Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    KARAKTERISTIK HADITS DAN MUHADDIS NUSANTARA STUDI PEMIKIRAN SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI

    Get PDF
    Para ulama Nusantara, sebagai penjaga dan pewaris tradisi keilmuan, memainkan peran sentral dalam meriwayatkan, mempelajari, dan menyebarkan hadits di wilayah ini. Kontribusi mereka mencakup berbagai aspek, mulai dari pembuktian sanad (rantai perawi) hadits hingga pengembangan pemahaman kontekstual terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW. Syekh Nawawi al-Bantani, dengan kealiman dan dedikasinya, menjadi sosok yang memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman hadits di Nusantara. Pendekatan yang dilakukan peneliti adalah pendekatan dengan pendekatan studi pustaka. Sumber-sumber yang diambil oleh penbeliti berasar dari sumber-sumber ilmiah berupa buku dan jurnal penelitian terdahulu. Banyak masyarakat yang mencari ilmu agama datang kepada Syaikh Nawawi Al-Bantani untuk berguru, baik ketika beliau berada di Makkah maupun ketika beliau kembali ke tanah air. Para muhadis Nusantara, termasuk Syeikh Nawawi al-bantani menunjukkan keunggulan dalam menguasai ilmu hadits dan sanad, yang merupakan fondasi utama dalam pemahaman ajaran Islam. Mereka tidak hanya memiliki pengetahuan yang mendalam, tetapi juga keahlian untuk memilah hadits yang sahih dan dhaif, menjadikan mereka sebagai penjaga keaslian dan kebenaran ajaran agama.Pengaruh karya-karya Syekh Nawawi Al-Bantani terhadap perkembangan hadits di Nusantara sangatlah signifikan. Karya-karyanya menjadi rujukan utama, memperkaya khazanah hadits, meningkatkan pemahaman hadits, mendorong penerapan hadits, dan memperkuat tradisi keguruan. Melalui pembahasan ini, dapat disimpulkan bahwa Syekh Nawawi Al-Bantani telah memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap perkembangan studi hadits di Nusantara. Beliau adalah sosok ulama yang patut diteladani dan karyanya patut dilestarikan. Kata Kunci:  kitab-kitab hadits, hadits nusantara, syeikh nawawi albantani, ulama nusantara. &nbsp

    Hilirisasi Gingseng Jawa Desa Arjasa Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Pasca Panen dan Desain untuk Promosi

    Get PDF
    Gingseng jawa merupakan tumbuhan liar yang bernilai ekonomi tinggi namun tidak bernilai bagi masyarakat desa arjasa karena mereka tidak mengetahui manfaat tanaman tersebut. Kegiatan yang telah dilakukan untuk memberikan solusi adalah sosialisasi dan pelatihan budidaya gingseng jawa dengan memperhatikan tata Kelola lingkungan warga dan pengenalan pemasaran digital. Kegiatan itu tidak cukup berhasil karena masyarakat tidak dapat melakukan hilirisasi hasil panen gingseng jawa sehingga dibuat kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan pasca panen dan cara melakukan persiapan promosi dan penjualan melalui whats app dan Instagram dengan membuat konten menarik. Metode yang digunakan adalah PRA dengan mengimplementasikan pembelajaran offline dan online melalui youtube, zoom dan  Instagram. Tantangan pelatihan online adalah partisipasi peserta sangat lemah sehingga dengan menggunakan social media sebagai wadah sharing pengetahuan dengan mengimplementasikan 5 prinsip social media dan gamifikasi pada konten mampu membantu transfer pengetahuan dari tim pengabdian kepada masyarakat terbukti pengunjung dan peserta sering melihat dan melakukan like serta mengikuti poling yang diberikan dan mencoba pengolahan pasca panen serta mencoba membuat konten menarik

    Reaktivasi Ecowisata Berbasis Masyarakat Pinus Motilango

    Get PDF
    Pandemi covid 19 membuat sektor pariwisata mengalami turbulensi. Destinasi wisata diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun sejak pandemi covid 19 mewabah, Ekowisata Pinus Motilango mengalami penurunan jumlah pengunjung dan bahkan sempat ditutup untuk menghindari penularan diantara pengunjung. Upaya mengatasi permasalahan dapat di lakukan reaktivasi dengan konsep pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Metode yang digunakan Focus Group discusion (FGD), penyuluhan, pelatihan, pendampingan serta simulasi dan praktek dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahap Kordinasi, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dari reaktivasi berdasarkan Program-program yang telah dilaksanakan seperti memberikan pengetahuan dan ketrampilan melalui pelatihan manajemen dan pemasaran, dan penyuluhan hukum serta pembangunan fasilitas memberikan dampak pada peningkatan perekonomian masyarakat dikawasan Ekowisata Pinus Motilango dengan menjadi pengelola serta  menciptakan lapangan usaha baru seperti berdagang sehingga pendapatan dan peningkatan taraf hidup mereka mengalami perubahan

    Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Melalui Pendampingan Penyusunan Proposal Penelitian dan Artikel Tulis Ilmiah

    Get PDF
    Kemampuan meneliti dan publikasi masih menjadi masalah bagi sebagian besar guru. Mengacu pada permasalahan tersebut, Program Doktor Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas Negeri Semarang bersama MKKS Wilayah X Banyumas telah menyelenggarakan bimbingan teknis yang bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan kegiatan penelitian. (2) meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun artikel ilmiah hasil penelitian untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Kegiatan dilakukan secara online dalam 4 tahap mulai 10 Juni 2021 hingga 6 November 2021. Sebanyak 110 guru SMA se-Banyumas Raya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah prinsip learning by doing, dilakukan secara klasikal melalui zoom cloud meeting untuk penyampaian materi secara teori dan pendampingan individu melalui WhatsApp Group dan email. Luaran dari program ini berupa proposal penelitian, dan artikel ilmiah untuk dipublikasikan. Antusiasme peserta dalam menyusun proposal penelitian dan menulis artikel untuk publikasi sangat tinggi dan mereka menginginkan pendampingan yang berkelanjutan untuk sukses melaksanakan penelitian dan mempublikasikan artikel ilmiah

    Strategi Pengelolaan Bisnis Garam Kawah Bukit Citro untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Wonokoyo

    Get PDF
    Hampir seluruh penduduk Dusun Wonokoyo Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan menggantungkan hidup sebagai petani padi dan palawija. Penghasilan sebagai petani hanya dirasakan tiga kali dalam setahun dan tidak menentu, bahkan kerap merugi. Sebenarnya, masyarakat dusun Wonokoyo mempunyai peluang usaha lain untuk membantu meningkatkan perekonomian yaitu produksi garam yang dibuat dari air kawah Bukit Citro yang terletak di dusun tersebut. Kurangnya pengetahuan mengenai cara-cara mengembangkan usaha garam menjadi hambatan bagi masyarakat dusun tersebut. Oleh sebab itu, serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk membantu mengembangkan usaha tersebut. Kegiatan tersebut mencakup uji laboratorium logam berat dan mikrobiologi, desain produk, serta merancang proses bisnis. Beberapa perwakilan masyarakat dilibatkan untuk memberikan saran dan keputusan dalam mendesain produk dan merancang proses bisnis. Selain itu, semua masyarakat juga mengikuti pelatihan digital marketing dan sosialisasi rencana pengembangan produk. Kegiatan terakhir adalah mengumpulkan tanggapan masyarakat terhadap kegiatan ini melalui wawancara. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa mikrobiologi kurang dari  CFU/g dan tidak terindikasi logam berat. Desain produk dan proses bisnis juga telah dibuat dan telah disetujui oleh masyarakat. Pelatihan digital marketing telah dilakukan dan mendapatkan respon positif dari masyarakat

    Literasi Digital Pertanian sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Budidaya Tanaman Berkelanjutan di Kabupaten Tambarauw

    Get PDF
    Sausapor merupakan salah satu distrik yang terdapat di kabupaten Tambrauw.  Jarak menuju distrik ini dari Kota Sorong adalah 110 km melalui jalur darat lokasi ini termasuk Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T). Tujuan penelitian ini  untuk  mengetahui peran literasi digital pertanian sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam budidaya tanaman berkelanjutan di kabupaten tambarauw. Metode pelaksanaan yang akan digunakan diantaranya sosialisasi, pemberian metode diskusi, ceramah, penyuluhan, bimbingan teknis dan pendampingan secara terjadwal. Adapun tahapan kegiatan meliputi pendamping dan pelatihan pembuatan pupuk kompos, pendampingan dan pelatihan pembuatan herbisida organik, pengetahuan tentang cara pemanenan, pengetahuan tentang pasca panen. Berdasarkan implementasi program yang dilakukan, terdapat perbedaan pada pengetahuan masyarakat di awal dan di akhir mengalami peningkatan hasil penen yang awalnya sebesar 32% menjadi 68 % di sisi lain hasil pasca panen mengalami peningkatan yang awalnya sebesar 31% menjadi 69%. Sehingga tingkat pemahaman dan keterampilan mitra berada pada kategori baik (61-74 %). Adapun untuk mencapai tujuan pelaksanaan kegiatan maka program pengabdian pada masyarakat secara optimal, dan tim PkM akan terus melakukan pendampingan secara informal

    Kepatuhan Ibu Hamil Trimester I Ditinjau dari Tingkat Pengetahuan dan Sikap dalam Konsumsi Asam Folat

    Get PDF
    Objective: Pregnancy is a crucial stage in a woman's life, and nutritional intake before and during pregnancy plays an important role in maternal and fetal health. WHO recommends the daily use of folic acid and iron supplements to prevent anemia, congenital diseases, and infant mortality. Folic acid consumption from one month before pregnancy to during pregnancy can reduce the risk of neural tube defects (NTDs) by 50-70%. Therefore, it is important to conduct research on folic acid consumption. This study aims to determine the compliance of first trimester pregnant women in terms of the level of knowledge and attitude in folic acid consumption. Methods: This study used an analytic research design with a cross-sectional study method. The sample in this study amounted to 70 people using accidental sampling method. Data collection was conducted for 3 months from May-July 2023 at Malawei Health Center, Manoi District, Sorong City. Univariate analysis was performed to determine the frequency distribution of the data, while bivariate analysis was performed to determine the relationship between variables using the chi-square test. Results: The results showed a significant relationship between the level of knowledge of first trimester pregnant women and the level of compliance in consuming folic acid, which is reflected in the p-value of 0.036. However, this study did not find a significant relationship between the attitude of first trimester pregnant women and the level of compliance in consuming folic acid, as seen from the p-value of 0.125. Conclusion: Pregnant women in the first trimester who have good knowledge are more likely to comply with folic acid consumption. This illustrates that more in-depth knowledge about folic acid can improve pregnant women's adherence to intake during pregnanc

    Pelaksanaan Kepatuhan Discharge Planning Pasien Gagal Ginjal Post Hemodialisa Terhadap Nilai Hemoglobin Di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate

    Get PDF
    Abstract : Background: Chronic kidney disease is an irreversible, progressive disorder whose symptoms appear gradually. CKD is also a health problem that often occurs in society, the prognosis is poor, the costs are high, and many patients cannot receive a kidney transplant so they have to undergo hemodialysis and experience changes in blood components and electrolytes due to dialysis (Abdulla, JE, et al, 2020) .Discharge planning is obtained from the interaction process when professional nursing, patients and families collaborate to provide and organize the continuity of nursing needed by patients. Planning must be centered on patient problems, namely prevention, therapeutic, rehabilitative, as well as actual routine nursing until the patient is at home (Nursalam, 2015).Apart from remembering that one of the functions of the kidneys is to produce the hormone erythropoietin which is useful in the formation of red blood cells, which is directly related to hemoglobin levels, and considering the role of hemoglobin as a transporter of oxygen throughout the body's tissues, it is deemed necessary to carry out research related to hemoglobin in patients. kidney failure.Method: quantitative with a quasi-experimental approach with a one group Pratest Posttest design and the design used is a time seriesResults: Statistically there was no significant change in the mean value of hemoglobin levels before and after the chart planning intervention as indicated by the p value = 0.309 (p > 0.05)

    Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Swasta X Kota Bekasi

    Get PDF
    Introduction: The high number of incidents related to pulmonary TB is due to long enough treatment so that many sufferers stop taking medication before the treatment period is finished (Sukirawati, 2020). Meanwhile, the success rate for the treatment of this disease has not yet reached the national target, if you refer to the target set in the strategic planning of the Ministry of Health, which is 90%. One of the factors that support increasing medication adherence is self-efficacy. Purpose: This study aims to determine the relationship between Self-Efficacy and Adherence to Taking Medication in Pulmonary TB Patients at X Private Hospital, Bekasi City. Method: The type of research in this research wais descriptive research with a quantitative approach and with a cross sectional research design. Data collection was undertaken using the MMAS-8 questionnaire (Morisky Medication Adherence Scale-8) and the TBESES-21 questionnaire (Tuberculosis Self-Efficacy Scale) for 31 pulmonary TB patients at Private Hospital of X Bekasi. Data were analyzed using SPSS with the Fisher-Exact Test. Results: The results of this study indicated that there was a relationship between Self-Efficacy and Medication Compliance in pulmonary TB patients at Private Hospital of X Bekasi City which is indicated by a significance value (p-value) of 0.001 (α < 0.05) and it had a strong relationship indicated by a correlation coefficient of 0.540. Conclusion: Self-efficacy is related to Medication Compliance in pulmonary TB patients at Private Hospital of X Bekas

    Hubungan Motivasi Kerja Dengan Perilaku Caring Perawat Di Ruang HCU Anak RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

    Get PDF
    ABSTRACT Nurses' caring behavior plays a role in improving the quality of service in hospitals. Caring behavior in the intensive care unit could be influenced by nurses' work motivation. This study aims to determine the relationship between work motivation and caring behavior of nurses in the Children's HCU. This research was a quantitative research study with a correlative analytical type. A sample of nurses in the Children's HCU and PICU at RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, numbering 55 people. The research instrument used was a questionnaire. The research results showed that the majority of respondents had strong work motivation (60,0%). Most respondents had good caring behavior (56,4%). The Pearson Correlation statistical test produces a p-value = 0,000. The results of statistical tests show that there was a relationship between work motivation and the caring behavior of nurses in the Children's HCU Room at RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Nurses who have strong motivation tend to provide good service, but if nurses have weak work motivation, this makes the nurse lazy in carrying out activities, namely serving and caring for patients, in this case, behaving caringly towards patients. Keywords: Work motivation, caring behavior, nursesObjective:  to determine the relationship between work motivation and caring behavior of nurses in the Children's HCU. Methods:  This research was a quantitative research study with a correlative analytical type. A sample of nurses in the Children's HCU and PICU at RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, numbering 55 people. The research instrument used was a questionnaire. The research results showed that the majority of respondents had strong work motivation (60,0%). Most respondents had good caring behavior (56,4%). The Pearson Correlation statistical test produces a p-value = 0,000. Results:  The results of statistical tests show that there was a relationship between work motivation and the caring behavior of nurses in the Children's HCU Room at RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Conclusion:  Nurses who have strong motivation tend to provide good service, but if nurses have weak work motivation, this makes the nurse lazy in carrying out activities, namely serving and caring for patients, in this case, behaving caringly towards patients

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇