Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Literature Review Peran Perawat Dalam Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di Puskesmas
Introduction: : Nurses play an important role in the implementation of public healthefforts (PHEs) because they are directly involved in the delivery of health services tothe community. However, research in research related to the overall role of nurses inimplementing PHEs is still limited and requires further exploration, so a literaturereview was conducted to look at the overall role of nurses and present existing evidencebased and show gaps related to the role of nurses in the implementation of PHEs inPrimary health care. Objective: This literature review aims to identify the rolesperformed by nurses and see the involvement in implementing PHEs comprehensivelythrough the results of research that has been done. Methods: This literature review wascarried out with a search strategy stage by applying keywords and screening adjusted tothe inclusion and exclusion criteria, then the results of data extraction were presented inthe form of a PRISMA scheme. Results: The results of a search of 27 articles showedthat nurses have diverse roles in the implementation of PHEs in Primary health care,namely as educators, case finders, care giver, collaborators, coordinators, counselors,and role models. However, the most dominant role implemented is the role as aneducator. The results of the article identification also show that nurses contribute moreto PHEs, namely health promotion efforts. Conclusion: Nurses are mostly involved andcarry out the role of educator but the role of nurses as counselors and role models needsto be studied more deeply. Also, it is necessary to conduct a deeper study related to PHEssuch as complementary health efforts which are part of a holistic approach in improvingpublic health status.Keywords: Role of nurses, public health efforts (EPH), Primary Health CareReferences: 66 (2006-2025)Pendahuluan: Perawat memegang peran penting dalam pelaksanaan upayakesehatan masyarakat (UKM) karena mereka terlibat langsung dalampenyelenggaraan layanan kesehatan kepada masyarakat. Namun, riset dalampenelitian terkait peran perawat secara menyeluruh dalam melaksanakan UKMmasih terbatas dan memerlukan pendalaman lebih lanjut, sehingga literature reviewdilakukan untuk melihat secara keseluruhan peran – peran perawat dan menyajikanevidence based yang ada serta menunjukkan kesenjangan terkait peran perawatdalam pelaksanaan UKM di Puskesmas. Tujuan: Literature review ini bertujuanuntuk mengidentifikasi peran – peran yang dijalankan oleh perawat dan melihatketerlibatan dalam melaksanakan UKM secara komprehensif melalui hasilpenelitian yang telah dilakukan. Metode: Literature review ini dilaksanakan dengantahapan strategi pencarian dengan menerapkan kata kunci dan melakukan screeningyang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang kemudian hasil dariekstrasi data disampaikan dalam bentuk skema PRISMA. Hasil: Hasil dilakukanpencarian sebanyak 27 artikel menunjukkan bahwa perawat memiliki peran yangberagam dalam pelaksanaan UKM di Puskesmas, yaitu sebagai edukator, penemukasus, pemberi asuhan keperawatan, kolaborator, koordinator, konselor, dan rolemodel. Namun, peran yang paling dominan dilaksanakan adalah peran sebagaiedukator. Hasil identifikasi artikel juga menunjukkan bahwa perawat lebih banyakberkontribusi pada UKM yaitu upaya promosi kesehatan. Kesimpulan: Perawatbanyak terlibat dan menjalankan peran sebagai edukator namun peran perawatsebagai konselor dan panutan perlu diteliti lebih dalam. Serta, perlu dilakukantelaah lebih dalam terkait UKM seperti upaya kesehatan komplementer yangmenjadi bagian dari pendekatan holistik dalam meningkatkan derajat kesehatanmasyarakat.Kata Kunci:Peran Perawat, Puskesmas, Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)Daftar Pustaka: 66 (2006-2025
Analisis Perilaku Etik Dengan Caring Pada Perawat Di Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Bandung
Objective: The largest healthcare workforce (nurses) has a significant impact on efforts to maintain and improve the quality of healthcare services. Nurses' behavior in providing services impacts healthcare services. Information suggests that there are still complaints about nurses' ethical behavior and caring attitudes toward patients. The purpose of this study was to analyze ethical behavior and caring among nurses in hospitals in Bandung Regency.
Method: Quantitative research method, descriptive correlation type, cross-sectional approach. The population was 369 nurses, the sample calculation was determined using the Lameshaw formula of 44 nurses selected by stratified random sampling. Data collection (primary) used the distribution of nurse ethical behavior questionnaires (Cronbach Alpha value 0.996) and nurse caring questionnaires (Cronbach Alpha value 0.981). The research data used univariate analysis (frequency distribution calculation) and bivariate analysis using chi-square.
Results: The majority (63.6%) of nurses exhibited poor ethical behavior, while nearly half (34.4%) exhibited moderately good ethical behavior. Most (63.6%) of nurses exhibited moderately good caring behavior, while a small proportion (20.5%) exhibited poor caring behavior. There was a significant relationship (p-value 0.000) between ethical behavior and caring behavior in nurses. The better the ethical behavior of nurses, the better their caring behavior.
Conclusion: It is crucial for hospitals and nursing institutions to create a conducive work environment that supports the implementation of ethics, inseparable from caring behavior. Training for nurses is needed to improve understanding of ethical and caring behavior in daily practice, as well as further research to explore effective strategies for enhancing ethical and caring behavior in nurses to improve service quality as a culture of nursing care.Tujuan: Tenaga kesehatan terbanyak (perawat) memiliki dampak signifikan terhadap upaya mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Perilaku perawat dalam memberikan pelayanan berdampak pada pelayanan kesehatan. Informasi menunjukkan bahwa masih terdapat keluhan mengenai perilaku etik dan sikap peduli perawat terhadap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku etik dan sikap caring perawat di rumah sakit di wilayah Kabupaten Bandung.
Metode: Metode penelitian kuantitatif, tipe deskriptif korelasi, pendekatan cross sectional. Populasi adalah 369 perawat, perhitungan sampel ditentukan menggunakan rumus Lameshaw menghasilkan sampel 44 perawat yang dipilih secara stratified random sampling. Pengumpulan data (primer) menggunakan kuesioner perilaku etik perawat (nilai Cronbach Alpha 0,996) dan kuesioner caring perawat (nilai Cronbach Alpha 0,981). Data penelitian menggunakan analisis univariat (perhitungan distribusi frekuensi) dan analisis bivariat menggunakan chi-square.
Hasil: Sebagian besar (63,6%) perawat menunjukkan perilaku etik kurang baik dan hampir separuh (34,4%) perawat menunjukkan perilaku etik yang cukup baik. Sebagian besar (63,6%) perawat menunjukkan perilaku caring yang cukup baik, sementara sebagian kecil (20,5%) menunjukkan perilaku caring yang kurang baik. Terdapat hubungan yang signifikan (p-value 0,000) antara perilaku etik dan perilaku caring pada perawat. Semakin baik perilaku etik perawat, semakin baik pula perilaku caring perawat.
Kesimpulan: Sangat penting bagi rumah sakit dan institusi keperawatan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif yang mendukung penerapan etika, yang tidak terpisahkan dari perilaku caring. Pelatihan bagi perawat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang perilaku etik dan caring dalam praktik sehari-hari, serta penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi yang efektif dalam meningkatkan perilaku etik dan caring pada perawat untuk meningkatkan mutu pelayanan sebagai budaya asuhan keperawatan
PENGARUH EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA TEKNIK BALUT BIDAI TERHADAP PENGETAHUAN IBU PKK DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG
Background: First aid is a crucial initial step to prevent emergency situations from worsening before further medical treatment is provided. Injuries such as broken bones, sprains, open wounds, and strains are quite common in the community, especially at home.Methods: This quantitative study employed a pre-experimental method. The planning used was a one-group pre-test and post-test design with a cross-sectional time approach. The sample consisted of 35 women from the Family Welfare Movement (PKK) in Ngudirejo Village, Diwek District, Jombang Regency, using an incidental sampling technique.Results: The results showed a α of 0.000, which can be interpreted as a 2-tailed sig. <0.05. From these results, it can be concluded that there is an influence of First Aid Education on the Splint Bandage Technique on the knowledge of PKK mothers in Ngudirejo Village, Diwek District, Jombang Regency.Conclusion: There is an influence of First Aid Education on the Splint Bandage Technique on the knowledge of PKK mothers in Ngudirejo Village, Diwek District, Jombang Regency.Background: Pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang sangat penting untuk mencegah kondisi kedaruratan menjadi lebih parah sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan. Cedera seperti patah tulang, terkilir, luka terbuka, dan keseleo merupakan kejadian yang cukup sering terjadi di lingkungan masyarakat, terutama di rumah.Methods: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Pre Eksperimental, perencanaan yang digunakan adalah One Grup Pre Test dan Post Test Design dengan menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Sampel penelitian ini adalah sebagian Ibu PKK Di Desa Ngudirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang sejumlah 35 orang dengan teknik Insidental Sampling.
Results: hasil penelitian menunjukkan 0.000 dan dapat diartikan Nilai Sig (2-Tailed) < 0,05. Dari hasil tersebut dapat diartikan terdapat Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Teknik Balut Bidai Terhadap Pengetahuan Ibu PKK Di Desa Ngudirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
Conclusion: Terdapat pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Teknik Balut Bidai Terhadap Pengetahuan Ibu PKK Di Desa Ngudirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
PENINGKATAN STATUS KESEHATAN JIWA KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK RETARDASI MENTAL MELALUI PSIKOEDUKASI KELUARGA
Objective: This study aims to determine the effect of family psychoeducation on the mental health status of families with children with mental retardation
Methods: The study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest design. The study involved 45 families with children with mental retardation, using a total sampling technique. The independent variable was family psychoeducation, and the dependent variable was family mental health status. The intervention consisted of three sessions of family psychoeducation, each lasting 30–60 minutes. Family mental health status was measured using the Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test.
Results: The results showed that before the intervention, the majority of families (62%) were in the mild emotional disturbance category. After psychoeducation, the majority of families (67%) were in the normal category. The statistical analysis showed a p-value of 0.003 <0.005, indicating a significant effect of family psychoeducation on improving family mental health status.
Conclusion: This study concluded that family psychoeducation is effective in improving the mental health status of families caring for children with mental retardation. This intervention is recommended for implementation in community psychiatric nursing services to improve family well-being and the quality of care for children with mental retardation.Keluarga yang memiliki anak dengan retardasi mental berisiko mengalami beban pengasuhan dan gangguan kesehatan jiwa akibat tuntutan perawatan jangka panjang. Psikoedukasi keluarga menjadi salah satu alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap status kesehatan jiwa keluarga yang memiliki anak dengan retardasi mental. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan one-group pretest–posttest design. memiliki anak dengan retardasi mental sebanyak 45 keluarga, dengan menggunakan teknik total sampling. Variabel bebas adalah psikoedukasi keluarga dan variabel tergantung adalah status Kesehatan jiwa keluarga Intervensi berupa psikoedukasi keluarga dalam 3 sesi, masing-masing berdurasi 30–60 menit. Status kesehatan jiwa keluarga diukur menggunakan kuesioner Self Reporting Questionnaire (SRQ-20) sebelum dan setelah intervensi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar keluarga (62%) berada pada kategori gangguan emosional ringan. Setelah psikoedukasi, sebagian besar keluarga (67%) berada pada kategori normal. Hasil analisis statistik menunjukkan p value 0.003<0.005, yang berarti terdapat pengaruh signifikan psikoedukasi keluarga terhadap peningkatan status kesehatan jiwa keluarga.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa psikoedukasi keluarga efektif dalam meningkatkan status kesehatan jiwa keluarga yang merawat anak dengan retardasi mental. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pelayanan keperawatan jiwa komunitas sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas pengasuhan anak retardasi menta
Transformasi Ekonomi Lokal Melalui Penguatan Industri Halal di Padang Lawas Utara
This study aims to analyze local economic transformation through the strengthening of the halal industry in Padang Lawas Utara Regency. The background of this research stems from the growing public awareness of halal products and the significant potential of the halal sector in promoting regional economic growth. However, the development of the halal industry in Padang Lawas Utara still faces several challenges, including limited infrastructure, low halal literacy among business actors, and the suboptimal implementation of local government policies. This research employs a qualitative descriptive approach with data collected through in-depth interviews, field observations, and document studies involving MSME actors, government officials, and community leaders. The results indicate that strengthening the halal industry plays a crucial role in creating economic added value, expanding employment opportunities, and enhancing regional competitiveness. Furthermore, synergy among the government, Islamic financial institutions, and business actors is identified as a key factor in accelerating local economic transformation based on halal and sustainable principles
Restorasi Etika Bisnis Global Melalui Nilai Tauhid dan Keadilan dalam Ekonomi Islam
Krisis etika bisnis global yang ditandai oleh korupsi korporasi, eksploitasi ekonomi, dan ketimpangan sosial menunjukkan lemahnya fondasi moral dalam sistem ekonomi modern yang berorientasi pada materialisme dan keuntungan semata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep tauhid dan keadilan (‘adl) sebagai pilar utama restorasi etika bisnis global dalam perspektif ekonomi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif normatif-filosofisbdengan pendekatan studi pustaka terhadap sumber-sumber Al-Qur’an, hadis, dan literatur kontemporer terkait etika ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tauhid berfungsi sebagai landasan spiritual yang menumbuhkan kesadaran ilahiah dan tanggung jawab moral dalam aktivitas ekonomi, sedangkan keadilan (‘adl) menjadi pedoman sosial yang menjamin keseimbangan distribusi kekayaan, kejujuran dalam transaksi, dan kesejahteraan sosial. Integrasi kedua nilai tersebut melahirkan paradigma ekonomi tauhidi, yakni sistem ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan umat manusia dan keberlanjutan moral. Dengan demikian, penerapan nilai tauhid dan keadilan dalam ekonomi Islam tidak hanya menjadi solusi atas krisis etika bisnis global, tetapi juga menawarkan arah baru bagi pembangunan ekonomi yang lebih berkeadilan, berkeadaban, dan berkelanjutan.
Kata kunci: Tauhid, Keadilan (‘Adl), Etika Bisnis Global, Ekonomi Islam, Restorasi Moral
 
Peran Pegadaian Syariah dalam Mewujudkan Keuangan yang Berkeadilan melalui Pengurangan Praktik Rentenir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pegadaian Syariah dalam mewujudkan keuangan yang berkeadilan melalui pengurangan praktik rentenir di masyarakat. Praktik rentenir yang menawarkan pinjaman berbunga tinggi masih marak terjadi di berbagai daerah, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah dengan tingkat literasi keuangan yang rendah. Kondisi ini muncul akibat keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal yang memiliki persyaratan ketat dan prosedur kompleks. Pegadaian Syariah hadir sebagai alternatif pembiayaan yang lebih adil, mudah diakses, dan berlandaskan prinsip-prinsip syariah yang melarang praktik riba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap nasabah serta pihak Pegadaian Syariah Cabang Pematangsiantar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pegadaian Syariah berperan signifikan dalam menekan praktik rentenir melalui empat aspek utama, yaitu: (1) menyediakan akses pembiayaan yang mudah dan sesuai prinsip syariah, (2) menerapkan sistem transaksi yang transparan dan berkeadilan, (3) berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan produktif, serta (4) meningkatkan literasi dan kesadaran keuangan masyarakat terhadap pentingnya pembiayaan yang halal dan bebas riba. Dengan demikian, Pegadaian Syariah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan sosial yang berperan dalam menciptakan sistem keuangan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan lembaga keuangan syariah dalam memperkuat kebijakan inklusi keuangan di Indonesia.
Kata kunci: Pegadaian Syariah, Rentenir, Keadilan Ekonomi, Literasi Keuangan, Pembiayaan Syaria
Pengaruh Etika Kerja Islami, Motivasi Kerja Islami dan Lingkungan Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Karyawan Bank Muamalat KC Serang)
This study aims to determine the effect of Islamic Work Ethics, Islamic Work Motivation, and an Islamic Work Environment on Employee Performance at Bank Muamalat Serang Branch. The study used a quantitative approach, distributing questionnaires to employees as respondents, and multiple linear regression analysis was used to test the relationship between variables using SPSS 25. The results showed that the three variables: Islamic Work Ethics, Islamic Work Motivation, and an Islamic Work Environment, had a positive and significant effect, both partially and simultaneously, on employee performance. This finding confirms that the application of Islamic values in the work culture can improve employee performance at Islamic financial institutions.
Keywords: Islamic Work Ethics, Islamic Work Motivation, Islamic Work Environment, Employee Performanc
The Hermeneutic Circle in the Tradition of Islamic Tafsiri: Implications for Renewal
This article examines the concept of the hermeneutic circle and its application in Islamic exegetical tradition, as well as its implications for contemporary Islamic legal reform. The hermeneutic circle, developed within Western hermeneutical philosophy, resonates with classical Islamic exegetical methodology that recognizes the dialectical relationship between text (al-nash), context (al-waqi'), and interpreter (al-mufassir). This study employs library research methods with a qualitative approach, and data are comprehensively analyzed using a descriptive-analytical approach by revealing how classical scholars who accepted and rejected the application of hermeneutical principles in their ijtihad debated, then analyzing these differences of opinion based on primary and secondary data sources. The findings indicate that the debate concerning hermeneutics in Islamic exegesis reflects the rich and complex dynamics of contemporary Islamic thought. Progressive groups view hermeneutics as a valuable opportunity to revitalize and refresh Islamic understanding in the modern era, while understanding of the hermeneutic circle can serve as an bridge for formulating Islamic legal reform methodologies that are responsive to changing times without losing textual authenticity. Practical implications include the reformulation of usul al-fiqh, reconstruction of maqasid al-shariah, and development of contextualist approaches in contemporary Islamic legal determination
Pengaruh Gaya Hidup, Harga, dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Pakaian Bekas dalam Perspektif Ekonomi Syariah (Studi pada Masyarakat Kota Bengkulu)
This study aims to analyse the influence of lifestyle, price, and product quality on the purchase intention of secondhand clothing (thrifting) among the people of Bengkulu City from an Islamic economic perspective. This research employs a descriptive quatitative approach with data collected through questionnaires and processed using SPSS version 26. The population consists of Bengkulu City resident who have purchased secpndhand clothing at Panorama Market, with a sampel size of 100 respondentd. The data analysis tehniques include validity testing, reability testing, classical assumption test (normality, heteroscedascity, and multcollinearity tests) multiple linear regression analysis, and hypothesis testing (t-test, f-test, and R2 test). The result show that lifestyle has a significant effect on the intention to purchase secpndgand clothing, as indicated by a significance value of 0.000 (<0.05) and a t-value of 27.786. the higher the purchase intention. Price also has a significant influence, with a significance value of 0.000 (<0.05) and a t-value of 24.003, indicating that affordable and reasonable prices increase consumers’ purchase interest. Furthermore, product quality significantly affects the purchase of secondhand goods, as shown by a significance value of 0,000 (<0,05) and a t-value of 22.798. this implies that the better the quality offered, the higher the consumers’ buying interest