Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Implementasi Akad Rahn di Lembaga Keuangan Syariah
Pegadaian Syariah utilizes rahn contracts as one of the products and contracts used by Islamic financial institutions in Indonesia in their operational activities. Nevertheless, fiqh analysis is carried out to avoid impermissible violations. This is because one of the basic principles of Usul Fiqh states that any transaction is permissible unless there is clear evidence that the transaction violates sharia law. In practical terms, the main aspects of the rahn contract, namely marhun, marhun bih, shighah, and "aqidaini", are in accordance with sharia theory. However, there are some things that need to be explained further to ensure correct implementation from a sharia point of view. The parties involved in the rahn contract, namely rahin and murtahin, use pawned goods, but it is not specified how the goods are used. There are various benefits of lien or ar-rahn regulation in transactions, one of which is to strengthen trust between
Penerapan Akad Rahn dalam Transaksi Gadai Lahan Pertanian Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi pada Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang)
This study aims to examine the implementation of the rahn (pledge) contract in agricultural land pawn transactions in Tanjung Agung Village, Ulu Musi District, Empat Lawang Regency. The background of this research is based on the fact that the practice of pawning agricultural land in the village is still carried out informally, mostly through verbal agreements and mutual trust. This research uses a qualitative method with data collection techniques consisting of observation, interviews with 14 informants, and documentation. The results of the study indicate that the implementation of the rahn contract in Tanjung Agung Village has fulfilled the pillars and conditions of pledge in Islam, which include the pledger (rahin), the pledgee (murtahin), the pledged asset in the form of agricultural land, a clear amount of debt, and the sighat (offer and acceptance), although most transactions are conducted without written documentation. During the pawn period, the land is fully managed by the pledgee, and the harvest becomes their right. From the perspective of Islamic economics, this practice is generally in accordance with sharia principles as it is based on mutual consent between both parties, although it still has weaknesses in terms of documentation and legal protection. The study recommends the need for written agreements and the involvement of witnesses or village authorities to minimize the risk of dispute
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Bagi Hasil Terhadap Belanja Daerah di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2018-2022
Pemerintah daerah berperan aktif dalam mengelola kekayaan daerah dan menggunakan belanja daerahnya masing-masing yang diatur dengan kebijakan yang bernama otonomi daerah. Otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Bagi Hasil Terhadap Belanja Daerah Di Provinsi Kalimantan Tengan Tahun 2018-2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Tengah. Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 5 kabupaten dan 1 kota selama 5 tahun, teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Metode pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka (library research). Teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis jalur. Data diolah dengan bantuan aplikasi Statistical Package For Social Science (SPSS). Berdasarkan pengujian hipotesis yang dilakukan Pendapatan Asli Daerah Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Belanja Daerah dengan nilai signifikansi 0,002 lebih kecil dari 0,05, Dana Alokasi Umum Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Belanja Daerah dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, dan Dana Bagi Hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05
Distribusi Dalam Ekonomi Islam
Distribution in Islam is a fundamental concept that emphasizes economic justice, equitable welfare, and the prevention of wealth concentration among specific groups. This study aims to analyze the Islamic perspective on distribution by employing a literature review supported by Qur’anic and Prophetic foundations. The findings indicate that Islamic distribution encompasses two key dimensions: the distribution of goods and services through lawful market mechanisms, and the distribution of income through Sharī‘ah-based instruments such as zakat, infaq, sadaqah, gifts, and inheritance. Foundational principles including the prohibition of riba and gharar, the concept of ownership as a trust, and the obligation to uphold social justice play a crucial role in regulating the flow of wealth. Comparisons with capitalist and socialist systems reveal that the Islamic model provides a balanced structure that integrates individual freedom with social responsibility. Ethical guidelines demanding transparency, honesty, and spiritual orientation further strengthen the system’s effectiveness. Thus, the Islamic distribution framework offers significant contributions to developing just and applicable economic theories for contemporary economic challenges
Pengaruh Religiusitas, Brand Loyalty, Label Halal, Label BPOM dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Wardah Halal
This study aims to measure the influence of religiosity, brand loyalty, halal label, BPOM label, and price on the purchase decision of Wardah halal cosmetic products. This research is a research study. The data type used is primary data sourced from a questionnaire. The study population consisted of residents of Pagar Dewa Village, with a sample of 97 respondents. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis with SPSS 25 software. The results of the study indicate that 1) Religiosity has a significant influence on the purchase decision of Wardah cosmetic products. (2) Brand Loyalty has a significant influence on the purchase decision of Wardah cosmetic products. (3) The Halal Label has a significant influence on the purchase decision of Wardah cosmetic products. (4) The BPOM label significantly influences purchasing decisions for Wardah cosmetic products. (5) Price significantly influences purchasing decisions for Wardah cosmetic products. Religiosity, brand loyalty, the halal label, the BPOM label, and price simultaneously have a positive and significant influence on purchasing decisions for Wardah halal cosmetic products
Efforts to Develop Students' Affective Competencies Through PAI Learning at SDN 008 Muara Lawa
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana upaya serta hambatan Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan aspek afektif di SD Negeri 008 Muara Lawa. Aspek afektif yang ditelaah dalam artikel ini yaitu pengembangan empati siswa, tanggung jawab siswa, rasa saling menghormati siswa, kejujuran siswa, dan sikap tenggang rasa siswa. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap sumber utama yaitu Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri 008 Muara Lawa, lalu untuk keabsahan data dilakukan pula triangulasi sumber dengan mewawancarai sumber lainnya yaitu guru mata pelajaran lain. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa upaya atau strategi yang dilakukan oleh Guru PAI di SD Negeri 008 Muara Lawa dalam meningkatkan aspek afektif ialah dengan cara menciptakan suasana yang menyenangkan dengan aturan yang disepakati bersama, mencontohkan langsung dan mengapresiasi, memberikan pelajaran dengan metode yang variatif, serta dengan meningkatkan kompetensi Guru PAI itu sendiri. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara diperoleh pula hambatan Guru PAI dalam meningkatkan aspek afektif siswa di SD Negeri 008 Muara Lawa seperti pengaruh pergaulan dirumah dan minimnya dukungan orang tua, serta keterbatasan waktu.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis upaya dan hambatan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan aspek afektif siswa di SD Negeri 008 Muara Lawa. Aspek afektif yang dikaji meliputi pengembangan empati, tanggung jawab, rasa saling menghormati, kejujuran, dan sikap tenggang rasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap guru PAI sebagai sumber utama, serta triangulasi sumber melalui wawancara dengan guru mata pelajaran lain untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru PAI berupaya meningkatkan aspek afektif siswa dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui aturan yang disepakati bersama, memberikan keteladanan dan apresiasi, menerapkan metode pembelajaran yang variatif, serta terus mengembangkan kompetensinya. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi pengaruh lingkungan pergaulan di rumah, minimnya dukungan orang tua, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara teoretis, temuan ini menegaskan pentingnya peran guru sebagai teladan dalam pembentukan karakter, sejalan dengan teori pembelajaran humanistik yang menekankan pengembangan nilai dan sikap dalam proses pendidikan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi guru PAI di sekolah dasar lain dalam merancang strategi pembelajaran yang menumbuhkan nilai-nilai afektif siswa, serta menjadi masukan bagi pengembang kurikulum agar dimensi afektif lebih terintegrasi dalam pembelajaran PAI melalui kegiatan reflektif dan kolaborasi antara sekolah serta orang tua. Oleh karena itu, penelitian ini tidak sekadar menggambarkan praktik pembelajaran nilai di lapangan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kurikulum dan strategi pedagogis dalam pendidikan agama Islam di tingkat dasar.
Implementasi Pendidikan Karakter Holistik untuk Penguatan Nilai Empati dan Tanggung Jawab Anak Sekolah Dasar
This study aims to describe the implementation of holistic character education in developing empathy and responsibility values among elementary school students through reflective and contextual learning approaches. The research method used is descriptive qualitative with a case study design, involving participatory observation, semi-structured interviews, and document analysis to gain a comprehensive understanding of the learning process dynamics. The findings indicate that reflective learning strategies such as journaling, group discussions, and role-playing effectively encourage students to express emotions, understand others' perspectives, and engage in deep moral reflection. Meanwhile, the contextual learning approach linked to real-life situations, such as social projects and community service, helps students apply responsibility concretely in their daily lives. The collected data show a significant increase in indicators of empathy, reflective ability, and responsibility following the implementation of the holistic character education model. These findings affirm that integrating cognitive, affective, and moral behavioral dimensions through authentic experiences can strengthen the overall character development of students. The practical implications of this study can serve as a reference for educators and school institutions in designing humanistic and meaningful learning models.
Keyword: character education; reflective approach; contextual approach; empathy; responsibilityPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter holistik dalam menguatkan nilai empati dan tanggung jawab pada peserta didik sekolah dasar melalui pendekatan pembelajaran reflektif dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, yang melibatkan observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen untuk memperoleh pemahaman komprehensif terhadap dinamika proses pembelajaran. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran reflektif seperti journaling, diskusi kelompok, dan bermain peran dalam mendorong peserta didik untuk mengungkapkan emosi, memahami perspektif orang lain, serta melakukan refleksi moral secara mendalam. Sementara itu, pendekatan pembelajaran kontekstual yang dikaitkan dengan situasi nyata, seperti aktivitas proyek sosial dan kerja bakti, membantu peserta didik menerapkan nilai tanggung jawab secara konkret dalam kehidupan sehari-hari. Data yang diperoleh menunjukkan peningkatan signifikan pada indikator empati, kemampuan reflektif, dan tanggung jawab setelah implementasi model pendidikan karakter holistik. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi dimensi kognitif, afektif, dan perilaku moral melalui pengalaman autentik mampu memperkuat proses pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pendidik dan institusi sekolah dalam merancang model pembelajaran yang humanistik dan bermakna.
Kata kunci: pendidikan karakter; pendekatan reflektif; pendekatan kontekstual; empati; tanggung jawab
 
Pembelajaran Seni Integratif Sebagai Sarana Pengembangan Kreativitas dan Ekspresi Anak Usia Dini
Dalam praktik pendidikan anak usia dini, pembelajaran seni masih kerap diperlakukan sebagai aktivitas pelengkap sehingga kontribusinya terhadap pengembangan kreativitas dan ekspresi anak belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini berbanding terbalik dengan potensi pembelajaran seni integratif yang mampu mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi pembelajaran seni integratif dalam menumbuhkan kreativitas dan kemampuan ekspresif anak usia dini. Penelitian menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah buku, artikel ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan implementasi seni integratif pada pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran seni integratif berdampak positif terhadap peningkatan kreativitas anak, kemampuan mengekspresikan emosi, keterampilan motorik halus, serta rasa percaya diri. Melalui penggabungan berbagai bentuk seni dalam kegiatan belajar, anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual. Temuan ini mengindikasikan perlunya integrasi pembelajaran seni secara terencana dalam kurikulum PAUD, disertai dengan penguatan kompetensi pendidik dan penyediaan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi serta ekspresi kreatif anak
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Kopi dengan Perceived Stress pada Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Surabaya
Konsumsi kopi telah menjadi bagian dari kebiasaan harian civitas akademika sebagai respons terhadap tekanan akademik dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi kopi dengan tingkat stress yang dirasakan (perceived stress) pada civitas akademika Universitas Muhammadiyah Surabaya. Studi ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 62 orang civitas akademika yang dipilih melalui teknik simple random sampling dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner konsumsi kopi dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r = -0,033 dan p = 0,796 yang mengindikasikan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi kopi dengan tingkat stress. Meskipun demikian, arah hubungan negatif menunjukkan potensi manfaat perlindungan kopi terhadap stress. Penelitian lebih lanjut dengan metode longitudinal dan kontrol terhadap variabel perancu disarankan untuk memperdalam temuan ini
Moluskum Kontagiosum: Tinjauan Klinis dan Penanganannya
Infeksi virus sering terjadi pada anak dan terdistribusi luas di dunia. Moluskum kontagiosum (MC) adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus Molluscipox, yang umumnya menyerang anak-anak dan dewasa dengan aktivitas seksual aktif. Penyakit ini ditandai dengan munculnya lesi kulit berbentuk papul kecil dengan permukaan halus dan cekungan di tengah (umbilikasi). Penularan MC dapat terjadi melalui kontak langsung dengan lesi atau benda yang terkontaminasi, seperti handuk atau pakaian. Diagnosis MC ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan klinis, dan evaluasi fisik. Terapi untuk MC biasanya bersifat suportif, namun pada beberapa kasus diperlukan tindakan medis seperti eksisi dan kuretase untuk mengangkat lesi. Pengobatan topikal dengan krim yang mengandung Fusidic acid, seperti Fucilex cream, sering digunakan untuk mencegah infeksi sekunder dan mempercepat proses penyembuhan pascaoperasi. Penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan mempercepat pemulihan pasien