri 45 Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes soal uraian dan wawancara. Teknik yang digunakan pada tes yaitu menggunakan aspek penilaian tes kemampuan komunikasi matematis siswa dengan kriteria ketuntasan minimal ≤75 yang kemudian dilanjutkan dengan wawancara untuk melengkapi data yang telah diperoleh. Hasil tersebut digunakan untuk memilih masing-masing satu siswa dari kategori kemampuan komunikasi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian yang diperoleh dari jawaban siswa dalam menyelesaikan soal, menunjukkan bahwa sebanyak 5 siswa dengan persentase 16,13% memiliki kemampuan komunikasi matematis tinggi, 16 siswa dengan persentase 51,62% memiliki kemampuan komunikasi matematis sedang, dan 10 siswa dengan persentase 32,25% memiliki kemampuan komunikasi matematis rendah. Maka dapat disimpulkan kemampuan komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah menuju sedang

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DITINJAU DARI SELF EFFICACY SISWA SMP

    Get PDF
    An effect of the project-based learning model on creative thinking ability is reviewed from the self-efficacy of junior high school students. This research aims to describe the influence of project-based learning on creative thinking ability as reviewed from Self Efficacy. The research method used an experimental research method with a quantitative approach. The research design used a nonequivalent control group design with research samples, namely students in grades VII-I and VII-J at SMP Negeri 17 Surabaya who were selected using the purposive sampling technique. The data on self- efficacy and creative products were obtained by using the self-efficacy scale and the creative product assessment rubric which were analyzed descriptively. The data on creative thinking ability were obtained using pretest and posttest values which were analyzed by the Independent Sample t-test at a significance level of 5%. The results showed that α = 0,005 project-based learning had a significant effect on the creative thinking ability of junior high school students as reviewed from self-efficacy

    Specific Primer Design to Detect Connexin-36 Gene in Rattus Norvegicus Brain

    Get PDF
    Connexin-36 (Cx36) merupakan salah satu protein kanal antar sel. Protein ini paling banyak ditemukan pada otak. Gen Cx36 mengekspresikan protein penghubung Cx36 yang membentuk sinaps listrik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain primer terbaik untuk menganalisis ekspresi Cx36 pada otak tikus dengan metode Quantitative Real Time PCR (qRT-PCR). Jenis penelitian ini adalah penelitian true experimental menggunakan mRNA dari 4 otak tikus. Analisis in silico menggunakan tools Primer 3 dan OlygoAnalizerTM by IDTdengan menggunakan database gen pada NCBI. Tiga primer dengan kriteria yang paling optimum kemudian dievaluasi dengan metode qRT-PCR. Berdasarkan hasil penelitian ketiganya mampu mengamplifikasi gen Cx36 dengan menggunakan qRT-PCR. Hasil primer terbaik menunjukkan melt curve tunggal pada primer no.5 gen Cx36 pada kisaran Tm 80-81oC. Hasil perbandingan uji in silico primer Cx36 yang sudah pernah dipublikasi sebelumnya menunjukkan bahwa primer no. 5 juga memiliki nilai optimal pada setiap kriteria. Maka hasil desain primer yang memiliki spesifisitas dan efektifitas yang optimum untuk mengamplifikasi gen Cx36 pada otak tikus Rattus norvegicus ialah primer no.5 (F: 5’-ATTTCCCGCTTCTACATCATCCAAG-3’ dan R: 5’-CACAGCAAACATGAACACCAGAAAG-3’)

    UPAYA GURU MENGEMBANGKAN IMAJINASI SISWA DALAM MEMBUAT PUISI DI KELAS IV MIN 1 KENDAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan guna mengetahui upaya guru mengembangkan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal, serta  faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal. Kajian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dijalankan dengan observasi, wawancara,  serta dokumentasi. Teknik analisa data dijalankan secara interaktif melalui aspek yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta mengambil kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data memakai triangulasi sumber. Hasil penelitian memperlihatkan upaya yang dijalankan guru dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal yakni guru memakai metode pembelajaran yang menarik serta media yang relevan dengan tujuan belajar serta materi yang diajar. Guru memakai metode sugesti imajinasi serta penggunaan lagu Bunda-Melly Goeslaw sebagai media terbukti mengembangkan imajinasi siswa dalam membuat puisi serta membuat pembelajaran menulis puisi menyenangkan. Selain itu, guru juga mengajukan berbagai pertanyaan yang membimbing. Pertanyaan-pertanyaan yang membimbing terbukti efektif dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat siswa berpikir kritis serta membayangkan dengan lebih baik. Faktor pendukung dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal yakni siswa fokus dalam pembelajaran, sarana serta prasarana yang memadai, serta ketertarikan dengan lagu. Sedangkan faktor penghambat dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di Kelas IV B MIN 1 Kendal yakni keterbatasan waktu. Kata Kunci: Imajinasi; Siswa; Membuat puisiPenelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang belum berkembang imajinasinya dalam membuat puisi karena kurangnya pengembangan imajinasi. Tujuan dari penelitian ini ialah guna memahami upaya guru mengembangkan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV MIN 1 Kendal, serta  faktor pendukung serta penghambat dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV MIN 1 Kendal. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dijalankan dengan observasi, wawancara,  serta dokumentasi. Pada penelitian ini peneliti mengadakan wawancara dengan pihak yang terkait, yakni Ibu Ana Lutfiany, S.Pd,I selaku guru kelas IV B, Syifa Khoirunnisa serta Misbah selaku siswa kelas IV B. Selain itu, peneliti juga menjalankan observasi saat pembelajaran menulis puisi di kelas. serta dokumentasi pada kajian ini berupa data yang menggambarkan upaya guru mengembangkan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV MIN 1 Kendal. Teknik analisa data dijalankan secara interaktif melalui aspek yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta mengambil kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data memakai triangulasi sumber. Bisa dipahami jika hasil penelitian memperlihatkan jika upaya guru mengembangkan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV MIN 1 Kendal memiliki dampak yang positif serta bisa mengembangkan imajinasi siswa dalam membuat puisi

    PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA

    Get PDF
    This research is research into the development of e-modules based on problem based learning integrated wordwall to improve students' cognitive abilities. The students' low scores on teaching materials for listening to sounds are due to the teaching materials being limited to textbooks and not taking advantage of technological developments. Teaching materials only consist of writing and pictures which are difficult for students to understand. This research aims to develop an e-module based on problem based learning to improve the cognitive abilities of fifth grade elementary school students. The type of research used is Research and Development with the ADDIE model (Analyze, Design, Development, implementation and Evaluation). The research subjects involved fifth grade students at SDN 02 Pekiringanalit. Data collection uses questionnaires and, pretest and posttest scores. Research data was analyzed using qualitative descriptive and quantitative descriptive methods. The results of the media expert validator are categorized as valid. The results of the material expert validator are categorized as very valid. And the response results from 20 fifth grade elementary school students were categorized as very valid. The overall results of the validator test are categorized as very valid so that the problem based learning integrated wordwall based e-module can be used for learning to hear because of sound in science lessons for class V elementary school.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan e-modul berbasis problem based learning terintegrasi wordwall untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Rendahnya nilai siswa pada materi ajar mendengar karena bunyi karena bahan ajar yang terbatas buku teks dan belum memanfaatkan perkembangan teknologi. Bahan ajar hanya berupa tulisan dan gambar yang sulit dipahami siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul berbasis problem based learning untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas V SD. Jenis penelitian yang digunakan Reasearch and Development dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian melibatkan siswa kelas V di SDN 02 Pekiringanalit. Pengumpulan data menggunakan angket dan nilai pretest dan post test. Data penelitian dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil validator ahli media dikategorikan valid. Hasil validator ahli materi dikategorikan sangat valid. Serta hasil respon 20 siswa kelas V SD dikategorikan sangat valid. Hasil keseluruhan dari uji validator dikategorikan sangat valid sehingga e-modul berbasis problem based learning terintegrasi wordwall dapat digunakan dengan pembelajaran mendengar karena bunyi pada pelajaran IPAS kelas V SD

    PERSEPSI GURU MADRASAH IBTIDAIYAH TERHADAP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSI

    Get PDF
    The implementation of inclusive education is the main highlight of the government's efforts to improve the quality of Indonesian education. His belief is that all students, without exception, should benefit from high-quality learning and enjoy full participation in the education system. This study aims to determine the perception of Madrasah Ibtidaiyah teachers towards the discourse on the implementation of inclusive education. This research is qualitative with an investigative approach. This study involved 13 existing Madrasah Ibtidaiyah teachers in one of Indonesia's westernmost provinces who were randomly selected. The results show that teachers are still confused with the definition of inclusive education, which causes disorientation in the implementation of inclusive education. As a result of such disorientation, (1) teachers are embarrassed to mention that there are children in their schools or classes; (2) the teacher's excessive anxiety in the implementation of learning in the classroom, such as bullying; (3) the teacher's incorrect orientation of learning outcomes; and (4) discrimination against children. To avoid disorientation in the implementation of inclusive education, it is very important to provide special training for madrasah teachers on topics such as designing lessons, determining learning models, developing learning media, the assessment process in inclusive classes, and the governance and management of inclusive education.Penyelenggaraan pendidikan inklusi menjadi sorotan utama pemerintah dalam pencapaian mutu pendidikan Indonesia. Keyakinannya adalah bahwa semua siswa, tanpa kecuali, harus mendapat manfaat dari pembelajaran berkualitas tinggi dan menikmati partisipasi penuh dalam pendidikan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru madrasah ibtidaiyah terhadap wacana pelaksanaan Pendidikan inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan investigasi. Penelitian ini melibatkan 13 orang guru madrasah ibtidaiyah. Hasilnya menunjukkan menunjukkan bahwa para guru masih binggung dengan pendefinisian Pendidikan inklusi yang menyebabkan disorientasi pada pelaksanaan Pendidikan inklusi. Efek dari disorientasi tersebut adalah (1) guru malu jika menyebutkan di sekolah atau kelas mereka terdapat anak inklusi; (2) Kecemasan berlebihan guru pada pelaksanaan pembelajaran di kelas seperi bully; (3) orientasi capaian pembelajaran yang salah; (4) diskriminasi pada anak. Untuk menghindari disorientasi dalam pelaksanaan pendidikan inklus, sangat penting untuk memberikan pelatihan khusus bagi guru madrasah tentang topik-topik seperti merancang model untuk sekolah inklusi, proses penilaian di kelas inklus, dan tata kelola dan manajemen pendidikan inklusi

    PRE-SERVICE TEACHERS' PERCEPTIONS OF ENHANCING COUNSELING PROFICIENCY TO FACE MERDEKA CURRICULUM IN PRIMARY SCHOOL (SD/MI)

    No full text
    According to Law Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers, the role and duties of a teacher encompass being an educator, instructor, and mentor that be interpreted as a counselor. Therefore, students' perceptions of counseling services are crucial. By understanding students' perspectives, Lecturers can design more effective learning strategies aligned with the demands of the new curriculum, enhancing their guidance or counseling skills. This research aims to understand students' perceptions of how to improve counseling abilities. The study employs qualitative descriptive research and the subject are PGSD/PGMI students in Surabaya who are currently taking or have completed guidance and counseling courses. Based on data, prospective Pre-service Teacher's Counseling Abilities are perceived positively and diversely regarding ways to enhance counseling skills. Theoretically, students have demonstrated the ability to analyze their own needs for improving counseling skills. On average, students expect an increase in training intensity and opportunities to deepen practical experiences, supported by technology and facilities. With the heightened intensity of training and supportive facilities, students' counseling abilities and competencies are anticipated to gradually improve.Peran dan tugas guru adalah menjadi pendidik, pengajar dan pembimbing. Pembimbing juga dapat diartikan sebagai konselor. Sebagai konselor, guru harus mampu membimbing peserta didik agar dapat mendukung pengembangan potensi diri hingga mereka  dapat  memilih  dan meraih  cita-citanya. Oleh karenanya persepsi mahasiswa terhadap pelayanan konseling dan kemampuan konseling sangat penting. Dengan memahami perspektif mahasiswa, dosen dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan tuntutan kurikulum yang baru yang dapat meningkatkan kemampuan membimbing atau konseling tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap cara meningkatkan kemampuan konseling. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa PGSD/PGMI di Surabaya yang sedang/telah menempuh mata kuliah BK. Berdasarkan data hasil kuesioner, Kemampuan Konseling Mahasiswa Calon Guru SD/MI memiliki persepsi yang positif dan beragam terkait cara meningkatkan kemampuan konseling. Secara teoritis, mahasiswa telah mampu menganalisis kebutuhan mereka sendiri terkait cara meningkatkan kemampuan konseling. Rata-rata mahasiswa mengharapkan ada peningkatan intensitas latihan untuk mereka dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendalami lapangan serta ditunjang dengan teknologi dan sarana prasarana. Dengan adanya peningkatan intensitas latihan dan sarana prasarana yang menunjang, maka kemampuan atau kompetensi konseling mahasiswa akan berangsur meningkat

    Tingkat Kepuasan Pelayanan Obat Racikan Pada Poli Anak RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo

    Get PDF
    Tingkat kepuasan pasien sangat penting bagi suatu pusat kesehatan, selain hal tersebut mengarah pada loyalitas pasien, namun juga berpengaruh pada hasil klinis yang lebih baik dan kepatuhan pasien. Kepuasan pasien sendiri juga bisa digambarkan dengan ukuran seberapa senang pasien dengan perawatan kesehatan yang mereka alami. Dalam kata lain, pusat kesehatan perlu memenuhi harapan pasien serta memberikan pengalaman sehat secara medis. Aspek-aspek yang harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain, aspek kehandalan, aspek ketaggapan, aspek jaminan, aspek empati dan aspek berwujud. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif  dengan metode purposive sampling.Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 responden yaitu pasien poli anak rawat jalan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepuasan. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga atau pendamping dari pasien poli anak. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kehandalan memperoleh presentase sebesar 75,76% dengan kategori puas, dimensi ketanggapan memperoleh presentase sebesar 74,88% dengan kategori puas, dimensi jaminan memperoleh presentase sebesar 81,28% dengan kategori sangat puas, dimensi empati memperoleh presentase sebesar 80% dengan kategori puas, dimensi berwujud memperoleh presentase 73,14% dengan kategori puas. Presentase tertinggi yaitu pada dimensi jaminan dan terendah dari dimensi berwujud. Berdasarkan hasil penelitian tentang Tingkat Kepuasan Pelayanan Obat Racikan Pada Poli Anak RSUD dr. Hardjono Ponorogo menunjukkan bahwa presentase kepuasan secara keseluruhan didapatkan nilai (77,01%) dan responden dinyatakan “Puas’’

    Integrasi Nilai - Nilai Islam dalam Kegiatan Harian Sekolah di SD Alam Muhammadiyah Madani Kedanyang

    Get PDF
    Pendidikan menjadi dasar penting dalam membentuk kepribadian dan karakter anak-anak bangsa. Penelitian ini mencoba menemukan cara-cara menggabungkan nilai-nilai Islam dalam kegiatan belajar di SD Alam Muhammadiyah Madani Kedanyang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen yang melibatkan beberapa sumber informasi, seperti guru dan wakil kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam sudah diterapkan melalui berbagai kegiatan pagi, seperti berdoa bersama, berjamaah shalat, merayakan hari besar agama, serta aktifitas sedekah di hari Jumat, Jumat bersih, dan infaq filantropis. Di samping itu, nilai-nilai Islam juga disisipkan dalam materi pelajaran dengan mengaitkan pelajaran dengan prinsip agama, seperti pentingnya doa, etika, dan kedisiplinan di dalam kelas. Tantangan yang dihadapi meliputi perbedaan latar belakang siswa dan kurangnya dukungan dari orang tua. Maka dari itu, kerja sama yang baik antara guru dan orang tua sangat penting.Pendidikan menjadi dasar penting dalam membentuk kepribadian dan karakter anak-anak bangsa. Penelitian ini mencoba menemukan cara-cara menggabungkan nilai-nilai Islam dalam kegiatan belajar di SD Alam Muhammadiyah Madani Kedanyang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen yang melibatkan beberapa sumber informasi, seperti guru dan wakil kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam sudah diterapkan melalui berbagai kegiatan pagi, seperti berdoa bersama, berjamaah shalat, merayakan hari besar agama, serta aktifitas sedekah di hari Jumat, Jumat bersih, dan infaq filantropis. Di samping itu, nilai-nilai Islam juga disisipkan dalam materi pelajaran dengan mengaitkan pelajaran dengan prinsip agama, seperti pentingnya doa, etika, dan kedisiplinan di dalam kelas. Tantangan yang dihadapi meliputi perbedaan latar belakang siswa dan kurangnya dukungan dari orang tua. Maka dari itu, kerja sama yang baik antara guru dan orang tua sangat penting

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇