Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Pengaruh Literasi Keuangan, Gaya Hidup, dan Pengetahuan Fintech Terhadap Perilaku Konsumtif dengan Kontrol Diri Sebagai Moderasi (Studi Kasus Pengguna E Wallet Generasi Z)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, dan financial technology terhadap perilaku konsumtif, serta melihat peran kontrol diri sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan PLS-SEM, yang dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4 dan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terhadap 150 responden pengguna e-wallet dari kalangan Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup dan penggunaan fintech berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku konsumtif, sedangkan literasi keuangan berpengaruh negatif signifikan. Namun, kontrol diri tidak memoderasi secara signifikan hubungan ketiga variabel bebas terhadap perilaku konsumtif. Temuan ini mengindikasikan bahwa aspek gaya hidup dan kemudahan akses teknologi lebih dominan mendorong konsumsi dibandingkan pengaruh kontrol diri
Analisis Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) di Desa Sirapan Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Desa Sirapan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun. Pendekatan studi kasus digunakan untuk memahami praktik pengelolaan keuangan desa secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan seperti kepala desa, sekretaris desa, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala dusun, dan perwakilan masyarakat. Data sekunder diperoleh dari dokumen resmi seperti laporan APBDes dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi diwujudkan melalui penyampaian informasi anggaran melalui spanduk, musyawarah desa, dan situs web desa, meskipun terdapat kendala rendahnya literasi masyarakat digital. Akuntabilitas dicapai melalui proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan yang terdokumentasi dengan baik, namun partisipasi dalam pengawasan masyarakat masih rendah
Efektivitas Penggunaan Sistem Informasi BSI Mobile dan Byond by BSI dalam Meningkatkan Layanan Perbankan (Studi Kasus pada Nasabah Bank Syariah Indonesia di Kota Sukabumi)
Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam sektor perbankan, termasuk dalam layanan mobile banking. Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan dua aplikasi digital, yaitu BSI Mobile dan Byond by BSI, guna meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan perbankan. Namun, efektivitas kedua aplikasi tersebut dalam meningkatkan layanan perbankan masih menjadi pertanyaan di kalangan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan sistem informasi BSI Mobile dan Byond by BSI dalam meningkatkan layanan perbankan berdasarkan persepsi nasabah di Kota Sukabumi serta membandingkan keunggulan fitur antarmuka dan layanan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data didapatkan dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Data diperoleh melalui wawancara terhadap 10 orang informan yang merupakan nasabah aktif pengguna BSI Mobile maupun Byond by BSI. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua aplikasi memiliki kelebihan masing-masing dalam kemudahan transaksi, aksesibilitas dan fitur layanan. Byond by BSI dinilai lebih modern dan cepat dalam hal antarmuka, sedangkan BSI Mobile dianggap lebih familiar dan stabil oleh sebagian nasabah. Namun, kedua aplikasi sama-sama berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi layanan perbanka
Sistem Pengelolaan Dana Zakat pada Badan Amil Zakat Kabupaten Sukabumi
Penelitian ini membahassistem pengelolaan dana zakat pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukabumi yang meliputi proses penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, dan pelaporan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana sistem yang diterapkan mampu mendukung efektivitas pengelolaan dana zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan yang digunakan telah memiliki struktur dan alur kerja yang cukup baik, namun dalam praktiknya masih terdapat beberapa hambatan seperti dominasi zakat konsumtif, kurangnya pemanfaatan teknologi, serta keterbatasan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan sistem yang lebih terintegrasi dengan pendekatan teknologi informasi serta pengembangan zakat produktif agar pengelolaan dana zakat dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan
Literasi Keuangan dan Kesadaran Finansial Terhadap Minat Berinvestasi Mahasiswa Ekonomi Syariah (Peran Keterbukaan Terhadap Pengalaman Baru)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan kesadaran finansial terhadap minat berinvestasi mahasiswa ekonomi syariah, serta mengeksplorasi peran keterbukaan terhadap pengalaman baru sebagai variabel moderasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada 75 mahasiswa tingkat akhir Program Studi Ekonomi Syariah di Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan uji moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan kesadaran finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berinvestasi mahasiswa. Selain itu, keterbukaan terhadap pengalaman baru terbukti memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa aspek psikologis seperti keterbukaan terhadap pengalaman baru perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan minat investasi mahasiswa, khususnya dalam konteks ekonomi syariah
Penerapan Model STAD berbasis Culturally Responsive Teaching dengan Media Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas III SD
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III SD pada mata pelajaran IPAS, khususnya materi tradisi dan budaya masyarakat, melalui penerapan model Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dengan menggunakan media gambar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 peserta didik kelas III SDN Margorejo I/403 Surabaya. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar, lembar observasi, dan angket minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar peserta didik, yang ditunjukkan dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 28% pada pra siklus, menjadi 44% pada siklus I, dan mencapai 84% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi model STAD dengan pendekatan CRT dan media gambar mampu menciptakan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, serta menghargai latar belakang budaya peserta didik. Pendekatan ini juga mendorong partisipasi aktif, keterlibatan emosional, dan pemahaman yang lebih baik terhadap materi IPAS
PENINGKATAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK MELALUI PEMBUATAN PETA TIMBUL PADA PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS PROYEK DI KELAS V B SD NEGERI SIDOTOPO I SURABAYA
Kreativitas merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang perlu dikembangkan. Untuk itu penting bagi guru untuk dapat menumbuhkan kreativitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melaui penerapan Project Based Learning (PjBL) dengan kegiatan membuat peta timbul. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini ialah peserta didik kelas V B SDN Sidotopo I Surabaya yang terdiri atas 30 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah lembar observasi produk kreatif dan analisis data dibuat secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning melalui pembuatan produk peta timbul dapat meningkatkan kreativitas peserta didik. Kreativitas yang semula tergolong kurang kreatif pada siklus I meningkat menjadi kategori kreatif pada siklus II
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MINAT DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS V SDN SIMOMULYO IV
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada muatan IPAS melalui penerapan model pembelajaran Inquiry Guide berbasis simulasi sederhana. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan melibatkan 29 siswa kelas Va SDN Simomulyo IV sebagai subjek penelitian. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada siklus I, pembelajaran berfokus pada materi bagian-bagian telinga dan fungsinya, sementara pada siklus II difokuskan pada sifat bunyi yang merambat melalui zat padat, cair, dan gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa meningkat dari 52% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II. Selain itu, minat belajar siswa juga mengalami peningkatan signifikan dari 69% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II. Penerapan model Inquiry Guide berbasis simulasi sederhana terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, memfasilitasi pemahaman konsep, dan mendorong rasa ingin tahu siswa. Penelitian ini merekomendasikan model pembelajaran ini untuk diterapkan secara konsisten dalam pembelajaran IPAS atau mata pelajaran lain yang membutuhkan pemahaman konsep secara konkret dan kontekstual
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS II SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Pembelajaran Problem-based Learning dan meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas II-A SDN Tambaksari 1 Surabaya dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang berfokus pada siswa kelas II-A SDN Tambaksari 1 Surabaya, total berjumlah 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa, modul ajar, dan kisi-kisi tes. Analisis data dilakukan dengan teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil tindakan menunjukkan peningkatan aktifitas peserta didik dan guru serta peningkatan hasil belajar pada siklus pertama ke siklus keadua. Sebelum tindakan siswa memperoleh hasil ketuntasanbelajar pada materi ini sebesar 32%. Kemudian. pada siklus pertama, 69% siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal, meningkat pada siklus kedua menjadi 84% siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal. penerapan PBL berbantuan benda konkret dapat menjadi alternatif efektif bagi guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa. Penggunaan benda konkret sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran matematika terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pecahan
Peningkatan Literasi pada Cerita Fiksi melalui Model Pembelajaran PBL dengan Pendakatan TaRL di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa dalam memahami cerita fiksi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) di kelas VII A SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memahami teks fiksi karena dominasi budaya digital yang cenderung melemahkan keterampilan membaca mendalam. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan: pada siklus I, ketuntasan belajar siswa mencapai 80% dengan rata-rata nilai 87, dan meningkat menjadi 100% dengan rata-rata nilai 93 pada siklus II. Pembelajaran dengan PBL mendorong siswa untuk berpikir kritis dan aktif berdiskusi, sementara pendekatan TaRL memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Kombinasi kedua pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi fiksi dan keterlibatan siswa secara menyeluruh