Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    Uji Akurasi Arah Kiblat Masjid Di Kabupaten Banyuwangi Dengan Metode Sinus Cosinus

    Get PDF
    Masjid adalah tempat ibadah umat muslim yang pasti bangunannya memiliki arah kiblat. Arah kiblat masjid harus berusaha ditentukan dengan seakurat mungkin. Namun nyatanya, masih terdapat masjid yang belum sesuai. Sebagaimana pengalaman peneliti di suatu masjid dan melihat arah kiblat masjid saat sholat tergantung dengan imamnya. Terdapat pula masjid yang barisan safnya tidak simetris dengan bangunannya. Dan artikel ini disusun dalam rangka mengadakan suatu penelitian yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan besar terkait metode penentuan arah kiblat pada masjid-masjid besar di kabupaten Banyuwangi, dan juga arah kiblat pada masjid-masjid besar di kabupaten Banyuwangi perspektif ilmu Falak dengan metode Sinus Cosinus. Ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan penelitian berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini berlokasi di beberapa kecamatan di kabupaten Banyuwangi dengan teknik pengumpulan data yakni wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Ada beberapa masjid yang penentuan arah kiblatnya dahulu menggunakan ilmu batiniyah, seperti masjid Al-Munawaroh yang menggunakan alat berupa potongan pisau dijatuhkan ke air. Namun ada juga masjid yang penentuan arah kiblatnya menggunakan ilmu pengetahuan seperti menggunakan kompas, hitungan rubu’, dll. Adapun dari 12 masjid yang diteliti, terdapat 4 masjid yang terjadi deviasi berdasarkan rumus Sinus Cosinus. Kata Kunci: Akurasi; Arah Kiblat; Sinus Cosinus

    Perencanaan Ulang Tebal Perkerasan pada Perbaikan Jalan Batas Kota Cianjur - Citarum dengan MDP 2024

    Get PDF
    Perencanaan tebal perkerasan jalan merupakan aspek krusial dalam menjamin umur layan dan kinerja struktur perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan ulang tebal perkerasan pada ruas Jalan Batas Kota Cianjur–Citarum dengan menggunakan pedoman Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 serta membandingkannya dengan hasil perencanaan berdasarkan MDP 2024. Data yang digunakan meliputi survei lalu lintas, pertumbuhan penduduk, kondisi tanah dasar, serta struktur perkerasan eksisting. Analisis dilakukan melalui perhitungan beban lalu lintas ekuivalen (ESA4 dan ESA5), evaluasi umur rencana, serta penentuan struktur lapisan perkerasan sesuai dengan pedoman desain. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa beban rencana lalu lintas mencapai 37.275.632 ESA5 dalam 20 tahun. Berdasarkan MDP 2017 diperoleh desain struktur perkerasan dengan tebal AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, AC Base 100 mm, CTB 150 mm, dan Lapis Fondasi Agregat Kelas A 150 mm. Sementara itu, MDP 2024 menghasilkan desain dengan tebal AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, AC Base 90 mm, CTB 150 mm, Lapis Fondasi Agregat Kelas A 150 mm, Lapis Fondasi Agregat Kelas B 150 mm, serta timbunan pilihan 200 mm. Perbedaan utama terletak pada penambahan lapis fondasi agregat kelas B dan timbunan pilihan pada MDP 2024, yang menunjukkan adanya optimasi struktur untuk meningkatkan stabilitas tanah dasar sekaligus efisiensi penggunaan material beraspal. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan MDP 2024 memberikan desain yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap kondisi lapangan.&nbsp

    Structural Performance Analysis of Post-Fire Reinforced Concrete Buildings Using Hammer Test Method and ETABS Modeling

    Get PDF
    Reassessing the structural integrity of reinforced concrete buildings after a fire is crucial to ensure the continued operation of healthcare facilities. This study evaluates the structural performance of a multi-story hospital building that sustained significant fire damage by integrating non-destructive testing using a rebound hammer and finite element modeling in ETABS. The test results indicated substantial variations in residual concrete strength across structural elements: the average strengths of columns and beams were 25.95 MPa and 22.51 MPa, respectively, while floor slabs showed drastic reductions on fire-affected levels, ranging from 11.82 MPa to 51.42 MPa on unaffected floors. Structural modeling with these degraded material properties demonstrated that column stresses remained within acceptable limits, whereas 69% of the second-floor slabs and several beams on upper floors exceeded permissible stress thresholds. Consequently, the rehabilitation strategy prioritizes strengthening the floor slabs and enhancing beam capacity, while column replacement is not required. This approach enables cost- and time-efficient recovery without compromising structural safety.Penilaian ulang integritas struktural bangunan beton bertulang pasca kebakaran merupakan langkah krusial untuk menjamin keberlanjutan fungsi pelayanan kesehatan. Penelitian ini mengevaluasi kinerja struktural sebuah bangunan rumah sakit bertingkat yang mengalami kerusakan signifikan akibat kebakaran, dengan mengintegrasikan pengujian tak merusak menggunakan rebound hammer dan pemodelan numerik berbasis elemen hingga pada ETABS. Hasil pengujian menunjukkan adanya variasi kekuatan beton yang mencolok antar elemen struktur: kolom memiliki kekuatan rata-rata 25,95 MPa, balok 22,51 MPa, sedangkan pelat lantai menurun drastis pada lantai yang terpapar api, dengan nilai terendah 11,82 MPa hingga tertinggi 51,42 MPa pada lantai yang tidak terdampak. Pemodelan struktur dengan parameter degradasi tersebut memperlihatkan bahwa tegangan kolom masih berada dalam batas aman, namun 69% pelat lantai pada lantai dua dan sebagian balok lantai atas melampaui batas tegangan izin. Oleh karena itu, strategi rehabilitasi diprioritaskan pada penguatan pelat lantai dan peningkatan kapasitas balok, sementara kolom tidak memerlukan penggantian menyeluruh. Pendekatan ini memungkinkan optimasi biaya dan waktu pemulihan tanpa mengurangi keselamatan struktural

    Evaluasi Kinerja Sambungan Siar Muai Tipe Strip Seal Pada Jembatan Baja Callender Hamilton

    Get PDF
    Expansion joints of the strip seal type are essential structural components in modular steel truss bridges, functioning to accommodate movements caused by thermal expansion, structural deformation, and repeated traffic loading. Over time, these components are significantly affected by cumulative material degradation mechanisms, making fatigue evaluation necessary to ensure their reliability. This study presents a comprehensive assessment of the fatigue performance of strip seal joints by implementing the Constant Amplitude Load Factor (CALF) approach, a correction factor that converts variable traffic load spectra into equivalent constant-amplitude cyclic loading. The research methodology includes mapping traffic loads into Equivalent Single Axle Load (ESAL) units and axle load spectra, calculating CALF values based on the Palmgren–Miner cumulative damage theory, and applying S–N (stress–life) curves for steel and elastomer materials, each having different fatigue exponents. In addition, a damage contribution distribution analysis for each load class is conducted to determine the component’s sensitivity to variations in heavy traffic intensity. The results indicate that strip seal expansion joints exhibit satisfactory fatigue resistance under normal traffic loading conditions; however, an increased proportion of heavy axles significantly accelerates damage accumulation and shortens the designed service life. Therefore, this study emphasizes the importance of considering actual load spectra through the application of the CALF concept during the planning stage, supported by quality control in installation details and construction procedures to prevent potential failures in strip seal expansion jointsSambungan siar muai tipe strip seal merupakan komponen struktural penting pada jembatan rangka baja modular yang berfungsi mengakomodasi pergerakan akibat ekspansi termal, deformasi struktural, serta pembebanan lalu lintas berulang. Dalam jangka panjang, komponen ini sangat dipengaruhi oleh mekanisme degradasi material yang bersifat kumulatif sehingga diperlukan evaluasi ketahanan fatigue untuk memastikan keandalannya. Penelitian ini menyajikan evaluasi komprehensif terhadap kinerja fatigue sambungan strip seal dengan mengimplementasikan pendekatan Constant Amplitude Load Factor (CALF), yaitu faktor koreksi yang mengonversi spektrum beban lalu lintas variabel menjadi pembebanan berulang dengan amplitudo konstan ekuivalen. Metodologi penelitian meliputi pemetaan beban lalu lintas ke dalam satuan Equivalent Single Axle Load (ESAL) dan spektrum gandar, perhitungan nilai CALF berdasarkan teori kumulatif Palmgren–Miner, serta penerapan kurva S–N (stress–life) pada material baja dan elastomer dengan eksponen fatigue yang berbeda. Selain itu, dilakukan analisis distribusi kontribusi kerusakan per kelas pembebanan untuk memperoleh gambaran sensitivitas komponen terhadap variasi intensitas lalu lintas berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa sambungan strip seal memiliki ketahanan fatigue yang memadai pada kondisi pembebanan lalu lintas normal, namun peningkatan fraksi gandar berat secara signifikan mempercepat akumulasi kerusakan dan mempersingkat umur layan desain. Oleh karena itu menekankan pentingnya mempertimbangkan spektrum beban aktual melalui penerapan konsep CALF pada tahap perencanaan, disertai pengendalian kualitas detail pemasangan dan konstruksi guna mencegah terjadinya kegagalan pada sambungan siar muai

    Penguatan Kelembagaan sebagai Strategi dalam Mendukung Adopsi Teknologi Sensor Budidaya Otomatis di Desa Matesih Karanganyar

    Get PDF
    Perkembangan teknologi pertanian modern menghadirkan peluang besar dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya tanaman, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi sensor. Namun, implementasi teknologi ini di tingkat petani masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi kesiapan kelembagaan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan pertanian melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti kelompok tani, penyuluh, akademisi, dan pemerintah daerah. FGD dilaksanakan sebagai forum dialog untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, serta merumuskan strategi kolaboratif dalam mendorong adopsi teknologi sensor dalam budidaya tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya satu kelompok tani yang memiliki kelembagaan kuat, struktur peran yang terorganisir, serta kemampuan teknis dalam mengelola smart farming sehingga mampu meningkatkan kapasitas sumber daya petani. Penguatan kelembagaan menjadi kunci dalam keberlanjutan program teknologi pertanian, terutama dalam aspek pengelolaan informasi dan digitalisasi, serta dukungan kebijakan lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun sinergi antar aktor pertanian serta membuka jalan bagi transformasi digital sektor pertanian yang inklusif dan berkelanjutan

    Analisis Karakteristik Ibu Hamil Dengan Hasil Pemeriksaan HBsAg Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto

    Get PDF
    ABSTRAK RISKA AKMALIA INA. Analisis karakteristik ibu hamil dengan hasil pemeriksaan HBsAG di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Dibimbing oleh HARISMAYANTI sebagai ketua dan ANI RETNI sebagai anggota.   Infeksi hepatitis B (HBV) pada ibu hamil telah menjadi perhatian dunia karena penularan yang paling sering terjadi di seluruh dunia, hepatitis B memiliki dampak yang tidak baik pada ibu hamil seperti penularan pada janin dalam kandungan, kelahiran premature, keguguran, infeksi hepatitis B setelah lahir. Seluruh ibu hamil memiliki resiko mengalami hepatitis B karena beberapa faktor seperti usia ibu hamil, paritas, pendidikan dan riwayat imunisasi TT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur, riwayat imunisasi TT, paritas serta pendidikan dengan hasil pemeriksaan HBsAG. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi sebanyak 321 orang dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang. Teknik Pengambilan Sampel digunakan teknik purposive sampling,  Instrumen penelitian menggunakan Buku KIA dan lembar Demografi. Data dianalisis dengan uji Uji Chi Square dengan kemaknaan α sebesar 5% (p < 0.05).  Hasil penelitian menunjukan umur ibu hamil dengan kejadian HBsAg diperoleh nilai Vpalue 0.151, riwayat imunisasi TT dengan kejadian HBsAg diperoleh nilai Vpalue 0.000, paritas dengan kejadian HBsAg diperoleh nilai Vpalue 0.007, pendidikan dengan kejadian HBsAg diperoleh nilai Vpalue0.049. yang berarti terdapat hubungan riwayat imunisasi TT, paritas serta pendidikan dengan hasil pemeriksaan HBsAG sedangkan tidak terdapat hubungan umur dengan hasil pemeriksaan HBsAG. Untuk pihak puskesmas memberikan edukasi pada ibu hamil tentang HBsAG sehingga ibu hamil dapat melakukan pencegahan dengan cara melengkapi status imunisasi TT serta melakukan persalinan difasilitas kesehatan, makanan yang dikomsumsi dimasak sampai matang dan menghindari kontak dengan hewan peliharaan. Untuk ibu hamil melakukan pencegahan dengan cara melakukan semua anjuran dari tenaga kesehatan agar tidak mudah terinfeksi HBsAG+.  Kata Kunci: HBsAG, Ibu Hamil, Imunisasi TT, Pendidikan, Paritas, Umur

    Perbedaan Keterampilan Toilet Training Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Story Telling Pada Anak Prasekolah Di Tk Mardi Sunu Malang

    Get PDF
    Background: Toilet training is an educational process to control urination and defecation correctly and regularly. One solution chosen to address the issue of toilet training skills is by using a storytelling model.Objective: To determine the difference in toilet training skills before and after storytelling is conducted on preschool children at TK Mardi Sunu Malang.Methods: This study used a pre-experimental design with a one-group pre-post test design and a cross-sectional approach. The sample in this study consisted of 36 respondents selected through a sampling technique.Results: The study showed that before storytelling, more than half of the children were in the fairly good category, totaling 31 respondents (86.1%), and after storytelling, there was improvement with the majority being 30 respondents (83.3%). The Wilcoxon test analysis resulted in a p-value of 0.000 (α ≤ 0.05).Conclusion: There is a difference in toilet training skills before and after storytelling among preschool children at TK Mardi Sunu Malang. Children can be taught and guided about toilet training from an early age. Future researchers can contribute by collaborating with health workers in toilet training screening

    Leadership in Disaster: A Global Challenge For Nurse

    No full text
    Nurse is well known as a leader in compassionate profession that always take part in every crisis and emergency situation. Nurse mostly force to be a leader without formal education as a leader. This paper is to explore the leadership in disaster nursing as a challenge today and in the future. As a leader nurse must have certain knowledge and ability in decision making, communication and collaboration to manage the catastrophe events. Nurse must have certain traits and characteristics to manage the presence and influence as a leader and an ability to understanding the right leadership style that appropriate within the situation in crisis. Connecting the requirement of leadership in disaster nursing with the standardized curricula of leadership in disaster nursing is the future recommendation for nursing scholar.Perawat dikenal sebagai pemimpin dalam profesi yang penuh kasih sayang yang selalu terlibat dalam setiap situasi krisis dan darurat. Perawat sering kali harus menjadi pemimpin tanpa pendidikan formal sebagai pemimpin. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kepemimpinan dalam keperawatan bencana sebagai tantangan saat ini dan di masa depan. Sebagai pemimpin, perawat harus memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu dalam pengambilan keputusan, komunikasi, dan kolaborasi untuk mengelola peristiwa bencana. Perawat harus memiliki sifat dan karakteristik tertentu untuk mengelola kehadiran dan pengaruhnya sebagai pemimpin, serta kemampuan untuk memahami gaya kepemimpinan yang tepat sesuai dengan situasi krisis. Menghubungkan persyaratan kepemimpinan dalam keperawatan bencana dengan kurikulum standar kepemimpinan dalam keperawatan bencana merupakan rekomendasi masa depan bagi para akademisi keperawatan. &nbsp

    PROJECT-BASED LEARNING (PJBL) DALAM PEMBELAJARAN PAI PELUANG, TANTANGAN, DAN DAMPAKNYA BERDASARKAN SISTEMATIC LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    This study aims to analyze the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in Islamic Education (PAI) through a Systematic Literature Review (SLR) approach. PjBL is an innovative student-centered learning method that integrates theory and practice to enhance cognitive understanding, psychomotor skills, and the strengthening of Islamic character. The analysis was conducted on various leading educational journals from 2020 to 2024 to identify the benefits, challenges, and impacts of PjBL implementation in the context of PAI. The findings reveal that PjBL effectively improves students' learning outcomes, including material comprehension, creativity, and social skills. This method also successfully fosters students' Islamic character, such as responsibility, empathy, and collaboration. PjBL aligns with the Merdeka Curriculum approach, which promotes active and collaborative learning. However, its implementation faces several challenges, including limited time, inadequate facilities, diverse student abilities, and a lack of teacher training. The implications of this study include the need to enhance teachers' competencies through continuous training, provide adequate facilities, and adjust the curriculum to optimally support PjBL implementation. This study highlights that PjBL is a potential approach to developing relevant, innovative, and meaningful PAI learning, capable of building a young generation that is knowledgeable, possesses strong Islamic character, and is prepared to face global challenges. Keywords: Islamic Education; Merdeka Curriculum; Project-Based Learning; Systematic Literature Review.Analisis Project-Based Learning (PjBL) dalam kegiata belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) merupakan tujuan yang digagas dalam penelitian ini. PjBL adalah sebuah metode pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa, mengintegrasikan teori dan praktik untuk meningkatkan pemahaman kognitif, keterampilan psikomotorik, dan penguatan karakter Islami. Analisis dilakukan terhadap berbagai jurnal pendidikan terkemuka dengan rentang tahun 2020-2024, dengan tujuan mengidentifikasi manfaat, tantangan, dan dampak penerapan PjBL dalam konteks PAI. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa PjBL efektif meningkatkan hasil belajar siswa, termasuk pemahaman materi, kreativitas, dan keterampilan sosial. Metode ini juga berhasil membentuk karakter Islami siswa, seperti tanggung jawab, empati, dan kerja sama. PjBL relevan dengan pendekatan Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran aktif dan kolaboratif. Namun, penerapannya menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan waktu, fasilitas pendukung, variasi kemampuan siswa, dan kurangnya pelatihan guru. Implikasi penelitian ini mencakup kebutuhan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan fasilitas yang memadai, serta penyesuaian kurikulum untuk mendukung implementasi PjBL secara optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa PjBL adalah pendekatan yang potensial untuk mengembangkan pembelajaran PAI yang relevan, inovatif, dan bermakna, serta dapat membangun generasi muda yang berilmu, berkarakter Islami, dan mampu menghadapi tantangan global. This study aims to analyze the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in Islamic Education (PAI) through a Systematic Literature Review (SLR) approach. PjBL is an innovative student-centered learning method that integrates theory and practice to enhance cognitive understanding, psychomotor skills, and the strengthening of Islamic character. The analysis was conducted on various leading educational journals from 2020 to 2024 to identify the benefits, challenges, and impacts of PjBL implementation in the context of PAI. The findings reveal that PjBL effectively improves students' learning outcomes, including material comprehension, creativity, and social skills. This method also successfully fosters students' Islamic character, such as responsibility, empathy, and collaboration. PjBL aligns with the Merdeka Curriculum approach, which promotes active and collaborative learning. However, its implementation faces several challenges, including limited time, inadequate facilities, diverse student abilities, and a lack of teacher training. The implications of this study include the need to enhance teachers' competencies through continuous training, provide adequate facilities, and adjust the curriculum to optimally support PjBL implementation. This study highlights that PjBL is a potential approach to developing relevant, innovative, and meaningful PAI learning, capable of building a young generation that is knowledgeable, possesses strong Islamic character, and is prepared to face global challenges

    Pengaruh Profit Margin Pembiayaan Murabaḥah Terhadap Profitabilitas BPRS Bhakti Sumekar

    Get PDF
    The Indonesian banking system adopts a dual banking system, consisting of conventional and Islamic banking. Islamic banking emerges as an alternative free from interest (riba), emphasizing Islamic principles in financial transactions, such as financing based on the murābaḥah contract. One financial institution implementing this system is BPRS Bhakti Sumekar. Murābaḥah has become one of the most in-demand products, increasing annually and showing a significant contribution to the bank's operations. However, the increase in murābaḥah financing does not always align with rising profitability, which in this study is measured by Return on Assets (ROA). Based on financial reports from 2015 to 2021, murābaḥah financing tends to increase, while ROA fluctuates and tends to decline. This phenomenon raises questions about the effectiveness of the murābaḥah profit margin in improving the profitability of Islamic banks.. This study uses a descriptive quantitative method. The population includes the financial reports of PT. BPRS Bhakti Sumekar from 2018 to 2023. The sampling technique used is non-probability sampling, which gives each population member a chance to be selected as a sample. The data were analyzed using classical assumption tests and hypothesis testing. The results show that the murābaḥah financing profit margin does not significantly affect profitability (ROA), with a t-count value of -1.700, which is smaller than the t-table value of 2.064. The coefficient of determination (R square) is 0.116, indicating that the murābaḥah profit margin only contributes 11.6% to the profitability variable, while the remaining 88.4% is influenced by other variables not included in this study

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇